Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

STUDI KELAYAKAN PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN MUTIARA GARDEN KOTA PASURUAN Hediyanti, Lutfiah Putri; Sumardi, Sumardi; Naibaho, Armin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.3424

Abstract

Proyek Pembangunan Perumahan Mutiara Garden berlokasi di Jl. Basuki Rakhmat Bukir. Kecamatan Gadingreio Kota Pasuruan. Pada proyek ini akan dibangun perumahan menjadi 3 tipe bangunan 36/72 m2 , 70/72 m2 dan 75/72 m2 dengan tanah seluas 14.033 m2. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui tipe rumah yang paling diminati masyarakat dan mengolah data menggunakan aplikasi SPSS.26, menentukan kelayakan teknis untuk mengetahui apakah sesuai peraturan yang berlaku, menghitung jumlah rumah yang optimal menggunakan aplikasi LINDO 6.1, menghitung kelayakan finansial dan menghitung hasil analisis sensitivitas. Aspek finansial ditentukan berdasarkan nilai NPV, BCR, IRR dan PP. Data yang dibutuhkan adalah gambar rencana, siteplan, spesifikasi teknis rumah, HSP Kota Pasuruan. Berdasarkan hasil analisis aspek pasar dan pemasaran diperoleh tipe rumah yang paling diminati yaitu tipe 36/72 sebesar 52%, tipe 70/72 sebesar 17%, dan tipe 75/72 sebesar 31%. Kesesuaian aspek teknis sudah memenuhi syarat. Analisis finansial sebanyak 104 unit dinyatakan menguntungkan dengan NPV sebesar Rp, 191,389,286.88 BCR sebesar 1,004072, IRR sebesar 12,84% dan PP sebesar 3 tahun. Jumlah rumah optimal ada 117 unit rumah yang terdiri dari tipe 36/72 sebesar 61%, tipe 70/72 sebesar 20%, dan tipe 75/72 sebesar 36%. Dengan keuntungan yang diperoleh yaitu sebesar Rp. 5,107.000.000.00 Hasil analisis kelayakan finansial kondisi optimal yaitu dikatakan layak dan menguntungkan dengan nilai NPV sebesar Rp. 1,427,179,407.97, IRR sebesar 29,95%, BCR sebesar 1,029 dan PP sebesar 2,152 tahun. Hasil analisis sensitivitas didapat bahwa kondisi pengeluaran dan penurunan pendapatan sebesar 10% dan 15% akan mengakibatkan proyek tidak layak untuk dilaksanakan.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR ATAS GEDUNG MENARA 17 PWNU JAWA TIMUR Rohmah, Fadila Nur; Naibaho, Armin; Fajarwati, Anisah Nur
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.3495

Abstract

Gedung bertingkat tinggi sangat riskan terhadap guncangan gempa yang mengancam jiwa penghuni atau pengguna gedung. Oleh karena itu, gedung bertingkat tinggi harus didesain sesuai dengan ketentuan gempa yang berlaku. Perencanaan ulang struktur Gedung Menara 17 PWNU Jawa Timur meliputi struktur atap dak beton dan struktur atas beton bertulang. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan ulang struktur kolom, balok, pelat, tangga dan shear wall sesuai dengan SNI 2847-2019 mengenai perencanaan beton. Metode yang digunakan dalam perencanaan ulang gedung ini yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan kombinasi Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Dinding Struktural untuk mendapatkan struktur bangunan bertingkat tinggi yang kuat dan aman. Analisis statika struktur menggunakan software Autodesk Robot Structural Analisys Professional (RSAP) student version 2021. Hasil dari perencanaan ulang sebagai berikut: pelat atap dengan tebal 120mm penulangan lapangan arah x dan y P10-150, penulangan tumpuan arah x dan y P10-150. Pelat lantai dengan tebal 120mm dan 150mm penulangan lapangan arah x dan y P10-150, penulangan tumpuan arah x dan y P10-150. Balok induk B1 400/600mm tulangan pada tumpuan atas 6S25 dan bawah 4S25, pada lapangan bawah 6S25 dan atas 4S25. Balok induk B2 300/450mm pada tumpuan atas 5S22 dan bawah 3S22, pada lapangan bawah 5S22 dan atas 3S22. Balok anak B3 250/300mm pada tumpuan atas 3S25 dan bawah 2S25, pada lapangan bawah 3S25 dan atas 2S25. Kolom K1 1000/1000mm menggunakan tulangan utama 24S25. Kolom K2 800/800mm menggunakan tulangan utama 20S25. Tangga dengan tebal 120mm, dengan penulangan tumpuan P10-50 dan lapangan P10-200, tulangan bagi P10-100. Dinding geser SW1 dan SW2 dengan tebal 250mm pada tulangan utama arah x dan y S22-250 dan tulangan bagi arah x dan y 2S13-250.
IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) PADA DESAIN SAMBUNGAN BALOK-KOLOM STRUKTUR BAJA wahiddin, wahiddin; Sugiarto, Agus; Naibaho, Armin; Purwitasari, Kartika
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.4534

