p-Index From 2021 - 2026
6.191
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) TEKNIK Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN) Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO JETT (Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan) JOIV : International Journal on Informatics Visualization Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) KOMPUTIKA - Jurnal Sistem Komputer TEKTRIKA - Jurnal Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik, dan Elektronika Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Journal of Robotics and Control (JRC) Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Jurnal Syntax Transformation MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi ReTII eProceedings of Engineering Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT) Jurnal Rekayasa elektrika Jurnal INFOTEL Telkatika: Jurnal Telekomunikasi Elektro Komputasi & Informatika Jurnal Isu Teknologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Simulasi Dan Analisis Mekanisme Rts/cts Pada Mobile Wireless Network Gilang Perdana Putra; Iman Hedi Santoso; Rendy Munadi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu tuntutan yang harus ada pada IEEE 802.11 adalah kemampuan untuk mengatasi masalah hidden node pada wireless local area network. Pada IEEE 802.11 masalah hidden node ditangani pada sublayer MAC. Masalah-masalah yang muncul akibat hidden node tersebut menyebabkan collision yang turut mempengaruhi parameter QoS secara signifikan. IEEE 802.11 memanfaatkan mekanisme RTS/CTS yang digunakan untuk mengatasi masalah hidden node yang sering terjadi pada mobile wireless network. Dimana mekanisme tersebut akan mengurangi terjadinya collision pada beberapa kasus. Pada tugas akhir ini dilakukan analisis pada mekanisme RTS/CTS yang terdapat pada IEEE 802.11. Parameter-parameter yang diuji dan dianalisis pada tugas akhir ini adalah throughput, delay dan retransmission attempts. Simulator yang digunakan pada tugas akhir ini adalah OPNET Modeler 14.5 Educational Version yang digunakan untuk mensimulasikan dan menganalisa performansi pada mekanisme RTS/CTS tersebut. Pada proses simulasi digunakan berbagai skenario yang meliputi ada atau tidaknya hidden node, dipakai atau tidaknya mekanisme RTS/CTS dan mobilitas node. Dengan menggunakan skenario tersebut didapatkan hasil bahwa RTS threshold sebesar 256 Bytes memberikan performansi terbaik pada skenario hidden node sementara RTS threshold sebesar 1024 Bytes memberikan performansi terbaik pada skenario no hidden node. Kata kunci : IEEE 802.11, RTS/CTS, OPNET Modeler 14.5, Mobile Wireless Network.
Analisis Simulasi Routing Protokol Hierarkial Leach Dan Pegasis Pada Wireless Sensor Network Menachem Bayazid Aufar; Rendy Munadi; Tjahjo Adiprabowo R
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireles s Sens or Network adalah s alah s atu teknologi jaringan nirkabel yang bis a memberikan banyak manfaat bagi kehidupan s ehari-hari. Jaringan WSN terdiri dari s ejumlah node yang diatur s edemikian rupa s ehingga menjadi s ebuah jaringan yang antar node nya bis a bekerja s ama s atu s ama lain. Setiap node memiliki kemampuan processing, memiliki transceiver RF, memiliki s umber daya, s erta mengakomodas i berbagai s ens or dan aktuator. Node bekerja s ecara nirkabel dan bis a mengorganis ir diri s endiri dalam ad-hoc fashion. Sis tem ters ebut dapat merevolus i cara kita hidup dan bekerja karena bis a diimplementas ikan s