p-Index From 2021 - 2026
7.965
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

MEMBANGUN REMAJA SEHAT UNTUK MEWUJUDKAN PRIBADI YANG BERAKHLAK MULIA Heri Saptadi Ismanto; Joko Sulianto; Mudzanatun IKIP PGRI Semarang; Ryky Mandar Sari
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2012): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v3i1.254

Abstract

AbstractParents have a vital role for growth and development of a teenager. Parents as the first actor to be an example for a teenager, so it must equip children with knowledge of the personality and the science of religion that later children can socialize in the community. Juvenile delinquency is happening is not the fault of the parents themselves, but also lies in the surrounding environment that can affect the behavior of adolescent youth. The role of parents and the environment is important for teens to form personal the better. In dealing with teenagers there are some things you should always keep in mind, namely that the soul is a soul-filled adolescent turmoil. Internal and external conditions are equally turbulent adolescence that causes more prone than other stages of mental development of adolescents. To reduce collisions between turbulence and to provide opportunities for youth to develop themselves in a more optimal, need to be created nearby environmental conditions as stable as possible, especially the family environment.Key Words: Adolescents, Personal, Moral HonorAbstrakOrang tua memiliki peran yang sangat penting terhadap tumbuh kembang seorang remaja. Orang tua sebagai aktor pertama yang menjadi contoh bagi seorang remaja, sehingga harus membekali anak dengan ilmu kepribadian dan ilmu agama supaya kelak anak dapat bersosialisasi dimasyarakat. Kenakalan remaja yang terjadi bukanlah kesalahan dari orang tua sendiri, melainkan juga terletak pada lingkungan disekitar remaja yang dapat mempengaruhi perilaku remaja. Peran orang tua dan lingkungan sekitar sangatlah penting untuk membentuk pribadi remaja agar menjadi lebih baik. Dalam menghadapi remaja ada beberapa hal yang harus selalu diingat, yaitu bahwa jiwa remaja adalah jiwa yang penuh gejolak. Kondisi intern dan ekstern yang sama-sama bergejolak inilah yang menyebabkan masa remaja lebih rawan daripada tahap-tahap lain perkembangan jiwa remaja. Untuk mengurangi benturan antargejolak itu dan untuk memberi kesempatan agar remaja dapat mengembangkan dirinya secara lebih optimal, perlu diciptakan kondisi lingkungan terdekat yang sestabil mungkin, khususnya lingkungan keluarga.Kata Kunci: Remaja, Pribadi, Akhlak Mulia
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR?óÔé¼ÔäóAN DAN IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING (Studi Kasus pada beberapa santri di Pondok Pesantren Raudlotul Qur?óÔé¼Ôäóan Semarang) Heri Saptadi Ismanto
Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B) Vol 1, No 1 (2011): JP3B
Publisher : Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pondok pesantren Raudhatul Qur?óÔé¼Ôäóan Kauman, Kota Semarang kegiatan menghafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan merupakan kurikulum utama sebagai pondok pesantren yang meluluskan para penghafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan sejak tahun 1950-an. Fenomena yang didapati ada santri yang lebih cepat lulus sebagai hafidz Al Qur?óÔé¼Ôäóan dan sebagian lainnya masih tertunda karena mengalami berbagai hambatan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan faktor-faktor pendukung kemampuan santri dalam menghafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan di pondok pesantren Raudhatul Qur?óÔé¼Ôäóan?é?á Kauman, Kota Semarang. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif induktif. Sebagai informan adalah ustadz dan santri pondok pesantren Raudhatul Qur?óÔé¼Ôäóan?é?á?é?á Kauman, Kota Semarang. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung, dokumentasi, wawancara mendalam (in-dept interview). Untuk menguji keabsahan digunakan triangul?â?ísi data. Teknik analisa data menggunakan model analisa interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Motivasi santri untuk menghafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan berasal dari keluarga khususnya orang tua, teman-teman sekolah atau sesama santri, guru, serta kyai pondok pesantren, (2) Pengetahuan dan pemahaman arti atau makna Al-Qur?óÔé¼Ôäóan oleh santri pada umumnya mereka merasa kurang, sebagai sikap rendah hati agar tidak disebut sombong; (3) Cara belajar: pengaturan dalam menghafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan yaitu mengaji 3 kali sehari, menambah hafalan setiap hari 1-2 halaman, muroja?óÔé¼Ôäóah, dan sema?óÔé¼Ôäóan, musabahah. Target dalam menghafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan yaitu khatam dalam waktu 3 tahun; yang meliputi: memasukkan dalam memori ingatan, mengungkapkan ingatan dalam bentuk bacaan secara tepat, mengulang kembali pada saat itu maupun pada saat yang lain; (4) Fasilitas yang mendukung kemampuan menghafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan antara lain asrama pondok, aula, ruang belajar untuk setoran hafalan, mushola, dan masjid agung Kauman Semarang, (5) Aplikasi mengahafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan dalam bimbingan dan konseling yaitu pada kegiatan layanan bimbingan belajar. ?é?á Kata kunci: menghafal Al Qur?óÔé¼Ôäóan, faktor-faktor pendukung
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN RUMPIN DI RW 11 TAMBAKAJI KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG Mudzanatun; M Arief Budiman; Heri Saptadi; Ismatul Khasanah; Fine Reffiane
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.946 KB) | DOI: 10.31949/jb.v1i4.307

