Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

STUDI KELAYAKAN PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN F KOTA MALANG Ika Wahyu Alfi Syahri; Sumardi Sumardi; Armin Naibaho
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3805

Abstract

Perbedaan tingkat kesejahteraan finansial menyebabkan perbedaan kebutuhan dan keinginan dalam memilih hunian. Proyek Pembangunan Perumahan F yang dibangun di atas lahan seluas 3,2 Ha berlokasi di Kec. Karang Ploso, Kota Malang. Dikarenakan investasi ini bernilai besar, maka diperlukan adanya studi kelayakan dari aspek pasar, teknis, dan finansialnya. Penelitian ini memiliki lima tujuan, yang pertama untuk mengetahui kelayakan aspek pasar berdasarkan minat masyarakat. Yang kedua, menganalisis kelayakan teknis sesuai peraturan yang berlaku. Ketiga, menghitung jumlah rumah optimal menggunakan bantuan aplikasi Lindo 6.1. Keempat, menghitung kelayakan finansial. Dan yang kelima, untuk mengetahui hasil analisis sensivitas terhadap faktor-faktor yang ditinjau dari parameter finansial. Parameter yang digunakan untuk meninjau aspek finansial yaitu Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Berdasarkan hasil analisis, didapatkan tipe rumah yang paling diminati yaitu tipe 80/60 sebesar 58%, tipe 105/77 sebesar 25%, dan tipe 125/119 sebesar 17%. Dalam kondisi eksisting, kesesuaian terhadap parameter teknis yang berlaku sebesar 100%. Jumlah rumah optimal sebanyak 186 unit dengan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp27.965.851.908,58. Hasil analisis kelayakan finansial pada kondisi eksisting dinyatakan layak dengan PP sebesar 1.15 tahun, NPV sebesar Rp279.710.575.349, BCR sebesar 2.7, dan IRR sebesar 45,9%. Kondisi optimal dinyatakan layak secara finansial dengan PP sebesar 1.38 tahun, NPV sebesar Rp300.301.469.958, nilai BCR sebesar 2.82, dan IRR sebesar 76.09%. Untuk analisis sensivitas menyatakan bahwa investasi akan menjadi tidak layak dilaksanakan jika biaya pengeluaran naik sebesar 93% pada kondisi eksisting dan 145% pada kondisi optimal. Pendapatan turun sebesar 40% pada kondisi eksisting dan 65% pada kondisi optimal.
ANALISIS ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR TEROWONGAN PENGELAK (TUNNEL) PADA BENDUNGAN BAGONG KABUPATEN TRENGGALEK Shinta Nuriyah; Armin Naibaho; Bobby Asukmajaya Raharjo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3807

Abstract

Sungai Bagong memiliki debit aliran yang besar pada musim hujan, dan menjadi sumber utama suplai air irigasi dan air bersih di daerah hulu dan hilir bendungan. Sehingga perlu direncanakan terowongan pengelak agar mempermudah pembangunan bendungan utama. Akan direncanakan terowongan berbentuk-B, dimana terowongan pengelak pada eksisting berbentuk tapal kuda. Dibutuhkan data hidrologi dan data geologi pada perencanaan terowongan pengelak. Kedua data tersebut digunakan untuk, 1) menentukan dimensi struktur terowongan pengelak, 2) menentukan beban yang diterima terowongan pengelak, 3) mendesain tulangan yang dibutuhkan pada terowongan pengelak, 4) mengetahui rencana anggaran biaya (RAB) struktur terowongan pengelak. Berdasarkan data penelusuran banjir diperoleh debit banjir sebesar 188.943 m3/detik. Sehingga didapatkan diameter terowongan pengelak yaitu 4,5 m. Beban-beban yang bekerja pada terowongan pengelak antara lain beban batuan horizontal kondisi normal (qa) sebesar 2,493 t/m2, beban batuan horizontal kondisi gempa (qae) sebesar 5,115 t/m2, beban batuan vertikal (Pv) sebesar 7,4 t/m2, beban air horizontal (Pw1) sebesar 1,0 t/m2, beban air horizontal (Pw2) sebesar 5,3 t/m2, beban air vertikal (Pwv) sebesar 9,5 t/m2, beban uplift (Pu) sebesar 14,8 t/m2, serta beban air dari dalam kondisi penuh (Iwh) sebesar 33 t/m. Berdasarkan hasil perhitungan analisis struktur diperoleh diameter tulangan arah sumbu X yaitu D22 - 100, dan diameter tulangan arah sumbu Y yaitu D16 - 100. Serta didapatkan (RAB) pada struktur terowongan pengelak sebesar Rp. 7.482.248.000,00,-.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KETERLAMBATAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DASAR PENGEMBANGAN KAWASAN SANUR BALI Iva Tri Yuliana; Suselo Utoyo; Armin Naibaho
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3840

