Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Ditinjau dari Self Efficacy Masaly, Istiyandari; Misu, La; Salam, Mohamad
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v9i1.48902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam tentang kemampuan penalaran matematis siswa ditinjau dari self efficacy yang tinggi, sedang dan rendah pada materi aritmetika sosial. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII SMP Negeri 3 Buton Tengah pada kelas yang menunjukkan self efficacy matematika dengan subjek sebanyak 33 (tiga puluh tiga) siswa.Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri. Instrumen bantu penelitian ini ada tiga, yaitu angket self efficacy matematika, tes kemampuan penalaran matematis, dan pedoman wawancara yang telah memenuhi aspek validitas dan reliabilitas berdasarkan pertimbangan panelis ahli. Self efficacy penelitian ini terdiri 3 (tiga) dimensi dengan nilai rata-rata, yaitu dimensi magnitude (74,06), dimensi strength (72,83), dan dimensi generality (71,80). Setelah siswa diberi angket self efficacy matematika, peneliti mengambil 3 (tiga) siswa dengan self efficacy tinggi, self efficacy sedang dan self efficacy rendah untuk dilakukan tes kemampuan penalaran matematis dan wawancara semi terstruktur. Indikator tes kemampuan penalaran matematis dalam penelitian ini, yaitu mengajukan dugaan (PM1), menarik kesimpulan, menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran solusi (PM2), dan menentukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi (PM3). Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan analisis data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa; (1) siswa yang memiliki kategori self efficacy matematis tinggi telah mencapai indikator kemampuan penalaran matematis (PM1), (PM2), dan (PM3); (2) siswa yang memiliki kategori self efficacy matematis sedang telah mencapai indikator kemampuan penalaran matematis (PM1), tidak mencapai indikator kemampuan penalaran matematis (PM2) dan (PM3); dan (3) siswa yang memiliki kategori self efficacy matematis rendah tidak mencapai semua indikator kemampuan penalaran matematis yaitu (PM1), (PM2), dan (PM3).
Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Ditinjau dari Gaya Kognitif dan Resiliensi Mutmainnah, Mutmainnah; Salam, Mohamad; Sahidin, Latief
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v9i1.48900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif  dan resiliensi. Berdasarkan  tujuan tersebut maka penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa reflektif resiliensi tinggi mampu memenuhi 4 indikator Polya,  mampu menerapkan prosedur yang sistematis dan  percaya diri ketika menyelesaikan masalah. (2) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa reflektif resiliensi sedang mampu memenuhi 4 indikator Polya dan  mampu  menggunakan strategi yang baik dalam menyelesaikan masalah. (3) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa reflektif resiliensi rendah mampu memenuhi 3 indikator Polya  dan mempunyai  Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis yang kurang. (4) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa impulsif resiliensi tinggi hanya mampu memenuhi 3 indikator Polya  (5) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa impulsif resiliensi sedang hanya mampu memenuhi 2 indikator Polya. (6) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa impulsif resiliensi rendah hanya mampu memenuhi 2 indikator Polya.
The Emphasis on Grouping Students to Explore Length and Area of Conservation Tasks Skills in Grade 5 Elementary School Kodirun, Kodirun; Salam, Mohamad; Misu, La
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 9, No 10: OCTOBER 2024
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v9i10.15540

Abstract

This study investigates how a geometric plane with a similar area can have different circumferences, and how a geometric plane with the same area can have different areas. Classroom learning is TPS, with an emphasis on maximizing group work. Two students of 107 of 5th elementary school graders were selected by convenience sampling to be interviewed. The findings show that group discussions help students develop and improve their individual mathematical abilities; students can determine geometric planes with similar areas but different circumferences and geometric planes with different areas but similar circumferences; and 5th graders  students can conserve length or area of some geometric planes
Pendampingan Guru dalam Melaksanakan Open Kelas Melalui Model Project Based Learning dengan Pendekatan Lesson Study Misu, La; Salam, Mohamad; Awaludin; Jazuli, Laode Ahmad; Hasnawati; Salim
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i2.337

