Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI KONSENTRASI 1,5%,3%, DAN 6% DENGAN GELLING AGENT CARBOPOL 940 Sulastri, Lela; Zamzam, M. Yani
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) merupakan tanaman obat yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Tanaman kemangi mangandung senyawa flavonoid, tannin, dan minyak atsiri yang bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula dan menguji stabilitas  hand  sanitizer  ekstrak  etanol  daun  kemangi.  Ekstrak  etanol  daun  kemangi diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Formula hand sanitizer ekstrak etanol daun kemangi dibuat dengan variasi konsentrasi 1,5%, 3%, dan 6% dengan gelling agent carbopol 940. Uji stabilitas menggunakan metode cycling test selama 6 siklus dengan parameter pengujian organoleptis, pH, daya sebar, homogenitas, untuk uji viskositas dan sifat alir dilakukan pada siklus ke-0 dan ke-6. Uji sineresis dilakukan pada suhu 10oC selama 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat formula memiliki sediaan yang homogen dan memiliki aroma kuat ocean fresh. Hand sanitizer ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum sanctum L.) memiliki warna kuning muda sampai dengan kuning kehijauan. Pada pengamatan pH menunjukkan keempat formula memiliki pH yang berkisar antara 5,77 sampai 6,99. Untuk daya sebar keempat formula berkisar antara 3,46 cm sampai dengan 6,44 cm. Pada pengujian viskositas terbesar ada pada basis. Untuk hasil pengujian sifat alir keempat formula memiliki sifat alir plastis tiksotropik. Pada pengujian sineresis selama 72 jam, formula 3 memiliki persentase yang terbesar yaitu 9,61%. Berdasarkan hasil pengamatan stabilitas dengan menggunakan cycling test bahwa ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum sanctum L.) konsentrasi 1,5%, 3%, dan 6% dengan gelling agent carbopol 940 dapat  dibuat  sediaan  hand  sanitizer.  Gel  hand  sanitizer  ekstrak  etanol  daun  kemangi (Ocimum sanctum L.) tidak stabil pada parameter viskositas dan stabil pada parameter organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, sifat alir, dan sineresis. Kata kunci: Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.), Hand Sanitizer, Carbopol 940
FORMULASI GEL EKSTRAK ETANOL DAUN JARAK MERAH (Jatropha gossypiifolia L) DENGAN GELLING AGENT CARBOPOL 940 DAN Na CMC Kunaedi, Aan; Sulastri, Lela
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jatropha gossypiifolia L dikenal dengan nama jarak merah memiliki kandungan flavonoid dan tanin yang berfungsi sebagai antiseptik dan penyembuh luka. Pada penelitian ini daun jarak merah dibuat menjadi sediaan gel. Sediaan gel dipilih dalam formulasi karena mudah mengering, membentuk lapisan film yang mudah dicuci dan memberikan rasa dingin di kulit. Gelling agent yang digunakan pada penelitian ini adalah Carbophol 940 0,75% dan Na CMC3%, konsentrasi ekstrak yang dipakai yaitu 3%. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis gelling agent manakah yang menghasilkan sediaan gel paling stabil.Gel dibuat dua formula dan dua basis dengan konsentrasi carbophol940 0,75% dan Na CMC 3%. Uji stabilitas menggunakan metode cycling test (disimpan disuhu 4 0C dan suhu 40 0C selama 24 jam yang dilakukan sebanyak 6 siklus) dengan pengamatan  organoleptis,  homogenitas,  uji  daya  sebar,  pH,  viskositas,  sifat  alir  dan syneresis. Pengujian organoleptis pada formula 1 stabil tetapi pada formula 2 terjadi perubahan warna dari coklat tua menjadi coklat muda. Pengujian homogenitas membuktikan formula 1 dan formula 2 homogen. Daya sebar pada formula 1 berkisar 3,87cm – 5,15cm dan formula 2 berkisar 3,88cm – 5,53cm. PH formula 1 berkisar 6,21 – 6,54 dan formula 2 berkisar  6,06  – 6,7. Viskositas hari  ke-0  formula 1  bernilai 500.000cps  dan formula 2 bernilai 910.000cps. Dan pada hari ke- 12 formula 1 bernilai 360.000cps dan formula 2 bernilai 480.000cps. Sifat alir hari ke-0 untuk formula 1 dan formula 2 yaitu plastis positif dan tiksotropik. Sedangkan pada hari ke-12 formula 2 yaitu plastis positif dan tiksotropik sedangkan untuk formula 1 yaitu plastis negatif dan antitiksotropik. Ekstrak etanol daun jarak merah dapat diformulasika menjadi gel dengan gelling agent carbopol 940 dan Na CMC, tetapi tidak stabil pada penyimpanan dengan metode cycling test. Kata kunci : Gel, Jatropha gossypiifolia L, Carbophol 940, Na CMC, Cycling test
FORMULASI GEL EKSTRAK ETANOL BUAH CABAI GENDOT (capsicum annum var.Abbreviata) KONSENTRASI 3% DAN 6%: FORMULATION GEL EXTRACT ETHANOL CHILIES GENDOT (Capsicum annum var.Abbreviata) CONCENTRATION 3% AND 6 % Ahidin, Didin; Sulastri, Lela; Fauziyah, Siti