Abstract

Pembangunan Infrastruktur Dasar Pengembangan Kawasan Sanur Bali ini memiliki luas tanah sebesar 41,7 hektar. Pada pembangunan Infrastruktur Dasar Pengembangan Kawasan Sanur Bali memiliki berbagai macam pembangunan dan memiliki lahan yang luas sehingga rentan akan terjadinya berbagai faktor yang membuat proyek tersebut mengalami keterlambatan. Pada proyek Infrastruktur Dasar Pengembangan Kawasan Sanur Bali terdapat keterlambatan selama proyek berlangsung dari segi sumber daya proyek. Pembangunan proyek ini direncanakan selesai pada bulan Oktober, karena terdapat kendala selama proyek berlangsung sehingga proyek terselesaikan pada bulan November hanya pada struktur. Dari latar belakang tersebut maka dibutuhkan manajemen proyek yang baik dan benar untuk mengatasi keterlambatan yang terjadi. Tujuan dari pengambilan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor keterlambatan pada proyek Infrastruktur Dasar Sanur Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh reponden (kontraktor, konsultan, mandor) dan menganalisis kuesioner menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji regresi linear berganda, uji determinasi, dan uji hipotesis. Hasil analisis yang dilakukan terhadap seluruh variabel yang telah ditetapkan menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap keterlambatan adalah kurangnya keahlian tenaga kerja dilapangan terhadap pelaksanaan proyek sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan, keterlambatan pengiriman barang terhadap penyelesaian proyek sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan, keterlambatan proses pembayaran oleh owner terhadap waktu serah terima kepada owner sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan, kerusakan bahan (material) ditempat penyimpanan gudang terhadap mutu bangunan sesuai dengan standar minimal yang baik.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG APARTEMEN THE NEWTON 2 Anggi Destia Fahrurrozi; Diah Lydianingtias; Armin Naibaho
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3845

Abstract

Proyek pembangunan Apartemen The Newton 2 adalah proyek pembangunan gedung milik Ciputra Group dengan luas bangunan 49.076,00 m2 diatas lahan seluas 5.900 m2. Proyek Apartemen The Newton 2 terdiri dari 42 lantai dan 1 basement terletak di Jl. Karet Sawah No. 219, Kelurahan Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja mutu struktur atas bangunan terhadap dengan SNI dan ACI. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis sistem manajemen mutu, merencanakan metode perbaikan, dan menghitung durasi dan biaya perbaikan. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi kondisi terkini proyek dan wawancara. Sedangkan data sekunder yang diperlukan meliputi: gambar perencanaan (DED), Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), serta laporan pengujian material. Dari hasil peninjauan lantai 9-13, diketahui terdapat beberapa permasalahan mutu pada struktur atas proyek ini, yang meliputi: segregasi, keropos, deformasi dengan volume 2,062 m3, retak sepanjang 16,59 m, dan penyaluran tarik tulangan kolom yang kurang panjang di 232 titik. Melalui analisis penerapan perencanaan mutu, penjaminan mutu, dan pengendalian mutu proyek pembangunan gedung apartemen ini, ditentukan rencana perbaikan untuk kerusakan struktur berupa pelaksanaan perbaikan dengan menggunakan metode: patching, grouting, injeksi epoxy / polyurethane, dan pemasangan sambungan mekanis coupler dengan durasi pelaksanaan selama 61 jam kerja dengan anggaran pelaksanaan sebesar Rp.66,603,685.
ANALISIS PENGGUNAAN BEKISTING PADA PROYEK APARTEMEN A SURABAYA Aziz Trisna Putra; Sitti Safiatus Riskijah; Armin Naibaho
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3878

