Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Rural Women in Development: The Role and Challenges of Female Participation in Suwangi Village, Indonesia Maemunah Maemunah; Abdul Sakban; Isnaini Isnaini; Delisa Aprionika
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 14 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v14i3.101295

Abstract

Rural women play an essential yet often invisible role in village development, especially in regions where cultural and religious norms define gendered participation. This qualitative study, conducted in Suwangi Village, East Lombok, involved ethnographic observations and semi-structured interviews with 15 informants, including female officials, religious and customary leaders, and community members. Findings show that around 85% of women engage in micro-economic activities such as food processing and home-based trading, 80% participate in social organizations (PKK and Posyandu), yet less than 20% are represented in formal village decision-making forums. Despite these disparities, new opportunities are emerging through female role models, inclusive religious discourse, and reinterpretations of adat norms. The study reveals that Sasak cultural identity and Islamic values simultaneously constrain and enable women’s public participation—religious and customary leaders now serve as crucial mediators legitimizing gender equality within local development frameworks. Scientifically, this study contributes to the discourse on gender and development by providing empirical micro-level evidence from a culturally specific Muslim community, illustrating how gendered agency evolves through the interaction of tradition, religion, and institutional structures. It advances theoretical understanding of contextualized empowerment, showing that bottom-up, culturally rooted strategies can complement formal gender mainstreaming policies. The findings highlight the importance of integrating local cultural legitimacy into gender-inclusive rural governance models, particularly in areas shaped by strong religious and customary traditions like East Lombok.
Implemetasi Metode Debat Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMKN 5 Mataram Hafsah Hafsah; Isnaini Isnaini; Ratna Juwita
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i1.30158

Abstract

Penelitian ini berdasarkan fenomena yang melatarbelakangi adanya sejumlah faktor penyebab rendahnya motivasi belajar siswa. Antara lain penggunaan media dan metode pembelajaran konvensional sehingga tidak dapat membantu siswa dalam memahami materi yang disampaikan. Sebagaimana yang selama ini dilakukan di kelas X Grafika di sekolah tepatnya di SMKN 5 Mataram. Pembelajaran dikelas membutuhkan metode pembelajaran yan berpusat pada siswa. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan metode pembelajaran debat yang dimana siswa dapat bekerja secara aktif dalam mengemukakan dan mengeluarkan pendapat, gagasan serta ide-ide yang dimiliki. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan bagaimana proses penggunaan metode debat dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dikelas X Grafika SMKN 5 Mataram, dan kemudian mendeskripsikan faktor penghambat penerapan atau pengimplementasian metode debat terhadap motivasi belajar siswa dan mengetahui masalah yang muncul selama penerapan metode debat dikelas terhadap motivasi belajar siswa di kelas X Grafika SMKN 5 Mataram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data meliputi sumber data primer, sekunder, dan tersier. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) implementasi atau penerapan metode debat mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Siswa menjadi lebih aktif dan bersemangat serta rasa keingintahuan lebih besar ketika ketika proses pembelajaran berlangsung. (2) faktor penghambat penerapan metode debat terhadap motivasi belajar dalah faktor keterbatasan waktu, kurangnya bahan referensi serta karakarter siswa yang berbeda-beda. (3) Solusi yang ditawarkan disini yaitu, sebelum penerapan metode debat dikelas guru diharapkan menyiapkan rangkaiannya seminggu sebelum metode debat diterapkan, kemudian yang kedua guru diharapkan memberi kebabasan kepada siswa untuk bebas mengakses materi dari internet kemudian yang ketiga terkait karakter siswa disini guru dituntut untuk lebih sabar lagi dalam menghadapi siswa
Analisis Putusan Hakim Terhadap Pemberian Dispensasi Perkawinan Anak di Bawah Umur di Pengadilan Agama Kabupaten Dompu Isnaini Isnaini; Humaira Humaira
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.35601

