Claim Missing Document
Check
Articles

Respon Pemberian Biofertilizer Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Unggul Kedelai (Glycine max [L.] Merrill) Berbiji Besar Di Kabupaten Aceh Tamiang Nilahayati, Nilahayati; Ramadania, Ramadania; A.G, Rosnina
Agrium Vol 20 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i4.13998

Abstract

Peningkatan produksi kedelai dalam negeri harus dilakukan agar ketergantungan impor terhadap kedelai semakin berkurang. Berbagai usaha dapat dilakukan diantaranya penggunaan pupuk hayati dan menggunakan varietas unggul baru yang berdaya hasil tinggi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas unggul kedelai berbiji besar. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jawa Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah pemberian pupuk hayati Gripolin yang terdiri dari 3 taraf yaitu  0 ml/plot (H0), 0,75 ml/plot (H1) dan 1.5 ml/plot (H2). Faktor kedua adalah varietas yang terdiri dari 4 taraf yaitu: Varietas Anjasmoro (V1), Varietas Grobogan (V2), Varietas Biosoy 1 (V3) dan Varietas Biosoy 2 (V4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati berpengaruh terhadap tinggi tanaman, umur panen, jumlah polong per tanaman, bobot biji/plot, bobot 100 biji dan produksi/ha. Pemberian pupuk hayati pada dosis 0,75 ml/plot memberikan pengaruh yang terbaik dibanding kontrol dan dosis 1,5 ml/plot. Varietas kedelai yang digunakan menunjukkan pengaruh nyata terhadap peubah tinggi saat panen, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, jumlah polong, bobot biji per tanaman, bobot biji per plot, bobot 100 biji dan produksi/ha. Varietas terbaik terdapat pada varietas Biosoy 1 dan Biosoy 2 dengan produksi 3,95 ton/ha.
Induksi Keragaman Genetik Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Galur M.1.1.3 Menggunakan Mutagen Ethyl Methane Sulfonate Pada Generasi M1 A.S, Dicky; Nilahayati, Nilahayati; S, Adi; Usnawiyah, Usnawiyah; Khaidir, Khaidir
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16715

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan terpenting di Indonesia karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh EMS terhadap keragaman morfologi dan agronomi pada galur M.1.1.3. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pulo Rungkom Aceh Utara dan di Laboratorium Agroekoteknologi. pada bulan Juli- Oktober 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Faktor yang diuji yaitu konsentrasi EMS yang terdiri dari empat taraf,yaitu 0% EMS (D0=kontrol), 0,1% EMS (Dl), 0,2% EMS (D2), 0,3% EMS (D3) dengan lama perendaman 6 jam. Karakter agronomi yang diamati adalah  tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji kering per tanaman, bobot biji kering per plot, produksi ton/ha, panjang dan lebar stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mutagen EMS (Ethyl methane sulfonate) pada generasi M1 menurunkan karakter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot biji kering per plot, dan produksi ton/ha, namun meningkatkan umur berbunga dan umur panen.
Mutagen Ethyl Methane Sulphonate Menginduksi Keragaman Genetik Kedelai (Glycine max (L.)Merr.) Kultivar Gepak Kuning Pada Generasi M2 Nilahayati, Nilahayati; Siregar, Nadya Karisda; Harianja, Ayu Anggraini
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18695

