Claim Missing Document
Check
Articles

Effect of Bap and Coconut Water on Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.) Seed Initiation in Vitro Zia, Khaliza; Nilahayati, Nilahayati; Nazirah, Laila; Handayani, Rd. Selvy; Hafifah, Hafifah
Journal of Tropical Horticulture Vol 4, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Yayasan Pertanian Tropika Indonesia (YPTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33089/jthort.v4i1.71

Abstract

Pomelo is a fruit commodity with high economic value and is in great demand by the public. Pomelo contains vitamins, proteins, and minerals the body needs to fulfill balanced nutrition. Aceh is one of the areas producing pomelo in Indonesia. The production of pamelo in Aceh is generally not optimal due to the limited supply of seeds that cannot be conventionally germinated. Plant tissue culture is one of the methods of propagation that can produce new plants in a relatively shorter time and large quantities. This research aims to determine the effect of natural and synthetic growth regulators on the growth of pomelo plants in vitro. The research used a factorial Randomized Block Design (RBD) of 2 factors. The first factor is the concentration of Benzyl Amino Purine (BAP) (0 mg/L, 1 mg/L, and 2 mg/L) and concentration of coconut water (0%, 15% and 30%).
The Effect of Limingtime and Bap Application on the Growth of Potato (Solanum tuberosum L.) Granola Varieties In Vitro Micro Sets Meutia, Indah; Handayani, Rd. Selvy; Hafifah, Hafifah; Nilahayati, Nilahayati; Nasruddin, Nasruddin
Journal of Tropical Horticulture Vol 5, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Yayasan Pertanian Tropika Indonesia (YPTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33089/jthort.v5i1.77

Abstract

Potato is a horticultural plant that contains carbohydrates and nutrients. However, the problem faced in potato cultivation is the difficulty of obtaining high-quality tubers. Efforts that can be made to obtain healthy potato seeds are by propagating them using tissue culture techniques. The research aimed to determine the effect of the length of irradiation and application of BAP on the growth of granola potato micro cuttings in vitro. This research was conducted using a Split Plot Design (SPD) in a Completely Randomized Design (CRD) with two factors: length of irradiation (24-hour dark and 24-hour light) as the primary plot and BAP (0, 1, 2 mg/L) as sub-plots. Each treatment was performed in five replications. The results showed that the length of irradiation affected shoot growth time, number of roots (4-10 WAP), number of leaves (1-10 WAP), and shoot length (2-4 and 10 WAP). The best treatment was found in the 24-hour light treatment (L1). BAP treatment affected the percentage of growth success (9 and 10 WAP), root growth time, number of shoots (1, 4-10 WAP), number of roots (1-10 WAP), number of leaves (4-10 WAP), and shoot length (1-10 WAP).
Growth Response of Cymbidium Orchid Subcultures Due to the Treatment of Ms Media Concentration and Foliar Fertilizer in Vitro Arbi, Dwiki Prahdano; Nilahayati, Nilahayati; Nazirah, Laila; Handayani, Rd. Selvy; Hafifah, Hafifah
Journal of Tropical Horticulture Vol 4, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Yayasan Pertanian Tropika Indonesia (YPTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33089/jthort.v4i1.73

Abstract

Orchids are very popular in Indonesia and the world as ornamental plants and floral arrangements. Therefore, orchids should be maintained and cultivated as they have high economic value. Orchids can be propagated by using seeds. Orchid seeds are tiny and do not have endosperm, making growing difficult. Efforts can be made to propagate this plant by using tissue culture methods. This study was conducted to determine the effect of MS media concentration and foliar fertilizer on the growth of Cymbidium orchid subcultures in vitro. The research method used a factorial randomized block design (RBD) of two factors. The first factor is the MS media concentration with three levels, which are M0 (full of MS), M1 (½ of MS), and M2 (¼ of MS). The second factor is the concentration of foliar fertilizer, which consists of three levels: P0 (0 g/L), P1 (1 g/L), and P2 (2 g/L).
Effect of Scarification Position and Sulfuric Acid (H2so4) Concentration on Soursop Seed Viability (Annona muricata L.) Siregar, Eka Pratika Duri; Nazimah, Nazimah; Safrizal, Safrizal; Nilahayati, Nilahayati; Khaidir, Khaidir
Journal of Tropical Horticulture Vol 4, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Yayasan Pertanian Tropika Indonesia (YPTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33089/jthort.v4i1.69