Abstract

Building Information Modelling (BIM) mencerminkan revolusi industri dan digitalisasi dalam mendukung teknologi konstruksi 4.0. Pelaksanaan integrasi BIM dengan tingkat maturitas tinggi memerlukan biaya apalagi belum ada aplikasi yang mendukung implementasi BIM mulai dari tahap awal / pra desain sampai dengan penggunaan dan perawatan. Sangat penting membuat workflow yang efektif agar tujuan implementasi BIM tercapai. Hasil penenlitian menunjukkan Analisis dan desain sambungan dapat dilakukan dengan mentransfer file analisis ke aplikasi analisis dan desain sambungan menggunakan koenktor antar aplikasi. Output aplikasi BIM modeler memiliki Level of Development (LOD) mencapai 500 yang menunjukkan bahwa outputnya dapat digunakan mulai dari proses perancangan hingga pada produksi gambar As Built Drawing. Sedangkan aplikasi analisis dan desain struktur serta analisis dan desain sambungan memiliki LOD 350. Alur kerja implemntasi BIM lebih mudah dimulai dari aplikasi Analisis dan Desain Struktur. Setelah semua elemen didesain dan memiliki kekutan yang direncanakan, file analisis ini dapat di ekspor ke aplikasi BIM Modeler untuk membuat gambar detail. Hasil analisis dan desain struktur juga di ekspor ke aplikasi analisis dan desain sambungan balok-kolom untuk dilakukan pengecekan kekuatan. Hasilnya kemudian menjadi dasar untuk membuat detailing pada Aplikasi BIM Modeler.
COARSE AGGREGATE COMPARATIVE ANALYSIS COMING FROM RIVER AND MOUNTAIN AGAINST STRONG PRESS AND STRENGTH CONCRETE DRAG: Analisa Perbandingan Agregat Kasar Yang Berasal Dari Sungai Dan Gunung Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Beton Naibaho, Armin
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 02 (2017): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.738 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v1i02.6034

