Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Desain Kegiatan Belajar dan Sistem Pembelajaran Nasir, Muh.; Yaumi, Muhammad; Mustami, Muhammad Khalifah
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 1 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i1.2128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi desain kegiatan belajar dan system pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, yaitu tindakan pemanfaatan sumber perpustakaan, baik cetak maupun daring, untuk mencari makna tentang desain kegiatan belajar dan sistem pembelajaran. Peneliti menjelajahi perpustakaan nasional dan universitas, beberapa mesin pencari berbasis web untuk mengumpulkan informasi digital yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang mendalam tentang desain kegiatan belajar dan sistem pembelajaran, para pendidik dapat mengembangkan pembelajaran yang inovatif, menarik, dan efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Desain kegiatan belajar yang interaktif dan sistem pembelajaran yang terintegrasi secara efektif dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang memotivasi, memfasilitasi, dan mengoptimalkan proses belajar mengajar.
PERILAKU PEMILIH ORANG BAJO DALAM PENYELENGGARAAN PILKDA (STUDI KASU DESA BONTU-BONTU KECAMATAN TOWEA KABUPATEN MUNA2020) SULAWESI TENGGARA TAHUN 2020 Hendri; Muh. Nasir; Muh.Yusuf
JAPMAS : Jurnal Politik dan Demokrasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/japmas.v1i2.15

Abstract

Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui prilaku Masyarakat orang Bajo dalam penyelenggaraan pilkada. Pada desa Bontu-Bontu Kecamatan Towea Kabupaten Muna 2020 serta mengetahui ttingkat pemilih masyarakat orang Bajo dalam penyelenggaraan pilkada Metode penelitian yang di gunakan adalah jenis penelitian kualitatuif pendekatan Deskriptif. adapun informan yang ada dalam penelitian merupakan orang yang benar-benar paham menegani perilaku masyarakat orang bajo .Teknik analisis data yang digunakan di dalam penelitian ini terdiri dari: Reduksi data,Penyajian data, dan Menaik kesimpulan. Berdasarkan hasil yang telah di peroleh dalam perilaku masyarakat orang bajo dalam penyelenggaraan pilkada Dimana pilkada ini dijadikan sebagai wadah masyarakat untuk belajar bagaimana demokrasi sesungguhnya dan bagaimana mewujudkan pilkada yang baik bagi semua belah pihak, baik menang maupun yang kalah.Pilkada juga hanya melibatkan para pemilih yang akan memilih pilihannya dan melaksanakan hak pilihnya tersebut, tapi sangat perlunya masyarakat dalam pilkada ini, melihat berbagai factor dan pendekatan, yakni: Sosiologis, Psikologis, dan Rasional. Sebelum itu, penulis akan jabarkan latar belakang social baik pemilih Masyarakat Bajo.
Penal Mediation in Juvenile Delinquency Cases in Manado: An Islamic Legal Perspective Purwadi, Wira; Nasir, Muh.; Alim, Firmansyah Pratama; Selungunaung, Luthfia Syahwa; Awing, Nayla Putri Nisa
Al-Mujtahid: Journal of Islamic Family Law Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajifl.v4i2.3315

Abstract

This study analyzes the implementation of penal mediation in cases involving children in conflict with the law in Manado. It examines the obstacles encountered during the penal mediation process in these cases from an Islamic legal perspective. The handling of children in legal matters cannot be equated with the treatment of adults who commit crimes. Penal mediation is an appropriate dispute resolution method for cases involving children, using a restorative justice approach by Islamic law. The research method employed is a normative-empirical approach involving direct interviews with investigators in cases of children in conflict with the law and a literature review examining Islamic law related to the application of juvenile justice. The study reveals that the implementation of penal mediation through diversion has not been fully optimized, as not all juvenile cases are mediated during the processes at the police, prosecutor's office, and court levels. Furthermore, the application of penal mediation in Islamic law aligns with the principles of Islah and Suhl, emphasizing the principle of reconciliation (Islah).
Peran Mahasiswa KKN-PPL Universitas Nggusuwaru Dalam Meningkatkan Kesadaran Bergotong Royong Warga Kelurahan Mande Di Kota Bima Istiqamah, Nurul; Nasir, Muh.; Nehru, Nehru
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i4.1254

