Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI DAN UJI DAYA HAMBAT KRIM EKSTRAK ETANOL TEH HIJAU TERHADAP Propionibacterium acnes Yayan Rizikiyan; Lela Sulastri; Sulistiorini Indriaty
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v2i2.44

Abstract

Teh hijau merupakan tanaman yang kaya akan senyawa katekin, yang merupakan kandungan utama pada polifenol yang dimiliki teh yang berperan sebagai antioksidan. Pada penelitian ini ekstrak etanol teh hijau dengan konsentrasi 7% diformulasikan dalam dua formula. Formula I menggunakan elmugator Trietanolamin 2% dan formula II menggunakan emulgator trietanolamin 1%. Sedian krim diuji stabilitasnya dengan menggunakan metode cycling test , sebanyak 6 siklus. Evaluasi yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan uji tipe krim. Pengamatan dilakukan pada hari ke-0 dan setiap setelah 1 siklus. Uji daya hambat dilakukan dengan dengan metode difusi cakram yaitu penentuan dengan cakram kertas yang dicelupkan ke dalam sediaan krim kemudian ditempatkan di atas permukaan media yang telah ditumbuhi bakteri kemudian diamkan selama 2 jam. Cawan petri diinkubasi pada suhu 37áµ’C selama 24 jam kemudian zona hambat yang terbentuk diukur. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula I dan formula II memiliki kestabilan yang baik dalam parameter uji homogenitas dan tipe krim sedangkan dalam parameter organoleptik, pH, dan daya sebar tidak stabil. krim ekstrak etanol teh hijau dengan konsentrasi 7% mempunyai daya hambat yang ditunjukkan dengan rata-rata diameter hambat 1,35 cm terhadap Propionibacterium acnes . Secara statistik diameter hambat krim ekstrak teh hijau tidak berbeda signifikan dengan klindamisin gel 1% yaitu 1,76 cm.
UJI AKTIVITAS PENYUBUR RAMBUT GEL KOMBINASI EKSTRAK AIR TEH HIJAU DAN HERBA PEGAGAN Lela Sulastri; Teti Indrawati; Shely Taurhesia
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v4i1.106

Abstract

Rambut sehat mempunyai siklus pertumbuhan rambut yang panjang dan kelembaban yang cukup dimana pertumbuhan rambut terjadi karena sel-sel daerah matriks atau umbi rambut secara terus menerus membelah. Bahan alam yang diperkirakan berpotensi dalam pertumbuhan rambut adalah daun teh hijau (Camellia sinensis (L) OK) dan herba pegagan (Centella asiatica (L) Urban). Dalam penelitian ini ekstrak air daun teh hijau 5% dan herba pegagan 2,5% diformulasikan dalam sediaan gel penyubur rambut dengan gelling agent carbophol 940 0,5%, 1% dan 1,5 %. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ekstrak air daun teh hijau 5% dan herba pegagan 2,5% dapat diformulasikan menjadi sediaan gel dan apakah gel yang mengandung kombinasi ekstrak tersebut mempunyai aktivitas sebagai penyubur rambut dan formula manakah yang memiliki aktivitas penyubur rambut yang paling optimum. Uji aktivitas penyubur rambut meliputi laju pertumbuhan rambut, percepatan pertumbuhan rambut dan bobot rambut. Hasil penelitian menunjukkan Campuran ekstrak air daun teh hijau 5 % dan ekstrak air herba pegagan 2,5% dengan gelling agent carbophol 940 0,5%, 1% dan 1,5% dapat dibuat menjadi sediaan gel yang baik, dan yang memiliki aktifitas optimum adalah gel penyubur rambut yang menggunakan gelling agent carbophol 0,5 % dengan karakteristik warna coklat, aroma yang khas, homogen, nilai konsistensi 585,886 dyne/cm2, viskositas 90.333 cps, sifat aliran plastis tikstropik, pH 5,56 , laju pertumbuhan 1,804 cm dalam 28 hari percepatan pertumbuhan rambut 0,1201 cm/hari dan bobot rambut 0,0858 gram dalam 28 hari.
UJI AKTIVITAS PENYUBUR RAMBUT EMULGEL EKSTRAK ETANOL BUAH CABAI GENDOT (Capsicum annum Var.Abbreviata) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN Lela Sulastri; Sri Asih; Renny Amelia
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v4i2.137

