p-Index From 2021 - 2026
6.191
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) TEKNIK Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN) Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO JETT (Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan) JOIV : International Journal on Informatics Visualization Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) KOMPUTIKA - Jurnal Sistem Komputer TEKTRIKA - Jurnal Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik, dan Elektronika Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Journal of Robotics and Control (JRC) Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Jurnal Syntax Transformation MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi ReTII eProceedings of Engineering Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT) Jurnal Rekayasa elektrika Jurnal INFOTEL Telkatika: Jurnal Telekomunikasi Elektro Komputasi & Informatika Jurnal Isu Teknologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Kinerja Dsdv, Aodv, Dan Zrp Pada Vanet Dengan Skema Pengimbangan Beban Trafik Kendaraan Abdulqadir Muhtadi; Doan Perdana; Rendy Munadi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja suatu jaringan akan sangat dipengaruhi oleh bentuk topologi dari jaringan tersebut. Bagi VANET, topologi jaringan adalah model mobilitas kendaraan yang menyusun jaringan VANET. Saat ini sudah banyak terdapat aplikasi navigasi baik itu yang dipasang pada gadget seperti Google Maps, Waze, dan Sygic, maupun aplikasi navigasi yang tertanam pada kendaraan. Semakin banyak orang yang telah menggunakan layanan navigasi untuk menentukan rute tercepat untuk mencapai lokasi tujuan. Penentuan rute dengan waktu tempuh terendah ini secara prinsip menggunakan skema penyeimbangan beban. Dengan begitu dapat diasumsikan pada masa yang akan datang model mobilitas kendaraan akan sesuai dengan model mobilitas yang telah menggunakan skema pengimbangan beban. Disini akan dibahas mengenai pengaruh model mobilitas yang telah menggunakan skema pengimbangan beban terhadap kinerja jaringan VANET. Terdapat tiga routing protocol yang digunakan dalam penelitian ini yaitu AODV, DSDV, dan ZRP. Selain itu juga akan diuraikan perbandingan kinerja routing dari masing-masing routing protocol yang digunakan pada model mobilitas yang digunakan. Dari hasil pengujian dan analisis dapat disimpulkan bahwa kinerja jarigan pada model mobilitas yang telah menggunakan skema pengimbangan beban cenderung menurun relatif terhadap jaringan dengan model mobilitas tanpa skema pengimbangan beban. Routing protocol teruji yang paling sesuai untuk model mobilitas yang telah dirancang adalah DSDV. Kata kunci: VANET, model mobilitas, pengimbangan beban trafik kendaraan, NS2, VanetMobiSim
Implementasi Dan Analisa Performansi Layanan Voip Dan Video Call Pada Jaringan Transisi Ipv4/ipv6 Dengan Metode Dual Stack Dan Configured Tunneling Reza Fahlevi Zulkarnaen; Rendy Munadi; Tengku Ahmad Riza
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Saat ini, ketersediaan alamat IPv4 sudah hampir habis, sehingga dieprkirakan tidak dapat mengakomodasi seluruh host yang berada di internet, sehingga dikembangkan protokol IPv6 sebagai pengganti IPv4 yang mampu memberikan jumlah alamat lebih banyak dibandingkkan IPv4. Agar tidak menginterferensi jaringan existing, migrasi IPv4 ke IPv6 perlu dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kompabilitas perangkat existing. Mekanisme dual stack dan configured tunneling merupakan metode transisi yang memiliki kompabilitas terhadap perangkat existing [5] [14] . Tugas akhir ini mengimplementasikan mekanisme dual stack dan configured tunneling , dan dilewatkan layanan VoIP dan video call. Dari pengukuran QoS yang diperoleh, terlihat bahwa layanan VoIP dan video call yang dilewatkan pada jaringan dual stack cenderung memiliki nilai throughput lebih rendah dibandingkan dengan mekanisme dual stack. Hasil one way delay dan jitter juga demikian, nilai yang