Claim Missing Document
Check
Articles

Indonesian Climbing Federation Management in Lubuk Linggau City, Sumatera Selatan Trinanda, Aditya; Sulaiman, Sulaiman; Mukarromah, Siti Baitul
Journal of Physical Education and Sports Vol 10 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v10i3.49165

Abstract

The background of this research is that sport climbing as a sport has the potential to contribute to the future development of sports in Indonesia. Lubuk Linggau City is home to various sports that have a chance to earn a gold medal in 2013, including sport climbing. Since 2014, the sport climbing has seen a fall in achievement at city, provincial, and national levels. The goal of this study is to examine management of the following functions: Planning, Organizing, Actuating, and Controlling. This study employs a qualitative approach. Observation, interviews, and documentation are used to collect data. Administrators, coaches, athletes, and parents provided data. The data analysis process involved data triangulation in three stages: 1) data reduction, 2) data display, and 3) conclusion drafting. The study's findings include the following: 1) Management planning (FPTI) meets the categorization criteria, namely it is clear who, what, when, where, and how to do it; 2) Organizing, management (FPTI) meets the categorization criteria, namely comprehensive management, work mechanism, no written job description, and routine activities that are discussed at the start of the year; 3) Actuating, management (FPTI) meets the categorization criteria, namely it is complete management, work mechanism, and there are routine activities that The study's conclusions show that: (1) Planning: the Indonesian sport climbing federation's management is excellent; (2) Organizing: the Indonesian sport climbing federation's management is pretty good; and (3) Actuating: the Indonesian sport climbing federation's management is fairly good. (4) Controlling: the Indonesian sport climbing association is quite well run.
PENGARUH PEMBERIAN MASSAGE DENGAN MINYAK GANDAPURA TERHADAP PENURUNAN NYERI OTOT QUADRICEPS AKIBAT DELAYED ONSET OF MUSCLE SORENESS (DOMS) Annafi, Naufal Aqiel; Mukarromah, Siti Baitul
Journal of Sport Science and Fitness Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v7i2.48814

