Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI KONSENTRASI 1,5%,3%, DAN 6% DENGAN GELLING AGENT CARBOPOL 940 Lela Sulastri; M. Yani Zamzam
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) merupakan tanaman obat yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Tanaman kemangi mangandung senyawa flavonoid, tannin, dan minyak atsiri yang bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula dan menguji stabilitas  hand  sanitizer  ekstrak  etanol  daun  kemangi.  Ekstrak  etanol  daun  kemangi diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Formula hand sanitizer ekstrak etanol daun kemangi dibuat dengan variasi konsentrasi 1,5%, 3%, dan 6% dengan gelling agent carbopol 940. Uji stabilitas menggunakan metode cycling test selama 6 siklus dengan parameter pengujian organoleptis, pH, daya sebar, homogenitas, untuk uji viskositas dan sifat alir dilakukan pada siklus ke-0 dan ke-6. Uji sineresis dilakukan pada suhu 10oC selama 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat formula memiliki sediaan yang homogen dan memiliki aroma kuat ocean fresh. Hand sanitizer ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum sanctum L.) memiliki warna kuning muda sampai dengan kuning kehijauan. Pada pengamatan pH menunjukkan keempat formula memiliki pH yang berkisar antara 5,77 sampai 6,99. Untuk daya sebar keempat formula berkisar antara 3,46 cm sampai dengan 6,44 cm. Pada pengujian viskositas terbesar ada pada basis. Untuk hasil pengujian sifat alir keempat formula memiliki sifat alir plastis tiksotropik. Pada pengujian sineresis selama 72 jam, formula 3 memiliki persentase yang terbesar yaitu 9,61%. Berdasarkan hasil pengamatan stabilitas dengan menggunakan cycling test bahwa ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum sanctum L.) konsentrasi 1,5%, 3%, dan 6% dengan gelling agent carbopol 940 dapat  dibuat  sediaan  hand  sanitizer.  Gel  hand  sanitizer  ekstrak  etanol  daun  kemangi (Ocimum sanctum L.) tidak stabil pada parameter viskositas dan stabil pada parameter organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, sifat alir, dan sineresis. Kata kunci: Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.), Hand Sanitizer, Carbopol 940
FORMULASI GEL EKSTRAK ETANOL DAUN JARAK MERAH (Jatropha gossypiifolia L) DENGAN GELLING AGENT CARBOPOL 940 DAN Na CMC Aan Kunaedi; Lela Sulastri
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jatropha gossypiifolia L dikenal dengan nama jarak merah memiliki kandungan flavonoid dan tanin yang berfungsi sebagai antiseptik dan penyembuh luka. Pada penelitian ini daun jarak merah dibuat menjadi sediaan gel. Sediaan gel dipilih dalam formulasi karena mudah mengering, membentuk lapisan film yang mudah dicuci dan memberikan rasa dingin di kulit. Gelling agent yang digunakan pada penelitian ini adalah Carbophol 940 0,75% dan Na CMC3%, konsentrasi ekstrak yang dipakai yaitu 3%. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis gelling agent manakah yang menghasilkan sediaan gel paling stabil.Gel dibuat dua formula dan dua basis dengan konsentrasi carbophol940 0,75% dan Na CMC 3%. Uji stabilitas menggunakan metode cycling test (disimpan disuhu 4 0C dan suhu 40 0C selama 24 jam yang dilakukan sebanyak 6 siklus) dengan pengamatan  organoleptis,  homogenitas,  uji  daya  sebar,  pH,  viskositas,  sifat  alir  dan syneresis. Pengujian organoleptis pada formula 1 stabil tetapi pada formula 2 terjadi perubahan warna dari coklat tua menjadi coklat muda. Pengujian homogenitas membuktikan formula 1 dan formula 2 homogen. Daya sebar pada formula 1 berkisar 3,87cm – 5,15cm dan formula 2 berkisar 3,88cm – 5,53cm. PH formula 1 berkisar 6,21 – 6,54 dan formula 2 berkisar  6,06  – 6,7. Viskositas hari  ke-0  formula 1  bernilai 500.000cps  dan formula 2 bernilai 910.000cps. Dan pada hari ke- 12 formula 1 bernilai 360.000cps dan formula 2 bernilai 480.000cps. Sifat alir hari ke-0 untuk formula 1 dan formula 2 yaitu plastis positif dan tiksotropik. Sedangkan pada hari ke-12 formula 2 yaitu plastis positif dan tiksotropik sedangkan untuk formula 1 yaitu plastis negatif dan antitiksotropik. Ekstrak etanol daun jarak merah dapat diformulasika menjadi gel dengan gelling agent carbopol 940 dan Na CMC, tetapi tidak stabil pada penyimpanan dengan metode cycling test. Kata kunci : Gel, Jatropha gossypiifolia L, Carbophol 940, Na CMC, Cycling test
FORMULASI GEL EKSTRAK ETANOL BUAH CABAI GENDOT (capsicum annum var.Abbreviata) KONSENTRASI 3% DAN 6%: FORMULATION GEL EXTRACT ETHANOL CHILIES GENDOT (Capsicum annum var.Abbreviata) CONCENTRATION 3% AND 6 % Didin Ahidin; Lela Sulastri; Siti Fauziyah
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai gendot (Capsicum annum var. Abbreviata) adalah salah satu varietas dari cabai besar(Capsicum annum). Penelitian yang dilakukan oleh Al–Fartosy dan Zearah (2012) bahwapada konsentrasi 60 mg/ml ekstrak etanol biji cabai merah (Capsicum annum L.) dapatmenghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus dengan daya hambat 40mm. Gelmempunyai potensi lebih baik sebagai sarana untuk mengelola obat topikal dibandingkandengan salep, karena gel tidak lengket, memerlukan energi yang tidak besar. Metodepenelitian yang digunakan deskriptif, menggambarkan stabilitas gel ekstrak etanol buah cabegendot konsentrasi 3% dan 6% menggunakan gelling agent Carbophol 940 dengan metodecycling test selama 12 siklus, parameter yang digunakan organoleptis, homogenitas, pH,daya sebar, viskositas, sifat alir dan syneresis. Hasil penelitian sediaan gel ekstrak etanolbuah cabai gendot dari siklus ke-0 hingga ke-6 dengan parameter uji organoleptis sediaantidak menunjukan perubahan bau, warna dan konsistensi. Uji homogenitas menunjukansediaan homogen. Uji pH berkisar antara 5,14-6,79. Daya sebar berkisar 3,388-5,520 cm.viskositas pada basis 836.666 dan 676.666 cps, formula I 433.333 dan 410.000 cps, formulaII 181.333 dan 186.000 cps. Sifat alir pada basis menunjukan sifat alir tiksotropi danantitiksotropi, formula I tiksotropi dan formula II antitiksotropi. Uji syneresis pada basis8,56%, fomula I 0,279% dan formula II 2,851%. Esktrak etanol buah cabai gendotkonsentrasi 3% dan 6% dapat diformulasikan menjadi sediaan gel dan stabilitas berdasarkanparameter organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, syneresis dan sifat alir serta tidakstabil berdasarkan parameter viskositas.Kata kunci : cabai gendot, gel, cycling test.
