Nan Rahminawati
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 72 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Dampak Tayangan Film terhadap Perilaku Agresivitas Anak Usia 4-6 Tahun di RA Al-Muhajirin Aulia Nur Aisyah; Nan Rahminawati; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.677 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.3375

Abstract

Abstract. This study focuses on analyzing the impact of animated films on the aggressive behavior of children aged 4-6 years at RA Al-Muhajirin. This study aims to identify what forms of aggressive behavior are shown by children and analyze the impact of animated films on the aggressive behavior of children aged 4-6 years at RA Al- Muhajirin. This research uses a case study approach. Data collection techniques used are interviews and observation. The result of the research is that the dominant form of aggressive behavior is shown by children aged 4-6 years at RA Al- Muhajirin, namely the form of physical aggressive behavior. Then the results of the study showed that the impact of animated films had a major impact on children's aggressive behavior, such as fighting with friends and family members, pushing, pushing, and following scenes from the films they watched. Abstrak. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis dampak tayangan film animasi terhadap perilaku agresivitas anak usia 4-6 tahun di RA Al-Muhajirin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perilaku agresif apa yang dominan ditunjukkan oleh anak dan menganalisis sejauh mana dampak film animasi terhadap perilaku agresif anak usia 4-6 tahun di RA Al-Muhajirin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa bentuk perilaku agresif yang dominan ditunjukkan oleh anak usia 4-6 tahun di RA Al-Muhajirin, yaitu bentuk perilaku agresif fisik. Kemudian hasil penelitian memperlihatkan bahwa dampak dari tayangan film animasi sangat berdampak terhadap perilaku agresif anak, seperti berkelahi dengan teman maupun pada anggota keluarga, menendang, mendorong, menonjok dan mengikuti adegan dari film yang ditonton nya.
Penanganan Orang Tua terhadap anak Bergizi Buruk Usia 3-5 Tahun di Kota Pangkalpinang Jihan Ristadevi; Nan Rahminawati; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.65 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.3387

Abstract

Abstract. Researcheras conducted a study of one family that had poorly nourished children. To find out the handling of parents, especially a mother, towards poorly nutritious children through food modification, parenting, diet and routine checks to the puskesmas. This study used the case study method, with data collection techniques using observation sheets and interviews. The result of handling poorly nutritious children in children is through food modification where parents manage food as attractively as possible, then through democratic parenting which provides rules in provides portions of food that are as needed and scheduled one day three meals with different menus, and routinely check to the puskesmas at least onece a week. Abstrak. Peneliti melakukan penelitian terhadap satu keluarga yang memiliiki anak bergizi buruk. Untuk mengetahui penanganan orang tua khususnya seorang ibu terhadap anak bergizi buruk melalui modifikasi makanan, pola asuh, pola makan dan rutin pengecekan ke puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data mengunakan lembaran observsi dan wawancara. Hasil penanganan anak bergizi buruk pada anak adalah dengan melalui modifikasi makanan yang dimana orang tua melakukan pengelolaan makanan semenarik mungkin selanjutnya melalui pola asuh demokratis yang dimana memberikan aturan dalam memberikan makanan dan rasa kasih sayang yang lebih, kemudian pola makan orang tua memberikan porsi makan yang sesuai kebutuhan dan terjadwal satu hari tiga kali makan dengan menu yang berbeda, dan rutin pengecekan ke puskesmas minimal satu minggu sekali.
Analisis Faktor Internal dan Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Keterlambatan Bicara (Speech Delay) Anak Usia 5,9 Tahun Terra Aurelia; Nan Rahminawati; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.169 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.3504

