Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) DENGAN KONSENTRASI EKSTRAK 5% DAN 10%: FORMULATION OF THE PREPARATION OF PEEL OFF GEL MASK ETHANOL EXTRACT OF MORINGA LEAF (MORINGA OLEIFERA L.) WITH 5% AND 10% EXTRACT CONCENTRATION Sulistiorini Indriaty; Lela Sulastri; Putri Amalia; Salma Audhita Santana
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v3i2.398

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif berupa flavonoid sebagai antibakteri. Maka dari itu dibuat sediaan farmasi  berupa masker gel peel off dari ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dengan variasi konsentrasi ekstrak 5% dan 10%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dapat dibuat sediaan masker gel peel off yang stabil dengan konsentrasi ekstrak 5% dan 10%. Metode yang digunakan untuk pembuatan masker gel peel off yaitu pertama simplisia daun kelor (Moringa oleifera L.) dikeringkan dengan sinar matahari langsung yang ditutupi kain berwarna hitam, kemudian dilakukan proses maserasi dengan pelarut etanol 96% serta selanjutnya dibuat sediaan masker gel peel off dan diuji dengan cycling test. Hasil pengujian stabilitas sediaan masker gel peel off ekstrak daun kelor uji organoleptis stabil. Hasil pengujian homogenitas pada sediaan masker peel off ekstrak daun kelor homogen karena warna terdispersi merata. Hasil pengujian daya sebar untuk basis berkisar antara 5,26 – 5,37 cm, formula 1 berkisar antara 5,48 – 5,69 cm, dan formula 2 berkisar antara 5,34 – 5,95 cm. Hasil pengujian pH pada basis berkisar antara 6,81 – 6,99, pada formula 1 berkisar antara 6,30 – 6,94, dan pada formula 2 berkisar antara 6,11 – 6,97. Hasil pengujian sediaan waktu mengering, waktu basis mengering lebih lama dikarenakan lebih banyak kandungan air dibandingkan formula 1 dan formula 2. Berdasarkan hasil pengamatan stabilitas dengan menggunakan metode cycling test bahwa ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dengan konsentrasi ekstrak 5% dan 10% dapat diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel off ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.). Sediaan masker gel peel off stabil dengan parameter uji, yaitu uji organolepis, homogenitas, pH, daya sebar, dan sediaan waktu mengering.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MASKER GEL PEEL OFF KOMBINASI EKSTRAK NADES DAUN MURBEI DAN DAUN MANGGA GEDONG DENGAN METODE DPPH: FORMULATION AND ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST OF PEEL OFF GEL MASK THE COMBINATION OF MULBERRY AND GEDONG MANGO LEAF NADES EXTRACT WITH THE DPPH METHOD Yayan Rizikiyan; Sulistiorini Indriaty; Renny Amelia; Lela Sulastri; Suci Naluriah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.635

