Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EVALUASI KUALITAS PELAYANAN PENUMPANG PADA PELABUHAN PENYEBERANGAN MERAK GUNA MENINGKATKAN PELAYANAN TRANSPORTASI Sari, Dewi Kartika; Wibisono, Yohan; Febriansyah, Febriansyah; Febrianti, Dita Putri
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Merak adalah pelabuhan penyeberangan yang melayani lintasan Merak – Bakauheni yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Lintasan dengan jarak 15 mil ini dioperasikan oleh kapal Ro – Ro sebanyak 66 unit. Berdasarkan hasil survei di lapangan, ditemukan beberapa pelayanan bagi pengguna jasa yang belum dijalankan berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: KP.5062/AP 005/DRJD/2020 tentang Pedoman Penilaian Terhadap Penerapan Standar Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan dengan baik, seperti tidak tersedianya CCTV dan petunjuk arah yang memadai di jalur gangway, serta masih ditemukan penumpang yang menunggu kapal di jalur gangway. Penelitian ini menggunakan metode Customer Satisfaction Index untuk mengetahui index kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan bagi penumpang, Gap Importance Performance untuk mengetahui nilai kesenjangan antara kinerja yang diberikan oleh pihak pengelola pelabuhan dengan kepentingan yang dibutuhkan oleh penumpang dan pemetaan kuadran Importance Performance Analysis untuk menunjukkan skala prioritas atribut pelayanan sesuai dengan kepentingan pengguna jasa. Berdasarkan hasil analisis nilai index dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Index sebesar 79,25% dan kriteria ini berada pada kategori puas. Berdasarkan hasil analisis dengan Gap Importance Performance nilai tertinggi Gap adalah (-0,78) pada atribut pelayanan rambu petunjuk arah dan nilai Gap terendah adalah (-0,21) pada atribut pelayanan kesigapan petugas darat dan ketersediaan loket. Berdasarkan hasil analisis pemetaan kuadran Importance Performance Analysis terdapat terdapat 8 atribut yang berada di kuadran I sebagai prioritas utama perbaikan sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya agar tingkat kepuasan pengguna jasa meningkat.
EVALUATION OF THE REALIZATION OF SHIP TRIP ACHIEVEMENTS ON THE MERAK – BAKAUHENI ROUTE AT MERAK FERRY PORT BANTEN PROVINCE Komalasari, Yeti; Febriansyah, Febriansyah; Wibisono, Yohan; Amanda, Monica; Khairani, Muhammad; Kartini, Sri; Salsabila, Salsabila
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 7 No. 1 (2025): International Water Transport Journal (IWTJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merak Ferry Port with the Merak – Bakauheni route located in Banten Province, operates 30 ships in March with operational hours of 24 hours/day, resulting in many trips per pier. However, the realization of trips often falls short due to several factors such as breakdowns, vehicle breakdowns, facility damage, bad weather, and ship speed being below the minimum. he existing condition of ship trips per pier resulted in a target of 153 trips, with 103 trips realized, a difference of 50 trips, and a trip percentage of 68%. The result of ship service time in the waters produced an evaluation of effective time against berth working time, with 56 points meeting the standard and 28 points not meeting the standard. The effective time against berth working time met the standard.The conformity of sailing time for executive ships was 60 minutes, and for regular ships, it was 96 minutes. The realization of sailing time was 27 trips, while the scheduled trips were 115, showing that the conformity of sailing time to the realization and scheduled trips did not meet the standard. The results of this study call for faster loading and unloading processes, more effective penalties, provision of tow trucks, heavy equipment, technicians specializing in different types of vehicles, ship performance indicators, side ramp improvements, and changes in ship operation patterns.
