Claim Missing Document
Check
Articles

Teknik Inokulasi Perforasi dan Eco-enzyme untuk Meningkatkan Hasil Budidaya Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) A.G, Rosnina; Febry Ananda, Nurul; Wirda, Zurrahmi; Nilahayati, Nilahayati; Safrizal, Safrizal
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.19987

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) mengandung antioksidan dan sumber nutrisi dengan protein yang dapat digunakan sebagai pangan fungsional. Teknik inokulasi dan pengayaan nutrisi menggunakan ekoenzim dapat meningkatkan laju pertumbuhan miselia dan organoleptik jamur tiram.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik inokulasi dan aplikasi ekoenzim pada jamur tiram putih dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor.1. Teknik inokulasi terdiri dari I0 = tanpa kedalaman, I1 = kedalaman inokulasi 5 cm, dan I2 = kedalaman inokulasi 8 cm. 2. Aplikasi eco-enzyem E0 = 0 ml/l, E1 = 15 ml/l, E2 = 20 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan teknik inokulasi kedalaman secara signifikan meningkatkan laju pertumbuhan miselium, waktu kemunculan pinhead pertama, jumlah panen pinhead 3, dan uji organoleptik. Aplikasi eko-enzim secara signifikan meningkatkan waktu kemunculan pinhead pertama kali, jumlah pinhead panen 3 dan panen 4, diameter tubuh buah panen 2, jumlah tubuh buah panen 3 dan panen 4, serta uji organoleptik (rasa, tekstur, dan aroma). Terdapat interaksi yang signifikan antara jumlah tubuh buah jamur pada panen kedua dan panen ketiga dengan uji organoleptik.
Perkecambahan Biji Jeruk Purut Manis (Citrus hystrix Dc) Akibat Sitokinin Dalam Bahan Alami Dan Sintetik Secara Kultur Jaringan H, Safrida; Handayani, Rd. Selvy; Nilahayati, Nilahayati; Ismadi, Ismadi; Nazirah, Laila; Hafifah, Hafifah; P, Asyifa
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.19990

Abstract

Jeruk Purut (Citrus hystrix Dc) merupakan salah satu tanaman buah khas Aceh yang terancam punah. Keunikan dari tanaman ini adalah rasanya yang manis, beraroma harum dan buahnya yang segar, sehingga dapat dikonsumsi seperti jeruk pada umumnya. Perbanyakan jeruk purut manis sulit dilakukan secara konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh alami (air kelapa) dan sintetik  benzyl amino purine  (BAP) pada perbanyakan jeruk purut manis secara in vitro. Metode penelitian menggunakan Rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi air kelapa (0%, 10%, 20%). Faktor kedua adalah konsentrasi BAP (0 mg/L, 1,25 mg/L, 2,5 mg/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara konsentrasi air kelapa dan BAP pada semua variabel yang diamati. Faktor tunggal perlakuan air kelapa berpengaruh terhadap pertumbuhan eksplan, pada variabel waktu muncul tunas, persentase tumbuh tunas, dan jumlah tunas. Perlakuan terbaik adalah perlakuan air kelapa 20%.  Faktor tunggal perlakuan BAP berpengaruh terhadap variabel waktu muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah daun, dan waktu muncul akar. Perlakuan terbaik adalah  BAP 2,5 mg/L.
Uji Toleransi Beberapa Jenis Padi Lokal Aceh (Oryza sativa L.) Pada Naungan Yang Berbeda Nisa, Khairun; Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Hafifah, Hafifah; Jamidi, Jamidi
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21193

