Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pertumbuhan dan Rasio Konversi Pakan Udang Vaname yang Dipelihara pada Sistem Bioflok Menggunakan Ampas Tebu (Saccharum officinarum Linn.) Sebagai Sumber Karbon Anton, Anton; Alauddin, Muhammad Hery Riyadi; Yunarty, Yunarty; Renitasari, Diana Putri; Hardianto, Toto; Kurniaji, Ardana
Jurnal Salamata Vol 6, No 2 (2024): Desember
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v6i2.14071

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) adalah salah satu komoditas budidaya perikanan yang bernilai ekonomistinggi. Pengembangan budidaya udang vaname saat ini mengarah pada intensifikasi dengan sistem bioflok.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan ampas tebu sebagai sumber karbon terhadappertumbuhan dan rasio konversi pakan (RKP) udang vaname. Penelitian menggunakan tiga perlakuan dan tigaulangan yakni aplikasi ampas tebu sebagai sumber karbon bioflok (AmpT), aplikasi tepung terigu sebagaisumber karbon bioflok (TpgT) dan kontrol tanpa bioflok (Kontrol). Ampas tebu diperoleh dari perusahaan pabrikgula di Kabupaten Bone. Tepung ampas tebu dipreparasi dengan oven 60oC dan digiling dengan mesin penepung.Udang vaname berukuran 18 g/ekor diperoleh dari Tambak Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone. Pemeliharaandengan sistem bioflok dilakukan selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ampas tebusebagai sumber karbon dapat meningkatkan laju pertumbuhan spesifik (LPS) sebesar 0,57±0,01% (AmpT)dibandingkan kontrol 0,33±0,14%. LPS tertinggi diamati pada perlakuan tepung terigu yakni 1,39±0,51% (TpgT).Aplikasi ampas tebu juga dapat menghasilkan RKP lebih rendah yakni 1,36±0,06 (AmpT) dibandingkan kontrol1,69±0,08. Penelitian ini menunjukkan potensi ampas tebu digunakan sebagai sumber karbon pada budidayaudang vaname berbasis sistem bioflok.
APLIKASI BERBAGAI JENIS PROBIOTIK DAN IMUNOSTIMULAN KOMERSIAL PADA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SECARA INTENSIF DI TAMBAK PLASTIK Usman, Zainal; Kurniaji, Ardana; Anton, Anton; Yunarty, Yunarty; Supryady, Supryady; Hamka, Muhammad Subhan; Saputra, Henry Kasmanhadi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v7i2.1235

Abstract

Penelitian ini merupakan aplikasi berbagai jenis probiotik dan imunostimulan komersial pada budidaya udang vaname secara intensif menggunakan tambak plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kombinasi penggunaan berbagai jenis probiotik komersial terhadap performa produksi udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang dipelihara secara intensif di tambak plastik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif mengamati beberapa parameter pertumbuhan, produksi dan kualitas air. Tambak yang digunakan adalah tambak plastic HDPE dengan ukuran 1.275 m2 yang dipasang instalasi listrik dan kincir. Udang dipelihara selama 107 hari dengan pemberian pakan secara terprogram berdasarkan feeding rate dengan kepadatan 145 ekor/m2. Pemberian probiotik berupa Super NB™, Biklin™, Vanna Pro™ dan imunostimulan Pond Guard™, dan Vitamin C™ dilakukan secara terjadwal baik dosis dan frekuensi pemberian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udang yang dipelihara dengan pemberian probiotik dan imunostimulan memperoleh ABW akhir 25,64 g/ekor, ADG 0,32 g/hari, biomassa akhir 3,995 Kg, produktivitas 31,33 Ton/Ha, SR 94,34% dengan jumlah pakan yang digunakan 6.027 Kg dan menghasilkan FCR 1,50, efisiensi pakan 66,28%. Populasi bakteri Vibrio sp. yang ditemukan berkisar antara 1,8×102-5,9×103 CFU/mL. Beberapa jenis hama ditemukan yakni kepiting, ikan glodok, burung dan teritip. Kualitas air selama pemeliharaan masih dalam kategori optimal untuk pertumbuhan. Pemberian probiotik dan imunostimulan berpotensi untuk meningkatkan produktivitas budidaya udang vaname di tambak plastik
PERFORMA PERTUMBUHAN DAN KUALITAS AIR PADA PENDEDERAN LOBSTER PASIR Panulirus homarus YANG DIPELIHARA DENGAN SISTEM RESIRKULASI Prama, Ega Aditya; Kurniaji, Ardana
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v14i2.37116

