Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

STUDI KELAYAKAN PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN MUTIARA GARDEN KOTA PASURUAN Hediyanti, Lutfiah Putri; Sumardi, Sumardi; Naibaho, Armin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.3424

Abstract

Proyek Pembangunan Perumahan Mutiara Garden berlokasi di Jl. Basuki Rakhmat Bukir. Kecamatan Gadingreio Kota Pasuruan. Pada proyek ini akan dibangun perumahan menjadi 3 tipe bangunan 36/72 m2 , 70/72 m2 dan 75/72 m2 dengan tanah seluas 14.033 m2. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui tipe rumah yang paling diminati masyarakat dan mengolah data menggunakan aplikasi SPSS.26, menentukan kelayakan teknis untuk mengetahui apakah sesuai peraturan yang berlaku, menghitung jumlah rumah yang optimal menggunakan aplikasi LINDO 6.1, menghitung kelayakan finansial dan menghitung hasil analisis sensitivitas. Aspek finansial ditentukan berdasarkan nilai NPV, BCR, IRR dan PP. Data yang dibutuhkan adalah gambar rencana, siteplan, spesifikasi teknis rumah, HSP Kota Pasuruan. Berdasarkan hasil analisis aspek pasar dan pemasaran diperoleh tipe rumah yang paling diminati yaitu tipe 36/72 sebesar 52%, tipe 70/72 sebesar 17%, dan tipe 75/72 sebesar 31%. Kesesuaian aspek teknis sudah memenuhi syarat. Analisis finansial sebanyak 104 unit dinyatakan menguntungkan dengan NPV sebesar Rp, 191,389,286.88 BCR sebesar 1,004072, IRR sebesar 12,84% dan PP sebesar 3 tahun. Jumlah rumah optimal ada 117 unit rumah yang terdiri dari tipe 36/72 sebesar 61%, tipe 70/72 sebesar 20%, dan tipe 75/72 sebesar 36%. Dengan keuntungan yang diperoleh yaitu sebesar Rp. 5,107.000.000.00 Hasil analisis kelayakan finansial kondisi optimal yaitu dikatakan layak dan menguntungkan dengan nilai NPV sebesar Rp. 1,427,179,407.97, IRR sebesar 29,95%, BCR sebesar 1,029 dan PP sebesar 2,152 tahun. Hasil analisis sensitivitas didapat bahwa kondisi pengeluaran dan penurunan pendapatan sebesar 10% dan 15% akan mengakibatkan proyek tidak layak untuk dilaksanakan.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR ATAS GEDUNG MENARA 17 PWNU JAWA TIMUR Rohmah, Fadila Nur; Naibaho, Armin; Fajarwati, Anisah Nur
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.3495

Abstract

Gedung bertingkat tinggi sangat riskan terhadap guncangan gempa yang mengancam jiwa penghuni atau pengguna gedung. Oleh karena itu, gedung bertingkat tinggi harus didesain sesuai dengan ketentuan gempa yang berlaku. Perencanaan ulang struktur Gedung Menara 17 PWNU Jawa Timur meliputi struktur atap dak beton dan struktur atas beton bertulang. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan ulang struktur kolom, balok, pelat, tangga dan shear wall sesuai dengan SNI 2847-2019 mengenai perencanaan beton. Metode yang digunakan dalam perencanaan ulang gedung ini yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan kombinasi Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Dinding Struktural untuk mendapatkan struktur bangunan bertingkat tinggi yang kuat dan aman. Analisis statika struktur menggunakan software Autodesk Robot Structural Analisys Professional (RSAP) student version 2021. Hasil dari perencanaan ulang sebagai berikut: pelat atap dengan tebal 120mm penulangan lapangan arah x dan y P10-150, penulangan tumpuan arah x dan y P10-150. Pelat lantai dengan tebal 120mm dan 150mm penulangan lapangan arah x dan y P10-150, penulangan tumpuan arah x dan y P10-150. Balok induk B1 400/600mm tulangan pada tumpuan atas 6S25 dan bawah 4S25, pada lapangan bawah 6S25 dan atas 4S25. Balok induk B2 300/450mm pada tumpuan atas 5S22 dan bawah 3S22, pada lapangan bawah 5S22 dan atas 3S22. Balok anak B3 250/300mm pada tumpuan atas 3S25 dan bawah 2S25, pada lapangan bawah 3S25 dan atas 2S25. Kolom K1 1000/1000mm menggunakan tulangan utama 24S25. Kolom K2 800/800mm menggunakan tulangan utama 20S25. Tangga dengan tebal 120mm, dengan penulangan tumpuan P10-50 dan lapangan P10-200, tulangan bagi P10-100. Dinding geser SW1 dan SW2 dengan tebal 250mm pada tulangan utama arah x dan y S22-250 dan tulangan bagi arah x dan y 2S13-250.
MODIFIKASI STRUKTUR GEDUNG UKM POLITEKNIK PU SEMARANG MENGGUNAKAN KOLOM BULAT Mujahid, MJ. Bonang Al; Naibaho, Armin; Suryadi, Akhmad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3732