Abstract

Daun mangga gedong dan daun murbei terbukti memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol dan terpenoid yang mempunyai peranan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan Masker gel peel off  kombinasi ekstrak daun mangga konsentrasi 3% dan ekstrak daun murbei konsentrasi 0,75%, 3,75%, dan 6,75%. Proses ekstraksi daun mangga gedong dan daun murbei menggunakan metode MAE (Microwave Assisted Extraction) dengan menggunakan pelarut NADES (Natural Deep Eutectic Solvents). Ekstraksi daun mangga gedong menggunakan pelarut sodium acetat dan lactid acid  dengan rasio molar 1:3 dan daun murbei menggunakan pelarut choline chloride dan gliserol dengan rasio molar 1:2. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-difenyl-1-pikrylhidrazyl). Masker gel peel off kombinasi ekstrak daun mangga 3% dan ekstrak daun murbei 0,75%, 3,75%, dan 6,75% pada pengujian evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, waktu mengering,  viskositas, sifat alir menunjukan hasil yang memenuhi syarat. Masker gel peel off tersebut juga mempunyai potensi sebagai antioksidan dengan nilai IC50 pada masing-masing formula 1 20,03 ppm formula 2 22,02 ppm, formula 3 23,43 ppm. Nilai % inhibisi Formula 1 berkisar 53,803% - 57,492%, Formula 2 berkisar 49,745% - 55,759%, Formula 3 berkisar 48,847% – 50,245%. Kata kunci : Ekstrak Nades, Daun Mangga gedong , Daun Murbei, Masker gel peel off, Antioksidan,  DPPH
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS PENYEMBUH LUKA BAKAR GEL EKSTRAK ETANOL HERBA PEGAGAN (Centella asiatica L. Urban) 3% DAN 5%: FORMULATION AND BURN HEALING ACTIVITY TEST GEL OF EXTRACT PEGAGAN (Centella asiatica L. Urban) 3% AND 5% Yayan Rizikiyan; Lela Sulastri; Sulistiorini Indriaty; Ewit Lestari; Winda Sari
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar adalah kerusakan jaringan karena kontak dengan agen termal, kimiawi, atau listrik. Pasien dengan luka bakar tubuh yang besar tidak dapat mengimbangi berbagai komplikasi yang memerlukan perawatan khusus. Pegagan (Centella asiatica L. Urban) memiliki efek farmakologi yaitu efek perawatan pada luka bakar. Pegagan mengandung asiaticoside adalah saponin yang merangsang pembentukan kolagen, suatu struktur protein yang berperan dalam proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel ekstak etanol pegagan konsentrasi 3% dan 5%, menguji stabilitasnya denga metode cycling test, serta menguji aktivitasnya terhadap penyembuhan luka bakar pada mencit. Penelitian ini menggunakan hewan uji berupa mencit sebanyak 25 mencit (Mus musculus) dibagi menjadi 5 kelompok kontrol positif, kontrol negatif, kontrol normal, kelompok gel ekstrak etanol herba pegagan konsentrasi 3% dan kelompok ekstrak etanol pegagan konsentrasi 5%. Parameter yang diamati adalah penurunan diameter luka bakar. Hasil pengujian menunjukan bahwa gel ekstrak etanol herba pegagan konsentrasi 3% dan 5% stabil pada parameter organoleptis, homogenitas, pH, dan sifat alir. Sedangkan daya sebar dan viskositas tidak stabil. Rata-rata diameter luka bakar pada mencit hari ke 15 kelompok gel ekstrak etanol herba pegagan konsentrasi 3% dan konsentrasi 5% adalah 0.40 mm dan 0.33 mm menunjukan adanya penurunan diameter luka bakar,dan mencapai persentase kesembuhan sebesar 95.67% dan 96.42%. hasil uji statistika menunjukan tidak ada perbedaan efek yang signifikan dengan kontrol positif. Kata kunci: pegagan, Centella asiatica L. Urban, gel, cycling test, luka bakar, mus musculus
FORMULASI DAN UJI STABILITAS LOTION EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MATOA (Pometia pinnata J.R & G. Forst) KONSENTRASI 1,5% DAN 2%: FORMULATION AND STABILITY OF LOTION ETHANOL EXTRACT OF MATOA FRUIT PEEL (Pometia pinnata J.R & G. Forst) CONCENTRATION 1,5% AND 2% Suci Riyanti; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan; Iqbal Bagus Prayogo
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v3i1.395