Abstract

Bekisting adalah alat struktural yang digunakan dalam membentuk beton, dan memiliki kemampuan untuk menahan gaya yang terjadi selama proses pengecoran dengan dimensi, konfigurasi, dan penempatan yang diinginkan. Sebagian besar kontraktor yang terlibat dalam proyek high rise building menggunakan bekisting semi konvensional / semi sistem dalam pelaksanaannya yang membutuhkan waktu cukup lama. Oleh karena itu, perlu dilakukan inovasi atau alternatif baru penggunaan bekisting yaitu salah satunya adalah menggunakan metode bekisting sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain alternatif bekisting, membandingkan kedua jenis bekisting tersebut melalui analisis perbandingan dari segi kekuatan material, waktu dan biaya pada masing-masing jenis bekisting untuk pekerjaan balok, plat, dan kolom pada lantai 9-27. Data yang dibutuhkan yaitu spesifikasi teknis, gambar kerja, harga satuan upah dan bahan tahun 2022 Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan bekisting menggunakan sistem zonasi, Perhitungan biaya bekisting mengacu pada HSPK Kota Surabaya Tahun 2022 dan penjadwalan menggunakan software Microsoft Project 2019. Dari hasil analisis diperoleh bahwa pada pekerjaan bekisting kolom, balok, plat semi sistem menggunakan bahan phenolic dan besi hollow, dengan biaya total sebesar Rp 5.805.712.692,98 serta waktu yang dibutuhkan selama 185 hari, sedangkan pada bekisting sistem menggunakan bahan aluminium dengan perkuatan pipa support, dengan biaya total sebesar Rp 9.733.295.362,99 dan waktu yang dibutuhkan selama 163 hari. Hasil perbandingan bekisting didapatkan dari segi biaya bekisting semi sistem 40,35% lebih murah dari pada bekisting sistem (Aluminium Formwork), sedangkan dari segi waktu penggunaan beksiting sistem lebih cepat 22 hari dari pada bekisting semi sistem. Dari hasil analisis direkomendasikan bekisting sistem (Aluminium Formwork) untuk digunakan pada Proyek Pembangunan Apartemen A Surabaya.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PESANTREN KOTA SURABAYA Brian Nugroho Putra; Sugeng Riyanto; Armin Naibaho
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4170

Abstract

Pesantren is an Islamic educational institution that uses the main building as a place to carry out its learning. The Islamic Boarding School building is designed to have 6 floors with the ground floor being the mosque. Planning is carried out using STAAD Pro Connect Edition, Autocad, Excel and Microsoft Word as auxiliary programs in this planning. The planning results show that the main beam dimensions are 40/60 with 12D19 tension reinforcement, and 6D19 compression reinforcement, 6D19 field tensile reinforcement and 3D19 compression reinforcement. For joist beams, the dimensions are 30/40 with bearing tensile reinforcement. 5D19 and press 3D19, field tension reinforcement 6D19 and press 4D19. For columns, dimensions of 60x60 are obtained with reinforcement 20D19 and stirrups 13-100, while for floor slabs a thickness of 150 mm is obtained with reinforcement in the x and y directions D12 – 150 and reinforcement for Ø8-150.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR ATAS BANGUNAN PASAR GODEAN KABUPATEN SLEMAN Galuh Putri Widianti; Armin Naibaho; Agustin Dita Lestari
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5692

