Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN SELUMA Ikhwan Efendy; Agus Susatya; Bieng Brata; Yurike Yurike
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20400

Abstract

Ketersediaan lahan di bidang pertanian merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan peran sektor pertanian secara berkelanjutan, terutama untuk mewujudkan kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional. Namun permasalahan yang dihadapi saat ini adalah tingginya tekanan terhadap lahan, sehingga terjadi persaingan pemanfaatan lahan antara sektor pertanian dan non pertanian. Meningkatnya permintaan lahan untuk kegiatan non pertanian pada akhirnya menyebabkan terjadinya konversi lahan pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji implementasi kebijakan perlindungan lahan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Seluma dan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Seluma. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif yaitu dengan usaha mengumpulkan, menyusun dan menginterprestasikan data yang ada kemudian menganalisa data tersebut, menelitinya, menggambarkan dan menelaah secara lebih jelas dari berbagai faktor yang berkaitan dengan kondisi, situasi dan fenomena yang diselidiki. Implementasi perlindungan lahan berkelanjutan masih menghadapi kendala. Mayoritas responden (75,00%) berpendapat bahwa hal ini disebabkan oleh tidak pernah dilakukan sosialisasi; implementor kurang responsif (68,75% responden); kurang paham terhadap kebijakan (72,25% responden); kurang lengkapnya data pendukung (62,50% responden); SOP yang tidak jelas (58,75% responden); koordinasi lintas sektoral masih jarang (73,75% responden); tekanan ekonomi (71,25 % responden).
Tingkat Kerentanan Terhadap Perubahan Iklim Pada Desa - Desa Sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat (Tnks) Di Kecamatan Pinang Belapis Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu Fretty Anggreani; Agus Susatya; Syafrin Tiaif
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.7.1.9271

Abstract

Dampak perubahan iklim mempengaruhi sumber penghasilan penduduk desa-desa sekitar TNKS. Penurunan produktivitas pertanian menyebabkan penduduk melakukan upaya ektensifikasi, sehingga lahan hutan menjadi alternatif perubahan lahan untuk perladangan dan pertambangan. Penelitian ini bertujuan :1) mengetahui tingkat kerentanan desa-desa sekitar TNKS terhadap perubahan iklim, 2) mengetahui pemetaan tingkat kerentanan tersebut dan 3) mengetahui upaya adaptasi terhadap perubahan iklim. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa desa yang termasuk kategori sangat rentan terhadap perubahan iklim adalah Desa Ketenong I dan Desa Ketenong II (28,60%), Desa yang rentan adalah Desa Ketenong Jaya (14,20%), Desa yang agak rentan adalah Desa Air Kopras dan Desa Sebelet Ulu (28,60%) serta Desa yang tidak rentan yaitu Desa Bioa Putiak dan Desa Tambang Saweak (28,60%). Upaya adaptasi terhadap perubahan iklim dapat dilakukan dengan memperbaiki saluran irigasi dari sederhana dan tadah hujan menjadi irigasi teknis dan semi teknis serta pembangunan embung-embung, mengurangi kepadatan penduduk, memperluas diversifikai sumber penghasilan (non pertanian), memperbaiki infrastruktur (fasilitas kesehatan, jalan, sarana pemasaran, sarana dan prasarana pertanian) serta penguatan kelembagaan petani.Kata kunci : Kemampuan Adapasi, Perubahan iklim, Potensial Dampak, Taman Nasional Kerinci Sebelat
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA ALAM AIR TERJUN CURUQ PSUK DESA PENEMBANG KECAMATAN MERIGI KELINDANG KABUPATEN BENGKULU TENGAH Desi Arisandi; Agus Susatya; Wiryono Wiryono
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.1.12238

