Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Karakteristik Fisiko-Kimia Ampas Sagu (Metroxylon sagu) yang Difermentasi menggunakan Urea dengan Lama Inkubasi Berbeda: Physico-Cemical Characteristics of Sago Dregs (Metroxylon sago) Which are Fermented Using Aspergillus niger Inoculum and Urea Addition with Different Incubation Lengths Dominica Irene; Astriana Napirah; Ali Bain
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i1.51

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisiko-kimia ampas sagu (Metroxylon sagu) yang difermentasi menggunakan Aspergillus niger dan penambahan urea dengan lama inkubasi berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 4 dengan 3 ulangan. Faktor yang dicobakan adalah jenis fermentor (A) dan lama inkubasi (B). Faktor A terdiri atas A1 (Aspergillus niger 6 %) dan A2 (Aspergillus niger 6 % + Urea 5 %), sementara faktor B terdiri atas B1 (Fermentasi dengan masa inkubasi 7 hari), B2 (Fermentasi dengan masa inkubasi 14 hari), B3 (Fermentasi dengan masa inkubasi 21 hari), B4 (Fermentasi dengan masa inkubasi 28 hari). Data yang diperoleh dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi yang nyata antara jenis fermentor dengan lama inkubasi terhadap pH ampas sagu fermentasi. Sementara itu, lama waktu fermentasi secara nyata memberikan pengaruh pada densitas dan daya serap air ampas sagu fermentasi. Karakteristik ampas sagu fermentasi paling optimal diperoleh pada ampas sagu yang difermentasi menggunakan Aspergillus niger 6 % selama 21 hari.
Identifikasi dan Analisis Komposisi Botani Tumbuhan Lokal Sebagai Hiajuan Pakan pada Lahan Pasca Tambang Nikel PT. Putra Mekongga Sejahtera Kabupaten Kolaka : Identification and Analysis of the Botanical Composition of Local Plants as Forage Feed on Post Nickel Mine Land PT. Putra Mekongga Sejahtera, Kolaka Regency Yumin; Astriana Napirah; Widhi Kurniawan
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i1.100

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis komposisi botani tumbuhan lokal pada lokasi pasca tambang nikel di Kabupaten Kolaka. Penelitian ini bertempat di PT.Putra Mekongga Sejahtera (PMS), Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, analisis sampel dilakukan Laboratorium Unit Analisis Pakan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo. Komposisi botani ditentukan  menggunakan metode summed dominance ratio, analisis kadar nutrient menggunakan metode analisa proksimat. Variabel penelitian ini adalah identifikasi tumbuhan, komposisi botani, bahan kering, bahan organik, serat kasar, protein kasar, lemak kasar, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) dan total digestible nutrient (TDN). Hasil dari penelitian menunjukan pada lahan pasca tambang ditemukan 6 jenis vegetasi/spesies yaitu Juncus inflexus L, Machaerina deplanchei, Scleria levis Retz, Indian ipecac (Vincetoxicum indicum (burm. F) Mabb), Ubi kelapa (Diascorea alata) dan Smilax rotundifolia L. Komposisi botani lahan pasca tambang didominasi oleh 2 sedges dari famili Juncaceae dan Cyperaceae dengan nilai SDR 0,92% dan INP 3,68%. Tumbuhan Juncus inflexus L (Family Juncaceae)  memiliki kadar nutrien yakni BK 46,99%, BO 74,42%, SK 17,71%, PK 4,89%, LK 0,42%, BETN 62,25% dan TDN 58,32%. Tumbuhan Machaerina deplanchei (family cyperaceae) memiliki kadar nutrien yakni BK 47,62%, BO 76,45%, SK 17,15%, PK 5,79%, LK 0,58%, BETN 62,15% dan TDN 58,32%.
Performa Produksi Ayam Ras Petelur Isa Brown yang diberikan Pakan Mengandung Kulit Ari Biji Kedelai (Glycine Max) Terfermentasi EM4 Nian Anisa; Astriana Napirah; Takdir Saili
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2024): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i4.150