Abstract

Tanaman padi merupakan makanan dan kebutuhan pokok mayoritas masyarakat Indonesia sehingga produktivitas padi perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji toleransi beberapa jenis padi lokal Aceh pada naungan yang berbeda dengan  menggunakan rancangan petak terbagi dengan dua faktor yaitu  jenis padi (P) dan naungan (N). Faktor pertama sebagai petak utama adalah naunga; N0 (tanpa Naungan) dan N1 (Naungan). Faktor kedua adalah jenis padi, P1 (US-20 Unsyiah Simeulue), P2 (CBD-08), P3 (CBD-04), P4 (Sigupai), P5 (Cibatu-06) dan P6 (Inpago-09). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan, setiap petak terdiri dari 6 tanaman penelitian, sehingga total tanaman sebanyak 216 tanaman. Penggunaan varietas padi Inpago-09 dan Cibatu-06 memberikan nilai terbaik yaitu berat berangkas tanaman, berat berangkas kering tanaman, panjang malai, jumlah gabah permalai, shoot-root-ratio dan hasil gabah ton/ha dibanding jenis padi lainnya. Inpago-09 merupakan varietas yang menghasilkan padi sebanyak 3,67 ton/ha, disusul galur Cibatu-06 dengan hasil 3,36 ton/ha. Penganaman padi tanpa naungan memberikan hasil terbaik terhadap berangkasan tanaman, berat kering tanaman, jumlah gabah permalai dan hasil gabah hasil gabah tertinggi yaitu 3,61 ton/ha  dibanding padi dengan penggunaan naungan.
Analisis Kemiripan Morfologi Bagian Vegetatif Tanaman Jeruk Purut Manis Lokal Aceh Dan Jeruk Purut (Citrus hystrix) Khalidi, M. Al; Handayani, Rd. Selvy; Ismadi, Ismadi; Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21194

Abstract

Tanaman Jeruk Purut Manis (Citrus hystrix) merupakan salah satu spesies jeruk yang khas dari Aceh. Budidaya tanaman jeruk purut manis menghadapi banyak kendala dan permasalahan dari segi perbanyakan tanaman hingga perkembangannya. Oleh karena itu dikhawatirkan tanaman jeruk purut manis Aceh terancam punah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakter dan tingkat kemiripan tanaman jeruk purut manis lokal Aceh dan jeruk purut berdasarkan marka morfologi bagian vegetatif tanaman. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah eksplorasi tanaman jeruk purut manis, dan tahap kedua adalah karakterisasi morfologi bagian vegetatif tanaman. Data morfologi bagian vegetatif tanaman dianalisis dengan program NTSYS (Numerical taxonomy and multivariate analisis system, Versi 2.10). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman buah jeruk purut manis lokal Aceh terdapat di kecamatan Gunci dan Banda Baro. Tanaman jeruk purut manis memiliki perbedaan morfologi dengan jeruk purut pada bagian batang, cabang dan daun. Koefisien kemiripan jeruk purut manis dan jeruk purut asal Aceh Utara berdasarkan morfologi bagian vegetatif tanaman  adalah rendah sampai tinggi yaitu 46-89%.
Evaluasi Pertumbuhan Dan Daya Hasil Galur Harapan Padi Sawah (Oryza sativa L.) IPB Sebagai Kandidat Varietas Unggul Di Kabupaten Bireuen Rahmayanti, Rahmayanti; Nilahayati, Nilahayati; Ismadi, Ismadi; Nazirah, Laila; Nasruddin, Nasruddin
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21195

Abstract

Padi merupakan komoditas yang memegang peranan penting sebagai bahan makanan pokok masyarakat Indonesia. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas padi. Dalam konteks peningkatan kebutuhan pangan nasional, pengembangan varietas unggul baru merupakan solusi strategis untuk meningkatkan produktivitas padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan potensi hasil 12 galur harapan padi sawah IPB pada penanaman di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktor tunggal dengan 12 galur harapan dan 2 varietas pembanding, masing-masing dengan 3 ulangan. Karakter yang diamati meliputi umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, panjang malai, jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah hampa per malai, bobot 1000 butir, bobot gabah per petak, potensi hasil, dan kadar air gabah. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji F dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur GH IPB54 memiliki potensi hasil tertinggi, yaitu 11,2 ton/ha, melebihi varietas pembanding. Sebagian besar galur juga menunjukkan keunggulan pada karakter agronomi seperti panjang malai dan jumlah anakan produktif. Temuan ini menunjukkan bahwa galur-galur harapan padi sawah IPB memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi varietas unggul baru.
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut Eva Yuliana, Cut; Ismadi, Ismadi; Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21337

