Claim Missing Document
Check
Articles

Usaha Ternak Itik Petelur di Sentra Produksi di Kabupaten Kediri dan Kelayakan Finansialnya Nur Khabibi; Wiwiek Andajani; Tutut Dwi Sutiknjo; Nina Lisanty
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 2 No. 1 (2022): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v2i1.2208

Abstract

The demand for animal products in Indonesia increases public awareness of the need for better food nutrition. Therefore, the livestock business plays an important role and needs to be developed from agribusiness. The study was conducted in an independent laying duck business in Tegalan Village, Kandat District, Kediri Regency, to analyze the business's financial feasibility. The analysis was carried out descriptively and quantitatively. The analytical tools included the Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), and sensitivity analysis. The data in the field were divided into three categories, namely breeders with a category of fewer than 500 ducks (A), a category of 500–1000 ducks (B), and a category of more than 1000 ducks (C). The results of the analysis based on the value (IRR) of the three categories of breeders showed a higher value than the percentage of bank interest (14%), where breeders in category A (374 ducks) had an IRR of 87%, category B breeders (650 ducks) of 112 %, and breeders in category C (2,275 ducks) were 54%. Meanwhile, in terms of PP, the three categories of breeders were when the project is not over (less than 10 years), category A breeders needed a payback period of 1.7 years, category B breeders for 1.2, and category C breeders for two years. Permintaan produk hewani di Indonesia semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan kebutuhan gizi pangan yang lebih baik. Oleh karenanya, usaha ternak menjadi bagian penting dan perlu pengembangan dari sisi agribisnisnya. Penelitian dilakukan di suatu usaha ternak itik petelur mandiri di Desa Tegalan, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri untuk menganalisis kelayakan finansial usahanya. Analisis dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif. Alat analisis yang digunakan di antaranya adalah Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), dan analisis sensitivitas. Data di lapangan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu peternak dengan kategori jumlah ternak kurang dari 500 ekor (A), kategori 500–1000 ekor (B), dan kategori lebih dari 1000 ekor (C). Hasil analisis berdasarkan nilai (IRR) dari ketiga kategori peternak menunjukkan nilai yang lebih tinggi dari persentase bunga bank (14%), di mana peternak pada kategori A (374 ekor) mempunyai IRR sebesar 87%, peternak kategori B (650 ekor) sebesar 112%, dan peternak dalam kategori C (2.275 ekor) sebesar 54%. Sementara dalam segi PP, ketiga kategori peternak berada pada saat umur proyek belum berakhir (kurang dari 10 tahun), di mana peternak kategori A memakan waktu pengembalian modal selama 1,7 tahun, peternak kategori B selama 1,2 tahun, dan peternak kategori C selama 2 tahun.
Keuntungan Pola Tanam Jagung Tumpangsari dengan Kacang Tanah di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur Cindy Yohana; Wiwiek Andajani; Eko Yuliarsha Sidhi; Nina Lisanty
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 2 No. 1 (2022): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v2i1.2209

Abstract

Katikupialang Hamlet, Pataawang Village, Umalulu District is a corn-producing area in East Sumba Regency. Corn has become the main commodity, although local farmers have begun to apply an intercropping corn cropping pattern with peanuts in recent times. This study was objected to financially comparing the income and feasibility of maize farming with monoculture or intercropping patterns. The sample was randomly selected from 20 farmers practicing the corn monoculture pattern and ten farmers practicing the corn-peanut intercropping design. The analysis method includes analysis of costs, revenues, income, and efficiency or feasibility of farming. Furthermore, a comparative study of income and efficiency was carried out using the F and t-tests. The analysis results showed that the income from intercropping maize with peanuts per hectare per growing season is higher than the income from monoculture maize. Likewise, the value of the R/C Ratio and the results of statistical tests were also the same. Based on these findings, counseling related to intercropping maize and beans can be carried out more actively in the East Sumba area.Dusun Katikupialang, Desa Pataawang, Kecamatan Umalulu merupakan wilayah produsen jagung di Kabupaten Sumba Timur. Jagung menjadi komoditi utama, meski dalam kurun waktu terakhir, petani setempat mulai menerapkan pola tanam jagung tumpangsari dengan kacang tanah. Penelitian dilakukan untuk membandingkan secara finansial usahatani pola monokultur jagung dan pola jagung tumpangsari kacang tanah guna mempelajari pola usahatani yang yang efisiensi dan pendapatan paling tinggi. Sampel ditentukan terhadap 20 petani pelaku pola monokultur jagung dan 10 petani pelaku pola jagung tumpangsari dengan kacang tanah dengan teknik simple random sampling. Metode analisis meliputi analisis finansial (biaya, pendapatan, dan kelayakan) usahatani, dilanjutkan dengan analisis statistik pengujian hipotesis. Hasil analisisnya, pendapatan per hektar per musim tanam untuk usahatani jagung tumpangsari lebih besar daripada monokultur, secara statistik hasil pengujian juga terbukti demikian. Hal yang sama juga untuk nilai R/C Ratio dan hasil pengujian statistiknya. Berdasarkan temuan ini, penyuluhan terkait pola tanam jagung tumpang sari dengan kacangkacangan dapat lebih aktif lagi dilakukan di daerah Sumba Timur.
Korelasi Produksi Bawang Merah (Allium ascolocium L.) Kabupaten Kediri dan Penggunaan Beragam Jenis Pupuk Wahyudi Wally; Tutut Dwi Sutiknjo; Widi Artini; Nina Lisanty
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 2 No. 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v2i2.2786

