Nan Rahminawati
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 71 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelaksanaan Program Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an Melalui Media Whatsapp dan Google Meet di SDIT Al-Fajri Cikarang Timur Kab. Bekasi Rohaeni; Nan Rahminawati; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.782 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2178

Abstract

Abstract. SDIT Al-Fajri Cikarang Timur Bekasi is one of the formal Islamic education institutions in East Cikarang District, Kab. Bekasi which developed the Tahfidz Al-Qur’an Guidance program. This institution tries to guide its students to love the Qur'an through this program. Since March 2020 the Tahfidz Al-Qur’an Guidance program at SDIT al-Fajri has been carried out online, namely through Whatsapp media and also Google Meet. Until now, it has been more than one year that the tahfidz program at SDIT Al-Fajri has been implemented by utilizing the media Whatsapp and Google Meet and the results of its implementation students can achieve the predetermined memorization target of one juz (Juz 30). This research aims to; 1) identify preliminary activities in the implementation of the Tahfidz Al-Qur’an Guidance program through Whatsapp and Google Meet media at SDIT al-Fajri, 2) identify core activities in the implementation of the Tahfidz Al-Qur’an Guidance program through Whatsapp and Google Meet media at SDIT al-Fajri, 3) identify closing activities in the implementation of the Tahfidz Al-Qur’an Guidance program through Whatsapp and Google Meet media at SDIT al-Fajri, 3) find factors that support and hinder the implementation of the Tahfidz Al-Qur’an Guidance program through Whatsapp and Google Meet media at SDIT al-Fajri. The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection technique; interviews, observations, and documentation. Data analysis technique; data reduction, data presentation, and verification/drawing conclusions. Research results show that; 1) in the preliminary activity, it begins by sending a link to the meeting room via Whatsapp and learning is opened through a room meeting. In the preliminary activity there is apperception, namely repeating the previous memorization simultaneously, 2) Submission of material using the Ummi method assisted by volume books consisting of volumes 1-6. Students deposit their memorization by sending rote videos with their eyes closed via Whatsapp, 3) closing activities the teacher evaluates and concludes the learning material, after that the teacher gives appreciation and motivation to students. The teacher asks parents to always accompany their children in online learning and close the lesson with prayers and greetings, 4) the supporting factors in the implementation of the Tahfidz Al-Qur’an Guidance program through Whatsapp and Google Meet media at SDIT al-Fajri, namely; a) there is supervision from the principal, b) the availability of communication tools (mobile phones). As for the inhibiting factors, namely; a) students/parents do not understand how to use Google Meet, b) internet network is not stable, c) lack of participation from parents. Abstrak. SDIT Al-Fajri Cikarang Timur Bekasi merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam formal di Kecamatan Cikarang Timur Kab. Bekasi yang mengembangkan program Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an. Lembaga ini berusaha membimbing para siswanya untuk cinta terhadap Al-Qur’an melalui adanya program tersebut. Sejak bulan Maret 2020 program Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an di SDIT al-Fajri dilakukan secara daring yaitu melalui media Whatsapp dan juga Google Meet. Sampai saat ini, sudah lebih dari satu tahun program tahfidz di SDIT Al-Fajri dilaksanakan dengan memanfaatkan media Whatsapp dan Google Meet dan hasil dari pelaksanaannya siswa dapat mencapai target hafalan yang telah ditentukan yaitu sebanyak satu Juz (Juz 30). Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mengidentifikasi kegiatan pendahuluan dalam pelaksanaan program Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an melalui media Whatsapp dan Google Meet di SDIT al-Fajri, 2) mengidentifikasi kegiatan inti dalam pelaksanaan program Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an melalui media Whatsapp dan Google Meet di SDIT al-Fajri, 3) mengidentifikasi kegiatan penutup dalam pelaksanaan program Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an melalui media Whatsapp dan Google Meet di SDIT al-Fajri, 3) menemukan faktor pendukung dan penghambat pelakasanaan program Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an melalui media Whatsapp dan Google Meet di SDIT al-Fajri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data; wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data; reduksi data, sajian data, dan verifikasi/ penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) Pada kegiatan pendahuluan diawali dengan mengirim link room meeting melalui Whatsapp dan pembelajaran dibuka dengan melalui room meeting. Dalam kegiatan pendahuluan terdapat apersepsi yaitu mengulang hafalan sebelumnya secara bersamaan, 2) Penyampaian materi dengan menggunakan metode Ummi yang dibantu dengan buku jilid yang terdiri dari jilid 1-6. Siswa menyetorkan hafalannya dengan mengirim video hafalan dalam keadaan mata tertutup melalui Whatsapp, 3) kegiatan penutup guru mengevaluasi dan menyimpulkan materi pembelajaran, setelah itu guru memberi apresiasi dan motivasi kepada siswa. Guru meminta orangtua untuk selalu mendampingi anaknya dalam belajar online dan menutup pembelajaran dengan do’a dan salam. 4) faktor pendukung dalam pelaksanaan program Bimbingan Tahfidz Al-Qur’an melalui media Whatsapp dan Google Meet di SDIT al-Fajri yaitu; a) adanya pengawasan dari kepala sekolah, b) tersedianya alat komunikasi (handphone). adapun fkator penghambatnya yaitu; a) siswa / orang tua siswa kurang memahami cara menggunakan Google Meet, b) jaringan internet yang tidak stabil, c) kurangnya partisipasi dari orang tua siswa.
Upaya Guru PAI dalam Menangani Problematika Pembelajaran di MI Al-Hidayah Mayak Cianjur Ananda Luthfiatunnisa; Nan Rahminawati; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.644 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3333