Abstract

Abstract. The research focuses on analyzing internal and external factors that affect speech delay in a family member aged 5,9 years in Kotabaru. This study aims to analyze internal factors and external factors that affect speech delay in children aged 5,9 years in Kotabaru, as well as provide recommendations for handling internal factors and external factors for children aged 5,9 years. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The results showed that the internal factors that affect speech delay in children aged 5,9 years are physical disability and gender. External factors that affect speech delay in children aged 5,9 years are the order/number of children, mother's education, technology (gadgets), and family functions, as well as recommendations for handling internal and external factors of speech delay in children aged 5,9 years old is often invites children to talk or interact, confirm the vocabulary or sentences of children, and do simple activities that can stimulate children's language development. Abstrak. Penelitian berfokus untuk menganalisis faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi keterlambatan bicara (speech delay) salah satu anggota keluarga usia 5,9 tahun di Kotabaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan Faktor eksternal yang mempengaruhi Keterlambatan Bicara (Speech Delay) Anak Usia 5,9 Tahun di Kotabaru, serta memberikan rekomendasi untuk penanganan faktor internal dan faktor eksternal anak usia 5,9 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi keterlambatan bicara (speech delay) anak usia 5,9 tahun adalah kecacatan fisik dan jenis kelamin. Faktor eksternal yang mempengaruhi keterlambatan bicara (speech delay) anak usia 5,9 tahun adalah urutan/jumlah anak, Pendidikan ibu, teknologi (gadget), dan fungsi keluarga, serta rekomendasi untuk penanganan faktor internal dan eksternal keterlambatan bicara (speech delay) anak usia 5,9 tahun adalah sering mengajak anak berbicara atau berinteraksi, membenarkan kosakata atau kalimat anak, dan melakukan kegiatan-kegiatan sederhana yang mampu menstimulus perkembangan bahasa anak.
Implementasi Metode Cerita Islami dalam Pembiasaan Moral Keagamaan di SD Homeschooling Group Abdurrahman Bin Auf Cibinong Khamila Nisrina Zain; Nan Rahminawati; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.035 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4606

Abstract

Abstract. Religious moral habituation becomes an urgency for children who need to be planted since childhood with the developments that occurred in their time. Seeing from one of the Islamic based Homeschools, namely the Abdurrahman bin Auf Homeschooling Group, there is habituation in strengthening children's morals, namely by studying siroh which spurs children to be able to apply these moral habits in themselves in their daily lives. The method used in this study is a descriptive qualitative method. In terms of collecting data, the researcher used observation, interview, and documentation studies. The goal is to find out what parents and teachers do who educate their children at school and at home. And the results of this study show that children's habituation in religious morals that occurs in their daily lives is reflected in the results of siroh learning that has been studied at school and is also accompanied by encouragement from their parents at home. Abstrak. Pembiasaan moral keagamaan menjadi urgensi bagi anak yang perlu ditanam sejak kecil dengan perkembangan-perkembangan yang terjadi pada zamannya. Melihat dari salah satu Homeschooling yang berbasis Islami yaitu Homeschooling Group Abdurrahman bin Auf ini terdapat pembiasaan dalam penguatan moral anak-anak yaitu dengan mempelajari siroh yang memacu anak-anak untuk dapat menerapkan pembiasaan moral tersebut di dalam dirinya dalam kesehariannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif bersifat deskriptif. Dalam hal mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Tujuannya untuk mengetahui apa saja yang dilakukan orangtua dan guru yang mendidik anak-anak saat di sekolah dan dirumah. Dan hasil penelitian ini menunjukkan pembiasaan-pembiasaan anak dalam moral keagamaan yang terjadi di kesehariannya berkaca dari hasil belajar siroh yang sudah dipelajari di sekolah dan juga disertai bantuan dorongan dari orangtuanya dirumah.
Analisis Pengelolaan Mata Pelajaran Tahfhizh di SMA PGII 1 Kota Bandung Annisa Sasilia; Nan Rahminawati; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5900

