Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Faktor Lingkungan dan Peran Orang Tua Terhadap Pemilihan Menu Makan Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Tanon Kabupaten Kediri Faramista, Sukma; Pratamaningtyas, Susanti; Rahmaningtyas, Indah; Hardjito, Koekoeh
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i2.361

Abstract

Nutrition of breastfeeding mothers is one of the success factors of exclusive breastfeeding. Breastfeeding mothers with inadequate nutrition will have an impact on milk production, resulting in exclusive breastfeeding rates in an area not reaching the standards set by the government. This study aims to determine the influence of environmental factors and the role of parents in selecting breastfeeding mothers' diets. The research design was cross-sectional, with a sample size of 134 respondents using a simple random sampling technique. The place of this study was in the Tanon Health Center Working Area which has 17 villages. Data were collected through questionnaires including the Eating Frequency Questionnaire, the Environmental Factor Questionnaire consisting of 13 questions, and the Parental Role Questionnaire consisting of 17 questions. Data processing techniques using the Contingency Correlation test with an α value of 0.05. The results of the study of environmental factors on food menu selection obtained a p-value of 0.002 Asymp. Sig (2-sided) <0.05, then H0 is rejected. The results of the analysis of the parental role factor in the selection of the breastfeeding mother's diet obtained a p-value of 0.001 Asymp. Sig (2-sided) <0.05, then H0 is rejected. So it can be concluded that there is an influence of environmental factors and the role of parents on the selection of diet of breastfeeding mothers in the Working Area of Tanon Health Center, Kediri Regency.
Interpersonal Communication or Counseling (IPC/C) Can Increase the Interest of Couples of Reproductive Age in Choosing Long-Term Contraceptive Methods: Komunikasi Interpersonal atau Konseling (KIP/K) dapat Meningkatkan Minat Pasangan Usia Subur dalam Pemilihan Jenis Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Putri, Bella Novelia; Titisari, Ira; Hardjito, Koekoeh; Rahmaningtyas, Indah
JURNAL KEBIDANAN Vol. 14 No. 1 (2025): JKDH
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35890/jkdh.v14i1.403

Abstract

Komunikasi interpersonal atau konseling (KIP/K) merupakan proses komunikasi secara tatap muka antara dua atau lebih individu, di mana pengirim dapat menyampaikan informasi secara langsung dan penerima dapat menanggapi secara langsung dan memberikan solusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh KIP/K Terhadap Minat Pasangan Usia Subur Dalam Pemilihan Jenis Metode Kontrasesi Jangka Panjang (MKJP) Di Kelurahan Betet Kota Kediri. Populasi pada penelitian ini yakni 510 PUS yang menggunakan Alat kontrasepsi non-MKJP di wilayah Kelurahan Betet dan menggunakan teknik sampling simple random sampling serta sampel sejumlah 43 PUS yang dihitung menggunakan rumus Analitik Numerik Berpasangan. Desain penelitian ini adalah pre-Eksperimental, one-group pre-test post-test design. Hasil pre-test menunjukkan 42 (97%) responden memiliki minat sedang dan 1 (2,3%) responden memiliki minat rendah. Setelah diberikan intervensi berupa KIP/K mengenai MKJP hasil posttest menunjukkan 37 (86%) responden memiliki minat sedang dan 6 (14%) memiliki minat tinggi. Penelitian ini dianalisis dengan Wilcoxxon sign rank test dan didapatkan hasil Asymp. Sig (2-tailed) 0,000 < alpha 0,05 yang menunjukkan H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa KIP/K dapat mempengaruhi minat pasangan usia subur dalam memilih metode kontrasepsi jangka panjang.
Comparison of Anxiety Levels in Pre-Sectio Caesarea Mothers with Eracs and Non-Eracs Methods: Perbandingan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Pre-Sectio Caesarea Dengan Metode Eracs Dan Non-Eracs Lisdiana, Eva; Hardjito, Koekoeh; Rahmawati, Rahajeng Siti Nur; Rahmaningtyas, Indah
JURNAL KEBIDANAN Vol. 14 No. 1 (2025): JKDH
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35890/jkdh.v14i1.405