Abstract

Abstract. Education very often with educators, educators or Islamic religious education teachers must not only have competence but must have a learning plan and must have competence in teaching. Teaching at madrasah ibtidaiyah requires teachers to be able to teach Arabic. There are learning problems in the ability of students at Mi Al-Hidayah Mayak Cianjur, including a very minimal understanding of students, but because of the efforts of teachers at the school which makes researchers enthusiastic about conducting research at the school with the aim of research to find problems faced by students (2 ) Find the method used, and (3) Identify the steps used by the teacher. This study uses a descriptive approach, namely looking for answers, exploring and understanding fundamentally, writing data and facts collected in the form of words or pictures or numbers expressed in the field to support the contents of the report. The results of this study are (1) the main problem faced by students is the lack of motivation in students and there are several factors that influence students' problems such as, fig language is a language that is not used in everyday language, students' IQ limitations, laziness on the students themselves i(2) The method used by the teacher at the school is to deal with the problems that exist in students, the method used is the visual or image method because the method is a popular medium in the 4.0 education era, but apart from this method, the teacher focusing on practicing conversation in the form of practice. (3) the steps taken by the teacher in dealing with problems according to the lesson plan, and special steps according to the method the teacher obtained. Abstrak. Pendidikan sangat kerap sekali dengan tenaga pendidik, pendidik atau guru pendidikan agama islam tidak hanya harus memiliki kompetensi saja melainkan harus memiliki perencanaan pembelajaran serta harus memiliki komptensi dalam pengajaran. Pengajaran di madrasah ibtidaiayah menuntut guru untuk bisa mengajarkan bahasa arab. Terdapat problematika pembelajaran dalam kemampuan siswa di Mi Al-Hidayah Mayak Cianjur, diantaranya pemahaman sisiwa yang sangat minim, namun karena adanya upaya guru di sekolah tersebut yang membuat peneliti berantusias melakukan penelitian di sekolah tersebut dengan tujuan penelitian Untuk menemukan permasalahan yang di hadapi siswa (2) Menemukan metode yang digunakan , dan (3) Mengidentifikasi langkah-langkah yang di gunakan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yaitu mencari jawaban, menggali dan memahami secara mendasar, Penulisan data dan fakta yang dikumpulkan berupa kata-kata atau gambar maupun angka yang diungkapkan di lapangan untuk mendukung isi laporan. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) Masalah utama yang di hadapi siswa adalah tidak adanya motivasi dalam diri siswa serta ada beberapa faktor yang berpengaruh pada problematika siswa seperti, Bahasa ara bmerupakan bahasa yang tidak digunakan dalam bahasa sehari-hari, keterbatasan IQ siswa, kemalasan pada siswa itu sendir i(2) Metode yang digunakan guru di sekolah tersebut adalah untuk menangani problematika yang ada pada siswa, metode yangdigunakan adalah metode visual atau gambar karena metode tersebut merupakan media yang populer di era pendidikan 4.0, namun selain dari metode tersebut, guru memfokuskan berlatih percakapan dalam bentuk di praktik.(3) langkah yang dilakukan guru dalam menangani problematika sesuai RPP, dan langkah khusus sesuai dengan metode yang guru peroleh.
Penguasaan Kompetensi Pedagogik Guru PAI untuk Meningkatkan Prestasi Siswa pada Mata Pelajaran PAI Kelas XII IPS SMA Negeri 1 Cisarua Erlyana Febrianti; Nan Rahminawati; Sobar AL-Ghazal
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.063 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3419

