Articles
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Self-Efficacy
Rizal .;
Mustamin Anggo;
Ruslan .
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1: Januari 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.774 KB)
|
DOI: 10.36709/jpm.v8i1.5933
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis (KBKM) siswa yang mengikuti model pembelajaran inquiri terbimbing dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung ditinjau dari Self-Efficacy. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siwa kelas VII SMP Negeri 2 Baubau yang terdiri dari 18 kelas pararel. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh model pembelajaran inquiri terbimbing terhadap peningkatan KBKM siswa ditinjau dari self-efficacy siswa terhadap matematika; (2) Secara signifikan peningkatan KBKM siswa yang mengikuti model pembelajaran inquiri terbimbing lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung; (3) Secara signifikan KBKM siswa yang mengikuti model pembelajaran inquiri terbimbing lebih tinggi daripada KBKM siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung baik ditinjau dari siswa yang memiliki self-efficacy tinggi, self-efficacy sedang maupun self-efficacy rendah
Desain Pembelajaran Bilangan Melalui Permainan Sut-Sut Menggunakan Pendekatan PMRI Di Kelas III Sekolah Dasar
Nini Ratna Sari;
Mustamin Anggo;
Kodirun Kodirun
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1: Edisi Januari 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.603 KB)
|
DOI: 10.36709/jpm.v9i1.5758
Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui desain pembelajaran bilangan melalui permainan sut-sut menggunakan pendekatan pendidikan matematika realistik indonesia dapat digunakan siswa untuk memperoleh pengetahuan awal bilangan dan konsep dasar bilangan di kelas III sekolah dasar, (2) Menghasilkan desain pembelajaran bilangan melalui permainan sut-sut menggunakan pendekatan PMRI dapat mengembangkan pemahaman bilangan siswa tentang konsep bilangan melalui aktivitas informal ke formal di kelas III sekolah dasar dan (3) Untuk mengetahui desain pembelajaran bilangan melalui permainan sut-sut menggunakan pendekatan PMRI dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas III sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian yang dilaksanakan dalam 3 tahap yakni perecanaan desain, percobaan desain, dan analisis retrospektip. Subjek yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas III MI ICI dan SDN 21 kendari barat yang mengajarkan di kelas tersebut.. Berdasarkan bukti yang diperoleh, temuan di lapangan menunjukkan bahwa bermain sut-sut dapat digunakan siswa sebagai titik awal pembelajaran yang mendukung mereka untuk mendapatkan pengetahuan awal dan konsep dasar bilangan yang diharapkan. Melalui masalah yang dikembangkan dari konteks bermain sut-sut, perkembangan pemahaman bilangan mereka ditujukkan dengan beraneka ragam strategi yang tepat dalam menyelesaikan masalah, dan kemampuan berpikir kritis ketika mereka mengkomunikasikan ide dan pertanyaan dalam diskusi.
Pengaruh Pendekatan Open ended Dan Pendekatan Problem posing Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa SMP Ditinjau Dari Gaya Kognitif
Novi Purnadewi;
Mustamin Anggo;
Baharuddin Baharuddin
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2: Edisi Juli 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.24 KB)
|
DOI: 10.36709/jpm.v9i2.5862
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan tujuan untuk mengkaji dan menganalisis : (1) Perbedaan pengaruh pendekatan open ended dan pendekatan problem posing terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa dengan gaya kognitif reflektif; dan (2) Perbedaan pengaruh pendekatan open ended pendekatan problem posing terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa dengan gaya kognitif impulsif. Poopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Konawe Selatan sebanyak 10 kelas. Pengambilan sampel kelas dilakukan dengan menggunakan dua teknik, yaitu purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 47 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan cara memberi tes kemampuan berpikir kreatif matematika siswa sebelum dan setelah diberikan perlakuan, serta diberi gaya kognitif. Hasil penelitian ini adalah: (1) Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan pendekatan open ended dan pendekatan problem posing terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa dengan gaya kognitif reflektif; dan (2)Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan pendekatan open ended pendekatan problem posing terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa dengan gaya kognitif impulsif
Pengaruh Penerapan Konstruktivis Realistik Dan Kemampuan Dasar Matematika Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP
Ratna Palapasari;
Kadir .;
Mustamin Anggo
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1: Januari 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (613.48 KB)
|
DOI: 10.36709/jpm.v8i1.5930
Memberikan pembelajaran matematika yang bermakna kepada siswa dengan mengkonstruksi kembali pengetahuan yang sudah ada menjadi pengetahuan yang baru atau mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan lingkungan yang ada di sekitarnya, dapat membawa siswa lebih mudah untuk memahaminya. Salah satu alernatif pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah adalah Pembelajaran Konstruktivis Realistik. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 9 Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara pada siswa kelas VII semester 1 tahun pelajaran 2013/2014 dengan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 9 Kendari. Penentuan sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive dan random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat pengaruh pembelajaran PKR dan PDM secara bersama- sama terhadap peningkatan KPMM siswa; (2) tidak terdapat pengaruh pembelajaran PKR dan PDM secara bersama-sama terhadap KPMM siswa; (3) terdapat pengaruh pembelajaran PKR terhadap peningkatan KPMM siswa; (4) terdapat pengaruh pembelajaran PKR terhadap KPMM siswa; (5) ada pengaruh PDM terhadap peningkatan KPMM siswa; (6) ada pengaruh PDM terhadap KPMM.