Abstract

Kedelai merupakan salah satu tanaman dalam famili Leguminoceae yang sangat berperan penting sebagai sumber protein nabati bagi masyarakat Indonesia. Peningkatan produksi kedelai nasional dapat dilakukan dengan program pemuliaan tanaman, khususnya pemuliaan mutasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji keragaman genetik kedelai gepak kuning sebagai respon terhadap perlakuan mutagen EMS (etil metana sulfonat) pada generasi M2. Penelitian dilakukan di Desa Gle Madat, Aceh Utara serta Laboratorium Agroekoteknologi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-April 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok non faktorial. Faktor yang diuji adalah populasi kedelai Gepak kuning yang terdiri dari empat taraf yaitu populasi kontrol (0% EMS, E0, 0,05% populasi EMS (El), 0,075% populasi EMS (E2), dan 0,3% populasi EMS (El). E3 ). Karakteristik  agronomi yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji kering per tanaman, bobot biji kering per plot. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan mutagen EMS menyebabkan perubahan morfologi dan agronomi kedelai Gepak kuning pada generasi M2. Perubahan morfologi yang terjadi diantaranya perubahan warna daun dan perubahan bentuk daun. Perubahan agronomi yang terjadi diantaranya tinggi tanaman umur 2 dan 4 MST, jumlah cabang, jumlah polong/tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji dan bobot biji kering per plot.
Analisis Kualitas Fisik Dan Cita Rasa Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Pada Dua Rentang Ketinggian Muiz, Kharendra; Nilahayati, Nilahayati; Nasruddin, Nasruddin; Jamidi, Jamidi; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18994

Abstract

Kualitas kopi Arabika sangat ditentukan oleh berbagai faktor, terutama ketinggian tempat tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh spesifik ketinggian terhadap kualitas fisik dan cita rasa kopi Arabika Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Sampel biji kopi diambil dari dua rentang ketinggian, yaitu 1000-1500 mdpl dan 1500-1700 mdpl. Analisis kualitas fisik mengacu pada SNI 01-2907-2008, sedangkan uji cita rasa menggunakan metode cupping sesuai standar SCAA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopi dari ketinggian 1500-1700 mdpl memiliki skor cupping lebih tinggi, terutama pada parameter aroma, flavor, dan aftertaste, balance dan overall dibandingkan dengan kopi dari ketinggian 1000-1500 mdpl. Keduanya dikategorikan sebagai kopi specialty. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan ketinggian berkorelasi positif dengan peningkatan kompleksitas rasa dan kualitas keseluruhan kopi Arabika Gayo. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bagi petani untuk mengoptimalkan produksi kopi berkualitas tinggi melalui pemilihan lokasi tanam pada ketinggian yang lebih tinggi.
Pemanfaatan Lahan Perkarangan Sebagai Peluang Usaha Di Gampong Meucat Kecamatan Nisam dengan Aplikasi Pupuk Hayati pada Budidaya Tanaman Hortikltura Nazimah, Nazimah; Nilahayati, Nilahayati; Safrizal, Safrizal; Mahdaliana, Mahdaliana; Fachrurrazi, Sayed
Jurnal Vokasi Vol 8, No 2 (2024): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i2.5528

Abstract

Aceh merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah.  Kota Lhokseumawe sebagai daerah penghasil minyak dan tempat beberapa pabrik pupuk berada, tak menampik bahwa sektor agraris banyak menghasilkan produk pertanian seperti tanaman perkebunan, tanaman pangan, dan tanaman hortikultura. Gampong (desa) Meucat Kecamatan Nisam merupakan salah satu gampong yang terletak tidak terlalu jauh dari kampus Universitas Malikussaleh,  Reulet  Aceh Utara. Kendala yang dihadapi oleh masyarakat Gampong Meucat yaitu belum bisa memanfaatkan  lahan perkarangan  secara maksimal,  sehingga tim pengabdian kepada masyarakat berkeinginan untuk memberdayakan masyarakat setempat  supaya dapat mengelola lahan perkarangan menjadi lahan yang produktif mulai dari pengolahan tanah sampai produksi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan masyarakat  Gampong Meucat  dalam memanfaatkan lahan perkarangan yang tidak menghasilkan menjadi lahan produktif sehingga dapat menghasilkan produk pertanian khususnya tanaman hortikultura (Sayur – sayuran), yang nantinya akan menjadi salah satu sumber peluang usaha yang bisa meninggkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.Metode yang dilakukan pada kegiatan ini antara lain yaitu melakukan kunjungan awal ke lokasi pengabdian, menyusun program kerja untuk tahapan kegiatan pengabdian , melaksanakan penyuluhan secara langsung dilapang tentang cara pegolahan tanah, teknik budidaya tanaman, serta teknik pembuatan pupuk hayati  dan cara aplikasi pada tanaman. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakatyang dilaksanakan  di Gampong Meucat Kecamatan Nisam memperlihatkan keseriusan masyarakat  dalam setiap sesi kegiatan , sehingga terjadi interaksi untuk mengadopsi ilmu pengetahuan yang kita sampaikan, masyarakat akan mengimplementasikan di lahan perkarangannya masing – masing yang selama ini tidak produkti akan menjadi lahan produktif sehingga menghasilkan sayuran organik yang berkualitas dan bernilai ekonomis, ini merupakan salah satu peluang usaha dalam bidang pertanian
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR BONGGOL PISANG DAN APLIKASINYA PADA TANAMAN SAYURAN DI GAMPONG COT TRUENG, KECAMATAN MUARA BATU, KABUPATEN ACEH UTARA Ichsan, Ichsan; Nilahayati, Nilahayati; Nazimah, Nazimah; Afnan, Afnan; Fuadi, Fuadi; Mauliza, Mauliza; Aisyah, Siti
Jurnal Vokasi Vol 8, No 1 (2024): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i1.4655

