Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Sumber Daya Manusia di Lembaga Pendidikan Fadhilah, Intan Nurul; Ratnaningsih, Sita; Maftuhah
Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jipmht.v8i2.2381

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu unsur strategi untuk memajukan dan mensejahterakan bangsa. Pendidikan selalu berkenaan dengan upaya pembinaan manusia, maka keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada sumber daya manusia,diantaranya adalah pendidik dan tenanga pendidik. Pendidik dan tenaga pendidik memegang peranan strategis, terutama pendidikan dalam membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan. Begitupun dengan tenaga kependidikan mereka bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Dalam perkembangan manajemen sumber daya manusia di Lembaga Pendidikan, guru adalah salah satu sumber daya manusia utama yang mampu dan sangat berpotensi untuk mewujudkan mutu Pendidikan. Permasalahannya adalah saat ini memang jarang sekali guru dipersiapkan dan dikelola dengan baik oleh pihak lembaga dalam mempersiapkan diri untuk menjadi guru yang handal dan kompeten. Indikator dan standar mutu pendidikan dikelola secara keseluruhan mulai dari input, proses, dan output, sehingga mutu lembaga pendidikan adalah kualitas dari beberapa pelayanan yang diberikan oleh lembaga pendidikan kepada pelanggan lembaga pendidikan tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dalam arti peneliti melakukan observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yaitu, berdasarkan uraian diatas tentang manajemen SDM di Lembaga pendidikan. maka dapat diambil kesimpulan bahwa. Manajemen SDM untuk meningkatkan mutu pendidikan di Lembaga Pendidikan harus menerapkan beberapa tahap dan mengevaluasi setiap sistemnya, tahap-tahapnya yaitu, (a) Perencaan SDM (b) Seleksi(c) Pelatihan dan pengembangan (d) Evaluasi/penilaian kinerja (e) Kompensasi (f) Pemutusan hubungan kerja.
Tahfizh Online : Sebuah Strategi Era Digital dalam Memotivasi dan Menjaga Hafalan Utami, Indah Kurnia; Zahruddin; Maftuhah
Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jipmht.v8i2.2443

Abstract

Kegiatan masyarakat yang awalnya bertatap muka kini bergeser ke serba online atau daring, tak terkecuali dunia pendidikan. Pembelajaran tahfidz atau menghafal al-Qur’an juga demikian, hal yang umumnya  secara langsung dari murid kepada gurunya kini harus dilakukan secara daring, yang mana tidak lazim dilakukan mengingat kegiatan tersebut membutuhkan bimbingan langsung secara tatap muka dari guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi proses pelaksanaan hafalan al-Qur’an secara daring, termasuk di dalamnya proses pelaksanaan dan hambatan yang ditemui. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengambilan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan studi pustaka. Sebagai sebuah strategi dalam mempertahankan target hafalan mahasiswi IIQ Jakarta, tahfizh online memiliki kekurangan, yaitu instruktur kurang puas atau kurang merasa nyaman menyimak hafalan secara daring, susah mengetahui apakah ada yang curang dalam menyetorkan hafalan, kendala sinyal dan kuota internet, dan dikhawatirkannya kualitas bacaan yang kurang pas karena pada saat menyetorkan hafalan secara daring pelafalan menjadi tidak jelas karena terkendala sinyal, dan sebagainya. Sisi positif tahfizh online yaitu fleksibel dan bisa dilakukan kapan pun tanpa harus khawatir terbentur jadwal, bisa mendekatkan jarak sehingga tidak menghalangi proses menyetorkan hafalan, dll.
Penerapan Metode Talqin Tasmi’, Tafahhum, Tikrar, Muraja’ah (3t+1m) Dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 12 Palirangan Solokuro Lamongan Anggini, Pragati Wira; Maftuhah
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal At-Ta'bir: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/p76rpa24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode 3T+1M dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al Qur’an di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 12 Palirangan Solokuro. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang mengambil lokasi di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 12 Palirangan Solokuro, data dan sumber penelitian ini dilakukan dengan cara memperoleh data dengan cara instrumen yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1). Penerapan metode 3T+1M cukup efektif melalui empat teknik yaitu ustadzah membacakan siswa mengikuti lalu ustadzah mendikte bacaan siswa, memahami arti, mengulang bacaan hingga hafal, mengulang ulang hafalan 2). Faktor- faktor pendukung dan penghambat penerapan metode 3T+1M sebagai berikut : faktor pendukung, ustadzah yang konsisten meskipun jumlahnya terbatas, teman yang rajin meskipun sebagian masih ada yang malas. Faktor penghambat, keterbatasan waktu dan kondisi siswa yang meliputi malas, melemahnya semangat dan lemahnya daya ingat. This research aims to describe the application of the 3T+1M method in improving the ability to read and memorize the Qur'an at Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 12 Palirangan Solokuro. This type of research is qualitative research, which took place at Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 12 Palirangan Solokuro, the data and sources of this research were carried out by obtaining data using instruments, namely: interviews, observation and documentation. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this research show that: 1). The application of the 3T+1M method is quite effective through four techniques, namely the ustadzah reading to the students and then the ustadzah dictating the students' reading, understanding the meaning, repeating the reading until memorized, repeating the memorization 2). The supporting and inhibiting factors for implementing the 3T+1M method are as follows: supporting factors, consistent ustadzah even though the number is limited, friends who are diligent even though some are still lazy. Inhibiting factors, limited time and student conditions include laziness, weakened enthusiasm and weak memory.
TRANFORMASI KELEMBAGAAN PESANTREN TREMAS ADAPTASI DAN INOVASI DI ERA DIGITAL Maftuhah; Khoeron; Tobroni; Faridi
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2025): Journal of Islamic Education
Publisher : STIT Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37286/ojs.v11i1.269

