Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Studi Komparasi Hasil Pemijahan Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio) Menggunakan Metode Alami, Semi Buatan dan Buatan Ardana Kurniaji; Ihwan Ihwan; Diana Putri Renitasari; Siti Aisyah Saridu; Zainal Usman; Syafitrah Rahman
Intek Akuakultur Vol. 6 No. 2 (2022): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.791 KB) | DOI: 10.31629/intek.v6i2.4653

Abstract

Common carp (Cyprinus carpio) has become the option of aquaculture commodities which are generally found in farmers. This study aimed to evaluate the comparison of different breeding methods between natural, semi-artificial and artificial to the production of seed. The research methods included water and tank preparation, broodstock management, breeding activity, hatching eggs, rearing 7 days of larvae, nursery up to 30 days and harvesting. The results showed that there was a decrease in the weight of female fish after breeding with a percentage of 11,27% naturally, 6,11% semi artificially, and 5,7% artificially. The fecundity of the broodstock produced differed between treatments, namely by natural spawning 128,000 eggs, semi-artificial 68,034 eggs and artificially 24,537 eggs. Fertilization rate of fish obtained from natural breeding was 72%, semi-artificial 89% and artificial 81%. The hatching rate of fish obtained from natural breeding was 56%, semi-artificial was 79% and artificial was 63%. The survival rate of larvae was 90% from natural breeding broodstock, 75% from semi artificial breeding broodstock and 70% from artificial breeding broodstock. Seed survival rate was 15% from natural breeding broodstock, 12% from semi artificial breeding broodstock and 7% from artificial breeding broodstock. The weight absolute growth rate of seeds was 0.37 g with a length of 3.7 cm from natural breeding, 0.43 g with a length of 3.1 cm from a semi-artificial breeding and 0.25 g with a length of 2.5 cm from an artificial breeding. During the research, it was found that the water quality was still at optimal levels for common carp growth.
Gejala Klinis Dan Perubahan Tingkah Laku Ikan Mas (Cyprinus carpio) yang Terinfeksi Koi Herpesvirus (KHV) Ardana Kurniaji; Diana Putri Renitasari; Yunarty Yunarty; Anton Anton
Jurnal Salamata Vol 3, No 1 (2021): Juni
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.317 KB) | DOI: 10.15578/salamata.v3i1.11258

Abstract

Ikan mas merupakan komoditas penting air tawar yang banyak dibudidayakan diberbagai lapisan masyarakat. Salah satu penyakit ikan mas yang sering dijumpai dalam kegiatan budidaya adalah Koi Herpesvirus (KHV). Pengetahuan terhadap perubahan morfologi dan tingkah laku dari ikan yang terinfeksi KHV sangat penting untuk mencegah kerugian kegiatan budidaya sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati gejala klinis ikan mas yang diinfeksi KHV skala laboratorium. Pengamatan gejala klinis ikan yang terinfeksi KHV diamati setiap jam selama 7-14 hari setelah infeksi. Pengamatan dilakukan pada perubahan morfologi (clinical signs) dan tingkah laku ikan (behaviour signs). Konfirmasi kematian ikan mas akibat KHV dilakukan dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Hasil penelitian menujukkan bahwa perubahan morfologi (clinical signs) ikan terinfeksi KHV berupa nekrosis pada insang, geripis pada bagian sirip caudal, terdapat luka (ulcer) pada operculum, pendarahan (septicemia) pada bagian pinggir (operculum) dan mulut, serta mata cekung ke dalam dan memutih. Adapun perubahan tingkah laku berupa ikan tampak lemas, nafsu makan menurun, berenang tidak stabil, posisi ikan miring di dasar wadah, selalu berada disudut wadah, sering ke permukaan atau titik aerasi, berenang tidak teratur (posisi kepala diatas dan caudal pada bagian bawah), sirip dorsal menutup dan pergerakan mulut lebih cepat. Hasil konfrimasi PCR menunjukkan bahwa ikan yang menujukkan gejala klinis dan mati disebabkan KHV. Munculnya gejala klinis menjadi indikator untuk segera memberikan treatment mencegah kematian ikan.
Uji Tantang Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Dengan Bakteri Vibrio harveyi yang Dipelihara Bersama Rumput Laut (Gracilaria verrucosa) Yunarty Yunarty; Anton Anton; Ardana Kurniaji
Jurnal Salamata Vol 2, No 1 (2020): Juni
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.503 KB) | DOI: 10.15578/salamata.v2i1.11254