diperoleh oleh mekanisme tunneling cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan mekanisme dual stack. Keseluruhan skenario yang dilakukan masih memenuhi standar yang telah ditentukan oleh ETSI. Pada pengukuran MOS, semua skenario yang dilakukan masih memenuhi standar yang ditentukan berdasarkan ITU-T P.800 dengan memenuhi kategori “Satisfied”. Pada pengukuran CPU usage dan memory usage, nilai yang didapatkan oleh mekanisme tunneling baik tunneling 6in4 maupun tunneling 4in6 cenderung lebih tinggi dibanding dual stack. Kata Kunci : IPv6, Dual Stack, 6in4, 4in6, VoIP, Video Call Abstract Currently, the availability of IPv4 addresses is running low, so it is unlikely to accommodate all hosts on the internet, so IPv6 protocols are developed instead of IPv4 that can provide more IPv4 addresses. In order not to interfere with the existing network, IPv4 to IPv6 migration needs to be done gradually, consider with compatibility of existing devices. The mechanism of dual stack and configured tunneling is a transition method that has compatibility with existing devices [5] [14] . This final task implements a dual stack and configured tunneling mechanism, and VoIP and video call service. From QoS measurements, it appears that VoIP and video call services that are passed on dual stack networks tend to have lower throughput values than dual stack mechanisms. The result of one way delay and jitter also, the value obtained by the tunneling mechanism tends to be higher when compared with the dual stack mechanism. The entire scenario still meets the standards set by ETSI. For MOS measurement, all scenarios performed still meet the standards determined under ITU-T P.800 with "Satisfied" category. In the measurement of CPU usage and memory usage, the values obtained by tunneling mechanisms both tunneling 6in4 and 4in6 tunneling tend to be higher than dual stack. Keywords : IPv6, Dual Stack, 6in4, 4in6, VoIP, Video Call
Implementasi Dan Analisis Performansi Qos Pada Video Conference Menggunakan Server Openimscore Dengan Backbone Mpls - Te Riany Erdiyanti; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi mengalami kemajuan dengan mengarahkan semua teknologi agar berbasis IP (Internet Protocol). Teknologi ini akan membuat pengguna bisa berhubungan jarak jauh dengan kualitas yang sesuai standard dan harga yang relatif murah. Komunikasi berbasis IP sangat dipengaruhi oleh delay, packet loss, dan parameter lainnya. Di sisi lain komunikasi suara dan video harus realtime dan reliable. Disini akan diuji kelayakan dari layanan suara dan video yang dilewatkan pada jaringan berbasis IP. Multi-Protocol label Switching (MPLS) adalah suatu metode forwarding data melalui suatu jaringan dengan menggunakan informasi label yang dilekatkan pada paket IP. Dengan jenis routing yang diterapkan pada jaringan MPLS, diharapkan mampu untuk memberikan peningkatan nilai QoS pada jaringan tersebut. Multi-Protocol Label Switching-Traffic Engineering (MPLS-TE) merupakan sebuah teknologi MPLS yang menawarkan kemampuan Traffic Engineering di dalamnya. Hal tersebut sangat efisien untuk memanfaatkan utilitas jaringan secara optimal. Hal ini dilakukan dengan cara memanfaatkan jalur yang utilitasnya rendah sebagai jalur pengiriman paket sehingga bisa meminimalisir terjadinya antrian pada router. Dalam tugas akhir ini dilakukan implementasi MPLS-TE menggunakan router Mikrotik RB750 dengan layanan video conference. Pengujian yang dilakukan meliputi pengukuran parameter QoS antara lain delay, packet loss, jitter, throughput di sisi client. Dari pengujian dan analisis diperoleh hasil bahwa penggunaan MPLS-TE dapat menghasilkan QoS yang lebih baik. Dilihat dari perbaikan delay dengan menggunakan jaringan MPLS-TE untuk layanan video conference sebesar rata – rata 2,86 ms. Untuk throughput penggunaan MPLS-TE memiliki throughput lebih besar sebanyak 0,616 Mbps. Packet loss mengalami perbaikan sebesar 84 % dan jitter lebih rendah 4,76 %.