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai gendot (Capsicum annum var. Abbreviata) adalah salah satu varietas dari cabai besar(Capsicum annum). Penelitian yang dilakukan oleh Al–Fartosy dan Zearah (2012) bahwapada konsentrasi 60 mg/ml ekstrak etanol biji cabai merah (Capsicum annum L.) dapatmenghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus dengan daya hambat 40mm. Gelmempunyai potensi lebih baik sebagai sarana untuk mengelola obat topikal dibandingkandengan salep, karena gel tidak lengket, memerlukan energi yang tidak besar. Metodepenelitian yang digunakan deskriptif, menggambarkan stabilitas gel ekstrak etanol buah cabegendot konsentrasi 3% dan 6% menggunakan gelling agent Carbophol 940 dengan metodecycling test selama 12 siklus, parameter yang digunakan organoleptis, homogenitas, pH,daya sebar, viskositas, sifat alir dan syneresis. Hasil penelitian sediaan gel ekstrak etanolbuah cabai gendot dari siklus ke-0 hingga ke-6 dengan parameter uji organoleptis sediaantidak menunjukan perubahan bau, warna dan konsistensi. Uji homogenitas menunjukansediaan homogen. Uji pH berkisar antara 5,14-6,79. Daya sebar berkisar 3,388-5,520 cm.viskositas pada basis 836.666 dan 676.666 cps, formula I 433.333 dan 410.000 cps, formulaII 181.333 dan 186.000 cps. Sifat alir pada basis menunjukan sifat alir tiksotropi danantitiksotropi, formula I tiksotropi dan formula II antitiksotropi. Uji syneresis pada basis8,56%, fomula I 0,279% dan formula II 2,851%. Esktrak etanol buah cabai gendotkonsentrasi 3% dan 6% dapat diformulasikan menjadi sediaan gel dan stabilitas berdasarkanparameter organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, syneresis dan sifat alir serta tidakstabil berdasarkan parameter viskositas.Kata kunci : cabai gendot, gel, cycling test.
IDENTIFIKASI METAMPIRON DALAM SEDIAAN JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI MAJALENGKA DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT): IDENTIFICATION OF METHAMPYRONE IN THE SUPPLY OF RHEUMATIC HERB MEDICINES IN MAJALENGKA USING THIN LAYER CHROMATOGRAPHY Sulastri, Lela; Indriaty, Sulistioriny; Syarifudin, Arief
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat tradisional adalah ramuan atau bahan-bahan yang berupa bahan tanaman, bahanhewan, bahan mineral, sediaan (galenic), atau campuran dari bahan-bahan tersebut yangsecara tradisional telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengannorma yang berlaku di masyarakat . Obat-obatan kimia yang ditambahkan oleh produsenjamu dengan maksud untuk meningkatkan khasiat jamu agar jamu memberikan efek yanglebih instan, sehingga jamu menjadi berbahaya. BPOM banyak menemukan jamu yangmengandung bahan kimia obat-obatan seperti cyproheptadine hidroklorida, indometasin,sibutramine klorida, bisacodyl, sildenafil sitrat, allopurinol, fenilbutazon, metampiron,piroxicam, paracetamol, atau deksametason. Bahan kimia obat itu diatur dalam BPOM 2017.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada bahan kimia obat metampiron dalamjamu pegal linu yang beredar di Majalengka. Identifikasi menggunakan kromatografi lapistipis. Penelitian ini untuk mendeskripsikan ada atau tidaknya bahan kimia obat metampirondalam jamu pegal linu yang dijual di Majalengka. Metode yang digunakan dalam penelitianini menggunakan metode kromatografi lapis tipis dengan fase gerak etil asetat: metanol:amonia (85: 10: 5) dan fase diam silika gel GF 254. Hasil berdasarkan penelitian yang telahdilakukan dengan lima sampel jamu pegal linu, tiga sampel positif mengandung metampironyaitu sampel I dengan Rf A = 0,53, Rf B = 0,51, Rf C = 0,54; sampel II dengan Rf A = 0,54,Rf B = 0,53, Rf C = 0,51; sampel III dengan Rf A = 0,54, Rf B = 0,51, Rf C = 0,50, Rfketiga sampel dengan selisih dari larutan B tidak lebih dari 10%, sedangkan dua sampelnegatif mengandung metampiron yaitu sampel IV tidak ada bercak dari larutan A, Rf B =0,43, Rf C = 0,41, dan sampel V tidak ada bercak dari larutan A, Rf B = 0,36, Rf C = 0,34.Dua sampel negatif karena tidak ada bercak dari larutan A. Berdasarkan penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa tiga sampel jamu pegal linu positif mengandung metampironKata kunci : Metampiron, jamu pegal linu, kromatografi lapis tipis
ANALISIS INTERAKSI OBAT PADA PASIEN COVID-19 DENGAN PENYAKIT STROKE DI INSTALASI RAWAT INAP RSD GUNUNG JATI CIREBON Rizki Nurbaeti; Nur Rahmi Hidayati; Trisna Lestari; Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1681