Abstract

Pariwisata merupakan sektor yang sangat potensial untuk menunjang pengembangan suatu kawasan, baik di lingkungan perkotaan maupun perdesaan. Pariwisata juga dapat meningkatkan taraf kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Pariwisata berkelanjutan mencakup 3 aspek utama yang terdiri dari aspek lingkungan, aspek ekonomi, aspek sosial budaya. Wisata alam air terjun Curuq Psuk mempunyai potensi untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan wisata alam Curuq Psuk di Desa Penembang, Kecamatan Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah. Data dikumpulkan melalui observasi dn wawancara terhadap 100 orang responden yang terdiri dari institusi pemerintah daerah, masyarakat dan pengunjung objek wisata. Data dianalisis menggunakan SWOT analysis. Berdasarkan analisis diperoleh kesimpulan bahwa bahwa lima urutan teratas dari program untuk pengembangan wisata alam air terjun Curuq Psuk adalah : (1) Pengembangan objek wisata; (2) Pengembangan infrastruktur transportasi; (3) Pengembangan bantuan modal usaha; (4) Pembangunan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan wisata; dan (5) Pengembangan usaha lainnya yang ramah lingkungan.
PERTUMBUHAN TANAMAN NYAMPLUNG (Callophyllum innophylum L.) DALAM BLOK ORGANIK DARI LIMBAH SERAT BUAH SAWIT DENGAN PEMUPUKAN DI LAHAN PANTAI Wahyu Hidayat; Agus Susatya; Enggar Apriyanto
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13512

Abstract

Provinsi Bengkulu memiliki garis pantai sepanjang ± 525 km yang memiliki potensi sekaligus ancaman bagi keberadaan wilayah daratan akibat aktivitas ombak pantai seperti abrasi. Salah satu cara menanggulangi abrasi pantai adalah dengan cara penanaman vegetasi daerah pesisir melalui kegiatan rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman nyamplung dalam blok organik dari limbah serat buah sawit dengan pemupukan serta interaksi keduanya pada lahan pantai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 perlakuan yaitu blok organik (T) dan pemupukan (P). Faktor blok organik terdiri dari semai yang tumbuh pada media tanah (T1 ), semai yang tumbuh pada blok organik kecil (T2 ) dan semai yang tumbuh pada blok organik kecil dan dimasukkan ke dalam blok organik besar (T3 ). Faktor pemupukan terdiri dari 0 gr/tanaman (P1 ), 3 gr/tanaman (P2 ), 5 gr/tanaman (P3 ), dan 7 gr/tanaman (P4 ). Variabel yang diamati adalah persentase hidup tanaman, pertambahan tinggi, diameter, jumlah daun, luas daun, dan jumlah klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase hidup tanaman yang ditanam sebesar 98,15 %. Hal ini berarti bahwa tanaman nyamplung dapat tumbuh pada lahan berpasir. Penggunaan blok organik dari limbah serat buah sawit memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertambahan tinggi dan diameter batang tanaman nyamplung, dimana perlakuan T 2 memberikan pertumbuhan tinggi dan diameter terbaik. Sementara aplikasi pemupukan memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertambahan tinggi dan jumlah daun tanaman nyamplung, dimana perlakuan P 2 memberikan nilai rata-rata terbaik. Namun, interaksi antara kedua perlakuan tersebut tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman.
POTENSI PENGEMBANGAN PARIWISATA PANTAI PANJANG KOTA BENGKULU DALAM PERSPEKTIF KONSERVASI LINGKUNGAN Ikhlassia Mutiara; Agus Susatya; Guswarni Anwar
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.7.2.6029

Abstract

Pantai Panjang memiliki potensi dan peluang yang besar dalam bidang pariwisata dan sebagai salah satu daya tarik wisata maka perlu ditindaklanjuti dengan pengembangan pariwisata di kawasan Pantai Panjang untuk menjadi kawasan wisata unggulan. Penelitian ini merupakan penilitian kualitatif deskriptif dengan metode penilaian dan metode checklist sederhana. Penelitian observatif atau pengamatan dilakukan untuk mengidentifikasi karekteristik kawasan wisata Pantai Panjang. Penelitian ini bersifat deskriptif, dimana penelitian dilakukan dengan memaparkan dan menyajikan suatu liputan peristiwa melalui indentifikasi subtansi masalah pada kawasan wisata Pantai Panjang. Selain itu penelitian ini juga menggunakan metode analisis SWOT. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka simpulan terhadap pengembangan kawasan wisata di Pantai Panjang dalam perspektif konservasi lingkungan dikembangkan sebagai kawasan wisata regional. Ada lima strategi pengembangan 1.Pengembangan infrastruktur sarana dan prasarana wisata 2.Pengembangan modal usaha 3.Pengembangan obyek dan daya tarik wisata yang berkelanjutan 4. Pemeliharaan dan pengelolaan wisata Pantai Panjang yang berkelanjutan 5.Promosi objek wisata Pantai Panjang.Kata Kunci: Pantai Panjang , Pengembangan , Pariwisata
KAJIAN KESESUAIAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI DI PULAU MEGA KABUPATEN BENGKULU UTARA Imam Munandar; Agus Susatya; Zamdial Zamdial
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13508

