Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

HOW INDONESIANS CAN CONTRIBUTE TO THE DEVELOPMENT OF COMMUNICATION THEORIES Deddy Mulyana
Sosiohumaniora Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v6i2.5306

Abstract

This article responds to the concern of some Indonesian communication scholars with the scarcity of “indigenous” communication theories developed by Indonesians themselves. It must be admitted that in our country objective communication theories developed in the West are more dominant than interpretive (phenomenological and critical) ones. This leads to the frequent deductive testing of the existing theories, making our research stagnant. To develop indigenous communication theories, the best solution is to conduct phenomenological (inductive) research on intercultural communication phenomena and critical research on mass communication phenomena (especially television programs) in Indonesia. This will help us to develop Indonesian communication theories as well as to enlighten our society. Keywords: Phenomenological paradigm, objective paradigm (behaviorism and structural functionalism), critical paradigm
THE MULTIPLICITY OF ETHNIC IDENTITIES: INDONESIANS IN MELBOURNE Deddy Mulyana
Sosiohumaniora Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v4i3.5266

Abstract

This research aims to demonstrate how the Indonesian migrants in Melbourne construct their Indonesian identity based on the theoretical perspective of George Herbert Mead, Erving Goffman, and Fredrik Barth. To collect the data the researcher used the qualitative research method composed of participant observation and in-depth interviews. The quota sampling and the snowball sampling were carried out to select the key informants, that is, the Indonesian migrants who come from various socio-cultural backgrounds, most of them being Malay Indonesians who have lived in Australia for a long time. The results of the research indicate that the Indonesian identity in Melbourne is composed of several categories, each of which having its respective boundary. Thus, ethnic identity is dynamic and fluid to fit a particular situation. Some of the subjects performed impression management and passing in their interaction with others. Key words : Ethnic boundary, ethnic category, impression management, passing
PEREMPUAN DALAM POLITIK DI SULAWESI UTARA Leviane Jackelin Lotulung; Deddy Mulyana
Sosiohumaniora Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.316 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i2.14889

Abstract

Pasca reformasi, tren kenaikan angka partisipasi perempuan dalam politik di DPRD Provinsi Sulawesi Utara semakin nyata. Hal itu didukung oleh peraturan perundang-undangan yang mendorong keterlibatan perempuan dalam segala sektor kehidupan. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mencari tahu faktor lainnya yang mendukung perempuan Sulawesi Utara bisa begitu mudah masuk dunia politik. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan wawancara mendalam, pengamatan lapangan, serta studi literatur. Informannya adalah sebelas legislator perempuan di DPRD Provinsi Sulawesi Utara dan beberapa. Hasilnya ditemukan beberapa faktor sehingga perempuan Sulawesi Utara masuk dunia politik. Faktor-faktor tersebut yakni dukungan perundang-undangan di bidang politik, faktor sosial budaya, bahkan agama dan kedekatan calon legislator perempuan dengan pimpinan partai dan penguasa. Nama keluarga yang melekat pada nama belakang perempuan sebagai salah satu ciri budaya patriarkhi, baik yang berasal dari nama ayah maupun suami yang popular secara politik, menjadi modal tersendiri guna memperlancar perempuan masuk dunia politik.
Co-Authors Ahmad Zuhdi Firdaus Amalia Djuwita Andang Iskandar Andang Iskandar, Andang Andi Subhan Amir Anjelia, Lydia Okva Arifi Arifi Asep Suryana Astri Wulandari Atie Rachmiatie Atwar Bajari Benazir Bona Pratamawaty Bertha Sri Eko Cece Sobarna Dadang Rahmat Hidayat Dadang Sugiana Damayanti, Ninis Agustini Devie Rahmawati Devie Rahmawati Diah Fatma Sjoraida Dian Wardiana Sjuchro dicky yusuf budiman kusmayadi Dwi Budi Santoso Edwin Rizal Eeng Ahman, Eeng Efi Fadilah Eni Maryani Fakhri Zakaria Farida Agus Setiawati Fiona Verity Giri Lumakto Gita Anita Hanny Hafiar Harningsih, Harningsih Henny Sri Mulyani Rohayati Hermito Gidion Hidayat, Veny Ilham Gemiharto Ira Mirawati Janah Sojanah, Janah Jenny Ratna Suminar Jenny Ratna Suminar K. Y.S. Putri Kadri Kadri Kadri Kadri Kamil, Dinda Nur Griya Kurniansyah, Rafli Akram Lartutul, Xavery Alberto Leviane Jackelin Lotulung Linda Zakiah Maimon Herawati Mila Viendyasari Musa, Hussein Gibreel Navarro, Charles Julian Santos Nia Kurniati Nindi Aristi Ninis Agustini Damayani Normansyah Nuraini, Fira Pujia Nuraini, Nanan Pandan Yudhapramesti Pawit M. Yusuf, Pawit M. Purwanti Hadisiwi Rayni Delya Hafni Rudy Harjanto S. Bekti Istiyanto Santi Susanti Santi Susanti, Santi Sarah Aisha Shaharoun, Awaluddin Siregar, Rachmi Kurnia Siti Karlinah Sri Seti Indriani Sumin, Sumin Susanne Dida Susie Perbawasari Tedjakumala, Ingrid Tendy Y. Ramadin Tine Silvana Rachmawati Tine Silvana Rachmawati Ujang Asmara Utamidewi, Wahyu Utamidewi, Wahyu Ute Lies Siti Khadijah Wiratri Anindhita Wiratri Anindhita Yaputra, Albert Yudhawirawan, Radhi Abimanyu Yulia Ayriza Yuyu Yohana Risagarniwa