Abstract

Soursop is an annual plant that is rich in nutrients. The problem in soursop cultivation is that soursop has a hard seed coat, which causes the seeds to be impermeable to gases and air, inhibiting germination. Soursop seed dormancy can be broken by scarification and sulfuric acid immersion. This research aims to determine the effect of scarification position and sulfuric acid concentration on the viability of soursop seeds. The research used a completely randomized factorial pattern (CRD), which consisted of two factors with three replications. The first factor was the scarification position consisting of S0 (without scarification), S1 (base scarification), S2 (tip scarification) and S3 (middle scarification). The second factor was the sulfuric acid concentration consisting of K0 (control), K1 (10%), K2 (20%), and K3 (30%). The results showed an interaction between the treatment of scarification position and the concentration of sulfuric acid (c) on germination capacity and growth speed parameters. The combination of S0K1 (without scarification and 10% sulfuric acid) increased soursop seeds' germination and growth speed.
Dampak Pemanfaatan Kotoran Domba Sebagai Produk Inovasi Bioslurry Plus Trichoderma (Bios+) di Kelompok Tani Bina Mandiri Kelompok Tani Bina Mandiri di Desa Pulosari Kabupaten Sukabumi Nilahayati, Nilahayati; Kembaren, Emmia Tambarta; Islamy, Jalin Atma; Nazirah, Laila; Al Usrah, Cut Rizka; Salahuddin, Salahuddin
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 9 (2024): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/1aanr093

Abstract

Kelangkaan pupuk masih menjadi masalah utama di bidang pertanian di Indonesia. Selanjutnya, untuk mengatasi kelangkaan pupuk, penggunaan pupuk kimia diharapkan dapat digantikan dengan menggunakan pupuk organik seperti Bio Slurry. Produk inovasi ini dapat mengatasi masalah kelangkaan pupuk yang terjadi di kalangan petani di Indonesia. Pemanfaatan kotoran domba untuk menghasilkan inovasi 'Bioslurry Plus Trichoderma (BIOS+)' merupakan program CSR dari PT PLN. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak POMU Kamojang dalam bentuk kegiatan pengembangan masyarakat. Lokasi pengabdian masyarakat dilakukan di kelompok Bina Mandiri di Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Metodologi pelaksanaan dirancang untuk pendampingan dengan pendekatan partisipatif. Pendampingan dengan pendekatan partisipatif yang terdiri dari: (1) Pemberian informasi terkait manfaat produk inovasi BIOS+, (2) Pemberian informasi tentang cara pembuatan dan penerapan BIOS+, (3) Praktek penerapan BIOS+ di lahan garapan mereka, dan (4) Pengamatan dampak penggunaan BIOS+ terhadap kondisi tanah, efisiensi, dan biaya produksi. Dampak BIOS+ terhadap kondisi tanah, efisiensi biaya, perubahan pengetahuan dan perubahan perilaku kelompok Bina Mandiri. Berdasarkan hasil produksi Inovasi BIOS+ yang dilaksanakan oleh CSR PT PLN Indonesia Power PLTP Gunung Salak Kamojang POMU, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) Bina Mandiri telah berhasil memaksimalkan aset yang dimiliki dalam program ini, 2) program pemberdayaan menghasilkan pengurangan penggunaan pupuk kimia di lahan garapan mereka sebesar 185 kg, 3) perbaikan kondisi tanah dan lingkungan setelah menggunakan BIOS+ dari total lahan yang dimiliki oleh 15 anggota adalah 4,14 hektar tanaman, 4) efisiensi pengurangan biayampupuk kimia per 3 bulan sebesar Rp 3.700.000, 5) Peningkatan pengetahuan teknis Kelompok Bina Mandiri dalam memproduksi BIOS+ setelah pelaksanaan program mencapai 100%. Hal ini telah melampaui target melebihi target program, dan 6) peningkatan perilaku untuk menerapkan produk inovasi BIOS+ di Kelompok Bina Mandiri sebesar 60%. Hal ini telah melampaui target program.
Karakterisasi Morfologi Dan Hasil Tanaman Kentang Varietas Granola Dan Kentang Merah Yang Dibudidayakan Di Bener Meriah Provinsi Aceh Ismadi, Ismadi; Annisa, Kholilah; Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Maisura, Maisura
Agrium Vol 18 No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i1.3844