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan beton adalah memilih jenis agregat kasar yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan kualitas agregat kasar dari batu gunung dan dari batu sungai terhadapkuat tekan beton fc’ 30 MPa (K300)dan kuat tarik belah beton. Penelitian ini menggunakan agregat kasar dari batu gunung dengan warna abu-abu dan berdebu yang diperoleh dari Desa Beji Kec. Junrejo Kota Batu sedangkan agregat kasar dari batu sungai berwarna lebih gelap dan bersih berasal dari Sungai Brantas Kab. Malang dengan ukuran masing-masing maksimal 40 mm. Penelitian ini dilakukan di laboratorium bahan bangunan dan beton Politeknik Negeri – Malang, dan pelaksaannya dimulai pada tanggal 29 Juli sampai 30 Agustus 2016. Pada pengujian kuat tekan beton menggunakan 10 benda uji sama dengan pengujian kuat tarik belah beton juga menggunakan 10 benda uji, masing-masing terdiri dari 5 sampel agregat kasar daribatu sungai dan 5 sampeldaribatu gunung. Pengujian kuat tekan beton menggunakan benda uji kubus (150 x 150 x 150 mm),pengujian kuat tarik belah beton menggunakan benda uji bentuk silinder (diameter 150 mm dan tinggi 30 mm). Seluruh prosedur pengujian, analisis hasil pengujian dan penarikan kesimpulan penelitian ini menggunakan SNI. Hasil uji kuat tekan beton menggunakan agregat kasar dari batu gunung 615,38kg/cm2masuk fc’ 30 MPa (K600) sehingga lebih besar dari batu sungai 587,35kg/cm2masuk fc’ 50 Mpa (K500). Hasil pengujian kuat tarik belah beton menggunakan agregat kasar dari batu gunung 29,6kg/cm2 lebih kecil dari batu sungai 35,5kg/cm2.Keduanya sama-sama kurang dari 10% terhadap kuat tekannya. Hasil uji kuat tekan beton yang menggunakan agregat kasar dari batu gunung lebih baik dari batu sungai,karenamudah homogen dan takaran air sisa 0,7 liter, sehingga nilai slump lebih rendah. Sedangkan nilai kuat tarik belah beton menggunakan agregat kasar dari batu sungai lebih tinggi dari batu gunung karena termasuk jenis batuan vulkanik yang memiliki pori lebih kecil sedangkan batu gunung termasuk batuanendapanyang tersingkap di dalam tanah. Kesimpulannya, penggunaan kedua agregat kasar tersebut layak digunakan sebagai material bangunan pada rencana beton fc’ 30 Mpa (K300) dengan menggunakan mix desain SNI untuk RAB. Tetapi perlu diteliti kembali dengan proporsi campuran yang sama yang menggunakan mix design SNI 03-2834-1993.
Geochemical Characteristics of Rocks in Coal Mines (Case Study of Coal Mining PT. ABC): Karakteristik Geokimia Batuan Pada Tambang Batubara (Studi Kasus Penambangan Batubara PT. ABC) Gindang Rain Pratama; Diana Irmawati Pradani; Harsalim Aimunandar Jayaputra; Gregorius Aryoko Gautama; Muhammad Tri Aditya; Armin Naibaho
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol. 10 No. 2 (2025): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v10i2.10460

Abstract

At the end of mining, an open pit coal mine will form a mine sump, also known as a “pit lake”. At PT ABC, the pit wall rock lithology consists of 30% potentially acidic rock and 70% non-acidic rock, with low pH sump water quality. The static test is intended to calculate the balance of acid-forming and acid-consuming components. The static test does not consider the rate of acid formation and neutralization. The objective is to determine the potential for acid formation to occur in the rock. The kinetic test aims to understand the kinetics of acid formation reactions in samples through a simulation of oxidation reactions in rocks. This test can predict long-term weathering characteristics as a function of time. Of the 4 rock samples tested statically, all samples showed PAF (Potencial Acid Forming) screening criteria. The results of the kinetic test showed that sample S1 experienced an increase in pH to 4,43, sample S2 experienced a decrease in pH to 8,03, sample S3 experienced an increase in pH to 2,44, and sample S4 experienced an increase to 7,24.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG DI JEMBER MENGGUNAKAN STUKTUR BAJA Arya Satya Pratama Yudha; Armin Naibaho
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i2.8379

Abstract

Peningkatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jember menuntut adanya perencanaan struktur gedung yang adaptif dan tahan terhadap gempa bumi. Penelitian ini merencanakan struktur gedung bertingkat 4 lantai +1 lantai atap menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) berbahan baja, dengan mengacu pada SNI 1726:2019 untuk ketahanan gempa dan SNI 1729:2020 untuk struktur baja. Pemodelan dan analisis struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS v21. Tahapan perencanaan meliputi identifikasi data pembebanan, analisis respons spektrum gempa, preliminary design, serta perencanaan elemen struktural seperti kolom, balok utama dan balok anak, pelat lantai komposit, dan sambungan balok–kolom. Berdasarkan hasil perencanaan dan analisis, struktur dirancang dengan pelat floordeck 0,7 mm dan tebal pelat 120 mm, kolom H600x600x30x50, balok utama WF550x300x12x25, dan balok anak WF350x175x12x25. Struktur ini menunjukkan performa seismik yang memenuhi kriteria periode struktur yang bernilai 0,747 s, simpangan antar lantai baik arah X maupun Y bernilai masing-masing 9,4 mm dan 7,33 mm, dan nilai gaya geser dasar yang memenuhi. Sistem SRPMK memberikan efisiensi dalam aspek kekuatan, kekakuan, dan daktilitas, serta memenuhi persyaratan untuk gedung pada kategori risiko IV dan wilayah gempa kategori E. Total estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan gedung ini adalah sebesar Rp152.044.445.000. Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi perencanaan teknis struktur baja tahan gempa di daerah rawan gempa seperti Jember.
MODIFIKASI STRUKTUR ATAS GEDUNG TEKNIK 1 KAMPUS 3 UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Alya Maulidina; Armin Naibaho
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.9540