Abstract

Ketersediaan benih yang berukuran sama pada budidaya lobster pasir Panulirus homarus menjadi salah satu kendala. Pendederan dengan sistem resirkulasi merupakan teknologi alternatif yang dapat digunakan untuk menyeragamkan ukuran benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa pertumbuhan dan kualitas air pada lobster P. homarus yang dipelihara dengan menggunakan sistem resirkulasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan 4 perlakuan dan 2 ulangan yakni bak kontrol (K) menggunakan sistem flow trough, bak perlakuan (SK) dilengkapi skimmer, bak perlakuan (F) dilengkapi dengan trickle filter, bak perlakuan (SKF) dilengkapi kombinasi skimmer dan trickle filter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan harian (LPH) dan FCR tidak berbeda nyata pada semua perlakuan (P>0,05). Bobot tertinggi diperoleh dari kontrol 1,09 g dan panjang tertinggi pada perlakuan SK yakni 3,58±0,09 cm. Suhu relatif stabil pada 25,6-27,1oC, DO 4,6–6,3 mg/L, salinitas 33,4–37,4 ppt, TDS 33,5-36,9 mg/L, pH 7,6-7,9, kadar nitrit (NO2) berkisar antara 0,03–4,1 mg/L. Nilai nitrat (NO3) selama penelitian berkisar antara 0,9–15,5 mg/L. Nilai amonia (NH3) selama penelitian berkisar antara 0,001–0,049 mg/L. Sistem filtrasi (skimmer dan trickle filter) mampu menyediakan kualitas air yang optimal untuk pertumbuhan lobster pasir.
GROWTH OF Thalassiosira sp AND Chaetoceros sp. IN SCALE OF LABORATORY, INTERMEDIATE AND MASSAL Kurniaji, Ardana; Wahid, Eriyanti; Regan, Yip; Rasnijal, Muhammad; Normayanti, Novi
Aurelia Journal Vol 7, No 2 (2025): October
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v7i2.15093

Abstract

The availability of high-quality live feeds, such as Thalassiosira sp. and Chaetoceros sp., is a critical factor for the success of shrimp aquaculture; however, it is often constrained by fluctuations in growth performance and cell density at different production scales. This study aimed to identify the growth of Thalassiosira sp. and Chaetoceros sp. at laboratory, intermediate, and mass scales. The research was conducted using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) with two treatments and three replications. The treatments were different microalgae species cultured at different production scales and compared. Cell density data and growth phases were analyzed statistically using SPSS. The results showed that Chaetoceros sp. had higher growth compared to Thalassiosira sp. The cell density range of Chaetoceros sp. was 1.1×10⁷ - 5.0×10⁷ cells/mL, while Thalassiosira sp. was 1.7×10⁶ - 5.2×10⁶ cells/mL. The growth rate of Chaetoceros sp. also reached the peak of the exponential phase faster at Day of Culture (DOC) 4 compared to Thalassiosira sp., which peaked at DOC 5. Water quality during the study across all production scales showed an optimal range for the growth of both microalgae species.
EFEKTIVITAS EKSTRAK SEDUH BATANG PISANG AMBON Musa paradisiaca TERHADAP Argulus sp. PADA IKAN MAS KOKI Carassius auratus Nuryati, Sri; Widanarni, Widanarni; Yulianti, Susy Anisa; Kurniaji, Ardana
Media Akuakultur Vol 20, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.20.2.2025.71-79