Abstract

Abstract. The minimum number of hours of pie affects the lack of time to achieve completeness. Additional time is needed to maximize assessment results, especially in cognitive assessment. In the PAI cognitive assessment, students are required to be able to memorize the Qur'anic arguments that support the discussion material during learning. Because of that, additional activities are needed to support the completeness of pies, one of which is the tahfhizh activity. Tahfhizh itself is a program to help students maximize memorizing the verses of the Koran. Due to the problem of lack of learning time in PAI, researchers want to observe how the management of school learning that holds Tahfhizh subject activities, one of which is SMA PGII 1 Bandung. Also supported by the results of observations of student assessments observing that the assessment achieved from Tahfhizh activities at school is categorized as good. Fundamental points in learning management that influence researchers in their research include planning, implementing, and evaluating learning to memorize verses of the Qur'an in the Tahfhizh subject. In this study, researchers used a qualitative descriptive approach using several data collection techniques, namely observational interviews and documentation studies or triangulation. The aim of the research is to show that school process efforts can achieve good assessments from students and also educators. Abstrak. Minimnya jumlah jam pai mempengaruhi kurangnya waktu terhadap capaian ketuntasan. Diperlukannya waktu tambahan untuk memaksimalkan capaian penilaian khususnya pada penilaian kognitif. Pada penilaian kognitif PAI diharuskan peserta didik untuk dapat menghafal dalil-dalil Alquran yang mendukung pada materi pembahasan saat pembelajaran. Sebab itu perlunya kegiatan tambahan untuk mendukung ketuntasan PAI salah satunya adalah kegiatan tahfhizh. Tahfhizh sendiri adalah sebagai program untuk membantu memaksimalkan peserta didik menghafalkan ayat-ayat Alquran. Sebab problem kurangnya waktu pembelajaran pada PAI peneliti ingin mengamati bagaimana pengelolaan pembelajaran sekolah yang mengadakan kegiatan mata pelajaran Tahfhizh salah satunya SMA PGII 1 Bandung. Didukung juga dengan hasil pengamatan penilaian peserta didik mengamati bahwa penilaian yang dicapai dari kegiatan Tahfhizh di sekolah dikategorikan baik. Poin-poin yang mendasar pada pengelolaan pembelajaran yang mempengaruhi peneliti terhadap penelitiannya diantaranya perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran menghafal ayat-ayat Al- Qur’an pada mata pelajaran Tahfhizh. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu wawancara observasi dan studi dokumentasi atau triangulasi. Tujuan penelitian adalah untuk menunjukkan usaha proses sekolah dapat tercapainya penilaian yang baik dari peserta didik dan juga pendidik.
Upaya Guru PAI dalam Peningkatan Hasil Belajar Materi Thaharah Siswa Kelas IV di SD Mathla'ul Khoeriyah Bandung Fauziah Dewi Rahayu; Nan Rahminawati; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5973

Abstract

Abstract. In PAI learning the lowest learning achievement was in Thaharah material, this shows that 33 grade IV students at SD Mathlaul Khoeriyah Bandung achieved a KKM score of only 60%, while 40% of students did not achieve a KKM score. The research method used in this study is a qualitative approach, descriptive method and case studies. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. Data analysis techniques: data reduction, data presentation, and verification/conclusion. 1) The existing condition of Islamic education learning in grade IV at SD Mathla'ul Khoeriyah Bandung, teachers still use conventional methods in class, namely passive students and less conducive learning, resulting in low student learning outcomes. The material with the lowest KKM score is in Thaharah material 2) PAI teacher's efforts in improving learning outcomes of class IV thaharah material which has low KKM scores in SD Mathla'ul Khoeriyah Bandung, namely teacher's efforts through the process of implementing learning, teacher's efforts through school programs, teacher giving reward and punishment efforts through increasing student motivation, the teacher is able to understand the character of the students, the teacher establishes good communication with parents of students, the teacher attends teacher training workshops. 3) The results of learning thaharah material for grade IV students at SD Mathla'ul Khoeriyah after the efforts made by PAI teachers in improving student learning outcomes in thaharah material. written test, oral test, and practice. During the learning process, students are active, communicative, disciplined, and pay attention to the teacher. Abstrak. Pada pembelajaran PAI pencapaian hasil belajar yang paling rendah adalah pada materi Thaharah, hal ini menunjukkan bahwa 33 siswa kelas IV di SD Mathlaul Khoeriyah Bandung mencapai nilai KKM hanya 60%, sedangkan 40% siswa tidak mencapai nilai KKM. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, metode deskriptif dan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data : reduksi data, penyajian data, dan veruvikasi/penarikan kesimpulan. 1) Kondisi eksisting pembelajaran PAI kelas IV di SD Mathla’ul Khoeriyah Bandung guru masih menggunakan metode konvensional di kelas, yaitu siswa pasif dan pembelajaran kurang kondusif, mengakibatkan hasil belajar siswa tetap rendah. Materi dengan nilai KKM terendah yaitu pada materi Thaharah 2) upaya guru PAI dalam peningkatan hasil belajar materi thaharah kelas IV yang memiliki nilai KKM rendah di SD Mathla’ul Khoeriyah Bandung yaitu Upaya guru melalui proses pelaksanaan pembelajaran, Upaya guru melalui program sekolah, Guru memberikan reward dan punishment upaya melalui peningkatan motivasi siswa, Guru mampu memahami karakter siswa, Guru menjalin komunikasi baik dengan orang tua siswa, Guru mengikuti workshop pelatihan guru. 3) Hasil belajar materi thaharah siswa kelas IV di SD Mathla’ul Khoeriyah setelah upaya yang dilakukan guru PAI dalam peningkatan hasil belajar ketuntasan siswa pada materi thaharah jumlah keseluruhan siswa kelas IV 33 orang lulus standar mutu mata pelajaran PAI dari KKM 80 nilai yang didapatkan berdasarkan tes tulis, tes lisan, dan praktek. Pada saat proses pembelajaran berlangsung siswa aktif, komunikatif, disiplin, dan memperhatikan guru.
Pembentukan Karakter Religius Siswa Melalui Kegiatan Pembiasaan di SMP PGII 2 Bandung yayat hidayat; Nan Rahminawati; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6230