Abstract

Perencanaan struktur atas Gedung Teknik 1 Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilakukan sebagai upaya untuk merencanakan ulang struktur bangunan akibat adanya modifikasi jumlah lantai bangunan pada eksisting 4 lantai menjadi 6 lantai. Gedung ini direncanakan sebagai bangunan bertingkat dengan sistem struktur beton bertulang yang terdiri dari elemen pelat lantai, balok, kolom, dan tangga. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk memperoleh dimensi elemen struktur dan penulangan yang aman serta memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku. Data yang digunakan dalam perencanaan meliputi gambar kerja, serta beban-beban yang bekerja pada struktur. Metode perhitungan struktur dilakukan dengan bantuan perangkat lunak analisis struktur ETABS 22 untuk menghitung besar gaya-gaya dalam yang terjadi (Vx, Dx, Nx). Perhitungan pembebanan mengacu pada SNI 1727:2020 untuk beban gravitasi dan SNI 1726:2019 untuk beban gempa, sedangkan perencanaan elemen struktur beton bertulang mengacu pada SNI 2847:2019. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa tebal pelat lantai yang digunakan adalah 12 cm yang diperoleh dari dua metode perhitungan pelat dan ditetapkan berdasarkan ketentuan SNI 8900:2020. Dimensi balok yang direncanakan meliputi balok induk berukuran 50/70 cm, balok anak berukuran 30/40 cm, dan balok kantilever berukuran 25/35 cm, sedangkan dimensi kolom bervariasi sesuai ketinggian bangunan yaitu 100/100 cm, 90/90 cm, dan 80/80 cm. Diperoleh bahwa total biaya struktur atas bangunan hasil modifikasi ulang adalah sebesar Rp 61.627.708.205. Berdasarkan hasil analisis dan perencanaan, struktur atas gedung dinyatakan mampu menahan beban-beban yang bekerja dan memenuhi persyaratan kekuatan serta layanan.
Peningkatan Kualitas Tanah Lahan Toga Melalui Bimbingan Teknis Pemasangan Biopori di Desa Watugede, Kec. Singosari, Kab. Malang Muhamad Tri Aditya; Ikrar Hanggara; Helik Susilo; Armin Naibaho; Utami Retno Pudjowati; Yessi Widyasari
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 07 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i07.3771

Abstract

Lahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berperan penting mendukung kesehatan keluarga dan kelestarian lingkungan. Namun, lahan TOGA yang dikelola oleh kelompok PKK RT 03 RW 12 Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang menghadapi permasalahan berupa rendahnya daya infiltrasi tanah, genangan air saat musim hujan, serta terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai teknologi konservasi tanah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas tanah dan kapasitas masyarakat melalui bimbingan teknis pemasangan lubang resapan biopori. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi observasi lapangan, koordinasi dengan mitra, penyuluhan, pelatihan, praktik pemasangan biopori, serta evaluasi kegiatan. Sebanyak 15 anggota PKK berpartisipasi aktif dan berhasil memasang 15 titik biopori pada lahan TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam konservasi tanah dan air, optimalisasi pemanfaatan sampah organik sebagai bahan kompos, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Teknologi biopori terbukti menjadi solusi sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas tanah sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat.
MODIFIKASI STRUKTUR GEDUNG UKM POLITEKNIK PU SEMARANG MENGGUNAKAN KOLOM BULAT MJ. Bonang Al Mujahid; Armin Naibaho; Akhmad Suryadi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3732

