p-Index From 2021 - 2026
6.191
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) TEKNIK Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN) Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO JETT (Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan) JOIV : International Journal on Informatics Visualization Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) KOMPUTIKA - Jurnal Sistem Komputer TEKTRIKA - Jurnal Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik, dan Elektronika Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Journal of Robotics and Control (JRC) Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Jurnal Syntax Transformation MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi ReTII eProceedings of Engineering Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT) Jurnal Rekayasa elektrika Jurnal INFOTEL Telkatika: Jurnal Telekomunikasi Elektro Komputasi & Informatika Jurnal Isu Teknologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Voip Sip Dengan Menggunakan Datagram Transport Layer Security (dtls) Pada Asterisk Server Emeraldo Faris Aufar; Rendy Munadi; Leanna Vidya Yovita
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet protocol (IP) yang sangat mudah untuk dikembangkan menyebabkan peningkatan yang signifikan pada penggunanya. Sehingga tren perkembangan komunikasi masa depan akan mengarah kepada komunikasi melalui jaringan IP. Komunikasi suara pada jaringan data (internet) biasa disebut dengan istilah VoIP (Voice over IP). VoIP merupakan salah satu bentuk komunikasi pada jaringan IP yang mulai banyak digemari. Selain karena pertumbuhan pengguna jaringan IP yang masif, VoIP juga mudah dari segi penggunaan, dan lebih murah dari segi biaya dibandingkan dengan komunikasi pada jaringan legacy seperti PSTN. Namun dari segala kelebihannya, komunikasi VoIP juga memiliki kekurangan-kekurangan, salah satunya adalah masalah keamanan jaringan dan privasi pada saat berkomunikasi. Dalam tugas akhir yang berjudul “Implementasi VoIP SIP menggunakan Datagram Transport Layer Security (DTLS) pada Asterisk Server” telah diimplementasikan suatu pembangunan jaringan sistem komunikasi VoIP yang terproteksi dari usaha-usaha mengganggu atau perusakan komunikasi VoIP pada saat pengiriman data yang berupa suara. Penggunaan VoIP yang berbasis datagram ini membuatnya membutuhkan proteksi yang tepat dan memang dirancang untuk memproteksi aplikasi berbasis datagram. Dan dengan proteksi DTLS terbukti dapat melindungi sistem dari tool penguji (penetration tester) dan mempersempit peluang keberhasilan dalam usaha perusakan sistem ini. Dari hasil pengujian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penambahan protokol keamanan DTLS-SRTP pada server Asterisk akan menambahkan aspek privacy, confidentiality dan integrity pada server dan kanal medianya, sedangkan dari hasil pengukuran kualitas komunikasi VoIP didapatkan delay sebesar 14 ms, jitter 0,2 ms, packet loss 0% dan throughput 0,094 MBps dengan menggunakan codec PCMU G.711 dan protokol keamanan tambahan DTLS-SRTP. Kata kunci : VoIP, SIP, DTLS, DTLS-SRTP, Asterisk
Analisis Performansi Protokol Coap Dan Mqtt-sn Pada Sistem Smarthome Dengan Cooja Network Simulator Satria Bagus Pratama; Rendy Munadi; Akhmad Syauqi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Wireless Sensor Network merupakan salah satu teknologi yang paling berkembang riset dan pengembangannya di dunia. Perkembangan tersebut didukung oleh berkembangnya juga pengaplikasian Internet of Things yang memungkinkan teknologi WSN digunakan dan dimanfaatkan lebih dalam. Merupakan sebuah kemajuan besar apabila WSN diterapkan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari manusia, namun untuk mengimplementasikan hal tersebut terdapat tantangan tersendiri bagi WSN. Banyaknya nodes yang akan diimplementasikan dalam jaringan menjadi sebuah masalah terhadap beban daya sebuah jaringan WSN. Diperlukan sebuah jaringan wireless yang hemat dalam penggunaan daya demi memiliki lifetime yang panjang. Penggunaan protokol 802.15.4 pada WSN dianggap sebagai protokol yang cocok untuk kebutuhan tersebut, fitur yang dibutuhkan seperti daya rendah dan dapat berjalan pada besar bandwidth yang kecil mampu dipenuhi protokol tersebut. Pada penelitian kali ini hal tersebut akan dibuktikan dengan melakukan simulasi terhadap prototype smarthome milik PT. Telkom