Abstract

Fertilizer plays an important role in plant growth and yield. Shallot (Allium ascolocium L.) in its production process utilizes various types of fertilizers to achieve optimal production goals. In recent years, shallot has become a favorite commodity for farmers in Kediri Regency to cultivate because of its promising agribusiness prospects. The main problem for farmers is the diverse use of fertilizers depending on the availability and experience of farming alone. Based on these considerations, the study was conducted on a group of shallot farmers in Kediri Regency to analyze the effect of fertilizer type on production. Multiple regression analysis was employed in this study with independent variables, namely Za, Urea, Manure, KCl, Nitrophoska, Mutiara, Patent-Kali, and Fertiphos fertilizer, while the dependent variable was shallot production. The results showed a significant effect between the utilization of various fertilizers on the production of shallot. However, the use of most types of fertilizers for production, individually, did not affect the production of shallot. Only KCl and Mutiara fertilizer significantly affected the production of shallot. The addition of the use of KCl and Mutiara fertilizer had an impact on changes in the amount of shallot production.
Edukasi Pengolahan Pangan Lokal Berbasis Ubi Jalar di Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk Agustia Dwi Pamujiati; Wiwiek Andajani; Nugraheni Hadiyanti; Lailatul Azkiyah; Rasyadan Taufiq Probojati; Nina Lisanty; Ahmad Haris Hasanudin Slamet
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.7986

Abstract

Ubi jalar merupakan salah satu jenis pangan lokal yang berpotensi untuk dikembangkan. Desa Sumengko Kecamatan Sukomoro menjadi salah satu produsen ubi jalar di Kabupaten Nganjuk. Namun pemanfaatan ubi jalar di Kecamatan Sukomoro masih terbatas. Padahal ubi jalar dapat diolah menjadi diversifikasi produk pangan dengan nilai ekonomi tinggi.  Maka dari itu perlu dilakukan edukasi tentang pengolahan pangan lokal berbasis ubi jalar dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang potensi serta pemanfaatan ubi jalar. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu tahap preparasi, tahap sosialisasi, tahap pelatihan dan pendampingan serta evaluasi yang dilaksanakan pada bulan April 2022. Sasaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah warga Dusun Gang-gang Malang Desa Sumengko Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk sebanyak 20 orang. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan baik dan lancar. Peserta mengikuti kegiatan secara runtut dari awal hingga akhir. Peserta kegiatan ini antusias dan memberikan respon positif dalam mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengolahan pangan lokal berbasis ubi. Hal ini dibuktikan dengan adanya hasil evaluasi yang baik. Para peserta mendapatkan nilai rata-rata post test (84,3) lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pre test (66,5). Hal ini berarti bahwa transfer ilmu yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini berhasil dilakukan. Sweet potato is one of the local foods. It has the potential to be developed. Desa Sumengko Kecamatan Sukomoro became one of the sweet potato producers in Kabupaten Nganjuk. However, the utilization of sweet potatoes in Kecamatan Sukomoro is still limited. Even though sweet potatoes can be processed into diversified food products with high economic value, it is necessary to educate about local sweet potato-based food processing to increase public knowledge about the potential and utilization of sweet potatoes. The methods used in this community service are the preparation stage, the socialization stage, and the training and mentoring stage. This community service activity targets the Gang-gang Malang, Sumengko Village, Sukomoro District, Nganjuk, and Regency residents. The results of community service show that community service activities run well and smoothly. Participants took part in the activity coherently from start to finish. Participants in this activity were enthusiastic and responded positively to participating in socialization activities and sweet potato-based local food processing training.
Diversifikasi Kreasi Olahan Pangan Berbahan Baku Jagung bagi Warga Desa Mlandangan Kabupaten Nganjuk Widayatsih, Tri; Lisanty, Nina; Agustina, Liya; Junaidi, Junaidi
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v2i2.3465