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah bumbu masak yang populer digunakan dalam berbagai masakan. Untuk memenuhi kebutuhan produksi bawang merah di Indonesia, diperlukan teknik budidaya yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Salah satu upaya yang dilakukan di tanah gambut adalah dengan meneliti pengaruh dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas bawang merah. Rendahnya produktivitas bawang merah dan hasil panen yang fluktuatif dapat diatasi dengan memperbaiki teknologi dan aspek agronomi yang sesuai untuk pertumbuhan bawang merah. Produksi bawang merah dapat dicapai dengan menggunakan pupuk kandang dan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas bawang merah di lahan gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu varietas (V): Bima Brebes, SS Sakato, Bauji, dan dosis pupuk kandang (K) 0, 10, 20, 30, dan 40 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan varietas dan dosis pupuk kandang berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, bobot basah umbi, bobot kering umbi, dan produksi bawang merah. Perlakuan terbaik diperoleh pada varietas Bauji. Perlakuan terbaik adalah pemberian pupuk kandang 40 ton/ha dan berinteraksi dengan varietas Bauji, masing-masing pada bobot basah umbi per petak 738,7 g, bobot kering umbi per petak 606,2 g, dan produktivitas 5,05 ton/ha.
Pemanfaatan Ampas Tebu Menggunakan Bio Komposer EM4 Sebagai Pupuk Kompos Di Desa Baloy Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe Nazimah, Nazimah; Safrizal, Safrizal; Nilahayati, Nilahayati; Darnila, Eva; Nunsina, Nunsina; Ichsan, Ichsan
Jurnal Vokasi Vol 8, No 3 (2024): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i3.5729

Abstract

Pemupukan merupakan salah satu teknologi yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil tanaman. Bahan organik merupakan salah satu unsur yang dapat menyuburkan tanah agar menghasilkan tanah yang subur, maka diperlukan bahan organik.. Alternatif yang dapat mencegah  menurunnya  kualitas tanah, adalah dengan pemberian kompos yang diharapkan dapat   meningkatkan ketersedian unsur hara sebagai media tanam. Ampas tebu merupakan bahan buangan yang biasanya dibuang secara open dumping tanpa pengolahan lebih lanjut, sehingga akan menimbulkan gangguan lingkungan    dan    bau    yang    tidak sedap. Berdasarkan hal tersebut perlu diterapkan suatu teknologi untuk mengatasi   limbah ampas tebu yaitu   dengan menggunakan teknologi daur ulang limbah  padat  menjadi  produk kompos yang bernilai ekonomis. Kegiatan  ini  dilakukan  di  Desa  Baloy Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe dengan metode observasi, penyuluhan, pendampingan dan demonstrasi pembuatan pupuk Kompos Ampas tebu. Upaya pemberdayaan masyarakat yang berbasis desa binaan dalam pemanfaatan ampas tebu sebagai pupuk kompos sangat efektif dilakukan  karena dapat meningkatkan  pengetahuan  dan  pemahaman masyarakat  dalam  pengelahan  ampas tebu menjadi pupuk kompos yang bisa digunakan untuk keperluan sendiri maupun diperdagangkan, sehingga manpu meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik  dari  segi kesehatan,  maupun  dari  sudut  ekonomi.  Kegiatan ini pada akhirnya akan sangat menguntungkan  bagi masyarakat Desa Baloy , karena dapat mendapatkan meningktkan pengetahuan dan ketrampilan tentang pengolahan  ampas tebu menjadi pupuk kompos
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT GAMPONG KEUDE BLANGMEE PULO KLAT ACEH UTARA DENGAN PELATIHAN PEMBUATAN POC URINE SAPI DAN CARA APILKASI PADA TANAMAN Nazimah, Nazimah; Nilahayati, Nilahayati; Safrizal, Safrizal; Mahdaliana, Mahdaliana; Tristiana, Eni; Irawan, Mulia Dwi Nurul
Jurnal Vokasi Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v7i1.3420