Abstract

Kinerja guru perlu dilakukan perbaikan dalam rangkan untuk mengelola pembelajaran melalui kolaborasi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Model Project Based Learning dengan pendekatan Lesson Study menciptakan pembelajaran yang berpusat pengembangan kemampuan siswa dan secara bersama-sama dapat meningkatkan kualitas pembelajaran melalui refleksi dan perbaikan berkelanjutan oleh guru. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman guru dalam melaksanakan open kelas melalui model Project Based Learning dengan pendekatan Lesson Study. Metode yang digunakan untuk mensosialisasikan  program Lesson Study dan model pembelajaran Project Based Learning di sekolah berupa metode ceramah, metode diskusi, wawancara, dan metode praktek lapangan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah sebesar 100% peserta kegiatan sangat setuju bahwa kegiatan pendampingan ini sangat penting diadakan, dan sebesar 85,74 sangat setuju bahwa Lesson  memberikan dampak yang baik bagi pengembangan proses belajar mengajar di sekolah. Demikian juga, pendampingan pada kegiatan ini bermanfaat bagi guru untuk membangun kolaboratif sesama guru bidang studi, dan proses pembelajaran dengan pendekatan Lesson Study adalah proses pembelajaran yang menarik sehingga ada keinginan untuk melaksanakan open kelas menggunakan Lesson Study.
Cognitive Conflict Strategy: Mathematical Representation Based on Cognitive Style Salam , Mohamad
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 2 (2023): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.788

Abstract

Kajian ini bermaksud untuk mendeskripsikan jenis representasi matematis siswa berdasarkan gaya kognitif dalam menyelesaikan masalah integral setelah diberikan pembelajaran strategi konflik kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Oleo angkatan tahun 2021 yang terdiri dari satu mahasiswa dengan gaya kognitif reflektif and satu mahasiswa dengan gaya kognitif impulsif. Data penelitian diperoleh melalui teknik pemberian tes and wawancara, and dianalisis secara kualitatif. Hasil yang diperoleh adalah siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dalam menyelesaikan masalah integral setelah diajarkan strategi konflik kognitif adalah melakukan representasi gambar atau representasi geometri, representasi verbal and representasi simbolik, serta melakukan penerjemahan dari berbagai jenis representasi, yaitu dari representasi geometri ke representasi verbal, and kemudian ke representasi simbolik serta sebaliknya. Seandgkan, siswa dengan gaya kognitif impulsif melakukaan representasi simbolik, melakukan representasi geometrik tetapi salah, tidak melakukan representasi verbal, tidak melakukan representasi matematis, and tidak melakukan penerjemahan dari berbagai jenis representasi. This study aimed to describe types of students' mathematical representations based on the cognitive style in solving integral problems after learning cognitive conflict strategies. This exploratory research used a descriptive-qualitative approach. The participants were two students of Mathematics Education Department at Halu Oleo Universit, class of 202, consisting of one student with a reflective cognitive style and one student with an impulsive cognitive style. The research data were obtained through tests and interviews and analyzed qualitatively. The findings pointed out that the student with a reflective cognitive style performed images or geometric representations, verbal representations, and symbolic representations, as well as translated various types of representations, starting from geometric representations to verbal representations, and then to symbolic representation and vice versa. Meanwhile, the student with an impulsive cognitive style performed symbolic representations, inaccurate geometric representations, but lacked verbal representations, mathematical representations, and translation of various types of representation.
Pendampingan Guru-Guru SMP Dalam Melaksanakan Open Kelas Melalui Pendekatan Lesson study Di Sekolah Awaludin; Misu, La; Salam, Mohamad; Jazuli, La Ode Ahamd; Salim; Hasnawati
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v4i2.34

Abstract

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah: memberi pengetahuan dan wawasan kepada guru SMP tentang lesson study beserta perangkat pembelajarannya, Guru SMP dapat melaksanakan opesn kelas menggunakan lesson study, dan Guru SMP dapat menemukan kendala pembelajaran serta cara mengatasinya melalau lesson study. Tempat pelaksanaan kegiatan ini adalah salah satu SMP di Kabupaten Konawe Selatan. Pelaksanaan kegiatan lesson study terdiri atas 3 tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Metode yang digunakan untuk mensosialisasikan program Lesson study di sekolah berupa metode ceramah, metode diskusi, wawancara, dan metode praktek lapangan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah umumnya (72.27%) guru-guru SMP sangat setuju bahwa sosialisasi Lesson study sangat penting diadakan, dan dapat memberikan dampak yang baik bagi pengembangan proses belajar mengajar di sekolah. Ada (81.82%) sangat setuju bahwa Lesson study bermanfaat bagi guru untuk membangun kolaboratif sesama guru bidang studi.
Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Model Kolaboratif Deep Learning Berbasis Lesson Study di Era Disrupsi Digital Mohamad Salam; La Misu; Awaludin Awaludin; Jafar Jafar; Hasnawati Hasnawati; Salim Salim; Sitti Nur Astuti S
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.714