Akses dengan skema pertambahan pada jumlah nodes mulai dari 5, 8 hingga 10 nodes. Simulasi dilakukan dengan Cooja network simulator dan akan dilakukan peengukuran parameter delay, throughput, packet received dan power consumption dari protokol CoAP dan MQTT-SN. Dari hasil penelitian yang didapat, protokol MQTT-SN memiliki potensi untuk dapat memenuhi kebutuhan penggunaan daya yang rendah dan dapat berjalan dalam bandwidth yang kecil dibandingkan dengan protokol CoAP. Dengan pengujian dengan skema pertambahan jumlah sensor, dalam pengujiannya, protokol MQTT-SN memiliki average delay secara keseluruhan sebesar 0.09386 detik, rata-rata throughput sebesar 8.45013 Kbps, besar rata-rata packet received sebesar 35.79073, dan rata-rata power consumption sebesar 7.66233 mW. Kata kunci : 802.15.4, CoAP, MQTT-SN, Simulasi, Wireless Sensor Network Abstract Wireless Sensor Network is one of the most rapid developing technology in information and telecommunication technology industries. Internet of Things triggering wireless sensor technology development to be used in many sectors mainly for everyday use such a smart home system. However, there are many challenge for wireless sensor technology to be implemented for every day use. The number of nodes that will be implemented in the network will be calculated to sum the power consumption of the network itself. Though, a power efficient network should be deployed then network lifetime is also guaranteed. The 802.15.4 communication standard now is used to develop a wireless sensor network, this standard can stand the regulation of a low power, low bandwidth and lossy communication being implemented.In this research, the superiority of 802.15.4 standards and its following protocol will be examined by simulating Telkom Akses smarthome prototype with CoAP and MQTT-SN as upper layer protocol and increasing number of nodes to compare, starts from 5,8 until 10 nodes in the simulation. The simulation is conducted using Cooja network simulator and there will be delay, throughput, packet received and power consumption analysis after the simulation run. The result shows MQTT-SN protocol is performing better than CoAP protocol to fulfill a better environment for the wireless sensor network. MQTT-SN could run in a low bandwidth environment and use less power than CoAP protocol, with a total average delay of 0.09386 second, total average throughput of 8.45013 Kbps, total average of packet received of 35.79073 Bytes, and the total average of power consumption of 7.66233 mW. Keywords : 802.15.4, CoAP, MQTT-SN, Simulation, Wireless Sensor Network
Perencanaan Coverage Dan Capacity Jaringan Long Term Evolution (lte) Frekuensi 700* Mhz Pada Tol Cipularang (cikampek-purwakarta-padalarang) Menggunakan Metode Physical Cell Identity (pci) Riano Febrianto; Uke Kurniawan Usman; Rendy Munadi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada tugas akhir ini dilakukan perencanaan jaringan LTE outdoor pada Tol Cipularang (Cikampek- Purwakarta–Padalarang). Perencanaan jaringan LTE ini dilakukan dengan cara perhitungan coverage dan capacity. Perhitungan coverage digunakan untuk mendapatkan radius daya pancar radio antena atau BTS (Base Transceiver Station). Perhitungan capacity digunakan untuk mengetahui jumlah kapasitas yang disediakan oleh antena atau BTS, serta mengetahui throughtput yang akan didapatkan oleh user yang ada di Tol tersebut. Pada penelitian ini juga dilakukan perencanaan trafik yang diperlukan sebagai data pendukung dalam perencaan jaringan LTE outdoor ini. Kemudian dilakukan perencanaan berdasarkan neighbour relation dan physical cell identity (PCI). Perencanaan jaringan LTE di jalan tol Cipularang ini disertai dengan simulasi menggunakan software ATOLL. Dengan adanya PCI terutama di daerah utama yaitu sepanjang jalur Tol Cipularang dengan membandingkan sebelum dan sesudah menggunakan metode PCI maka dapat mengurangi level interferensi yang ditunjukkan meningkatnya probabilitas daerah dengan nilai BLER yang kecil yaitu 761 km² menjadi 760 km², kemudian karena interferensi yang berkurang maka nilai rata-rata C/(I+N) naik sebesar 11,09 dB yang sebelumnya 10,96 dB, sehingga average user throughput mengalami kenaikan dari 18.842,96 kbps menjadi 19.026,46 kbps. Kata kunci : LTE, ATOLL, coverage, capacity, neighbour relation, physical cell identity, BLER, C/(I+N), throughput.