Abstract

Matoa merupakan jenis tanaman famili Sapindaceae yang tersebar di wilayah Asia Tenggara dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi lotion dari ekstrak etanol kulit buah matoa dan untuk mengetahui stabilitas dari lotion tersebut. Jenis penelitian ini adalah metode deskriptif  yaitu  mendeskripsikan stabilitas lotion ekstrak etanol kulit buah matoa dalam dua formula. Formula 1 konsentrasi 1,5% dan formula 2 konsentrasi 2% dengan metode cycling test selama 6 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji organoleptis warna sediaan coklat, berbau khas kulit buah matoa, berbentuk semi padat, homogen, tipe emulsi M/A. pH lotion berkisar 7,57- 8,29. Daya sebar lotion berkisar 6,17-7,03. Viskositas formula 1 memiliki nilai 72.000 cps pada siklus ke 0 dan pada siklus ke 6 memiliki nilai 62.666 cps formula 2 memiliki nilai 66.666 cps pada siklus ke 0 dan pada siklus ke 6 memiliki nilai 64.666 cps dan untuk basis memiliki nilai 72.000 cps pada siklus ke 0 dan pada siklus ke 6 memiliki nilai 80.000 cps. Hasil uji sifat alir baik  basis, formula 1 dan formula 2 menunjukkan sifat alir tiksotropik. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa lotion ekstrak etanol kulit buah matoa konsentrasi 1,5% dan 2% stabil berdasarkan parameter uji organoleptis, homogenitas, daya sebar dan  sifat alir. Sedangkan untuk pH dan viskositas tidak stabil karena tidak memenuhi persyaratan lotion.
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) DENGAN KONSENTRASI EKSTRAK 5% DAN 10%: FORMULATION OF THE PREPARATION OF PEEL OFF GEL MASK ETHANOL EXTRACT OF MORINGA LEAF (MORINGA OLEIFERA L.) WITH 5% AND 10% EXTRACT CONCENTRATION Sulistiorini Indriaty; Lela Sulastri; Putri Amalia; Salma Audhita Santana
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v3i2.398

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif berupa flavonoid sebagai antibakteri. Maka dari itu dibuat sediaan farmasi  berupa masker gel peel off dari ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dengan variasi konsentrasi ekstrak 5% dan 10%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dapat dibuat sediaan masker gel peel off yang stabil dengan konsentrasi ekstrak 5% dan 10%. Metode yang digunakan untuk pembuatan masker gel peel off yaitu pertama simplisia daun kelor (Moringa oleifera L.) dikeringkan dengan sinar matahari langsung yang ditutupi kain berwarna hitam, kemudian dilakukan proses maserasi dengan pelarut etanol 96% serta selanjutnya dibuat sediaan masker gel peel off dan diuji dengan cycling test. Hasil pengujian stabilitas sediaan masker gel peel off ekstrak daun kelor uji organoleptis stabil. Hasil pengujian homogenitas pada sediaan masker peel off ekstrak daun kelor homogen karena warna terdispersi merata. Hasil pengujian daya sebar untuk basis berkisar antara 5,26 – 5,37 cm, formula 1 berkisar antara 5,48 – 5,69 cm, dan formula 2 berkisar antara 5,34 – 5,95 cm. Hasil pengujian pH pada basis berkisar antara 6,81 – 6,99, pada formula 1 berkisar antara 6,30 – 6,94, dan pada formula 2 berkisar antara 6,11 – 6,97. Hasil pengujian sediaan waktu mengering, waktu basis mengering lebih lama dikarenakan lebih banyak kandungan air dibandingkan formula 1 dan formula 2. Berdasarkan hasil pengamatan stabilitas dengan menggunakan metode cycling test bahwa ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dengan konsentrasi ekstrak 5% dan 10% dapat diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel off ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.). Sediaan masker gel peel off stabil dengan parameter uji, yaitu uji organolepis, homogenitas, pH, daya sebar, dan sediaan waktu mengering.
POLA PENGGUNAAN OBAT PASIEN DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT PERMATA KOTA CIREBON Sela Jovita Amanda; Nur Rahmi Hidayati; Indah Setyaningsih; Lela Sulastri; Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i2.1067

