Claim Missing Document
Check
Articles

Mutagen Ethyl Methane Sulphonate Menginduksi Keragaman Genetik Kedelai (Glycine max (L.)Merr.) Kultivar Gepak Kuning Pada Generasi M2 Nilahayati, Nilahayati; Siregar, Nadya Karisda; Harianja, Ayu Anggraini
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18695

Abstract

Kedelai merupakan salah satu tanaman dalam famili Leguminoceae yang sangat berperan penting sebagai sumber protein nabati bagi masyarakat Indonesia. Peningkatan produksi kedelai nasional dapat dilakukan dengan program pemuliaan tanaman, khususnya pemuliaan mutasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji keragaman genetik kedelai gepak kuning sebagai respon terhadap perlakuan mutagen EMS (etil metana sulfonat) pada generasi M2. Penelitian dilakukan di Desa Gle Madat, Aceh Utara serta Laboratorium Agroekoteknologi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-April 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok non faktorial. Faktor yang diuji adalah populasi kedelai Gepak kuning yang terdiri dari empat taraf yaitu populasi kontrol (0% EMS, E0, 0,05% populasi EMS (El), 0,075% populasi EMS (E2), dan 0,3% populasi EMS (El). E3 ). Karakteristik  agronomi yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji kering per tanaman, bobot biji kering per plot. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan mutagen EMS menyebabkan perubahan morfologi dan agronomi kedelai Gepak kuning pada generasi M2. Perubahan morfologi yang terjadi diantaranya perubahan warna daun dan perubahan bentuk daun. Perubahan agronomi yang terjadi diantaranya tinggi tanaman umur 2 dan 4 MST, jumlah cabang, jumlah polong/tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji dan bobot biji kering per plot.
Analisis Kualitas Fisik Dan Cita Rasa Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Pada Dua Rentang Ketinggian Muiz, Kharendra; Nilahayati, Nilahayati; Nasruddin, Nasruddin; Jamidi, Jamidi; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18994

Abstract

Kualitas kopi Arabika sangat ditentukan oleh berbagai faktor, terutama ketinggian tempat tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh spesifik ketinggian terhadap kualitas fisik dan cita rasa kopi Arabika Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Sampel biji kopi diambil dari dua rentang ketinggian, yaitu 1000-1500 mdpl dan 1500-1700 mdpl. Analisis kualitas fisik mengacu pada SNI 01-2907-2008, sedangkan uji cita rasa menggunakan metode cupping sesuai standar SCAA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopi dari ketinggian 1500-1700 mdpl memiliki skor cupping lebih tinggi, terutama pada parameter aroma, flavor, dan aftertaste, balance dan overall dibandingkan dengan kopi dari ketinggian 1000-1500 mdpl. Keduanya dikategorikan sebagai kopi specialty. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan ketinggian berkorelasi positif dengan peningkatan kompleksitas rasa dan kualitas keseluruhan kopi Arabika Gayo. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bagi petani untuk mengoptimalkan produksi kopi berkualitas tinggi melalui pemilihan lokasi tanam pada ketinggian yang lebih tinggi.
Pemanfaatan Lahan Perkarangan Sebagai Peluang Usaha Di Gampong Meucat Kecamatan Nisam dengan Aplikasi Pupuk Hayati pada Budidaya Tanaman Hortikltura Nazimah, Nazimah; Nilahayati, Nilahayati; Safrizal, Safrizal; Mahdaliana, Mahdaliana; Fachrurrazi, Sayed
Jurnal Vokasi Vol 8, No 2 (2024): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i2.5528