Abstract

Abstract. SMA Negeri 1 Cisarua as a favorite school in Bandung Regency has special demands on teachers to be able to improve student achievement. Therefore, pedagogic competence as one of the basic competencies of teachers must be owned by teachers. The objectives of this study were (1) to describe the ability of PAI teachers at SMA Negeri 1 Cisarua in improving student achievement (2) to describe the abilities of PAI teachers at SMA Negeri 1 Cisarua in designing and implementing learning to improve student achievement (3) describing the abilities of PAI teachers at SMA Negeri 1 Cisarua. in designing and implementing learning evaluations to improve student achievement (4) describing the ability of PAI teachers at SMA Negeri 1 Cisarua in developing students' potential to improve student achievement. This research was conducted using qualitative descriptive with content analysis approach. The source of the data obtained is based on the document, namely Permendiknas Number 16 of 2007 concerning Teacher Competence, active observations carried out for 2 times with PAI teacher informants in Class XII IPS and IPA. The results obtained are (1) PAI teachers master pedagogic competence in understanding students, it can be seen in student achievement in academics and character (2) PAI teachers master pedagogic competence in planning and implementing learning, as seen from the increase in student achievement that is conducive and active in participate in direct learning (3) PAI teachers master pedagogic competence in planning and implementing learning evaluations, seen in increasing student achievement, especially in character (4) PAI teachers mastering pedagogic competence in developing student potential, seen in the academic achievements achieved by students, alignment of the learning process with the school's vision, and improvement of student character. Abstrak. SMA Negeri 1 Cisarua sebagai sekolah favorit di Kabupaten Bandung memiliki tuntutan khusus kepada guru-guru untuk dapat meningkatkan prestasi siswa. Oleh karena itu, kompetensi pedagogik sebagai salah satu kompetensi dasar guru wajib dimiliki oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeartikelkan kemampuan guru PAI SMA Negeri 1 Cisarua dalam meningkatkan prestasi siswa (2) mendeartikelkan kemampuan guru PAI SMA Negeri 1 Cisarua dalam merancang dan pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan prestasi siswa (3) mendeartikelkan kemampuan guru PAI SMA Negeri 1 Cisarua dalam merancang dan pelaksanaan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan prestasi siswa (4) mendeartikelkan kemampuan guru PAI SMA Negeri 1 Cisarua dalam mengembangkan potensi siswa untuk meningkatkan prestasi siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Sumber data yang diperoleh berdasarkan pada dokumen yakni Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Kompetensi Guru, observasi aktif yang dilakukan selama 2 kali dengan informan guru PAI di Kelas XII IPS dan IPA. Adapun hasil yang diperoleh yaitu (1) guru PAI menguasai kompetensi pedagogik dalam memahami siswa, terlihat pada prestasi siswa dalam akademik dan budi pekerti (2) guru PAI menguasai kompetensi pedagogik dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, terlihat dari peningkatan prestasi siswa yaitu kondusif dan aktif dalam mengikuti pembelajaran secara langsung (3) guru PAI menguasai kompetensi pedagogik dalam merencanakan dan melaksanakan evaluasi pembelajaran, terlihat pada peningkatkan prestasi siswa khususnya dala budi pekerti (4) guru PAI menguasai kompetensi pedagogik dalam mengembangkan potensi siswa, terlihat pada prestasi akademik yang diraih oleh siswa, keselarasan proses pembelajaran dengan visi sekolah, dan peningkatan budi pekerti siswa.
Upaya Guru Madrasah dalam Peningkatan Kemampuan Hafalan Qs. An-Naba [78] dan Qs. An-Nazi’at [79] melalui Irama Murattal terhadap Siswa Kelas F di MDT Ulul Ilmi Rida Fitrianingsih; Nan Rahminawati; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.353 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3577