Abstract

Pulau Mega di Kabupaten Bengkulu Utara merupakan Pulau Kecil yang berada di perairan Samudera Hindia sebelah barat Pulau Sumatera yang memiliki kelimpahan sumber daya kelautan dan perikanan, khususnya jasa lingkungan berupa keindahan pantai pasir putih dan terumbu karang beserta ekosistem asosiasinya, sebagai potensi yang sangat penting bagi pengembangan kawasan di masa depan, khususnya pembangunan kegiatan wisata bahari berbasis konservasi. Sebagai upaya untuk mendukung pengembangan kegiatan wisata bahari dimaksud, maka ketersediaan informasi tentang keragaan sumber daya di Pulau Mega adalah suatu keharusan, mengingat hal tersebut merupakan informasi penting yang sangat membantu bagi pemerintah ataupun para investor bidang wisata bahari untuk berinvestasi di pulau -pulau kecil. Metode survei digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Mega memiliki potensi yang layak untuk dikembangkan sebagai daerah wisata bahari .
Komposisi Vegetasi Dan Cadangan Karbon Pada Tingkat Tiang Dan Pohon Di Kawasan Pariwisata Alam Bukit Sulap Zona Pemanfaatan Tnks Kota Lubuk Linggau Eti Susiana; Agus Susatya; Hery Suhartoyo
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.7.1.9257

Abstract

Pemerintah kota Lubuklinggau mengembangkan pariwisata alam di zona pemanfaatan IPPA (Izin Pemanfaatan Pariwisata Alam) Bukit Sulap TNKS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai indeks penting jenis penyusun vegetasi dan besaran cadangan karbon pada tingkat tiang dan pohon di kawasan pariwisata alam Bukit Sulap zona pemanfaatan TNKS kota Lubuklinggau pada ketinggian 150 - 300 m dpl dan 300 – 450 m dpl serta mengetahui besaran cadangan karbon yang akan hilang apabila area yang diizinkan untuk pembangunan sarana prasarana dibangun semuanya sebanyak 4,23 Ha. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Agustus 2017. Pengukuran biomasa pohon dilakukan dengan metode tanpa penebangan. Hasil penelitian di kawasan IPPA Bukit Sulap pada ketinggian 150 - 300 m dpl ditemukan 20 jenis spesies dengan spesies asli  sebanyak 8 spesies, sedangkan pada kawasan dengan ketinggian 300-450 m dpl ditemukan 17 jenis spesies dengan spesies asli sebanyak 8 spesies. INP tertinggi tingkat pohon pada kawasan dengan ketinggian 150-300 m dpl didapat pada bendo (Artocarpus elasticus) sebesar 50,17% sementara pada tingkat tiangnya terdapat pada glodokan tiang (Polyalthia longifolia) sebesar 47,97%.  INP tertinggi tingkat pohon pada kawasan dengan ketinggian 300-450 m dpl didapat pada waru (Hibiscus macrophyllus) sebesar 101,49% sementara pada tingkat tiangnya pada ki bugang (Arthrophyllum diversifolium) sebesar 78,77%. Total cadangan karbon  pada vegetasi tingkat pohon dan tiang di ketinggian 150-300 m dpl  sebesar 105,824 Ton/Ha. Total cadangan karbon  pada vegetasi tingkat pohon dan tiang di ketinggian 300-450 m dpl  sebesar 70,037 Ton/Ha. Cadangan karbon total kedua kawasan penelitian adalah 87,930 Ton/Ha, sehingga dugaan cadangan karbon yang akan hilang adalah pada luasan area 4,23 Ha adalah 371,941 Ton karbon.Kata kunci : IPPA Bukit Sulap, Komposisi Vegetasi, Biomassa, Cadangan Karbon
POTENSI SUMBER EKONOMI UNGGULAN SEKTOR PERTANIAN KABUPATEN SELUMA Hari Yanto; M Mustopa Romdhon; Agus Susatya; Bagus Dimas Setiawan
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.17921