ecara luas . Jaringan, baik kabel maupun nirkabel, tanpa routing protocol akan menjadi tidak berguna. Routing protocol berperan penting karena routing protocol menentukan bagaimana paket akan dikirim. Routing protocol pada Wireless Sensor Network s endiri bermacam-macam. Salah s atunya adalah routing protocol hierarkial. Tujuan utama routing s ecara hierarkial adalah untuk memanfaatkan kons ums i energi node s emaks imal mungkin dengan cara melibatkan tiap node dalam s ebuah komunikas i multi -hop. LEACH dan PEGASIS adalah s alah s atu teknik perutean yang bekerja s ecara hierarkial yang digunakan pada WSN. Dalam penelitian ini, penulis akan mencoba mens imulas ikan s ebuah jaringan s ens or nirkabel yang menggunakan LEACH dan PEGASIS di dalamnya dan menganalis a has il s imulas i ters ebut. Simulas i akan menggunakan Software NS2. Has il s imulas i menunjukkan bahwa routing protocol PEGASIS lebih baik dalam pemanfaatan node, kons ums i energy, dan pengiriman data dibandi ngkan routing protocol LEACH. Kata kunci : Wireless Sensor Network, NS2, LEACH, dan PEGASIS
mplementasi Dan Analisis Performansi Server Aplikasi Mobicents Dengan Webrtc Ahmad Abdillah Siddiq; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi telekomunikasi semakin berkembang pesat. Perkembangan pesat ini ditandai dengan lahirnya layanan komunikasi yang semakin beragam. Layanan yang beragam ini sangat dibutuhkan oleh user. Layanan komunikasi yang dibutuhkan sudah sampai pada layanan suara dan video. Selain keberagaman, tentulah juga layanan diharapkan memiliki kualitas sesuai standar dan dengan biaya yang murah. Layanan komunikasi suara dan video juga harus bersifat realtime dan reliable. Untuk memenuhi layanan komunikasi yang diinginkan tersebut, maka dari itu layanan perlu dikembangkan pada jaringan berbasis IP (Internet Protocol), yang kemudian layanan ini akan dilihat kualitasnya terhadap beberapa parameter. Dalam penelitian ini, mengimplementasikan sever aplikasi Mobicents yang mendukung layanan WebRTC. Server Mobicents sebagai server aplikasi yang berdiri sendiri, mampu mendukung layanan WebRTC. Komunikasi yang dilakukan memanfaatkan browser sebagai medianya. Kemudian dalam implementasinya, akan dilakukan pengiriman suara dan video antar client. Dari hasil tersebut, akan dianalisis performansi dari layanan WebRTC tersebut. Pada penelitian ini dilihat performansinya meliputi parameter QoS yaitu delay, jitter, throughput, dan packet loss dan parameter uji server seperti CPU usage dan memory usage. Dari hasil pengukuran didapat bahwa dengan variasi background traffic dari 0 Mbps sampai 80 Mbps yang diberikan, nilai rata- rata delay sebesar 5,3753254 ms, jitter sebesar 0,4697894 ms, throughput sebesar 275.567,2277 Bps dan packet loss sebesar 0,020305 %. Hasil yang didapat masih memenuhi standar ITU-T. Kemudian, hasil CPU usage tertinggi adalah 30,7 % pada saat proses start server dan hasil memory usage meningkat dari 17,88 % ke 30,7 %. Pada penelitian ini, juga dilakukan implementasi pada jaringan berbeda. Nilai QoS pada jaringan wired dan jaringan wireless tetap memenuhi standar ITU-T. Kata Kunci: WebRTC, Internet Protocol, Mobicents, QoS