Analisis Pengaruh Pola Penyebaran Node Pada Jaringan Sensor Nirkabel Ari Satrio; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless Sensor Network (WSN) merupakan infrastruktur jaringan nirkabel yang menggunakan node sensor untuk memonitor fisik atau kondisi lingkungan sekitar dimana salah satu karakteristik WSN yaitu daya power yang terbatas. Salah satu usaha untuk menghemat konsumsi energi adalah dengan menghindari collision (tabrakan data). Salah satu metode untuk menghindari collision yaitu dengan metode control pada node. Control pada node adalah metode penempatan dan pengaturan jarak antar node dengan memperhatikan posisi node tetangganya. Dengan memperhatikan penempatan pada node maka akan menghindari kemungkinan terjadinya collision dimana salah satu penyebab konsumsi energi yang besar adalah adanya collision. Pada penelitian kali ini penulis akan membandingkan persebaran random, persebaran grid dan persebaran regular hexagonal. Dari hasil yang dilakukan pada jaringan dengan traffic padat untuk packet delivery ratio regular hexagonal menghasilkan 36.10% dan 15.82% lebih baik dari random dan gri d. Untuk throughput, regular hexagonal menghasilkan 37.74% dan 18.37% lebih baik dari random dan grid. Untu k energy consumption, regular hexagonal mengkonsumsi energi 6.42% dan 11.05% lebih kecil dari random dan grid. Pada kondisi traffic normal, untuk packet delivery ratio grid menghasilkan 12.92% dan 26.51% lebih besar dari regular hexagonal dan random. Untuk throughput, grid menghasilkan 12.16% dan 28.21% lebih baik dari regular hexagonal dan random. Kata kunci : WSN, Persebaran Random, Persebaran Grid, Persebaran Regular Hexagonal.
Analisis Dan Implementasi Qos Dengan Kombinasi Mpls-Intserv Dan Mpls-Diffserv Di Ip Multimedia Subsystem Tuntun Aditara Maharta; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan jaminan QoS, ada beberapa metode yang dapat dilakukan yaitu best effort, integrated service (Intserv) dan differentiated service (Diffserv). Best effort adalah metode dimana paket yang datang pertama ke node akan dilanjutkan ke node lainnya. Intserv adalah metode dimana paket yang akan dikirimkan sebelumnya diberi jaminan bandwidth di jaringan, protocol yang berperan adalah Resource Reservation Protocol (RSVP). Sedangkan Diffserv adalah metode dimana paket yang akan dikirimkan diberikan prioritas di jaringan. Untuk menambah performansi forwarding data maka digunakan Multi-Protocol Label Switching (MPLS). Berdasarkan hasil pengujian dan analisis, diperoleh hasil bahwa MPLS-intserv-diffserv memiliki nilai delay terbesar pada layanan VoIP. Dan MPLS-intserv memiliki nilai delay terbesar pada layanan video conference. Kemudian untuk nilai jitter yang paling kecil ada pada metode MPLS-intserv-diffserv pada layanan VoIP dan MPLS- diffserv pada layanan video conference. Untuk nilai throughput tertinggi ada pada metode MPLS-diffserv pada layanan VoIP dan MPLS-intserv-diffserv pada layanan video converence. Berdasarkan perhitungan MOS dengan pendekatan E-model, ketiga mekanisme tersebut masuk ke dalam kategori “sangat baik”. Tapi dari ketiga mekanisme tersebut, MPLS-diffserv memliki nilai MOS yang paling tinggi. Jadi, bisa disimpulkan bahwa MPLS-diffserv memiliki kinerja yang paling bagus. Kata kunci : QoS, MPLS, Intserv, Diffserv, IMS
Implementasi Dan Analisis Soft Qos (diffserv) Pada Jaringan Mpls – Te Untuk Layanan Triple Play Alifiyah Pratiwi P.Wedda; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Performansi dan utilitas jaringan menjadi salah satu fokus utama pada pembangunan infrastruktur jaringan packet based. Hal ini menjadi alasan semakin berkembangnya metode forwarding paket seperti MPLS. MPLS diharapkan mampu menjadi solusi untuk meningkatkan performansi jaringan dari sisi kecepatan transfer paket pada jaringan. Namun, selain kecepatan transfer data aspek keandalan dan jaminan kualitas layanan juga menjadi penting untuk menjaga kenyamanan user dalam berkomunikasi. Beberapa metode yang biasa dilakukan untuk meningkatkan kinerja atau keandalan dari suatu jaringan seperti Resource Reservation Protocol (RSVP), Multi Protocol Label Switching (MPLS), dan penggunaan manajemen routing. Multi-Protocol Label Switching (MPLS) merupakan suatu metode