Abstract

Kecemasan dapat terlihat pada 60-80% pasien sebelum operasi. Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) merupakan inovasi yang menyediakan sistem berbasis bukti untuk meningkatkan hasil kelahiran, pemulihan fungsional dan pengalaman pasien Sectio Caesarea (SC). Konseling dan edukasi yang diberikan sebelum ERACS dapat mempengaruhi presepsi ibu sehingga dapat mengurangi kecemasan sebelum dilakukan penghentian. Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan ibu pre-sectionio caesarea dengan metode ERACS dan non ERACS. Studi komparatif menggunakan pendekatan Cross-sectional dengan jumlah sampel 40 responden metode ERACS dan 32 responden metode non-ERACS. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Wilcoxon�mann whitney. Pada metode ERACS sebagian besar mengalami kecemasan sedang yakni sebanyak 14 orang (43,8%), sedangkan pada metode non-ERACS sebagian besar memiliki kecemasan ringan yakni 18 orang (45%). Uji statistik menunjukkan bahwa nilai ρ = ​​0,004 <α = 0,05 maka terdapat perbedaan kecemasan pada ibu pra-SC metode ERACS dan non-ERACS.
STRATEGI MENINGKATKAN KUNJUNGAN PERPUSTAKAAN DENGAN INOVASI LAYANAN TERAPI MEWARNAI DI PERPUSTAKAAN Haryadi, Pipit; Hardjito, Koekoeh; Hardiati, Wijaya
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4861

Abstract

In the fast-paced digital era, conventional libraries face significant challenges as students and information users tend to shift to more accessible digital sources, resulting in a decline in physical visits. Realizing this urgency, an innovative study was conducted to evaluate the effectiveness of the coloring therapy strategy in increasing interest in visiting the library at Poltekkes Kemenkes Malang, especially at the Lawang Campus 2 Service. Coloring therapy was chosen as a creative solution that not only offers a relaxing activity amidst academic pressure, but also has an educational element and can create a more attractive atmosphere in the library. This study used a quantitative approach with a descriptive method, involving 25 respondents who provided feedback through a questionnaire measuring five indicators of innovation: relative advantage, suitability, complexity, possibility to try, and ease of observation. The results were very encouraging; coloring therapy was very well received by respondents, with an average score reaching 81.55%, indicating a positive perception of the five indicators. Furthermore, the implementation of this strategy proved successful in significantly increasing the number of library visits, from 124 visitors before the intervention to 217 visitors after the study was conducted. This success indicates that innovations such as coloring therapy have great potential for sustainable implementation as an effective way to re-engage visitors and revitalize the library’s role as a relevant and desirable physical space. ABSTRAKDi era digital yang serba cepat, perpustakaan konvensional menghadapi tantangan signifikan karena mahasiswa dan pengguna informasi cenderung beralih ke sumber-sumber digital yang lebih mudah diakses, mengakibatkan penurunan angka kunjungan fisik. Menyadari urgensi ini, sebuah penelitian inovatif dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas strategi terapi mewarnai dalam meningkatkan minat kunjungan ke perpustakaan di Poltekkes Kemenkes Malang, khususnya di Layanan Kampus 2 Lawang. Terapi mewarnai dipilih sebagai solusi kreatif yang tidak hanya menawarkan aktivitas relaksasi di tengah tekanan akademis, tetapi juga memiliki unsur edukasi dan dapat menciptakan suasana yang lebih menarik di perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, melibatkan 25 responden yang memberikan umpan balik melalui kuesioner yang mengukur lima indikator inovasi: keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemungkinan untuk dicoba, dan kemudahan untuk diamati. Hasilnya sangat menggembirakan; terapi mewarnai diterima dengan sangat baik oleh responden, dengan skor rata-rata mencapai 81,55%, yang menunjukkan persepsi positif terhadap kelima indikator tersebut. Lebih lanjut, implementasi strategi ini terbukti berhasil mendongkrak jumlah kunjungan perpustakaan secara nyata, dari 124 pengunjung sebelum intervensi menjadi 217 pengunjung setelah penelitian dilakukan. Kesuksesan ini mengindikasikan bahwa inovasi seperti terapi mewarnai memiliki potensi besar untuk diterapkan secara berkelanjutan sebagai cara efektif untuk menarik kembali minat pengunjung dan merevitalisasi peran perpustakaan sebagai ruang fisik yang relevan dan diminati.
PENGARUH KETERLIBATAN MAHASISWA DALAM PEMBUATAN MADING 3D TERHADAP KETERAMPILAN LITERASI Hardjito, Koekoeh; Hariyadi, Pipit; Sendra, Eny
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4862