Abstract

Pupuk organik merupakan bahan organik yang berasal dari tanaman atau hewan yang sudah melalui proses penguraian. Secara fisik pupuk organik dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Urin sapi salah satu pilihan untuk meningkatkan ketersediaan, kecukupan, dan efisiensi serapan hara bagi tanaman yang mengandung mikroorganisme, sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik (NPK) dan meningkatkan hasil tanaman secara maksimal. Urin sapi merupakan salah satu zat pengatur tumbuh yang dapat digunakan, selain relatif lebih mudah diperoleh juga sederhana penggunaannya. Gampong Keude Blangmee Pulo Klat  merupakan salah satu tempat  yang memiliki lokasi peternakan sapi serta limbah sapi khususnya urine sapi yang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Berkaitan dengan permasalahan diatas maka tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuaan untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan masyarakat  Gampong Keude Blangmee Pulo Klat dalam memanfaatkan urine sapi menjadi POC dengan cara memberi penyuluhan, pelatihan dan pendampingan tentang teknik pembuatan POC urine sapi dan cara aplikasi pada tanaman sayuran. Kegiatan ini dilakukan supaya masyarakat dapat meminimalisir penggunaan pupuk kimia, karena POC urine sapi memberi efek jangka panjang yang baik bagi tanah, yaitu dapat memperbaiki struktur kandungan organik tanah, merangsang pertumbuhan akar tanaman pada benih/bibit serta ramah lingkungan dan memberi keuntungan secara ekonomis. POC urine sapi  yang diaplikasi pada tanaman sayur –sayuran  dengan  dosis 300 ml per liter air pada umur 14 dan 21 hari. Kelebihan dari aplikasi pupuk organik cair adalah dapat menghasilkan sayuran organik yang bebas dari bahan kimia sehingga  tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA BALOY KECAMATAN BLANG MANGAT DALAM APLIKASI PUPUK HAYATI UNTUK BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA Nazimah, Nazimah; Nilahayati, Nilahayati; Safrizal, Safrizal; Fachrurrazi, Sayed
Jurnal Vokasi Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v6i1.2923

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris masih mengandalkan sektor pertanian sebagai sektor yang berperan penting dalam menunjang perekonomian nasional. Dari sektor pertanian, sektor hortikultura merupakan komoditas yang sangat prospektif, dan kebutuhan pasar domestik akan hasil tanaman holtikultura sangat tinggi. Tanaman hortikultura memiliki nilai ekonomis yang tinggi maka banyak sekali orang yang berprofesi sebagai petani menanamnya, misalnya seperti sayuran dan buah-buahan. Jadi secara umum holtikultura adalah segala kegiatan bercocok tanam seperti sayur-sayuan, buah-buahan, ataupun tanaman hias dimana lahan (kebun atau pekarangan rumah) sebagai tempatnya. Pupuk hayati berperan dalam mempengaruhi ketersediaan unsur hara makro dan mikro, efisiensi hara, kinerja sistem enzim, meningkatkan metabolisme, pertumbuhan dan hasil tanaman.. Kegiatan ini dilakukan di desa baloy kecamatan blang mangat kota Lhokseumawe dengan metode observasi, penyuluhan, pendampingan dan demonstrasi pembuatan pupuk hayati. Upaya pemberdayaan masyarakat yang berbasis desa binaan dalam pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan produktif dengan budidaya tanaman hortikultura khususnya tanaman sayur – sayuran melalui aplikasi pupuk hayati sangat efektif dilakukan karena dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan lahan kosong, pemanfaatan kotoran hewan,teknik budidaya tanaman secara efektif terutama pada lahan perkaranagan sebagai upaya untuk meghasilkan sayuran organic yang berkualitas dan sehat sehingga manpu meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik dari segi kesehatan, maupun dari sudut ekonomi. Kelebihan lain dari aplikasi pupuk hayati adalah dapat menghasilkan sayuran organik yang bebas dari bahan kimia sehingga  tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Sayuran organik juga lebih aman dikonsumsi dan harga produksi dari pertanian organik lebih mahal dibanding dengan non organic.
Karakterisasi Morfologi Tanaman Langsat (Lansium domesticum) Lokal Kabupaten Aceh Utara Fadli, Fadli; Ismadi, Ismadi; Handayani, Rd. Selvy; Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22584