Abstract

Argulus sp. merupakan patogen utama yang menyebabkan luka pada inang yang akan diikuti infeksi sekunder. Ekstrak seduh batang pisang ambon mengandung saponin, tanin, flavonoid dan immunostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi penggunaan ekstrak seduh batang pisang ambon yang tepat sebagai upaya pengobatan infeksi Argulus sp. pada ikan mas koki (Carassius auratus) dengan teknik perendaman. Ikan mas koki yang digunakan dalam penelitian ini berukuran panjang 6,06±0,70 cm dengan bobot 8,13±1,80 g. Ikan direndam dalam air yang mengandung ekstrak seduh batang pisang ambon dengan dosis berbeda yaitu 500 mg/L, 1.000 mg/L, dan 1.500 mg/L selama 1 jam. Kontrol positif adalah ikan yang tidak diberikan ekstrak. Uji tantang dilakukan dengan perendaman parasit Argulus sp. sebanyak 5 ekor parasit setiap ekor ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dosis yang digunakan tidak menyebabkan kematian pada uji toksisitas dan mampu menurunkan prevalensi serta intensitas parasit pada ikan. Perlakuan dosis 1.500 mg/L memberikan kelangsungan hidup ikan mas koki tertinggi pasca uji tantang sebesar 100%. Pemberian ekstrak mampu mengembalikan kesehatan ikan pasca pengobatan ditandai dengan ikan yang bergerak aktif dan peningkatan konsumsi pakan. Perlakuan dosis 1.500 mg/L adalah dosis terbaik yang digunakan untuk mengendalikan infeksi Argulus sp. pada ikan koki.
PERAN PROBIOTIK Bacillus megaterium PTB 1.4 DAN Pediococcus pentosaceus E2211 DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KONSUMSI PAKAN IKAN LELE (Clarias sp.) Muhammad Subhan Hamka; Anja Meryandini; Widanarni Widanarni; La Ode Wahidin; Ardana Kurniaji
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2021
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Probiotik telah menjadi kebutuhan dalam kegiatan akuakultur karena peranannya yang penting dalam meningkatkan produksi. Bakteri probiotik B. megaterium PTB 1.4 dan P. pentosaceus E2211 diketahui dapat meningkatkan pertumbuhan dan konsumsi pakan pada ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian kombinasi bakteri B. megaterium PTB 1.4 dan P. pentosaceus E2211 sebagai probiotik untuk pada pertumbuhan dan konsumsi pakan. Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan lele (Clarias sp.) dan bakteri B. megaterium PTB 1.4 dan P. pentosaceus E2211 dengan dosis 0.5% pada masing-masing bakteri. Probiotik diberikan melalui pencampuran pakan dan diberikan tiga kali sehari secara satiasi selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan lele yang diberikan probiotik menunjukkan tingkat kelangsungan hidup 97.78± 3.85%, laju pertumbuhan harian 5.11±0.05 g/hari, jumlah konsumsi pakan 520.47±0.13 g dan rasio konversi pakan 0.66±0.02. Populasi total bakteri pada saluran pencernaan 8.4±0.01 Log-CFU mL-1, bakteri asam laktat 7,77±0.005 Log CFU mL-1, 6,32±0.008 Log CFU mL-1 untuk bakteri B. megaterium PTB 1.4 dan 6,2±0.014 log-CFU mL-1 untuk bakteri P. pentosaceus E2211. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa pemberian bakteri B. megaterium PTB 1.4 dan P. pentosaceus E2211 sebagai probiotik dapat memberikan efek baik pada pertumbuhan dan konsumsi pakan ikan lele.
IDENTIFICATION OF FUNGAL INFECTION IN KISSING GOURAMI (Helostoma temminckii) CULTURED IN SERUYAN REGENCY, CENTRAL KALIMANTAN, INDONESIA Bagus Ansani Takwin; Mazlan Mazlan; Gabriella Augustine Suleman; Yunarty Yunarty; Ardana Kurniaji
Media Akuakultur Vol 21, No 1 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ma.21.1.2026.9-16

Abstract

The kissing gourami (Helostoma temminckii) is an economically valuable freshwater fish species with increasing potential for aquaculture development. However, fungal infection remains an important health problem in its culture system. This study aimed to identify the fungal agent infecting cultured kissing gourami and to determine the prevalence and intensity of infection in aquaculture ponds in Seruyan Regency, Central Kalimantan, Indonesia. The study was conducted for 30 days, with fish sampling performed every five days across six observation periods. Fungal examination used mucus samples collected from the body surface, fins, and gills. The fungal agent was identified based on macroscopic and microscopic characteristics. The results showed that the fungal agent identified in infected kissing gourami was Saprolegnia sp. The prevalence of infection ranged from 0.7–6.0% , based on 150 fish examined during each sampling period. The lowest prevalence occurred on day 10, while the highest prevalence occurred on day 30. The intensity of infection ranged from 2–7 colonies/fish, indicating very low to low infection intensity. Microscopically, Saprolegnia sp. was characterized by long, branched, aseptate hyphae. Clinically, infected fish showed cotton-like white patches, fin erosion, and ulcerative lesions on the body surface. These findings indicate that Saprolegnia sp. is an opportunistic fungal pathogen in cultured kissing gourami. Therefore, routine fish health monitoring and proper water quality management are essential to minimize the risk of saprolegniasis in aquaculture ponds.
ECONOMIC FISH LANDED AT THE NUSANTARA FISHERY PORT (PPN) AWANG BAY Yunarty Yunarty; Diana Putri Renitasari; Ardana Kurniaji; Muhammad Syahrir; Muhammad Hery Riyadi Alauddin; Risman Risman; Ni Putu Dian Kusuma; Ayu Rizki Amalia
Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i1.1102