Abstract

Pesantren Tremas Pacitan, one of the oldest Islamic educational institutions in Indonesia, has made significant contributions to the formation of scholars and religious leaders for over two centuries. However, the currents of modernization and global development pose significant challenges in maintaining its relevance and effectiveness as an educational institution. This research aims to analyze the institutional transformation of Pesantren Tremas through curriculum adaptation, technology, economic independence, and institutional management to respond to these challenges. Using qualitative methods with a case study approach, data were obtained through interviews, observations, and document analysis. The research results show that the pesantren have integrated religious and general education, utilized technology in learning and digital preaching, developed independent business units, and adopted modern management practices. Although there are obstacles such as resistance to change and limited infrastructure, this transformation strengthens the competitiveness of pesantren in the era of globalization. This research concludes that such strategic adaptation can serve as a model for other pesantren in maintaining the balance between innovation and the preservation of traditional Islamic values.
Darunnajah Islamic Boarding School Jakarta in the Framework of Society 5.0: Uniting Tradition and Technology in the Curriculum Fauzia, Elita; Zudi, Muh; Maftuhah
Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jipmht.v9i1.2798

Abstract

Islamic boarding schools (Pesantren) are traditional Islamic educational institutions that have played a vital role in shaping the character, spirituality, and intellectuality of Muslims in Indonesia. However, technological advances and current social transformations require Islamic boarding schools to adapt quickly to remain relevant and contribute to modern society. Technological transformation in the Society 5.0 era encourages all sectors, including Islamic education, to integrate advanced technology with humanitarian values. As educational institutions based on Islamic tradition, Islamic boarding schools face significant challenges and opportunities in responding to the demands of an increasingly digitalized and automated society. This article discusses how Darunnajah Islamic Boarding School, as a modern Islamic boarding school, adapts to the Society 5.0 paradigm by developing a curriculum that combines traditional values and technological innovation with the principles of digital learning and a human-centered society as idealized in the Society 5.0 concept. Using an exploratory qualitative approach, this study relies on interview data, documentation, and literature review with a comparative analysis of Deguchi's Society 5.0 theory and Bernie Trilling's 21st-century skills theory. This study shows that Darunnajah Islamic Boarding School has made significant innovations in designing a curriculum that prioritizes life skills, digital literacy, and comprehensive Islamic character formation. This is realized through the implementation of the Tarbiyatul Muallimin Al-Islamiyah (TMI) curriculum which is based on the values of Maqashid al-Syari'ah, integration of digital technology, and strengthening 21st-century competencies.
STRATEGI PEMBELAJARAN EDUKATIF BERBASIS TEKNOLOGI UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL Maftuhah
AL - IBRAH Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v10i1.538