Abstract

Abstract. The purpose of this research is (1) to find the basis for implementing habituation activities at SMP PGII 2 Bandung (2) to identify planning, implementation and evaluation of habituation activities in the context of forming religious character at SMP PGII 2 Bandung (3) to explore the impact of implementing habituation activities on character, religious attitudes and actions of students in SMP PGII 2 Bandung. This research is an empirical research using a qualitative descriptive approach. Data collection techniques in this research are using the methods of observation, interviews, and documentation studies. This qualitative research uses theoretical and empirical activities presented in the form of narrative texts to clearly explain the basis for implementing habituation activities, planning, implementing and evaluating habituation activities, as well as the impact of implementing habituation activities on the character, attitudes and religious actions of students in SMP PGII 2 Bandung. The results of this study are (a) The basis for habituation activities at SMP PGII 2 Bandung is made at the policy of the Education Foundation and has been stated in the school's vision and mission. (b) Planning for habituation activities at SMP PGII 2 Bandung is carried out at the beginning of the semester by the student curriculum together with the principal including planning for chanting Asmaul Husna, tadarus together, tausiyah about aqidah, morality, and worship, as well as dhuha prayers and fasting Monday-Thursday. (c) Habituation activities on religious characters produce a positive impact because students become obedient in practicing worship and apply it slowly to become habitual within themselves so that religious values ​​are attached to students. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menemukan landasan pelaksanaan kegiatan pembiasaan di SMP PGII 2 Bandung (2) Mengidentifikasi perencanaan, pelasanaan dan evaluasi kegiatan pembiasaan dalam rangka pembentukan karater religius di SMP PGII 2 Bandung (3) Mendalami dampak pelaksanaan kegiatan pembiasaan terhadap karakter, sikap dan perbuatan religius siswa di SMP PGII 2 Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian empirik dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam peneltian ini yaitu menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penelitian kualitatif ini menggunakan kegiatan secara teoritis dan empiris yang disajikan dalam bentuk teks naratif untuk memaparkan secara jelas mengenai landasan pelaksanaan kegiatan pembiasaan, perencanaan, pelasanaan dan evaluasi kegiatan pembiasaan, serta dampak pelaksanaan kegiatan pembiasaan terhadap karakter, sikap dan perbuatan religius siswa di SMP PGII 2 Bandung. Hasil dari penelitian ini yaitu (a) Landasan kegiatan pembiasaan di SMP PGII 2 Bandung dibuat atas kebijakan dari Yayasan Pendidikan dan telah tertuang dalam visi dan misi sekolah. (b) Perencanaan kegiatan pembiasaan di SMP PGII 2 Bandung dilakukan pada awal semester oleh bidang kesiswaan kurikulum bersama dengan kepsek meliputi perencanaan pelantunan asmaul husna, tadarus bersama, tausiyah tentang aqidah, akhlaq, dan ibadah, serta sholat dhuha dan puasa senin-kamis (c) Kegiatan pembiasaan terhadap karakter religious menghasilkan dampak yang positif sebab peserta didik menjadi taat dalam mengamalkan ibadah dan menerapkannya secara perlahan menjadi pembiasaan dalam diri sendiri sehingga nilai religious melekat pada peserta didik.
Model Pembelajaran Tahfidz Al-Qur'an di Pesantren Qur'an Nurul Huda Subang Nurgina Kamelia Ahmad Solehudin; Nan Rahminawati; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6627