Abstract

Aceh merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah.  Kota Lhokseumawe sebagai daerah penghasil minyak dan tempat beberapa pabrik pupuk berada, tak menampik bahwa sektor agraris banyak menghasilkan produk pertanian seperti tanaman perkebunan, tanaman pangan, dan tanaman hortikultura. Gampong (desa) Meucat Kecamatan Nisam merupakan salah satu gampong yang terletak tidak terlalu jauh dari kampus Universitas Malikussaleh,  Reulet  Aceh Utara. Kendala yang dihadapi oleh masyarakat Gampong Meucat yaitu belum bisa memanfaatkan  lahan perkarangan  secara maksimal,  sehingga tim pengabdian kepada masyarakat berkeinginan untuk memberdayakan masyarakat setempat  supaya dapat mengelola lahan perkarangan menjadi lahan yang produktif mulai dari pengolahan tanah sampai produksi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan masyarakat  Gampong Meucat  dalam memanfaatkan lahan perkarangan yang tidak menghasilkan menjadi lahan produktif sehingga dapat menghasilkan produk pertanian khususnya tanaman hortikultura (Sayur – sayuran), yang nantinya akan menjadi salah satu sumber peluang usaha yang bisa meninggkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.Metode yang dilakukan pada kegiatan ini antara lain yaitu melakukan kunjungan awal ke lokasi pengabdian, menyusun program kerja untuk tahapan kegiatan pengabdian , melaksanakan penyuluhan secara langsung dilapang tentang cara pegolahan tanah, teknik budidaya tanaman, serta teknik pembuatan pupuk hayati  dan cara aplikasi pada tanaman. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakatyang dilaksanakan  di Gampong Meucat Kecamatan Nisam memperlihatkan keseriusan masyarakat  dalam setiap sesi kegiatan , sehingga terjadi interaksi untuk mengadopsi ilmu pengetahuan yang kita sampaikan, masyarakat akan mengimplementasikan di lahan perkarangannya masing – masing yang selama ini tidak produkti akan menjadi lahan produktif sehingga menghasilkan sayuran organik yang berkualitas dan bernilai ekonomis, ini merupakan salah satu peluang usaha dalam bidang pertanian
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR BONGGOL PISANG DAN APLIKASINYA PADA TANAMAN SAYURAN DI GAMPONG COT TRUENG, KECAMATAN MUARA BATU, KABUPATEN ACEH UTARA Ichsan, Ichsan; Nilahayati, Nilahayati; Nazimah, Nazimah; Afnan, Afnan; Fuadi, Fuadi; Mauliza, Mauliza; Aisyah, Siti
Jurnal Vokasi Vol 8, No 1 (2024): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i1.4655

Abstract

Desa Cot Trueng merupakan salah satu gampong yang terdapat di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Penghasilan masyarakat Cot Trueng terutama berasal dari kegiatan pertanian dan juga perikananan. Di lahan milik warga Desa Cot Trueng banyak dijumpai tanaman pisang, baik yang dipelihara dengan kultur teknis budidaya,  maupun yang dibiarkan tumbuh dan berkembang tanpa pemeliharaan khusus. Bonggol pisang telah diketahui dapat dijadikan sebagai bahan dasar dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) karena mengandung bahan yang bermanfaat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pemanfaatan bagian tanaman pisang ini sebagai pupuk organik cair yang kaya manfaat.  Selama pelaksanaan kegiatan ini, anggota kelompok tani sasaran diarahkan untuk bisa berpartisipasi aktif, sehingga setelah kegiatan ini dilaksanakan mereka mempunyai pemahaman dan keterampilan tentang teknik pembuatan pupuk organik cair dan aplikasinya pada tanaman sayuran milik warga. Ada empat kegiatan utama yang akan dilakukan dalam kegiatan ini, yaitu survey lokasi dan pembuatan POC sampel/contoh untuk kegiatan aplikasi pada tanaman, sosialisasi rencana kegiatan kepada calon peserta pelatihan dan kepala desa setempat, pelatihan dan praktek pembuatan POC bonggol pisang, demonstrasi aplikasi POC pada tanaman sayuran dan pengamatan pertumbuhan tanaman sayuran yang diberikan perlakuan POC serta evaluasi kegiatan. Semua tahapan kegiatan berjalan dengan lancar seperti yang diharapkan. Ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dari peserta yang menunjukkan antusiasme peserta terhadap kegiatan pengabdian ini. Produk POC yang dihasilkan dapat digunakan untuk kebutuhan pupuk tanaman budidaya di lahan pekarangan maupun dapat dijual untuk meningkatkan perekonomian keluarga
PEMANFAATAN ECENG GONDOK MENJADI PUPUK KOMPOS UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT GAMPONG COT TRUENG KECAMATAN MUARA BATU KABUPATEN ACEH UTARA Nilahayati, Nilahayati; Ichsan, Ichsan; Safrizal, Safrizal; Saragih, Negi Prianda; Harahap, Zainuddin; Mahyar, Herri
Jurnal Vokasi Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v7i1.3416