Abstract

Gotong royong merupakan nilai budaya yang esensial dalam memperkuat kohesi sosial dan mendukung pembangunan di tingkat masyarakat. Namun, di Kelurahan Mande, Kota Bima, kesadaran dan partisipasi warga dalam kegiatan gotong royong menunjukkan penurunan akibat berbagai faktor, seperti perubahan gaya hidup dan minimnya penggerak komunitas. Program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran dan Pengabdian Lapangan (KKN-PPL) Universitas Nggusuwaru hadir untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Mahasiswa KKN-PPL bertindak sebagai fasilitator dalam merancang dan melaksanakan kegiatan yang melibatkan warga, seperti kerja bakti lingkungan, diskusi komunitas, dan pelatihan kolaboratif untuk menyelesaikan masalah bersama. Melalui pendekatan ini, program berhasil meningkatkan pemahaman warga akan pentingnya gotong royong, membangun hubungan sosial yang lebih erat, dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan harmonis. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam memotivasi warga dapat menjadi model penguatan nilai-nilai lokal yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Analisis Kandungan Karbohidrat dan Protein Total dari Daun Kacang Panjang (Vigna cylindrica L) Sebagai Hasil Aktivitas Pertumbuhan Hartati; Nikman Azmin; Muh. Nasir
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang panjang (Vigna cylindrica L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura penting yang dikonsumsi luas sebagai sumber nutrisi nabati. Meskipun sebagian besar perhatian ditujukan pada buahnya, bagian daun juga menyimpan potensi gizi yang tinggi dan peran fisiologis penting dalam pertumbuhan tanaman. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami dinamika kandungan karbohidrat dan protein dalam daun sebagai indikator fisiologis yang dapat digunakan untuk memantau status pertumbuhan dan efisiensi metabolik tanaman secara non-destruktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan karbohidrat dan protein total pada daun kacang panjang pada dua tahap pertumbuhan, yaitu fase vegetatif (daun muda) dan fase generatif (daun tua), dengan menggunakan metode non-sulfurisasi. Pendekatan ini dipilih untuk mempertahankan keaslian senyawa yang terkandung tanpa modifikasi kimia, sehingga hasil yang diperoleh merepresentasikan kondisi alami jaringan tanaman. Analisis dilakukan melalui metode fenol-sulfat untuk karbohidrat dan metode destruksi untuk protein, disertai pengukuran absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun muda memiliki kandungan karbohidrat total sebesar 19,1% dan protein total sebesar 6,2 ± 0,4%, sedangkan daun tua menunjukkan kandungan karbohidrat sebesar 12,1% dan protein total sebesar 4,5 ± 0,3%. Penurunan kandungan pada daun tua mencerminkan proses fisiologis seperti redistribusi nutrien menuju organ reproduktif. Temuan ini mengindikasikan bahwa kandungan biomolekul dalam daun dapat digunakan sebagai indikator pertumbuhan tanaman, yang berpotensi diterapkan dalam sistem monitoring pertanian berbasis fisiologi tanaman.
STRATEGI PENGGUNAAN METODE WAFA DALAM PENCAPAIAN TARGET PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI SDIT AL-INSAN KABUPATEN PINRANG Nasir, Muh.; Choeroni, Choeroni; Muchtar, Asmaji
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.4805