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa jenis sektor ekonomi unggulan daerah Kabupaten Seluma dan melakukan pemetaan sumber ekonomi unggulan pertanian daerah Kabupaten Seluma. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan bulan Desember 2018 sampai dengan Februari 2019. Analisis data dengan menggunakan metode Location Quetient (LQ), Metode Rasio Pertumbuhan (MRP), Tipologi Klassen dan Overlay. Hasil  penelitian menunjukan bahwa dalam Metode Overlay (Analis LQ, MRP, analisis Tipologi Klassen), sektor ekonomi Kabupaten Seluma adalah sektor Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Sektor Industri Pengolahan, dan sektor Administrasi Pemerintahan, pertahanan dan Jaminan Sosial. Berdasarkan analisis metode LQ didapatkan hasil dari komoditi unggulan masing-masing Kecamatan di Kabupaten Seluma yaitu : Komoditi Pangan adalah Padi Ladang, Kedelai dan Padi Sawah. Untuk Komoditi Peternakan adalah Sapi pedaging dan Kerbau. Kesimpulan dari penelitian ini sektor ekonomi unggulan atau dominan di Kabupaten Seluma adalah sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, sektor Industri Pengolahan, dan sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial.Kata Kunci: Sumber Ekonomi Unggulan, Pertanian, LQ, Rasio Pertumbuhan, Tipologi Klassen, Overlay
Persepsi Dan Partisipasi Nelayan Dalam Pengelolaan Daerah Perlindungan Laut Sekunyit Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu Andrias Koko; Agus Susatya; Enggar Apriyanto
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.8.1.9166

Abstract

Pada wilayah pesisir Desa Sekunyit terdapat program pengelolaan wilayah pesisir dengan menggunakan pendekatan konservasi terhadap terumbu karang yang dinamakan Daerah Perlindungan Laut (DPL) pada tahun 2009. Daerah Perlindungan Laut Sekunyit terletak di Desa Sekunyit, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji persepsi dan partisipasi nelayan, serta mengetahui hubungan antara persepsi nelayan terhadap partisipasi nelayan dalam pengelolaan DPL Sekunyit. Variabel penelitian adalah variabel persepsi (dengan parameter 12 pertanyaan) dan partisipasi nelayan (dengan parameter 10 pertanyaan). Variabel persepsi nelayan dipisahkan dalam 3 (tiga) kategori, yaitu baik, sedang dan tidak baik. Variabel partisipasi nelayan juga dibagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu aktif, pasif, dan negatif. Data yang digunakan meliputi data primer (data yang diperoleh melalui pengamatan, kuisioner dan hasil wawancara) dan data sekunder (berasal dari monografi desa dan instansi terkait). Jumlah responden sebanyak 50 orang (24,27%) dari jumlah penduduk yang berprofesi sebagai nelayan (206 orang). Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan Desa Sekunyit mempunyai tingkat persepsi baik (72,42%) dan tingkat partisipasi akif (70,10%) dalam pengelolaan DPL Sekunyit. Uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat persepsi nelayan dengan tingkat partisipasi nelayan dalam pengelolaan DPL Sekunyit (X2 hitung 2,105 < X2 tabel 3,841). Derajat keeratan hubungan antara persepsi dan partisipasi nelayan dalam pengelolaan DPL Sekunyit masuk dalam kategori rendah (C 0,201).   Kata Kunci : persepsi nelayan, partisipasi nelayan, dpl sekunyit
KERENTANAN KAWASAN PESISIR KECAMATAN AIR NAPAL DAN BATIK NAU KABUPATEN BENGKULU UTARA PROVINSI BENGKULU Agus Sulaiman; Agus Susatya; Zamdial Ta’alidin
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.1.12072