Abstract

Gampong Cot Trueng merupakan salah satu gampong yang terdapat di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Indonesia. Penghasilan masyarakat Cot Trueng terutama berasal dari pertanian dan juga nelayan. Sumber utama penghasilan keluarga untuk bidang pertanian khususnya dengan budidaya padi sawah. Topografi daerah berupa pantai dan daratan dengan luas daerah 250 ha yang hampir setengahnya yaitu 101 ha adalah sawah. Di daerah persawahan Gampong Cot Trueng banyak ditumbuhi oleh eceng gondok, baik di sekitar daerah rawa ataupun yang tumbuh sebagai gulma di areal persawahan. Oleh karena itu dilakukan upaya pemanfaatan tumbuhan liar ini sebagai pupuk kompos yang kaya manfaat. Ada tiga kegiatan utama yang akan dilakukan dalam kegiatan ini yaitu sosialisasi, pelatihan dan praktik pembuatan pupuk kompos. Selama pelaksanaan kegiatan, warga desa yang menjadi peserta kegiatan pengabdian terlihat sangat berpartisipasi aktif, sehingga setelah mengikuti kegiatan, mereka mempunyai pemahaman dan keterampilan tentang teknik pembuatan pupuk kompos eceng gondok. Hasil praktek pembuatan pupuk kompos dengan menggunakan activator EM4, pupuk kompos sudah terdekomposisi dan secara fisik sudah siap digunakan sebagai pupuk kompos pada 21 hari. Sedangkan perlakuan tanpa menggunakan bioaktivatator EM4, pada pengamatan 21 hari belum menunjukkan ciri fisik pupuk kompos yang matang. Setelah kegiatan pengabdian ini dilaksanakan, diharapkan masyarakat mampu memproduksi pupuk kompos dari eceng gondok secara mandiri yang tersedia berlimpah disekitar persawahan. Produk pupuk kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk kebutuhan pupuk pada usaha tani yang mereka miliki maupun dapat digunakan sebagai produk yang dapat dijual untuk menambah pendapatan keluarga.
Exploration of Planting Areas and Organoleptic Tests of Pineapple (Ananas comosus) in Central Aceh, Indonesia Nasrun Liwanza; Rd. Selvy Handayani; Ismadi; Yusra; Nilahayati; Sintia Ningrum
Proceedings of Malikussaleh International Conference on Multidisciplinary Studies (MICoMS) Vol. 3 (2022): Proceedings of Malikussaleh International Conference on Multidisciplinary Studies (MI
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/micoms.v3i.213

Abstract

Pineapple (Ananas comosus) is a tropical fruit plant that is in great demand and has many benefits. Pineapple has a sweet taste slightly sour and fresh, and contains many vitamins and nutrients. Gayo pineapple is a variety originating from Central Aceh that has been certified as a national superior fruit. The problem is that the Gayo pineapple planting area is still low. This is caused by people does not know the advantages and disadvantages of Gayo pineapple compared to other national varieties of pineapple. The purpose of this study was to determine the distribution of various types of pineapple in Central Aceh as well as the level of people's preference for Gayo pineapple. This research was conducted in Pegasing District, Central Aceh Regency and at the Laboratory of Basic Agricultural Sciences, Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh. the study was conducted from March to May 2022. The research used descriptive method with purposive sampling. The results showed that there were two varieties of pineapple cultivated in 5 locations in Pegasing District and its surroundings in Central Aceh, namely Gayo and Madu. Organoleptic test results showed that Gayo and Simalungun Pineapple were highly favored by consumers. Consumer preference is based on the color of the fruit flesh, aroma, taste, water content and texture of the flesh, with a score of 4.0 - 4.1 (from a standard maximum score of 5).
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Teknik Pembibitan Nilam Ramah Lingkungan di Desa Uteunkot Nazimah Nazimah; Nilahayati Nilahayati; Safrizal Safrizal; Septiarini Zuliati; Ihda Nikmah; Siti Khalijah Afni
Jurnal Vokasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i1.9288