Abstract

Sediaan penyubur rambut digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut yang digunakan dengan dioleskan pada kulit kepala. Bahan alam yang diperkirakan yang dapat digunakan adalah salah satunya adalah cabai. Cabai mengandung senyawa saponin,  terpenoid, kuinon, alkaloid capsaicin, dan flavonoid yang mempunyai peranan dalam memacu pertumbuhan rambut. Esktrak Etanol buah cabai gendot (Capsicum annum Var.Abbreviata)  diformulasikan dalam bentuk sediaan emulgel. Pada penelitian ini digunakan emulgel ekstrak etanol buah cabai gendot yang dibagi menjadi 2 formula, formula 1 (konsentrasi 2,5%) dan formula 2 (konsentrasi 5%). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah emulgel ekstrak etanol buah cabai gendot memiliki aktivitas sebagai penyubur rambut dan formula manakah yang memiliki aktivitas paling optimum. Uji aktivitas penyubur rambut meliputi laju pertumbuhan rambut dan bobot rambut. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa emulgel ekstrak etanol buah cabai gendot mempunyai aktivitas sebagai penyubur rambut dan konsentrasi emulgel yang paling optimum adalah formula 1 dengan konsentrasi 5% dengan laju pertumbuhan rambut 0,023 cm dalam 28 hari dan bobot rambut yaitu 0,0267 gram dalam 28 hari.Kata kunci : ekstrak cabai gendot, aktivitas penyubur rambut
FORMULASI LIP CREAM EKSTRAK ETANOL KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) SEBAGAI PEWARNA: FORMULATION OF LIP CREAM ETHANOL EXTRACT (Caesalpinia sappan L.) AS DYES Sulistiorini Indriaty; Nur Rahmi Hidayati; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan; Nina Karlina; Sulistiani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i2.264

Abstract

Tanaman rambutan rapiah (Nephelium lappaceum L.) merupakan tanaman yang tersebar luas di Indonesia. Konsumsi buah rambutan rapiah dapat meninggalkan limbah kulitnya yang cukup banyak. Kulit buah rambutan rapiah telah digunakan secara tradisional sebagai obat demam dan disentri. Kulit buah rambutan rapiah diketahui mengandung metabolit sekunder seperti polifenol, flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa ekstrak metanol kulit buah rambutan memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Metabolit sekunder yang diduga memiliki aktivitas antioksidan adalah polifenol. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan, mengingat potensi kulit buah rambutan rapiah sebagai antioksidan kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar polifenol total ekstrak metanol kulit buah rambutan rapiah (Nephelium lappaceum L.). Penetapan kadar polifenol total dilakukan dengan menggunakan metode Folin Ciocalteu. Pereaksi Folin Ciocalteu akan bereaksi dengan gugus fenolik-hidroksil dan membentuk kompleks fosfotungstat-fosfomolibdat berwarna biru yang dapat dideteksi dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 743,5 nm. Dari penelitian ini kadar polifenol total yang diperoleh adalah 0,2482±0,0401%.
AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK NADES DAUN PACAR KUKU (Lawsonia inermis L) DAN DAUN ALPUKAT (Persea americana) TERHADAP PITYROSPORUM OVALE: ANTIFUNGAL ACTIVITIES OF NAIL HENNA (Lawsonia inermis L) LEAVES AND AVOCADO (Persea americana) LEAVES EXTRACTED WITH NADES AGAINST PITYROSPORUM OVALE Renny Amelia; Nia Murni Asih; Puna Lati; Lela Sulastri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.295

Abstract

Ketombe merupakan gangguan kulit kepala yang dialami hampir setengah dari populasi pada usia pra-pubertas dan semua jenis kelamin dan etnis, dimana salah satu penyebab ketombe yaitu jamur Pityrosporum ovale. Daun pacar kuku dan daun alpukat memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, quinon dan terpenoid yang diduga mempunyai khasiat sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun pacar kuku dan daun alpukat yang diekstraksi dengan pelarut NADES (asam sitrat-glukose) terhadap pertumbuhan jamur pityrosporum ovale dan pengaruh peningkatan konsentrasi terhadap daya hambat pertumbuhan jamur pityrosporum ovale. Ekstraksi dilakukan dengan bantuan Microwave assisted ekstaction (MAE). Pengujian aktivitas anti fungi kedua sampel menggunakan metode difusi cetak lubang pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Parameter yang diamati adalah diameter daya hambat disekitar lubang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik SPSS. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa ekstrak NADES daun pacar kuku dan daun alpukat dimulai dari konsentrasi 25%, dapat menghambat pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale. Nilai r (koefisien korelasi) peningkatan konsentrasi terhadap daya hambat jamur Pityrosporum ovale dari ekstrak NADES daun pacar kuku dan daun alpukat secara berturut-turut adalah 0,935 dan 0,893 yang menunjukan hubungan yang sangat signifikan.
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN VARIASI KONSENTRASI KARBOPOL 940: FORMULATION GEL OF ETHANOL EXTRACT MORINGA LEAF (Moringa oleifera) WITH CONCENTRATION VARIATION CARBOPOL 940 Sulistiorini Indriaty; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan; Nur Rahmi Hidayati; Nina Karlina; Rury Dwi Lestari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.324