Abstract

RUMPIN (Rumah Pintar) merupakan usaha non profit untuk membantu anak dalam mendapatkan pembelajaran secara gratis. Anak-anak yang mengikuti program RUMPIN distimulasi untuk belajar sambil bermain dengan berorientasi pada minat dan bakat yang dimiliki anak sehingga anak menjadi lebih betah RUMPIN (Rumah Pintar) merupakan usaha non profit untuk membantu anak dalam mendapatkan pembelajaran secara gratis. Anak-anak yang mengikuti program RUMPIN distimulasi untuk belajar sambil bermain dengan berorientasi pada minat dan bakat yang dimiliki anak sehingga anak menjadi lebih betah berada di Rumpin, dan tanpa sadar, selain pengetahuan bertambah, anak juga terhindar dari kegiatan negative. Di RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang belum terdapat RUMPIN. Tim Pengabdi ingin memberikan solusi untuk masalah ini dengan membantu mendirikan RUMPIN di RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pendampingan, pelatihan, dan workshop. Metode sosialisasi digunakan untuk mengenalkan RUMPIN kepada seluruh warga RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Metode pendampingan digunakan untuk membantu warga RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang membentuk pengurus dan program RUMPIN. Metode pelatihan dan workshop digunakan untuk membantu warga menciptakan tentor yang akan bekerja di RUMPIN. Dari program pengabdian kepada masyarakat ini tim pengabdi menemukan bahwa warga antuasias dengan keberadaan RUMPIN, dan mereka juga menyatakan ketersediaannya dalam rangka ikut membantu pembentukan RUMPIN, ikut aktif menjadi pengurus, ikut aktif menciptakan program-program kerja, dan ikut aktif menjadi tentor. Kesimpulan dari kegiatan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah bahwa warga RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang sadar tentang pentingnya keberadaan RUMPIN di lingkungan mereka karena hal tersebut bisa membantu anak-anak mereka untuk memperoleh lebih banyak pengetahuan selain pengetahuan yang mereka dapatkan di bangku pendidikan formal.
The Influence of Group Guidance Services with Simulation Game Techniques to Develop Self-Concept Siti Nabilla Ramadhani; Heri Saptadi Ismanto; Farikha Wahyu Lestari; Wayan Eka Paramartha
Bisma The Journal of Counseling Vol. 4 No. 3 (2020): Bisma The Journal of Counseling
Publisher : Department of Guidance and Counseling, FIP, Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/bisma.v4i3.22747