Abstract

Nilam berasal dari daerah tropis Asia Tenggara, terutama Indonesia, Filipina, dan India. Di Indonesia, terdapat tiga jenis tanaman  nilam, yaitu nilam Aceh, nilam Jawa, dan nilam sabun. Masing-masing jenis memiliki karakteristik morfologi, kandungan minyak, dan ketahanan terhadap kondisi lingkungan yang berbeda. Nilam Aceh, yang memiliki rendemen minyak daun kering tinggi (2,5 - 5%), telah banyak dibudidayakan dan dikenal secara umum oleh masyaraka. Desa Uteunkot  merupakan salah satu Desa Binaan Universitas Malikussaleh, masyarakat desa Uteunkot bermata pencaharian pada bidang pertanian terutama dibidang perkebunan. Tujuan dari kegiatan pengabdian yang dilakukan di Desa Uteunkot  adalah untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat  dalam memanfaatkan ilmu yang berikan tentang teknik pembibitan tanaman nilam ramah lingkungan  sehingga masyarakat menjadi produktif  yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri. Metode pelaksanana yang diterapkan yaitu penyuluhan, praktek langsung dilapangan serta evaluasi pemehaman masyarakat dengan metode Pre – test dan Post - Test.  Kegiatan pengabdian yang dilakukan di Desa Uteunkot berjalan dengan lancar sehingga masyarakat antusias dalam mengikutinya, ilmu yang kita sampaikan adalah salah satu peran akademisi sebagai penghasil inovasi teknologi, SDM inovatif dan ide-ide kreatif dapat dimanfaatkan dengan baik oleh stakeholders lainnya. Harapan selanjutnya pemerintah sebagai regulator harus mampu merangsang dan mendorong pertumbuhan investasi bisnis dan menciptakan iklim usaha yang kondusif., supaya masyarakat akan selalu bisa menyediakan bibit nilam berkualitas untuk kebutuhan sendiri maupun untuk keperluan lain yang bernilai secara ekonomis. Masyarakat akan mampu menciptakan pasar sendiri dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran secara online. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan teknik pembibitan nilam ramah lingkungan telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Uteunkot dalam memproduksi bibit nilam secara mandiri lebih kurang 40% dari pemahaman nilai rata - rata pre-test 50,7 % menjadi 85,5 % post - test. Melalui kegiatan penyuluhan dan praktik langsung di lapangan, masyarakat mampu memahami tahapan pembibitan nilam yang baik dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia. Dampak akhir dari pelaksanaan program ini adalah tumbuhnya jiwa kewirausahaan pada masyarakat serta peningkatan pendapatan yang pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat
Physiological and Morphological Characteristics of Several Rice Varieties (Oryza sativa L.) In the System of Rice Intensification (SRI) Cultivation using Different Numbers of Seeds Desi Ariani; Laila Nazirah; Baidhawi; Hafifah; Nilahayati
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Mei (2025): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v7i2.4381