Implementasi Dan Analisis Performansi Glbp ( Gateway Load Balancing Protocol ) Pada Jaringan Vlan Untuk Layanan VOIP Rizal Erwin Irwansyah; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kontribusi teknologi untuk meningkatkan kinerja jaringan adalah dengan kemampuan untuk membagi sebuah broadcast domain yang besar menjadi beberapa broadcast domain yang lebih kecil dengan menggunakan VLAN (Virtual Local Area Network). Teknologi VLAN bekerja dengan cara melakukan pembagian network secara logika ke dalam beberapa subnet. Untuk menghubungkan VLAN yang berbeda jaringan menggunakan interVLAN, interVLAN routing adalah proses untuk meneruskan trafik jaringan VLAN satu ke jaringan VLAN yang lainnya menggunakan router. Layanan komunikasi suara saat ini mulai bergerak ke jaringan berbasis paket. Layanan komunikasi yang sedang popular adalah VoIP. VoIP menawarkan sebuah servis yang cukup handal bagi penggunanya untuk saling berhubungan dengan pengguna yang lain secara real-time dan memiliki tingkat kestabilan yang terjaga. Agar mewujudkan jaringan VLAN yang high availabity maka dalam tugas akhir ini diimplementasikan GLBP (Gateway Load Balancing Protocol) yang berfungsi sebagai load balancing dan backup router. Jadi, dengan GLBP router masih bisa melakukan load balancing membagi trafik walaupun router menjadi router forwarding/active ataupun router standby/backup. Dari hasil pengukuran tanpa menggunakan background traffic dan menggunakan background traffic sebesar 20 Mb/s, delay yang didapat dari hasil pengukuran telah memenuhi standar ITU-T G.1010 untuk semua skenario. Jitter yang didapat adalah dibawah 1 ms untuk semua skenario. Hasil throughput yang didapat dapat tetap terjaga karena adanya protokol GLBP sebagai gateway-redundancy. Protokol GLBP mengakibatkan ketika router mati atau terjadi link-failure akan terjadi perpindahan active-gateway, sehingga layanan tetap tersedia. Nilai downtime ketika interface fastethernet 0/0 router 1 down sebesar 9.302 s dan sebesar 12.5 s ketika interface fastethernet 0/0 router 2 down. Kata kunci :Gateway Load Balancing Protocol ( GLBP ), VLAN, VoIP,QoS , Downtime
Implementasi Dan Analisis Performansi Jaringan Multicast Vpls (Virtual Private Lan Service) Untuk Layanan Video Streaming Devi Fitriani; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Video streaming merupakan suatu layanan yang memungkinkan sebuah server untuk mengirimkan video ke beberapa user yang berada pada suatu jaringan. Sebagai contoh layanan video streaming dapat dimanfaatkan untuk long distance learning. Untuk menyediakan layanan long distance learning dibutuhkan suatu jaringan yang dapat menjaga privasi client dan menyediakan jaminan QoS. Hal ini dapat diatasi dengan teknologi tunneling pada jaringan Virtual Private Network (VPN). Tetapi tunneling ini memiliki kelemahan karena kompleksitas jaringan dan mahalnya perangkat yang digunakan. Sehingga lahirlah teknologi Virtual Private LAN Service (VPLS) yang dapat mengatasi masalah tersebut. Dengan penambahan teknologi multicast pada VPLS diharapkan dapat meningkatkan QoS layanan yang bersifat point-to-multipointseperti video streaming. Pada tugas akhir ini dilakukan pengujian jaringan Multicast VPLS untuk layanan video streaming. Skenario pengujian yang dilakukan antara lain untuk melihat perbandingan performansi dari jaringan OSPF dan VPLS, dan pengaruh implementasi multicast pada VPLS, pengaruh variasi bandwidth, variasi bitrate, dan variasi jumlah client yang mengakses layanan video streaming. Dari hasil pengujian dan analisis implementasi sistem Multicast VPLS didapatkan hasil yaitu jaringan VPLS memiliki QoS yang lebih baik daripada jaringan OSPF karena dapat mengurangi delay sampai 20.03%, meningkatkan throughput sampai 23.13%, dan mengurangi packet loss sampai 79.91%. Penambahan teknologi multicast terbukti dapat meningkatkan performansi jaringan VPLS yaitu dapat mengurangi delay sampai 25.66%, meningkatkan throughput 34.27%, tetapi packet loss yang dihasilkan oleh multicast lebih besar yaitu memiliki selisih sampai 3.54% dibandingkan unicast. Kemudian bandwidth, bitrate, dan juga jumlah client yang mengkases layanan video streaming terbukti mempengaruhi performansi dari jaringan multicast VPLS untuk layanan video streaming.