Abstract

Desa Cot Trueng merupakan salah satu gampong yang terdapat di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Penghasilan masyarakat Cot Trueng terutama berasal dari kegiatan pertanian dan juga perikananan. Di lahan milik warga Desa Cot Trueng banyak dijumpai tanaman pisang, baik yang dipelihara dengan kultur teknis budidaya,  maupun yang dibiarkan tumbuh dan berkembang tanpa pemeliharaan khusus. Bonggol pisang telah diketahui dapat dijadikan sebagai bahan dasar dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) karena mengandung bahan yang bermanfaat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pemanfaatan bagian tanaman pisang ini sebagai pupuk organik cair yang kaya manfaat.  Selama pelaksanaan kegiatan ini, anggota kelompok tani sasaran diarahkan untuk bisa berpartisipasi aktif, sehingga setelah kegiatan ini dilaksanakan mereka mempunyai pemahaman dan keterampilan tentang teknik pembuatan pupuk organik cair dan aplikasinya pada tanaman sayuran milik warga. Ada empat kegiatan utama yang akan dilakukan dalam kegiatan ini, yaitu survey lokasi dan pembuatan POC sampel/contoh untuk kegiatan aplikasi pada tanaman, sosialisasi rencana kegiatan kepada calon peserta pelatihan dan kepala desa setempat, pelatihan dan praktek pembuatan POC bonggol pisang, demonstrasi aplikasi POC pada tanaman sayuran dan pengamatan pertumbuhan tanaman sayuran yang diberikan perlakuan POC serta evaluasi kegiatan. Semua tahapan kegiatan berjalan dengan lancar seperti yang diharapkan. Ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dari peserta yang menunjukkan antusiasme peserta terhadap kegiatan pengabdian ini. Produk POC yang dihasilkan dapat digunakan untuk kebutuhan pupuk tanaman budidaya di lahan pekarangan maupun dapat dijual untuk meningkatkan perekonomian keluarga
PEMANFAATAN ECENG GONDOK MENJADI PUPUK KOMPOS UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT GAMPONG COT TRUENG KECAMATAN MUARA BATU KABUPATEN ACEH UTARA Nilahayati, Nilahayati; Ichsan, Ichsan; Safrizal, Safrizal; Saragih, Negi Prianda; Harahap, Zainuddin; Mahyar, Herri
Jurnal Vokasi Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v7i1.3416