Strategi Metakognisi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa
Mustamin Anggo;
Mohammad Salam;
Suhar .;
& Yulsi Santri
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.082 KB)
|
DOI: 10.36709/jpm.v5i1.2043
Penerapan strategi metakognisi dalam pembelajaran matematika berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran untuk meningkatkan pengusaan siswa terhadap materi pelajaran. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menyajikan hasil penelitian yang dilaksanakan sebagai salah satu upaya perbaikan proses dan hasil belajar melalui penerapan strategi metakognisi. Data dikumpulan dengan cara observasi untuk data proses pembelajaran, dan dengan tes untuk data hasil belajar siswa. Hasilnya adalah: (1) proses pembelajaran yang menerapkan strategi metakognisi berjalan dengan baik dan melibatkan siswa secara aktif dalam semua rangkaian proses pembelajaran, (2) Hasil belajar yang berhasil dicapai siswa menunjukan keadaan lebih baik pada kelas yang menerapkan strategi metakognisi bila dibandingkan dengan kelas yang menerapkan strategi konvensional.Kata kunci: strategi metakognisi, hasil belajar
Profil Berpikir Krtitis Siswa SMP Dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif.
La Saudi;
Muhammad Sudia;
Mustamin Anggo
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1: Edisi Januari 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.939 KB)
|
DOI: 10.36709/jpm.v9i1.5764
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsiskan profil berpikir kritis siswa berdasarkan gaya kognitif reflektif dan impulsive. Peneliti ini memberikan tes Pengelompokan gaya kognitif kepada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kendari. Untuk mendeskripsikan profil berpikir kritis siswa secara kualitatif dipilih dua siswa terdiri satu (1) impuslif dan satu (1) siswa reflektif, dengan pada setiap langkah pemecahan masalah Polya mempertimbangkan kemampuan komunikasi siswa. Dari hasil penelitian diperoleh temuan profil berpikir kritis siswa reflektif pada setiap pentahapan Polya yaitu semua memenuhi kriteria indikator berpikir kritis sebagai berikut : (1) pada kriteria focus memahami permasalahan dan memahami pertanyaan pada soal terkait sistem persamaan linear dua variabel dan mampu membuat keputusan dengan pemisalan menggunakan variabel x dan y, (2) dalam setiap langkah pengambilan keputusan dengan alasan (reason) yang relevan, (3) kesimpulan (inference) yang dibuat sesuai dengan tujuan soal dan alasan yang digunakan tepat, (4) pada kriteria situation, siswa mengetahui situasi dengan baik, (5) memberikan penjelasan lebih lanjut (clarity) dari kesimpulan, (6) untuk overview, tidak melakukan pengecekan kembali terhadap jawaban yang diperoleh
Aspek-Aspek Matematika dan Pembelajarannya pada Era Revolusi Industri Keempat
Edi Cahyono;
Mustamin Anggo
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): EDISI JULI 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/jpm.v12i2.19315
Matematika merupakan salah satu komponen penting dari perkembangan revolusi Industri 4.0. Disisi lain, dijumpai fakta bahwa pembelajaran matematika masih terfokus pada teori matematika yang dikembangkan beberapa abad yang lampau, sehingga pembelajaran matematika belum cukup dikaitkan dengan teknologi yang berkembang masa kini. Artikel ini berupa hasil penelitian yang bertujuan untuk memberi wawasan tentang aspek-aspek matematika dan pembelajaran matematika yang berkaitan dengan Industri 4.0. Dalam artikel ini dibahas secara singkat tentang beberapa aspek matematika yang keberadaannya sangat diperlukan pada era Industri 4.0, dan tantangan yang dihadapi dalam integrasinya pada pembelajaran matematika di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa (1) Industri 4.0 yang salah satunya disebut Internet of Things (IoT) menghasilkan data yang berlimpah (big data), yang penanganannya tidak lagi dapat dilakukan secara konvensional, (2) perangkat matematika (mathematical tools) sangat penting sebagai bagian dari data science yang sangat diperlukan dalam pembelajaran matematika di sekolah, (3) pembelajaran matematika di sekolah belum secara maksimal memanfaatkan teknologi informasi di era Industri 4.0, (4) masih dijumpai berbagai kendala di sekolah sehingga pembelajaran matamatika belum cukup memadai dalam mengeksplorasi era Industri 4.0 pada aspek IoT.