Abstract

ABSTRAK Delayed onset muscle soreness (DOMS) adalah nyeri otot dan kekakuan yang berkembang selama 24-72 jam setelah aktivitas fisik atau olahraga yang tidak biasa dilakukan dan melebihi batas kemampuan tubuh. Rasa nyeri ini akan mengganggu aktivitas sehari – hari. Tujuan penelitian ini apakah terjadi penurunan Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) pada otot quadriceps dengan pemberian massage menggunakan minyak gandapura. Penelitian ini merupakan quasi eksperimental dengan pola Pretest-Postest Control Group Design. Sampel penelitian ini 14 remaja akhir laki – laki di Kecamatan Kertek dibagi menjadi kelompok tanpa perlakuan atau kontrol (n=7) dan kelompok massage atau eksperimen (n=7). Subjek diberi latihan jalan jongkok untuk memunculkan DOMS. Pre test diambil 24 jam setelah latihan, post test diambil 48 jam setelah latihan. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan SPSS 16. Hasil penelitian pada kelompok kontrol, nyeri otot quadriceps kanan turun 6,25% dan otot quadriceps kiri turun 14,96%. Pada kelompok eksperimen, nyeri otot quadriceps kanan turun 41,45% dan otot quadriceps kiri turun 38,50%. Hasil uji paired sample t-test selisih nyeri DOMS (post test-pre test) pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen p = 0,006 < 0,05. Simpulan bahwa pemberian massage dengan minyak gandapura berpengaruh secara signifikan untuk menurunkan nyeri otot quadriceps akibat Delayed Onset of Muscle Soreness (DOMS). Kata Kunci: Delayed Onset Muscle Soreness, Massage, Minyak Gandapura, Otot Quadriceps ABSTRACT Delayed onset muscle soreness (DOMS) is muscle aches and stiffness that develops for 24-72 hours after unusual physical activity or exercise and exceeds the body's limits. This pain will interfere with daily activities. The purpose of this study was to reduce Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) in quadriceps muscles by administering massage using gandapura oil. This research is quasi experimental with Pretest-Postest Control Group Designpattern. The sample of this study of 14 late male adolescents in Kertek Subdistrict was divided into groups without treatment or control (n=7) and massage or experimental groups (n=7). Subjects are given squat road exercises to bring up DOMS. Pre test taken 24 hours after exercise, post test taken 48 hours after exercise. Data analysis using paired sample t-test with SPSS 16. As a result of the study in the control group, right quadriceps muscle pain dropped by 6.25% and left quadriceps muscle dropped by 14.96%. In the experiment group, right quadriceps muscle pain dropped by 41.45% and left quadriceps muscle dropped by 38.50%. The test results paired t-test the difference in DOMS pain (post test-pre test) in the control group and the experimental group with p = 0,006 < 0.05. It concludes that giving massage with gandapura oil significantly affects to lower quadriceps muscle pain due to Delayed Onset of Muscle Soreness (DOMS). Keyword: Delayed Onset Muscle Soreness, Gandapura Oil, Massage, Quadriceps Muscle
PROFIL KONDISI FISIK ATLET OLAHRAGA SEPATU RODA PADA PEMUSATAN LATIHAN DAERAH JAWA TENGAH (PELATDA JATENG) FA'OT, JACOB YOHANIS; Mukarromah, Siti Baitul
Journal of Sport Science and Fitness Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v7i2.51943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kondisi fisik atlet olahraga sepatu roda pada Pemusatan Latihan Daerah Jawa Tengah (Pelatda Jateng). Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik pengumpulan data berupa tes dan pengukuran. Populasi dalam penelitian adalah atlet olahraga sepatu roda pada Pemusatan Latihan Daerah Jawa Tengah (Pelatda Jateng) yang berjumlah 23. Teknik analisis data menggunakan deskriptif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa, 1) Kemampuan tes keseimbangan (balance) menggunakan standing stork test sebanyak 7 orang atau 30% dalam kategori sempurna dari total frekuensi, 2) Kemampuan tes daya tahan (endurance) menggunakan tes sit up sebanyak 20 orang atau 87% dalam kategori sempurna dari total frekuensi. Kemudian kemampuan tes daya tahan (endurance) menggunakan tes push up sebanyak 13 orang atau 57% dalam kategori sempurna dari total frekuensi, 3) Kemampuan tes kelincahan (agility) menggunakan illinois test sebanyak 10 orang atau 43% dalam kategori baik dari total frekuensi, 4) Kemampuan tes lari cepat (sprint) menggunakan tes sprint 60 meter sebanyak 6 orang atau 26% dalam kategori baik sekali dari total frekuensi. Simpulan dalam penelitian ini adalah bahwa profil kondisi fisik atlet olahraga sepatu roda pada Pemusatan Latihan Daerah Jawa Tengah (Pelatda Jateng) Tahun 2020 dalam kategori sempurna.
PENGARUH HIGH HEELS TERHADAP PENINGKATAN RESIKO OSTEOARTHRITIS KNEE Suci Amanati; Bambang Budi R; Siti Baitul Mukarromah
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.298 KB) | DOI: 10.33660/jfrwhs.v2i2.20

Abstract

Penggunaan sepatu dalam bekerja memiliki fungsi estetika dan fungsikesehatan. Pemakaian high heels memiliki banyak resiko, salah satu resiko yangtimbul akibat pemakaian high heels yaitu Osteoarthritis.. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh pemakaian high heels terhadap peningkatan resikoosteoarthritis pada SPG (Sales Promotion Girl) Matahari Simpanglima Semarang. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan populasi seluruhSPG wanita di Matahari di MDS Simpang Lima dengan teknik purposivesampling sejumlah 52 responden, yang terbagi menjadi 4 kelompok yangmenggunakan sepatu dengan tinggi hak yang berbeda-beda (kelompok dengansepatu berhak 0cm, 3 cm, 5 cm dan 7 cm) masing-masing kelompok berjumlah 13orang. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Juni 2017 sampai dengan31Agustus 2017. Hasil penelitian dilihat dari peningkatan skor skala Womac.Hasil penelitian diuji dengan One Way Anova diperoleh nilai p< 0.00, sehinggadisimpulkan ada perbedaan antar kelompok yang menggunakan sepatu dengantinggi hak yang berbeda. Dilanjutkan dengan uji Post Hoc didapatkan hasil adaperbedaan yang bermakna pada masing-masing kelompok dengan nilai p= 0,000 <0,05, baik pada kelompok dengan tinggi hak 0 cm dibandingkan dengan 3 cmdengan nilai p=0.03, pada kelompok dengan tinggi hak 3 cm dibandingkankelompok dengan tinggi hak 5 cm didapatkan hasil p=0,00, sedangkan padakelompok dengan tinggi hak 5 cm dibandingkan kelompok dengan tinggi haksepatu 7 cm didapatkan hasil p=0,019. The using of shoes to work have an esthetic function and health function. By using high heels have many risk, one of the risk by using high heels isOsteoarthritis. This research has a purpose to know the effect of high heels toincrease the risk of Osteoarthritis Knee in SPG (Sales Promotion Girl) MatahariSimpanglima Semarang. This research was a observational method research (quantitativeresearch) with the population all of the Sales Promotion Girl in MatahariSimpanglima with the purposive sampling technique 52 respondence, which isseparate for 4 group that use the difference high level of the shoes (group with0cm high, 3 cm, 5 cm, and 7 cm high) which is 13 person each. This research start from 1st Juni 2017 until 31th Agustus 2017. Thisresearch has seen by increase of the Womac score. This research was value byOne way anova test which is have the value p= 0.00, so it can be conclude thatthere is a difference into group which is use the difference higher shoes, The testwas followed by post hoc test and it get the difference into group with the value p= 0,000 < 0,05, which is into group with 0cm high into 3 cm high with valuep=0.03, which is into group with 3 cm high into 5 cm high with value p=0,00,which is into group with 3 cm high into 5 cm high with value p=0,019.
Erratum: Analisis Pengetahuan dan Partisipasi Siswa Sekolah Dasar Terhadap Permainan Tradisional Gustiana Mega Anggita; Mohammad Arif Ali; Sugiarto Sugiarto; Siti Baitul Mukarromah
JUARA : Jurnal Olahraga Vol 5 No 2 (2020): JUARA: Jurnal Olahraga
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.687 KB) | DOI: 10.33222/juara.v5i2.913