Implementasi Dan Analisis Performansi Mobicents Sebagai Server Aplikasi Untuk Layanan Click To Call Rizka Darmawan Dwi Putra; Rendy Munadi; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi komunikasi merupakan salah satu faktor terpenting dalam aspek kehidupan baik di bidang ilmu pengetahuan, bisnis, maupun ekonomi. Salah satu perkembangan teknologi saat ini adalah Voice over Internet Protocol (VoIP) dimana kita dapat berkomunikasi melalui media internet. Selain itu kita membutuhkan akses informasi yang cepat agar efisituen dari segi waktu. Di sisi lain, perkembangan ini menuntut kebutuhan infrastruktur jaringan yang sangat penting baik itu kebutuhan bandwidth untuk pengiriman suara maupun kehandalan sistem dalam melakukan pelayanannya. Komunikasi berbasis IP sangat dipengaruhi oleh delay, throughput, dan parameter lainnya. Disini akan diuji kelayakan dari layanan click to call yang dilewatkan pada jaringan berbasis IP. Penelitian ini mengimplementasikan layanan click to call pada server aplikasi Mobicentsy yang berdiri sendiri . Dari implementasi ini selanjutnya dianalisis call pada server dari aspek quality of service-nya dengan parameter delay, jitter, packet loss dan throughput. Selain itu akan dianalisis dari parameter lainnya yaitu post dial delay, CPU usage dan Memory usage. Analisis dilakukan berdasarkan hasil uji coba proses pengiriman perintah pada sistem untuk selanjutnya melakukan pengiriman suara dari server menuju client dengan client lainnya dan background traffic. Pada penelitian ini juga diuji tentang performansi server dengan media wired dan wireless. Dari pengujian dan analisis diperoleh nilai one way delay sebesar 19.99319104 ms, jitter 0.307859479 ms, throughput 10732,4619 bytes/s dan total PDD 0.277226437 s. Kemudian untuk background traffic maksimal sebesar 80 Mbps nilai delay 19.9940779 ms, jitter 0.502872421 ms, throughput 10727.92687 bytes/s dan total PDD 0.309896433 s. Kemudian untuk nilai CPU usage dan Memory usage tertinggi berturut-turut yaitu 11.34 % dan 29.4 %. Hasil yang diperoleh masih dibawah batas maksimum yang distandarkan ITU -T, Cisco dan IETF, maka disimpulkan sistem ini dapat berfungsi dengan baik. Serta menggunakan media wired akan memberikan hasil performansi lebih baik daripada menggunakan media wireless. Kata Kunci: Click to call, SIP Servlets, Mobicents
Perencanaan Coverage Area Femtocell Jaringan Long Term Evolution (lte) Frekuensi 1800mhz Pada Gerbong Kereta Api Dengan Physical Cell Identity (pci) Fitra Purwandika; Rendy Munadi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan layanan berkualitas di setiap tempat merupakan hal penting bagi pelanggan.Salah satunya di dalam gerbong kereta api, keterbatasan layanan berkualitas di dalam gerbong kereta api karena adanya efek dopler yang terjadi, performansi jaringan seluler pada saat user bergerak dengan kecepatan tinggi saat berada di atas kereta api, sangatlah tidak stabil. Dan juga adanya redaman yang terjadi oleh gerbong kereta api itu sendiri sehingga layanan yang dapat diberikan sangat terbatas. Pada gerbong kereta api, femtocell digunakan untuk coverage area dan memberikan akses layanan kepada pelanggan di dalam gerbong kereta api. Pada perencanaan ini dilakukan dua perhitungan untuk mendapatkan jumlah antena yang diperlukan pada masing – masing gedung , yaitu perhitungan secara coverage, dan perhitungan secara capacity. Skenario dari perancangan ini adalah menggunakan jumlah perhitungan coverage di setiap gerbong masing – masing sebanyak dua buah antena dan sekenario berikutnya menggunakan perhitungan capacity di setiap gerbong masing - masing sebanyak satu buah antena. Dan menghasilkan nilai receive Signal Level (RSL), nilai rata-rata Signal Interverence Ratio (SIR), dan juga