forwarding data melalui suatu jaringan dengan menggunakan informasi dalam label yang dilekatkan pada paket IP. Seiring dengan perkembangannya, MPLS menawarkan fungsi traffic-engineering yang efisien, dengan memanfaatkan fungsi tunnelling berdasar LSP yang dapat membuat forwarding paket menjadi lebih efisien dan dilengkapi dengan fitur fast reroute yang dapat menjadikan jaringan lebih reliable. Sedangkan untuk menjamin kualitas suatu layanan biasanya digunakan metode Differentiated Service (DiffServ) atau Integrated Service (IntServ). Dalam penelitian ini diimplementasikan teknologi MPLS-TE dan menerapkan metode differentiated service pada jaringan dengan menggunakan router mikrotik sebagai MPLS Router untuk layanan Triple Play. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada jaringan MPLS-TE, dengan penambahan metode diffserv didapatkan hasil perbaikan delay sebesar 26% untuk layanan VoIP, 51,57% untuk layanan Video streaming, dan 11,14% untuk layanan FTP. Untuk parameter jitter didapatkan perbaikan sebesar 26,30% untuk layanan voip, 50,51% untuk layanann video streaming. Untuk parameter throughput didapatkan perbaikan sebesar 0,026% untuk layanan voip, dan sebesar 1,22% untuk layanan video streaming, serta sebesar 4,46% untuk layanan FTP. Kata kunci : MPLS, MPLS-TE, DiffServ, Layanan Triple Play
Implementasi Layanan Sms Pada Jaringan Ims Galih Erki Basuki; Rendy Munadi; Beny Triantono
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan teknologi komunikasi, teknologi packet switched semakin umum digunakan. Salah satu hal yang dihadapi adalah migrasi dari jaringan circuit switched menjadi packet switched serta pengaruhnya terhadap layanan pada jaringan 2G/3G yang sudah terpasang. Salah satu layanan tersebut adalah layanan SMS (Short Message Service). Salah satu kunci utama untuk migrasi dari jaringan circuit switched menuju packet switched adalah penggunaan IMS (IP Multimedia Subsystem). IMS merupakan sebuah framework arsitektur untuk standarisasi layanan multimedia berbasis packet switched pada jaringan mobile, dan mampu bekerja dengan baik dengan teknologi packet switched. Dalam Tugas Akhir ini akan dilakukan analisis dan implementasi dari sebuah SMS-Gateway yang dikembangkan oleh Telkom R&D sehingga dapat mengaktifkan layanan SMS pada jaringan IMS. SMS Gateway menggunakan protokol SIP untuk pengiriman paket antara SIP Client dengan sebuah perangkat mobile phone. Dari hasil implementasi didapatkan hasil sukses untuk pengiriman SMS antara SIP Client dengan mobile phone. Delay rata-rata untuk pengiriman SMS dengan beberapa skenario seperti peak dan non-peak serta penggunaan beberapa SIP Client adalah sekitar 7 detik, ada delay tambahan dalam rentang 0 hingga 1 detik untuk koneksi dari SIP Client ke SMS Gateway. SMS Gateway memiliki batas sebesar 254 karakter per pengiriman. Packet loss pada system ini sebesar 0.014%. Kata Kunci : SMS, IMS, SMS-Gateway, Protokol SIP
Implementasi Dan Analisis Penggunaan Logika Fuzzy Pada Pengendalian Arus Tenaga Listrik Dewa Gede Cahya Prastika; Rendy Munadi; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik adalah sumber daya yang benar-benar dibutuhkan pada masa ini. Semua elektronik baik yang terbaru maupun tercanggih pasti menggunakan energi listrik yang biasanya tersimpan dalam batre. Keterbatansan penghasil energi dari fosil bumi mengharuskan manusia beralih untuk mendapatkan energi dengan cara lain, yaitu dengan sumber daya panas dari matahari dan sumber daya angin. Namun pemakaian energi yang tinggi dari keterbatasan penyimpanan batre harus dikontrol. Oleh karena itu, dibuat Implementasi dan Analisis Penggunaan Logika Fuzzy Pada Pengendalian Arus Tenaga Listrik. Terdapat sensor arus masuk dan arus keluar sebagai masukan untuk logika fuzzy. Logika fuzzy akan mengolah data input agar didapat eksekusi yang tepat. Menggunakan teknologi Iot untuk mengetahui data output dari logika fuzzy, kondisi lingkungan penghasil energi dan mengontrol alat yang tercatu pada batre. Dibuatnya alat ini, manusia dengan mudah bisa memanajemen pemakaian energi dari pembangkit dengan melihat arus masuk dan keluar. Dibantu teknologi IoT yang memungkintan komunikasi dan kontrol dengan jarak jauh. Kata kunci: Arus Listrik, IoT, Fuzzi Logic.