Abstract

Gedung UKM Politeknik PUPR Semarang beralamat di Jl. Prof. Sudarto, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang. Bangunan ini terdiri atas 5 Lantai dengan luas total bangunan ± 3.960 m2. Gedung ini direncanakan ulang untuk mendapatkan alternatif desain menggunakan kolom bulat. Kolom bulat berpenampang spiral memiliki perilaku yang berbeda dibandingkan kolom berbentuk persegi pada saat terjadi keruntuhan. Tulangan spiral setidaknya dua kali lebih efektif dari pada tulangan memanjang dalam kontribusinya terhadap tekan. Dari hasil perhitungan, diperoleh : gording Light Channel 150.50.20.4,5, kuda-kuda profil WF 200.100.5,5.8, penggantung gording ∅12 mm, ikatan angin ∅16mm, sambungan baut HTP A325 D16 mm, panjang angkur 250mm, pelat lantai dengan tebal 120 mm menggunakan tulangan utama ∅10-150mm tumpuan dan lapangan, balok Induk 30/60 pada daerah tarik 8D19 tekan 4D19 dengan tulangan geser 2D13-100 mm untuk daerah tumpuan dan D13-150mm untuk daerah lapangan. Tangga A,B tulangan utama D13-150mm, tulangan bagi ∅8-150mm. Kolom D650 Tulangan Utama 18D22 sengkang spiral tumpuan D13-100 dan lapangan D13-125. Rencana Anggaran Biaya untuk elemen struktur atas sebesar Rp 12.487.200.000,00.
PENGARUH PENAMBAHAN ADMIXTURE CONSOL CR-93 PADA BETON NORMAL DITINJAU DARI KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK Ananda, Mohamad Fiqy Dwi; Naibaho, Armin; Rahman, Aulia
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3756

Abstract

Salah satu penyebab meningkatnya karbon dioksida (CO2) di bumi adalah penggunaan semen di bidang industri. Berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi emisi karbon dioksida dengan cara menggunakan zat aditif pada beton. Consol CR – 93 adalah bahan tambah untuk beton yang di produksi oleh Kimia Konstruksi Indonesia yang memiliki kelebihan yaitu meningkatkan kekuatan pada beton dan mengurangi penggunaan semen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan aditif Consol CR – 93 terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah pada beton. Data yang dianalisa pada penelitian ini adalah hasil pengujian berat jenis, penyerapan, kadar air, berat isi dan gradasi untuk agregat halus dan agregat kasar, pengujian kuat tekan beton silinder dan pengujian kuat tarik belah beton silinder. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah beton normal tanpa menambahkan aditif (Variasi 1), beton dengan penambahan 0.75% aditif dari berat semen dengan pengurangan 0.75% semen (Variasi 2), dan beton dengan penambahan 0.9% aditif dari berat semen dengan pengurangan 0.9% semen (Variasi 3). Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan dan tarik belah, didapat kekuatan rata – rata kuat tekan beton pada umur 7 sebesar 27.1 Mpa (Variasi 1), 19.1 Mpa (Variasi 2) dan 23.9 Mpa (Variasi 3), dan kekuatan rata – rata kuat tarik belah beton pada umur 7 sebesar 2.6 Mpa (Variasi 1), 2.7 Mpa (Variasi 2), dan 2.5 Mpa (Variasi 3). Kekuatan rata – rata kuat tekan beton pada umur 14 sebesar 24.7 Mpa (Variasi 1), 23.1 Mpa (Variasi 2) dan 21.1 MPa (Variasi 3), dan kekuatan rata – rata kuat tarik belah beton pada umur 14 sebesar 2.5 Mpa (Variasi 1), 2.6 Mpa (Variasi 2), dan 2.4 MPa (Variasi 3). Kekuatan rata – rata kuat tekan beton pada umur 28 sebesar 33.5 Mpa (Variasi 1), 28.6 Mpa (Variasi 2) dan 27.4 MPa (Variasi 3), dan kekuatan rata – rata kuat tarik belah beton pada umur 28 sebesar 3.1 Mpa (Variasi 1), 3.2 Mpa (Variasi 2), dan 2.7 MPa (Variasi 3).
STUDI KELAYAKAN PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN F KOTA MALANG Alfi Syahri, Ika Wahyu; Sumardi, Sumardi; Naibaho, Armin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3805