IDENTIFIKASI METAMPIRON DALAM SEDIAAN JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI MAJALENGKA DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT): IDENTIFICATION OF METHAMPYRONE IN THE SUPPLY OF RHEUMATIC HERB MEDICINES IN MAJALENGKA USING THIN LAYER CHROMATOGRAPHY Lela Sulastri; Sulistioriny Indriaty; Arief Syarifudin
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat tradisional adalah ramuan atau bahan-bahan yang berupa bahan tanaman, bahanhewan, bahan mineral, sediaan (galenic), atau campuran dari bahan-bahan tersebut yangsecara tradisional telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengannorma yang berlaku di masyarakat . Obat-obatan kimia yang ditambahkan oleh produsenjamu dengan maksud untuk meningkatkan khasiat jamu agar jamu memberikan efek yanglebih instan, sehingga jamu menjadi berbahaya. BPOM banyak menemukan jamu yangmengandung bahan kimia obat-obatan seperti cyproheptadine hidroklorida, indometasin,sibutramine klorida, bisacodyl, sildenafil sitrat, allopurinol, fenilbutazon, metampiron,piroxicam, paracetamol, atau deksametason. Bahan kimia obat itu diatur dalam BPOM 2017.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada bahan kimia obat metampiron dalamjamu pegal linu yang beredar di Majalengka. Identifikasi menggunakan kromatografi lapistipis. Penelitian ini untuk mendeskripsikan ada atau tidaknya bahan kimia obat metampirondalam jamu pegal linu yang dijual di Majalengka. Metode yang digunakan dalam penelitianini menggunakan metode kromatografi lapis tipis dengan fase gerak etil asetat: metanol:amonia (85: 10: 5) dan fase diam silika gel GF 254. Hasil berdasarkan penelitian yang telahdilakukan dengan lima sampel jamu pegal linu, tiga sampel positif mengandung metampironyaitu sampel I dengan Rf A = 0,53, Rf B = 0,51, Rf C = 0,54; sampel II dengan Rf A = 0,54,Rf B = 0,53, Rf C = 0,51; sampel III dengan Rf A = 0,54, Rf B = 0,51, Rf C = 0,50, Rfketiga sampel dengan selisih dari larutan B tidak lebih dari 10%, sedangkan dua sampelnegatif mengandung metampiron yaitu sampel IV tidak ada bercak dari larutan A, Rf B =0,43, Rf C = 0,41, dan sampel V tidak ada bercak dari larutan A, Rf B = 0,36, Rf C = 0,34.Dua sampel negatif karena tidak ada bercak dari larutan A. Berdasarkan penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa tiga sampel jamu pegal linu positif mengandung metampironKata kunci : Metampiron, jamu pegal linu, kromatografi lapis tipis
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS PENYEMBUH LUKA BAKAR GEL EKSTRAK ETANOL HERBA PEGAGAN (Centella asiatica L. Urban) 3% DAN 5%: FORMULATION AND BURN HEALING ACTIVITY TEST GEL OF EXTRACT PEGAGAN (Centella asiatica L. Urban) 3% AND 5% Yayan Rizikiyan; Lela Sulastri; Sulistiorini Indriaty; Ewit Lestari; Winda Sari
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar adalah kerusakan jaringan karena kontak dengan agen termal, kimiawi, atau listrik. Pasien dengan luka bakar tubuh yang besar tidak dapat mengimbangi berbagai komplikasi yang memerlukan perawatan khusus. Pegagan (Centella asiatica L. Urban) memiliki efek farmakologi yaitu efek perawatan pada luka bakar. Pegagan mengandung asiaticoside adalah saponin yang merangsang pembentukan kolagen, suatu struktur protein yang berperan dalam proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel ekstak etanol pegagan konsentrasi 3% dan 5%, menguji stabilitasnya denga metode cycling test, serta menguji aktivitasnya terhadap penyembuhan luka bakar pada mencit. Penelitian ini menggunakan hewan uji berupa mencit sebanyak 25 mencit (Mus musculus) dibagi menjadi 5 kelompok kontrol positif, kontrol negatif, kontrol normal, kelompok gel ekstrak etanol herba pegagan konsentrasi 3% dan kelompok ekstrak etanol pegagan konsentrasi 5%. Parameter yang diamati adalah penurunan diameter luka bakar. Hasil pengujian menunjukan bahwa gel ekstrak etanol herba pegagan konsentrasi 3% dan 5% stabil pada parameter organoleptis, homogenitas, pH, dan sifat alir. Sedangkan daya sebar dan viskositas tidak stabil. Rata-rata diameter luka bakar pada mencit hari ke 15 kelompok gel ekstrak etanol herba pegagan konsentrasi 3% dan konsentrasi 5% adalah 0.40 mm dan 0.33 mm menunjukan adanya penurunan diameter luka bakar,dan mencapai persentase kesembuhan sebesar 95.67% dan 96.42%. hasil uji statistika menunjukan tidak ada perbedaan efek yang signifikan dengan kontrol positif. Kata kunci: pegagan, Centella asiatica L. Urban, gel, cycling test, luka bakar, mus musculus
