Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Kualitas Pewarnaan Sediaan Apusan Darah Menggunakan Pewarna Buah Naga Pengencer Air Mineral Bermerek Metode Romanowsky Hidayah, Nurul; Muhlisin, Ahmad; Roebiakto, Erfan; Oktiyani, Neni
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v2i2.75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pewarnaan sediaan apusan darah menggunakan pewarna buah naga pengencer air mineral bermerek metode Romanowsky. Jenis penelitian observasional laboratorium dengan rancangan comparative study. Berdasarkan uji Mann-Whitney tidak ada perbedaan kualitas antara zat warna Romanowsky pengencer buffer fosfat pH 6,8 (A) dan zat warna buah naga pengencer buffer fosfat pH 6,8 (B) signifikansi p=1,000. Berdasarkan uji Kruskal Wallis didapatkan signifikansi p=1,000 yang mana tidak ada perbedaan kualitas pewarnaan zat warna Romanowsky pengencer buffer fosfat pH 6,8 (A) dengan zat warna buah naga air mineral bermerek 1 (C), 2 (D), 3 (E), 4 (F) dan zat warna buah naga (B) dengan zat warna buah naga air mineral bermerek 1(C), 2(D), 3(E), 4(F). Persentase masing-masing kualitas pewarnaan didapatkan hasil sebesar 100%, 100%, 100%, 97%, 100%, 97%. Disimpulkan bahwa zat warna buah naga pengencer air mineral bermerek dapat digunakan sebagai alternatif pewarna Romanowsky dan pengencer buffer fosfat pH 6,8.
Hubungan Status Pelatihan Pemeriksaan Sputum TB dengan Nilai Error Rate dan Kualitas Sediaan Mikroskopis TB di Puskesmas Kota Banjarmasin Tahun 2023 Aisya Nahdiya; Thuraidah, Anny; Dwiyanti, Ratih Dewi; Muhlisin, Ahmad; Haitami, Haitami
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v2i2.125

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang menular, disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Dengan masih digunakannya pemeriksaan mikroskopis untuk diagnosis TBC, maka pemantapan kualitas pemeriksaan mikroskopis harus dilakukan secara berkala yaitu dengan melaksanakan uji silang. Pelatihan akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas laboratorium sehingga memahami dan mengurangi kesalahan yang terjadi dalam pemeriksaan TB. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status pelatihan pemeriksaan sputum TB dengan nilai error rate dan kualitas sediaan. Jenis penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di Kota Banjarmasin pada tanggal 1 s/d 30 Oktober 2023. Populasi penelitian adalah petugas laboratorium di Puskesmas Kota Banjarmasin sebanyak 61 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu memilih petugas laboratorium yang melakukan pembuatan sediaan serta pemeriksaan mikroskopis TB untuk uji silang tahun 2023 sebanyak 27 responden. Hasil penelitian 19 orang (70,4%) sudah pelatihan, 8 orang (29,6%) tidak pelatihan. Hasil uji silang triwulan I: 24 Puskesmas (88,9%) Baik, 3 Puskesmas (11,1%) Jelek. Nilai Error Rate 25 Puskesmas (92,6%) Baik, 2 Puskesmas (7,4%) Jelek. Hasil uji silang Triwulan II: 23 Puskesmas (85,2%) Baik, 4 Puskesmas (14, 8%) Jelek. Nilai Error Rate 27 Puskesmas (100%) Baik, 0 Puskesmas (0%) Jelek. Uji Chi-Square antara status pelatihan dengan kualitas sediaan mikroskopis TB didapatkan Fisher's Exact Sig. 0,019 (Triwulan 1) dan 0,004 (Triwulan II) <a = 0,05, menunjukkan ada hubungan bermakna. Uji terhadap hubungan status pelatihan dengan error rate diperoleh nilai Exact Sig. 0,080 (Triwulan I) di mana nilai ini > a = 0,05, maka disimpulkan tidak ada hubungan bermakna. Sedangkan Triwulan II tidak dapat diuji karena variabel error rate konstan. Bagi peneliti selanjutnya disarankan meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil uji silang mikroskopis TB serta dalam periode yang lebih lama.
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK ETANOL JAHE MERAH (Zingiber officinale var Rubrum), DAUN KELOR (Moringa oleifera), DAN MENIRAN HIJAU (Phyllanthus niruri L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Escherichia coli Hafidh, Muhammad; Dwiyanti, Ratih Dewi; Insana, Aima; Muhlisin, Ahmad
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v2i2.154

