Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) PADA DESAIN SAMBUNGAN BALOK-KOLOM STRUKTUR BAJA wahiddin, wahiddin; Sugiarto, Agus; Naibaho, Armin; Purwitasari, Kartika
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.4534

Abstract

Building Information Modelling (BIM) mencerminkan revolusi industri dan digitalisasi dalam mendukung teknologi konstruksi 4.0. Pelaksanaan integrasi BIM dengan tingkat maturitas tinggi memerlukan biaya apalagi belum ada aplikasi yang mendukung implementasi BIM mulai dari tahap awal / pra desain sampai dengan penggunaan dan perawatan. Sangat penting membuat workflow yang efektif agar tujuan implementasi BIM tercapai. Hasil penenlitian menunjukkan Analisis dan desain sambungan dapat dilakukan dengan mentransfer file analisis ke aplikasi analisis dan desain sambungan menggunakan koenktor antar aplikasi. Output aplikasi BIM modeler memiliki Level of Development (LOD) mencapai 500 yang menunjukkan bahwa outputnya dapat digunakan mulai dari proses perancangan hingga pada produksi gambar As Built Drawing. Sedangkan aplikasi analisis dan desain struktur serta analisis dan desain sambungan memiliki LOD 350. Alur kerja implemntasi BIM lebih mudah dimulai dari aplikasi Analisis dan Desain Struktur. Setelah semua elemen didesain dan memiliki kekutan yang direncanakan, file analisis ini dapat di ekspor ke aplikasi BIM Modeler untuk membuat gambar detail. Hasil analisis dan desain struktur juga di ekspor ke aplikasi analisis dan desain sambungan balok-kolom untuk dilakukan pengecekan kekuatan. Hasilnya kemudian menjadi dasar untuk membuat detailing pada Aplikasi BIM Modeler.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR ATAS BANGUNAN PASAR GODEAN KABUPATEN SLEMAN Putri Widianti, Galuh; Naibaho, Armin; Lestari, Agustin Dita
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5692

Abstract

Perencanaan ulang pada penelitian ini meninjau bangunan Pasar Godean Zona A yang dilakukan pada perubahan struktur rangka atap, dengan tujuan penggunaan atap pelat beton dapat difungsikan sebagai taman sehingga gedung ini lebih menunjang untuk dijadikan alternatif green building. Perencanaan ini menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) untuk mendapatkan bangunan yang kuat dan aman. Analisis struktur menggunakan software ETABS 18. Hasil dari perencanaan ulang sebagai berikut pelat atap dengan penulangan S13-150 mm pada arah x, sedangkan arah y menggunakan S13-100 mm dan penulangan lapangan baik arah x maupun arah y menggunakan S13-150 mm. Pelat lantai dengan penulangan tumpuan S13-100 mm pada arah x dan arah y sedangkan penulangan lapangan baik arah x maupun arah y menggunakan S13-200 mm. Balok induk B1 pada tumpuan atas 8-S22 dan bawah 4-S22, pada lapangan atas 4-S22 dan bawah 2-S22. Balok induk B2 pada tumpuan atas 6-S22 dan bawah 3-S22, pada lapangan atas 5-S22 dan pada bagian bawah 3-S22. Balok anak B3 pada tumpuan atas 3-S22 dan bawah 2-S22, pada lapangan atas 3-S22 dan bawah 2-S22. Balok kantilever B4 pada tumpuan atas 3-S22 dan bawah 2-S22, pada lapangan atas 3-S22 dan bawah 2-S22. Kolom interior K1 menggunakan 24S22. Kolom eksterior K2 menggunakan 20S22. Pada tangga 1 dan tangga 2 menggunakan tulangan S13-100 pada area tumpuan dan tulangan S13-200 pada area lapangan.
PENGARUH SUBSTITUSI LUMPUR LAPINDO SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON AC-WC Novendra, Haykal Aditya; Qomariah, Qomariah; Naibaho, Armin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5789