Abstract

Stocking density plays a very important role in the process of Whiteleg shrimp seeding. High stocking density in Whiteleg shrimp larvae will affect the growth and survival of the shrimp. This study aims to analyze the growth and survival of whiteleg shrimp larvae with different stocking densities. The research method used is experimental. This study consists of 1 stocking density treatment with a stocking density of 115 fish/L (treatment A) and 176 fish/L treatment (D) which is repeated 3 times. This study consists of 6 tanks with a volume of 13,000 liters. During the maintenance period, the larvae were given natural feed and artificial feed. The parameters tested were water quality (temperature, pH, DO and salinity), survival and growth parameters. Data analysis used ANOVA. The results of the study showed that the population in the form of a presentation of each larval stage of treatment A was significantly different from treatment D. Likewise, the results of the survival analysis of treatment A were significantly different from treatment B. This means that treatment A with a density of 115 fish/L had better survival compared to a density of 176 fish/L. However, the results of the analysis in treatment A were not significantly different from treatment D. This means that the stocking density does not affect the growth of post larvae. The recommendation for proper stocking density in larval maintenance to produce high survival is to use a stocking density of 115 fish/L
Co-Authors Aisyah Saridu, Siti Alauddin, Muhammad Hery Riyadi Amalia, Ayu Rizki Andi Sulistiawati Andika Ramadani Ani Leilani Anja Meryandini Anton Anton Anton Anton Anton Anton Anton Anton Anton Anton Awaluddin, Muhammad Iswan Ayu Rizki Amalia Bagus Ansani Takwin Budiyati Budiyati Budiyati Budiyati Budiyati Budiyati Budiyati Budiyati, Budiyati Dendi Hidayatullah Diana Putri Renitasari Diana Putri Renitasari Diana Putri Renitasari Diana Renitasari Dinamella Wahjuningrum Eriyanti Wahid Eriyanti Wahid Eriyanti Wahid Esti Handayani Hardi Eudry Deasty Fanggi Fanggi Fanggi Fanggi Fanggi, Fanggi Gabriella Augustine Suleman Hanafi, Maula Arif Rosyidi Hardianto, Toto Heni Pujiastuti Henry Kasmanhadi Saputra Iba, Wa Ihwan Ihwan Ihwan Ihwan Ihwan Ihwan IIN SITI DJUNAIDAH Irzal Effendi Karina Prisilia Kristomy Rama Kusuma, Ni Putu Dian La Ode Wahidin Lideman Zawawi Maula Arif Rosyidi Hanafi Mazlan Mazlan Muhammad Hery Riyadi Alauddin Muhammad Hery Riyadi Alauddin Muhammad Idris Muhammad Iswan Awaluddin Muhammad Rasnijal Muhammad Resa Muhammad Subhan Hamka Muhammad Syahrir Muhammad Syahrir Muhammad Syahrir Muliani Muliani, Muliani Mulyono, Mugi Najli, Najli Ni Putu Dian Kusuma Normayanti, Novi Nursakinah Nursakinah Nurul Hikmah Prama, Ega Aditya Putri Renitasari, Diana Rahardjo, Sinung Rahma Mulyani Rahmat Hidayat Rahmat Hidayat Rahmina Rahmina Rahmina, Rahmina Ramadani, Andika Rasnijal, Muhammad Regan, Yip renitasari, diana Renitasari, Diana Putri Ridwan, Ridwan Risman Risman Risman Risman RR. Ella Evrita Hestiandari Saridu, Siti Aisyah Sektiana, Sinar Pagi Siti Aisyah Saridu Siti Aisyah Saridu Siti Aisyah Saridu Sri Nuryati Suhermanto, Achmad Sukenda, Sukenda, Supryady Supryady Supryady Supryady Supryady Supryady Supryady, Supryady Syafitrah Rahman Wahid, Eriyanti Wellem H. Muskita WIDANARNI WIDANARNI Yip Regan Yulianti, Susy Anisa Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty Yunarty, Yunarty Zainal Usman Zainal Usman Zainal Usman Zawawi, Lideman Zulhelmi, Arif