Abstract

Literacy problems in higher education impact students' ability to contribute to society after they graduate. Students who do not have adequate literacy skills will have difficulty communicating and interacting with various parties, which are important skills in the world of work. Therefore, it is important to create programs that can improve literacy skills among students. This research aims to analyze the influence of student involvement in creating three-dimensional wall magazines on literacy skills. This research employs a quantitative design, utilizing a quasi-experimental approach. This research purposefully selected two sample groups, a group of students involved in 3D media production and another group not involved in 3D media production, each consisting of 24 students. Statistical analysis uses the Mann-Whitney test. The Mann-Whitney test results yielded a p-value of 0.000, indicating a significant difference in literacy skills between the two groups. This shows that involvement in making 3D media has a strong positive influence on students' literacy skills. Overall, this research shows that student involvement in making 3D wall coverings has a significant impact on their literacy skills. By improving literacy skills, students will be better prepared to face academic and professional challenges in the future. Therefore, it is important to continue to encourage innovation in learning methods that can improve student skills holistically. ABSTRAKMasalah literasi di pendidikan tinggi  berdampak pada kemampuan mahasiswa untuk berkontribusi dalam masyarakat setelah mereka lulus. Mahasiswa yang tidak memiliki keterampilan literasi yang baik akan kesulitan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan berbagai pihak, yang merupakan keterampilan penting dalam dunia kerja. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan program-program yang dapat meningkatkan kemampuan literasi di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterlibatan mahasiswa dalam pembuatan mading tiga dimensi terhadap keterampilan literasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen.  Dalam penelitian ini, dua kelompok sampel yaitu kelompok mahasiswa yang terlibat dalam pembuatan mading 3D dan kelompok yang tidak terlibat dalam pembuatan mading 3D, masing-masing kelompok terdiri dari 24 mahasiswa dipilih secara purposive. Analisis statistik menggunakan uji Mann Whitney. Hasil uji Mann Whitney  diperoleh nilai p-value 0.000, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan dalam keterampilan literasi antara kedua kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan dalam pembuatan mading 3D memberikan pengaruh positif yang kuat terhadap keterampilan literasi mahasiswa. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pembuatan mading 3D memiliki dampak yang signifikan terhadap keterampilan literasi mereka. Dengan meningkatkan keterampilan literasi, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan akademis dan profesional di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk terus mendorong inovasi dalam metode pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa secara holistik.
PERBEDAAN MOTORIK HALUS ANAK PRA SEKOLAH USIA 48-60 BULAN SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PERMAINAN PLAYDOUGH Fatikasari, Firda Fitria Ayuni; Hardjito, Koekoeh; Indriani, Ririn
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i1.4811