Abstract

Perencanaan ulang pada penelitian ini meninjau bangunan Pasar Godean Zona A yang dilakukan pada perubahan struktur rangka atap, dengan tujuan penggunaan atap pelat beton dapat difungsikan sebagai taman sehingga gedung ini lebih menunjang untuk dijadikan alternatif green building. Perencanaan ini menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) untuk mendapatkan bangunan yang kuat dan aman. Analisis struktur menggunakan software ETABS 18. Hasil dari perencanaan ulang sebagai berikut pelat atap dengan penulangan S13-150 mm pada arah x, sedangkan arah y menggunakan S13-100 mm dan penulangan lapangan baik arah x maupun arah y menggunakan S13-150 mm. Pelat lantai dengan penulangan tumpuan S13-100 mm pada arah x dan arah y sedangkan penulangan lapangan baik arah x maupun arah y menggunakan S13-200 mm. Balok induk B1 pada tumpuan atas 8-S22 dan bawah 4-S22, pada lapangan atas 4-S22 dan bawah 2-S22. Balok induk B2 pada tumpuan atas 6-S22 dan bawah 3-S22, pada lapangan atas 5-S22 dan pada bagian bawah 3-S22. Balok anak B3 pada tumpuan atas 3-S22 dan bawah 2-S22, pada lapangan atas 3-S22 dan bawah 2-S22. Balok kantilever B4 pada tumpuan atas 3-S22 dan bawah 2-S22, pada lapangan atas 3-S22 dan bawah 2-S22. Kolom interior K1 menggunakan 24S22. Kolom eksterior K2 menggunakan 20S22. Pada tangga 1 dan tangga 2 menggunakan tulangan S13-100 pada area tumpuan dan tulangan S13-200 pada area lapangan.
PENGARUH SUBSTITUSI LUMPUR LAPINDO SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON AC-WC Haykal Aditya Novendra; Qomariah Qomariah; Armin Naibaho
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5789

Abstract

Lapisan AC-WC (Asphalt Concrete - Wearing Course) dalam konstruksi jalan berfungsi sebagai pelapis permukaan yang menahan beban dan abrasi, penting untuk menghindari kecelakaan akibat tergelincir di jalan basah dan memberikan kenyamanan berkendara. Kontrol ketat terhadap komposisi campuran diperlukan, termasuk pengaturan rongga dengan bahan filler. Limbah lumpur Lapindo dari kebocoran sumur minyak di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur sejak 2006 menjadi alternatif pengganti filler dalam campuran aspal karena mengandung silika 50% dan besi oksida 27,70%. Berdasarkan perhitungan Persentase Bitumen gradasi No IV SNI 03-1737-1989, diperoleh nilai tengah 6% lalu dibuat 5 rancangan rencana aspal untuk mencari nilai optimum: 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan 7%. Konsentrasi optimum 6,03% didapatkan, namun belum memenuhi syarat pada nilai flow dan VIM. Gradasi agregat kasar dan halus serta filler diaplikasikan dengan substitusi semen dan Lumpur Lapindo lolos No. 200 pada variasi konsentrasi filler 0%, 4%, 6%, dan 8%. Rerata stabilitas setelah Uji Marshall pada variasi 0%, 4%, 6%, dan 8% berturut-turut adalah 1264,64 kg, 835,40 kg, 839,14 kg, dan 1200,6 kg, semua memenuhi spesifikasi SNI 03-1737-1989 minimal 800 kg. Rerata nilai flow pada variasi 0%, 4%, 6%, dan 8% berturut-turut adalah 1,23 mm, 2,73 mm, 2,67 mm, dan 2,26 mm. Nilai flow belum memenuhi syarat SNI 03-1737-1989, namun setelah ditambahkan variasi filler lumpur Lapindo, terjadi kenaikan flow pada 4%, 6%, dan 8% dibandingkan variasi 0%. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Lumpur Lapindo tidak menguntungkan sebagai filler karena menurunkan nilai stabilitas.
PERENCAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG RUMAH SAKIT UPT VERTIKAL SURABAYA TOWER B Hilman Fakhrudin; Armin Naibaho; Wahiddin Wahiddin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5830