Abstract

Kondisi sebagian wilayah pesisir Kabupaten Bengkulu Utara sudah mengalami kerusakan, seperti degradasi pantai, rusaknya hutan mangrove, dan semakin berkurangnya hutan pantai. Kondisi tersebut menyebabkan kerentanan kawasan pesisir sehingga perlu dikaji tingkat kerentanannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mendeskripsikan kerusakan yang terjadi di sepanjang wilayah pesisir Kabupaten Bengkulu Utara, dan menilai tingkat kerentanan wilayah pesisir Kabupaten Bengkulu Utara. Metode yang digunakan adalah metode survei serta data sekunder dari peta tutupan lahan Google Earth history untuk menganalisis berdasarkan 10 parameter perubahan garis pantai. Analisis data menggunakan analisis Indek Kerentanan Pesisir. Berdasarkan analisis Indek Kerentanan Pesisir (IKP) di Kecamatan Air Napal tiga desa termasuk dalam kerentanan sedang yaitu desa Tepi Laut, Talang Kering dan Selubuk. Dua desa masuk kategori sangat tinggi, sedangkan sisanya 4 desa termasuk dalam kategori tinggi. Untuk Kecamatan Batik Nau, dua dari 8 desa termasuk dalam kategori sedang, sedangkan sisanya termasuk dalam kategori tinggi. Variabel kerentanan yang memberikan nilai tinggi pada Kecamatan Air Napal dan Batik Nau adalah lebar sabuk hijau yang sangat sempit (kurang dari 500 meter) dan struktur litologi seluruh wilayah pesisir terbentuk dari jenis batuan endapan aluvium. Litologi berpengaruh pada resistensi (daya tahan) garis pantai terhadap proses pengikisan oleh gelombang, arus dan pasang surut yang menyebabkan perubahan garis pantai.
Co-Authors Adi Kuswanto Agung Dwi Putra Agus Martono Agus Sulaiman Andriansyah, Faizal Andrias Koko Aprianto, Enggar Ardi Setiawan Arief Huzeini Atra Romeida Bagus Dimas Setiawan Bandi Hermawan Barchia, M. Faiz Bieng Brata Bieng Brata Bieng Brata Bieng Brata Bieng Brata Bilman Wilman Budiyanto Budiyanto Cahyadi Insan Damres Uker Dede Hartono Desi Arisandi Dwi Wahyuni Ganefianti, Dwi Wahyuni Ekopsi, Mahdi Elpizon Elpizon Enggar Aprianto Enggar Apriyanto Enggar Apriyanto Eti Susiana Faradika, Mela Farhan Reza Pahlevi Farma, Albert Fatria Nova Cristin Ningrum Filla Meinita Fretty Anggreani Gunggung Senoaji Guswarni Anwar Guswarni Anwar Hari Yanto Heri Dwi Putranto Heri Suhartoyo Hery Suhartoyo Hery Suhartoyo Hery Suhartoyo Hery Suhartoyo Ikhlassia Mutiara Ikhwan Efendy Imam Munandar Insan, Cahyadi J.F. VELDKAMP J.F. VELDKAMP, J.F. K. MAT -SALLEH K. MAT -SALLEH, K. MAT Lusi Afriana M Mustopa Romdhon M. Faiz Barchia M. Faiz Barchia Mardiansyah Mardiansyah Martono, Dede Meriana Meriana Muhammad Iqbal Nurmeiliasari Oktoyoki, Hefri Pragustiandi, Guntur Purnami, Aruma Rahmayani, Feby Rais, Rendra Regen Rida Novaida RIDHA MAHYUNI RIDHA MAHYUNI, RIDHA Ridwan Yahya Rudi Wahyu Hidayat Saputra, Eko Adi Satria Putra Utama Septiyani, Faridatin Suharyanto Suyanti, Erni Syafrin Tiaif Tuti Herawati Vera Tania Wahyu Hidayat Wardani Wardani Wendra Kesuma Wijaya Wijnana, Adhika Putra Agra Wiryono Wiryono Wiryono, Wiryono Wiryono, Wiryono Wulansari, Pitri Yansen Yansen Yansen Yansen, Yansen Yar Johan Yurike Yurike Zamdial Ta’alidin Zamdial Zamdial