Abstract

Abstract. Teachers 'efforts affect the success of students in a learning, both in a change of attitude and improving the students' ability itself. This study aims to analyze the learning program, identify learning steps, examine the learning method, finding supporting factors and healing. This research uses a qualitative descriptive approach. This data collection technique uses observation methods, interviews, and documentation. The results of this study are: (a) the program of the membrane of the Qur'an is developed using murattal. (b) The learning steps are initiated learning by dyingho, using muruttal rhythm, giving new haphazards by adding three verses every day, students imitate reading and repeating it to hat, depositing his memorization, and ending learning with dyingho using Murattal Irah. (c) the method used is ziyadah, sima’i, jama', kitabah, and takrir (d) supporting factors are student interest, parental support, repeating haphas while listening to muruttal rhythm, and complete facility. While the inhibitory factor is the lazy sense of students. Abstrak. Upaya guru mempengaruhi keberhasilan siswa di dalam suatu pembelajaran, baik dalam suatu perubahan sikap maupun peningkatan kemampuan siswa itu sendiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis program pembelajaran, mengidentifikasi langkah-langkah pembelajaran, mengkaji metode pembelajaran, menemukan faktor pendukung dan penghambanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu: (a) Program pembelajaran hafalan Al-Qur’an dikembangkan dengan menggunakan irama murattal. (b) Langkah pembelajarannya yakni memulai pembelajaran dengan berdo’a menggunakan irama murattal, memberikan hafalan baru dengan menambah tiga ayat setiap harinya, siswa meniru bacaan dan mengulangnya hingga hafal, menyetorkan hafalannya, dan mengakhiri pembelajaran dengan berdo’a menggunakan irama murattal. (c) Metode yang digunakan yaitu ziyadah, sima’i, jama’, kitabah, dan takrir (d) Faktor pendukung yaitu minat siswa, dukungan orangtua, mengulang hafalan sambil mendengarkan irama murattal, dan lengkapnya fasilitas. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu rasa malas siswa.
Pengulangan Kata AIlaahu Ma’allah dari Q.S An-Naml Ayat 60-64 sebagai Landasan Metode Pengulangan dalam Pembelajaran Aqidah Ade ayu Shella setiyani; Nan Rahminawati; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.174 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3613

Abstract

Abstract. This research is motivated by several phenomena that occur in today's era of rampant polytheism among people who claim to be Muslims for this reason, it is necessary to cultivate aqidah which really must be instilled in the soul, not only to recognize themselves as Muslims but must be applied in daily morals and worship. day. This statement leads to the need to analyze Qs. An-Naml verses 60-64. The purpose of this study was to determine: 1) Opinions of the commentators about the content of Qs. An-Naml verses 60-64, 2) The essence contained in Qs. An-Naml verses 60-64, 3) Opinions of educational experts about the method of cashing in learning aqidah, 4) Educational implications of repetition methods in learning aqidah. Thus, in this study, it is expected to know the method that will be applied in learning aqidah. This study uses a qualitative approach and the method used in the interpretation research is the Tahlili interpretation method and literature study. This study explains about aqidah, which is faith or belief which is an absolute requirement that underlies self-servitude and fully commits oneself to Allah SWT. For that we need an appropriate method or method to instill the aqidah education. The conclusions contained in Qs. An-Naml verse 60-64 is about faith in Allah SWT which is very important and is an important subject in human life. Because in faith in the true and strong God can uphold sharia and noble character and avoid shirk and kufr, this requires planting aqidah education to children with the right method, effective and efficient, namely the method of repetition combined with a way of thinking and paying attention to everything. Allah's creation. From the results of this study, it can be seen that the cultivation of aqidah will truly be embedded if it uses an appropriate method or method in learning, for that we need several aspects that encourage this both in terms of educators, from the infrastructure and the environment and society in order to achieve this. goal that everyone hopes for. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa fenomena yang terjadi dizaman sekarang maraknya kemusryikan dikalangan masyarakat yang mengaku dirinya sebagai muslim untuk itu diperlukanlah penanaman aqidah yang benar-benar harus ditanamkan di dalam jiwa bukan hanya sekedar mengakui dirinya sebagai umat Islam tetapi harus diaplikasikan dalam akhlak dan ibadah sehari-harinya. Pernyataan ini mendorong kepada perlunya menganalisis Qs. An-Naml ayat 60-64. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Pendapat para mufasir tentang isi Qs. An-Naml ayat 60-64, 2) Esensi yang terkandung di dalam Qs. An-Naml ayat 60-64, 3) Pendapat para ahli pendidikan tentang metode penguangan dalam pembelajaran aqidah, 4) Implikasi pendidikan tentang metode pengulangan dalam pembelajaran aqidah. Dengan demikian dalam penelitian ini diharapkan dapat mengetahui metode yang akan diterapkan dalam pembelajaran aqidah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan dalam penelitian tafsirnya adalah metode tafsir Tahlili dan studi kepustakaan. Penelitian ini menjelaskan tentang aqidah merupakan iman atau kepercayaan yang menjadi syarat mutlak yang melandasi penghambaan diri serta mengikatkan diri sepenuhnya kepada Allah Swt .untuk itu diperlukanlah sebuah cara atau metode yang tepat untuk menanamkan pendidikan aqidah tersebut Kesimpulan yang terdapat dalam Qs. An-Naml ayat 60-64 yaitu tentang keimanan kepada Allah Swt yang sangat penting dan merupakan pokok penting dalam kehidupan manusia. Karena dalam keimanan kepada Allah yang benar dan kuat dapat tegaknya syariah dan akhlak yang mulia serta terhindarnya dari perbuatan syirik dan kekufuran maka hal ini memerlukan penanaman pendidikan aqidah kepada anak dengan metode yang tepat efektif dan efesien yaitu metode pengulangan yang dipadukan dengan cara berpikir dan memperhatikan segala ciptaan Allah Swt. Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa penanaman aqidah itu akan benar-benar tertanam jika menggunakan sebuah cara atau metode yang pas dalam pembelajaran, untuk itu diperlukan beberapa aspek yang mendorong hal tersebut baik dari segi pendidik, dari sarana prasarananya dan lingkungan serta masyarakat supaya dapat mencapai tujuan yang diharapkan oleh semua orang.
Upaya Guru PAI dalam Membina Akhlak Peserta Didik melalui Pembiasaan Kegiatan Keagamaan di SMA YBKP3 Garut Annisa Rahmawati Hidayat; Nan Rahminawati; A. Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.643 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3742