Abstract

Perbedaan tingkat kesejahteraan finansial menyebabkan perbedaan kebutuhan dan keinginan dalam memilih hunian. Proyek Pembangunan Perumahan F yang dibangun di atas lahan seluas 3,2 Ha berlokasi di Kec. Karang Ploso, Kota Malang. Dikarenakan investasi ini bernilai besar, maka diperlukan adanya studi kelayakan dari aspek pasar, teknis, dan finansialnya. Penelitian ini memiliki lima tujuan, yang pertama untuk mengetahui kelayakan aspek pasar berdasarkan minat masyarakat. Yang kedua, menganalisis kelayakan teknis sesuai peraturan yang berlaku. Ketiga, menghitung jumlah rumah optimal menggunakan bantuan aplikasi Lindo 6.1. Keempat, menghitung kelayakan finansial. Dan yang kelima, untuk mengetahui hasil analisis sensivitas terhadap faktor-faktor yang ditinjau dari parameter finansial. Parameter yang digunakan untuk meninjau aspek finansial yaitu Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Berdasarkan hasil analisis, didapatkan tipe rumah yang paling diminati yaitu tipe 80/60 sebesar 58%, tipe 105/77 sebesar 25%, dan tipe 125/119 sebesar 17%. Dalam kondisi eksisting, kesesuaian terhadap parameter teknis yang berlaku sebesar 100%. Jumlah rumah optimal sebanyak 186 unit dengan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp27.965.851.908,58. Hasil analisis kelayakan finansial pada kondisi eksisting dinyatakan layak dengan PP sebesar 1.15 tahun, NPV sebesar Rp279.710.575.349, BCR sebesar 2.7, dan IRR sebesar 45,9%. Kondisi optimal dinyatakan layak secara finansial dengan PP sebesar 1.38 tahun, NPV sebesar Rp300.301.469.958, nilai BCR sebesar 2.82, dan IRR sebesar 76.09%. Untuk analisis sensivitas menyatakan bahwa investasi akan menjadi tidak layak dilaksanakan jika biaya pengeluaran naik sebesar 93% pada kondisi eksisting dan 145% pada kondisi optimal. Pendapatan turun sebesar 40% pada kondisi eksisting dan 65% pada kondisi optimal.
ANALISIS ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR TEROWONGAN PENGELAK (TUNNEL) PADA BENDUNGAN BAGONG KABUPATEN TRENGGALEK Nuriyah, Shinta; Naibaho, Armin; Raharjo, Bobby Asukmajaya
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3807