Abstract

Kentang merupakan salah satu tanaman hortikultura yang disukai masyarakat karena mengandung karbohidrat dan nilai gizi yang tinggi. Penelitian ini dilakukan di Desa Ujung Gele Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah dengan ketinggian 1300 mdpl mulai Juli hingga November 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfologi varietas Granola dan kentang merah yang dibudidayakan sesuai dengan pedoman teknis budidaya kentang oleh Balai Penelitian Teknologi Pertanian Jawa Barat tahun 2015. Karakteristik yang diamati mengikuti metode the International Union method for The Protection of New Varieties of Plants (UPOV, 2004) yang terdiri dari 32 karakteristik. Pengamatan meliputi tunas, batang, daun, bunga, buah, umur panen, umbi dan potensi hasil pada waktu yang berbeda. Tunas diamati sebelum tanam, batang, daun, bunga, dan buah diamati selama pertumbuhan dan terakhir umbi diamati setelah panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap varietas memiliki karakteristik morfologi yang berbeda dengan varietas lainnya. Varietas Granola memiliki umbi kuning dan bunga violet biru, sedangkan varietas kentang merah memiliki umbi merah dan bunga violet merah. Perhitungan potensi hasil menunjukkan bahwa varietas Granola dan kentang merah memiliki hasil yang tinggi yaitu 25.874 ton/ha (Granola) dan 28.671 ton/ha (kentang merah).Kata Kunci: tunas, batang, daun, bunga, umbi
Perbandingan pertumbuhan dan hasil berbagai varietas bawang merah (Allium cepa) di lahan gambut Meulaboh Aceh Barat Nurwahdani, Syarifah; Handayani, Rd. Selvy; Ismadi, Ismadi; Nilahayati, Nilahayati; Nazirah, Laila; Inayatillah, Aufa
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i2.14592

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu tanaman sayuran yang banyak manfaatnya dan permintaannya juga tinggi. Produksi tanaman bawang merah di Kabupaten Aceh Barat masih rendah, terutama karena penanaman dilakukan di lahan gambut, dan varietas yang adaptif terhadap lahan tersebut belum tersedia. Tujuan penelitian untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil umbi dari beberapa varietas nasional bawang merah pada lahan gambut di Meulaboh, Aceh Barat. Penelitian dilaksanakan pada lahan percobaan milik Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat dan Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, mulai Januari hingga April 2024.  Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan tiga ulangan, yang terdiri atas tujuh varietas, yaitu Gayo, Birma, Cirebon, Singkil Gajah, Bima Brebes, Tajuk, dan Batu Ijo Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas bawang merah memiliki pertumbuhan dan hasil tanaman yang berbeda pada semua peubah yang diamati. Tinggi dan jumlah daun varietas Cirebon, Gayo, dan Birma (varietas dataran tinggi) lebih rendah dibandingkan dengan varietas dataran rendah lainnya. Varietas Batu Ijo memiliki diameter umbi terbesar, tetapi jumlahnya sedikit, sedangkan Bima Brebes memiliki diameter besar dengan jumlah umbi yang banyak. Varietas Tajuk dan Bima Brebes menunjukkan nilai bobot segar dan bobot kering umbi terbaik di antara varietas lainnya.
Growth Response of Cymbidium Orchid (Cymbidium Finlaysonianum) Subcultures Due to the Addition Naa and Kinetin Ainaya, Ainaya; Handayani, Rd. Selvy; Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Faisal, Faisal
Journal of Tropical Horticulture Vol 5, No 2 (2022): October 2022
Publisher : Yayasan Pertanian Tropika Indonesia (YPTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33089/jthort.v5i2.79

Abstract

The Cymbidium orchid plant is a popular ornamental plant among Indonesians due to its beautiful blooms with unique shapes and colors. The generative propagation of orchid plants cannot be done conventionally.  This is due to the unavailability of food storage (endosperm)in the orchid plant. The purpose of this research was to determine the effect of NAA and kinetin on the growth of Cymbidium finlaysonianum orchid subcultures in vitro. The research method used was a factorial Completely Randomized Design (CRD) that consists of two factors which are the concentration of Naphthalene Acetic Acid (NAA) (0 mg/L, 0,5 mg/L, 1 mg/L) and kinetin (0 mg/L, 1 mg/L, 2 mg/L). The results showed that NAA can reduce the growth of Cymbidium orchid subcultures on the number of buds 7-8 WAP and root growth time. The best treatment is found in the treatment of 0 mg/L of NAA. 2. Kinetin can increase the growth of Cymbidium orchid subcultures up to a concentration of 1 mg/L at the percentage of root growth 5 WAP and the number of roots 5-7 WAP. The best treatment is found in the 1 mg/L of Kinetin. 3. The interaction between the concentration of NAA and Kinetin only affects the number of shoots 3-4 WAP and the number of roots at the age of 6-8 WAP. The best treatment was 0 mg/L of NAA + 1 mg/L of Kinetin.
Sosialisasi Teknik Tabulampot Untuk Tanaman Buah Di Keude Teupin Punti Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Humaira, Mira; Wirda, Zurahmi; Kembaren, Emmia Tambarta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 6 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i6.36