Abstract

Abstract. The teacher's efforts affect the success of students in learning, both in a change in attitude and in increasing the ability of the students themselves. The purpose of this study is (1) to find out what steps are taken by PAI teachers in fostering the morals of students at SMA YBKP3 Garut (2) to describe the methods used by PAI teachers to foster students' morals at SMA YBKP3 Garut (3) to find out what alone which is a factor supporting and hindering the efforts of PAI teachers in fostering the morals of students at SMA YBKP3 Garut. This research is an empirical research using a qualitative descriptive approach. Data collection techniques in this study used the methods of observation, interviews, and documentation. This qualitative research uses theoretical and empirical activities and is presented in the form of a narrative text to explain clearly how the steps of learning, learning methods, as well as supporting and inhibiting factors experienced by PAI teachers in fostering the morals of students through habituation of religious activities. Abstrak. Upaya guru mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar, baik dalam perubahan sikap maupun dalam meningkatkan kemampuan siswa itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui langkah-langkah apa saja yang dilakukan guru PAI dalam membina akhlak siswa di SMA YBKP3 Garut (2) mendeskripsikan metode yang digunakan guru PAI untuk membina akhlak siswa di SMA YBKP3 Garut ( 3) untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat upaya guru PAI dalam membina akhlak siswa di SMA YBKP3 Garut. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian kualitatif ini menggunakan kegiatan teoritis dan empiris dan disajikan dalam bentuk narrative text untuk menjelaskan secara gamblang bagaimana langkah-langkah pembelajaran, metode pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat yang dialami guru PAI dalam pembinaan akhlak siswa melalui pembiasaan kegiatan keagamaan.
Strategi Guru dalam Meningkatkan Pencapaian Nilai KKM Mata Pelajaran PAI Siswa Kelas IX di SMPN 1 Kotabaru Kabupaten Karawang Siti Sarah; Nan Rahminawati; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.337 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3773

Abstract

Abstract. One of the factors that influence the success of learning in terms of teachers is strategy. A learning course has an assessment that has special limitations that have been set by a teacher. These limits are known as the Minimum Completeness Criteria (KKM). This research is an empirical research using qualitative descriptive method. This study uses a theoretical and empirical study presented in the form of a narrative text to explain clearly how the teacher's strategy in improving the achievement of KKM PAI scores for grade IX students at SMPN 1 Kotabaru, Karawang district. Data collection techniques in this study used the methods of observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that: (a) There are six steps the teacher takes in increasing the achievement of students' KKM scores, namely by preparing teaching, choosing learning methods, choosing learning techniques, approaching students, providing learning motivation, and using learning media. (b) The method used by the teacher in increasing the achievement of students' KKM scores is a learning method that has been selected and adapted to the learning material. (c) The technique used by the teacher in increasing the achievement of students' KKM scores is a learning technique that has been selected and adapted to the material to support the strategies and learning methods used. Abstrak. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran dari segi guru adalah strategi. Suatu pembelajaran tentunya ada penilaian yang memiliki batasan-batasan khusus yang telah ditetapkan oleh seorang guru. Batasan tersebut adalah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini merupakan penelitian empirik dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan kajian teoritis dan empiris yang disajikan dalam bentuk teks yang bersifat naratif untuk memaparkan secara jelas bagaimana strategi guru dalam meningkatkan pencapaian nilai KKM PAI siswa kelas IX di SMPN 1 Kotabaru kabupaten Karawang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Terdapat enam langkah guru dalam meningkatkan pencapaian nilai KKM siswa yaitu dengan melakukan persiapan pengajaran, memilih metode pembelajaran, memilih teknik pembelajaran, melakukan pendekatan terhadap siswa, memberikan motivasi belajar, serta menggunakan media pembelajaran. (b) Metode yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan pencapaian nilai KKM siswa adalah metode pembelajaran yang telah dipilih dan disesuaikan dengan materi pembelajaran. (c) Teknik yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan pencapaian nilai KKM siswa adalah teknik pembelajaran yang telah dipilih dan disesuaikan dengan materi demi mendukung strategi dan metode pembelajaran yang digunakan.
Analisis Program Tazkiyatun Nafs pada Pesantren Mahasiswa Universitas Aisyiyah Bandung Moh. Irsyad Junaidi; Nan Rahminawati; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.763 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3872