Abstract

Lapisan AC-WC (Asphalt Concrete - Wearing Course) dalam konstruksi jalan berfungsi sebagai pelapis permukaan yang menahan beban dan abrasi, penting untuk menghindari kecelakaan akibat tergelincir di jalan basah dan memberikan kenyamanan berkendara. Kontrol ketat terhadap komposisi campuran diperlukan, termasuk pengaturan rongga dengan bahan filler. Limbah lumpur Lapindo dari kebocoran sumur minyak di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur sejak 2006 menjadi alternatif pengganti filler dalam campuran aspal karena mengandung silika 50% dan besi oksida 27,70%. Berdasarkan perhitungan Persentase Bitumen gradasi No IV SNI 03-1737-1989, diperoleh nilai tengah 6% lalu dibuat 5 rancangan rencana aspal untuk mencari nilai optimum: 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan 7%. Konsentrasi optimum 6,03% didapatkan, namun belum memenuhi syarat pada nilai flow dan VIM. Gradasi agregat kasar dan halus serta filler diaplikasikan dengan substitusi semen dan Lumpur Lapindo lolos No. 200 pada variasi konsentrasi filler 0%, 4%, 6%, dan 8%. Rerata stabilitas setelah Uji Marshall pada variasi 0%, 4%, 6%, dan 8% berturut-turut adalah 1264,64 kg, 835,40 kg, 839,14 kg, dan 1200,6 kg, semua memenuhi spesifikasi SNI 03-1737-1989 minimal 800 kg. Rerata nilai flow pada variasi 0%, 4%, 6%, dan 8% berturut-turut adalah 1,23 mm, 2,73 mm, 2,67 mm, dan 2,26 mm. Nilai flow belum memenuhi syarat SNI 03-1737-1989, namun setelah ditambahkan variasi filler lumpur Lapindo, terjadi kenaikan flow pada 4%, 6%, dan 8% dibandingkan variasi 0%. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Lumpur Lapindo tidak menguntungkan sebagai filler karena menurunkan nilai stabilitas.
PERENCAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG RUMAH SAKIT UPT VERTIKAL SURABAYA TOWER B Fakhrudin, Hilman; Naibaho, Armin; Wahiddin, Wahiddin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5830

Abstract

Perencanaan gedung bertingkat tinggi sangat beresiko terhadap guncangan gempa yang mengancam jiwa pengguna gedung, oleh karena itu, gedung bertingkat tinggi harus didesain dengan ketentuan gempa yang berlaku. Sistem yang digunakan yaitu menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Perencanaan ulang struktur Gedung Rumah Sakit ini didesain mengacu pada SNI 2847-2019 untuk perhitungan struktur, SNI 1727-2019 untuk pembebanan, dan SNI 1726-2019 untuk perhitugan gempa. Analisa statika struktur menggunakan bantuan Software Etabs, dan Autocad untuk membuat gambar kerja hasil perencanaan.Dari hasil perencanaan diperoleh: pelat lantai, dengan tebal 130 mm penulangan tumpuan dan lapangan arah x dan y D13-150. Tangga dengan tebal 130 mm, dengan penulangan tumpuan dan lapangan D13-150.Balok 1 B1 650/950 mm tulangan pada tumpuan 12D28, pada lapangan 6D28. Balok 2 B2 650/850 mm tulangan pada tumpuan tarik 10D28, pada lapangan 5D28. Balok 3 B3 mm tulangan pada tumpuan 10D28, pada lapangan 5D28 dan. Balok Anak BA mm tulangan pada tumpuan 6D25, pada lapangan 6D25. Kolom interior K2 1250/1250 mm menggunakan tulangan utama 32D32. Kolom eksterior K1 1250/1250 mm menggunakan tulangan utama 28D32.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG DORMITORY KAWASAN SAINS DAN TEKNOLOGI TENAGA NUKLIR BABARSARI Fakhry, Muhammad Reza; Naibaho, Armin; Wahiddin, Wahiddin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5970