Abstract

Correction to: JUARA: Jurnal Olahraga This corrects the article DOI: https://doi.org/10.33222/juara.v5i1.769 This article was originally published using English metadata in the article title and this is our fault. but now the article metadata has been changed in Indonesian and appears correctly in the current article.
Analisis hubungan makro nutrisi dengan daya tahan kardiorespiratori, koordinasi, dan kelincahan pesilat amatir Ektyara Pinkkan; Mohammad Arif Ali; Dewi Marfu&#039;ah Kurniawati; Siti Baitul Mukarromah
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2022): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v11i1.17901

Abstract

Olahraga erat kaitannya untuk menunjang kesehatan tubuh. Berbagai klub cabang olahraga sudah ada di Indonesia dan siap untuk membantu para atlet dalam meraih prestasi. Agar dapat menjadi seorang atlet yang berprestasi maka dibutuhkan kondisi fisik yang bagus serta asupan nutrisi yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan makro nutrisi (karbohidrat, lemak, protein) dengan komponen kondisi fisik (daya tahan kardiorespiratori, koordinasi, kelincahan) pada cabang olahraga silat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis korelaional. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara asupan makro nutrisi dengan komponen kondisi fisik pesilat, akan tetapi hubungan tersebut memiliki arah hubungan yang berbeda dan kuat lemah hubungan yang berbeda pula. Simpulan yang dapat didapat dari penelitian ini yaitu, terdapat hubungan antara kedua variabel tersebut, akan tetapi kuat lemah hubungan juga berbeda.
The Evaluation Study of Nutritional Knowledge from Sports Practitioners in The Quadrennial National Sports Competition 2021 Mohammad Arif Ali; Gustiana Mega Anggita; Said Junaidi; Sugiarto Sugiarto; Siti Baitul Mukarromah; Dewi Marfu&#039;ah Kurniawati; Etika Ratna Noer; Zainudin Amali; Donny Wira Yudha Kusuma; Leo Nacion Santillana; Anggit Wicaksono; Adiska Rani Ditya Candra
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 10, No 2 (2022): Juni
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgi.10.2.200-205