Analysis Of Influence As Path Prepending To The Instability Of Bgp Routing Protocol Hirwandi Agusnam; Rendy Munadi; Istikmal Istikmal
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Border Gateway Protocol (BGP) is a routing protocol used on the Internet to create end-to-end routes across Autonomous Systems (AS) often facing instability issues related to policy patterns implemented in an ISP. BGP routing instability that occurs due to misconfiguration. By performing several AS modifications by multiple ISPs that operate multiple AS for business purposes, ISPs can control the proposed routing and are added in BGP. Customer and ISP relationships occur multi-homed. If the implementation of inbound traffic engineering in the form of AS path prepending with policy pattern applied together between customer and ISP, it will affect BGP instability. By using the route dampening method approach in addition to discussions and further coordination of information exchange and route negotiations between upstream routers - downstream routers, it is expected that policy differences do not cause conflicts that result in BGP instability. In this research, the influence of AS path prepending on BGP routing instability is analysed by looking at increasing CPU load. Total consumption of inter AS resources that occur on the internet is greater and needs to be monitored the bandwidth conditions that occur. Increased bandwidth consumption causes report changes on BGP speakers. In addition, trial-and-error using greedy algorithm can predict changes in traffic distribution. The greedy algorithm approach in a systematic and efficient will be obtained to see load balanced conditions that occur. Load balance levels will affect the loading of traffic that plays a role in network stability.
Implementasi Dan Analisis Performansi Mobicents Sebagai Server Aplikasi Pada Arsitektur Ip Multimedia Subsistem Untuk Layanan Video Conference Boby Priaksa; Rendy Munadi; Iman Santoso
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu layanan telekomunikasi yang berkembang dan menjanjikan adalah komunikasi suara dan video. Kebutuhan pengguna (user) untuk komunikasi suara dan video yang tinggi merupakan sumbangan terbesar bagi perusahaan penyedia layanan telekomunikasi di Indonesia. Kedepannya, komunikasi mengalami kemajuan dengan mengarahkan semua teknologi agar berbasis IP (Internet Protocol). Teknologi ini akan membuat pengguna bisa berhubungan jarak jauh dengan kualitas yang sesuai standard dan harga yang relatif murah. Untuk itu komunikasi suara dan video perlu dikembangkan pada jaringan berbasis IP. Komunikasi berbasis IP sangat dipengaruhi oleh delay, packet loss, dan parameter lainnya. Di sisi lain komunikasi suara dan video harus realtime dan reliable. Hal ini merupakan tantangan bagi pengembang layanan. Disini akan diuji kelayakan dari layanan suara dan video yang dilewatkan pada jaringan berbasis IP. Tugas Akhir ini mengimplementasikan layanan video conference pada server OpenIMSCore dengan Mobicents sebagai server aplikasinya. Dari implementasi ini selanjutnya dianalisis dari aspek Quality of service-nya dengan parameter delay, jitter, throughput dan MOS. Analisis dilakukan berdasarkan hasil uji coba pengiriman suara dan video dari server menuju client dengan beberapa klien dan background traffic. Pada tugas akhir ini juga diuji tentang performansi server dengan media wired dan wireless. Dari pengujian dan analisis diperoleh nilai maksimal one way delay sebesar 19.99367 ms, jitter 0.391403 ms, dan throughput 0.305433 Mbps untuk pengukuran dengan 3 klien. Kemudian untuk background traffic maksimal sebesar 80 Mbps nilai delay 20.00081 ms, jitter 0.185085 ms, dan throughput 0.2635 Mbps. Hasil yang diperoleh masih dibawah batas maksimum yang distandarkan ITU-T dan Cisco, maka disimpulkan sistem ini dapat berfungsi dengan baik. Serta menggunakan media wired akan memberikan hasil performansi lebih baik daripada menggunakan media wireless. Kata Kunci: Video Conference, SIP, OpenIMSCore Server, Mobicents, Qos