Abstract

Daun kelor (Moringa oliefera) memiliki kandungan senyawa utama kuersentin yang merupakan senyawa dari golongan flavonol dan berpotensi memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) dapat diformulasikan sebagai sediaan gel dan mengetahui stabilitas dari sediaan gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera). Ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) diperoleh dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Gel dibuat dalam 2 formula dengan konsentrasi ekstrak etanol daun kelor 5% untuk masing-masing formula dan variasi gelling agent karbopol 940 konsentrasi 0,75% formula I dan konsentrasi 1% formula II. Pengujian stabilitas dilakukan dengan metode cycling test yaitu sediaan tersebut diuji stabilitasnya yang disimpan pada suhu 4°C selama 24 jam, kemudian dipindahkan pada suhu 40°C selama 24 jam, perlakuan ini disebut satu siklus. Pengujian dilakukan selama 6 siklus (12 hari) dengan parameter organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, sifat alir, dan dilakukan pengujian syneresis. Hasil pengujian stabilitas sediaan menunjukkan formula I, formula II dan basis stabil berdasarkan parameter pengujian homogenitas, organoleptis, daya sebar, pH dan syneresis, sedangkan berdasarkan parameter pengujian viskositas tidak stabil. Berdasarkan hasil pengamatan stabilitas dengan menggunakan cycling test, ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) konsentrasi 5% dengan gelling agent karbopol 940 konsentrasi 0,75% dan 1% dapat diformulasikan menjadi sediaan gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera). Gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) stabil pada parameter organoleptis, homogenitas, daya sebar, pH dan syneresis.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LOTION EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DENGAN METODE DPPH (2,2-difenyl-1-piksrylhidrazyl): FORMULATION AND TESTING OF ANTIOXIDANT ACTIVITY LOTION ETHANOL EXTRACT OF MANGGIS FRUIT (Garcinia mangostana L.) WITH METHOD DPPH (2,2-diphenyl-1-piksrylhydrazyl) Yayan Rizikiyan; Lela Sulastri; Sulistiorini Indriaty; Khofifah; Yuniarti Falya
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.330

Abstract

Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) terbukti memiliki aktivitas antioksidan. Kandungan xanton dalam kulit buah manggis dapat bersifat sebagai antioksidan. Senyawa lain dalam kulit buah manggis yang diketahui mempunyai aktivitas antioksidan adalah polifenol, antosianin, dan tannin.  Penelitian memformulasikan lotion ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.), dan menguji stabilitas serta aktivitas antioksidannya.  Simplisia kulit buah manggis diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas dan nilai IC50 lotion ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dengan konsentrasi 0,5%; 1%; 1,5% dan 2%. Prosedur penelitian ini meliputi persiapan simplisia, pengujian pendahuluan, pembuatan ekstrak etanol kulit buah manggis, pembuatan sediaan lotion ekstrak etanol kulit buah manggis, uji stabilitas lotion dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Lotion ekstrak etanol kulit buah manggis konsentrasi 0,5%; 1%; dan 1,5% memiliki stabilitas pada pengamatan organoleptis, pH, homogenitas, tipe emulsi dan sifat alir, sedangkan untuk pengamatan daya sebar dan viskositas tidak stabil dan tidak memenuhi syarat. Hasil uji  aktivitas antioksidan lotion ekstrak etanol kulit buah  manggis dengan konsentrasi 0,5%; 1%; dan 1,5% dengan nilai IC50 19,15 ppm,17,94 ppm, dan 17,38 ppm. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) dapat dibuat dalam sediaan lotion. Lotion ekstrak etanol kulit buah manggis konsentrasi 0,5%,1% dan 1,5% memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MASKER GEL PEEL OFF KOMBINASI EKSTRAK NADES DAUN MURBEI DAN DAUN MANGGA GEDONG DENGAN METODE DPPH: FORMULATION AND ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST OF PEEL OFF GEL MASK THE COMBINATION OF MULBERRY AND GEDONG MANGO LEAF NADES EXTRACT WITH THE DPPH METHOD Yayan Rizikiyan; Sulistiorini Indriaty; Renny Amelia; Lela Sulastri; Suci Naluriah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.635