Abstract

Fine motor skills involve activities that encompass precision, dexterity, visual-motor integration, and upper limb coordination. Delays in fine motor skills can impact children by making them less active, leading to emotional disturbances, difficulties in adapting to their surroundings, potentially affecting their psychosocial development, and influencing their performance both in school and outside of school. Efforts needed to help improve fine motor development in children include educational and safe play therapy, such as playdough. This study uses a Pre-Experimental Design with the model of the one-group pretest-posttest design. The population in this study consists of preschool children aged 48-60 months, totaling 41 children, with a sample of 38 respondents selected through simple random sampling. Data were collected using a Pretest-Posttest with a Fine Motor Development Assessment Instrument, and analyzed to determine the difference in values. Before being given playdough activities, the majority of respondents (65.8%) were at the beginning development level. After the playdough activities, a portion of the respondents (50%) reached the very good development category, with a significance value of P (0.000) < ? (0.05). There is a difference in fine motor development in preschool children aged 48-60 months before and after engaging in playdough activities. ABSTRAKMotorik halus merupakan kegiatan yang mencakup ketepatan, ketangkasan, integrasi visual-motorik dan koordinasi lengan atas. Keterlambatan motorik halus memberikan dampak pada anak, anak menjadi kurang aktif, gangguan emosional, sulit beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya, dapat mempengaruhi psikososial anak, dan berpengaruh pada prestasi anak di sekolah ataupun diluar sekolah. Upaya yang perlu dilakukan untuk membantu meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak adalah dengan terapi bermain yang edukatif dan aman yaitu playdough. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre Eksperimental Design dengan model desain the one group pretest postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak pra sekolah usia 48-60 bulan sejumlah 41 anak, sampel yang digunakan adalah 38 responden yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan Pretest-Posttest menggunakan Instrumen Penilaian Perkembangan Motorik Halus kemudian diolah untuk mengetahui nilai perbedaannya. sebelum diberikan permainan playdough sebagian besar responden (65,8%) pada tingkat mulai berkembang dan setelah diberikan permainan playdough sebagian responden (50%) pada tingkat kategori berkembang sangat baik dan didapatkan nilai signifikansi P value (0,000) < ? (0,05). Terdapat perbedaan perkembangan motorik halus anak pra sekolah usia 48-60 bulan sebelum dan sesudah diberikan permainan playdough.
E-LIBRARY WEEK: MERETAS JARAK, MENYENTUH ILMU DI UJUNG JARI Hardjito, Koekoeh; Haryadi, Pipit; Mashadi, Ali; Sendra, Eny; Antono, Sumy Dwi
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.5474

Abstract

ABSTRACT Indonesia's low literacy rate remains a major challenge, particularly among students and the general public. This community service program aimed to enhance digital literacy skills through a five-day initiative called E-Library Week. The program adopted a hybrid (online and offline) approach and involved librarians, the head of the library, and lecturers as facilitators. The results showed that 87.5% of participants improved their understanding of how to access and use the e-library, while 75% discovered new digital features for the first time. The formation of the WhatsApp group “Sahabat E-Library” encouraged active interaction and developed into a sustainable digital literacy community. This initiative demonstrated that digital libraries can reach users more inclusively and flexibly, while also strengthening academic collaboration. Participants also showed high enthusiasm in attending each session, especially during hands-on practice using the e-library platform. This demonstrates that digital literacy can be significantly improved through participatory and contextual approaches. Therefore, E-Library Week represents a strategic step toward bringing reading resources closer to the public and narrowing the literacy gap in the digital era. ABSTRAK Rendahnya tingkat literasi di Indonesia masih menjadi tantangan serius, terutama dalam kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi digital melalui program E-Library Week yang diselenggarakan selama lima hari. Kegiatan ini menggunakan pendekatan hybrid (online dan offline) dengan melibatkan pustakawan, kepala perpustakaan, dan dosen sebagai fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 87,5% peserta mengalami peningkatan pemahaman dalam mengakses dan menggunakan e-library, serta 75% di antaranya baru pertama kali mengetahui fitur-fitur koleksi digital tertentu. Pembentukan grup WhatsApp berhasil mendorong interaksi aktif dan menjadi komunitas literasi digital yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa perpustakaan digital mampu menjangkau pengguna secara lebih inklusif dan fleksibel, serta memperkuat kolaborasi antar unsur akademik. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi, terutama saat praktik langsung menggunakan platform e-library. Hal ini membuktikan bahwa literasi digital dapat ditingkatkan secara signifikan melalui pendekatan yang partisipatif dan kontekstual. Dengan demikian, E-Library Week menjadi salah satu langkah strategis untuk mendekatkan sumber bacaan ke masyarakat dan meretas kesenjangan literasi di era digital.
Faktor Minat Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat Pada Wanita Usia Subur Di Wilayah Puskesmas Kediri Khasanah, Uswatun; Hardjito, Koekoeh; Cahyani, Desy Dwi; Widodo, Dyah Dwi
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i1.406