throughtput masing-masing skenario. Dari hasil simulasi di tentukan penomoran PCI tiap cell nya. Hasil nya hasil rekapitulasi percobaan dengan menggunakan simulasi di dapatkan penempatan access point dan yang terpasang di berbagai lokasi dapat melingkupi hampir seluruh daerah dengan kualitas sinyal yang baik yaitu - 43.64 dBm ,- 41.11 dBm dan – 40.44 dBm . Kondisi dengan menggunakan 1 access point memiliki nilai SIR 13.69 dB dan 8.58 karena mendapatkan interferensi sedikit dari access point lainnya sedangkan dengan menggunakan 2 access point mempunyai nilai SIR sebesar 8.31 dBm karena mendapatkan lebih banyak interferensi dari pada 1 acces point. Penggunaan 1 access point dan 2 access point memperlihatkan persentase coverage yang tidak jauh berbeda berbeda. Pada percobaan dengan menggunakan 2 access point dan mempunyai daerah coverage yang terbaik. Kata Kunci : femtocell,PCI, SIR, throughput
Minimalisasi Pemilihan Rute Overlap Pada Equal Cost Multipath Routing (ecmp) Dengan Pendekatan Software Defined Networking Ramadhika Dewanto; Rendy Munadi; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Equal Cost Multipath Routing (ECMP) adalah proses routing yang memanfaatkan seluruh pilihan jalur yang tersedia antara satu node dengan node lainnya dalam jaringan dengan memetakan setiap jalur dengan seluruh kemungkinan trafik (pasangan source-destination) secara statis. Konfigurasi tersebut memungkinkan adanya pengiriman dua atau lebih trafik melalui rute-rute dengan komponen link yang beririsan, meskipun ada rure alternatif yang sedang tidak digunakan. Software Defined networking (SDN) memiliki kemampuan untuk membuat ECMP lebih dinamis dengan cara mengukur bandwidth yang tersisa dari setiap link dalam jaringan secara real-time oleh controller. Hasil pengukuran bandwidth yang dilakukan kemudian dijadikan dasar oleh controller untuk melakukan penentuan jalur yang dilewati sebuah trafik. Dalam tugas akhir ini, penulis membangun sebuah sistem penerapan ECMP berbasis SDN yang dapat mencegah terjadinya kongesti dengan melakukan pengukuran bandwidth setiap pilihan rute sebelum pengiriman setiap trafik, sehingga trafik-trafik yang ada sebisa mungkin tidak dilewatkan melalui rute-rute dengan komponen link yang sama (overlap). Skema yang diajukan terbukti menghasilkan nilai throughput 14.21% lebih tinggi dan delay 99% lebih rendah dibanding ECMP standar ketika terjadi kongesti serta memiliki nilai standar deviasi load 75.2 % lebih rendah dibanding load balancer round robin. Kata kunci : ECMP, Overlapping, SDN, load balancing Abstract Equal Cost Multipath Routing (ECMP) is a routing application where all available paths between two nodes is utilized by statically mapping each path to possible traffics between source and destination hosts in a network. This configuration can lead to congestion if there are two or more traffics being transmitted into paths with overlapping links, despite the availability of less busy paths.Software Defined Networking (SDN) has the ability to increase the dynamicity of ECMP by allowing controller to monitor available bandwidths of all links in the network in real-time. The measured bandwidth is then implemented as the basis of the calculation to determine which path a traffic will take. In this final project, a SDN-based ECMP application that can prevent network congestion is made by measuring available bandwidth of each available paths beforehand, thus making different traffics transmitted on non-overlapped paths as much as possible. The proposed increased the throughput by 14.21% and decreased the delay by 99% in comparison to standard ECMP when congestion occured and has 75.2% lower load standard deviation in comparison to round robin load balancer. Keyword: ECMP, Overlapping, SDN, load balancing