Abstract

Ayam ras petelur merupakan jenis unggas yang sangat baik untuk menghasilkan telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performa produksi ayam ras petelur Isa Brown yang diberi pakan mengandung kulit ari biji kedelai terfermentasi EM-4. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lalowiu, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan selama 9 minggu dari bulan Mei sampai Juli 2023. Metode penelitian dimulai dengan pengolahan kulit ari biji kedelai, persiapan kendang, pemeliharaan dan persiapan pakan penelitian. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan formula pakan yang digunakan terdiri atas Pakan tanpa tepung kulit ari biji kedelai terfermentasi sebagai kontrol (P0), Pakan yang mengandung 10% tepung kulit ari biji kedelai terfermentasi (P1) dan Pakan yang mengandung 20% tepung kulit ari biji kedelai terfermentasi (P2). Variabel penelitian meliputi konsumsi pakan, produksi telur, bobot telur dan konversi pakan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian pakan yang mengandung kulit ari biji kedelai (Glycine Max) terfermentasi EM4 berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan, akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap produksi telur, bobot telur dan konversi pakan. Kesimpulan penelitian ini adalah konsumsi pakan ayam pada perlakuan P2 nyata lebih rendah dibandingkan perlakuan P0 atau P1. Sedangkan parameter produksi telur, bobot telur dan konversi pakan cenderung sama pada ketiga perlakuan tersebut.
Kinerja Reproduksi Kambing di Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna: Reproductive Performance of Goats in South Tongkuno District, Muna Regency La Ode Baitul Makmur; Rahim Aka; Syamsuddin; Astriana Napirah; Muh. Rusdin; La Ode Muh. Munadi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i1.181

Abstract

Ternak kambing  merupakan salah satu jenis ternak ruminansia kecil yang dipelihara untuk tujuan  penghasil daging, susu dan dwiguna (daging dan susu). Usaha ternak kambing biasanya merupakan usaha peternakan rakyat sebagai usaha sambilan dengan tujuan untuk dijadikan tabungan dan sebagian kecil kecil dijadikan sebagai usaha komersil. Pengelolaan usaha ternak kambing di Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna sudah dilakukan pemeliharaan secara intensif yaitu  dikandangkan selama 24 jam dengan sistem pemberian pakan cut and Carry, namun masih minim mengadopsi teknologi peternakan dalam menjalanan usaha peternakan kambing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja reproduksi kambing di Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2024 dengan menggunakan metode sensus yaitu 36 peternak sebagai responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja reproduksi kambing di Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna rata-rata sudah baik yaitu umur pertama estrus 8,58±0,66 bulan, umur pertama kawin 12,05±022 bulan, litter size 1,69±0,42 ekor, jarak beranak 8,44±0,25 bulan, lama bunting 5,00±00 bulan, tipe kelahiran kembar dua 63,64%, tunggal 35,04% dan kembar tiga 0,83%, mortalitas berdasarkan jumlah populasi 9,50% serta mortalitas berdasarkan jumlah induk melahirkan 17%.   Kata Kunci: Kinerja reproduksi, kambing, Tongkuno Selatan. . Abstract. Goats are a type of small ruminant kept for meat, milk and dual purpose (meat and milk) production. Goat rearing is usually a part-time enterprise for savings and a small part is used as a commercial enterprise. The management of goat farming in South Tongkuno Sub-district, Muna Regency has been carried out with intensive maintenance, namely keeping in cages for 24 hours with a cut and carry feeding system, but still minimal adoption of animal husbandry technology in running goat farming businesses. This study aims to analyse the reproductive performance of goats in South Tongkuno District, Muna Regency. The research was conducted in June-July 2024 using census method with 36 farmers as research respondents. The results showed that the reproductive performance of goats in South Tongkuno Subdistrict, Muna Regency was on average good, namely age at first estrus 8.58 ± 0.66 months, age at first mating 12.05 ± 022 months, litter size 1.69 ± 0. 42 heads, lambing period 8.44 ± 0.25 months, gestation period 5.00 ± 00 months, twin births 63.64%, single births 35.04% and triple births 0.83%, mortality 9.50% in relation to population size and 17% in relation to the number of dams giving birth.   Keywords: Reproductive performance, goats, South Tongkuno.
Profil Fisik dan Kimia Pelepah Daun Kelapa Sawit yang Diamoniasi dengan Level Larutan Urea Molases Berbeda: Physical and Chemical Profiles of Amoniated Palm Leaf Stalks with Different Levels of Urea Molasses Solution Sasa Sulastri; Astriana Napirah; Ali Bain
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 2 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i2.280