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis putusan hakim terhadap pemberian dispensasi perkawinan di bawah umur dan menganalisis tingkat permohonan serta dalil-dalil hukum dalam penetapan pemberian dispensasi perkawinan anak di bawah umur di Pengadilan Agama Kabupaten Dompu. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, penentuan informan dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumen, sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Data akan dianalisis dengan teori Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalil-dalil yang digunakan hakim dalam memberikan penetapan putusan terhadap permohonan dispensasi perkawinan anak dibawah umur adalah; 1) Mahkamah Agung nomor 5 tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin, 2) Jika bentuk permohonan yang diajukan tidak ada dalil dalam undang-undang maka digunakan dalil-dalil yang ada dalam fikih Islam dengan memandang maslahah dan manfaat lebih besar dari pada mafsadatnya. Antara lain Al-qur’an Surah an-Nur Ayat 32, Qur’an Surat Ar-Rum Ayat 21, assunah, hadist dan kitab-kitab fiqih Islam.This research was conducted with the aim of analyzing judicial decisions regarding the granting of marriage dispensation for underage individuals and examining the level of applications as well as the legal arguments used in determining the approval of underage marriage dispensations at the Religious Court of Dompu Regency. The study employed a qualitative research method with a descriptive approach, and informants were selected using purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and document analysis, while the data were analyzed qualitatively using the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The analysis followed the Miles and Huberman model. The results of the study indicate that the legal grounds used by judges in granting decisions on applications for underage marriage dispensation include: (1) Supreme Court Regulation No. 5 of 2019 concerning Guidelines for Adjudicating Applications for Marriage Dispensation; and (2) when the application submitted has no explicit legal basis in statutory law, the judge refers to the principles of Islamic jurisprudence (fiqh) by considering maslahah (public benefit) and the greater good over potential harm (mafsadat). These considerations include references to the Qur’an, specifically Surah An-Nur (24:32), Surah Ar-Rum (30:21), as-Sunnah, Hadiths, and classical Islamic jurisprudence texts (fiqh books).
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS IT BAGI MAHASISWA PBSI FKIP-UMMAT siti lamusiah; Humaira Humaira; Isnaini Isnaini
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.32219

Abstract

ABSTRAK Observasi dan analisis menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa calon guru yang memiliki keterbatasan dalam penguasaan teknologi pendidikan serta kurangnya kepercayaan diri dalam mendesain media pembelajaran digital. Hal ini menjadi kendala dalam memenuhi tuntutan kompetensi abad ke-21 dan implementasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang menekankan pada kemandirian dan inovasi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang teknologi pendidikan melalui pelatihan pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis IT. Sasaran kegiatan adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah coaching, dengan pendekatan partisipatif dan praktik langsung menggunakan platform seperti Canva, Wordwall, Padlet, dan Google Slides. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penguasaan teknologi pendidikan, kreativitas, serta kepercayaan diri mahasiswa dalam mendesain media pembelajaran digital. Setiap peserta berhasil menghasilkan produk berupa media pembelajaran interaktif yang telah divalidasi dari sisi konten, desain visual, dan kesesuaian pedagogis. Selain itu, terbentuk pula komunitas praktisi mahasiswa yang secara mandiri melanjutkan kolaborasi dan berbagi praktik baik melalui media sosial, sejalan dengan tuntutan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong pengembangan kompetensi digital calon guru. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis coaching dengan integrasi teknologi edukatif mampu memberdayakan mahasiswa secara optimal dan mendorong terciptanya inovasi pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Kata kunci: pelatihan; media pembelajaran interaktif; literasi digital; mahasiswa; teknologi Pendidikan; ABSTRACT The analysis indicates that many pre-service teacher students still face limitations in mastering educational technology and lack confidence in designing digital learning media. These challenges hinder their ability to meet the demands of 21st-century competencies and the implementation of the Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) program, which emphasizes autonomy and digital innovation. This community service activity aims to enhance students’ competencies in educational technology through training on the development of interactive, IT-based learning media. The target participants were students from the Indonesian Language Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education (FKIP), Universitas Muhammadiyah Mataram. The training employed a coaching method with a participatory approach and hands-on practice using platforms such as Canva, Wordwall, Padlet, and Google Slides. The outcomes of the activity showed a significant improvement in students’ mastery of educational technology, creativity, and self-confidence in designing digital learning media. Each participant successfully produced an interactive learning media product that was validated in terms of content, visual design, and pedagogical relevance. Furthermore, a student practitioner community was established, which continues to engage in collaborative efforts and share best practices independently through social media. This aligns with the goals of the MBKM program, which encourages the development of digital competencies among future educators. This initiative demonstrates that coaching-based training integrated with educational technology can effectively empower students and foster the creation of innovative learning models that are contextual and aligned with 21st-century educational needs. Keywords: training; interactive instructional media; digital literacy; students; educational technology
MEWUJUDKAN GENERASI CERDAS MELALUI SOSIALISASI PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DI SMPN 2 KERUAK Chinta Shaqila; Isnaini Isnaini; Linna Mahpuzah; Annisa Tri Haryati; Eka Amalia Yunita; Suci Ramadhani; Aryadhewa Julian Firana; Muhammad Alfa Salam; Abdul Rahman Potewoda
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.34909

