Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Konservasi mata air waeia dengan partisipasi masyarakat melalui penanaman pohon unggul Gelu, Afrianus; Pare, Prisko Yanuarius Djawaria; Rewo, Josep Marianus; Bela, Maria Editha; Hari, Chistina Lusiana; Foa, Anna Julita
Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jckkn.v2i3.4329

Abstract

Penurunan kualitas dan kuantitas air pada mata air sering kali disebabkan oleh eksploitasi sumber daya alam oleh manusia. Penerapan sistem kon servasi kawasan mata air diharapkan bisa menanggulangi erosi, menyediakan air dan meningkatkan kandungan hara dalam tanah serta menjadikan lahan tidak kritis. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan konservasi kawasan Mata Air Waeia. Tahap-tahap pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu tahap pralapangan, tahap pekerjaan lapangan, dan tahap analisis kegiatan. Tahap pekerjaan lapangan berupa melakukan kegiatan program penanaman 150 bibit tanaman bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukan bahwa terdapat penambahan jenis tanaman baru di sekitar kawasan mata Air Waeia. Hasil analisis memperlihatkan bahwa rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan konservasi kawasan Mata Air Waeia.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI PADA MAHASISWA STKIP CITRA BAKTI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANTI KORUPTIF Djawaria Pare, Prisko Yanuarius; Wea, Enjelina; Lodo, Maria Liu
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v4i4.4828

Abstract

Nawacita pemerintah pusat tentang penggembosan tindakan koruptif yang di lakukan oleh anak bangsa terus menjadi seruan kampanye anti korupsi hampir di semua belahan nusantara Indonesia. Genjatan melawan budaya korupsi yang terjadi Indonesia terus di galakan oleh Lembaga negara, mulai dari kepolisian, kejaksaan, pengadilan, hingga pada Lembaga khusus yang di bentuk oleh negara yaitu komisi pemberantasan korupsi (KPK) republic indonesia. Tindakan pencegahan dan penanganan kasus-kasus korupsi di negara ini selalu mendapat dukungan dari lapisan-lapisan masyarakat paling bawah yang tentunya menjadi korban korupsi para pejabat negara. Salah satu gerakan pencegahan tindakan akti korupsi yaitu di lakukan di Lembaga Pendidikan, mulai Pendidikan dasar, menengah sampai Pendidikan tinggi. Komisi pemberantasan korupsi, melalui direktiorat jenderal jejaring Pendidikan terus melakukan upaya-upaya preventif dan pre-emtif dalam rangka mewujudkan Indonesia yang bebas dari budaya korupsi. Salah satu yang di lakukan adalah melaksanakan kegiatan survey penilaian integritas (SPI) di Lembaga Pendidikan, salah satunya adalah Lembaga Pendidikan Sekolah tinggi keguruan dan ilmu Pendidikan citra bakti ngada (STKIP). Melalui kegiatan sosialisasi, kampanye hari anti korupsi sedunia, menggelar seminar atau talkshow tentang melawan perilaku korupsi, melalui pembelajaran di dalam kelas,sampai memasukan materi Pendidikan anti korupsi sebagai mata kuliah insersi atau relevan dengan mata kuliah Pendidikan karakter, Pendidikan Pancasila dan Pendidikan kewarganegaraan. Mahasiswa terus di bekali dengan pengetahuan dan ilmu tentang Pendidikan anti korupsi, serta segala bentuk atau tindakan korupsi yang paling nyata yang sering di lakukan oleh mahasiswa, sehingga dosen pengampu mata kuliah dapat mengkaji secara ilmiah tentang perubahan-perubahan sikap atau karakter mahasiswa yang berbudaya anti koruptif, tentunya sejalan dengan nilai-nilai dasar anti koruptif. Kata kunci: Pendidikan Anti Korupsi, Budaya Korupsi, Karakter, Komisi Pemberantasan Korupsi.
PENERAPAN MEDIA POHON LITERASI DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SAINS SISWA SD Bhala, Maria Regina; Dinatha, Ngurah Mahendra; Pare, Prisko Yanuarius Djawaria; Kua, Maria Yuliana
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i2.3299