Abstract

Most people in Mlandangan Village, Nganjuk Regency, highly depend on corn farming. Corn is a superior local product in the location. However, residents only sell products in raw form, and there is no diversification of processed food made from corn. After the harvest period, those directly involved in corn farming generally no longer have a steady income. Therefore, to increase the added value of corn for the local community, diversification of corn processing into instant corn rice (ampok) is needed. Socialization and training were conducted at the location to increase the community's knowledge and skills in diversifying corn processing and providing added value to local corn products. The target of the activity was the mothers and women farmers in RT 02 RW 12. The activity can potentially increase the selling value of corn products, which will affect the welfare of the people involved. Given the location of the village, which is close to road access, it is hoped that instant ampok processed products can be traded not only within the village environment but also outside the area as the flagship product of Mlandangan Village. Kehidupan sebagian besar masyarakat di Desa Mlandangan Kabupaten Nganjuk bergantung kepada hasil pertanian jagung. Tanaman jagung menjadi produk unggulan lokal di lokasi tersebut. Meski demikian, warga menjual produk hanya dalam bentuk mentah dan belum adanya diversifikasi olahan pangan berbahan baku jagung. Saat setelah masa panen, umumnya masyarakat yang terlibat langsung dalam usahatani jagung tidak lagi memiliki penghasilan tetap. Oleh karena itu, untuk meningkatkan nilai tambah jagung bagi masyarakat setempat, diversifikasi pengolahan jagung menjadi nasi jagung (ampok) instan dibutuhkan. Sosialisasi dan pelatihan dilakukan di lokasi bertujuan menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam diversifikasi pengolahan jagung dan memberikan nilai tambah produk jagung lokal. Sasaran kegiatan adalah para ibu dan wanita tani di RT 02 RW 12. Kegiatan berpotensi meningkatkan nilai jual produk jagung yang akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat yang terlibat di dalamnya. Mengingat lokasi desa yang dekat dengan akses jalan raya, diharapkan produk olahan ampok instan dapat diniagakan tidak hanya di dalam lingkungan desa, tetapi juga ke luar wilayahnya sebagai produk unggulan Desa Mlandangan.
Edukasi Literasi Digital terhadap Pelaku UMKM Makanan Khas di Kota Palembang Fajarino, Aldo; Lisanty, Nina; Hamidah, Emmy
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v3i1.4550

Abstract

Along with efforts to increase product sales and income for specialty food of MSME actors in Palembang City, technology and business digitization are urgently needed. This challenge for business people and MSMEs also acts as a good opportunity. Today, the Internet is an effective marketing medium for many consumers. The use of social media is also increasingly widespread as a medium for promotion and online sales. However, the abilities and skills of Indonesian MSME actors in general are still low regarding this digital literacy. Education and training are crucial for increasing this understanding and skills and accelerating the digitalization transformation of Indonesian MSMEs. MSME specialties in Palembang City are mushrooming, considering the many types of specialty foods well-known nationally, such as pempek and its derivatives, various crackers/keeping, various special cakes, and so on. Digital literacy education is carried out for several business people and MSMEs engaged in the specialty food sector in Palembang. The lecture and door-to-door discussions are among the implementation methods for each business participant who previously registered their willingness to participate in this activity. The total participants were as many as 15 businessmen, culinary MSMEs, and specialty foods in Palembang. This training is expected to increase digital literacy among the participating communities and motivate MSMEs to be digitally transformed.  
Inovasi Terpadu: Mengubah Sampah Plastik menjadi Eco Bricks demi Keberlanjutan Lingkungan di Kelurahan Kepuhdoko, Jombang, Jawa Timur Hamidah, Emmy; Lisanty, Nina; Rahardjo, Djoko; Sari, Sindy Permata; Anggraini, Dea
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v3i2.5110