FORMULASI DAN UJI STABILITAS LOTION EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MATOA (Pometia pinnata J.R & G. Forst) KONSENTRASI 1,5% DAN 2%: FORMULATION AND STABILITY OF LOTION ETHANOL EXTRACT OF MATOA FRUIT PEEL (Pometia pinnata J.R & G. Forst) CONCENTRATION 1,5% AND 2% Suci Riyanti; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan; Iqbal Bagus Prayogo
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v3i1.395

Abstract

Matoa merupakan jenis tanaman famili Sapindaceae yang tersebar di wilayah Asia Tenggara dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi lotion dari ekstrak etanol kulit buah matoa dan untuk mengetahui stabilitas dari lotion tersebut. Jenis penelitian ini adalah metode deskriptif  yaitu  mendeskripsikan stabilitas lotion ekstrak etanol kulit buah matoa dalam dua formula. Formula 1 konsentrasi 1,5% dan formula 2 konsentrasi 2% dengan metode cycling test selama 6 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji organoleptis warna sediaan coklat, berbau khas kulit buah matoa, berbentuk semi padat, homogen, tipe emulsi M/A. pH lotion berkisar 7,57- 8,29. Daya sebar lotion berkisar 6,17-7,03. Viskositas formula 1 memiliki nilai 72.000 cps pada siklus ke 0 dan pada siklus ke 6 memiliki nilai 62.666 cps formula 2 memiliki nilai 66.666 cps pada siklus ke 0 dan pada siklus ke 6 memiliki nilai 64.666 cps dan untuk basis memiliki nilai 72.000 cps pada siklus ke 0 dan pada siklus ke 6 memiliki nilai 80.000 cps. Hasil uji sifat alir baik  basis, formula 1 dan formula 2 menunjukkan sifat alir tiksotropik. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa lotion ekstrak etanol kulit buah matoa konsentrasi 1,5% dan 2% stabil berdasarkan parameter uji organoleptis, homogenitas, daya sebar dan  sifat alir. Sedangkan untuk pH dan viskositas tidak stabil karena tidak memenuhi persyaratan lotion.
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) DENGAN KONSENTRASI EKSTRAK 5% DAN 10%: FORMULATION OF THE PREPARATION OF PEEL OFF GEL MASK ETHANOL EXTRACT OF MORINGA LEAF (MORINGA OLEIFERA L.) WITH 5% AND 10% EXTRACT CONCENTRATION Sulistiorini Indriaty; Lela Sulastri; Putri Amalia; Salma Audhita Santana
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v3i2.398

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif berupa flavonoid sebagai antibakteri. Maka dari itu dibuat sediaan farmasi  berupa masker gel peel off dari ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dengan variasi konsentrasi ekstrak 5% dan 10%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dapat dibuat sediaan masker gel peel off yang stabil dengan konsentrasi ekstrak 5% dan 10%. Metode yang digunakan untuk pembuatan masker gel peel off yaitu pertama simplisia daun kelor (Moringa oleifera L.) dikeringkan dengan sinar matahari langsung yang ditutupi kain berwarna hitam, kemudian dilakukan proses maserasi dengan pelarut etanol 96% serta selanjutnya dibuat sediaan masker gel peel off dan diuji dengan cycling test. Hasil pengujian stabilitas sediaan masker gel peel off ekstrak daun kelor uji organoleptis stabil. Hasil pengujian homogenitas pada sediaan masker peel off ekstrak daun kelor homogen karena warna terdispersi merata. Hasil pengujian daya sebar untuk basis berkisar antara 5,26 – 5,37 cm, formula 1 berkisar antara 5,48 – 5,69 cm, dan formula 2 berkisar antara 5,34 – 5,95 cm. Hasil pengujian pH pada basis berkisar antara 6,81 – 6,99, pada formula 1 berkisar antara 6,30 – 6,94, dan pada formula 2 berkisar antara 6,11 – 6,97. Hasil pengujian sediaan waktu mengering, waktu basis mengering lebih lama dikarenakan lebih banyak kandungan air dibandingkan formula 1 dan formula 2. Berdasarkan hasil pengamatan stabilitas dengan menggunakan metode cycling test bahwa ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dengan konsentrasi ekstrak 5% dan 10% dapat diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel off ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.). Sediaan masker gel peel off stabil dengan parameter uji, yaitu uji organolepis, homogenitas, pH, daya sebar, dan sediaan waktu mengering.