Abstract

Background: Nutritional program is another influencing factor of athletic performance after the physical training program, and psychological training program. However, Indonesian sports practitioners somehow still neglect the important role of sports nutrition to achieve the best athletic performance.Objectives: To examine the level of basic nutritional and sports nutritional knowledge among the sport’s practitioners who participated in the quadrennial national sports competition 2021.Materials and Methods: This evaluation study has conducted with a descriptive quantitative approach. Thirty-eight sports practitioners (24 males and 14 females), were represented from five provinces such as Central Java, Western Java, Eastern Java, Southern Sumatera, and Bali. Their status during the sports events are athletes, referees, officials, coaches, and judges. The incidental technique sampling was used to attract the respondents. Nutritional Knowledge Questionnaires (NKQ) developed by Rosi et al, was used in this study. Data was analyzed with the frequencies distribution technique, and displayed using the percentage.Results: More than half of the total respondents (81%) have good, very good, and excellent knowledge in general nutrition (21%, 34%, 26%) respectively. Similarly, it is also happened in the evaluation of their knowledge for basic nutrition good (5%), very good (29%), excellent (40%), as well as in their knowledge levels for sports nutrition, good 18% and excellent 53%. However, based on the evaluation of their sports nutritional knowledge, we found that there are 8% (n=3) of the respondent were failed as the score <50 points.Conclusion: Overall, the nutritional knowledge for general, basic and sports in sports practitioners evaluated good. However, the sports nutritional knowledge is not well understood evenly by them. At last, this study can be used as a reference to make a better decision on how sports nutrition must be promoted to maximize the athletic performance.
Pengecilan lingkar perut menggunakan kombinasi latihan sit-up, knee touch crunch, dan plank Septian Bagas Panji Kurniaziz; Siti Baitul Mukarromah
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2022): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v11i2.18545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi treatmen sit-up, knee touch crunch, dan plank untuk penurunan lingkar perut dan perubahan klasifikasi BMI pada ibu-ibu Powerit Daru Lumajang. Metode penelitian: pre-test post-test control group design dilakukan pada 24 sampel lingkar perut >80 cm usia 28-40 tahun, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=12) yang diberi perlakuan menggunakan lagu tabata 2 set pengulangan sebanyak 16 kali, dan kelompok kontrol (n=12) yang tidak diberi perlakuan.. Data yang diperoleh dianalisis dengan IBM SPSS 26 menggunakan uji Paired T-Test. Hasil penelitian rata-rata lingkar perut pre-test post-test kelompok eksperimen sebesar (95,28 ± 9,64 ; 92,17 ± 9,93) nilai p = 0,001 <0,05 maka H0 ditolak. Hasil rata-rata lingkar perut pre-test post-test kelompok kontrol sebesar (86,75 ± 5,16 ; 88,85 ± 5,28) nilai p = 0,000 <0,05 maka H0 ditolak HI diterima. BMI kelompok eksperimen dan kontrol nilai p =  (0,964 – 0,823) tidak ada perubahan yang signifikan. Tingkat penurunan lingkar perut kelompok eksperimen sebesar –3,11 cm, dan kelompok kontrol mengalami kenaikan lingkar perut sebesar +2,1 cm. Simpulan penelitian ini terdapat penurunan lingkar perut terhadap kelompok eksperimen dan terdapat kenaikan lingkar perut terhadap kelompok kontrol serta, tidak ada perubahan klasifikasi BMI.  
Optimalisasi Peningkatan Kebugaran Tubuh Melalui Aquarobics Training for Fitness [ATF] Siti Baitul Mukarromah; Hadi Hadi; Fatona Suraya; Ronny Lesmana; Azis Mardanarian; Slamet Imron; Fajar Ari Widyatmoko
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol 3, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v3i2.13861

Abstract

Abstract: The athlete's physical condition can affect the athlete's appearance during training or competition, so that they cannot perform optimally. This activity aims to provide knowledge and skills for implementing the Aquarobic Training for Fitness (ATF) program. The method of this activity is carried out through two activities, namely the presentation and discussion method as well as the practical method of aquarobics training for fitness, which was held on August 13 and 14, 2022, at Club House Paramount Village, Semarang. Physical fitness checks include measurements of weight, height, blood pressure, body fat percentage, and heart rate. The results of community service through Aquarobics Training for Fitness for athletes and coaches went well; as many as 4 [38 %] participants had very good fitness and 8 [62%] had good fitness, which shows good reciprocity in the implementation of community service activities  Increased understanding of body fitness is indicated by changes in blood pressure and heart rate that are monitored during activities.  Abstrak, kondisi fisik atlet dapat mempengaruhi penampilan atlet pada saat latihan atau pertandingan, sehingga tidak dapat tampil secara maksimal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan program Aquarobic Training For Fitness (ATF). Metode kegiatan ini dilakukan melalui dua kegiatan yaitu metode presentasi dan diskusi, serta metode  praktik Aquarobics Training for Fitness yang dilaksanakan pada tanggal 13dan 14 Agustus 2022 di Club House Paramount Village, Semarang. Pemeriksaan kebugaran tubuh mencakup pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah, presentase lemak tubuh, dan denyut jantung. Hasil pengabdian masyarakat melalui Aquarobics Training for Fitness pada atlet dan pelatih berjalan dengan baik,  sebanyak 4 [38 %] peserta memiliki kebugaran sangat baik dan 8 [62 %]  memiliki kebugaran baik, hal ini menunjukkan adanya timbal balik yang baik dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Peningkatan pemahaman kebugaran tubuh  ditandai dengan perubahan  tekanan darah dan denyut jantung yang dipantau selama kegiatan berlangsung. 
Persentase Manfaat Media Aplikasi Kondisi Fisik untuk Atlet Bulutangkis Usia 10-12 Tahun Berbasis Smartphone Android Titis Pambudi; Setya Rahayu; Siti Baitul Mukarromah
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 6 No 1 (2022): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jpjo.v6i1.5043