Abstract

Penyakit diare disebabkan oleh infeksi bakteri Escherichia coli. Infeksi ini dilakukan dengan pemberian obat tanaman herbal dari bahan alam yaitu jahe merah, daun kelor, dan meniran hijau yang berpotensi sebagai antibakteri sebagai alternatif pengobatan, dikarenakan pengobatan dengan bahan kimia atau antibiotik mengalami efek resisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak etanol jahe merah, daun kelor, dan meniran hijau sebagai antibakteri Escherichia coli. Jenis penelitian ini adalah True Exsperiment dengan rancangan penelitian adalah Posttest Only With Control Group Design dengan 7 formulasi kombinasi ekstrak etanol jahe merah, daun kelor, dan meniran hijau dengan 4 kali pengulangan. Uji antibakteri dilakukan dengan metode dilusi cair yaitu menentukan Kemampuan Menghambat dan Kemampuan Membunuh serta dengan metode difusi Zona Hambat Sumuran. Hasil penelitian pada Kemampuan Menghambat diukur dengan absorbansi sebelum dan sesudah inkubasi dari selisih rerata didapatkan formulasi F5 (2:1:1) yaitu 0.717 memiliki nilai yang dengan penurunan terbanyak dari semua formulasi. Pada Kemampuan Membunuh didapatkan hasil rata-rata 0 koloni yaitu pada formulasi F2 (1:1:2), F4 (1:2:2), F5 (2:1:1), dan F7 (2:1:2). Pada zona hambat sumuran didapatkan hasil rata-rata diameter dengan daya hambatan kuat adalah F4 (1:2:2) sebanyak 13.2 mm yang tertinggi dari semua formulasi. Dilakukan uji statistic Wilcoxon dan Kruskal-Wallis. Disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak etanol jahe merah, daun kelor, dan meniran hijau formulasi yang efektif sebagai antibakteri Escherichia coli adalah formulasi F4 (1:2:2). Saran bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan konsentrasi bertingkat pada formulasi tersebut dari kombinasi ekstrak etanol jahe merah, daun kelor, dan meniran hijau sebagai antibakteri Escherichia coli.
Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Infeksi Kecacingan Soil Transmitted Helminth (STH) Pada Anak Sekolah Dasar di SDN Sungai Batang 1 Kabupaten Banjar Unnufus, Ihya; Rifqoh, Rifqoh; Muhlisin, Ahmad; Kustiningsih, Yayuk
Jaringan Laboratorium Medis Vol 6, No 1 (2024): May 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlm.v6i1.10347