POLA PENGGUNAAN OBAT PASIEN DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT PERMATA KOTA CIREBON Sela Jovita Amanda; Nur Rahmi Hidayati; Indah Setyaningsih; Lela Sulastri; Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i2.1067

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Obat merupakan bagian integral logistik dalam pelayanan kesehatan masyarakat sehingga sangat dibutuhkan ketersediaanya, salah satu proses pengelolaan obat yang efektif adalah dengan menjamin ketersediaan obat baik dalam hal jenis yang tepat dan jumlah yang tepat sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat menghindari adanya kekurangan dan kelebihan obat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik pasien diabetes mellitus (usia, jenis kelamin), pola pengobatan obat (nama obat, golongan farmakologi obat diabetes mellitus, bentuk sediaan, dan golongan obat berdasarkan penamaan) di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Permata Kota Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan metode pengambilan sampel secara retrospektif. Hasil penelitian dari 283 sampel yang di ambil secara random sampling menunjukkan karakteristik pasien di dominasi berjenis kelamin perempuan sebanyak 176 pasien (61,84%), usia paling banyak mengidap penyakit DM umur 56-65 tahun (48,06%), penggunaan obat yang paling banyak digunakan adalah obat metformin 500 mg sebanyak 53 resep (18,73%), penggolongan farmakologi obat diabetes mellitus yang paling banyak digunakan sulfonilurea sebanyak 154 item golongan (36,75%), bentuk sediaan yang banyak digunakan yaitu tablet sebanyak 351 item tablet (83,77%), golongan obat berdasarkan penamaan yang banyak digunakan yaitu generik sebanyak 351 item obat (83,77%).
ANALISIS INTERAKSI OBAT PADA PASIEN COVID-19 DENGAN PENYAKIT STROKE DI INSTALASI RAWAT INAP RSD GUNUNG JATI CIREBON Rizki Nurbaeti; Nur Rahmi Hidayati; Trisna Lestari; Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1681

Abstract

Interaksi obat covid-19 dengan penyakit stroke harus mendapatkan perhatian khusus karena pasien membutuhkan berbagai macam obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, potensi interaksi obat, tingkat keparahan interaksi obat, gambaran jenis obat dan jumlah obat yang berinteraksi, serta hubungan antara karakteristik pasien dengan interaksi obat pada pasien. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah rekam medik pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke yang memenuhi kriteria inklusi. Terdapat 71 pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke, sebanyak 43 pasien berpotensi interaksi obat, karakteristik pasien paling banyak dialami oleh perempuan (63,38%), berdasarkan usia 45-59 tahun (33,80%), dan tingkat keparahan tahapan Monitor ketat (61,73%). Obat yang paling banyak interaksi yaitu aspirin + vitamin C (5,56%). Hubungan jumlah obat yang digunakan dan yaitu pasien dengan jumlah obat >5 obat lebih banyak terjadi interaksi sebesar (52,11%). Pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke beresiko tinggi mengalami interaksi obat karena adanya penyakit penyerta pada pasien sehingga terapi obat lebih banyak. Kata kunci: interaksi obat, covid-19, stroke, rekam medik
ANALISIS INTERAKSI OBAT PADA PASIEN COVID-19 DENGAN PENYAKIT STROKE DI INSTALASI RAWAT INAP RSD GUNUNG JATI CIREBON Rizki Nurbaeti; Nur Rahmi Hidayati; Trisna Lestari; Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1681