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pernikahan dini merupakan salah satu masalah sosial yang masih terjadi di Indonesia, terutama di daerah pedesaan dengan tingkat pendidikan rendah. Praktik ini berdampak negatif pada kesehatan reproduksi, psikologis, sosial, serta kelanjutan pendidikan remaja. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan di SMPN 2 Keruak, Kabupaten Lombok Timur, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai bahaya pernikahan dini. Sebanyak 50 siswa kelas VIII dan IX mengikuti sosialisasi yang disampaikan oleh dosen sebagai narasumber, sementara mahasiswa berperan sebagai fasilitator. Materi sosialisasi mencakup dampak negatif pernikahan dini, peraturan negara mengenai batas usia perkawinan, dan kerumitan kehidupan pernikahan usia muda. Evaluasi dilakukan melalui wawancara terhadap tiga siswa sebagai sampel. Hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa memahami pernikahan dini sebagai perkawinan di bawah umur, mengenali dampak kesehatan seperti kehamilan berisiko tinggi dan potensi stunting, serta menyebutkan konsekuensi ekonomi, sosial, dan psikologis. Siswa juga menegaskan pentingnya melanjutkan pendidikan sebagai proteksi masa depan dan menyoroti peran teman sebaya dalam saling mendukung agar tidak menikah dini. Refleksi ini memperlihatkan bahwa sosialisasi tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap preventif dan motivasi untuk menunda pernikahan. Oleh karena itu, program serupa direkomendasikan untuk terus dilaksanakan dalam rangka mendukung terwujudnya generasi muda yang cerdas, sehat, dan berdaya saing. Kata kunci: Generasi Cerdas; Edukasi; Pencegahan Perkawinan Dini ABSTRACTEarly marriage remains a persistent social issue in Indonesia, particularly in rural areas with limited educational attainment. This practice negatively affects adolescents’ reproductive health, psychological well-being, social stability, and educational continuity. This Community Service Program (KKN) was conducted at SMPN 2 Keruak, East Lombok Regency, with the aim of increasing students’ awareness of the dangers of early marriage. A total of 50 students from grades VIII and IX participated in the socialization session, which was delivered by a lecturer as the main speaker, while KKN students acted as facilitators. The material focused on the negative impacts of early marriage, national regulations on the minimum legal age, and the challenges of household life at an early age. Evaluation was carried out through interviews with three selected students. The results revealed that students understood early marriage as underage marriage, identified health risks such as high-risk pregnancies and the potential for stunting, and recognized its economic, social, and psychological consequences. They also emphasized the importance of continuing education as future protection and acknowledged the role of peers in providing mutual support to avoid early marriage. These findings demonstrate that the program not only improved students’ knowledge but also shaped preventive attitudes and motivated them to postpone marriage. Thus, similar initiatives are recommended to be sustained in order to foster a smart, healthy, and empowered young generation. Keywords: Smart Generation; Education; Prevention of Early Marriage
Assessing student readiness through artificial intelligence-based comics to enhance literacy and Indonesian local wisdom values Sutrisno; Abdul Azis; Sigit Dwi Laksana; Eli Karliani; Yayuk Hidayah; Prini Desima Evawani Ambarita; I Putu Windu Mertha Sujana; Ernawati Simatupang; Isnaini Isnaini
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v23i1.90763

Abstract

This study evaluates the use of artificial intelligence (AI)-generated comics as an instructional medium for assessing students’ literacy skills and their understanding of Indonesian local wisdom values. In the context of increasing educational digitalisation, this research explores how AI-generated comics can be integrated into culturally oriented learning. The study employed a mixed-methods design involving 450 students from 15 schools across seven provinces in Indonesia. Data were collected through pre-tests and post-tests, student response questionnaires, in-depth interviews, and participatory observations. The findings show a significant improvement (p < 0.05) in students’ performance after using AI-generated comics, with average increases of 32% in literacy scores and 28% in students’ understanding of local wisdom. Qualitative analyses indicate that students responded positively to the interactive comic format, which provided personalised content aligned with their preferences and learning needs. Overall, the results demonstrate that AI-generated comics can serve as an effective instructional tool for integrating digital technology with culturally relevant learning materials, offering implications for curriculum development and instructional practices in Indonesia.