Abstract

Rice (Oryza sativa L.) is a vital food crop that serves as the staple food for over half of the world's population due to its rich nutritional value. This study aims to determine the physiological and morphological characteristics of several rice varieties cultivated using the System of Rice Intensification (SRI) with varying seed densities. The research will be conducted in Geulumpang Payong Village, Jeumpa District, Bireuen Regency, situated at an altitude of approximately 0-969 meters above sea level (masl), from August to December 2024. The study will employ a Randomized Block Design (RBD) methodology. Two factors will be tested: rice varieties (Ciherang, Inpari 49, and Mustajab) and the number of seedlings per planting hole (4, 3, 2, and 1 seedling). A total of 12 treatments were conducted, with each treatment replicated three times, resulting in 36 experimental units. Each experimental plot measured 2 m x 2 m, with a planting distance of 25 cm x 25 cm, accommodating 81 plants per plot. Four sample plants were selected from each plot for analysis. The data obtained from the research were statistically analyzed using the F-test with SAS V9.12 software. If the analysis of variance indicated significant differences at the 5% level, a subsequent Duncan's Multiple Range Test (DMRT) was performed. The results suggested that the variety, number of seedlings, and their interaction did not show significant differences across all parameters. However, the Inpari 49 and Mustajab varieties, along with the treatment of four seedlings per planting hole, demonstrated relatively favorable outcomes.
Growth performance of ten irrigated rice (Oryza sativa L.) varieties under agroecosystem conditions in Central Tapanuli Regency Siti Nurhalizah Tambunan; Nilahayati Nilahayati; Laila Nazirah; Nasruddin Nasruddin; Jamidi Jamidi
Agrium Vol. 23 No. 2: June 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v23i2.27909

Abstract

Rice (Oryza sativa L.) is the primary staple food crop in Indonesia and plays an essential role in supporting food security. The cultivation of rice varieties with poor adaptability often leads to reduced productivity. Therefore, evaluating superior rice varieties under specific agroecosystem conditions is necessary to identify those with strong growth performance and adaptability. This study aimed to evaluate the growth performance of 10 irrigated rice varieties grown under agroecosystem conditions in Central Tapanuli Regency. The experiment was conducted using a non-factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications. Ten rice varieties were evaluated: Inpari 30, Inpari 32, Inpari 42, Inpari 43, Ciherang, Mekongga, Cigeulis, Padjadjaran, Cakrabuana, and Siporang. Observed variables included plant height, number of tillers, leaf area, and flowering age. The results indicated that rice variety had no significant effect on plant height at 20, 40, and 60 days after transplanting (DAT). However, significant differences were observed in the number of tillers at 60 DAT, leaf area at all observation periods, and flowering age. The Siporang variety exhibited superior vegetative growth, producing the tallest plants (116.16 cm) and the largest leaf area (71.00 cm²) at 60 DAT. Meanwhile, Inpari 43 produced the highest number of tillers (48.58 tillers hill⁻¹). These findings suggest that Siporang and Inpari 43 exhibited superior growth performance and may be considered promising varieties for cultivation under the agroecosystem conditions of Central Tapanuli Regency.
Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Pembibitan Kelapa Sawit untuk Meningkatkan Kompetensi Petani di Gampong Reuleut Timu, Kabupaten Aceh Utara Yusuf, Muhamad; Nazirah, Laila; Ismadi, Ismadi; Nilahayati, Nilahayati; Handayani, Rd. Selvy; Humaira, Mira; Ramadhani, Almuna
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/dedikasi.v19i1.13102