Abstract

Interaksi obat covid-19 dengan penyakit stroke harus mendapatkan perhatian khusus karena pasien membutuhkan berbagai macam obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, potensi interaksi obat, tingkat keparahan interaksi obat, gambaran jenis obat dan jumlah obat yang berinteraksi, serta hubungan antara karakteristik pasien dengan interaksi obat pada pasien. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah rekam medik pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke yang memenuhi kriteria inklusi. Terdapat 71 pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke, sebanyak 43 pasien berpotensi interaksi obat, karakteristik pasien paling banyak dialami oleh perempuan (63,38%), berdasarkan usia 45-59 tahun (33,80%), dan tingkat keparahan tahapan Monitor ketat (61,73%). Obat yang paling banyak interaksi yaitu aspirin + vitamin C (5,56%). Hubungan jumlah obat yang digunakan dan yaitu pasien dengan jumlah obat >5 obat lebih banyak terjadi interaksi sebesar (52,11%). Pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke beresiko tinggi mengalami interaksi obat karena adanya penyakit penyerta pada pasien sehingga terapi obat lebih banyak. Kata kunci: interaksi obat, covid-19, stroke, rekam medik
Co-Authors Aan Kunaedi Adiibah, Siti Amelia Nurfauziyah Ananda, Rega Arief Syarifudin Arifka, Mia Astuti, Enih Nindi Ayu, intan Azzahra, Siti Berliani, Fadiyah Romadhona Cabellon-Semense, Daisy Jane Cahyani, Mufida Cantika, Citra Dhea Delviyanti, Elis Deni Firmansyah Didi Rohadi Didin Ahidin Dimas, Gilang Dzohirul Jabar Ewit Lestari Ewit Lestari Fajri, Laika Zulfahnur Falya, Yuniarti Farhat Fadhilah, Muhammad Fariz, Rizal Miftah Fatikhatussa'adah, Intan Fitriah, Aulia Gianto, Vinie Regina Putri Grantika Putri, Adelia Hafidah, Nurul Hamidan, Azmi Hapsari, Dinda Alifia Herliningsih, Herliningsih Hidayat, Salsabila Aulia Ifa Nabila IIN INDAWATI Indah Setyaningsih Indriaty, Sulistioriny Intan Intan Iqbal Bagus Prayogo Ira Dwi Apriliyanti Mugianto Putri Ishadi, Syaiful Latif Jasmine, Aurellia Khofifah Lestari, Trisna Luqman Alhakim Budiarto M. Yani Zamzam Maryam, Diana Dwi Mas'ud, Ibnu Maulidiyani, Roqmah Milhah, Mila Zainatul Mima Elistya Utami mutmainah, iin Nabila, Syakira Putri Nasrul Wathoni Nia Murni Asih Nina Karlina Nina Karlina Nina Karlina Nining Sugihartini Nonok Bunga Enjeli Noviani, Lusy Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Nuraisah, Alvia Nurhidayah, Sri Nuri Ari Efiana Pradita Putri Suratman Pradita Putri Suratman Pratama, Reza Puna Lati Putri Amalia Putri, Maisya Mauliana Insani Alifa Rahmadina, Putri Rahmasari, Yuni Ramdhani, Arief Syarifudin Renny Amelia Renny Amelia Rima Yulia Senja, Rima Yulia Risa Deviani Azzahra Rizal Miftah Fariz Rizki Nurbaeti Rury Dwi Lestari Salma Audhita Santana Sela Jovita Amanda Selawati, Anis Setiadi, Encu Asep Setyaningsih, Indah Shadrina, Ghesani Nur Shely Taurhesia Siti Fauziyah Siti Fauziyah Siti Pandanwangi TW Sri Asih Suci Naluriah Suci Riyanti Suhandi, Cecep Suharyani, Arikhatuzzahro Suharyani, Ine Sulistiani Sulistiorini Indriaty Sulistioriny Indriaty Suryaman, Ine Suharyani Syarifudin, Arief Taurhesia, Shelly Taurhesia, Shely Teguh Prasetyo Teti Indrawati Teti Indrawati Teti Indrawati Tomi Tomi . Tomi, Tomi Trisna Lestari Ussya'adah, Nida Wahyuni, Popi Sri Widia Ningsih, Widia Winda Sari Winda Sari Yadi Supriyadi Yasmin Yasmin Yayan Rizikiyan Zamzam, M. Yani