Implementasi Dan Analisis Metode Failoverpada Sistem Redundant Dedicated Server Dan Cloud Server Untuk Layanan Voip Devyta Asterina; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Layanan VoIP (Voice Over IP) yang dapat melewatkan trafik suara, data, dan video dewasa ini semakin berkembang  di  masyarakat.  Kebutuhan  akan  layanan  yang  bersifat  realtime  berbasis  IP  ini  pun  menuntut performansi yang baik pula. Salah satu yang memegang peranan penting adalah server yang berperan sebagai penyedia   layanan. Untuk itu perlu memiliki suatu cara agar tetap menjaga performansi layanan VoIP yang memenuhi standar “baik” dari segi QoS adalah dengan menggunakan redundant server apabila master server (utama)  mengalami  down.  Saat  ini,  suatu  infrastruktur  belum  sepenuhnya  bermigrasi  menggunakan  cloud computing. Dedicated server masih digunakan mengingat akan performansi yang dihasilkan lebih baik dibanding dengan cloud server. Peranan backup server pun diperlukan apabila terjadi gangguan dan menggantikan kinerja master server. Dalam tugas akhir ini diimplementasikan mengenai redundant server VoIP antara dedicated server dan cloud server. Dimana dedicated server berperan sebagai master server, dan cloud server berperan sebagai backup server yang menggantikan kinerja dedicated server saat mengalami down. Hal ini untuk mewujudkan kondisi high availability dengan menghasilkan downtime yang kecil baik saat kondisi yang terencana (planned) ataupun saat kondisi (unplanned) sehingga layanan VoIP akan tetap dapat digunakan oleh client. Dengan sistem yang diimplementasikan diatas, hasil untuk segi downtime yang ditangani oleh backup server pada cloud adalah 0.8537 detik/tahun untuk kondisi planned dan bernilai 1.1858 detik/tahun untuk kondisi unplanned,  nilai  ini    lebih  kecil  dibandingkan  dengan  tanpa  menggunakan  server  backup  yang  memiliki downtime  172.6  menit/tahun.  Untuk  nilai  availability  yang  dimiliki  berdasarkan  hasil  perhitungan  adalah 99.9999% baik untuk kondisi planned maupun unplanned  yang telah memenuhi rekomendasi “The-Six Nines”. Sedangkan untuk throughput yakni untuk mengetahui kondisi server sesaat sebelum failover adalah 10790.85367 Bps dan setelah failover yakni pada kondisi planned adalah 10720.54967 Bps serta kondisi unplanned adalah 10718.05172 Bps yang  berarti tidak  mengalami perubahan yang signifikan meskipun telah terjadi failover. Dengan ini implementasi ini layak untuk diimplementasikan. Kata kunci: Failover, Downtime, Master server dedicated, Backup server cloud, High availability, VoIP
Analisis Performansi Routing Protokol Gpsr,Gytar, Dan B-Mfr Pada Vanet Untuk Inter Vehicle Communication Alif Faikah; Rendy Munadi; Leanna Yovita