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Obat merupakan bagian integral logistik dalam pelayanan kesehatan masyarakat sehingga sangat dibutuhkan ketersediaanya, salah satu proses pengelolaan obat yang efektif adalah dengan menjamin ketersediaan obat baik dalam hal jenis yang tepat dan jumlah yang tepat sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat menghindari adanya kekurangan dan kelebihan obat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik pasien diabetes mellitus (usia, jenis kelamin), pola pengobatan obat (nama obat, golongan farmakologi obat diabetes mellitus, bentuk sediaan, dan golongan obat berdasarkan penamaan) di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Permata Kota Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan metode pengambilan sampel secara retrospektif. Hasil penelitian dari 283 sampel yang di ambil secara random sampling menunjukkan karakteristik pasien di dominasi berjenis kelamin perempuan sebanyak 176 pasien (61,84%), usia paling banyak mengidap penyakit DM umur 56-65 tahun (48,06%), penggunaan obat yang paling banyak digunakan adalah obat metformin 500 mg sebanyak 53 resep (18,73%), penggolongan farmakologi obat diabetes mellitus yang paling banyak digunakan sulfonilurea sebanyak 154 item golongan (36,75%), bentuk sediaan yang banyak digunakan yaitu tablet sebanyak 351 item tablet (83,77%), golongan obat berdasarkan penamaan yang banyak digunakan yaitu generik sebanyak 351 item obat (83,77%).
FORMULASI SABUN PADAT TRANSPARAN AIR PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia Swingle) Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v1i1.8

Abstract

ABSTRAK Jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) mempunyai aktivitas sebagai anti bakteri dengan mekanisme mendenaturasi protein sel bakteri dan merusak membran sel tanpa dapat diperbaiki lagi Aktivitas ini disebabkan karena kandungan senyawa flavonoid. Pada penelitian ini air perasan jeruk nipis diformulasikan dalam sediaan sabun padat transparan dengan konsentrasi air perasan jeruk nipis konsentrasi 10,81% dan 21,63%. Dengan penelitian ini diharapkan dapat diketahui apakah air perasan jeruk nipis dapat dibuat sediaan sabun transparan dan bagaimanakah stabilitas sabun tersebut. Stabilitas sabun dilakukan dengan menyimpan sabun pada suhu ±2°C, ±25°C dan ±40°C dengan pengamatan organoleptis, pH, stabilitas busa dan kekerasan, pada hari ke-0, 7, 14, 21 dan 28. Hasil penelitian menunjukan air perasan jeruk nipis dapat diformulasikan dalam sediaan sabun padat transparan. Formula 1 memiliki warna, bau dan konsistensi yang lebih stabil pada suhu kamar (±250C) sedangkan formula 2 memiliki warna, bau dan konsistensi yang tidak stabil baik pada suhu ±20C, ±250C maupun ±400C. pH kedua formula sabun sekitar 8-9dan mengalami penurunan tinggi busa ±0,4-1,3 cm pada menit ke-5 setelah dikocok dalam aquadest dengan kisaran stabilitas busa antara 80-92,86%. Kekerasan kedua sabun pada suhu ±20C dan ±250C mengalami peningkatan sampai hari ke-28 dan suhu ±400C tetap cair tidak mengalami pemadatan.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK AIR AKAR MANIS (Glycyrrhiza glabra L.) SEBAGAI PENYUBUR RAMBUT PADA KELINCI JANTAN Sulistiorini Indriaty; Lela Sulastri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v1i1.11