Abstract

Interaksi obat covid-19 dengan penyakit stroke harus mendapatkan perhatian khusus karena pasien membutuhkan berbagai macam obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, potensi interaksi obat, tingkat keparahan interaksi obat, gambaran jenis obat dan jumlah obat yang berinteraksi, serta hubungan antara karakteristik pasien dengan interaksi obat pada pasien. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah rekam medik pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke yang memenuhi kriteria inklusi. Terdapat 71 pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke, sebanyak 43 pasien berpotensi interaksi obat, karakteristik pasien paling banyak dialami oleh perempuan (63,38%), berdasarkan usia 45-59 tahun (33,80%), dan tingkat keparahan tahapan Monitor ketat (61,73%). Obat yang paling banyak interaksi yaitu aspirin + vitamin C (5,56%). Hubungan jumlah obat yang digunakan dan yaitu pasien dengan jumlah obat >5 obat lebih banyak terjadi interaksi sebesar (52,11%). Pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke beresiko tinggi mengalami interaksi obat karena adanya penyakit penyerta pada pasien sehingga terapi obat lebih banyak. Kata kunci: interaksi obat, covid-19, stroke, rekam medik
SOSIALISASI PEMBUATAN MINUMAN BUNGA TELANG DENGAN VARIASI pH DI SMK MANBA’UL ULUM MAJALENGKA Suharyani, Ine; Sulastri, Lela; Hamidan, Azmi; Fitriah, Aulia; Prasetyo, Teguh; Intan, Intan; Grantika Putri, Adelia; Hafidah, Nurul; Fatikhatussa'adah, Intan; Farhat Fadhilah, Muhammad; Suharyani, Arikhatuzzahro; Ussya'adah, Nida
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1664