Abstract

Limited technical knowledge, restricted access to certified oil palm seedlings, and inadequate supporting facilities are the main challenges faced by farmers in Gampong Reuleut Timu, North Aceh Regency. This community service program aimed to strengthen farmers' capacity and self-reliance in oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) nursery management. The program was implemented through extension activities, hands-on demonstrations, and continuous mentoring using a capacity-building approach that emphasized active community participation. The program results indicated improvements in participants' knowledge and technical skills in nursery management, enhanced group collaboration, and increased utilization of locally available organic materials to support more sustainable nursery practices. The activities also encouraged community initiatives to establish independent nursery units, develop partnerships with farmer cooperatives, and design collective seedling marketing strategies. These outcomes contributed to strengthening farmers' technical capacity and fostering collaborative community engagement, providing a foundation for the sustainable development of village-based oil palm nursery management using local resources.
Co-Authors A. G. Rosnina A.G, Rosnina A.S, Dicky Adi S Afnan, Afnan Ainaya, Ainaya Aisah Amini Al Usrah, Cut Rizka Alfikri, Muhammad Sani Anak Agung Gede Sugianthara Annisa, Kholilah Arbi, Dwiki Prahdano Atika Suri Baidhawi Baidhawi Baiti, Nurisna Chainandro Berutu Desi Ariani Dewi Sartika A DIMAS SAPUTRA Dzaky Ananta Eva Darnila Eva Yuliana, Cut Fadhliani Fadhliani Fadhliani Fadhliani Fadli Fadli Faisal Faisal Faisal Faisal Febry Ananda, Nurul Fuadi Fuadi Fuadi Fuzari, Razul G. Gunawan Gemasih, Melati H, Safrida Hafidhah, Siti Hafifah Hafifah Hafifah Hafifah Hafifah, Hafifah Halim Akbar Halimatun Sakdiah Purba Handayani, Rd Selvy Handayani, Rd Selvy Harianja, Ayu Anggraini Herri Mahyar Huswaton, Huswaton Ichsan Ichsan Ichsan Ihda Nikmah Inayatillah, Aufa Irawan, Gusti Irawan, Mulia Dwi Nurul Irma Yurni Islamy, Jalin Atma Ismadi Ismadi Ismadi Ismadi Istover Suyansyah JAKA SYAHPUTRA Jamidi Jamidi Jamidi Jamidi, Jamidi Jeffri, Ary Kembaren, Emmia Tambarta Khaidir Khaidir Khaidir Khaidir, Khaidir Khairun Nisa Khalidi, M. Al Laila Nazirah Laila Nazirah Laila Nazirah Laila Nazirah Laila Nazirah Latifah Latifah Lollie Agustina P. Putri Lubis, Uchti Nuzul Qhinanti Lukman Lukman Lukman Lukman Mahdaliana, Mahdaliana Maisura Maisura Mauliza, Mauliza Meutia, Indah Mira Humaira Molina, Rizka Mora, Yun Fita Muhamad Yusuf, SE., M.Si. MUHAMMAD RIZKY Muhammad Assiddiqi Muhammad Daud Muhammad Rafli Muhammad Ridho Muhammad Rivai muhammad rizky, muhammad Muhammad Yusuf Nurdin Muiz, Kharendra Naja Ananda Putri Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasrun Liwanza NAZIMAH NAZIMAH Nazimah Nazimah Nazimah Nazimah NENI NENI Nova Mauliana Nunsina, Nunsina Nurdin, Muhammad Yusuf Nurwahdani, Syarifah P, Asyifa Pratama, Joe Rachma Perdani, Wahyu Rafli, Muhammad Rahma Elfiza, Dilla Rahmayanti Rahmayanti Ramadania Ramadania, Ramadania Ramadhani, Almuna Rd Selvy Handayani RD. SELVY HANDAYANI Rd. Selvy Handayani Rd. Selvy Handayani Rd. Selvy Handayani Rosnina nina A.G Safrizal Safrizal Safrizal Safrizal Safrizal Safrizal Safrizal Safrizal Salahuddin Salahuddin Saragih, Negi Prianda Sayed Fachrurrazi Selvy Handayani Septiarini Zuliati Sintia Ningrum Siregar, Eka Pratika Duri Siregar, Nadya Karisda Siti Aisyah Siti Khalijah Afni Siti Nurhalizah Tambunan Tamara Faradilla Taufiqurrahman Taufiqurrahman Tristiana, Eni Usnawiyah Wirda, Zurahmi Yulia, Eva Yusra Yusra, Yusra Zainuddin Harahap Zaiyanti, Arina Zia, Khaliza Zurahmi Wirda Zurrahmi Wirda Zurrahmi Wirda