Abstract

This research is motivated by the lack of self-concept in students including the objectives to be achieved in this study are to grow and develop self-concept in class VIII students of SMP Negeri 6 Semarang. This type of research is quantitative. The population of this study were students of class VIII SMP Negeri 6 Semarang with a total of 224 students. The sample was taken 28 students consisting of 14 students from the control class and 14 students from the experimental class. The sampling technique was using proportionate random sampling. The data in this study were obtained through a psychological scale research instrument with a self-concept Likert scale that was modified with four alternative answers. The research method used is Quasi Experimental Design with the research design of Nonequivalent Control Group Design. Based on the results of the analysis, the researcher can conclude as follows: in the results of the hypothesis test (t test) the results of t count 5.875 t table of 2.055 at 5% significant means 5.875> t table = 2.055 On the basis of these calculations, the alternative hypothesis (Ha) which reads "there is an effect of group guidance with simulation game techniques to develop self-concept of class VIII students of SMP Negeri 6 Semarang". Thus it shows that group guidance with simulation game techniques affects self-concept.
Persiapan Karir Mantan Anak Jalanan Di Panti Pelayanan Sosial Anak “Mandiri” Kota Semarang Mahartini Mahartini; Heri Saptadi Ismanto; Ismah Ismah
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol 15 No 1 (2020): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.298 KB) | DOI: 10.33084/pedagogik.v15i1.1283

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh anak jalanan yang memilih hidup di jalanan, di Semarang banyak anak-anak yang hidup di jalanan karena faktor ekonomi sehingga anak putus sekolah yang mengakibatkan anak memilih hidup di jalanan, anak-anak di jalan melakukan banyak aktivitas seperti mengamen,mengemis, dan lainnya. Dari usia mereka yang masih remaja seharusnya mereka masih berada di sekolah untuk penunjang karir dimasa depan, diperlukan tindakan yang berkesinambungan dalam rangka memberi wadah untuk anak jalanan dalam mengembangkan potensi dan memperluaskan ilmu pengetahuan dalam konteks karir, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persiapan karir mantan anak jalanan di Panti Pelayanan Sosial Anak Mandiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studideskriptif.Subjek penelitian terdiri dari tiga PM (penerima manfaat) dari berbagai kelas keterampilan, tiga guru keterampilan, dan 1 ibu wisma yang menjadi Ibu dari ketiga subjek di Panti Pelayanan Sosial Anak Mandiri Kota Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima tujuan yang mempengaruhi persiapan karir anak jalanan di Panti Pelayanan Sosial Anak Mandiri. Hasil ini dibuktikan dari hasil analisis observasi dan wawancara yang dilakukan pada ketiga subjek dan dapat disimpulkan bahwa persiapan karir ditinjau dari tujuan karir berbeda satu sama lain. PM (penerima manfaat) dengan tujuan karir yang sudah terencana dan mampu mempersiapkan karirnya dimasa depan dibandingkan PM (penerima manfaat) dengan belum mempersiapkan karir dimasa depannya.
Teknik Desensitisasi Sistematik Melalui Cyber Counseling Untuk Mengurangi Kecemasan Siswa Menghadapi Ulangan Agnesya Putri Wijaya; Heri Saptadi; Ismah Ismah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.823 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6311

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi masalah yang terdapat di SMA Negeri 11 Semarang sebagai berikut: (a) siswa mengalami kecemasan pada saat akan menghadapi ulangan, (b) siswa khawatir jika nanti nilai ujiannya mendapatkan hasil yang kurang memuaskan, (d) siswa memerlukan layanan yang tepat untuk mengatasi kecemasan pada saat akan menghadapi ulangan. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu, untuk mengetahui apakah ada pengaruh konseling kelompok dengan pendekatan teknik desensitisasi sistematik mampu mengatasi kecemasan siswa menghadapi Ulangan di SMA Negeri 11 Semarang Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk True Eksperiment Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 11 Semarang, yaitu kelas X IPS yang digunakan untuk try out. Sampel diambil dari hasil pretest jumlah sampel sebanyak 36 siswa di kelas X IPS dengan menggunakan purposive sampling. Data penelitian ini diperoleh melalui IKMS, wawancara, observasi dan skala Likert. Validitas instrumen menggunakan rumus Product Moment. Reliabilitas instrumen skala Likert menggunakan rumus Alpha. Hasil pengujian perhitungan uji paired t test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000<0,05, dan hasil analisis statistik non parametrik dengan menggunakan teknik analisis sign test wilcoxon yang diberi simbol dalam tabel persiapan untuk hitung t diperoleh hasil t hitung = 8,014, dengan taraf signifikan 5% (0,05) sebesar 2,145, dengan db = (n1+n2)-2 db = 8+8-2 = 14, karena jumlah thitung > ttabel yakni 8,014 > 2,145dapat diartikan bahwa ada pengaruh konseling kelompok denganpendekatan teknik desensitisasi sistematik dapat mengatasi kecemasan siswa menghadapi Ulangan di SMA Negeri 11 Semarang Saran yang dapat peneliti sampaikan hendaknya guru pembimbing di sekolah memberikan layanan lebih lanjutan berkenaan dengan mengatasi kecemasan pada siswa.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Modelling Terhadap Disiplin Belajar pada Siswa Kelas VIII SMP N 2 Guntur Nova Ristiani; Heri Saptadi Ismanto; Ismah Ismah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.761 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6359