Abstract

Bunga Telang (Clitoria ternatea L) mengandung antioksidan alami, yaitu antosianin, yang mampu memperlambat penuaan, dan mencegah reaksi berantai dari radikal bebas. Antosianin pada bunga telang berwarna ungu pada kondisi netral, namun akan berwarna agak kemerahan pada suasana asam dan menjadi biru pada suasana basa. Potensi ini dapat diaplikasikan dalam pembuatan minuman dengan pewarna alami bunga telang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan kombinasi metode invasi pengetahuan pada siswa/i SMK Manba’ul Ulum di Kabupaten Majalengka, praktek pembuatan minuman bunga telang, serta pre- dan post-test. Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa/i mengenai perubahan warna minuman bunga telang setelah pemberian pengasam dan pembasa. Peserta antusias dan senang melakukan praktek ini, karena dengan praktek langsung, mereka lebih memahami bagaimana pengaruh pH terhadap perubahan warna antosianin. Pada akhir kegiatan, minuman dikemas dalam kemasan siap jual, siswa/i dan kelompoknya diberikan reward atas usahanya untuk memahami dan mempelajari materi yang telah diberikan. Kegiatan ini diharapkan menjadi stimulus bagi siswa/i SMK Manba’ul Ulum untuk berkreasi membuat minuman dengan pewarna alami.
Pemanfaatan Minyak Jelantah UMKM di Desa Tuk Kedawung Kabupaten Cirebon Sebagai Lilin Aromaterapi Didi Rohadi; Lela Sulastri; Yadi Supriyadi; Jasmine, Aurellia; Amelia Nurfauziyah; Mima Elistya Utami; Nonok Bunga Enjeli; Ifa Nabila; Ira Dwi Apriliyanti Mugianto Putri; Luqman Alhakim Budiarto; Dzohirul Jabar
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v4i4.1618

Abstract

Mengkaji pemanfaatan limbah minyak jelantah dari UMKM di Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, sebagai bahan baku untuk pembuatan lilin aromaterapi. Minyak jelantah, yang merupakan produk limbah dari proses penggorengan, dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan jika dibuang sembarangan. Terdapat 95 pelaku UMKM yang terdaftar di data Desa Tuk 2022. Dengan memanfaatkan limbah ini, kegiatan ini yang dihadiri oleh 18 peserta bertujuan untuk menawarkan solusi ramah lingkungan serta meningkatkan potensi ekonomi masyarakat setempat. Metode yang digunakan meliputi simulasi, sosialisasi, dan demonstrasi. Evaluasi kegiatan ini dilaksanakan dengan memberikan kuesioner diawal (pretest) dan diakhir (post test) penyuluhan. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai manfaat lilin aromaterapi, sementara simulasi dan demonstrasi bertujuan untuk mengajarkan teknik pembuatan lilin. Program ini dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2024 di Desa Tuk, dengan peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK setempat. Hasil dari pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang lilin aromaterapi, dengan 70% peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah kegiatan. Kesimpulan dari program ini adalah bahwa pemanfaatan minyak jelantah untuk pembuatan lilin aromaterapi tidak hanya mengurangi limbah lingkungan tetapi juga memberikan peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat. Disarankan untuk melanjutkan pengembangan metode pembuatan dan pemasaran lilin aromaterapi agar dapat dijual lebih luas baik secara offline maupun online Kata kunci : Minyak Jelantah, Lilin Aromaterapi
DAGUSIBU education to improve community understanding of medication management in Kalibaru Village, Cirebon Regency Senja, Rima Yulia; Sulastri, Lela; Supriyadi, Yadi; Maulidiyani, Roqmah; Nuraisah, Alvia; Ayu, Intan; Rahmadina, Putri; Ananda, Rega; Cahyani, Mufida; Dimas, Gilang
Community Empowerment Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12335