Abstract

Abstract. The Tazkiyatun Nafs program is a new program that has existed and was then repackaged. This program is carried out at the beginning of the lecture, namely during the new student period. The aims of the research are (1) to find the philosophical basis for the Tazkiyatun Nafs program at the Islamic boarding school of Aiysiyah University, Bandung. (2) To examine the ideological basis of the Tazkiyatun Nafs program at the Islamic boarding school of Aisyiyah University, Bandung. (3) Analyzing the design of the Tazkiyatun Nafs program related to the formulation of materials, methods, educators, facilities and infrastructure as well as assessment in Islamic boarding schools, Aisyiyah University, Bandung. This research is an empirical research using a qualitative descriptive approach. Data collection techniques in this study used the interview method and the study of documentation. This qualitative research uses theoretical and empirical activities presented in the form of narrative texts to explain clearly how the philosophical basis and ideological basis for the formation of the Tazkiyatun Nafs program at Aisyiyah University Bandung, designs related to the formulation of materials, methods, educators, facilities and infrastructure as well as assessment in reviewing Tazkiyatun Nafs program at the Aiysiyah University Islamic boarding school in Bandung. The results of this study are: (a) the philosophical basis for the formation of the Tazkiyatun Nafs program, which is a phenomenon that occurs in this era of globalization so that mankind can remain focused in life. (b) the ideological basis for the formation of the Tazkiyatun Nafs program is to want to carry out da'wah in stages, starting with self-improvement and making students have good morals by providing education and teaching through coaching in pesantren. (c) The design of the Tazkiyatun Nafs program at Aisyiyah University Bandung, namely first, the formulation of the material which is divided into 3 stages of Tazkiyatun Nafs 1,2 and 3. Second, the formulation of methods using classical and practical learning methods. third, the determination of presenters who are tailored to their respective expertise. Fourth, the facilities and infrastructure on campus already support the activities of student boarding schools. Fifth, the program assessment is carried out with several elements, namely cognitive aspects, affective aspects and psychomotor aspects. Abstrak. Program Tazkiyatun Nafs merupakan program baru yang pernah ada dan kemudian di kemas kembali. Program ini dilaksanakan pada awal perkuliahan yaitu saat masa mahasiwa baru. Tujuan dari penelitian adalah (1) Menemukan dasar filosofi terjadinya program Tazkiyatun Nafs di pesantren Universitas Aiysiyah Bandung. (2) Mengkaji dasar idiologis terjadinya program Tazkiyatun Nafs di pesantren Universitas Aisyiyah Bandung. (3) Menganalisis perancangan program Tazkiyatun Nafs terkait perumusan materi, metode, pendidik, sarana dan prasarana serta penilaian di pesantren Universitas Aisyiyah Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian empiric dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan studi dokumentasi. Penelitian kualitatif ini menggunakan kegiatan teoritis dan empiris disajikan dalam bentuk teks yang bersifat naratif untuk memaparkan secara jelas bagaimana dasar filosofis dan dasar idiologis terbentuknya program Tazkiyatun Nafs di Universitas Aisyiyah Bandung, perancangan terkait perumusan materi, metode, pendidik, sarana dan prasarana serta penilaian dalam mengkaji program Tazkiyatun Nafs di pesantren Universitas Aiysiyah Bandung. Hasil dari penelitian ini yaitu: (a) landasan filosofis terbentuknya program Tazkiyatun Nafs yaitu fenomena yang terjadi pada zaman globalisasi ini agar umat manusia dapat tetap terarah dalam kehidupan. (b) landasan ideologis terbentuknya program Tazkiyatun Nafs yaitu ingin melakukan dakwah secara bertahap yang diawali dengan pembenahan diri dan menjadikan mahasiswa berakhlakul karimah dengan memberikan Pendidikan dan pengajaran melalui pembinaan di pesantren. (c) Perancangan program Tazkiyatun Nafs di Universitas Aisyiyah Bandung yakni pertama, perumusan materi yang terbagi dalam 3 tahap Tazkiyatun Nafs 1,2 dan 3. Kedua, perumusan metode dengan menggunakan metode pembelajaran klasikal dan praktikal. ketiga, penentuan pemateri yang disesuaikan dengan keahliannya masing-masing. Keempat, sarana dan prasarana yang terdapat di kampus sudah mendukung kegiatan pesantren mahasiswa. Kelima, penilaian program yang dilakukan dengan beberapa unsur yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik.
Strategi Guru PAI dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Peserta Didik di SDIT Generasi Cendekia Kec. Wanasalam Kab. Lebak-Banten Masyitoh Fathonah Khoiriyah; Nan Rahminawati; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.94 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4036