Abstract

Indonesia merupakan kawasan yang sering mengalami kejadian bencana alam berupa gempa bumi. Perencanaan struktur bangunan di daerah rawan gempa harus mematuhi standar yang ketat untuk memastikan kekuatan dan keamanan. Oleh sebab itu dilakukan desain ulang pada struktur gedung Dormitory Kawasan Sains dan Teknologi Tenaga Nuklir Babarsari yang berlokasi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta agar dapat menjamin kekuatan dan kestabilan dari bangunan tersebut supaya dapat bermanfaat, dan layak digunakan. Perencanaan ini menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Perencanaan struktur pada gedung ini didesain dengan mengacu pada SNI 2847-2019 untuk perencanaan beton struktural, SNI 1729-2020 untuk perencanaan struktur atap baja, SNI 1727-2020 untuk pembebanan, dan SNI 1726-2019 untuk perhitugan gempa. Pemodelan serta analisa struktur menggunakan bantuan Software ETABS 2018, dan Autocad untuk membuat gambar kerja hasil perencanaan. Hasil dari perencanaan didapatkan gording Light Channel 150.65.20.3,2 , kuda-kuda profil WF 200.100.5,5.8, penggantung gording ∅8 mm, ikatan angin ∅ 8mm, sambungan baut A325 D18 mm, panjang angkur 500mm, pelat lantai dengan tebal 125 mm penulangan tumpuan dan lapangan arah x dan y D10- 100. Tangga tebal 125 mm, dengan penulangan tumpuan dan lapangan D10-200. Balok induk B1 350/500 mm tulangan pada tumpuan 6D22, pada lapangan 3D22. Balok induk B2 350/450 mm tulangan pada tumpuan 5D22, pada lapangan 3D22. Balok anak B2A 250/350 mm tulangan pada tumpuan 2D22, pada lapangan 2D22. Kolom interior K1 600/600 mm menggunakan tulangan utama 24D22. Kolom eksterior K2 500/500 mm menggunakan tulangan utama 16D22. Rencana anggaran biaya untuk struktur atas sebesar Rp. 32.020.700.000,00.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PONDOK PESANTREN PUTRI ASMA’AN KABUPATEN MALANG Feri, Fernandi Wahyu Pradana; Naibaho, Armin; Rahman, Aulia
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI JUNI
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6342

Abstract

Perencanaan struktur merupakan unsur yang penting pada pembangunan suatu gedung agar dapat menghasilkan gedung yang kuat, aman dan ekonomis. Secara keseluruhan struktur bangunan gedung terdiri dari dua bagian yaitu struktur bagian atas yang berupa lantai, balok, kolom, dinding dan atap sedangkan struktur bagian bawah berupa fondasi dan balok sloof. Perencanaan struktur bertujuan untuk menghasilkan suatu struktur yang stabil, cukup kuat, mampu menahan beban dan memenuhi tujuan- tujuan lainnya seperti ekonomi dan kemudahan pelaksanaan. Untuk mencapai tujuan perencanaan tersebut, perencanaa struktur harus mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah berupah Standar Nasional Indonesia (SNI). Pada perencanaan gedung, baik bertingkat ataupun tidak, harus memperhatikan kekuatan, kenyamanan, keekonomisan dan pengaruh terhadap lingkungan. Faktor yang mempengaruhi kekuatan kontruksi adalah beban- beban yang akan dipikul seperti beban mati, beban hidup, beban angin dan beban gempa. Perhitungan analisis pembebanannya digunakan software Robot strucktural Anaysis Program (RSAP) 2023. Sehingga aspek-aspek tersebutlah yang harus direncanakan dan diperhitungkan secara matang untuk merencanakan struktur gedung Pondok Pesantren Putri Asma’an Kabupaten Malang.
Geochemical Characteristics of Rocks in Coal Mines (Case Study of Coal Mining PT. ABC): Karakteristik Geokimia Batuan Pada Tambang Batubara (Studi Kasus Penambangan Batubara PT. ABC) Pratama, Gindang Rain; Pradani, Diana Irmawati; Jayaputra, Harsalim Aimunandar; Gautama, Gregorius Aryoko; Aditya, Muhammad Tri; Naibaho, Armin
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol. 10 No. 2 (2025): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v10i2.10460