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah tidak adanya media pembelajaran literasi sains yang memicu semangat siswa SD untuk membaca pada mata pelajaran IPA, sehingga siswa mudah merasa bosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media pembelajaran pohon literasi dalam meningkatkan minat baca sains siswa SD pada mata pelajaran IPA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur review atau kajian kepustakaan yang direview pada terbitan jurnal tiga tahun terakhir. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pohon literasi menjadi media pembelajaran IPA yang memperkaya pengalaman peserta didik secara objektif, meningkatkan aspek pengetahuan, serta dapat mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah, yang dapat merangsang minat siswa dalam meningkatkan literasi sains dalam pembelajaran IPA. Pembelajaran dengan menggunakan media pohon literasi dapat memfokuskan serta meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep IPA yang dapat menarik keantusiasan siswa terhadap pembelajaran IPA di kelas, sehingga dapat meningkatkan literasi sains bagi siswa.
SOSIALISASI HUKUM PERLINDUNGAN ANAK SEBAGAI WUJUD PEMBENTUKAN KARAKTER PANCASILA DI KELURAHAN TANALODU pare, Prisko Yanuarius Djawaria
Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jckkn.v3i4.6361

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga tentang hukum perlindungan anak sebagai upaya pencegahan kekerasan serta penguatan karakter Pancasila. Kegiatan dilaksanakan di RT Tunas Baru, Kelurahan Tanalodu, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, dengan melibatkan warga dan mahasiswa Program Studi PG-PAUD. Metode yang digunakan berupa ceramah, pemaparan kasus-kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di sekitar masyarakat (antara lain kekerasan seksual, fisik, dan psikologis), serta dialog edukatif terkait hak anak, peran keluarga/masyarakat, mekanisme pelaporan, sanksi bagi pelaku, dan risiko kekerasan di ranah digital. Hasil kegiatan menunjukkan peserta lebih memahami prinsip-prinsip perlindungan anak, bentuk-bentuk kekerasan dan eksploitasi, serta langkah pencegahan di tingkat keluarga dan lingkungan. Pada akhir kegiatan, warga menyatakan komitmen lisan untuk menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak dan mendukung lingkungan yang aman, ramah anak, dan selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
Workshop Penguatan Kultur Parenting di Era Digital untuk Meningkatkan Kualitas Pengasuhan Anak Usia Dini Fono, Yasinta Maria; Juita, Angelina Kurnia; Pare, Prisko Yanuarius Djawaria; Nafsia, Andi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17819

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola pengasuhan anak di dalam keluarga. Anak usia dini semakin terpapar pada penggunaan gawai dan media digital, yang apabila tidak didampingi secara tepat dapat berdampak pada perkembangan sosial, emosional, dan karakter anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai konsep kultur parenting di era digital, yaitu pola pengasuhan yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dengan pemanfaatan teknologi secara bijak. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKNT) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) STKIP Citra Bakti di Kecamatan Bajawa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi melalui penyampaian materi, diskusi, serta berbagi pengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman orang tua tentang pola asuh yang adaptif terhadap perkembangan zaman, meningkatnya kesadaran akan pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak, serta tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik pengasuhan, serta memperkuat sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak di era digital.
PERAN TATA KELOLA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKANDAN PROFESIONALISME CALON PENDIDIK PADA KEGIATAN PLP 1 Pare, Prisko Yanuarius Djawaria; Sie, Maria Chlaudia; Ukho, Klara Gaudencia; Tai, Maria Elfrida
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v6i2.6880