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vehicular Ad hoc Network (VANET) merupakan konsep subset dari Mobile Ad Hoc Network (MANET) dimana kendaraan bertindak sebagai node pada jaringan. Karakteristik dasar VANET yaitu mobilitas node tinggi sehingga menyebabkan perubahan yang cepat pada topologi jaringan. Karena topologi jaringan VANET sering berubah, mancari dan mempertahankan rute adalah hal terpenting pada VANET. Dari sekian protokol ad hoc, protokol routing berbasis posisi dinilai sebagai protokol routing yang lebih efesien untuk VANET. Pada penelitian tugas akhir ini, menganalisis protokol routing berbasis posisi yang memiliki mekanisme pengiriman data yang berbeda, yaitu Greedy Perimeter Stateless Routing (GPSR), Greedy Traffic Aware Routing (GyTAR), dan Border-Node Based Most Forward within Radius Routing (B-MFR) pada Inter Vehicle Communication (IVC). Simulasi menggunakan Network Simulator NS-2.34 dan mobility generator yaitu Simulation of Urban Mobility (SUMO). Sebagai integrated simulator untuk menggabungkan NS-2.34 dan SUMO digunakan MOVE. Simulasi berdasarkan pada skenario perubahan jumlah node dan perubahan kecepatan node dengan topologi jaringan pada lingkungan urban yaitu jalan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Adapun metrik performansi yang digunakan yaitu end to end delay, Normalize Routing Overhead (NRO), packet loss dan throughput. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa protokol routing B-MFR unggul untuk kedua skenario pengujian. Pada skenario pertambahan jumlah node, B-MFR memiliki rata – rata end to end delay, NRO, packet loss dan troughput secara berurutan yakni 0.147 ms, 0.395, 12.97% dan 80.7 kbps. Sedangkan pada skenario pertambahan kecepatan node, B-MFR memiliki nilai rata – rata end to end delay, NRO, packet loss dan troughput secara berurutan yakni 0.24 ms, 0.447, 13.33% dan 80.21 kbps. Kata Kunci: VANET, GPSR, GyTAR, B-MFR, SUMO, MOVE
Implementasi Dan Analisis Penambahan S-Cscf (Serving Call Session Control Function) Dalam Jaringan Open Ims Core Untuk Layanan Voip Mohamad Samudra; Rendy Munadi; Leanna Vidya Yovita
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan bandwidth yang memadai, mobilitas yang tinggi serta layanan multimedia pada saat ini memunculkan konsep teknologi IMS (IP Multimedia Subsystem) yang melengkapi teknologi NGN (Next Generation Network). IP Multimedia Subsystem telah diperkenalkan 3GPP sebagai arsitektural subsistem yang didedikasikan untuk mengontrol dan menyediakan layanan multimedia melalui jaringan packet based core dalam jaringan mobile third generation. Standar ini dibuat untuk memfasilitasi konvergensi antara jaringan fixed dan mobile untuk menjadi sebuah jaringan yang berbasiskan internet protocol (IP). Dalam sistem IMS terdapat node penting, yaitu CSCF (Call Session Control Function) dan HSS (Home Subscriber Server). Pada CSCF terbagi tiga elemen, yaitu P-CSCF (Proxy-CSCF), I-CSCF (Interrogating-CSCF), dan S-CSCF (Serving-CSCF). S-CSCF merupakan inti dari jaringan IMS karena fungsinya yang sangat penting dalam mengontrol semua aspek dari layanan pelanggan yang memungkinkan operator untuk mengontrol seluruh pengantaran layanan dan semua sesi. Tugas akhir ini mengimplementasikan suatu sistem jaringan IMS (IP Multimedia Subsystem) dengan menggunakan aplikasi OpenIMSCore sebagai server. Selanjutnya dilakukan analisis dengan menambahkan elemen S- CSCF pada OpenIMSCore. Dari hasil penambahan S-CSCF ini dianalisis QoS untuk layanan video call server OpenIMSCore bila dilayani oleh dua S-CSCF. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis, dimana kondisi dilayani oleh dua S-CSCF diperoleh nilai one way delay sebesar 19.99339153 ms, jitter 13.79166667 ms, dan throughput 0.1441 Mbps saat traffic panggilan 10 call per second dan background traffic 80 Mbps. Kata kunci: NGN, IMS, VoIP, QoS