Abstract

Intensifikasi teknologi budidaya udang vaname memicu timbulnya berbagai jenis penyakit. Salah satu jenis penyakit yang sering ditemukan adalah vibriosis yang disebabkan oleh bakteri Vibrio harveyi. Polikultur udang vaname dan rumput laut (G. verrucosa) diketahui memiliki potensi dalam meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan udang vaname. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil uji tantang udang vaname dengan bakteri V. harveyi yang dipelihara bersama rumput laut (G. verrucosa). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan penelitian yakni penggunaan rumput laut dengan jumlah berbeda 400 gram/100 l air (P4), 800 g/100 l air (P8) dan kontrol (K) atau tanpa pemberian rumput laut. Variabel yang diamati berupa laju kematian udang vaname selama 10 hari uji tantang dan relative percent survival (RPS). Injeksi bakteri dilakukan pada segmen ketiga abdomen udang dengan konsentrasi bakteri 106CFU/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian udang yang dipelihara tanpa rumput laut terjadi lebih awal dibandingkan dengan udang yang dipelihara dengan rumput laut yakni hari ke-4 dan hari ke-6 pasca infeksi. Kematian udang pada kontrol terus terjadi hingga hari ke-9, sedangkan kematian udang pada P8 hanya terjadi hingga hari ke-8 pasca infeksi. RPS pada semua perlakuan tidak berbeda siginfikan yakni P4 adalah 33.3% dan P8 adalah 41.7%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa polikultur rumput laut (G. verrucosa) dan udang vaname berpotensi dalam proteksi udang vaname terhadap infeksi bakteri V. harveyi.
Derajat Pembuahan dan Penetasan Telur, Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Kakap (Lates calcarifer) Supryady Supryady; Ardana Kurniaji; Muhammad Syahrir; Budiyati Budiyati; Nurul Hikmah
Jurnal Salamata Vol 3, No 1 (2021): Juni
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.584 KB) | DOI: 10.15578/salamata.v3i1.11257

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan ikan dari kelompok keluarga Latidae yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan sangat diminati oleh masyarakat lokal maupun masyrakat luar negeri. Tahapan penelitian meliputi persiapan bak penetasan dan pemeliharaan larva, penebaran telur, manajemen pakan, manajemen kualitas air, monitoring dan pencegahan penyakit, monitoring pertumbuhan larva, grading, dan pemanenan. Untuk melakukan pengecekan kualitas air, hal yang harus dilakukan yaitu menyiapkan peralatan yang akan digunakan, mengukur parameter kualitas air, dan melakukan penyiponan dan pergantian air. Dalam pemberian pakan pemeliharaan larva, pakan yang digunakan berupa kuning telur, pakan cair (LHF), dan pakan otohime (pakan bubuk). Hasil dari data analisis kuantitatif yaitu, FR yang diperoleh adalah 80%, HR untuk bak 1 yaitu 57% dan HR bak 2 yaitu 65%, SR 43%, ukuran panjang 1,15 – 1,2 cm dan berat 0,0236 – 0,0427 Kg. Adapun hasil pengukuran kualitas air menunjukkan parameter yang berada pada kisaran optimal untuk pertumbuhan ikan.
GROWTH AND FEED CONVERSION RATIO OF OREOCROMIS NILOTICUS FEEDED MAGGOT AND NATURAL INGREDIENTS IN CULTIVATION BASED ON BUDIKDAMRUM TECHNOLOGY Budiyati Budiyati; Ardana Kurniaji; Diana Putri Renitasari; Yunarty Yunarty; Anton Anton
Aurelia Journal Vol 5, No 1 (2023): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v5i1.11475