Abstract

Sungai Bagong memiliki debit aliran yang besar pada musim hujan, dan menjadi sumber utama suplai air irigasi dan air bersih di daerah hulu dan hilir bendungan. Sehingga perlu direncanakan terowongan pengelak agar mempermudah pembangunan bendungan utama. Akan direncanakan terowongan berbentuk-B, dimana terowongan pengelak pada eksisting berbentuk tapal kuda. Dibutuhkan data hidrologi dan data geologi pada perencanaan terowongan pengelak. Kedua data tersebut digunakan untuk, 1) menentukan dimensi struktur terowongan pengelak, 2) menentukan beban yang diterima terowongan pengelak, 3) mendesain tulangan yang dibutuhkan pada terowongan pengelak, 4) mengetahui rencana anggaran biaya (RAB) struktur terowongan pengelak. Berdasarkan data penelusuran banjir diperoleh debit banjir sebesar 188.943 m3/detik. Sehingga didapatkan diameter terowongan pengelak yaitu 4,5 m. Beban-beban yang bekerja pada terowongan pengelak antara lain beban batuan horizontal kondisi normal (qa) sebesar 2,493 t/m2, beban batuan horizontal kondisi gempa (qae) sebesar 5,115 t/m2, beban batuan vertikal (Pv) sebesar 7,4 t/m2, beban air horizontal (Pw1) sebesar 1,0 t/m2, beban air horizontal (Pw2) sebesar 5,3 t/m2, beban air vertikal (Pwv) sebesar 9,5 t/m2, beban uplift (Pu) sebesar 14,8 t/m2, serta beban air dari dalam kondisi penuh (Iwh) sebesar 33 t/m. Berdasarkan hasil perhitungan analisis struktur diperoleh diameter tulangan arah sumbu X yaitu D22 - 100, dan diameter tulangan arah sumbu Y yaitu D16 - 100. Serta didapatkan (RAB) pada struktur terowongan pengelak sebesar Rp. 7.482.248.000,00,-.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KETERLAMBATAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DASAR PENGEMBANGAN KAWASAN SANUR BALI Yuliana, Iva Tri; Utoyo, Suselo; Naibaho, Armin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3840

Abstract

Pembangunan Infrastruktur Dasar Pengembangan Kawasan Sanur Bali ini memiliki luas tanah sebesar 41,7 hektar. Pada pembangunan Infrastruktur Dasar Pengembangan Kawasan Sanur Bali memiliki berbagai macam pembangunan dan memiliki lahan yang luas sehingga rentan akan terjadinya berbagai faktor yang membuat proyek tersebut mengalami keterlambatan. Pada proyek Infrastruktur Dasar Pengembangan Kawasan Sanur Bali terdapat keterlambatan selama proyek berlangsung dari segi sumber daya proyek. Pembangunan proyek ini direncanakan selesai pada bulan Oktober, karena terdapat kendala selama proyek berlangsung sehingga proyek terselesaikan pada bulan November hanya pada struktur. Dari latar belakang tersebut maka dibutuhkan manajemen proyek yang baik dan benar untuk mengatasi keterlambatan yang terjadi. Tujuan dari pengambilan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor keterlambatan pada proyek Infrastruktur Dasar Sanur Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh reponden (kontraktor, konsultan, mandor) dan menganalisis kuesioner menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji regresi linear berganda, uji determinasi, dan uji hipotesis. Hasil analisis yang dilakukan terhadap seluruh variabel yang telah ditetapkan menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap keterlambatan adalah kurangnya keahlian tenaga kerja dilapangan terhadap pelaksanaan proyek sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan, keterlambatan pengiriman barang terhadap penyelesaian proyek sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan, keterlambatan proses pembayaran oleh owner terhadap waktu serah terima kepada owner sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan, kerusakan bahan (material) ditempat penyimpanan gudang terhadap mutu bangunan sesuai dengan standar minimal yang baik.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG APARTEMEN THE NEWTON 2 Fahrurrozi, Anggi Destia; Lydianingtias, Diah; Naibaho, Armin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3845