Abstract

At the end of mining, an open pit coal mine will form a mine sump, also known as a “pit lake”. At PT ABC, the pit wall rock lithology consists of 30% potentially acidic rock and 70% non-acidic rock, with low pH sump water quality. The static test is intended to calculate the balance of acid-forming and acid-consuming components. The static test does not consider the rate of acid formation and neutralization. The objective is to determine the potential for acid formation to occur in the rock. The kinetic test aims to understand the kinetics of acid formation reactions in samples through a simulation of oxidation reactions in rocks. This test can predict long-term weathering characteristics as a function of time. Of the 4 rock samples tested statically, all samples showed PAF (Potencial Acid Forming) screening criteria. The results of the kinetic test showed that sample S1 experienced an increase in pH to 4,43, sample S2 experienced a decrease in pH to 8,03, sample S3 experienced an increase in pH to 2,44, and sample S4 experienced an increase to 7,24.
PENGARUH SUBSITUSI PASIR PANTAI NGUDEL TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN ASPAL BETON Novansyah, Muchammad Zain Helmi; Naibaho, Armin; Raharjo, Bobby Asukmajaya
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.7784

Abstract

Pasir pantai sebagai solusi pengganti pasir alam yang ketersediaannya semakin berkurang karena banyakanya pembangunan, Pasir pantai dengan ketersediaannya yang melimpah di Indonesia, menawarkan solusi yang menjanjikan sebagai material pengganti atau penambah untuk agregat halus dalam campuran AC-WC. Pasir pantai memiliki beberapa karakteristik yang berpotensi meningkatkan kinerja campuran aspal ,pasir Pantai juga adalah Solusi untuk pengganti pasir alam yang semakin hari semakin berkurang jumlahnya dikarenakan tingginya Pembangunan infrastruktur seperti bangunan Gedung, rumah, termasuk jalan juga Tujuan penelitin ini untuk mengetahui pengaruh variasi Pasir Pantai Ngudel terhadap campuran aspal beton dengan variasi campuran 0%, 25%, 35%, dan 45%. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode basah. Hasil dari pengujian ini mendapatkan kadar aspal optimum sebesar 6%. Substitusi pasir pantai ngudel pada campuran aspal AC-WC menunjukkan penurunan terhadap parameter Marshall, dengan stabilitas menurun dari 1387,25 kg/mm (0%) menjadi 1100,57 kg/mm (45%). Hasil nilai Flow stabil dari 2,69 mm menjadi 2,69 mm. Void Filled with Asphalt (VFA) menurun dari 90,61% menjadi 65,81%, .Void in Mixture (VIM) memenuhi rentang spesifikasi \ (3,0–5,0%) hanya pada variasi 25% hal ini menunjukkan keseimbangan porositas yang baik, Void in Mineral Aggregate (VMA) mengalami peningkatan dari 0% variasi pasir pantai ngudel hingga 45% campuran pasir pantai ngudel dan memenuhi spesifikasi minimum (15%), sementara Marshall Quotient (M-Q) mengalami peningkatan 0% variasi pasir pantai ke 25% variasi pasir pantai lalu setalah itu menurun sampai ke variasi 45% dengan nilai dari 573,17 kg/mm menjadi 489,13 kg/mm. Dengan demikian, variasi 25% memberikan performa terbaik, memenuhi semua parameter Marshall sesuai spesifikasi SNI, dan menjadikannya pilihan optimal untuk meningkatkan stabilitas dan daya tahan campuran aspal AC-WC. Kata kunci: Pasir pantai, AC-WC, aspal, anggaran biaya.
COARSE AGGREGATE COMPARATIVE ANALYSIS COMING FROM RIVER AND MOUNTAIN AGAINST STRONG PRESS AND STRENGTH CONCRETE DRAG: Analisa Perbandingan Agregat Kasar Yang Berasal Dari Sungai Dan Gunung Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Beton Naibaho, Armin
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 02 (2017): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.738 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v1i02.6034