Simulasi Peningkatan Tcp Fairness Menggunakan Pendekatan Cross Layer Design Pada Jaringan Ad-hoc Ieee802.11 Sahrul Mulia; Rendy Munadi; Imam Hedi Santoso
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Exposed terminal merupakan masalah yang terjadi pada jaringan ad-hoc yang dapat mengakibatkan unfairness pada host-host yang saling berkaitan. Permasalahan exposed terminal muncul akibat dari pengadopsian protokol TCP yang didesain untuk memberikan layanan pada jaringan wired, diimplemensikan pada jaringan wireless. Pada protocol TCP, saat sebuah host mengirim paket kepada host lain, maka host pengirim akan menunggu anknowledgement (ACK) dari host penerima. Saat paket ACK tidak diterima oleh host pengirim, maka host penerima akan menganggap adanya kongesti dalam jaringan sehingga host pengirim akan menjalankan mekanisme congestion control. Terlebih lagi pada jaringan wireless menggunakan mekanisme CSMA/CA pada mekanisme congestion control-nya, yaitu dengan mengirimkan paket pemberitahuan saat akan melakukan pengiriman dan membuat host lainnya diam dan menunggu pengiriman paket dan ACK nya. Hal ini menyebabkan penurunan throughput dari jaringan. Penanggulangan masalah exposed terminal yang diusulkan pada tugas akhir ini adalah dengan memotong beberapa mekanisme congestion control seperti pengabaian paket RTS/CTS, penghilangan NAV, dan pemotongan beberapa fungsi backoff. Dengan desain tersebut, setiap node diharapkan mendapatkan kesempatan lebih untuk mengirimkan paket tanpa terganggu dengan banyaknya waktu menunggu. Hal tersebut cukup efektif pada topologi tertentu. Namun hal tersebut tidak cukup untuk menanggulangi masalah exposed terminal pada topologi-topologi lainnya. Sehingga dirancanglah skema cross layer design untuk melengkapi desain usulan penanggulangan masalah TCP fairness pada jaringan ad-hoc. Layer MAC akan berfungsi setelah layer network memberikan informasi-informasi yang diperlukan seperti jumlah hop dan jarak antar hop. Dengan cross layer design ini, maka penanggulangan terhadap exposed terminal dilakukan saat node benar-benar berada dalam kondisi ter-exposed. Kata kunci: IEEE 802.11, Exposed Terminal, TCP Fairness, Cross Layer Design
Co-Authors Abdulqadir Muhtadi Achmad Rizal Danisya Adinda Ayu Herdianto Adinda Riztia Putri Aditya Bram Wiratma Aditya Ramadwiputra Adnan Purwanto Ahmad , Ali Hanafi Ahmad Abdillah Siddiq Ahmad Saifuddin Mufid Ahmad Thoriq Azzam Ahmad Tri Hanuranto Ahmad, Ali Hanafi Ahsanuddin, Rafiq Irham Airlangga Baihaqi Wicaksono ajibekti, ari Akhmad Hambali Akhmad Syauqi Alam Nasyrah Muharram Nasution Alfin Hikmaturokhman Algafaru, Aldo Ali Muayyadi, Ali Alif Faikah Alifiyah Pratiwi P.Wedda Almyra Rosedyana AM, Debby Tri Wulandari Ammatia Risty Ammatia Risty, Ammatia Andi Ainun Najib Andrea Eges Seca Barus Andri Agustav Wirabudi Andri Suwignyo Anego, Raga Esa Angga Rusdinar Anisia, Rianda Aqila Safira Hasnul AR. Margans Tanjung Ardhi Anzala Muhammad Arfianto Arfianto Arfianto Fahmi Ari Ajibekti Masriwilaga Ari Satrio Arief Goeritno Arief Rakhman Arief Rakhman Saputra Arif Indra Irawan Arisman Putra Munggaran Arta, Virda Amalia Asep Mulyana Asep Mulyana Audy Septarindra Ayu Irmawati Azzam, Ahmad Thoriq Bachtiar Hendro Assiddiq Bahtiar Widayanto Basuki Rahmat Basuki Rahmat Masdi Siduppa Bayu Erfianto Beny Triantono Bima Sanjaya Boby Priaksa Briantono, Mahardika Hanif Cendika Deby Hartanta Chrisna Fiddin Dadan Nur Ramadan Dadan Rohdiana Dadang Gunawan Dadiek Pranindito