Abstract

Worm infections are still a problem in Indonesia, one of which is South Kalimantan Province. This infection often occurs in elementary school children whose activities are often related to soil. Soil Transmitted Helminth (STH) infection in children causes intestinal inflammation, malnutrition and blood loss causing hemoglobin levels to decrease resulting in anemia. This study aims to determine the relationship between hemoglobin levels and STH worm infections in elementary school children at SDN Sungai Batang 1, Banjar Regency. This type of research is an analytical survey with a cross-sectional design. The population of this study was children in grades 1-6 at SDN Sungai Batang 1, totaling 47 people. Sample determination was carried out using total sampling technique. Hemoglobin levels were obtained from the results of examining capillary blood specimens using the Point of Care Testing (POCT) method using the Easy-Touch-GCHb tool, units gr/dL. STH worm infection is obtained from the results of microscopic examination of worm eggs in fresh fecal specimens using the Kato-Katz method with Eggs Per Gram (EPG) units. The results showed that 11 of 47 (23.41%) children were positive for STH infection, namely 5 (10.64%) Ascaris lumbricoides, 5 (10.64%) Trichuris trichiura and 1 (2.13%) were infected with both, with a total of 24 eggs. -48 EPGs. Hemoglobin levels ranged from 11.1 to 14.8 g/dL (mean 13.1 g/dL). Hemogobin levels were less than normal (12.0 gr/dL) in 11 of 47 (23.41%) children and normal hemoglobin levels in 36 (76.59%) children. The results of the Spearman rank coefficient test showed p 0.001, it can be concluded that there is a significant relationship between hemoglobin levels and STH worm infections in elementary school children at SDN Sungai Batang 1, Banjar Regency. It is recommended for future researchers to analyze the relationship between STH infection and erythrocyte index.
STEM-Based LKPD Development and Contextual Problems to Improve Explanation, Concluding, and Evaluating Skills Kiswari, Lusinta; Singgih, Suwito; Muhlisin, Ahmad
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2022.12.2.12061

Abstract

One comprehensive and integrated learning approach is the STEM approach. This approach can improve students' critical thinking skills if supported by teaching materials, one of which is LKPD. This study aims to produce a valid, practical, and effective STEM-based LKPD product to improve students' critical thinking skills. The method used in this study is the research and development method. A validity test has been carried out consisting of a product validity test that is declared valid and suitable for use with a percentage of 80.9%. Practicality tests conducted by teachers obtained an average result of 83% and students of 87%. The effectiveness test is carried out with an n-gain test and an effect size test. Each of them obtained a result of 0.68 in the medium category and 2.7 in the high category. So, it can be concluded that STEM-based LKPD is effective in improving students' critical thinking skills.
Tingkat Kesadaran Karyawan Terhadap Budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja di RS Bunda Kota Palangkaraya Putra, Eka Jaya; Maharani, Kristin Tamara; Septiana, Kharisma Dian; Istikah, Mita; Muhlisin, Ahmad
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v3i2.1221

Abstract

Keselamatan kerja dalam konteks ini merujuk pada upaya untuk mencegah kecelakaan dan melindungi integritas fisik karyawan, sementara kesehatan kerja mencakup upaya untuk mencegah penyakit akibat kerja dan menjaga kesehatan fisik dan mental karyawan. Tujuan dari penulisan ini yaitu untuk mengetahui tentang seberapa jauh tingkat pengetahuan terkait Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah dengan cara membagikan kuesioner kepada karyawan pekerja rumah sakit. Peneliti mengumpulkan berbagai sumber informasi, seperti jurnal ilmiah, buku, dan publikasi lainnya yang berkaitan dengan tingkat keselamatan dan kesehatan kerja serta kinerja karyawan. Hasil: Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) memiliki peran yang sangat penting dalam lingkungan kerja, dengan keselamatan kerja bertujuan untuk mencegah kecelakaan dan melindungi integritas fisik karyawan, sementara kesehatan kerja mencakup upaya untuk mencegah penyakit akibat kerja dan menjaga kesehatan fisik dan mental karyawan. Pengelolaan K3 yang holistik dan komprehensif menjadi kunci penting dalam meningkatkan kinerja karyawan, di mana kombinasi yang baik antara keselamatan dan kesehatan kerja memiliki dampak yang lebih besar terhadap kinerja karyawan. Implikasi penelitian ini penting bagi manajemen perusahaan, karena investasi dalam K3 tidak hanya sebagai tanggung jawab sosial tetapi juga sebagai strategi bisnis yang dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perusahaan. Manajemen perlu memprioritaskan K3 dalam strategi bisnis, memperhatikan faktor-faktor pendukung K3 seperti budaya keselamatan yang kuat, pelatihan K3 yang berkualitas, dan pengawasan lingkungan kerja yang ketat, untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif.
Worksheet Development based on RE-STEM for Science Literacy and Character Arifah, Tutik; Trisnowati, Eli; Singgih, Suwito; Muhlisin, Ahmad; Siswanto, Siswanto; Juliyanto, Eko; Ismawati, Riva; Dewantari, Nuryunita; Rahayu, Rina
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 7 No 2 (2022): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v7i2.12846