Abstract

Gedung UKM Politeknik PUPR Semarang beralamat di Jl. Prof. Sudarto, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang. Bangunan ini terdiri atas 5 Lantai dengan luas total bangunan ± 3.960 m2. Gedung ini direncanakan ulang untuk mendapatkan alternatif desain menggunakan kolom bulat. Kolom bulat berpenampang spiral memiliki perilaku yang berbeda dibandingkan kolom berbentuk persegi pada saat terjadi keruntuhan. Tulangan spiral setidaknya dua kali lebih efektif dari pada tulangan memanjang dalam kontribusinya terhadap tekan. Dari hasil perhitungan, diperoleh : gording Light Channel 150.50.20.4,5, kuda-kuda profil WF 200.100.5,5.8, penggantung gording ∅12 mm, ikatan angin ∅16mm, sambungan baut HTP A325 D16 mm, panjang angkur 250mm, pelat lantai dengan tebal 120 mm menggunakan tulangan utama ∅10-150mm tumpuan dan lapangan, balok Induk 30/60 pada daerah tarik 8D19 tekan 4D19 dengan tulangan geser 2D13-100 mm untuk daerah tumpuan dan D13-150mm untuk daerah lapangan. Tangga A,B tulangan utama D13-150mm, tulangan bagi ∅8-150mm. Kolom D650 Tulangan Utama 18D22 sengkang spiral tumpuan D13-100 dan lapangan D13-125. Rencana Anggaran Biaya untuk elemen struktur atas sebesar Rp 12.487.200.000,00.
PENGARUH PENAMBAHAN ADMIXTURE CONSOL CR-93 PADA BETON NORMAL DITINJAU DARI KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK Mohamad Fiqy Dwi Ananda; Armin Naibaho; Aulia Rahman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3756

Abstract

Salah satu penyebab meningkatnya karbon dioksida (CO2) di bumi adalah penggunaan semen di bidang industri. Berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi emisi karbon dioksida dengan cara menggunakan zat aditif pada beton. Consol CR – 93 adalah bahan tambah untuk beton yang di produksi oleh Kimia Konstruksi Indonesia yang memiliki kelebihan yaitu meningkatkan kekuatan pada beton dan mengurangi penggunaan semen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan aditif Consol CR – 93 terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah pada beton. Data yang dianalisa pada penelitian ini adalah hasil pengujian berat jenis, penyerapan, kadar air, berat isi dan gradasi untuk agregat halus dan agregat kasar, pengujian kuat tekan beton silinder dan pengujian kuat tarik belah beton silinder. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah beton normal tanpa menambahkan aditif (Variasi 1), beton dengan penambahan 0.75% aditif dari berat semen dengan pengurangan 0.75% semen (Variasi 2), dan beton dengan penambahan 0.9% aditif dari berat semen dengan pengurangan 0.9% semen (Variasi 3). Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan dan tarik belah, didapat kekuatan rata – rata kuat tekan beton pada umur 7 sebesar 27.1 Mpa (Variasi 1), 19.1 Mpa (Variasi 2) dan 23.9 Mpa (Variasi 3), dan kekuatan rata – rata kuat tarik belah beton pada umur 7 sebesar 2.6 Mpa (Variasi 1), 2.7 Mpa (Variasi 2), dan 2.5 Mpa (Variasi 3). Kekuatan rata – rata kuat tekan beton pada umur 14 sebesar 24.7 Mpa (Variasi 1), 23.1 Mpa (Variasi 2) dan 21.1 MPa (Variasi 3), dan kekuatan rata – rata kuat tarik belah beton pada umur 14 sebesar 2.5 Mpa (Variasi 1), 2.6 Mpa (Variasi 2), dan 2.4 MPa (Variasi 3). Kekuatan rata – rata kuat tekan beton pada umur 28 sebesar 33.5 Mpa (Variasi 1), 28.6 Mpa (Variasi 2) dan 27.4 MPa (Variasi 3), dan kekuatan rata – rata kuat tarik belah beton pada umur 28 sebesar 3.1 Mpa (Variasi 1), 3.2 Mpa (Variasi 2), dan 2.7 MPa (Variasi 3).