Abstract

ABSTRAK Akar manis (Glycyrrhiza glabra L.) mengandung glisirisin dan flavonoid sebagai penyubur rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak air akar manis dapat menyuburkan rambut pada kelinci jantan dengan membuat enam area: area I kontrol normal, area II kontrol negatif, area III kontrol positif, area IV dioleskan ekstrak air akar manis konsentrasi 2,5%, area V dioleskan ekstrak air akar manis konsentrasi 5%, dan area VI dioleskan ekstrak air akar manis konsentrasi 7,5%. Pengolesan dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore 1 ml pada tiap daerah pengolesan. Pengamatan dilakukan selama 35 hari dengan mengambil enam helai rambut kelinci pada tiap area setiap tujuh hari sekali yaitu hari ke-7, 14, 21, 28 dan ke-35. Rambut diambil dengan cara dicukur dan diukur dengan menggunakan jangka sorong. Pada hari ke-35, rambut pada tiap area dipotong dan ditimbang beratnya. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan metode ANOVA Penelitian dilakukan dengan mengukur laju pertumbuhan rambut dan bobot rambut selama 35 hari. Dari penelitian ini disimpulkan konsentrasi ekstrak air akar manis 2,5% memiliki efek sebagai penyubur rambut dengan laju pertumbuhan rambut terbaik yaitu 2,19 cm dalam 35 hari, dan konsentrasi 5% memiliki bobot rambut terbesar yaitu 0,12 gram dalam 35 hari.
FORMULASI DAN UJI IRITASI DARI KRIM YANG MENGANDUNG EKSTRAK ETANOL HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L) Urban) Lela Sulastri; Sulistiorini Indriaty; Siti Pandanwangi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v1i2.17

Abstract

ABSTRAK Herba pegagan (Centella asiatica (L) Urban) mengandung triterpenoid yang bersifat sebagai antibakteri. Pada penelitian ini herba pegagan konsentrasi 10% dibuat sediaan krim dengan basis tipe m/a. Penelitian ini bertujuan untuk membuat mengetahui stabilitas dan indeks iritasi sediaan krim ekstrak etanol herba pegagan. Uji stabilitas menggunakan metode cycling test dilakukan sebanyak 6 siklus dengan pengamatan organoleptis, homogenitas, uji daya sebar, viskositas, pH dan tipe krim. Uji iritasi menggunakan metode draize dengan teknik patch test yang dilakukan pada 4 ekor kelinci , pengamatan eritema dan edema pada jam ke 24 dan 72. Sampel yang digunakan adalah Sodium Lauril Sulfas, basis formula krim, dan formula krim. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak etanol herba pegagan konsentrasi 10% dapat diformulasikan menjadi sediaan krim tipe m/a dengan stabilitas krim formula 1 dan 2 memiliki bau khas ekstrak, homogen, pH berkisar 5 – 7 , tipe krim M/A, dan daya sebar untuk formula 1 yaitu 4,44 – 6,1 cm dan formula 2 yaitu 4,41 – 6,1 cm dengan nilai viskositas berkisar formula 1 55.333 cps-76.000 cps dan formula 2 64.000 – 50.333cps. Untuk hasil uji iritasi krim tersebut berpotensi menyebabkan iritasi dengan nilai indeks iritasi pada formula 1 sebesar 0,249 dan formula 2 sebesar 0,438.
FORMULASI GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) Lela Sulastri; Rizal Miftah Fariz; Yayan Rizikiyan
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v2i1.34