Abstract

penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMP N 2 Guntur. Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksperiment Control Design. Sampel dalam penelitian berjumlah 24 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok eksperimen 12 siswa dan kelompok kontrol 12 siswa. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti di SMP N 2 Guntur yang dimulai dari tahap pengumpulan data, treatment atau pemberian layanan, dan analisis data dengan rumus t-tes maka diperoleh hasil thitung sebesar dan ttabel db N-2 = 10 sebesar 2,23 dengan taraf signifikan 0,05 (5%). Karena thitung 3,245 > ttabel 2,23 maka dapat disimpulkan bahwa, “ada pengaruh Layanan bimbingan kelompok dengan teknik modelling dalam meningkatkan disiplin belajar siswa kelas VIIl SMP N 2 Guntur”. Saran yang dapat disampaikan hendaknya guru sebagai acuan dalam memberikan layanan bimbingan kelompok pada siswa dalam rangka meningkatkan disiplin belajar di lingkungan sekolah. Sehingga siswa akan terfasilitasi dan mengubah pola fikir siswa tentang bimbingan konseling di sekolah.
RESILIENSI PENYESUAIAN DIRI WARGA BINAAN DI YAYASAN EMAS INDONESIA SEMARANG Supadmi Supadmi; Heri Saptadi Ismanto; G Rohastono Adjie
DIMENSI PENDIDIKAN Vol 18, No 2 (2022): Dimensi Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/dm.v18i2.12457

Abstract

Reseliensi merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam bertahan dan mampu berjuang dalam kondisi sulit yang mungkin mengganggu fungsinya individu. Penyesuaian diri dengan resiliensi ini biasanya tetap mampu berfungsi baik untuk individu bertahan dalam menyesuaikan diri di lingkungan. Berdasarkan pengamatan atau observasi penulis, bahwa anak-anak ataupun remaja yang berkumpul di Yayasan tersebut, merupakan warga binaan yang cukup memiliki sikap daya juang yang baik dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitarnya, bahkan terhadap orang-orang yang ada disekelilingnya. Di dalam situasi dan kondisi yang penuh dengan tantangan dan rintangan terkadang memaksa seorang individu untuk memiliki resilensi, yaitu sebuah sikap terus bertahan dalam menghadapi  situasi yang sulit untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah : untuk mengetahui resiliensi penyesuaian diri warga binaan di Yayasan Emas Indonesia. Dari temuan yang bersumber dari hasil penelitian adalah bahwa konsep diri remaja punk dari temuan hasil wawancara dengan informan: Insial SF Insial TK. Untuk itu maka peneliti membagikan sesuai dengan karakteristik resiliensi kepercayaan diri. Karakteristik yang pertama yaitu cara menyesuaikan diri, bahwa cara subjek dalam menyesuaikan diri dengan belajar mandiri, bergaul dengan masyarakat kecillah dan mendekatkan diri dengan Tuhan. Karakteristik yang kedua yaitu ketahanan diri di lingkungan baru, setiap individu harus mempunya tujuan dan keinginan. Karakteristik yang ketiga yaitu kesulitan dalam diri saat menyesesuaikan diri di lingkungan, kesulitan yang dialami oleh subjek adalah rasa malu-malu dan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk pendekatan diri mengenal sesama. Karakteristik yang keempat yaitu solusi saat mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri, memperoleh jawaban dari subjek mencontoh orang yang lebih berpengalaman atau  senior, memulai berbicara dengan teman dan memperkenalkan diri. Karakteristik yang kelima yaitu perubahan apa yang didapat, memperoleh jawaban dari subjek kepercayaan diri yang meningkat, kedisiplinan dan kemampuan dalam berbicara. Karakteristik yang keenam yaitu harapan, memperoleh jawaban dari subjek memiliki harapan hidup mandiri.
Tingkat Kontrol Diri Siswa Kelas X IPA SMA N 1 Bandar Anggi Mariana; Heri Saptadi Ismanto; Venty Venty
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7560