Damayanti, Widya Danu Dwi Sanjoyo Derryanda Sulistio Devi Fitriani Devyta Asterina Dewa Gede Cahya Prastika Dewanto, Ramadhika Dini Adlina Salman DJOMI, MANZILA IZNIARDI Doan Perdana Dong Ho Lee Dong-Sung Kim Dwi Sanjoyo, Danu Edoeardo Setiawan Eka Santi Wahyuningtyas Emeraldo Faris Aufar Endang h Chumaidiya Enrico Megantara Evan Adhi Kurniawan F. Ahmadi Djajasugita Fadhil Riardy Rivai Fadhilah, Muhammad Zidan Fahmi Bagaskara Perdana Fahriza, Mochammad Iqbal Fanny Tarida Tampubolon Fardan Fardan Faris Salman Hakim Favian Dewanta Fendy Purwanto Feralia Fitri Feri Teja Kusuma Fidar Adjie Fidar Adjie Laksono Fidelis Surya Putranta Fidelis Surya Putranta Fitra Purwandika Galih Erki Basuki Gendhis Azzukhruf Dynastuti Gilang Perdana Putra Gita Indah Hapsari Gumilar Hadi Prabowo Gustommy Bisono Habib Al Ghani Hadhara, Fikri Hafidudin . Harry Rachmatsyah Helni Mutiarsih Jumhur Herda Theo Perdana Hirwandi Agusnam I Made Wahyuda Permana Ida Wahidah Ilham Reza Wijaya Imam Hedi Santoso Iman Hedi Santoso Iman Santoso Indra Maulana, Bintang Indra Perdana Putra Sutejo Indra Perdana Putra Sutejo Indrarini Dyah Indrarini Dyah Irawati Intan Laily Muflikhah Irawan, Muhammad Naufal Nur Irma Noviandari Irma Nurlita Dewi Irmansyah, Tedy Irwanda Kurniawan Istikmal Jafar Alim Habibi Jorjiana Aminatus Kadi, Aufaryafi Baskara Khurniawan, Amri Leanna Vidya Novita Leanna Vidya Yovita Leanna Yovita Listya Wulandari Mardiah M.Yanis, Naili Ikrimah Mahardika Hanif Briantono Mas’ud Bayu Sadewo Maulana, Bintang Indra Maya Rosalia Menachem Bayazid Aufar Mohamad Samudra Mohammad Andre Mutalibov Mohammad Kurnia Putra Mohammad Rizky Pratama Muhammad Azriel Muhammad Fuadi Sururuzzaman Muhammad Furqan Ramadani Muhammad Geo Unggul Putra Kusuma Utomo Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hamzah Mushaddiq Nabila Nabila Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Mufti Ardiansyah Natasya Nurul Putri Nigo Wisnu Wijaya Ningrum, Ratna Widya Ningrum, Sussi Novia Indrawati Nugraha, Umar Nur Andini Nur Irawan, Muhammad Naufal Nurwulan Fitriyanti Nyoman Bogi Aditya Karna Periyadi, Periyadi Piove Wiraguna Prasojoe, Rahmat Ramadan putri angelia R Rumani Rumani R Rumani Rumani, R Rumani Raden Arjani Rosalina Radian Priambodo Radiv Herdian Rafif Taruna Ramadhan Ramadhika Dewanto Ramadhika Dewanto Ratih Loviesta Nurbed Ratna Mayasari Rein Rachman Putra Repka Mochamad Zaqy Mulyadi Resi Pramudyo Pariwibowo Retno Hendriyanti Reza Arlan Reza Fahlevi Zulkarnaen Reza Lutfi Ananda Rianda Anisia Rianda Anisia Riano Febrianto Riany Erdiyanti Ridha Muldina Negara Rifqi, Muhammad Naufal Risang Suryadi Saputra Risyaf Fawwaz Pradipta Rivaldi Fawzian Rizal Erwin Irwansyah Rizka Darmawan Dwi Putra Robby C. Manurung Rudi Sianipar Ruly Naufaldi Kurniawan S, Andhika Sabrina Chairunnisa Safida Reynita Sari Sahrul Mulia Sandra Erpanji Sar Sardy Satria Bagus Pratama Septian Nurul Chalik Setyorini Setyorini Setyorini Sevierda Raniprima Shihab, Kusvihawan Muhammad Sofia Naning Hertiana Sugondo Hadiyoso Suryamiharja, Andhika Sussi Sussi Sussi , Sussi Syarifuddin, Sri Dewi Sartika Tanjung Perdana Kusuma Tengku Ahmad Riza Tjahjo Adiparabowo Tjahjo Adiprabowo R Tuntun Aditara Maharta Uke Kurniawan Usman Unang Sunarya Usep Taufiq Hidayat Vikry Fadillah Virginia Rosaline Wibowo, Truly Baaqii Widyanto, Toto Wisesa, Pradipa Catya Wisma Dwi Kurnia Yanis, Naili Ikrimah M. Yasir, Dara Kusumawati Ramadani Yohanes Dickson Yuggo Afrianto Yusuf Budiman Zhafari Luthfan Oswar