Analisis Protokol Secure Socket Layer Dengan Serangan Ip Spoofing, Heartbleed Bug, Ddos, Man-in-the-middle Attack: Video Hijacking, Serta Kombinasi Serangan Jafar Alim Habibi; Rendy Munadi; Leanna Vidya Yovita
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi one-way berupa video saat ini semakin mudah digunakan. Salah satu layanan yang mempermudah akses komunikasi tersebut adalah Internet Protocol Tele Vision (IPTV). Dengan kemudahan layanan berbasis packet switch yang sudah masuk di seluruh wilayah di dunia semakin mempermudah akses dari layanan IPTV. Regulasi dari IPTV, yang membutuhkan performansi tinggi, membuat layanan ini diminati oleh masyarakat luas. Namun, mudahnya akses dari layanan tersebut membuat tingkat keamanan yang digunakan perlu dianalisis lebih lanjut. Sebagai pengujian keamanan dari layanan IPTV, penelitian ini menggunakan 5 serangan secara bertahap, yaitu Distributed Denial-of-Service (DDoS), IP Spoofing, Man-in- the-Middle Attack: Video Hijacking, Heartbleed Bug, serta satu kombinasi dari IP Spoofing-Distributed Denial- of-Service (DDoS)Man-in-the-Middle Attack: Video Hijacking, dengan hacker atau pentest bukan berasal dari penguji sendiri. Dalam tugas akhir ini, analisis penelitian diambil dari 3 skenario: menggunakan program VLC, menggunakan web page-interface, serta menggunakan web-page-interface setelah diserang oleh pentest atau hacker, dengan routing protocol berupa Open-Shortest Path First (OSPF) dan menggunakan Protocol Independent Multicast (PIM) sebagai pengelompokan alamat IP video. Kata kunci: IPTV, Secure Socket Layer, Performansi Serangan
Pengaruh Waktu Sensing Terhadap Kinerja Throughput Dalam Sistem Cognitive Radio Network Yang Berbasis Matriks Kovariansi Yohanes Dickson; Rendy Munadi; Hafidudin Hafidudin
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cognitive  Radio  adalah  sebuah  teknologi  baru  yang  memungkinkan  secondary  user  (unlisence)  bisa menggunakan spektrum primer user (license) setiap kali tersedia. Spectrum sensing ini sendiri dipengaruhi oleh waktu pendeteksian spektrum frekuensi primer, untuk menghindari adanya kesalahan deteksi. Semakin lama sensing time maka semakin akurat pula pendeteksian spektrum frekuensinya. Dengan demikian, kemungkinan terjadinya interferensi dari secondary user akan semakin kecil. Pada jurnal dirancang sistem cognitive radio untuk mendeteksi sinyal PU yang berupa sinyal termodulasi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dengan dua jenis noise yang berbeda. Proses dimulai dengan membangkitkan sinyal OFDM secara random dengan sensing time yang berbeda. Lalu ditambahkan noise yang memiliki daya tetap (certain noise) dan berubah-ubah (uncertain noise) kemudian masing-masing keluaran   akan dijadikan sebagai masukan untuk sebuah proses spectrum sensing yang akan dilakukan dengan metode matriks kovariansi untuk mengetahui kinerja deteksi dengan kedua masukan tersebut yang berupa distribusi E. Kata kunci :Cognitive Radio, OFDM, Energy Detector, Covariance Matrix, Sensing time