Abstract

Tujuan penelitian ini adala untuk mengetahui tingkat kontrol diri siswa. jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan metode Deskriptif Kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Bandar. Sumber data di peroleh secara langsung dari sumber yang menjadi subyek penelitian yaitu siswa kelas X IPA SMA N 1 Bandar yang berjumlah 162 siswa. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah Sampling Jenuh. Alat pengumpul data yang digunakan adalah skala kontrol diri. Berdasarkan hasil uji reliabilitas instrumen dengan menggunakan Rumus Alpha Cronbach diperoleh dari skala kontrol diri r11 = 0,857. Hasil tersebut selanjutnya dikonsultasikan dengan r tabel Product moment Untuk N = 61 dengan taraf signifikasi 5% = 0,254. Dikarenakan r11 (0,8574) > r tabel (0,254) maka dapat disimpulkan bahwa instrumen skala konsep diri dan instrumen skala kontrol diri dinyatakan reliabel. Dari hasil penelitian tentang tingkat kontrol diri siswa kelas X IPA SMA N Bandar diperoleh data bahwa siswa memiliki kontrol diri pada kategori sangat tinggi sejumlah 1 siswa atau sebesar 1,01 %, sedangkan siswa yang memiliki kontrol diri pada kategori tinggi sejumlah 73 siswa atau sebesar 71,96 % dan siswa yang memiliki kontrol diri pada kategori rendah dengan jumlah 27 siswa atau sebesar 27,03 %.
Regulasi Diri Remaja Pecinta Korean Pop di Semarang Terhadap Prestasi Akademik Sanas Surayya; Heri Saptadi Ismanto; Agus Setiawan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7838