Abstract

Sustainable management of plastic waste is an important issue in the context of the environment and community welfare. This community service activity is intended to develop a method for processing plastic waste into eco-bricks in Kepuhdoko Village, Jombang, East Java. A participatory approach was used throughout the process to actively involve the community. The implementing team collects, separates and processes plastic waste into eco-bricks that comply with construction standards. The result was increased public awareness regarding plastic waste management and eco-bricks that can be used in local construction projects. These findings also provide a logical continuation of previous plastic waste management efforts. The implication is that processing plastic waste into eco-bricks is quite a solution in reducing the negative impacts of plastic waste and supporting sustainable development. Pengelolaan sampah plastik yang berkelanjutan menjadi isu penting dalam konteks lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan community service ini dimaksud untuk mengembangkan metode pengolahan sampah plastik menjadi eco bricks di Kelurahan Kepuhdoko, Jombang, Jawa Timur. Pendekatan partisipatif digunakan dalam seluruh proses untuk melibatkan masyarakat secara aktif. Tim pelaksana mengumpulkan, memisahkan, dan mengolah sampah plastik menjadi eco bricks yang sesuai dengan standar konstruksi. Hasilnya adalah peningkatan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah plastik dan eco bricks yang dapat digunakan dalam proyek konstruksi lokal. Temuan ini juga memberikan kelanjutan logis dari upaya pengelolaan sampah plastik sebelumnya. Implikasinya adalah bahwa pengolahan sampah plastik menjadi eco bricks cukup solutif dalam pengurangan dampak negatif sampah plastik dan mendukung konsep pembangunan berkelanjutan.
Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Lokal Berbasis Pertanian: Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur Setyowati; Auliyya, Zikra; Lisanty, Nina; Sidhi, Eko Yuliarsha; Rahardjo, Djoko
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v4i2.6136

Abstract

Gandusari Village, Gandusari District, Trenggalek Regency, East Java Province, has great potential in agriculture, especially in rice crop commodities. This activity aims to improve community welfare by optimizing the use of local agricultural-based resources in Gandusari Village. Thus, better and sustainable village community welfare can be achieved. The method used was to identify the potential obstacles faced by farmers in Gandusari Village and then provide training and assistance according to the needs of the farmers. The activities carried out include training programs, assistance, and focus group discussions (FGD). Each program is implemented by involving the active participation of the Gandusari Village community, especially farmers, to provide practical and theoretical understanding to the community regarding the optimization of local and regional resources. The implementation of the program has gone well and achieved the expected goals. This program has succeeded in increasing rice productivity through more efficient land management and the application of modern agricultural technology. In addition, farmers' knowledge and skills have also increased, especially in product diversification and better irrigation management. Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, memiliki potensi besar dalam bidang pertanian, khususnya pada komoditas tanaman padi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lokal berbasis pertanian di Desa Gandusari. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat desa yang lebih baik dan berkelanjutan dapat tercapai. Metode yang digunakan adalah dengan mengidentifikasi potensi dan hambatan yang dihadapi oleh petani Desa Gandusari, kemudian dilakukan pelatihan serta pendampingan sesuai dengan kebutuhan petani tersebut. Kegiatan yang dilakukan meliputi program pelatihan, pendampingan, serta focus group discussion (FGD). Setiap program diimplementasikan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat Desa Gandusari, khususnya para petani untuk memberikan pemahaman praktis maupun teoritis kepada masyarakat mengenai optimalisasi sumberdaya lokal daerah. Pelaksanaan program telah berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan. Program ini berhasil meningkatkan produktivitas padi melalui pengelolaan lahan yang lebih efisien dan penerapan teknologi pertanian modern. Selain itu, pengetahuan dan keterampilan petani juga meningkat, terutama dalam diversifikasi produk dan manajemen irigasi yang lebih baik.
Management of Rice Farming Production Factors Nutrizinc Inpari 48 Farmers Group “Ngudi Makmur Andajani, Wiwiek; Lisanty, Nina; Andarini, Marwita; Chumaidah, Siti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v10i2.14703

Abstract

Public health is essential for the resilience of Indonesian society, especially for future generations, and meeting nutritional needs. Rice (paddy), a staple food for Indonesians, plays a crucial role in human health. Ensuring its safety and nutritional value requires attention to the entire production process, from seed selection, cultivation, and plant maintenance to harvest and post-harvest handling. Given the high prevalence of malnutrition and stunting, the government has initiated programs to address these issues. In 2019, the Ministry of Agriculture introduced Inpari IR Nutri Zinc, a new rice variety rich in iron and zinc, to combat these problems. The research aimed to (1) determine the feasibility of farming this variety and (2) assess the efficiency of production factor usage in Nutrizinc Inpari 48 rice farming. This quantitative study, with a descriptive approach, was conducted through a survey, intentionally selecting the "NGUDI MAKMUR" farmer group in Balerejo Village, Kauman District, Tulungagung Regency, which implements the Nutrizinc Inpari 48 rice planting program. A census method was used to sample 30 farmers. Data analysis involved (1) Feasibility Analysis: R/C Ratio and (2) Hypothesis Testing. The results concluded that Nutrizinc Inpari 48 rice farming is feasible in using production factors such as fertilizers, pesticides, and labor. This study highlights the importance of targeted agricultural interventions in improving public health through enhanced nutritional intake.
Respon Petani Terhadap Program AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) di Desa Gondangmanis Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang Mulyanto, Mulyanto; Sidhi, Eko Yuliarsha; Artini, Widi; Reksa Nanda Prayoga; Lisanty, Nina
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v5i1.6325