Abstract

Gampong Cot Trueng merupakan salah satu gampong yang terdapat di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Indonesia. Penghasilan masyarakat Cot Trueng terutama berasal dari pertanian dan juga nelayan. Sumber utama penghasilan keluarga untuk bidang pertanian khususnya dengan budidaya padi sawah. Topografi daerah berupa pantai dan daratan dengan luas daerah 250 ha yang hampir setengahnya yaitu 101 ha adalah sawah. Di daerah persawahan Gampong Cot Trueng banyak ditumbuhi oleh eceng gondok, baik di sekitar daerah rawa ataupun yang tumbuh sebagai gulma di areal persawahan. Oleh karena itu dilakukan upaya pemanfaatan tumbuhan liar ini sebagai pupuk kompos yang kaya manfaat. Ada tiga kegiatan utama yang akan dilakukan dalam kegiatan ini yaitu sosialisasi, pelatihan dan praktik pembuatan pupuk kompos. Selama pelaksanaan kegiatan, warga desa yang menjadi peserta kegiatan pengabdian terlihat sangat berpartisipasi aktif, sehingga setelah mengikuti kegiatan, mereka mempunyai pemahaman dan keterampilan tentang teknik pembuatan pupuk kompos eceng gondok. Hasil praktek pembuatan pupuk kompos dengan menggunakan activator EM4, pupuk kompos sudah terdekomposisi dan secara fisik sudah siap digunakan sebagai pupuk kompos pada 21 hari. Sedangkan perlakuan tanpa menggunakan bioaktivatator EM4, pada pengamatan 21 hari belum menunjukkan ciri fisik pupuk kompos yang matang. Setelah kegiatan pengabdian ini dilaksanakan, diharapkan masyarakat mampu memproduksi pupuk kompos dari eceng gondok secara mandiri yang tersedia berlimpah disekitar persawahan. Produk pupuk kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk kebutuhan pupuk pada usaha tani yang mereka miliki maupun dapat digunakan sebagai produk yang dapat dijual untuk menambah pendapatan keluarga.
Respon perkecambahan dan estimasi nilai LD50 mutagen sodium azide pada benih kedelai galur M.1.1.3 Suyansyah, Istover; Nilahayati, Nilahayati; Hafifah, Hafifah; Handayani, Rd. Selvy; Nazirah, Laila
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25770

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merrill) merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia dengan kebutuhan rata-rata 2,2 juta ton per tahun, namun 67,99% di antaranya masih dipenuhi melalui impor. Upaya peningkatan produksi kedelai dapat dilakukan dengan perbaikan varietas melalui pemuliaan mutasi. Penentuan lethal dose 50 (LD₅₀) merupakan tahap penting dalam induksi mutasi untuk memperoleh konsentrasi mutagen yang efektif. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai LD50 mutagen sodium azide (SA) pada benih kedelai galur M.1.1.3. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada Juni–September 2023. Benih kedelai galur M.1.1.3 direndam dalam larutan SA dengan enam konsentrasi (0, 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm) selama 4 jam, kemudian disemai pada media tanah : pasir : pupuk kandang (1:1:1). Peubah yang diamati meliputi persentase perkecambahan dan tinggi bibit pada umur 7 dan 14 HST. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak Curve Expert 1.4 untuk menentukan nilai LD₅₀ sodium azide pada benih kedelai galur M.1.1.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perkecambahan tertinggi terdapat pada kontrol (0 ppm) sebesar 93,33%, sedangkan pada konsentrasi 10 ppm hanya 6,66%. Perlakuan mutagen SA 10 ppm mengakibatkan kematian semua kecambah kedelai galur M.1.1.3 pada umur 14 HST. Analisis kurva regresi menghasilkan nilai LD₅₀ pada konsentrasi SA sebesar 5,56 ppm. Nilai ini menunjukkan bahwa konsentrasi efektif sodium azide yang berpotensi menghasilkan mutasi terletak sedikit di bawah 5,56 ppm. Temuan ini dapat dijadikan dasar dalam menentukan konsentrasi mutagen yang tepat pada program pemuliaan kedelai melalui induksi mutasi dengan sodium azide.
Edukasi Lingkungan Sejak Dini: Sosialisasi Peran Pohon dalam Mencegah Banjir di Desa Reuleut Timu, Aceh Utara Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Ichsan, Ichsan; Yurni, Irma; Latifah, Latifah; Wirda, Zurahmi
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/8d9g4817