Implementasi Dan Analisis Jaringan Sensor Nirkabel Sebagai Alat Pendeteksi Kebocoran Tabung Gas Elpiji Menggunakan Topologi Cluster-tree Dengan 7 Titik Aditya Bram Wiratma; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini gas Elpiji telah menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk memasak. Bahan bakar dengan wujud gas ini mempunyai efek negatif, yaitu apabila menguap di udara bebas akan membentuk lapisan dikarenakan kondensasi. Lapisan yang terbentuk ini bersifat mudah terbakar, sehingga sangat berbahaya apabila terjadi penumpukan di dalam ruangan tertutup dan berpotensi menimbulkan kebakaran. Kebakaran dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah kebocoran tabung gas Elpiji. Kelalaian pemasangan dan lambatnya penanganan ketika terjadi kebocoran tabung gas Elpiji dapat pula memicu terjadinya kebakaran. Kebakaran biasanya diawali dengan percikan api kecil yang menimbulkan asap. Percikan api kecil tersebut jika tidak segera ditangani akan mengakibatkan kebakaran yang besar. Seringnya terjadi kebakaran dirumah-rumah maupun tempat industri yang menggunakan gas Elpiji tidak jarang menimbulkan kerugian yang besar, baik kerugian materi maupun korban jiwa. Oleh karena itu, dirancang sebuah alat untuk memudahkan medeteksi kebocoran tabung gas Elpiji dan mempercepat penanganan ketika terjadi kebocoran tabung gas Elpiji. Dalam Tugas Akhir ini dibuat suatu implementasi prototype sistem deteksi kebocoran tabung gas Elpiji menggunakan teknologi Wireless Sensor Network. Sistem deteksi kebocoran tabung gas Elpiji ini menggunakan mikrokontroller Arduino Uno sebagai pengolah data dari sensor. Sensor yang digunakan adalah sensor MQ-6 yang berfungsi untuk mendeteksi adanya kandungan gas metana dalam udara. Dari data sensor yang didapat akan dikirim ke node koordinator untuk ditampilkan dalam bentuk GUI dan menampilkan warning yang berada di dalamnya. Setiap sensor akan saling terhubung dan membentuk topologi cluster-tree. Sistem komunikasi pada Zigbee-nya sendiri menggunakan modul transceiver RF Xbee Series 2. Sistem dibagi menjadi dua cluster untuk membagi beban router node. Diharapkan dengan adanya sistem deteksi ini dapat terekam data secara akurat dan real time. Kata kunci Jaringan Sensor Nirkabel, Elpiji, Mikrokontroller, MQ-6, GUI, Cluster-Tree, Xbee Series 2
Perancangan Dan Analisis Performansi Open Vswitch Untuk Jaringan Virtual Muhammad Geo Unggul Putra Kusuma Utomo; Rendy Munadi; Leanna Vidya Yovita
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cloud computing telah menjadi primadona tren IT pada beberapa tahun terakhir. Baik perusahaan IT skala kecil maupun data center skala besar telah mengadopsi teknologi ini. Karena dapat meminimalkan operasi infrastruktur IT, teknologi ini juga terbukti meringankan cost yang harus dikeluarkan perusahaan pada umumnya [1]. Teknologi kunci dalam cloud computing adalah virtualisasi. Virtualisasi merupakan sebuah konsep di mana sebuah program atau operating system (OS) seakan-akan mempunyai