Abstract

Langsat (Lansium domesticum) merupakan tanaman tropis dengan iklim basah yang berasal dari Malaysia dan Kalimantan Timur Indonesia. Tanaman langsat memiliki kesamaan dengan beberapa jenis tanaman lain dari spesies meliaceae seperti kokosan, pisitan, dan celoring. Akan tetapi hingga saat ini belum ada informasi tentang karakteristik morfologis tanaman langsat di Provinsi Aceh. Identifikasi perlu dilakukan untuk mendapatkan informasi terhadap penyebaran sentra produksi langsat, karakteristik langsat, dan keanekaragaman sifat tanaman langsat lokal Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan daerah sebaran, karakter morfologi, dan kualitas buah langsat lokal Aceh Utara. Pelaksanaan penelitian karakterisasi dilaksanakan di Kabupaten Aceh Utara yang meliputi Kecamatan Simpang Kramat dan Kecamatan Kuta Makmur, penelitian ini di mulai bulan Februari - April 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi 35 aksesi tanaman langsat yaitu tinggi pohon dan lingkar batang pada tiga desa di Kecamatan Simpang Keuramat dan Kecamatan Kuta Makmur. Keragaman/karakteristik morfologi langsat lokal Aceh Utara memiliki kekuatan batang yang sangat kuat, permukaan batang halus, mahkota berbentuk piramida, pertumbuhan pohon tegak, sedangkan untuk kerapatan percabangan bervariasi yaitu jarang, sedang, dan padat. Kerapatan percabangan sedang dan padat dominan ditemukan, sementara pola percabangan ditemukan dalam bentuk tegak. Kata Kunci : Karakteristik, langsat, morfologi
Co-Authors A.G, Rosnina A.S, Dicky Adi S Afnan, Afnan Ainaya, Ainaya Aisah Amini Al Usrah, Cut Rizka Alfikri, Muhammad Sani Anak Agung Gede Sugianthara Annisa, Kholilah Arbi, Dwiki Prahdano Baiti, Nurisna Berutu, Chainandro Dewi Sartika A ernita, ernita Eva Darnila Eva Yuliana, Cut Fadhliani, Fadhliani Fadli Fadli Faisal Faisal Faradilla, Tamara Febry Ananda, Nurul Fuadi Fuadi Fuadi Fuzari, Razul Gemasih, Melati H, Safrida Hafidhah, Siti Hafifah Hafifah Hafifah, Hafifah Hafifah, Hafifaj Handayani, Rd Selvy Handayani, Rd Selvy Harianja, Ayu Anggraini Herri Mahyar Huswaton, Huswaton Ichsan Ichsan Ichsan Inayatillah, Aufa Irawan, Gusti Irawan, Mulia Dwi Nurul Islamy, Jalin Atma Ismadi Ismadi Jamidi, Jamidi Jeffri, Ary Kembaren, Emmia Tambarta Khaidir Khaidir Khaidir Khaidir, Khaidir Khairun Nisa Khalidi, M. Al Laila Nazirah Latifah Latifah Lollie Agustina P. Putri Lubis, Uchti Nuzul Qhinanti LUKMAN, LUKMAN Mahdaliana, Mahdaliana Maisura Maisura Mauliza, Mauliza Meutia, Indah Molina, Rizka Mora, Yun Fita Muhamad Yusuf, SE., M.Si. Muhammad Daud Muhammad Ridho Muhammad Rivai muhammad rizky, muhammad Muiz, Kharendra Nasruddin Nasruddin Nazimah Nazimah Nunsina, Nunsina Nurdin, Muhammad Yusuf Nurwahdani, Syarifah P, Asyifa Pratama, Joe Rachma Perdani, Wahyu Rafli, Muhammad Rahma Elfiza, Dilla Rahmayanti Rahmayanti Ramadania Ramadania, Ramadania Ramadhani, Almuna Rd. Selvy Handayani Rosnina nina A.G Safrizal Safrizal Safrizal Safrizal Salahuddin Salahuddin Saragih, Negi Prianda Sayed Fachrurrazi Siregar, Eka Pratika Duri Siregar, Nadya Karisda Siti Aisyah Suyansyah, Istover Taufiqurrahman Taufiqurrahman Tristiana, Eni Usnawiyah, Usnawiyah Wirda, Zurahmi Yulia, Eva Yurni, Irma Yusra, Yusra Zainuddin Harahap Zaiyanti, Arina Zia, Khaliza Zurrahmi Wirda Zurrahmi Wirda