Abstract

Di Kabupaten Pinrang, khususnya di SDIT Al-Insan, metode Wafa mulai diimplementasikan sebagai strategi pembelajaran Al-Qur'an untuk mengatasi rendahnya motivasi belajar dan kesulitan penguasaan tajwid pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan, keunggulan, dan persepsi guru terhadap penggunaan metode Wafa dalam pembelajaran Al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Wafa di SDIT Al-Insan telah berjalan dengan baik dan konsisten, diterapkan oleh seluruh guru, meskipun sebagian guru baru masih mengalami keterbatasan kompetensi. Keunggulan metode ini terletak pada kemudahan dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an melalui pendekatan inovatif dan pendampingan terstruktur. Selain itu, metode Wafa dinilai efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta didik melalui pendekatan yang menyenangkan, seperti lagu, gerakan, dan media visual yang mengoptimalkan fungsi otak kanan. Materi yang tersusun sistematis juga mempermudah tahapan pembelajaran. Dengan demikian, metode Wafa berkontribusi positif dalam pencapaian target pembelajaran Al-Qur’an di SDIT Al-Insan Kabupaten Pinrang. Kata Kunci: Metode Wafa, Pembelajaran Al-Qur’an, Motivasi Belajar, Tajwid, SDIT Al-Insan
Development of Artificial Intelligence (AI)-Based Digital Evaluation Applications to Improve Quality of Feedback for PGSD Students’ Formative Juryatina, Juryatina; Imammuddin, Muh. Rukhi; Nasir, Muh.; Azmin, Nikman; Ekahidayatullah, M.; Agustiarrahman, Agustiarrahman
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 4 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (November)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v9i4.9526

Abstract

The objective of this study was the development and implementation of an artificial intelligence (AI)–based digital assessment application to improve the quality of formative feedback for students of the Primary School Teacher Education (PGSD) Program at Nggusuwaru University. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which included needs analysis, design, development, limited implementation, and evaluation. Expert validation placed the application in the “valid” category (mean score 3.31), while practicality testing by lecturers and students produced a mean score of 3.20 (“practical”). Pretest–posttest effectiveness testing in two classes (n = 40) showed a significant improvement in learning outcomes (increase of 6–7 points; p < 0.05). The quality of formative feedback was also rated positively by students, with an average response time of 4–5 seconds and perception scores above 3.2. System log analysis during two weeks of implementation recorded an average session duration of 9–10 minutes, page load times of under 3 seconds, an error rate reduction from 4.5% to 3.8%, and uptime over 98%, indicating good system stability. Qualitative findings supported the quantitative results, showing that the application accelerated formative feedback but still required refinement of feedback language and performance optimization under low-network conditions. These findings indicate that the AI-based digital assessment application is feasible for supporting formative evaluation of PGSD students and has the potential for wider implementation in higher education.
Analisis Hukum dan Pertanggungjawaban Tindak Pidana Penyelenggara Pemilu di Kota Serang Nasir, Muh.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak dari pelanggaran pemilu yang begitu luas, maka sebenarnya pelanggaran pemilu bukanlah kategori atau tipe kejahatan biasa, melainkan kejahatan luar biasa. Undangundang Pemilu legislatif telah memuat rumusan delik dan ancaman pidana terhadap pelanggaran pemilu, termasuk juga mekanisme di dalam penyelesaiannya. Dalam kajian teoritik untuk dapat dipidananya seseorang adalah sangat terkait dengan pertanggungjawaban pidana. Fokus pembahasan pada legal issue yaitu bagaimana karakteristik Tindak Pidana Pemilu? dan Bagaimana Pertanggungjawaban pidana pelakunya?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian yuridis normatif dengan pertimbangan bahwa titik tolak penelitian adalah analisis terhadap peraturan perundang-undangan dalam kerangka hukum nasional Indonesia sendiri. Serta menggunakan Pendekatan perundang- undangan (statute approach), Pendekatan konsep (conceptual approach), dan Pendekatan kasus (case approach). Hasil Penelitian menunjukan bahwa tindak pidana pemilu memiliki karakteristik yang berbeda dengan tindak pidana pada umumnya, peneliti mengklasifikasikan karakteristik Tindak Pidana Pemilu berdasarkan Jenis Tindak Pidananya yang merupakan tindak pidana khusus yang memiliki spesifikasi berbeda dalam KUHP. Perbuatan yang dilarang, meliputi: pelanggaran berkaitan dengan kampanye, sebelum dan selama kampanye, berkaitan dengan penghitungan suara dan atau lembaga yang melakukan penghitungan cepat dan mengumumkan hasil penghitungan cepat. Berdasarkan Jenis Perbuatan Pidana dalam Undang-undang Perbuatan-perbuatan yang dapat digolongkan sebagai tindak pidana pemilihan umum (Pemilu) diatur dalam Pasal 488 s.d Pasal 554 Undang-Undang Pemilihan Umum 2017. Berdasarkan Sanksi Pidana, Sistem sanksi pidana dalam tindak pidana pemilu bersifat komulatif yaitu penggabungan sanksi pidana penjara dan denda sekaligus dikenakan kepada pelaku. Hal ini menyimpang dari sistem pemidanaan dalam KUHP Pasal 10, karena dalam KUHP, pidana pokok hanya dapat dijatuhkan satu jenis pidana pokok saja, tidak boleh antara jenis-jenis pidana pokok dijatuhkan secara bersama-sama. Berdasarkan Subjek Hukum yang terdiri dari Setiap Orang Maupun Badan Hukum/Korporasi. Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana pemilu didasarkan terpenuhinya unsure perbuatan yang dilarang dan adanya unsur kesalahan yang berupa kesengajaan dalam kemampuan terdakwa untuk bertanggungjawab, tidak ada alasan pemaaf bagi pelaku tindak pidana pemilu.
Pemberdayaan Kelompok Tenun Muna Pa'a Desa Ranggo melalui Teknologi Pewarnaan Alam dalam Menunjang Pembangunan Berkelanjutan Nasir, Muh.; Azmin, Nikman; Fauzi, Azra; Ruslan, Ruslan; Sandi, Ahmad; Sitaman, Sitaman
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i4.1148