Abstract

Ketertarikan manusia pada budaya Korea atau dikenal Demam Korea, Khususnya minat mereka pada music pop Korea atau Kpop telah melanda remaja di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tidak sedikit penggemar Kpop khususnya dikalangan remaja yang masih sekolah. Tak jarang, beberapa dari mereka bahkan dapat lebih giat dalam belajar dibandingkan teman-teman seusianya yang lain demi mendapatkan nilai terbaik dan memenuhi impian mereka untuk dapat meneruskan pendidikan di Negara gingseng tersebut Mengenai masalah ini, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui regulasi belajar pada remaja Pecinta Korean Pop. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah empat remaja pecinta EXO Semarang, empat orang tua dan empat guru Bimbingan dan Konseling di Sekolah mereka masing-masing. Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan analisis dan penemuan data menunjukkan bahwa penerapan regulasi diri dari hasil wawancara yang dikatakan oleh remaja pecinta Korea Pop sudah tergolong baik. Selain itu hasil temuan dalam penelitian ini juga menghasilkan bahwa aspek regulasi diri yang sering diterapkan oleh remaja pecinta Korean Pop Semarang adalah aspek perencanaan. Aspek perencanaan ini sering diterapkan oleh remaja pecinta Korea Pop Semarang dimana remaja sudah dapat mengatur diri untuk menentukan waktu dan sumberdaya yang tersedia untuk tugas-tugas belajar. keempat subjek lebih mementingkan sekolah daripada Kpop. Hal ini dapat dilihat dari prestasi akademik yang mereka miliki. Meskipun mereka pecinta k-pop mereka tetap mengutamakan kewajiban mereka sebagai seoarang pelajar.
Co-Authors Adhesty, Yulia Niken Agnesya Putri Wijaya AGUS SETIAWAN Agus Setiawan Agus Setiawan Agus Setiawan Ajeng Dianasari Ajie, G Rohastono Angena Budi Fatmala Anggi Mariana Any Anjany Ardiatma Rio Respati Ardiatma Rio Respati, Ardiatma Rio Aris Nurul Rohmah Aris, Abdul Aufal Marom, Aufal Aulia Alfiani Ayda Tatsa Asyari Badrudin, Mokh Badrudin Belum berkeluarga, Ristanovi Widiyanti Chr Argo Widiharto Daniel Happy Putra Desi Maulia Dianasari, Ajeng Dini Rakhmawati Dwi Tantri Laras Marsiwi Eka Sari Setianingsih, Eka Sari Eko Keswanto Fahriza Amalia Fanany, Jida Alfian Farikha Wahyu Lestari Farikha Wahyu Lestari, Farikha Wahyu Fatmala, Angena Budi Ferninda Rahardiyana Putri Fine Reffiane Fitri Zulaikah Friska Yuniar Nindi Pratiwi Gregorius Rohastono Ajie Gregorius Rohastono Ajie Hanifa, Azza Dhifa Zayyan Harmanda, Pradana Wahyu Rizky Hartopo, Tri Susilo Hiyya Ichsania Huda, Abror Ikhtiyar Zaemur Iis hidayah Ikha Listyarini Ikke Ratna Sari Imarotul Aliyah Intan Rahmawati Ismah Ismah -, Ismah Ismah, Ismah Ismah, Ismah Ismatul Khasanah Joko Sulianto . . Julienjatingsih, Jovita Kukuh Setiyono Kukuh Setiyono, Kukuh Kusumawati, Mia Indah Leni Iffah Leni Iffah Lestari, Ainun Ayu Linda Ayu Tiarawati Lyanna Oktavia T M Arief Budiman M. Alfin Nur Kholil M.A. Primaningrum Dian, M.A. Primaningrum MA Primaningrum DIan Mahartini Mahartini Marta Sari, Frida Meiyusi, Ade Kumbiastri Mia Indah Kusumawati Mirta Laelya Shofa shofa Mudzanatun IKIP PGRI Semarang Mudzanatun Mudzanatun Muhammad Arief Budiman Mustika Aslam Baihaqi Nabila Kurnia Dewi Nova Ristiani Nur Sheyla Syarifah Padmi Dhyah Yulianti pamuji, ridho Prastyaningrum, Shafa Hasna Puji Setiyani Puji Setiyani Putri Nur Fitri Yani Putri, Putri Chairunisa Pratiwi Rahman, Arif Khalilu Rahmawati Hidayat Ramadhani, Siti Nabilla Ravi Aji Pratama Rini Kurniasih, Rini Ryky Mandar Sari Sabrina Williadana Sanas Surayya Setiarini, Avita nur Setiawan, Agus Shafa Hasna Prastyaningrum shofa, Mirta Laelya Shofa Sholeh Mujiyono Siti Fitriana Siti Khoiriyah SITI KHOLIFAH Siti Nabilla Ramadhani Sofiyanti, Richah Suhendri M.Pd., Kons. Sukati Sukati Supadmi Supadmi Sutrisno, Budi Tiara Syafitri Venty Venty Venty Venty Venty Vita Yonanda Fitriani Vivin Anis Faristin Wardana, Muhammad Yusuf Setia Wayan Eka Paramartha Widya Utami, Alvina Windi Indriyani Yanuar Brasista Amar Faishal Yanuar Brasista Amar Faishal, Yanuar Brasista Yeyen Tri Kusumaningsih Yuanita Armasari Muslih Yulianti , Padmi Dhyah Yulianti, Sherlina Annisa Yulianti Zalfa Alya Qurrotu Aini