Analisis Kinerja Codec Layanan Voip Dan Video Call Pada Arsitektur Ip Multimedia Subsystem Rafif Taruna Ramadhan; Rendy Munadi; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan industri telekomunikasi yang berkembang begitu pesat, berawal dari sistem komunikasi konvensional yang dapat mengirimkan suara, kini telah berkembang hingga pengiriman pesan gambar bahkan video. Namun, masalah utama pada layanan multimedia secara real time pada jaringan berbasis packet-switched adalah tidak ada jaminan bandwidth yang tersedia ataupun delay ketika user melakukan panggilan. Selain kondisi dari trafik jaringan, salah satu yang berperan dalam kualitas layanan multimedia secara real time adalah codec, yang mana codec ini berperan dalam konversi dan kompresi sinyal input audio / video ke bentuk sinyal digital sehingga dapat ditransmisikan pada jaringan berbasis packet-switched. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis kinerja codec pada layanan VoIP dan video call dengan audio codec G.711 dan G.729 serta video codec H.264 dan VP8, di salah satu bagian arsitektur jaringan Next Generation Network ( NGN ) yaitu IP Multimedia Subsystem ( IMS ) Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, penggunaan codec G.729 pada layanan VoIP, mampu menghasilkan kualitas layanan yang setara dengan codec G.711, namun dengan throughput yang lebih rendah hingga 65.8%. Sedangkan pada layanan Video Call, codec H264 masih memperoleh QoS yang lebih rendah dibandingkan dengan codec VP8. Meskipun tidak terpaut jauh, hanya 6.2% pada delay, 4.6% pada jitter dan 1.6% pada throughput. Selain itu, penggunaan resolusi video VGA pada layanan Video Call menghasilkan delay dan jitter yang lebih rendah dibandingkan resolusi video HVGA, dengan timbal balik peningkatan ±50% pada throughputnya. Kata kunci : Codec, G.711, G.729, H.264, VP8, IMS Abstract The growth of the telecommunications industry is growing so rapidly, start from conventional communications systems that can transmit voice, has now grown to the delivery of picture and video messaging. However, a major problem in real time multimedia services on packet-switched networks is that there is no guarantee of available bandwidth or delay that occurs when the user calls. In addition to network traffic, one that plays a role in multimedia service quality in real time is the codec, which the codec plays a role in the conversion and compression of audio / video input signals to digital signals that can be transmitted on packet-switched networks. In this research we will analyze the performance of codec in VoIP and video call service with G.711 and G.729 audio codec, H.264 and VP8 video codec, in one part of Next Generation Network (NGN) named IP Multimedia Subsystem (IMS). Based on the results of the tests, in VoIP service G.729 codec capable of producing equivalent Quality of Service to G.711 codec, but with a lower throughput up to 65.8%. While on Video Call service, H264 codec still get lower QoS than VP8 codec. Although not far adrift, only 6.2% in delay, 4.6% on jitter and 1.6% on throughput. In addition, the use of VGA video resolution in Video Call service resulted in lower delay and jitter than HVGA video resolution, with a reciprocal ± 50% increase in throughput. Keywords : Codec, G.711, G.729, H.264, VP8, IMS
Co-Authors Abdulqadir Muhtadi Achmad Rizal Danisya Adinda Ayu Herdianto Adinda Riztia Putri Aditya Bram Wiratma Aditya Ramadwiputra Adnan Purwanto Ahmad , Ali Hanafi Ahmad Abdillah Siddiq Ahmad Saifuddin Mufid Ahmad Thoriq Azzam Ahmad Tri Hanuranto Ahmad, Ali Hanafi Ahsanuddin, Rafiq Irham Airlangga Baihaqi Wicaksono ajibekti, ari Akhmad Hambali Akhmad Syauqi Alam Nasyrah Muharram Nasution Alfin Hikmaturokhman Algafaru, Aldo Ali Muayyadi, Ali Alif Faikah Alifiyah Pratiwi P.Wedda Almyra Rosedyana AM, Debby Tri Wulandari Ammatia Risty Ammatia Risty, Ammatia Andi Ainun Najib Andrea Eges Seca Barus Andri Agustav Wirabudi Andri Suwignyo Anego, Raga Esa Angga Rusdinar Anisia, Rianda Aqila Safira Hasnul AR. Margans Tanjung Ardhi Anzala Muhammad Arfianto Arfianto Arfianto Fahmi Ari Ajibekti Masriwilaga Ari Satrio Arief Goeritno Arief Rakhman Arief Rakhman Saputra Arif Indra Irawan Arisman Putra Munggaran Arta, Virda Amalia Asep Mulyana Asep Mulyana