Abstract

The digital era presents new challenges and opportunities in education, particularly in developing students' critical thinking skills, especially in Islamic education. This study aims to discuss effective educational strategies based on technology to enhance critical thinking abilities within the context of Islamic Education. The research approach used is a literature review that analyzes various relevant theories and best practices. The findings indicate that the integration of technology in learning, such as the use of interactive discussion-based apps, online learning platforms, and computer-based simulations, can improve students' analytical, evaluative, and problem-solving abilities in the context of Islamic education. This strategy also involves designing collaborative, contextual, and problem-solving-oriented learning activities. The conclusion is that the wise use of technology in learning not only improves the quality of education but also prepares students to face complex challenges in the digital era.
Pelatihan Strategi Pemasaran Melalui Media Online Pada Produk Usaha Rumahan Krupuk Bawang dan Kripik Sukun Maftuhah, Rifa'atul; Rafsanjani, Haqiqi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v3i2.1996

Abstract

This journal discusses the marketing training program for home business products of onion crackers and breadfruit chips through online media. The program is very important to do because based on observations in the field the two processed home products still sell their products in conventional ways. The method used in this assistance program is 1) identifying problems, 2) making training programs, 3) making product labels, 4) making product advertisements on online media. The results of the training showed that the participants were very enthusiastic in participating in the program.
Pengolahan Daun Kelor sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Tambak Sawah Maftuhah, Rifa'atul; Nuril Islamy, Aulia; Elvandi, M. Rauf
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i4.10250

Abstract

Tambak Sawah merupakan salah satu desa Industri di Kecamatan Waru Sidoarjo tetapi disana tumbuhan daun kelor sangat melimpah. Namun belum dimemanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Mengingat selama ini daun kelor hanya digunakan intuk memandikan jenazah. Selain itu manfaat daun kelor adalah menurunkan diabetes, kanker serta dapat membantu mempelancar ASI. Sehingga Tim KKN BTV Waru Universitas Muhammadiyah Surabaya berinisiatif mengolah daun kelor menjadi aneka produk makanan dan kecantikan, guna membantu meningkatkan ekonomi kepada ibu-ibu PKK desa Tambak Sawah. Berdasarkan analisis tersebut maka kegiatan pengabdian masyarakat ini perlu dilakukan dengan tujuan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tambak Sawah. Berdasarkan hasil evaluasi tindak lanjut juga terekam, beberapa manfaat praktis yang diperoleh oleh Ibu-ibu di Desa Tambak Sawah Kecamatan Waru, yaitu mereka mendapatkan informasi yang jelas dan utuh mengenai hakekat pemberdayaan masyarakat dari segi pengetahuan dan keterampilan. Bermakna untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru yang sifatnya inovatif dari pengembangan industri rumah tanggga, ibu-ibu yang menjadi peserta pelatihan memperoleh gambaran yang jelas mengenai langkah pengembangan iklim usaha dengan memanfaatkan daun kelor, peserta pelatihan juga mendapatkan gambaran yang jelas dan utuh tentang manfaat limbah jika dikelola dengan baik. Rencana tahapan berikutnya adalah Pendampingan pemasaran olahan daun kelor serta ijin BPOM sehingga didapatkan standar mutu baik kualitas maupun kuantitas yang standar dan bermutu dari produk.
The Implementation of the Sorogan Method in improving the Ability to Read Yellow Books: A Study at Pondok Pesantren Nurul Hidayah Pusat, Sadeng, Leuwisadeng, Bogor Aulia, Nazla; Kurniawan, Akhmad Kharis; Rizki, Reffy Ananda; Neneng; Maftuhah, Rifa'atul
Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol 1 No 2 (2025): Juli
Publisher : CV. Lentera Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58472/jipsh.v1i2.54