STRATEGY FOR IMPLEMENTING MINIMUM PASSENGER SERVICE STANDARDS AT KAHYAPU FERRY PORT, BENGKULU PROVINCE Sutrisno, Slamet Prasetyo; Febriansyah, Febriansyah; Setiawan, Hendrik
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 7 No. 2 (2025): International Water Transport Journal (IWTJ:October)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kahyapu Ferry Port is a pioneering ferry port located on Enggano Island, one of Indonesia's outermost regions. Kahyapu Ferry Port plays a crucial role in supporting the lives of the people and economic activities on Enggano Island. The high demand for ferry transportation by the Enggano Island community demands an improvement in the quality of port services. However, in the field, there are still passenger service facilities that do not comply with government regulations, such as damage to the terminal building area. Based on these conditions, the author conducted a survey of the problems found and conducted an analysis to obtain analytical results and proposed solutions.
Optimalisasi Pemenuhan Standar Fasilitas Pokok Daratan di Pelabuhan Penyeberangan Pamatata Febriansyah Febriansyah; Rispa Saeful Mutamar; Dadang Abdul Aziz; Muhammad Taufiqurrahman; Okdy Pradan
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Pamatata berada di Kabupaten Kep Selayar Provinsi Sulawesi Selatan merupakan pelabuhan penyeberangan komersil yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Selayar Pelabuhan Penyeberangan Pamatata melayani satu lintasan antar kabupaten yaitu lintasan Pamatata - Bira. Berdasarkan hasil survei di lapangan, banyak fasilitas pokok daratan yang tidak ada dan tidak digunakan diantaranya penggunaan ruang tunggu tidak optimal, tidak beroperasinya jembatan timbang, tidak adanya fasilitas lapangan parkir siap muat untuk kendaraan yang akan menyeberang, tidak adanya fasilitas gangway, serta tidak adanya fasilitas portal. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk menghitung pertumbuhan penduduk yaitu dengan metode regresi linear sederhana dan menghitung kebutuhan luasan menggunakan rumus yang telah disediakan di lampiran KM 52 Tahun 2004. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan kesimpulan bahwa banyaknya penumpang yang tidak menunggu di ruang tunggu dikarenakan kotor dan kurangnya fasilitas pendukung di ruang tunggu, kendaraan yang akan naik ke kapal parkir di jalan keluar-masuk pelabuhan, penumpang pejalan kaki yang berjalan ke kapal berdampingan dengan kendaraan, dan tidak dioperasikannya jembatan timbang serta tidak adanya portal untuk mengukur ketinggian kendaraan. Sehingga diperlukan peranan Dishub Selayar untuk memperbaiki fasilitas pelabuhan agar meningkatkan kualitas pelayanan pengguna jasa.
ANALYSIS OF BASIC FACILITY NEEDS IN THE LAND AREA AT THE TANJUNG RU FERRY PORT, BANGKA BELITUNG PROVINCE Vita Permata Sari; Febriansyah; Yulia Puspita Sari; Surnata; Novi Tri Susanto
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 8 No 2 (2026): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v8i2.1595

Abstract

Tanjung Ru Ferry Port is essential as it is the only port that connects Bangka Island and Belitung Island via roll-on/roll-off ferry services. However, the condition of the onshore facilities at this port does not fully comply with the standards outlined in Minister of Transportation Decree No. 52 from 2004. Several major issues have been identified, including an inadequate waiting area, the absence of a gangway and weighbridge, and a lack of proper safety gear. This research aims to evaluate the state of onshore facilities and identify the unmet needs of these facilities. A descriptive quantitative method was employed, which included field observations, surveys, documentation, and an examination of applicable regulations. Findings reveal that most of the nine critical land facilities required are either absent or fail to meet the necessary standards.