Abstract

Abstract. Reading the Qur'an with makhrajul letters according to the correct rules of tajwid science is an obligation for every Muslim. To teach tajwid science in the learning process can be done by islamic religious education teachers. The technique that Islamic Religious Education teachers can do this is to plan learning in reading the Qur'an to students. At SDIT Generasi Cendekia, activities to improve reading the Qur'an and memorization are contained in the educational curriculum and provide motivation for teachers in improving the quality of the Qur'ani generation. This study aims to; (1) The program of improving the reading of the Qur'an and memorization, namely the difficulty of reading the Qur'an to students, then with this there is an effort by the school and teachers to carry out the process learning is used to learn the Qur'an in schools and outside of school kbm as well. (2) The steps taken by Islamic Religious Education teachers in improving the reading ability of classes IV, V, and VI, namely first, opening learning with tadaradus together. Second, the teacher recites verses of the Qur'an and then the learners imitate them. Third, students are given motivation and reminded not to forget to memorize. Fourth, reading the do'a finishes the lesson. (3) The method used by the teacher of Islamic Religious Education Iqro Method', in that method the teacher carries out a learning process about recognizing the letter hijaiyah and its pronunciation according to the letter makhrajul. The Tallaqi method, by making a circle below so that students are closer, then the Islamic Religious Education teacher reads 5-10 verses in reading, then students imitate what is read. (4) Factors faced by Islamic Religious Education teachers, namely, the principal, the family environment, students, and facilities and infrastructure. As for the inhibiting factors, namely the lack of awareness of parents, as well as the feeling of laziness that hits students. Abstrak. Membaca Al-Qur’an dengan makhrajul huruf sesuai kaidah ilmu tajwid yang benar merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Untuk mengajarkan ilmu tajwid dalam proses pembelajaran dapat dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam. Teknik yang bisa dilakukan guru PAI melakukan hal tersebut adalah dengan melakukan perencanaan pembelajaran dalam membaca Al-Qur’an terhadap peserta didik. Di SDIT Generasi Cendekia kegiatan peningkatan membaca Al-Qur’an serta hafalan tertuang dalam kurikulum pendidikan serta memberikan motivasi untuk para guru dalam meningkatkan kualitas generasi Qur’ani. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) Program peningkatan membaca Al-Qur’an serta hafalan yakni adanya kesulitan membaca Al-Qur’an pada peserta didik, maka dengan hal tersebut adanya upaya pihak sekolah dan para guru untuk melakukan proses pembelajaran yang digunakan untuk belajar Al-Qur’an disekolah dan diluar KBM sekolah juga. (2) Langkah-langkah guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca kelas IV, V, dan VI yakni pertama, membuka pembelajaran dengan tadaradus bersama. Kedua, guru membacakan ayat-ayat Al-Qur’an lalu peserta didik menirunya. Ketiga, peserta didik diberikan motivasi serta diingatkan untuk tidak lupa mnyetorkan hafalan. Keempat, membaca do’a selesai pelajaran. (3) Metode yang digunakan oleh guru PAI Metode Iqro', dalam metode itu guru melakukan proses pembelajaran tentang mengenali huruf hijaiyah dan pengucapannya sesuai dengan huruf makhrajul. Metode Tallaqi, dengan membuat lingkaran dibawah agar peserta didik agar lebih dekat, selanjutnya guru PAI membacakan 5-10 ayat dalam membaca, lalu peserta didik meniru apa yang dibacakan. (4) Faktor yang dihadapi guru PAI yakni, kepala sekolah, lingkungan keluarga, peserta didik, dan sarana dan prasarana. Sedangkan untuk faktor yang menghambat yakni minimnya kesadaran orang tua, serta rasa malas yang melanda peserta didik.
Implementasi Metode Bercerita dengan Media Pop-Up Book pada Kemampuan Bahasa Anak Kelompok B di RA At-Thoharoh Fahira Nurfathia; Nan Rahminawati; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.009 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i1.1677