Abstract

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang banyak dialami oleh wanita di Indonesia, dengan jumlah kasus mencapai 36.633, atau 9,2% dari total 396.914 kasus kanker. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kediri, tahun 2020 terdapat 9 orang yang menderita kanker serviks, sedangkan pada tahun 2019 jumlahnya tercatat 8 orang. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya angka pemeriksaan IVA pada wanita usia subur (WUS) adalah banyaknya WUS yang merasa takut dan malu untuk melakukan pemeriksaan IVA, sehingga mengurangi minat mereka untuk melakukannya. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian terdiri dari 571 Wanita Usia Subur (WUS), dengan sampel sebanyak 86 WUS yang dipilih menggunakan metode area random sampling setelah itu di simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, dan data dianalisis menggunakan Uji Chi Square dengan tingkat kesalahan p = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan minat pemeriksaan IVA pada WUS (p = 0,016 dan p = 0,003). WUS dengan pengetahuan baik dan dukungan suami memiliki minat lebih tinggi terhadap pemeriksaan IVA dibandingkan yang memiliki pengetahuan kurang baik atau tidak mendapat dukungan suami. Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan minat pemeriksaan IVA (p = 0,258). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan dukungan suami memengaruhi minat WUS untuk melakukan pemeriksaan IVA, dengan dukungan suami sebagai faktor yang paling dominan. Untuk meningkatkan partisipasi dalam pemeriksaan IVA, diperlukan edukasi yang lebih intensif bagi WUS dan melibatkan pasangan dalam program promosi kesehatan.
Hubungan Kadar Hemoglobin Terhadap Proses Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Aura Syifa Kabupaten Kediri Koen, Dorothy Carissa Aditya; Pratamaningtyas, Susanti; Rahayu, Dwi Estuning; Hardjito, Koekoeh
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i1.390

Abstract

The wound from a sectio caesarea can be at risk of infection if the healing process is compromised. Among the factors that can affect wound healing is low hemoglobin levels, which indicates the presence of anemia. This study is a quantitative observational design and prospective cohort approached. The sample was 48 respondents who were taken by consequtive sampling. Data collection was obtained from patient laboratory results and REEDA observation sheets. Data analysis was carried out using Chi Square statistical test. The results showed a p-value of 0.016 < 0.05, meaning that there is a statistical relationship hemoglobin levels and the post sectio caesarea wound healing process at Aura Syifa Hospital, Kediri Regency. It is suggested that the research site should develop procedures for monitoring hemoglobin levels in normal postpartum and post cesarean section mothers to prevent complications that can hinder the wound healing process. As well as improve education to patients about the importance of nutritional intake, especially iron and protein which aims to maintain optimal hemoglobin levels to support wound healing.
EDUKASI STATISTIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN LITERASI PENELITI PEMULA Hardjito, Koekoeh
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.5257