Abstract

Pelepah dan daun kelapa sawit merupakan hasil ikutan perkebunan dan pertanian yang bisa menjadi pakan alternatif peternak karena berasal dari sumber bahan yang tidak dimanfaatkan lagi oleh manusia, dan tersedia sepanjang tahun dalam jumlah yang banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan nutrien pelepah dan daun kelapa sawit yang diamoniasi dengan level urea molases berbeda. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri atas 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit satuan percobaan, setiap ulangan terdiri dari 1 kilogram campuran pelepah dan daun sawit. Perlakuan yang digunakan adalah: P1= cacahan daun dan pelepah sawit tanpa amoniasi (0%), P2 = cacahan daun dan pelepah sawit yang diamoniasi dengan larutan 1% urea + 5% molases, P3 = cacahan daun dan pelepah sawit yang diamoniasi dengan larutan 2% urea + 6% molases, P4 = cacahan daun dan pelepah sawit yang diamoniasi dengan larutan 3% urea + 7% molases. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah aroma, kadar air, bahan kering, kadar abu, dan bahan organik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa level larutan urea molases berbeda mempengaruhi (P<0,05) aroma dan kadar abu, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar air, bahan kering dan bahan organik.
Integrated Farmer-Livestock Business In Opaasi Village, West Ranomeeto District, South Konawe Regency Munadi, Laode Muh; Natsir Sandiah; Achmad Selamet Aku; Rahim Aka; Astriana Napirah; La Ode Muh Munadi
International Journal Of Community Service Vol. 2 No. 1 (2022): February 2022 (Indonesia - Malaysia - Philippines)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v2i1.69

Abstract

The potential for the development of beef cattle farming in South Konawe Regency is a potential area for the development of Bali cattle with a beef cattle population of 367,665 heads and one of them is Ranomeeto Barat District with a cattle population of 3608 heads or 5.01% of the total population in the Regency. South Konawe. The purpose of this service is to provide technical assistance and guidance, as well as training in increasing knowledge and skills regarding potential, preparing livestock business plans, and overcoming problems faced by farmers with the methods used including the preparation stage, socialization stage, and activity implementation stage. The results of community service in technical assistance and training in making colony cages, making compost, preparing livestock business plans provide an alternative for the community in maximizing the productivity of beef cattle business.
Capacity Building for Farmers Through Focus Group Discussions (FGD) on Cattle Management in Baruga Village, Baruga Subdistrict: Peningkatan Kapasitas Peternak Melalui Focus Group Discussion (FGD) Manajemen Pemeliharaan Sapi Di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga Nafiu, La Ode; Pagala, Muh. Amrullah; Malesi, La; Auza, Fuji Astuty; Aka, Rahim; Badaruddin, Rusli; Napirah, Astriana
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kaa Mieera Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober: Jurnal Inovasi Dan Pengabdian Kaa Mieera (JIPKAM)
Publisher : Politeknik Negeri Fakfak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60000/jipkam.v3i2.31