perangkat keras sendiri. Sedangkan virtual machine (VM) bertanggung jawab untuk menjalankan OS tersebut seperti menggunakan mesin sesungguhnya. Virtualisasi jaringan (network virtualization) menghubungkan setiap VM yang dibangun tersebut ke sebuah port switch virtual. Namun, meski virtualisasi membuat implementasi sistem semakin sederhana, perlu ada administrasi jaringan di antara VM, karena hypervisor hanya berfungsi sebagai bridge. Open vSwitch sebagai alternatif virtual switch yang cukup populer belakangan ini di kalangan pengembang cloud, dapat menjadi solusi untuk mengelola trafik antar VM dengan komunikasi dunia luar. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa fungsi VLAN isolation dan QoS rate-limiting pada OVS dapat mengisolasi trafik antar VM serta membedakan bitrate antar tenant. OVS terbukti dapat memberi utilisasi prosesor yang lebih baik dibandingkan dengan tanpa menggunakan OVS. OVS memberi utilisasi prosesor lebih baik sebesar 18.86% pada saat TCP Send dan 11.09% pada TCP Receive. OVS juga dapat memberi utilisasi prosesor lebih baik dalam pengiriman paket UDP Send sebesar 27.27% dan 19.66% pada UDP Receive. Kata Kunci : open vswitch, virtual switch , virtual network, virtualization, VLAN isolation, QoS, virtual machine
Co-Authors Abdulqadir Muhtadi Achmad Rizal Danisya Adinda Ayu Herdianto Adinda Riztia Putri Aditya Bram Wiratma Aditya Ramadwiputra Adnan Purwanto Ahmad , Ali Hanafi Ahmad Abdillah Siddiq Ahmad Saifuddin Mufid Ahmad Thoriq Azzam Ahmad Tri Hanuranto Ahmad, Ali Hanafi Ahsanuddin, Rafiq Irham Airlangga Baihaqi Wicaksono ajibekti, ari Akhmad Hambali Akhmad Syauqi Alam Nasyrah Muharram Nasution Alfin Hikmaturokhman Algafaru, Aldo Ali Muayyadi, Ali Alif Faikah Alifiyah Pratiwi P.Wedda Almyra Rosedyana AM, Debby Tri Wulandari Ammatia Risty Ammatia Risty, Ammatia Andi Ainun Najib Andrea Eges Seca Barus Andri Agustav Wirabudi Andri Suwignyo Anego, Raga Esa Angga Rusdinar Anisia, Rianda Aqila Safira Hasnul AR. Margans Tanjung Ardhi Anzala Muhammad Arfianto Arfianto Arfianto Fahmi Ari Ajibekti Masriwilaga Ari Satrio Arief Goeritno Arief Rakhman Arief Rakhman Saputra Arif Indra Irawan Arisman Putra Munggaran Arta, Virda Amalia Asep Mulyana Asep Mulyana Audy Septarindra Ayu Irmawati Azzam, Ahmad Thoriq Bachtiar Hendro Assiddiq Bahtiar Widayanto Basuki Rahmat Basuki Rahmat Masdi Siduppa Bayu Erfianto Beny Triantono Bima Sanjaya Boby Priaksa Briantono, Mahardika Hanif Cendika Deby Hartanta Chrisna Fiddin Dadan Nur Ramadan Dadan Rohdiana Dadang Gunawan Dadiek Pranindito Damayanti, Widya Danu Dwi Sanjoyo Derryanda Sulistio Devi Fitriani Devyta Asterina Dewa Gede Cahya Prastika Dewanto, Ramadhika Dini Adlina Salman DJOMI, MANZILA IZNIARDI Doan Perdana Dong Ho Lee Dong-Sung Kim Dwi Sanjoyo, Danu Edoeardo Setiawan Eka Santi Wahyuningtyas Emeraldo Faris Aufar Endang h Chumaidiya Enrico Megantara Evan Adhi Kurniawan F. Ahmadi Djajasugita Fadhil Riardy Rivai Fadhilah, Muhammad Zidan Fahmi Bagaskara Perdana Fahriza, Mochammad Iqbal