Abstract

ABSTRACT Statistical literacy is an essential skill for researchers, including early-career researchers. A lack of understanding of statistical concepts and applications can reduce the quality and credibility of research outcomes. This study aims to evaluate the effectiveness of statistical education in improving statistical literacy among novice researchers. A one-group pretest-posttest design was employed involving 30 final-year undergraduate students as participants. A statistical literacy test was administered before and after the educational intervention. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and paired sample t-test. The results showed that the average score increased from 63.17 (pretest) to 76.83 (posttest), with a mean difference of 13.67 points. The paired t-test revealed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference before and after the intervention. These findings suggest that structured and practical statistical education can significantly enhance the statistical literacy of early-stage researchers. Therefore, similar training programs should be widely implemented and integrated into research capacity development efforts in academic and research institutions. ABSTRAK Literasi statistik merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh peneliti, termasuk peneliti pemula. Kurangnya pemahaman terhadap konsep dan penerapan statistik dapat menurunkan kualitas penelitian yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi statistik dalam meningkatkan literasi statistik peneliti pemula. Penelitian menggunakan desain one group pretest-posttest dengan melibatkan 30 mahasiswa tingkat akhir sebagai responden. Instrumen yang digunakan adalah tes literasi statistik sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji t dua sampel berpasangan. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum intervensi sebesar 63,17 meningkat menjadi 76,83 setelah intervensi, dengan selisih rata-rata sebesar 13,67 poin. Uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara nilai sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi statistik yang terstruktur dan aplikatif dapat meningkatkan pemahaman statistik peneliti pemula secara signifikan. Oleh karena itu, pelatihan serupa perlu diterapkan secara lebih luas dan terintegrasi dalam pengembangan kapasitas penelitian di institusi pendidikan dan penelitian.
Co-Authors Alfian Helmi Ambo Dalle Annisa Arum Shinta Dewi Antono, Sumy Dwi Arianti, Anggita Putri Arief Budiono Atik Badiah Atik Badi’ah Azwarni Azwarni Baharuddin Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar Barokah, Lia Cahyani, Desy Dwi Charisma, Frizka Dian Cindea, Rienta Wahyu Dian Lutfi Rahmawati Dwi Estuning Rahayu Dwi Novitasari ERNA RAHMA YANI Evi Irianti Fajriansyah Fajriansyah Faramista, Sukma Farica Emiliana Fatikasari, Firda Fitria Ayuni Fitri Meilia Fitri Meilia Fitri Meilia Fitri Meilia FRANSISKUS SALESIUS ONGGANG Handoyo Handoyo Hardiati, Wijaya Hariyadi, Pipit Haryadi, Pipit Heru Santoso Wahito Nugroho Hery Widijanto Husna, Dina Rosidatul I Ketut Sudiantara I Putu Suiraoka ilyas - ibrahim Indah Rahmaningtyas Indah Rahmaningtyas Indriani, Ririn Ira Titisari Khasna, Imtiyaz Kartika Koen, Dorothy Carissa Aditya Koesmantoro, Hery Kundarti, Finta Isti Lapodi, Abd Rijali liawati, sisca Lisdiana, Eva Lumastari Ajeng M. Fadly Kaliky Mariana Putri Sholihah Mashadi, Ali muhammad saleh Nurwijayati, Mufalikha Lingga PIPIT HARIYADI Pius Selasa Pratamaningyas, Susanti Pusparini Dwi Arisanti Putri, Alvi Nur Puspita Putri, Bella Novelia R.E Wijayanti Rahajeng Siti Nur Rahmawati Rahardjo, Sutio Ramadana, Rima Fitri Ririn Indriani Sainuddin Sainuddin Sanglar Polnok Santosa, Budi Joko Santy Irene Putri Selvyra Eka Masturina Sendra, Eny Setiawan Setyarini, Arika Indah Shely Dinda Fatma Anggraeni Sholihah, Mariana Putri Sillehu, Sahrir Siti Asiyah Siti Asiyah Siti Fatkhur Rahmah Sri Angriani Sumy Dwi Antono Sunarto, Sunarto Suparji Suparji Supriyanti Supriyanti Susanti Pratamaningtyas Suwoyo, Suwoyo Tanko Titus AUTA Triatmi Andri Yanuarini Triatmi Andri Yanuarini Tuhu Pinardi, Tuhu Tunik Mindarwati Ningsih Ulfa Pradipta Vincentius Supriyono Vincentius Supriyono Wahyudi, Nora Rahmawati Wahyurianto, Yasin Wayanti, Sri Widodo, Dyah Dwi Wijayanti, L.A Wijayanti, Lumastari Ajeng Wiwin Martiningsih