Abstract

Pengelolaan sekolah merupakan dasar utama dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas, efisien, akuntabel, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi pengelolaan sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta menilai perannya dalam membentuk profesionalisme calon guru melalui kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP 1). (1)Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Partisipan penelitian meliputi kepala sekolah, guru pembimbing, siswa, serta mahasiswa peserta PLP 1. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3 Boawae selama dua minggu, yaitu pada tanggal 9 hingga 28 Februari. (2) Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sekolah yang efektif mencakup fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi yang saling terintegrasi. Hal ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, efisiensi manajemen, serta terciptanya lingkungan belajar yang positif dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, kepemimpinan kepala sekolah yang bersifat transformasional dan partisipatif memiliki peran penting dalam membangun budaya mutu, meningkatkan kinerja guru, serta mendorong inovasi dalam pembelajaran. (3)Pelaksanaan PLP 1 memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi pedagogis, profesional, sosial, dan kepribadian. Sinergi antara pengelolaan sekolah yang efektif dan pelaksanaan PLP 1 yang terencana menjadi faktor penting dalam menghasilkan calon guru yang adaptif, reflektif, dan profesional sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. (4) Faktor pendukung dalam kegiatan ini meliputi komitmen seluruh warga sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kerja sama yang baik antara sekolah dan perguruan tinggi. Namun demikian, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu pelaksanaan PLP 1, perbedaan kemampuan mahasiswa, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Ekoenzim Sebagai Solusi Inovatif Dalam Pengelolaan Sampah Organik Afrianus Gelu; Fransisikus Xaverius Dolo; Maria Yuliana Kua; Prisko Yanuarius Djawaria Pare; Maria Anggrilia Dhone
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/g9trcd43

Abstract

Permasalahan sampah organik di wilayah pedesaan Malanuza semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas rumah tangga yang belum diimbangi dengan sistem pengelolaan lingkungan yang baik. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas udara akibat bau tidak sedap dan proses pembusukan yang tidak terkontrol. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan ekoenzim sebagai solusi inovatif dalam pengelolaan sampah organik sekaligus upaya peningkatan kualitas udara. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan intensif kepada warga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa  survei pasca-kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. Tingkat pemahaman tentang ekoenzim naik menjadi 89%, dengan 80% peserta mampu menjelaskan proses fermentasi secara benar. Selain itu, 95% peserta menyatakan niat untuk menerapkan ekoenzim di rumah tangga, termasuk penggunaannya sebagai pupuk cair untuk tanaman padi dan sayuran di lahan pertanian desa. Dampak kegiatan ini tidak hanya terlihat pada perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah organik, tetapi juga pada meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas udara melalui solusi berbasis kearifan lokal dan ramah lingkungan.
Co-Authors Afrianus Gelu Allo, Marselina M. Girik Andi Sofyan Angeliani Permata Liu Angelina Kurnia Juita Anna M. W. Ndapa Bhala, Maria Regina Bhara, Maria Aneti Konstantina Bili, Kristina Yasintha Ngodhu Do, Yulita Wea Dopo, Florentianus Efrida Ita Elisabeth Tantiana Ngura Engi, Emiliana Fachry Abda El Rahman Ferdinandus Bate Dopo Ferdinandus Samri Flora Plasinta Jaghung Foa, Anna Julita Fransisikus Xaverius Dolo Fransiskus Xaverius Dolo Gelu, Afrianus Hari, Chistina Lusiana Hendrika Wena Ine, Maria Yasinta Josep Marsianus Rewo Kaka, Apliana Ambu Karolna S. Wea Katarina Meo Konstantinus Dua Dhiu, Konstantinus Dua Kua, Maria Yuliana Laksana, Dek Ngurah Laba Lodo, Maria Liu Lusi, Kezia Kresensia Malo, Ferdinanda Gole Maria Ancelina Wele Maria Anggrilia Dhone Maria Carmelita Tali Wangge Maria Editha Bela Maria Esty Lelifanti Maria Florida Wonga Maria Goreti Raga Mo’i Maria Regina Bhala Marindo, Alfionita Frederika Marselina Nua Meka, Marsianus Melania Krisanta Anu Naru, Deyflora Meo Natalia E. Leka Natalia Rosalina Rawa Ndiu, Yultiana Ngode, Karolina Ngurah Mahendra Dinatha Ni Wayan Suparmi Nurwijayanti Pati, Modesta Dobe Pelipus Wungo Kaka Repu, Maria Theresia Rewo, Josep Marianus Rewo, Josep Marsianus Roas, Novita Rongga, Maria Rosalia Lende Rosalina Wea Ruba, Yunita Rufina Selo, Maria Kristina Sie, Maria Chlaudia Tai, Maria Elfrida Tanggo, Maria Dorti Tanggu, Pare Ariance Tea, Margaretha Ukho, Klara Gaudencia Wani, Bernabas Watu, Vinsensius Wea, Enjelina Wena, Hendrika Wiwie Heryani Wona, Melania Santika Yasinta Maria Fono Yohanes Vianney Sayangan YOSEFINA UGE LAWE .