Abstract

There have been several cases that reflect the moral and character decline of Indonesian students. Based on some previous studies that have been carried out, ethnoscience and STEM-based worksheet can improve scientific literacy skills and grow students’ character. The aims of this research are to test the feasibility of RE-STEM-based (Religious, Ethnosains-Science, Technology, Engineering, and Mathematics) science worksheet to improve students' scientific literacy and character, and to find out the students' responses to science worksheet based on RE-STEM as an effort to improve students’ scientific literacy and character. This research applies the development research method with the ADDIE model. The sources of data in this study are the results of expert validations and student response questionnaires, while the research subjects are the experts and students. Data collection techniques and instruments in this study used the expert validation sheets and student response questionnaire sheets. The data analysis technique consists of two things namely the worksheet feasibility test using the V'Aikens value, and the student response test using the Likert scale of student responses which is then converted to a score interpretation table of five criteria. The results showed that the validity of the developed worksheet was categorized as valid with an average V'Aikens value of 0.86, so that the product developed was feasible to use, while the students’ response after using such the developed worksheet is very good with a percentage of 86.17 percent. Thus, the developed RE-STEM worksheet has accomplished the validity requirements and received a good response from students, so that it can be implemented in the learning process.
The Effectiveness of the Introduction, Connection, Application, Reflection, Extension (ICARE) Learning Model in Improving Higher Order Thinking Skills (HOTS) of Junior High School Students Nikmah, Filda Khoirun; Singgih, Suwito; Muhlisin, Ahmad
Paedagogia: Jurnal Pendidikan Vol 14 No 2 (2025): PAEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/pdg.Vol14.Iss2.982

Abstract

The importance of higher order thinking skills (HOTS) in the 21st century is undeniable, but the fact is that students HOTS abilities in Indonesia are still low. This study aims to analyze the effectiveness of the Introduction, Connection, Application, Reflection, Extension (ICARE) learning model in enhancing students higher-order thinking skills (HOTS) at the junior high school level. The study adopts a quantitative approach using a quasi experimental method. The design employed is a nonequivalent control group design, involving two classes: an experimental group and a control group. The study was conducted in the seventh grade of SMP N 2 Mertoyudan, using purposive sampling for sample selection. The research instruments consisted of eight essay questions for the pretest and posttest, which had been validated for validity and reliability. Data were analyzed using the Independent Sample t-Test and N-Gain. The results of this study showed a significant difference in higher-order thinking skills between the experimental and control classes. Based on the Independent Sample t-Test, there was a clear difference in the posttest scores of both classes with a significance level of 0.000. Additionally, the average N-Gain score for the experimental class was 0.56, while the control class scored only 0.31. From these findings, it can be concluded that the ICARE model is effective in enhancing higher order thinking skills among junior high school students.
Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Infeksi Kecacingan Soil Transmitted Helminth (STH) Pada Anak Sekolah Dasar di SDN Sungai Batang 1 Kabupaten Banjar Unnufus, Ihya; Rifqoh, Rifqoh; Muhlisin, Ahmad; Kustiningsih, Yayuk
Jaringan Laboratorium Medis Vol. 6 No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlm.v6i1.10347