Abstract

Keude Teupin Punti merupakan wilayah pedesaan yang lahan pertaniannya terbatas sehingga kegiatan budidaya pertanian di desa ini kurang optimal. Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah teknik Tabulampot (Tanaman Buah dalam Pot), yaitu menanam tanaman dalam pot dan tidak membutuhkan lahan yang luas. Namun, belum banyak masyarakat yang mengetahui teknik Tabulampot, seperti pemilihan media tanam, cara perawatan, dan jenis tanaman yang ditanam. Sehingga, diperlukan sosialisasi dan edukasi mengenai teknik ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat Keude Teupin Punti terkait teknik Tabulampot, sehingga mereka dapat memanfaatkannya sebagai alternatif usaha pertanian yang praktis dan menguntungkan. Fakultas Pertanian memiliki akademisi yang memahami mengenai teknik tabulampot. Lokasi pengabdian masyarakat di daerah Kabupaten Aceh Utara mengingat lokasi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh yang terletak di Kabupaten Aceh Utara, maka diharapkan memberikan kontribusi langsung terhadap masyarakat. Jenis Luaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: (1) laporan pengabdian dengan status submitted, (2) jurnal pengabdian published artikel di media masa cetak/online dengan status published, (3) Surat Perjanjian Kerja Sama dengan status signed (4) HKI dengan status granted, (5) peningkatan skill mitra dengan status completed, (6) berita yang diupload di media massa online dengan status published.
Peningkatan Produksi Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Akibat Pemberian Bio-Urine Sapi Dengan Penggunaan Mulsa Huswaton, Huswaton; Jamidi, Jamidi; Nilahayati, Nilahayati; Hafifah, Hafifah; Ismadi, Ismadi
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.20266

Abstract

Cabai merah merupakan tanaman perdu berkayu yang mempunyai buah pedas yang berasal dari kandungan capsaicin pada cabai merah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah terhadap pemberian biourine menggunakan mulsa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial. Faktor penyediaan biourine dan faktor penggunaan mulsa. Faktor pengaplikasian biourine N0 = 0 ml/L, N1=30 ml/L, N2=50 ml/L, N3=70 ml/L, faktor penggunaan mulsa (M), M1= tanpa mulsa, M2= mulsa hitam perak M3=mulsa jerami padi. Terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Aplikasi biourine 70 ml/L dan mulsa meningkatkan pertumbuhan  tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, jumlah, panjang dan diameter buah.    jumlah cabang produktif yang dapat meningkatkan produksi tanaman cabai merah.
Co-Authors A.G, Rosnina A.S, Dicky Adi S Afnan, Afnan Ainaya, Ainaya Aisah Amini Al Usrah, Cut Rizka Alfikri, Muhammad Sani Anak Agung Gede Sugianthara Annisa, Kholilah Arbi, Dwiki Prahdano Baiti, Nurisna Berutu, Chainandro Dewi Sartika A ernita, ernita Eva Darnila Eva Yuliana, Cut Fadhliani, Fadhliani Fadli Fadli Faisal Faisal Faradilla, Tamara Febry Ananda, Nurul Fuadi Fuadi Fuadi Fuzari, Razul Gemasih, Melati H, Safrida Hafidhah, Siti Hafifah Hafifah Hafifah, Hafifah Hafifah, Hafifaj Handayani, Rd Selvy Handayani, Rd Selvy Harianja, Ayu Anggraini Herri Mahyar Huswaton, Huswaton Ichsan Ichsan Ichsan Inayatillah, Aufa Irawan, Gusti Irawan, Mulia Dwi Nurul Islamy, Jalin Atma Ismadi Ismadi Jamidi, Jamidi Jeffri, Ary Kembaren, Emmia Tambarta Khaidir Khaidir Khaidir Khaidir, Khaidir Khairun Nisa Khalidi, M. Al Laila Nazirah Latifah Latifah Lollie Agustina P. Putri Lubis, Uchti Nuzul Qhinanti LUKMAN, LUKMAN Mahdaliana, Mahdaliana Maisura Maisura Mauliza, Mauliza Meutia, Indah Molina, Rizka Mora, Yun Fita Muhamad Yusuf, SE., M.Si. Muhammad Daud Muhammad Ridho Muhammad Rivai muhammad rizky, muhammad Muiz, Kharendra Nasruddin Nasruddin Nazimah Nazimah Nunsina, Nunsina Nurdin, Muhammad Yusuf Nurwahdani, Syarifah P, Asyifa Pratama, Joe Rachma Perdani, Wahyu Rafli, Muhammad Rahma Elfiza, Dilla Rahmayanti Rahmayanti Ramadania Ramadania, Ramadania Ramadhani, Almuna Rd. Selvy Handayani Rosnina nina A.G Safrizal Safrizal Safrizal Safrizal Salahuddin Salahuddin Saragih, Negi Prianda Sayed Fachrurrazi Siregar, Eka Pratika Duri Siregar, Nadya Karisda Siti Aisyah Suyansyah, Istover Taufiqurrahman Taufiqurrahman Tristiana, Eni Usnawiyah, Usnawiyah Wirda, Zurahmi Yulia, Eva Yurni, Irma Yusra, Yusra Zainuddin Harahap Zaiyanti, Arina Zia, Khaliza Zurrahmi Wirda Zurrahmi Wirda