Perbedaan Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Kombinasi Model Pembelajaran Kooperatif dan Motivasi Berprestasi
Muh. Syarwa Sangila, & Mustamin Anggo
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (825.643 KB)
|
DOI: 10.36709/jpm.v7i1.2078
Penelitian eksperimen ini menggunakan desain 2x3 faktorial dengan tujuan: (i) mempelajari pengaruh sikap terhadap hasil belajar matematika, (ii) mempelajari perbedaan rerata hasil belajar matematika untuk semua sel yang dibentuk oleh faktor model pembelajaran kooperatif (Ai) dan motivasi berprestasi (Bj), (iii) mempelajari perbedaan rerata hasil belajar matematika siswa antara tingkat faktor motivasi berprestasi (Bj) untuk setiap tingkat faktor model pembelajaran kooperatif (Ai), (iv) mempelajari perbedaan rerata hasil belajar matematika antara tingkat faktor model pembelajaran kooperatif (Ai) untuk setiap tingkat faktor motivasi berprestasi (Bj) dan (v) mempelajari perbedaan rerata hasil belajar matematika antara semua tingkat faktor model pembelajaran kooperatif (Ai) dan motivasi berprestasi (Bj). Hasil analisis: motivasi berprestasi mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap hasil belajar matematika, kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw-TTW tidak lebih efektif dari model pembelajaran kooperatif tipe TTW dan motivasi berprestasi tinggi tidak lebih baik dari motivasi berprestasi rendah dan motivasi berprestasi sedang tidak lebih baik dari motivasi berprestasi rendah.Kata Kunci: Motivasi Berprestasi, Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan TTW, Hasil Belajar Matematika
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Komunikasi Matematik Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Wa Ode Nurlina Mbay;
Mustamin Anggo;
Asrul Sani
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1: Januari 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (501.228 KB)
|
DOI: 10.36709/jpm.v8i1.5931
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematika siswa melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dan PBL. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen Posttest Only group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Kendari,sampel penelitian diambil dua kelas dengan teknik multiple sampling dan penentuan kedua kelas eksperimen dipilih secara random. Siswa kelas eksperimen 1 mendapat model kooperatif tipe jigsaw dan siswa kelas eksperimen 2 mendapat model pembelajaran PBL. Instrumen penelitian yang digunakan adalah postes untuk kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematik dan lembar observasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematika siswa yang mendapat model PBL memperoleh peningkatan yang secara signifikan lebih tinggi dari pada siswa yang mendapat pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Hasil analisis terhadap data observasi menunjukkan bahwa model PBL dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Peserta Didik SMP Ditinjau dari Self Efficacy
Rahmad Prajono;
Dayangku Yasmin Gunarti;
Mustamin Anggo
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (858.77 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v11i1.1072
AbstrakUntuk berbagai tingkatan self efficacy, kemampuan berpikir kritis matematis merupakan kemampuan yang wajib dimiliki oleh peserta didik di abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik kelas VIII ditinjau dari self efficacy. Jenis penelitian ini adalah eksploratif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang peserta didik yang berasal dari kelas VIII-1 yaitu subjek self efficacy tinggi, sedang dan rendah. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket self efficacy, tes Kemampuan Berpikir Kritis Matematis (KBKM) serta wawancara. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa: (1) Peserta didik dengan self efficacy tinggi memiliki KBKM yang sangat baik; (2) Peserta didik dengan self efficacy sedang memiliki KBKM yang cukup baik; dan (3) Peserta didik dengan self efficacy rendah memiliki KBKM yang kurang baik. Dari hasil ini, guru disarankan memperhatikan aspek self efficacy peserta didik dalam upaya melatih kemampuan berpikir kritis matematis. Analysis of the Mathematics Critical Thinking Ability of SMP Students Reviewed from Self Efficacy AbstractFor various levels of student self-efficacy, mathematical critical thinking skills are skills that must be possessed by students in the 21st century. This study aims to analyze the mathematical critical thinking skills of class VIII students in terms of self-efficacy. This type of research is exploratory with a qualitative descriptive approach. The subjects in this study were 3 students who came from class VIII, namely the subject of a high, medium, and low self-efficacy. The instrument in this study used a self-efficacy questionnaire, a Mathematical Critical Thinking Skills (MCTS) test, and interviews. Check the validity of the data using time triangulation. Based on the results of this study, it was concluded that: (1) Students with high self-efficacy had a very good MCTS; (2) Students with moderate self-efficacy have a fairly good MCTS; and (3) Students with low self-efficacy have poor MCTS. From these results, teachers are advised to pay attention to aspects of students' self-efficacy in an effort to train mathematical critical thinking skills.