Abstract

Urgensi dilakukan program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) pada Kelompok Pengrajin Tenun Anggrek Desa Ranggo sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kain tenun Muna Pa’a yang berkelanjutan. Teknologi yang digunakan berupa Pewarnaan Alam. Penerapan teknologi pewarna alam sebagai penunjang pembangunan berkelanjutan. Tujuan program ini adalah menerapkan teknologi peawarna alam dalam menunjang pembangunan berkelanjutan. Kelompok pengrajin Muna Pa’a melakukan produksi kain tenun Muna Pa’a menggunakan pewarna alam. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan diawali dengan kegiatan sosialisasi program kepada mitra. Tahap selanjutnya adalah pelatihan pembuatan pewarna alam di antaranya persiapan alat dan bahan pembuatan pewarna alam, mengumpulkan bahan pewarna alam, penyiapan benang, penyiapan alat memasak. Tahap terakhir adalah pembuatan produk kain tenun menggunakan pewarna alam. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini adalah produk kain tenun muna pa’a yang dihasilkan menggunakan teknologi pewarna alam memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan pewarna sintetis. Penggunaan pewarna alam pada produksi kain tenun muna pa’a dapat meningkatan jumlah kualitas kain tenun dan produksi mencapai 100% dan meningkatkan nilai jual produk kain tenun mencapai 95%. Produksi kain tenun muna pa’a. Di samping itu, produk kain tenun muna pa’a yang dihasilkan lebih menghasilkan warna yang lebih eksotis, elegan dan juga ramah lingkungan.
Pelatihan Pewarnaan Alami Untuk Pembuatan Kain Tenun Muna Pa’a Di Desa Ranggo Kabupaten Dompu Nasir, Muh.; Azmin, Nikman; Sandi, Ahmad; Sitaman, Sitaman; Nehru, Nehru
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i2.1156

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas pelatihan pewarnaan alami untuk pembuatan kain tenun Muna Pa’a di desa Ranggo, kabupaten Dompu dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan apresiasi masyarakat terhadap teknik pewarnaan alami tradisional. metode penelitian yang digunakan meliputi observasi partisipatif, wawancara, dan analisis data kualitatif untuk memahami dampak pelatihan terhadap peserta. hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pewarnaan alami memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang proses pewarnaan alami, penggunaan bahan-bahan alami lokal, serta pentingnya pelestarian warisan budaya. selain itu, pelatihan ini juga berhasil meningkatkan keterampilan praktis peserta dalam menerapkan teknik pewarnaan alami pada kain tenun bima. temuan penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang pentingnya pendekatan edukatif dalam melestarikan tradisi pewarnaan alami dan mengembangkan industri kerajinan lokal. implikasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan program pelatihan pewarnaan alami yang lebih luas dan berkelanjutan di berbagai komunitas kerajinan tradisional.