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan beton adalah memilih jenis agregat kasar yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan kualitas agregat kasar dari batu gunung dan dari batu sungai terhadapkuat tekan beton fc’ 30 MPa (K300)dan kuat tarik belah beton. Penelitian ini menggunakan agregat kasar dari batu gunung dengan warna abu-abu dan berdebu yang diperoleh dari Desa Beji Kec. Junrejo Kota Batu sedangkan agregat kasar dari batu sungai berwarna lebih gelap dan bersih berasal dari Sungai Brantas Kab. Malang dengan ukuran masing-masing maksimal 40 mm. Penelitian ini dilakukan di laboratorium bahan bangunan dan beton Politeknik Negeri – Malang, dan pelaksaannya dimulai pada tanggal 29 Juli sampai 30 Agustus 2016. Pada pengujian kuat tekan beton menggunakan 10 benda uji sama dengan pengujian kuat tarik belah beton juga menggunakan 10 benda uji, masing-masing terdiri dari 5 sampel agregat kasar daribatu sungai dan 5 sampeldaribatu gunung. Pengujian kuat tekan beton menggunakan benda uji kubus (150 x 150 x 150 mm),pengujian kuat tarik belah beton menggunakan benda uji bentuk silinder (diameter 150 mm dan tinggi 30 mm). Seluruh prosedur pengujian, analisis hasil pengujian dan penarikan kesimpulan penelitian ini menggunakan SNI. Hasil uji kuat tekan beton menggunakan agregat kasar dari batu gunung 615,38kg/cm2masuk fc’ 30 MPa (K600) sehingga lebih besar dari batu sungai 587,35kg/cm2masuk fc’ 50 Mpa (K500). Hasil pengujian kuat tarik belah beton menggunakan agregat kasar dari batu gunung 29,6kg/cm2 lebih kecil dari batu sungai 35,5kg/cm2.Keduanya sama-sama kurang dari 10% terhadap kuat tekannya. Hasil uji kuat tekan beton yang menggunakan agregat kasar dari batu gunung lebih baik dari batu sungai,karenamudah homogen dan takaran air sisa 0,7 liter, sehingga nilai slump lebih rendah. Sedangkan nilai kuat tarik belah beton menggunakan agregat kasar dari batu sungai lebih tinggi dari batu gunung karena termasuk jenis batuan vulkanik yang memiliki pori lebih kecil sedangkan batu gunung termasuk batuanendapanyang tersingkap di dalam tanah. Kesimpulannya, penggunaan kedua agregat kasar tersebut layak digunakan sebagai material bangunan pada rencana beton fc’ 30 Mpa (K300) dengan menggunakan mix desain SNI untuk RAB. Tetapi perlu diteliti kembali dengan proporsi campuran yang sama yang menggunakan mix design SNI 03-2834-1993.
MODIFIKASI DESAIN STRUKTUR GEDUNG KULIAH TERPADU PPNS MENGGUNAKAN DUAL SYSTEM Alfian, Mohamad Dava Nizar; Naibaho, Armin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8404

Abstract

Beban lateral menjadi tantangan signifikan dalam desain bangunan tinggi. Untuk mengatasinya, struktur membutuhkan kekuatan, kekakuan, dan fleksibilitas lateral yang memadai. Penelitian ini mengeksplorasi modifikasi struktur menjadi Sistem Ganda (Dual System) untuk mengoptimalkan kekuatan. Studi ini secara spesifik menganalisis modifikasi struktur gedung, perilaku struktural, dan menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) struktur atas. Peraturan yang digunakan meliputi SNI 2847-2019, SNI 1727-2020, dan SNI 1726-2019. Dalam implementasi Sistem Ganda, shearwall berdimensi 4m x 200mm ditempatkan di sisi gedung. Model eksisting dibandingkan dengan model dual system menggunakan analisis spektrum respon pada Gedung Kuliah Terpadu PPNS. Hasil analisis dengan software ETABS 19 menunjukkan bahwa model struktur sistem ganda secara optimal memperkuat ketahanan gempa bangunan. Modifikasi yang dihasilkan meliputi: Tebal Pelat 125 mm, Balok Induk A 500/700, Balok Induk B 450/550, Balok Anak 1 450/500, Balok Anak 2 300/350, Kolom K1 850/850, Kolom K2 750/750. Model 2 sistem ganda menunjukkan kinerja terbaik, mereduksi perpindahan sebesar 66% pada sumbu X dan 50% pada sumbu Y, serta meningkatkan base shear hingga 39% dibandingkan model eksisting. RAB struktur atas diperkirakan sebesar Rp. 14,316,137,697.43. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan data primer (tanah, gempa) dan variasi posisi shearwall untuk hasil yang lebih optimal.