Abstract

Proyek pembangunan Apartemen The Newton 2 adalah proyek pembangunan gedung milik Ciputra Group dengan luas bangunan 49.076,00 m2 diatas lahan seluas 5.900 m2. Proyek Apartemen The Newton 2 terdiri dari 42 lantai dan 1 basement terletak di Jl. Karet Sawah No. 219, Kelurahan Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja mutu struktur atas bangunan terhadap dengan SNI dan ACI. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis sistem manajemen mutu, merencanakan metode perbaikan, dan menghitung durasi dan biaya perbaikan. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi kondisi terkini proyek dan wawancara. Sedangkan data sekunder yang diperlukan meliputi: gambar perencanaan (DED), Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), serta laporan pengujian material. Dari hasil peninjauan lantai 9-13, diketahui terdapat beberapa permasalahan mutu pada struktur atas proyek ini, yang meliputi: segregasi, keropos, deformasi dengan volume 2,062 m3, retak sepanjang 16,59 m, dan penyaluran tarik tulangan kolom yang kurang panjang di 232 titik. Melalui analisis penerapan perencanaan mutu, penjaminan mutu, dan pengendalian mutu proyek pembangunan gedung apartemen ini, ditentukan rencana perbaikan untuk kerusakan struktur berupa pelaksanaan perbaikan dengan menggunakan metode: patching, grouting, injeksi epoxy / polyurethane, dan pemasangan sambungan mekanis coupler dengan durasi pelaksanaan selama 61 jam kerja dengan anggaran pelaksanaan sebesar Rp.66,603,685.
ANALISIS PENGGUNAAN BEKISTING PADA PROYEK APARTEMEN A SURABAYA Putra, Aziz Trisna; Riskijah, Sitti Safiatus; Naibaho, Armin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3878

Abstract

Bekisting adalah alat struktural yang digunakan dalam membentuk beton, dan memiliki kemampuan untuk menahan gaya yang terjadi selama proses pengecoran dengan dimensi, konfigurasi, dan penempatan yang diinginkan. Sebagian besar kontraktor yang terlibat dalam proyek high rise building menggunakan bekisting semi konvensional / semi sistem dalam pelaksanaannya yang membutuhkan waktu cukup lama. Oleh karena itu, perlu dilakukan inovasi atau alternatif baru penggunaan bekisting yaitu salah satunya adalah menggunakan metode bekisting sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain alternatif bekisting, membandingkan kedua jenis bekisting tersebut melalui analisis perbandingan dari segi kekuatan material, waktu dan biaya pada masing-masing jenis bekisting untuk pekerjaan balok, plat, dan kolom pada lantai 9-27. Data yang dibutuhkan yaitu spesifikasi teknis, gambar kerja, harga satuan upah dan bahan tahun 2022 Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan bekisting menggunakan sistem zonasi, Perhitungan biaya bekisting mengacu pada HSPK Kota Surabaya Tahun 2022 dan penjadwalan menggunakan software Microsoft Project 2019. Dari hasil analisis diperoleh bahwa pada pekerjaan bekisting kolom, balok, plat semi sistem menggunakan bahan phenolic dan besi hollow, dengan biaya total sebesar Rp 5.805.712.692,98 serta waktu yang dibutuhkan selama 185 hari, sedangkan pada bekisting sistem menggunakan bahan aluminium dengan perkuatan pipa support, dengan biaya total sebesar Rp 9.733.295.362,99 dan waktu yang dibutuhkan selama 163 hari. Hasil perbandingan bekisting didapatkan dari segi biaya bekisting semi sistem 40,35% lebih murah dari pada bekisting sistem (Aluminium Formwork), sedangkan dari segi waktu penggunaan beksiting sistem lebih cepat 22 hari dari pada bekisting semi sistem. Dari hasil analisis direkomendasikan bekisting sistem (Aluminium Formwork) untuk digunakan pada Proyek Pembangunan Apartemen A Surabaya.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PESANTREN KOTA SURABAYA Putra, Brian Nugroho; Riyanto, Sugeng; Naibaho, Armin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): EDISI JUNI
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4170

Abstract

Pesantren is an Islamic educational institution that uses the main building as a place to carry out its learning. The Islamic Boarding School building is designed to have 6 floors with the ground floor being the mosque. Planning is carried out using STAAD Pro Connect Edition, Autocad, Excel and Microsoft Word as auxiliary programs in this planning. The planning results show that the main beam dimensions are 40/60 with 12D19 tension reinforcement, and 6D19 compression reinforcement, 6D19 field tensile reinforcement and 3D19 compression reinforcement. For joist beams, the dimensions are 30/40 with bearing tensile reinforcement. 5D19 and press 3D19, field tension reinforcement 6D19 and press 4D19. For columns, dimensions of 60x60 are obtained with reinforcement 20D19 and stirrups 13-100, while for floor slabs a thickness of 150 mm is obtained with reinforcement in the x and y directions D12 – 150 and reinforcement for Ø8-150.