Evaluasi Fasilitas Daratan Pelabuhan Penyeberangan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah Yeti Komalasari; Febriansyah Febriansyah; Noor Sulistiyono; Annas Wahyu Sugara
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Kumai merupakan pelabuhan komersial yang penting untuk mengembangkan dan menghubungkan Pulau Kalimantan dengan Pulau Jawa. Dalam memastikan kelancaran operasional pelabuhan, diperlukan fasilitas yang memadai dan berfungsi dengan baik. Namun, beberapa fasilitas daratan di Pelabuhan Kumai belum optimal dan tidak berfungsi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kondisi fasilitas pokok daratan di Pelabuhan Penyeberangan Kumai berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 52 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Penyeberangan. Metode yang digunakan meliputi observasi, pengukuran, dan dokumentasi yang dianalisis kesesuaiannya dengan formulir survei inventaris pelabuhan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa Pelabuhan Penyeberangan Kumai memiliki beberapa kekurangan dalam fasilitasnya, seperti ruang tunggu penumpang yang belum memadai, akses jalan penumpang ke kapal yang belum memadai, belum dibangunya fasilitas jembatan timbang, dan belum adanya lapangan parkir untuk kendaraan siap muat. Oleh karena itu, diperlukan implementasi dan penambahan fasilitas untuk meningkatkan pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Kumai. Upaya yang diperlukan meliputi perbaikan fasilitas ruang tunggu penumpang, perbaikan akses jalan penumpang, perencanaan pembangunan fasilitas jembatan timbang, serta pembangunan lapangan parkir untuk kendaraan siap muat. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan baik di kapal maupun di pelabuhan, bagi penumpang dan kendaraan melalui fasilitas yang tersedia selama berada di Pelabuhan Penyeberangan Kumai.
Studi Penataan Zonasi Pelabuhan Kumai untuk Meningkatkan Kelancaran Arus Penumpang dan Kendaraan Febriansyah; Santoso; Ridho Nur Kholik
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.201

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Kumai saat ini belum menerapkan sistem zonasi sesuai dengan regulasi yang berlaku, sehingga penataan tata ruang dan operasional pelabuhan menjadi kurang teratur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang sistem zonasi serta manajemen pola arus lalu lintas kendaraan di pelabuhan tersebut. Analisis dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 91 Tahun 2021 tentang Sistem Zonasi di Kawasan Pelabuhan yang Digunakan untuk Melayani Angkutan Penyeberangan, serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.242/HK.104/DRJD/2010 tentang Pedoman Teknis Manajemen Lalu Lintas Penyeberangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi zonasi dan rekayasa pola arus kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Kumai masih belum memenuhi standar regulasi. Selain itu, teridentifikasi defisiensi pada fasilitas pendukung kelancaran lalu lintas, di mana pelabuhan masih kekurangan 23 rambu lalu lintas, marka penyeberangan (zebra cross), serta lampu peringatan bahaya (warning light kuning kelap-kelip). Sebagai langkah perbaikan, penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem zonasi secara tegas, pengaturan ulang rekayasa pola arus kendaraan, serta pemenuhan kebutuhan rambu dan fasilitas keselamatan di setiap zona wilayah pelabuhan.   Currently, the Kumai Ferry Port has not implemented a zoning system in accordance with applicable regulations, resulting in an unorganized port layout and operational management. This study aims to analyze and design the zoning system and vehicle traffic flow management at the port. The analysis is guided by the Minister of Transportation Regulation Number 91 of 2021 concerning Zoning Systems in Port Areas Used for Ferry Transport Services, as well as the Decree of the Director General of Land Transportation Number SK.242/HK.104/DRJD/2010 concerning Technical Guidelines for Ferry Traffic Management. The results indicate that the existing zoning implementation and vehicle traffic flow engineering at Kumai Ferry Port do not comply with current regulatory standards. Furthermore, a deficiency in supporting traffic facilities was identified, with the port lacking 23 traffic signs, pedestrian crossings (zebra crosses), and hazard warning lights (flashing yellow lights). As a corrective measure, this study recommends the strict implementation of a port zoning system, the reconfiguration of vehicle traffic flow patterns, and the provision of necessary traffic signs and safety facilities in each port zone.