Abstract

Tilapia fish Oreochromis niloticus is one type of freshwater fish that is widely cultivated by farmers. Cultivation of tilapia in drums (budikdamrum) has the potential to be carried out on limited land by feeding maggot. This research was conducted to evaluate the feeding of maggot (Hermetia illucens) combined with natural ingredients on the growth and feed conversion ratio of tilapia based on budikdamrum technology. The study was carried out with 2 treatments, namely DP (fish fed with maggot 10 g/day + natural ingredients in the form of Moringa leaf flour (Moringa oleifera), garlic flour (Allium sativum), tapioca flour), and DK (fish fed pellets of 10% biomass/day without natural ingredients). Kale plants were grown in 5 cups filled with foam and activated carbon mounted on the top of the drum. Fish were kept for 25 days, and sampling was done every 3 days. The results showed that the growth of tilapia in DK was higher than DP (P<0.05). Specific growth of fish weight 6.01±0.13 – 7.13±0.04% and length 1.90±0.06 – 2.42±0.32 cm. absolute growth of fish weight 4.67±0.03 – 6.62±0.89 g and length 2.85±0.10 – 3.73±0.44 cm. The feed conversion ratio did not show any difference between DP and DK (P>0.05), namely 1.26±0.08 – 1.38±0.19. The survival rate of tilapia treated with DP was higher than DK (P<0.05) with a range of 89±4.90 - 98±2.83%. The water quality obtained in this study was included in the category of requirements for tilapia cultivation. The application of the budikdamrum technology is recommended for rearing tilapia with maggot feed as additional feed mixed with natural ingredients.
Penggunaan Daun Sente (Alocasia macrosrhitia) Sebagai Pakan Tambahan pada Pembenihan Ikan Gurami (Osphronemus goramy Lac.) dengan Kepadatan Telur yang Berbeda Zainal Usman; Ardana Kurniaji; Yunarty Yunarty; Supryady Supryady; Diana Putri Renitasari; Karina Prisilia
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v18i1.8337

Abstract

Kendala utama yang ditemukan dalam budidaya ikan gurami adalah pertumbuhan yang lambat baik pada pemeliharaan benih maupun pembesaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh pemberian pakan tambahan berupa daun sente pada kinerja reproduksi dan pertumbuhan larva ikan gurami. Metode penelitian meliputi persiapan bak, pengelolaan induk, pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva. Pemberian daun sente dilakukan pada tahap pengelolaan induk. Telur yang dihasilkan kemudian ditebar pada akuarium dengan kepadatan berbeda 7 butir/L (P-A), 16 butir/L (P-B), 20 butir/L (P-C). Hasil penelitian menunjukkan induk yang diberi pakan tambahan daun sente memiliki fekunditas sebanyak 1.106 butir telur, FR 96% (P-A), 95% (P-B) dan 92% (P-C). HR diperoleh 82% (P-A), 83% (P-B) dan 83% (P-C). SR yang dihasilkan dari induk ikan gurami 85% (P-A), 83% (P-B) dan 80% (P-C). SGR yang dihasilkan adalah 4,93% (P-A), 4,27% (P-B) dan 3,86% (P-C). Daun sente dapat dijadikan sebagai pakan tambahan untuk induk ikan gurami.
Pertumbuhan Larva Ikan Bandeng (Chanos chanos) yang Diberikan Pakan Alami Brachionus Plicatillis dan Chlorella sp. Supryady Supryady; Ardana Kurniaji; Eudry Deasty
Jurnal Salamata Vol 4, No 1 (2022): Juni
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v4i1.12917

Abstract

Analisis Usaha Kegiatan Pembenihan Udang Vaname di PT. Kawan Kita Kultur Persada Supryady Supryady; Ardana Kurniaji; Ihwan Ihwan; Diana Putri Renitasari; Nursakinah Nursakinah
Jurnal Salamata Vol 5, No 1 (2023): Juni
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v5i1.12783