Audy Septarindra Ayu Irmawati Azzam, Ahmad Thoriq Bachtiar Hendro Assiddiq Bahtiar Widayanto Basuki Rahmat Basuki Rahmat Masdi Siduppa Bayu Erfianto Beny Triantono Bima Sanjaya Boby Priaksa Briantono, Mahardika Hanif Cendika Deby Hartanta Chrisna Fiddin Dadan Nur Ramadan Dadan Rohdiana Dadang Gunawan Dadiek Pranindito Damayanti, Widya Danu Dwi Sanjoyo Derryanda Sulistio Devi Fitriani Devyta Asterina Dewa Gede Cahya Prastika Dewanto, Ramadhika Dini Adlina Salman DJOMI, MANZILA IZNIARDI Doan Perdana Dong Ho Lee Dong-Sung Kim Dwi Sanjoyo, Danu Edoeardo Setiawan Eka Santi Wahyuningtyas Emeraldo Faris Aufar Endang h Chumaidiya Enrico Megantara Evan Adhi Kurniawan F. Ahmadi Djajasugita Fadhil Riardy Rivai Fadhilah, Muhammad Zidan Fahmi Bagaskara Perdana Fahriza, Mochammad Iqbal Fanny Tarida Tampubolon Fardan Fardan Faris Salman Hakim Favian Dewanta Fendy Purwanto Feralia Fitri Feri Teja Kusuma Fidar Adjie Fidar Adjie Laksono Fidelis Surya Putranta Fidelis Surya Putranta Fitra Purwandika Galih Erki Basuki Gendhis Azzukhruf Dynastuti Gilang Perdana Putra Gita Indah Hapsari Gumilar Hadi Prabowo Gustommy Bisono Habib Al Ghani Hadhara, Fikri Hafidudin . Harry Rachmatsyah Helni Mutiarsih Jumhur Herda Theo Perdana Hirwandi Agusnam I Made Wahyuda Permana Ida Wahidah Ilham Reza Wijaya Imam Hedi Santoso Iman Hedi Santoso Iman Santoso Indra Maulana, Bintang Indra Perdana Putra Sutejo Indra Perdana Putra Sutejo Indrarini Dyah Indrarini Dyah Irawati Intan Laily Muflikhah Irawan, Muhammad Naufal Nur Irma Noviandari Irma Nurlita Dewi Irmansyah, Tedy Irwanda Kurniawan Istikmal Jafar Alim Habibi Jorjiana Aminatus Kadi, Aufaryafi Baskara Khurniawan, Amri Leanna Vidya Novita Leanna Vidya Yovita Leanna Yovita Listya Wulandari Mardiah M.Yanis, Naili Ikrimah Mahardika Hanif Briantono Mas’ud Bayu Sadewo Maulana, Bintang Indra Maya Rosalia Menachem Bayazid Aufar Mohamad Samudra Mohammad Andre Mutalibov Mohammad Kurnia Putra Mohammad Rizky Pratama Muhammad Azriel Muhammad Fuadi Sururuzzaman Muhammad Furqan Ramadani Muhammad Geo Unggul Putra Kusuma Utomo Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hamzah Mushaddiq Nabila Nabila Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Mufti Ardiansyah Natasya Nurul Putri Nigo Wisnu Wijaya Ningrum, Ratna Widya Ningrum, Sussi Novia Indrawati Nugraha, Umar Nur Andini Nur Irawan, Muhammad Naufal Nurwulan Fitriyanti Nyoman Bogi Aditya Karna Periyadi, Periyadi Piove Wiraguna Prasojoe, Rahmat Ramadan putri angelia R Rumani Rumani R Rumani Rumani, R Rumani Raden Arjani Rosalina Radian Priambodo Radiv Herdian Rafif Taruna Ramadhan Ramadhika Dewanto Ramadhika Dewanto Ratih Loviesta Nurbed Ratna Mayasari Rein Rachman Putra Repka Mochamad Zaqy Mulyadi Resi Pramudyo Pariwibowo Retno Hendriyanti Reza Arlan Reza Fahlevi Zulkarnaen Reza Lutfi Ananda Rianda Anisia Rianda Anisia Riano Febrianto Riany Erdiyanti Ridha Muldina Negara Rifqi, Muhammad Naufal Risang Suryadi Saputra Risyaf Fawwaz Pradipta Rivaldi Fawzian Rizal Erwin Irwansyah Rizka Darmawan Dwi Putra Robby C. Manurung Rudi Sianipar Ruly Naufaldi Kurniawan S, Andhika Sabrina Chairunnisa Safida Reynita Sari Sahrul Mulia Sandra Erpanji Sar Sardy Satria Bagus Pratama Septian Nurul Chalik Setyorini Setyorini Setyorini Sevierda Raniprima Shihab, Kusvihawan Muhammad Sofia Naning Hertiana Sugondo Hadiyoso Suryamiharja, Andhika Sussi Sussi Sussi , Sussi Syarifuddin, Sri Dewi Sartika Tanjung Perdana Kusuma Tengku Ahmad Riza Tjahjo Adiparabowo Tjahjo Adiprabowo R Tuntun Aditara Maharta Uke Kurniawan Usman Unang Sunarya Usep Taufiq Hidayat Vikry Fadillah Virginia Rosaline Wibowo, Truly Baaqii Widyanto, Toto Wisesa, Pradipa Catya Wisma Dwi Kurnia Yanis, Naili Ikrimah M. Yasir, Dara Kusumawati Ramadani Yohanes Dickson Yuggo Afrianto Yusuf Budiman Zhafari Luthfan Oswar