Abstract

Abstract. The tahfidz Al-Qur'an program is a flagship program at the Nurul Huda Subang Qur'an Islamic Boarding School, in its implementation a learning model has been applied which with the learning model applied now creates some of the best hafidz and hafidzah students who are able to complete 15 chapters in three years even beyond it to 30 juz. This study aims to find an approach to learning the tahfidz of the Qur'an at the Qur'an Islamic Boarding School Nurul Huda Subang, identify the procedures for implementing the tahfidz Al-Qur'an learning method at the Qur'an Islamic Boarding School Nurul Huda Subang, analyze the methods and techniques of learning tahfidz Al-Qur'an Qur'an at the Nurul Huda Subang Qur'an Islamic Boarding School, and reveals the advantages and disadvantages of the tahfidz learning model used at the Nurul Huda Subang Qur'an Islamic Boarding School. The method used in this research is descriptive method through a qualitative approach. By collecting data using observation techniques, interviews, and documentation studies. Based on the results of the research, the learning model applied at the Qur'an Nurul Huda Subang Islamic boarding school uses a direct learning model, this learning model applies step-by-step learning to students using a process approach which, if applied to the direct learning model, students will be more skilled in mastering the material. given, because this process approach focuses students on actively developing their potential in obtaining learning outcomes. The learning strategy is by determining the level of the bi al-nazhr program, and the bi al-gaib program, bi an-nadr is the level that specializes in improving Al-Qur'an reading and bi al-ghaib is the level for the memorization stage. The method used is to use the following methods: Tahsin, Ziyadah, Tasmi', Tafhim, Murajaah, and Ilham.. Abstrak. Program tahfidz Al-Qur’an merupakan program unggulan di Pesantren Qur’an Nurul Huda Subang, dalam pelaksanaannya telah diterapkan suatu model pembelajaran yang mana dengan model pembelajaran yang diterapkan kini terciptanya beberapa santri hafidz dan hafidzah terbaik yang mampu menuntaskan 15 juz dalam waktu tiga tahun bahkan melampauinya sampai 30 juz. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pendekatan pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di Pesantren Qur’an Nurul Huda Subang, mengidentifikasi prosedur pelaksanaan metoda pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di Pesantren Qur’an Nurul Huda Subang, menganalisis metoda dan teknik pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di Pesantren Qur’an Nurul Huda Subang, dan mengungkapkan kelebihan dan kekurangan pada model pembelajaran tahfidz yang digunakan di Pesantren Qur’an nurul Huda Subang. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, model pembelajaran yang diterapkan di pesantren Qur’an Nurul Huda Subang menggunakan model pembelajaran langsung, model pembelajaran ini menerapkan kepada santri pembelajaran setahap demi setahap dengan menggunakan pendekatan proses yang mana jika diterapkan pada model pembelajaran langsung santri akan lebih terampil dalam menguasai materi yang diberikan, karena pendekatan proses ini yang memusatkan santri secara aktif mengembangkan potensi dirinya dalam memperoleh hasil belajar. Strategi pembelajarannya dengan menentukan tingkatan program bi al-nazhr, dan program bi al-gaib, bi an-nadr adalah tingkatan yang mengkhususkan perbaikan bacaan Al-Qur’an dan bi al-ghaib adalah tingkatan bagi tahap menghafal. Metoda yang digunakan adalah menggunakan metode: Tahsin, Ziyadah, Tasmi’, Tafhim, Murajaah, dan Ilham.
Efektivitas Model Active Learning (MAL) dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMP Negeri 5 Lembang Lala Nurul Qodariah; Nan Rahminawati; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6744