Abstract

Era disrupsi digital menuntut guru untuk terus meningkatkan profesionalismenya agar mampu mengimplementasikan pembelajaran inovatif yang relevan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru SMPN 15 Kendari melalui model kolaboratif Deep Learning berbasis Lesson Study. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pembentukan kelompok Lesson Study, pelatihan penyusunan modul ajar, pendampingan open kelas, dan refleksi kolaboratif melalui siklus Plan–Do–See. Instrumen pengukuran berupa kuesioner respons guru berskala Likert empat poin dan lembar observasi open kelas yang dianalisis secara deskriptif persentase. Kegiatan diikuti 25 guru yang terbagi dalam empat kelompok bidang studi: Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa. Hasil menunjukkan bahwa 100% guru menyatakan sosialisasi Deep Learning berbasis Lesson Study sangat penting, 85,71% menyatakan model ini berdampak positif terhadap proses belajar mengajar, 100% menilai model ini membangun kolaborasi antar guru, dan 95,24% menyatakan antusias untuk melaksanakan open kelas. Disimpulkan bahwa model kolaboratif Deep Learning berbasis Lesson Study efektif meningkatkan profesionalisme guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran inovatif di era digital.
Kecemasan Matematis dan Prokrastinasi Akademik: Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Mahasiswa Mohamad Salam
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 13 NOMOR 1 JUNI 2026
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.vi.20629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan dan prokrastinasi mahasiswa, serta menganalisis pengaruh keduanya terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Halu Oleo kelas A yang mengontrak Matakuliah Kalkulus Diferensial pada tahun akademik 2024/2025, berjumlah 46 orang. Instrumen penelitian meliputi angket kecemasan dan prokrastinasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta tes kemampuan pemahaman konsep matematis. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda yang didahului uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, dan linearitas). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kecemasan dan prokrastinasi mahasiswa berada pada kategori sedang, sedangkan kemampuan pemahaman konsep matematis berada pada kategori rendah; (2) Kecemasan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis (t = −3,764; p < 0,05); (3) Prokrastinasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis (t = −7,537; p < 0,05); (4) Kecemasan dan prokrastinasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis (F = 44,464; p < 0,05; R² = 0,674). Temuan ini mengimplikasikan pentingnya strategi pembelajaran yang dapat mereduksi kecemasan dan prokrastinasi mahasiswa secara bersamaan.
M MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN COMPUTATIONAL THINKING ANAK MELALUI PERMAINAN MATEMATIKA DAN PERMAINAN TRADISIONAL Mohamad Salam; La Misu; Jafar Jafar; Saleh Saleh; Awaludin Awaludin; Wa Ode Indrawati; Hartina Pratiwi La Mela; Sitti Nur Astuti S; Risman Alifin
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 03 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjudul "Mengembangkan Kemampuan Computational Thinking Anak Melalui Permainan Matematika dan Permainan Tradisional". Kegiatan ini dilaksanakan di Komunitas Kawan Inspirasi Kendari, Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah anak-anak di komunitas tersebut belum mengenal konsep Computational Thinking (CT) serta belum pernah diperkenalkan permainan matematika dan permainan tradisional. Metode kegiatan berupa pengajaran, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan ini mengusung konsep "Taman Matematika Siswa" dengan lima jenis permainan, yaitu: (1) Keng-Keng Sorong, (2) Permainan Boy, (3) Kuartet Matematika, (4) DOMIKA (Domino Matematika), dan (5) Karambol Matematika. Setiap permainan dirancang mengintegrasikan fondasi CT: dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Kegiatan diikuti oleh 44 peserta dari jenjang SD dan SMP. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan CT anak-anak, yang terlihat dari kemampuan mereka berpikir sistematis, mengenali pola permainan, dan menyusun strategi. Luaran kegiatan berupa modul ajar, video pembelajaran, dan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi.
P PENGGUNAAN MEDIA KREATIF DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA DESA WAWATU La Ndia La Ndia; Kodirun Kodirun; Mustamin Anggo; Zamsir Zamsir; La Masi; Arvyaty Arvyaty; Hasnawati Hasnawati; Rahmad Prajono; La Misu La Misu; Mohamad Salam; Wa Ode Indrawati
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 03 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjudul "Penggunaan Media Kreatif dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa Desa Wawatu". Kegiatan dilaksanakan di Komunitas Belajar Sultra Island Care (SIC) Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah: (1) anak-anak belum mahir tentang konsep literasi dan numerasi matematika, dan (2) anak-anak belum pernah diperkenalkan Media Kreatif matematika. Metode kegiatan berupa pengajaran, pendampingan, dan pembimbingan dengan mengusung konsep "Play With Math: Serunya Belajar Matematika" melalui enam jenis Media Kreatif: Mathqurium, Gastik Bilangan, Congklak Kali Bagi, Fishing for Count, Tebak Kata dan Gambar, dan Ultimath. Kegiatan diikuti oleh 51 peserta dari jenjang PAUD hingga SMP. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi dan numerasi anak-anak.