Abstract

Daun mangga gedong dan daun murbei terbukti memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol dan terpenoid yang mempunyai peranan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan Masker gel peel off  kombinasi ekstrak daun mangga konsentrasi 3% dan ekstrak daun murbei konsentrasi 0,75%, 3,75%, dan 6,75%. Proses ekstraksi daun mangga gedong dan daun murbei menggunakan metode MAE (Microwave Assisted Extraction) dengan menggunakan pelarut NADES (Natural Deep Eutectic Solvents). Ekstraksi daun mangga gedong menggunakan pelarut sodium acetat dan lactid acid  dengan rasio molar 1:3 dan daun murbei menggunakan pelarut choline chloride dan gliserol dengan rasio molar 1:2. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-difenyl-1-pikrylhidrazyl). Masker gel peel off kombinasi ekstrak daun mangga 3% dan ekstrak daun murbei 0,75%, 3,75%, dan 6,75% pada pengujian evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, waktu mengering,  viskositas, sifat alir menunjukan hasil yang memenuhi syarat. Masker gel peel off tersebut juga mempunyai potensi sebagai antioksidan dengan nilai IC50 pada masing-masing formula 1 20,03 ppm formula 2 22,02 ppm, formula 3 23,43 ppm. Nilai % inhibisi Formula 1 berkisar 53,803% - 57,492%, Formula 2 berkisar 49,745% - 55,759%, Formula 3 berkisar 48,847% – 50,245%. Kata kunci : Ekstrak Nades, Daun Mangga gedong , Daun Murbei, Masker gel peel off, Antioksidan,  DPPH
STUDY OF POTENTIAL DRUG INTERACTIONS IN HYPERTENSION PATIENS AT THE INPATIENT INSTALLATION OF PERMATA CIREBON HOSPITAL Risa Deviani Azzahra; Nur Rahmi Hidayati; Indah Setyaningsih; Sulistiorini Indriaty; Lela Sulastri; Nina Karlina
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.997

Abstract

Identification of drug interactions in hypertensive patients needs to be performed because they affect the achievement of therapeutic effects and can increase the risk of side effects. This study aimed to determine patient characteristics (age, gender, drug items used, and comorbidities), the potential for drug interactions in hypertensive patients, the severity of potential drug interactions, and the type and number of drugs that interact in hypertensive patients at the time of installation. Inpatient at Permata Cirebon Hospital. The sample in this study included patients diagnosed with hypertension at the Inpatient Installation of Permata Cirebon Hospital in 2022 who met the inclusion criteria. This was a descriptive analytical study with retrospective data on patient characteristics (age, sex, drug items used, and comorbidities). The results were analyzed in the form of an overview of potential drug interactions using the Medscape application in the form of percentages and tables. The results of the study of 264 samples of hypertension patients taken by random sampling obtained for drug interaction based on severity events were as many as 149 patients (56,44%) with the highest number of gender, namely women as many as 154 patients (58,33%), the level of severity at most, namely monitors as many as 261 events (82,33%). The most interacting drug was Amlodipine with Metformin, with 27 monitored interactions (8,52%). Drug interactions can occur due to the number of drug therapies used and the presence of comorbidities. Keywords: Hypertension, Drug Interactions, Permata Cirebon Hospital.
Optimasi Pembuatan Abon Kaya Protein (AkaPe) dengan Food Dehydrator Suharyani, Ine; Falya, Yuniarti; Sulastri, Lela; Herliningsih, Herliningsih; Berliani, Fadiyah Romadhona; Hapsari, Dinda Alifia; Wahyuni, Popi Sri; Mas'ud, Ibnu; Putri, Maisya Mauliana Insani Alifa; Setiadi, Encu Asep
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.669