Abstract

Abstrack. Language is a communication tool used by us as social beings in everyday life, including early childhood. Early childhood language skills are recorded at the standard level of achievement of child development (STPPA). Language skills of children aged 5-6 years consist of understanding language, expressing language, and literacy. However, the language skills of children in Group B (aged 5-6 years) at the research site still do not meet the indicators in the STPPA. This study aims to examine and identify the steps of the opening and core activities as well as to find out how the closing activities use the storytelling method using pop-up book media on the language skills of group B children. The research method used is descriptive qualitative with collection techniques and procedures. The data in this study used interviews, observation and documentation. The data analysis technique was carried out by going through several stages, namely, data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The data validity technique used in this research is triangulation. The results of this study are that in learning activities there are several children who fight over the pop-up book media to be read alone even though some of them are not yet fluent in reading writing, and there are still some children who find it difficult to write their own names. Abstrak. Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh kita sebagai makhluk sosial dalam kehidupan sehari-hari, termasuk anak usia dini. Kemampuan bahasa anak usia dini tercatat pada standar tingkat pencapaian perkembangan anak (STPPA). Kemampuan bahasa anak usia 5-6 tahun terdiri dari memhami bahasa, mengungkapkan bahasa, dan keaksaraan. Tetapi kemampuan Bahasa Anak Kelompok B (usia 5-6 Tahun) di tempat penelitian masih belum memenuhi indikator dalam STPPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi langkah-langkah kegiatan pembuka dan kegiatan inti serta untuk menemukan bagaimana kegiatan penutup dalam penggunaan metode bercerita dengan media pop-up book pada kemampuan bahasa anak kelompok B. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik dan prosedur pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan melalui beberapa tahapan yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Teknik keabsahan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu triangulasi. Hasil dari penelitian ini bahwa dalam kegiatan pembelajaran terdapat beberapa anak yang berebut media pop-up book untuk dibaca sendirian meskipun diantara mereka ada yang belum lancar dalam membaca tulisan, serta masih terdapat beberapa anak yang sulit menuliskan nama sendiri.
Co-Authors 10030220025, R. Nabhila Yunitha Putriani 10030220026, Nisa Nurrizka Hidayat 10030220027, Nabila Firdatunnisa Khaerani Kurniawan 10030220029, Syafina Ramadhani Putri Ade ayu Shella setiyani Adnan Gunawan Aep Saepudin Aliyah Putri Fahira Ananda Luthfiatunnisa Andalusia Neneng Permatasari Annisa Rahmawati Hidayat Annisa Sasilia Arif Hakim Asep Dudi Suhardini Aspia Rida Firmansyah Aulia Nur Aisyah Auliya Hamidah Haris Poernomo Ayi Sobarna Baehaqi, Riyandi Bambang Saiful Ma’arif Dea Malinda Aliffiya Dendi Ridwan Hidayat Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dinar Nur Inten Eko Surbiantoro Eko Surbiantoro Elsa Sahara Enoh Erlangga, Revan Dwi Erlyana Febrianti eva samantha pertiwi Fahira Nurfathia Farah Dita Azhari Fauziah Dewi Rahayu Fauziah Dewi Rahayu Fikri Taufik Rahman Fitroh Fitroh Hayati Hanifah Mardliyah Kurnia Hasna Marwah Helmi Aziz Huriah Rachmah Ikin Asikin Ikin Asikin Ikin Asikin Iqhlima Yustpika Putri Itsni Hafidzatul Ilmi Ivan Supangat Jihan Ristadevi Julia, J Kania Nurulqolbi Khambali Khambali Khamila Nisrina Zain Lala Nurul Qodariah Lani Nurpratiwi Luthfia Daffa Dhiya Masyitoh Fathonah Khoiriyah Maya Rosmayanti Meranti Sylvitiani Moh. Irsyad Junaidi Muhammad Garly Aditya Mutiara Anisabela Muttaqin, Muhammad Rizal N Hendarsyah AR Nabila Putri Rizqia Ahwan Nadia Michelle Nizar Yolanda Pramata Numan Sabit Nurgina Kamelia Ahmad Solehudin Nurul Afrianti Rasyid, A. Mujahid Reni Amaranti Resti Sinta Belinda Revan Dwi Erlangga Rida Fitrianingsih Rizqa Saroya Agnia Rohaeni Salma Nadila Sarvinoz Baxtiyorovna, Allayorova Siti Sarah Sobar Al Ghazal Sobar Al Ghazal Sobar Al-Ghazal Sobar Alghazal Supangat, Ivan Supriyadi, Tedi Syifa Aghnia Zaenal Syifa Arintia Putri Terra Aurelia Tia Muthiah Udin Supriadi Widia, Resty Wulan Sari yayat hidayat