Abstract

DAGUSIBU is a family-based movement program aimed at raising awareness and understanding of the proper use and management of medicines. This community service program was conducted in Kalibaru Village, Tengah Tani District, Cirebon Regency, with the objective of enhancing public knowledge and awareness regarding medication management within the household. The DAGUSIBU educational method was implemented through presentations, educational video screenings, hands-on practice in handling damaged or expired medicines, and activity evaluations. The results showed a significant increase in public knowledge after the educational activities were conducted. Awareness of obtaining medicines from official facilities increased by 82.63%, proper medication usage improved by 84.14%, correct medication storage knowledge rose by 89.44%, and understanding of handling damaged and expired medicines increased by 76.8%. Through this educational initiative, the community became more selective in acquiring, using, storing, and disposing of medicines, thereby supporting therapy optimization and the rational use and management of medications.
IN VITRO ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF CARICA PAPAYA LEAF EXTRACT-LOADED ACNE PATCHES AGAINST Propionibacterium acnes Indriaty, Sulistiorini; Rizikiyan, Yayan; Gianto, Vinie Regina Putri; Karlina, Nina; Hidayati, Nur Rahmi; Sulastri, Lela; Firmansyah, Deni
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v10i1.1673

Abstract

Acne vulgaris is a prevalent skin condition that is characterized by inflammatory lesions. Propionibacterium acnes is a key bacterium implicated in its pathogenesis. This study aimed to investigate the antibacterial potential of Carica papaya leaf extract against P. acnes and its efficacy when formulated into acne patches. Ethanolic extracts of C. papaya leaves were prepared at concentrations of 20%, 25%, and 30%. These extracts were incorporated into acne patch formulations and evaluated for antibacterial activity using the paper disc diffusion method. Clindamycin 1% was used as a positive control and 70% ethanol was used as a negative control. The results demonstrated that all concentrations of the C. papaya leaf extract exhibited significant antibacterial activity against P. acnes. The 30% concentration demonstrated the largest zone of inhibition, which was comparable to that of the positive control. These findings suggest that C. papaya leaf extract-based acne patches are promising natural alternatives for the treatment of acne vulgaris. Keywords: Papaya leaves (Carica papaya L), Propionibacterium acne, Acne patch, Inhibitory power
FORMULATION AND ANTIOXIDANT ACTIVITY FACE TONER BUTTERFLY PEA FLOWER KOMBUCHA (Clitoria ternatea L.) WITH DPPH METHOD Rizikiyan, Yayan; Hidayat, Salsabila Aulia; Suharyani, Ine; Sulastri, Lela; Indriaty, Sulistiorini; Karlina, Nina
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v10i1.1686