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran lingkungan anak usia dini mengenai peran pohon dalam mencegah banjir melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Program dilaksanakan pada 8 Desember 2025 di Desa Reuleut Timu, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, wilayah yang tergolong rawan banjir akibat curah hujan tinggi dan berkurangnya tutupan vegetasi. Pelaksanaan kegiatan melibatkan dosen Universitas Malikussaleh, anak usia dini, serta orang tua sebagai bentuk kolaborasi keluarga dan komunitas. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif menggunakan media visual dan cerita, permainan edukatif, praktik penanaman bibit pohon, serta diskusi reflektif bersama orang tua. Evaluasi dampak program dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner wawancara sederhana yang disesuaikan dengan kemampuan komunikasi anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak tentang hubungan antara pohon, air hujan, dan risiko banjir, yang tercermin dari perbedaan skor pre-test dan post-test serta perubahan respons verbal anak selama kegiatan. Keterlibatan orang tua berperan penting dalam memperkuat internalisasi nilai peduli lingkungan di tingkat keluarga. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan sejak dini berbasis partisipasi masyarakat efektif sebagai upaya mitigasi banjir jangka panjang dan mempertegas peran Universitas Malikussaleh dalam mendukung pembangunan ketahanan lingkungan masyarakat di Aceh Utara.
Co-Authors A.G, Rosnina A.S, Dicky Adi S Afnan, Afnan Ainaya, Ainaya Aisah Amini Al Usrah, Cut Rizka Alfikri, Muhammad Sani Anak Agung Gede Sugianthara Annisa, Kholilah Arbi, Dwiki Prahdano Baiti, Nurisna Berutu, Chainandro Dewi Sartika A ernita, ernita Eva Darnila Eva Yuliana, Cut Fadhliani, Fadhliani Fadli Fadli Faisal Faisal Faradilla, Tamara Febry Ananda, Nurul Fuadi Fuadi Fuadi Fuzari, Razul Gemasih, Melati H, Safrida Hafidhah, Siti Hafifah Hafifah Hafifah, Hafifah Hafifah, Hafifaj Handayani, Rd Selvy Handayani, Rd Selvy Harianja, Ayu Anggraini Herri Mahyar Huswaton, Huswaton Ichsan Ichsan Ichsan Inayatillah, Aufa Irawan, Gusti Irawan, Mulia Dwi Nurul Islamy, Jalin Atma Ismadi Ismadi Jamidi, Jamidi Jeffri, Ary Kembaren, Emmia Tambarta Khaidir Khaidir Khaidir Khaidir, Khaidir Khairun Nisa Khalidi, M. Al Laila Nazirah Latifah Latifah Lollie Agustina P. Putri Lubis, Uchti Nuzul Qhinanti LUKMAN, LUKMAN Mahdaliana, Mahdaliana Maisura Maisura Mauliza, Mauliza Meutia, Indah Molina, Rizka Mora, Yun Fita Muhamad Yusuf, SE., M.Si. Muhammad Daud Muhammad Ridho Muhammad Rivai muhammad rizky, muhammad Muiz, Kharendra Nasruddin Nasruddin Nazimah Nazimah Nunsina, Nunsina Nurdin, Muhammad Yusuf Nurwahdani, Syarifah P, Asyifa Pratama, Joe Rachma Perdani, Wahyu Rafli, Muhammad Rahma Elfiza, Dilla Rahmayanti Rahmayanti Ramadania Ramadania, Ramadania Ramadhani, Almuna Rd. Selvy Handayani Rosnina nina A.G Safrizal Safrizal Safrizal Safrizal Salahuddin Salahuddin Saragih, Negi Prianda Sayed Fachrurrazi Siregar, Eka Pratika Duri Siregar, Nadya Karisda Siti Aisyah Suyansyah, Istover Taufiqurrahman Taufiqurrahman Tristiana, Eni Usnawiyah, Usnawiyah Wirda, Zurahmi Yulia, Eva Yurni, Irma Yusra, Yusra Zainuddin Harahap Zaiyanti, Arina Zia, Khaliza Zurrahmi Wirda Zurrahmi Wirda