Abstract

Abstact. The low quality of learning is one of the problems that exist in the world of education. One of the problems in learning Islamic Religious Education is the low learning outcomes. The application of the Active Learning Models is very suitable for use in Islamic Religious Education subjects using the discussion method to improve student learning outcomes at SMP Negeri 5 Lembang. This study uses a quantitative approach. Data collection techniques are observation, interviews, questionnaires and documentation. The subjects of this research were 26 eighth grade students. The data analysis technique used in this study was the Paired Sample T-test with the help of SPSS 26.0 2022. The results of this study indicated that there was a significant influence between the application of the Active Learning Models and student learning outcomes. This is indicated by (1) There is a significant difference in scores on learning outcomes before and after the Active Learning Models is implemented (sig 0.000 <0.05). (2) The implementation is carried out to apply the Active Learning model with the discussion method which results in students becoming involved in the learning process. And (3) learning outcomes using the Active Learning Models to improve student learning outcomes have a high N gain value and are quite effective programs with an interpretation of effectiveness in the Pretty Effective category (56-75) as many as 16 people or 61.5%. Abstrak. Rendahnya kualitas pembelajaran merupakan salah satu permasalahan yang ada di dunia pendidikan. Salah satu permasalahan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu rendahnya hasil pembelajaran. Penerapan Model Active Learning sangat cocok digunakan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan metode diskusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 5 Lembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, lembar angket dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas delapan berjumlah 26 orang. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini Uji Paired Sample T-test dengan bantuan SPSS 26.0 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara penerapan Model Active Learning dengan hasil belajar siswa. Hal tersebut ditunjukkan dengan (1) Terdapat perbedaan nilai yang signifikan pada hasil belajar sebelum dan sesudah dilakukannya Model Active Learning (sig 0.000 < 0.05). (2) Implementasi yang dilakukan untuk menerapkan Model Active Learning dengan metode diskusi yang menghasilkan siswa menjadi terlibat dalam proses pembelajaran. Dan (3) hasil pembelajaran menggunakan Model Active Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa memiliki nilai N gain yang Tinggi dan merupakan program yang Cukup Efektif nilai dengan tafsiran keefektifan pada kategori Cukup Efektif (56-75) sebanyak 16 orang atau 61.5 %.
Upaya Guru PAI dalam Peningkatan Hasil Belajar Materi Thaharah Siswa Kelas IV SD Fauziah Dewi Rahayu; Nan Rahminawati; Ikin Asikin
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v3i1.1884