Abstract

Antioxidants can be given to the skin through cosmetics such as face toners. One source of antioxidants is obtained through the fermentation of butterfly pea flower kombucha (Clitoria ternatea L.), which has been proven to have better antioxidant activity than butterfly pea flower extract alone. This study aimed to determine the metabolite compounds in butterfly pea flower kombucha and create a facial toner formulation with good antioxidant activity. The butterfly pea flower kombucha was fermented for 6 days at room temperature. Facial toners were made with concentrations of 5%, 7,5% and 10%. Evaluation of the face toner includes organoleptic, homogeneity, pH, specific gravity, and viscosity tests. The antioxidant activity test used the DPPH (1,1-diphenyl-2-pycrilhydrazil) method, with vitamin C as a positive control. The results showed that there were alkaloids, flavonoids, saponins, and terpenoid compounds in butterfly pea flower kombucha. Face toners with concentrations of 5%, 7.5%, and 10% could be prepared and met all evaluations (organoleptic tests, homogeneity, pH, specific gravity, and viscosity). Antioxidant test results on formula 1 IC50 50,21±SD 0,01 (strong), formula 2 IC50 44,32±SD 0,02 (very strong) and formula 3 IC50 38,62±SD 0,03 (very strong). The higher the concentration of butterfly pea flower kombucha, the higher the antioxidant activity. Butterfly pea flower kombucha (Clitoria ternatea L.) which is formulated as a face toner preparation has strong to very strong antioxidants, and the increasing concentration of active ingredients had an effect on antioxidant activity.  Keywords: face toner, butterfly pea flower kombucha, DPPH method, antioxidant activity
Co-Authors Aan Kunaedi Adiibah, Siti Amelia Nurfauziyah Ananda, Rega Arief Syarifudin Arifka, Mia Astuti, Enih Nindi Ayu, intan Azzahra, Siti Berliani, Fadiyah Romadhona Cabellon-Semense, Daisy Jane Cahyani, Mufida Cantika, Citra Dhea Delviyanti, Elis Deni Firmansyah Didi Rohadi Didin Ahidin Dimas, Gilang Dzohirul Jabar Ewit Lestari Ewit Lestari Fajri, Laika Zulfahnur Falya, Yuniarti Farhat Fadhilah, Muhammad Fariz, Rizal Miftah Fatikhatussa'adah, Intan Fitriah, Aulia Gianto, Vinie Regina Putri Grantika Putri, Adelia Hafidah, Nurul Hamidan, Azmi Hapsari, Dinda Alifia Herliningsih, Herliningsih Hidayat, Salsabila Aulia Ifa Nabila IIN INDAWATI Indah Setyaningsih Indriaty, Sulistioriny Intan Intan Iqbal Bagus Prayogo Ira Dwi Apriliyanti Mugianto Putri Ishadi, Syaiful Latif Jasmine, Aurellia Khofifah Lestari, Trisna Luqman Alhakim Budiarto M. Yani Zamzam Maryam, Diana Dwi Mas'ud, Ibnu Maulidiyani, Roqmah Milhah, Mila Zainatul Mima Elistya Utami mutmainah, iin Nabila, Syakira Putri Nasrul Wathoni Nia Murni Asih Nina Karlina Nina Karlina Nina Karlina Nining Sugihartini Nonok Bunga Enjeli Noviani, Lusy Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Nuraisah, Alvia Nurhidayah, Sri Nuri Ari Efiana Pradita Putri Suratman Pradita Putri Suratman Pratama, Reza Puna Lati Putri Amalia Putri, Maisya Mauliana Insani Alifa Rahmadina, Putri Rahmasari, Yuni Ramdhani, Arief Syarifudin Renny Amelia Renny Amelia Rima Yulia Senja, Rima Yulia Risa Deviani Azzahra Rizal Miftah Fariz Rizki Nurbaeti Rury Dwi Lestari Salma Audhita Santana Sela Jovita Amanda Selawati, Anis Setiadi, Encu Asep Setyaningsih, Indah Shadrina, Ghesani Nur Shely Taurhesia Siti Fauziyah Siti Fauziyah Siti Pandanwangi TW Sri Asih Suci Naluriah Suci Riyanti Suhandi, Cecep Suharyani, Arikhatuzzahro Suharyani, Ine Sulistiani Sulistiorini Indriaty Sulistioriny Indriaty Suryaman, Ine Suharyani Syarifudin, Arief Taurhesia, Shelly Taurhesia, Shely Teguh Prasetyo Teti Indrawati Teti Indrawati Teti Indrawati Tomi Tomi . Tomi, Tomi Trisna Lestari Ussya'adah, Nida Wahyuni, Popi Sri Widia Ningsih, Widia Winda Sari Winda Sari Yadi Supriyadi Yasmin Yasmin Yayan Rizikiyan Zamzam, M. Yani