Abstract

Worm infections are still a problem in Indonesia, one of which is South Kalimantan Province. This infection often occurs in elementary school children whose activities are often related to soil. Soil Transmitted Helminth (STH) infection in children causes intestinal inflammation, malnutrition and blood loss causing hemoglobin levels to decrease resulting in anemia. This study aims to determine the relationship between hemoglobin levels and STH worm infections in elementary school children at SDN Sungai Batang 1, Banjar Regency. This type of research is an analytical survey with a cross-sectional design. The population of this study was children in grades 1-6 at SDN Sungai Batang 1, totaling 47 people. Sample determination was carried out using total sampling technique. Hemoglobin levels were obtained from the results of examining capillary blood specimens using the Point of Care Testing (POCT) method using the Easy-Touch-GCHb tool, units gr/dL. STH worm infection is obtained from the results of microscopic examination of worm eggs in fresh fecal specimens using the Kato-Katz method with Eggs Per Gram (EPG) units. The results showed that 11 of 47 (23.41%) children were positive for STH infection, namely 5 (10.64%) Ascaris lumbricoides, 5 (10.64%) Trichuris trichiura and 1 (2.13%) were infected with both, with a total of 24 eggs. -48 EPGs. Hemoglobin levels ranged from 11.1 to 14.8 g/dL (mean 13.1 g/dL). Hemogobin levels were less than normal (<12.0 gr/dL) in 11 of 47 (23.41%) children and normal hemoglobin levels in 36 (76.59%) children. The results of the Spearman rank coefficient test showed p < 0.001, it can be concluded that there is a significant relationship between hemoglobin levels and STH worm infections in elementary school children at SDN Sungai Batang 1, Banjar Regency. It is recommended for future researchers to analyze the relationship between STH infection and erythrocyte index.
PERBEDAAN NILAI INDEKS MENTZER, HBA2 DAN STATUS BESI PADA ANEMIA DEFSIENSI BESI DAN THALASEMIA PADA PASIEN ANAK DI RSUD ULIN BANJARMASIN Yanti, Marini Aprida; Norsiah, Wahdah; Oktiyani, Neni; Muhlisin, Ahmad
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 8 No 1 (2023): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v8i1.3818

Abstract

Anemia defisiensi besi dan thalassemia memiliki gambaran morfologi darah hipokrom yang sama, oleh karena itu perlu dibedakan dengan dilakukannya sebuah pemeriksaan. Tujuan menggunakan menzter indeks untuk membedakan dan mendeteksi subyek yang memerlukan tindak lanjut yang tepat dan untuk mengurangi biaya yang tidak perlu. Diagnosis banding antara anemia defisiensi besi dan thalassemia didasarkan pada hasil HbA2 elektroforesis, kadar status besi berupa kadar feritin serum, Serum Iron (SI), Total Iron Binding Capacity (TIBC) dan Saturasi Transferin (ST). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nilai indeks Mentzer, HbA2 dan Status besi antara anemia defisiensi besi dan thalassemia. Manfaat penelitian ini memberikan informasi jika pemeriksaan indeks mentzer dapat digunakan sebagai skrining awal untuk membedakan Anemia Defisiensi Besi dan Thalasemi. Jenis penelitian ini survei analitik dengan rancangan studi komparatif. Sampel diambil secara Total sampling dengan jumlah 20 pasien anak Anemia defisiensi Besi dan 20 pasien anak Thalasemia di RSUD Ulin Banjarmasin pada bulan Juli-Agustus 2022. Hasil analisis statistik menggunakan uji Independent Samples Test menunjukkan nilai signifikansi untuk menzter indeks 0,000, Total iron binding capacity 0,002 dan HbA2 0,000. Dengan menggunakan analisis uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi pada serum iron sebesar 0,000, saturasi transferin 0,000 dan ferritin 0,000. Maka H1 diterima karena nilai sig < 0,05. Kesimpulannya penelitian ini terdapat perbedaan bermakna antara nilai indeks mentzer, HbA2, feritin, serum iron, total iron binding capacity, saturasi transferin antara pasien anemia defisiensi besi dan thalassemia pada pasien anak di RSUD Ulin Banjarmasin