Abstract

Abstract. In PAI learning the lowest learning achievement was in Thaharah material, this shows that 33 grade IV students at SD Mathlaul Khoeriyah Bandung achieved a KKM score of only 60%, while 40% of students did not achieve a KKM score. The research method used in this study is a qualitative approach, descriptive method and case studies. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. Data analysis techniques: data reduction, data presentation, and verification/conclusion. The existing condition of Islamic education learning in grade IV at SD Mathla'ul Khoeriyah Bandung, teachers still use conventional methods in class, namely passive students and less conducive learning, resulting in low student learning outcomes. The material with the lowest KKM score was on Thaharah material. The efforts of PAI teachers in improving learning outcomes of thaharah material for class IV who had low KKM scores at SD Mathla'ul Khoeriyah Bandung. The results of learning thaharah material for grade IV students at SD Mathla'ul Khoeriyah after the efforts made by the PAI teacher in improving student learning outcomes in thaharah material. The total number of 33 class IV students passed the quality standards of PAI subjects from KKM 80. Abstrak. Pada pembelajaran PAI pencapaian hasil belajar yang paling rendah adalah pada materi Thaharah, hal ini menunjukkan bahwa 33 siswa kelas IV di SD Mathlaul Khoeriyah Bandung mencapai nilai KKM hanya 60%, sedangkan 40% siswa tidak mencapai nilai KKM. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, metode deskriptif dan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data: reduksi data, penyajian data, dan veruvikasi/penarikan kesimpulan. Kondisi eksisting pembelajaran PAI kelas IV di SD Mathla’ul Khoeriyah Bandung guru masih menggunakan metode konvensional di kelas, yaitu siswa pasif dan pembelajaran kurang kondusif, mengakibatkan hasil belajar siswa tetap rendah. Materi dengan nilai KKM terendah yaitu pada materi Thaharah. Upaya guru PAI dalam peningkatan hasil belajar materi thaharah kelas IV yang memiliki nilai KKM rendah di SD Mathla’ul Khoeriyah Bandung. Hasil belajar materi thaharah siswa kelas IV di SD Mathla’ul Khoeriyah setelah upaya yang dilakukan guru PAI dalam peningkatan hasil belajar ketuntasan siswa pada materi thaharah jumlah keseluruhan siswa kelas IV 33 orang lulus standar mutu mata pelajaran PAI dari KKM 80.
Co-Authors 10030220025, R. Nabhila Yunitha Putriani 10030220026, Nisa Nurrizka Hidayat 10030220027, Nabila Firdatunnisa Khaerani Kurniawan 10030220029, Syafina Ramadhani Putri Abda Abda Ade ayu Shella setiyani Adnan Gunawan Aep Saepudin Aliyah Putri Fahira Ananda Luthfiatunnisa Andalusia Neneng Permatasari Annisa Rahmawati Hidayat Annisa Sasilia Arif Hakim Asep Dudi Suhardini Aspia Rida Firmansyah Aulia Nur Aisyah Auliya Hamidah Haris Poernomo Ayi Sobarna Bambang Saiful Ma’arif Dea Malinda Aliffiya Dendi Ridwan Hidayat Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dinar Nur Inten Eko Surbiantoro Eko Surbiantoro Elsa Sahara Enoh Erlangga, Revan Dwi Erlyana Febrianti eva samantha pertiwi Fahira Nurfathia Farah Dita Azhari Fauziah Dewi Rahayu Fauziah Dewi Rahayu Fikri Taufik Rahman Fitroh Fitroh Hayati Hanifah Mardliyah Kurnia Hasna Marwah Helmi Aziz Huriah Rachmah Ikin Asikin Ikin Asikin Ikin Asikin Iqhlima Yustpika Putri Itsni Hafidzatul Ilmi Ivan Supangat Jihan Ristadevi Julia, J Kania Nurulqolbi Khambali Khambali Khamila Nisrina Zain Lala Nurul Qodariah Lani Nurpratiwi Luthfia Daffa Dhiya Masyitoh Fathonah Khoiriyah Maya Rosmayanti Meranti Sylvitiani Moh. Irsyad Junaidi Muhammad Fahri Ramdani Muhammad Garly Aditya Mutiara Anisabela Muttaqin, Muhammad Rizal N Hendarsyah AR Nabila Putri Rizqia Ahwan Nadia Michelle Nizar Yolanda Pramata Numan Sabit Nurgina Kamelia Ahmad Solehudin Nurul Afrianti Rasyid, A. Mujahid Reni Amaranti Resti Sinta Belinda Revan Dwi Erlangga Rida Fitrianingsih Rizqa Saroya Agnia Rohaeni Salma Nadila Sarvinoz Baxtiyorovna, Allayorova Siti Sarah Sobar Al Ghazal Sobar Al Ghazal Sobar Al-Ghazal Sobar Alghazal Supangat, Ivan Supriyadi, Tedi Syifa Aghnia Zaenal Syifa Arintia Putri Terra Aurelia Tia Muthiah Udin Supriadi Widia, Resty Wulan Sari yayat hidayat