Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pilar

Kurikulum Pendidikan Islam Integratif: Menghubungkan Ilmu Agama dan Ilmu Modern Nadirah, Sitti
PILAR Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PILAR, JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kkv0wt17

Abstract

Kurikulum pendidikan Islam integratif merupakan salah satu gagasan penting dalam menjawab persoalan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu modern yang hingga kini masih menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan Islam. Di banyak lembaga pendidikan, pemisahan dua ranah ilmu ini sering melahirkan dualisme pola pikir, di mana ilmu agama dipandang hanya sebagai sumber nilai moral dan spiritual, sementara ilmu modern dianggap sebagai sumber keterampilan praktis untuk menjawab kebutuhan zaman. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan ketidakseimbangan dalam sistem pendidikan, tetapi juga menghambat lahirnya generasi Muslim yang utuh, yakni mereka yang mampu menggabungkan keunggulan iman, ilmu, dan amal dalam kehidupan sehari-hari. Kurikulum integratif hadir sebagai solusi untuk menghubungkan kedua ranah tersebut secara harmonis. Integrasi ini tidak dimaksudkan untuk meleburkan secara paksa, melainkan menemukan titik temu epistemologis dan metodologis sehingga ilmu agama dan ilmu modern saling melengkapi. Dengan model ini, pembelajaran agama dapat dikontekstualisasikan dengan perkembangan sains, teknologi, dan sosial, sedangkan penguasaan ilmu modern dipandu oleh nilai-nilai etika, moral, dan spiritual Islam. Hasilnya adalah sistem pendidikan yang lebih relevan, adaptif, dan holistik dalam membentuk karakter sekaligus kompetensi akademik peserta didik. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan kurikulum pendidikan Islam integratif sangat ditentukan oleh desain kurikulum yang visioner, kesiapan tenaga pendidik, serta dukungan kelembagaan yang konsisten. Dengan demikian, kurikulum ini dapat menjadi landasan strategis dalam mencetak generasi Muslim yang berdaya saing global tanpa kehilangan identitas keislamannya.
Pendidikan Islam Dalam Masyarakat Digital: Rekonstruksi Nilai, Otoritas Keilmuan, dan Pembentukan Karakter Nadirah, Sitti; Dahlan, Retoliah
PILAR Vol. 16 No. 2 (2025): JURNAL PILAR, DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ewe5vy46

Abstract

Transformasi digital telah mengubah secara fundamental lanskap pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Perkembangan teknologi informasi dan media digital tidak hanya menghadirkan peluang baru dalam proses pembelajaran, tetapi juga memunculkan tantangan serius terkait pergeseran nilai, fragmentasi otoritas keilmuan, serta pembentukan karakter peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual bagaimana pendidikan Islam merespons dinamika masyarakat digital melalui rekonstruksi nilai-nilai keislaman, penataan ulang otoritas keilmuan, dan penguatan pembentukan karakter. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dan analisis kritis, artikel ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam perlu bergerak melampaui pendekatan normatif-tradisional menuju paradigma transformatif yang mampu mengintegrasikan teknologi digital dengan nilai etika, maqāṣid al-sharī‘ah, dan pembelajaran berbasis karakter. Temuan konseptual artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan Islam di era digital sangat ditentukan oleh kemampuannya menjaga otentisitas nilai, memperkuat legitimasi keilmuan, serta membentuk karakter peserta didik yang religius, kritis, dan berkeadaban digital.