Abstract

Tahu dibuat dari air perasan kedelai yang dikoagulasi dengan menambahkan kalsium sulfat atau magnesium klorida. Sisa perasan kedelai ini menghasilkan limbah berupa ampas tahu yang dapat menimbulkan bau tidak sedap bila tidak segera ditangani, Program pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan sisa olahan pabrik tahu, yaitu ampas kedelai menjadi produk yang bermanfaat dan menambah nilai jual. Ampas tahu bersih dan segar diberi bumbu, lalu dikeringkan dengan cara disangrai dan didehidrasi dengan food dehydrator. Abon ampas tahu yang dihasilkan dengan proses ini memiliki rendemen 22,09+0,79%, dan kadar air 3,50+1,72%. Hasil abon kering ini kemudian dikemas dalam botol plastik berlubang besar, lengkap dengan segel alumunium di bagian dalam dan segel plastik di bagian luar. Proses pengabdian ini menghasilkan inovasi dalam pengolahan ampas tahu, menjadi produk olahan kaya nutrisi dan halal, yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama. Inovasi ini diharapkan dapat menambah manfaat dan nilai jual ampas tahu yang biasanya dibuang begitu saja, sehingga meningkatkan pendapatan dari pengrajin tahu. Tofu is made from soybean juice, which is coagulated by adding calcium sulfate or magnesium chloride. The remaining soybean juice produces waste in the form of tofu dregs, which can cause an unpleasant odor if not treated immediately. This program aims to utilize the remaining processed tofu factories, namely soybean dregs, into a useful product and increase sales value. Clean and fresh tofu dregs are seasoned, then dried by roasting and dehydrated with a food dehydrator. Shredded tofu dregs produced using this process have a yield of 22.09+0.79% and a water content of 3.50+ 1.72%. The final product is then packaged in a plastic bottle with large holes, finished with an aluminum seal on the end of bottle and a plastic seal on the outside. The program resulting in the modification in processing of tofu dregs into a nutritional and halal abon which can be stored for a long time. This innovation is hopefully to increase the benefits and selling value of tofu dregs, which are usually thrown away, thereby increasing the income.
Co-Authors Aan Kunaedi Adiibah, Siti Amelia Nurfauziyah Ananda, Rega Arief Syarifudin Arifka, Mia Astuti, Enih Nindi Ayu, intan Azzahra, Siti Berliani, Fadiyah Romadhona Cabellon-Semense, Daisy Jane Cahyani, Mufida Cantika, Citra Dhea Delviyanti, Elis Deni Firmansyah Didi Rohadi Didin Ahidin Dimas, Gilang Dzohirul Jabar Ewit Lestari Ewit Lestari Fajri, Laika Zulfahnur Falya, Yuniarti Farhat Fadhilah, Muhammad Fariz, Rizal Miftah Fatikhatussa'adah, Intan Fitriah, Aulia Gianto, Vinie Regina Putri Grantika Putri, Adelia Hafidah, Nurul Hamidan, Azmi Hapsari, Dinda Alifia Herliningsih, Herliningsih Hidayat, Salsabila Aulia Ifa Nabila IIN INDAWATI Indah Setyaningsih Indriaty, Sulistioriny Intan Intan Iqbal Bagus Prayogo Ira Dwi Apriliyanti Mugianto Putri Ishadi, Syaiful Latif Jasmine, Aurellia Khofifah Lestari, Trisna Luqman Alhakim Budiarto M. Yani Zamzam Maryam, Diana Dwi Mas'ud, Ibnu Maulidiyani, Roqmah Milhah, Mila Zainatul Mima Elistya Utami mutmainah, iin Nabila, Syakira Putri Nasrul Wathoni Nia Murni Asih Nina Karlina Nina Karlina Nina Karlina Nining Sugihartini Nonok Bunga Enjeli Noviani, Lusy Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Nuraisah, Alvia Nurhidayah, Sri Nuri Ari Efiana Pradita Putri Suratman Pradita Putri Suratman Pratama, Reza Puna Lati Putri Amalia Putri, Maisya Mauliana Insani Alifa Rahmadina, Putri Rahmasari, Yuni Ramdhani, Arief Syarifudin Renny Amelia Renny Amelia Rima Yulia Senja, Rima Yulia Risa Deviani Azzahra Rizal Miftah Fariz Rizki Nurbaeti Rury Dwi Lestari Salma Audhita Santana Sela Jovita Amanda Selawati, Anis Setiadi, Encu Asep Setyaningsih, Indah Shadrina, Ghesani Nur Shely Taurhesia Siti Fauziyah Siti Fauziyah Siti Pandanwangi TW Sri Asih Suci Naluriah Suci Riyanti Suhandi, Cecep Suharyani, Arikhatuzzahro Suharyani, Ine Sulistiani Sulistiorini Indriaty Sulistioriny Indriaty Suryaman, Ine Suharyani Syarifudin, Arief Taurhesia, Shelly Taurhesia, Shely Teguh Prasetyo Teti Indrawati Teti Indrawati Teti Indrawati Tomi Tomi . Tomi, Tomi Trisna Lestari Ussya'adah, Nida Wahyuni, Popi Sri Widia Ningsih, Widia Winda Sari Winda Sari Yadi Supriyadi Yasmin Yasmin Yayan Rizikiyan Zamzam, M. Yani