Abstract

Peningkatan produksi dalam upaya memenuhi permintaan pasar ekspor berdampak pada peningkatan permintaan benih udang vaname. Benih udang dari alam hanya dapat memenuhi 20% dari total kebutuhan tambak udang, sedangkan kekurangan 80% diharapkan dari produksi benih pada kegiatan pembenihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek ekonomi dari kegiatan pembenihan udang vaname. Tempat penelitian dilakukan di PT. Kawan Kita Kultur Persada, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Metode penelitian dilakukan dengan observasi langsung di perusahaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan persamaan untuk menghitung pendapatan, laba, titik impas (BEP), R/C ratio dan payback period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha investasi yang digunakan sebesar Rp 2.666.905.000 dengan biaya tetap per siklus sebesar Rp 204.353.899, biaya variabel per siklus sebesar Rp 85.367.125. Total pendapatan per siklus Rp 783.890.000, total pendapatan per tahun Rp 3.135.560.000, laba per siklus adalah Rp 494.168.976, laba per tahunan Rp 1.976.675.904, BEP produksi 8.697.719 ekor dan BEP harga Rp 325.529.240,44, R/C rasio 2,7 dan payback period 5,9 siklus. Kajian ini menunjukkan bahwa kegiatan pembenihan udang vaname di lokasi tersebut layak untuk dikembangkan.
PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN LIPID MIKROALGA Tetraselmis chuii (Butcher, 1959) PADA pH YANG BERBEDA Akbar, Muhammad; Iba, Wa; Muskita, Wellem H.; Kurniaji, Ardana
Media Akuakultur Vol 18, No 2 (2023): Desember, 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.18.2.2023.65-73

Abstract

Mikroalga telah menjadi pakan alami yang penting dalam pembenihan komoditas akuakultur dan pertumbuhannya dipengaruhi kualitas air seperti suhu, salinitas dan pH. Penurunan pH air laut mempengaruhi pertumbuhan dan kandungan lipid mikroalga. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pH yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kandungan lipid mikroalga T. chuii. Desain penelitian yaitu rancangan acak lengkap menggunakan empat perlakuan dengan tiga ulangan. Empat jenis perlakuan berdasarkan variasi PH (6.5, 7, 7.5, 8 dan pH alami 7.8) selama 7 hari kultivasi. Kepadatan awal dari bibit mikroalga T. chuii adalah 5x104 sel.ml-1 dikultur dalam 15 erlenmeyer dengan volume 250 ml. Pengontrolan pH selama penelitian dilakukan setiap dua kali sehari mulai hari ke-0 sampai hari ke-7 menggunakan pH meter. Variabel yang diamati adalah kepadatan sel, laju pertumbuhan spesifik, produktivitas biomassa dan kandungan lipid. Ekstraksi dan analisis lipid mengacu pada metode Bligh dan Dyer dengan modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pH mempengaruhi kepadatan sel. Kepadatan sel akhir tertinggi didapatkan pada T. chuii yang dikultur pada pH 7 dan 6.5. variasi pH juga memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik, produktivitas biomassa dan kandungan lipid mikroalga T. chui. Penurunan pH sampai 6.5 dan 7 melambatkan onset fase eksponsial pada T. chuii. Penelitian ini menunjukkan bahwa pH 7 dan 8 merupakan pH yang optimal untuk pertumbuhan T. chuii. Produksi lipid T. chuii dalam berbagai variasi pH masih rendah berkisar 0.8-1.1%.Microalgae is an important live feed in aquaculture hatchery and their growth and nutritional content depend on water quality such as temperature, salinity, and pH. Decreasing pH as a result of ocean acidification has been affected growth and lipid content of microalgae. This study aimed to determine the effect of decreasing pH on the growth and lipid content of microalgae T. chuii. This study was designed in a completely randomized design (CRD) with four treatments and three replications. Four treatments were given based on variations in pH (6.5, 7, 7.5, 8 and pH Control 7.8) for 7 days of cultivation. The initial density of T. chuii used was 5 x 104 cells.ml-1 cultured in 15 of 250 ml Erlenmeyer flasks. Measurement of pH during the study was done twice a day using a pH meter. The variables observed in this study were cells density, specific growth rate, biomass productivity and lipid. Extraction and analysis of lipids using modified Bligh and Dyer method. The study showed that pH variation affected final cells density of T. chuii. The highest final cell density was found in T. chuii cultured at pH 7 and 6.5. Also, variations in pH significantly affected specific growth rate, biomass productivity and lipid content of T. chuii. Lowering the pH to 6.5 and 7 slowed the onset of the exponential phase in T. chuii. This study showed that pH 7 and 8 were optimal for the growth of T. chuii cultured in 12 media. The production of lipids in T. chuii at various pH variations was still low, ranging from 0.8-1.1%.
Derajat Penetasan Telur Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Diinkubasi dengan Kepadatan Berbeda Menggunakan Inkubator Sederhana (Zoug Jar) Anton, Anton; Kurniaji, Ardana; Rahmina, Rahmina
Jurnal Salamata Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v6i1.13552