Abstract

Perencanaan gedung bertingkat tinggi sangat beresiko terhadap guncangan gempa yang mengancam jiwa pengguna gedung, oleh karena itu, gedung bertingkat tinggi harus didesain dengan ketentuan gempa yang berlaku. Sistem yang digunakan yaitu menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Perencanaan ulang struktur Gedung Rumah Sakit ini didesain mengacu pada SNI 2847-2019 untuk perhitungan struktur, SNI 1727-2019 untuk pembebanan, dan SNI 1726-2019 untuk perhitugan gempa. Analisa statika struktur menggunakan bantuan Software Etabs, dan Autocad untuk membuat gambar kerja hasil perencanaan.Dari hasil perencanaan diperoleh: pelat lantai, dengan tebal 130 mm penulangan tumpuan dan lapangan arah x dan y D13-150. Tangga dengan tebal 130 mm, dengan penulangan tumpuan dan lapangan D13-150.Balok 1 B1 650/950 mm tulangan pada tumpuan 12D28, pada lapangan 6D28. Balok 2 B2 650/850 mm tulangan pada tumpuan tarik 10D28, pada lapangan 5D28. Balok 3 B3 mm tulangan pada tumpuan 10D28, pada lapangan 5D28 dan. Balok Anak BA mm tulangan pada tumpuan 6D25, pada lapangan 6D25. Kolom interior K2 1250/1250 mm menggunakan tulangan utama 32D32. Kolom eksterior K1 1250/1250 mm menggunakan tulangan utama 28D32.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG DORMITORY KAWASAN SAINS DAN TEKNOLOGI TENAGA NUKLIR BABARSARI Muhammad Reza Fakhry; Armin Naibaho; Wahiddin Wahiddin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5970

Abstract

Indonesia merupakan kawasan yang sering mengalami kejadian bencana alam berupa gempa bumi. Perencanaan struktur bangunan di daerah rawan gempa harus mematuhi standar yang ketat untuk memastikan kekuatan dan keamanan. Oleh sebab itu dilakukan desain ulang pada struktur gedung Dormitory Kawasan Sains dan Teknologi Tenaga Nuklir Babarsari yang berlokasi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta agar dapat menjamin kekuatan dan kestabilan dari bangunan tersebut supaya dapat bermanfaat, dan layak digunakan. Perencanaan ini menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Perencanaan struktur pada gedung ini didesain dengan mengacu pada SNI 2847-2019 untuk perencanaan beton struktural, SNI 1729-2020 untuk perencanaan struktur atap baja, SNI 1727-2020 untuk pembebanan, dan SNI 1726-2019 untuk perhitugan gempa. Pemodelan serta analisa struktur menggunakan bantuan Software ETABS 2018, dan Autocad untuk membuat gambar kerja hasil perencanaan. Hasil dari perencanaan didapatkan gording Light Channel 150.65.20.3,2 , kuda-kuda profil WF 200.100.5,5.8, penggantung gording ∅8 mm, ikatan angin ∅ 8mm, sambungan baut A325 D18 mm, panjang angkur 500mm, pelat lantai dengan tebal 125 mm penulangan tumpuan dan lapangan arah x dan y D10- 100. Tangga tebal 125 mm, dengan penulangan tumpuan dan lapangan D10-200. Balok induk B1 350/500 mm tulangan pada tumpuan 6D22, pada lapangan 3D22. Balok induk B2 350/450 mm tulangan pada tumpuan 5D22, pada lapangan 3D22. Balok anak B2A 250/350 mm tulangan pada tumpuan 2D22, pada lapangan 2D22. Kolom interior K1 600/600 mm menggunakan tulangan utama 24D22. Kolom eksterior K2 500/500 mm menggunakan tulangan utama 16D22. Rencana anggaran biaya untuk struktur atas sebesar Rp. 32.020.700.000,00.