Fanny Tarida Tampubolon Fardan Fardan Faris Salman Hakim Favian Dewanta Fendy Purwanto Feralia Fitri Feri Teja Kusuma Fidar Adjie Fidar Adjie Laksono Fidelis Surya Putranta Fidelis Surya Putranta Fitra Purwandika Galih Erki Basuki Gendhis Azzukhruf Dynastuti Gilang Perdana Putra Gita Indah Hapsari Gumilar Hadi Prabowo Gustommy Bisono Habib Al Ghani Hadhara, Fikri Hafidudin . Harry Rachmatsyah Helni Mutiarsih Jumhur Herda Theo Perdana Hirwandi Agusnam I Made Wahyuda Permana Ida Wahidah Ilham Reza Wijaya Imam Hedi Santoso Iman Hedi Santoso Iman Santoso Indra Maulana, Bintang Indra Perdana Putra Sutejo Indra Perdana Putra Sutejo Indrarini Dyah Indrarini Dyah Irawati Intan Laily Muflikhah Irawan, Muhammad Naufal Nur Irma Noviandari Irma Nurlita Dewi Irmansyah, Tedy Irwanda Kurniawan Istikmal Jafar Alim Habibi Jorjiana Aminatus Kadi, Aufaryafi Baskara Khurniawan, Amri Leanna Vidya Novita Leanna Vidya Yovita Leanna Yovita Listya Wulandari Mardiah M.Yanis, Naili Ikrimah Mahardika Hanif Briantono Mas’ud Bayu Sadewo Maulana, Bintang Indra Maya Rosalia Menachem Bayazid Aufar Mohamad Samudra Mohammad Andre Mutalibov Mohammad Kurnia Putra Mohammad Rizky Pratama Muhammad Azriel Muhammad Fuadi Sururuzzaman Muhammad Furqan Ramadani Muhammad Geo Unggul Putra Kusuma Utomo Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hamzah Mushaddiq Nabila Nabila Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Mufti Ardiansyah Natasya Nurul Putri Nigo Wisnu Wijaya Ningrum, Ratna Widya Ningrum, Sussi Novia Indrawati Nugraha, Umar Nur Andini Nur Irawan, Muhammad Naufal Nurwulan Fitriyanti Nyoman Bogi Aditya Karna Periyadi, Periyadi Piove Wiraguna Prasojoe, Rahmat Ramadan putri angelia R Rumani Rumani R Rumani Rumani, R Rumani Raden Arjani Rosalina Radian Priambodo Radiv Herdian Rafif Taruna Ramadhan Ramadhika Dewanto Ramadhika Dewanto Ratih Loviesta Nurbed Ratna Mayasari Rein Rachman Putra Repka Mochamad Zaqy Mulyadi Resi Pramudyo Pariwibowo Retno Hendriyanti Reza Arlan Reza Fahlevi Zulkarnaen Reza Lutfi Ananda Rianda Anisia Rianda Anisia Riano Febrianto Riany Erdiyanti Ridha Muldina Negara Rifqi, Muhammad Naufal Risang Suryadi Saputra Risyaf Fawwaz Pradipta Rivaldi Fawzian Rizal Erwin Irwansyah Rizka Darmawan Dwi Putra Robby C. Manurung Rudi Sianipar Ruly Naufaldi Kurniawan S, Andhika Sabrina Chairunnisa Safida Reynita Sari Sahrul Mulia Sandra Erpanji Sar Sardy Satria Bagus Pratama Septian Nurul Chalik Setyorini Setyorini Setyorini Sevierda Raniprima Shihab, Kusvihawan Muhammad Sofia Naning Hertiana Sugondo Hadiyoso Suryamiharja, Andhika Sussi Sussi Sussi , Sussi Syarifuddin, Sri Dewi Sartika Tanjung Perdana Kusuma Tengku Ahmad Riza Tjahjo Adiparabowo Tjahjo Adiprabowo R Tuntun Aditara Maharta Uke Kurniawan Usman Unang Sunarya Usep Taufiq Hidayat Vikry Fadillah Virginia Rosaline Wibowo, Truly Baaqii Widyanto, Toto Wisesa, Pradipa Catya Wisma Dwi Kurnia Yanis, Naili Ikrimah M. Yasir, Dara Kusumawati Ramadani Yohanes Dickson Yuggo Afrianto Yusuf Budiman Zhafari Luthfan Oswar