Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JADID

KESOMBONGAN IBLIS DALAM AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Tematik) Misbahul Munir
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v1i2.506

Abstract

Sombong termasuk sifat yang berbahaya karena ia dapat merusakkan hubungan vertikal manusia dengan Allah dan dapat merusakkan hubungan horizontal mereka dengan manusia lainnya. Dalam sejarah, karakter kesombongan yang pertamakali dilakukan adalah kesombongan yang dilakukan oleh iblis. Kisah kesombongan iblis diceritakan secara jelas dalam Al Quran, yaitu QS. al-A‘raf : 12. QS. al-Hijr: 33, QS. al-Isra’: 61, QS. al-Isra’: 62, QS. Shad: 76. Dengan mengetahui kisah kesombongan iblis ini, diharapkan manusia dapat mengambil hikmah untuk tidak terjerembap dalam kesombongan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, yang  membahas secara mendalam tentang kesombongan Iblis dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini termasuk kajian kepustakaan (library research), yakni dengan menulusuri berbagai kitab-kitab tafsir dan literatur lainnya untuk menemukan data-data yang menjelaskan kesombongan iblis dalam Alquran. Iblis melakukan kesombongan dalam dua bentuk. Pertama, iblis menganggap bahwa dirinya lebih istimewa dari pada Nabi Adam karena ia terbuat dari api sedangkan Adam hanya dari tanah. Menurut logika iblis, api lebih mulia dari pada tanah. Kedua, iblis merasa memiliki kemampuan untuk menggoda dan menggelincirkan manusia agar sama seperti dirinya, tidak layak masuk surga dan menjadi makhluk Allah yang terlaknat. Dari kisah kesombongan iblis ini bisa diambil hikmahnya, yaitu: Pertama; perintah Allah adalah mutlak wajib dilaksanakan tidak boleh ada tawar-menawar, mengabaikan perintah Allah menimbulkan konsekwensi hukuman dari-Nya. Kedua; Meninggalkan perintah Allah disertai dengan ingkar atas kewajibannya bisa masuk menjadi golongan kafir. Ketiga; umat islam harus senanttiasa mempertebal iman untuk mengantisipasi godaan iblis yang telah mendeklarasikan permusuhan kepada manusia sejak diusir dari surga. Keyword: Kesombongan, iblis, tafsir tematik
Co-Authors Abdul Rokhim Abdul Wadud Nafis ABDULLAH EFENDI Abu Tholib Agung Supangkat Agus Wahyudi Ahmad Baisuni Ahmad Djalaluddin Ahmad Taufiq Ahmad Taufiq Ajusman Alfan Maulan Alfi Bahar Alfiyah Hasanah Almira Ulimaz Alvita Raniah Aisyah Putri Amelia Sari Amir Hamidy Anang Asari Andrean Permadi Aprilia Martika Aranza Khoirina Audrey Abbas Arif Saefudin Arinda Roisatun Nisa’ Ayi Abdurahman Bambang Subakti Zulkarnain Budiyono Santoso Cici Aisyah Putri Rogahang Cladita Pamungkas Putri Clarissa Budiman Desi Ratu Puspita Dina Kurniawati Disti Macela Putri Dwi Purnomo Eka Wahyu Ramadhan Eka Yudhistira Pradana Erviana Fachrudin Fiqri Affandy faiqotul hima Faliqul Isbah Fatimatuzzahra Febria Rossa Alba Feby Nurjannah Fitri Marisa Hamidatur Rohmah Hana Rizqi Ghaesani Hegar Harini Hermin Nainggolan Hibrul Umam Iffatul Kamaliyah Ika Kurniawati Indradewa, Rhian Irhas Sabililhaq Kartika Chrysti Suryandari Kasuwi Saiban Khamdan Rifa'i Khoirul Wafa Kivah Aha Putra Lasino J.W. Putro Madaling Madaling Masafumi Matsui Mediyansyah Mediyansyah Moh Ali Ishaq Moh Lailul Ilham Moh. Misbachuddin Moh. Rizal Abdillah Muh Muhaimin Muh Nurul Imam Muh. Khoiruddin Muhammad Tristanto Ning Setia Nisa Nur Laylia Nursiah Nurul Khikmiyah Oktaviani Nur Fitria Paulina Ari Damayanti Qusnul Ro’ib Ratna Nulinnaja Rebecca Ferida Octaviani Reynaldy Ardhiansyah Wijana Rizal Sukisnyo Rony, Zahara Tussoleha Sri Hariyanti Sri Mulyani Suhartono Suhartono Susilowati, Eni Titiek Suheta Ummu Radiyah Utomo, Jepri Vivit Marcelina Weraman, Pius Widiyono, Aan Yuki Achmad Yakin Yunan Rusdianto