Abstract

This study aimed to determine the percentage of benefits of physical condition application media for badminton athletes aged 10-12 years based on Android smartphones. This study uses a survey-based quantitative descriptive method. The population of this study consisted of coaches at the Boyolali Regency badminton club. The sample in this study amounted to 15 coaches at the Boyolali Regency badminton club, taken using a purposive sampling technique. Data collection techniques in this study used a questionnaire instrument with a Likert scale data analysis using SPSS version 25. The results showed that the percentage of benefits of physical condition application media for badminton athletes aged 10-12 years based on android smartphones in the excellent category obtained a rate of 93.33% with a total of 14 coaches and a good percentage of 6, 67% with one coach. In conclusion, this application has the benefits needed by badminton coaches. Keywords: Applications, Badminton Benefits, Physical Conditions
Co-Authors Adi Imam Sarifudin Agus Wijanarko Alan Alfiansyah Putra Karo Karo Alwiyan, Eko Aminoto -, Aminoto Anak Agung Gede Sugianthara Andi Kurniawan Andry Akhiruyanto Anggit Wicaksono Anggita, Mega Anies Setiowati, Anies Annafi, Naufal Aqiel Apriansyah, Beni Ari Yuniastuti Asri, Novri Aunur Rohman Azis Mardanarian Bambang Budi R Bekti Utami Cahya Allistia, Syahida Cahyo Yuwono Candra, Adiska Rani Ditya Ciptaning Wahyu W, Imam Santosa Darmayanti, Meita David Hasian Barutu Sinaga Denisa, Evi Puspita Dewi Marfu’ah Kurniawati Dhias Fajar Widya Permana Dody Tri Iwandana Driana Wahyu Prasetyarini Ektyara Pinkkan Etika Ratna Noer FA'OT, JACOB YOHANIS Fajar Ari Widyatmoko Fatona Suraya, Fatona Gustiana Mega Anggita Hadi Hadi Hana, Annisa Nasihatul Hanif Irsyada Hanna Goenawan Hardhono Susanto Harry Pramono, Harry Haryatmi, Ika Ayu Heny Setyawati Heny Setyawati Ign. Riwanto Indrawan, Lubis Tri Izzudian, Daffa Jazaalaufa, Attina Jihan Nabilah K.S, Soegiyanto Khasanah, Alfi Khoiril Anam Kurniawati, Marfu’ah Kustiono, Arizka Dwi Kusuma, Donny Wira Yudha Laksana, Gustopo Bayu Leo Nacion Santillana Lestariani, Wulan Agustina Liemiyah, Rikha M. Alif Hamzah M. Arif Ali Meyrdiansyah, Revi Mohammad Arif Ali, Mohammad Arif Mugiyo Hartono Mulyanaga, William Giovanni Muttaqin, Yusuf Nanang Indardi Nanang Indardi Nanang Indardi Nanang Indardi, Nanang Paskha, Muhammad Fauzil Adam Puspita Sari, Ika Endah Rizqi Amalia Romadhon, Arifka Ronal Isfanza Ramadan Ronny Lesmana Rudobertus Talan Rumini - Safitri, Cut Leliana Sahara, Rizki Sahri Sahri Said Juanidi Said Junaidi Said Junaidi Said Junaidi Said Junaidi Salsabila, Unik Hanifah Sangheon Park Santri, Aski Ratna Septian Bagas Panji Kurniaziz Septian Bagas Panji Kurniaziz Setya Rahayu Sigit Pramono SITI MAHMUDAH Slamet Imron Soegiyanto Soegiyanto, Soegiyanto Sri Sumartiningsih Suci Amanati Suciana, Alya Ega sugianli, Adhi Sugiarto Sugiarto Sugiarto S Sugiarto Sugiarto Sugiarto Sugiarto Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sulistiyanto, Leonardo Mada Syahputra, Muhajjir Tandiyo Rahayu Taufiq Hidayah Taufiq Hidayah Titis Pambudi Tri Rustiadi, Tri Trinanda, Aditya Waluyo, Fajar Farid Fatomi Widodo, Anton Widyarto, Adi Yulisa, Dinda Kartika Zainudin Amali