Abstract

The community service activity was carried out in Baruga District, specifically in Baruga Village, Kendari City, with the aim of improving the capacity of beef cattle farmers in sustainable livestock management. The main problems faced by farmers in this area include a lack of technical knowledge about feeding, barn sanitation, and livestock health management. The approach used in this activity was a Focus Group Discussion (FGD) and participatory field observation. The activities in this community service consisted of three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The preparation stage included field surveys and identification of farmers' needs, while the implementation stage was carried out through FGDs to explore actual problems and formulate joint solutions, as well as direct observation at the barn location. The evaluation was carried out by collecting participant feedback and documenting the results of the activities for further program improvement. The results of the activities show that the FGD method is effective in establishing two-way communication between resource persons and farmers, as well as encouraging active participation in identifying and solving problems. Farmers gained a better understanding of the importance of feed management, health, and livestock waste management. In addition, several follow-up plans were produced, such as training in planting forage crops for livestock, making ammoniated straw, and processing compost from livestock waste. These activities not only strengthened the technical capacity of farmers, but also raised awareness of the importance of integrated and environmentally friendly livestock management.
Struktur Populasi dan Pertumbuhan Alami Kambing Lokal di Kecamatan Poasia, Abeli dan Nambo Kota Kendari : The population structure and natural increase of local goats in the Poasia, Abeli, and Nambo sub-districts of Kendari City La Budi Budi; Rahim Aka; Putu Nara Kusuma Prasanjaya; Astriana Napirah
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 4 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i4.331

Abstract

Kambing kacang dan jawarandu adalah merupakan kambing lokal Indonesia yang dipelihara oleh masyarakat di pedesaan maupun perkotaan karena memiliki beberapa keunggulan seperti kebutuhan pakan per ekor relatif sedikit, daya adaptasi pakan dan lingkungan yang baik, kemampuan reproduksi yang tinggi, mudah dari segi perawatan, pemeliharaannya dan mudah dipasarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur populasi dan pertumbuhan alami kambing lokal di Kecamatan Poasia, Abeli, dan Nambo Kota Kendari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2025 yang bertempat di Kecamatan Poasia, Abeli dan Nambo di Kota Kendari. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu struktur populasi dan pertumbuhan alami kambing lokal. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu data yang diperoleh ditabulasi, dianalisis dan dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur populasi kambing lokal di Kecamatan Poasia, Kecamatan Abeli dan Kecamatan Nambo yang berdasarkan jenis kelamin yaitu dominan kambing betina 67,81% dan jantan 32,19% sedangkan berdasarkan umur yaitu dominan kambing dewasa 50,14%, anak kambing/cempe 28,78%, dan kambing muda 21,68%. Pertumbuhan alami kambing tertinggi adalah di Kecamatan Nambo sebesar 44,82% (kategori tinggi) dan Poasia 35,80% (kategori tinggi), dan terendah di Kecamatan Abeli 27,78% (kategori sedang).
Berat Telur, Haugh Unit, Indeks Telur, dan Warna Kuning Telur Ayam KUB pada Bobot Induk Berbeda: Egg Weight, Haugh Unit, Egg Index, and Yolk Color of Kampung Unggul Balitnak Eggs From Breeders of Different Weights La Ode Hazim Falihuddin Baidi; Hamdan Has; Astriana Napirah
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 3 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i3.361

Abstract

Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) adalah varietas ayam lokal yang dibuat oleh Badan Litbang Pertanian selama enam generasi dengan pemeliharaan khusus. Alasan penelitian ini adalah untuk mengenali dan membedah bobot telur, unit Haugh, daftar telur, dan warna kuning telur ayam kampung Unggul Balitnak dengan beban penjaga yang berbeda. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji regresi dan korelasi menggunakan rumus regresi dan korelasi pada program IBM Statistik SPSS 25. Tinjauan tersebut memperhatikan batas-batas termasuk berat telur, indeks telur, ketebalan kulit telur, warna kuning telur, dan Haugh unit. Penemuan pemeriksaan menunjukkan bahwa beratnya induk ayam hanya berdampak pada bobot telur ayam Kampung Unggul Balitnak, namun tidak mempengaruhi indeks telur, ketebalan kulit telur, Warna kuning telur, atau satuan Haugh.