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas budidaya air tawar yang bernilai ekonomis penting. Salah satu kendala dalam penyediaan benih adalah rendahnya derajat penetasan telur. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan derajat penetasan telur adalah penggunaan inkubator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji derajat penetasan telur ikan nila yang diinkubasi dengan kepadatan berbeda menggunakan incubator sederhana. Jumlah telur diatur berbeda pada tiap incubator sebagai perlakuan pada penelitian ini. Inkubator A (IA) berisi 2.700 butir/L dan incubator B (IB) berisi 2.600 butir/L (tanpa ulangan). Tahapan penelitian meliputi persiapan tandon air, pembuatan inkubator, pemijahan ikan nila, pemanenan telur, inkubasi penetasan telur, sampling kualitas air dan perhitungan larva. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan hasil interpretasi dibandingkan dengan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat penetasan yang diperoleh yakni 88,3% I-A dan 87,7% I-B. Jumlah telur yang mentas pada I-A adalah 2385 butir dan yang tidak menetas adalah 315 butir. Jumlah telur yang menetas pada I-B adalah 2270 butir dan tidak menetas adalah 330 butir. Kualitas air yang diperoleh yakni debit air 0,2 L/detik, pH 6,5-6,6, DO 5-6,7 ppm dan suhu 28-30oC. Berat induk sebelum pengambilan telur adalah 259,67±50,74 dan setelah pengambilan telur adalah 257,83±50,08, sehingga berat telur 1,83±0,98 gram dengan jumlah 900,83±215,77 butir. Penggunaan incubator pada penelitian ini direkomendasikan untuk meningkatkan derajat penetasan telur.
Co-Authors Aisyah Saridu, Siti Alauddin, Muhammad Hery Riyadi Amalia, Ayu Rizki Andi Sulistiawati Andika Ramadani Ani Leilani Anja Meryandini Anja Meryandini Anton Anton Anton Anton Anton Anton Anton Anton Anton Anton Awaluddin, Muhammad Iswan Budiyati Budiyati Budiyati Budiyati Budiyati Budiyati Budiyati Budiyati, Budiyati Dendi Hidayatullah Diana Putri Renitasari Diana Putri Renitasari Diana Putri Renitasari Diana Renitasari Dinamella Wahjuningrum Eriyanti Wahid Eriyanti Wahid Eriyanti Wahid Esti Handayani Hardi Eudry Deasty Fanggi Fanggi Fanggi Fanggi Fanggi, Fanggi Hanafi, Maula Arif Rosyidi Hardianto, Toto Heni Pujiastuti Iba, Wa Ihwan Ihwan Ihwan Ihwan Ihwan Ihwan IIN SITI DJUNAIDAH Irzal Effendi Karina Prisilia Kristomy Rama Kusuma, Ni Putu Dian Lideman Zawawi Maula Arif Rosyidi Hanafi Muhammad Hery Riyadi Alauddin Muhammad Idris Muhammad Iswan Awaluddin Muhammad Rasnijal Muhammad Resa Muhammad Subhan Hamka Muhammad Syahrir Muhammad Syahrir Muliani Muliani, Muliani Mulyono, Mugi Najli, Najli Normayanti, Novi Nursakinah Nursakinah Nurul Hikmah Prama, Ega Aditya Putri Renitasari, Diana Rahardjo, Sinung Rahma Mulyani Rahmat Hidayat Rahmat Hidayat Rahmina Rahmina Rahmina, Rahmina Ramadani, Andika Rasnijal, Muhammad Regan, Yip renitasari, diana Renitasari, Diana Putri Ridwan, Ridwan Risman Risman RR. Ella Evrita Hestiandari Saputra, Henry Kasmanhadi Saridu, Siti Aisyah Sektiana, Sinar Pagi Siti Aisyah Saridu Siti Aisyah Saridu Siti Aisyah Saridu Sri Nuryati Suhermanto, Achmad Sukenda Sukenda Supryady Supryady Supryady Supryady Supryady Supryady Supryady, Supryady Syafitrah Rahman Wahid, Eriyanti Wellem H. Muskita WIDANARNI WIDANARNI Yip Regan Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty, Yunarty Zainal Usman Zainal Usman Zainal Usman Zawawi, Lideman Zulhelmi, Arif