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava (L.)) mengandung turunan flavonoid yaitu quercetin yang bersifat sebagai antibakteri. Dimana pada penelitian ini daun jambu biji dibuat dalam bentuk sediaan granul effervescent. Selain untuk membuat sediaan granul effervescent ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava (L.)), penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruhnya menggunakan kombinasi asam, basa dan pengikat yaitu asam sitrat-asam tartrat, natrium bikarbonat dan pulvis gummi arabicum (PGA) dengan variasi konsentrasi 5:5:10:0,5 ; 5:10:5:1 ; 2,5:7,5:10:1,5 variasi konsentrasi tersebut akan diuji terhadap sifat fisik granul, uji kadar air, bobot jenis (BJ), sifat alir, indeks kompresibilitas, pH, waktu melarut dan uji respon kesukaan pada 30 panelis. Dari hasil penelitian di peroleh sifat fisik dengan bentuk granul. Berdasarkan hasil pengujian uji kadar air, bobot jenis (BJ), sifat alir, indeks kompresibilitas dan waktu melarut memperoleh hasil yang memenuhi syarat. Dan untuk pH tidak memenuhi syarat karena menggunakan kombinasi 2 asam. Untuk uji respon kesukaan pada 30 panelis aspek warna lebih disukai formula 1, aspek rasa lebih disukai formula 2 dan 3, dan aspek aroma lebih disukai formula 2 dan 3. Setelah dilakukan penelitian dengan kombinasi asam, basa dan pengikat yaitu asam sitrat-asam tartrat, natirum bikarbonat dan PGA granul effervescent dapat diformulasikan dengan hasil yang baik.
Co-Authors Aan Kunaedi Adiibah, Siti Amelia Nurfauziyah Ananda, Rega Arief Syarifudin Arifka, Mia Astuti, Enih Nindi Ayu, intan Azzahra, Siti Berliani, Fadiyah Romadhona Cabellon-Semense, Daisy Jane Cahyani, Mufida Cantika, Citra Dhea Delviyanti, Elis Deni Firmansyah Didi Rohadi Didin Ahidin Dimas, Gilang Dzohirul Jabar Ewit Lestari Ewit Lestari Fajri, Laika Zulfahnur Falya, Yuniarti Farhat Fadhilah, Muhammad Fariz, Rizal Miftah Fatikhatussa'adah, Intan Fitriah, Aulia Gianto, Vinie Regina Putri Grantika Putri, Adelia Hafidah, Nurul Hamidan, Azmi Hapsari, Dinda Alifia Herliningsih, Herliningsih Hidayat, Salsabila Aulia Ifa Nabila IIN INDAWATI Indah Setyaningsih Indriaty, Sulistioriny Intan Intan Iqbal Bagus Prayogo Ira Dwi Apriliyanti Mugianto Putri Ishadi, Syaiful Latif Jasmine, Aurellia Khofifah Lestari, Trisna Luqman Alhakim Budiarto M. Yani Zamzam Maryam, Diana Dwi Mas'ud, Ibnu Maulidiyani, Roqmah Milhah, Mila Zainatul Mima Elistya Utami mutmainah, iin Nabila, Syakira Putri Nasrul Wathoni Nia Murni Asih Nina Karlina Nina Karlina Nina Karlina Nining Sugihartini Nonok Bunga Enjeli Noviani, Lusy Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Nuraisah, Alvia Nurhidayah, Sri Nuri Ari Efiana Pradita Putri Suratman Pradita Putri Suratman Pratama, Reza Puna Lati Putri Amalia Putri, Maisya Mauliana Insani Alifa Rahmadina, Putri Rahmasari, Yuni Ramdhani, Arief Syarifudin Renny Amelia Renny Amelia Rima Yulia Senja, Rima Yulia Risa Deviani Azzahra Rizal Miftah Fariz Rizki Nurbaeti Rury Dwi Lestari Salma Audhita Santana Sela Jovita Amanda Selawati, Anis Setiadi, Encu Asep Setyaningsih, Indah Shadrina, Ghesani Nur Shely Taurhesia Siti Fauziyah Siti Fauziyah Siti Pandanwangi TW Sri Asih Suci Naluriah Suci Riyanti Suhandi, Cecep Suharyani, Arikhatuzzahro Suharyani, Ine Sulistiani Sulistiorini Indriaty Sulistioriny Indriaty Suryaman, Ine Suharyani Syarifudin, Arief Taurhesia, Shelly Taurhesia, Shely Teguh Prasetyo Teti Indrawati Teti Indrawati Teti Indrawati Tomi Tomi . Tomi, Tomi Trisna Lestari Ussya'adah, Nida Wahyuni, Popi Sri Widia Ningsih, Widia Winda Sari Winda Sari Yadi Supriyadi Yasmin Yasmin Yayan Rizikiyan Zamzam, M. Yani