Peningkatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jember menuntut adanya perencanaan struktur gedung yang adaptif dan tahan terhadap gempa bumi. Penelitian ini merencanakan struktur gedung bertingkat 4 lantai +1 lantai atap menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) berbahan baja, dengan mengacu pada SNI 1726:2019 untuk ketahanan gempa dan SNI 1729:2020 untuk struktur baja. Pemodelan dan analisis struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS v21. Tahapan perencanaan meliputi identifikasi data pembebanan, analisis respons spektrum gempa, preliminary design, serta perencanaan elemen struktural seperti kolom, balok utama dan balok anak, pelat lantai komposit, dan sambungan balok–kolom. Berdasarkan hasil perencanaan dan analisis, struktur dirancang dengan pelat floordeck 0,7 mm dan tebal pelat 120 mm, kolom H600x600x30x50, balok utama WF550x300x12x25, dan balok anak WF350x175x12x25. Struktur ini menunjukkan performa seismik yang memenuhi kriteria periode struktur yang bernilai 0,747 s, simpangan antar lantai baik arah X maupun Y bernilai masing-masing 9,4 mm dan 7,33 mm, dan nilai gaya geser dasar yang memenuhi. Sistem SRPMK memberikan efisiensi dalam aspek kekuatan, kekakuan, dan daktilitas, serta memenuhi persyaratan untuk gedung pada kategori risiko IV dan wilayah gempa kategori E. Total estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan gedung ini adalah sebesar Rp152.044.445.000. Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi perencanaan teknis struktur baja tahan gempa di daerah rawan gempa seperti Jember.