Abstract

This study aims to examine the implementation, effectiveness, and challenges of the sorogan method in teaching classical Islamic texts (kitab kuning) at Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al-Khidmah. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The findings reveal that the sorogan method is structured into two instructional levels: the basic level for children and the advanced level for adult learners. At the basic level, students rely on teacher guidance, while at the advanced level, learners demonstrate autonomy in reading and translating unvowelled classical texts. The method has proven effective in enhancing students’ reading skills through personalized instruction and direct teacher-student interaction. However, several challenges persist, including limited instructional time, inconsistent teacher commitment, and insufficient Qur’anic literacy among novice students. To address these issues, the pesantren has introduced Qur’anic literacy programs and strengthened dormitory-based instructional supervision. The key contribution of this study lies in reaffirming the pedagogical relevance of the traditional sorogan method within the framework of modern, learner-centered education. The results are expected to inform educators, pesantren administrators, and policymakers in designing more adaptive, effective, and sustainable strategies for teaching classical Islamic texts in contemporary educational settings.
Assessing Gaps between Perception and Implementation of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in Islamic Higher Education Muttaqin, Sabilil; Krisnawati, Nofi; Maftuhah; Syam, Mu’arif; Mustolihudin
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v12i1.46549

Abstract

Abstract High-order thinking skills (HOTS) is one of the key competencies in 21st-century education that requires students to be able to think critically, creatively, and solve complex problems. This study aims to assess lecturers' understanding, perceptions, and practices in implementing HOTS-based learning and evaluation in private Islamic higher education institutions (PTKIS) in the KOPERTAIS region I (DKI Jakarta and Banten). This study employed qualitative method with a case study approach. This research utilized two data collection techniques, namely open-ended questionnaires based on Google Forms and document analysis obtained through Semester Learning Plans (RPS) and learning outcome evaluation instruments. The participants in this study were 13 lecturers from PTKIS in the Kopertais region I that were garnered through snowball sampling. The findings of this study uncovered three main areas: lecturers’ understanding of HOTS concepts, implementation of HOTS in teaching, and the relevance of evaluation instruments to HOTS. Based on these three categories, the findings suggest that some lecturers have a good understanding of HOTS concepts, but there are also some who are unable to effectively apply these concepts in teaching and developing HOTS-based evaluation instruments. This study also signifies the importance of aligning the understanding, implementation, and the development of HOTS-based instruments to create high-quality learning.   Abstrak Keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) merupakan salah satu kompetensi kunci dalam pendidikan abad ke-21 yang menuntut peserta didik untuk mampu berpikir kritis, kreatif, dan memecahkan masalah kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pemahaman, persepsi, dan praktik dosen dalam mengimplementasikan pembelajaran dan evaluasi berbasis HOTS di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) wilayah KOPERTAIS I (DKI Jakarta dan Banten). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi kuesioner terbuka berbasis Google Forms dan analisis dokumen yang diperoleh dari Rencana Pembelajaran Semester (RPS) serta instrumen evaluasi hasil belajar. Partisipan dalam penelitian ini adalah 13 dosen PTKIS di wilayah Kopertais I yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Temuan penelitian ini mengungkapkan tiga fokus utama: pemahaman dosen terhadap konsep HOTS, implementasi HOTS dalam pengajaran, dan relevansi instrumen evaluasi terhadap HOTS. Berdasarkan ketiga kategori tersebut, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian dosen memiliki pemahaman yang baik tentang konsep HOTS, namun masih ada yang belum mampu menerapkan konsep tersebut secara efektif dalam pengajaran maupun pengembangan instrumen evaluasi berbasis HOTS. Studi ini juga menegaskan pentingnya penyelarasan antara pemahaman, implementasi, dan pengembangan instrumen berbasis HOTS guna menciptakan pembelajaran yang berkualitas.   How to Cite: Muttaqin, S., Krisnawati, N., Maftuhah3, Syam, M., & Mustolihudin. (2025). Assessing Gaps between Perception and Implementation of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in Islamic Higher Education. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 12(1), 77-96. doi:10.15408/tjems.v12i1.47314.