Abstract

Agricultural insurance plays an important role in protecting farmers' agricultural businesses. It provides guarantees against risks that may occur in farm businesses. This guarantee is given to farmers who experience losses from crop damage caused by natural factors such as drought, floods, and pest attacks. Insurance is provided through the Rice Farming Business Insurance Program (AUTP). The study aims to determine the response of farmers who cultivate rice plants to AUTP in Gondangmanis Village, Bandarkedungmulyo District, Jombang Regency. In this study, the sample of farmers used as research objects involved 118 sharecroppers who had received the AUTP program as respondents to the AUTP program. The number of respondents was 6 who participated in the AUTP program in the Manisrenggo farmer group, and 6 respondents participated in the AUTP program in the Gondangmanis farmer group. Two data sources are used in this study, namely primary data and secondary data. The research data were analyzed using validity tests and reliability tests. Farmer responses to the implementation of the AUTP program were valued at 69.92. This value has an average index formula of 87.40%, indicating that respondents Strongly Agree (ss) with the objectives, benefits, and implementation of the AUTP program in Gondangmanis Village, Bandarkedungmulyo District, Jombang Regency. Asuransi Pertanian, berperan penting bagi petani dalam melindungi usaha pertanian mereka. Hal memberikan jaminan terhadap risiko yang mungkin terjadi dalam usaha pertanian. Jaminan ini diberikan kepada petani yang mengalami kerugian akibat kerusakan tanaman yang disebabkan oleh faktor alam seperti kekeringan, banjir, dan serangan hama asuransi diberikan melalui, Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui respon petani yang membudidayakan tanaman padi terhadap AUTP di Desa Gondangmanis Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang. Pada penelitian ini, sampel petani yang dipakai menjadi objek penelitian melibatkan 118 petani penggarap yang pernah menerima program AUTP sebagai responden terhadap program AUTP. Jumlah responden adalah 6 yang mengikuti program AUTP pada kelompok tani Manisrenggo dan 6 responden mengikuti program AUTP pada kelompok tani, Gondangmanis. Terdapat dua data yang dijadikan sumber pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data penelitian dianalisis menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Respon petani terhadap pelaksanaan program AUTP bernilai 69,92. Nilai ini memiliki rata-rata rumus indeks sebesar 87,40 % menunjukkan arti bahwa responden Sangat Setuju (ss) terhadap tujuan, manfaat dan pelaksanaan program AUTP di Desa Gondangmanis Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang.
Co-Authors Achmad Masykur Ghazali Agustia Dwi Pamujiati Ahmad Habibi Walid Ahmad Haris Hasanuddin Slamet Andarini, Marwita Andreas Zulkarnain Anggraini, Dea Arissaryadin, Arissaryadin Asikin Bahar Auliyya, Zikra Ayu Nur Aliza Azkiyah, Lailatul Bahar, Asikin Chumaidah, Siti Cindy Yohana Devi Oktaviana Devina Cinantya Anindita Djoko Rahardjo Djoko Rahardjo Eko Yuliarsha Sidhi Eko Yuliarsha Sidhi Eko Yuliarsha Sidhi Emmy Hamidah Fahas, Exzanidan Fajarino, Aldo Firdausi, Muhammad Riza Firnanda , Arya Bagus Heru Kurniawan Hohoubun, Frederik Moses Bal-bal Idum Satia Santi Imam Bukhori Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Kharisma Satria Pamungkas Kharisma Satria Pamungkas Kresna Widigdo Margo Utomo Liya Agustina, Liya Mariyono Mariyono Mayda, Trika Moch. Agus Suryo Wibowo Mufiana Alfatin Muhammad Salahuddin muharram, Muhammad Mulyanto Mulyanto Nanang Aji Saputro Nixie Azalia Whintisna Nixie Azalia Whintisna Nugraheni Hadiyanti Nur Khabibi Nur Laili Wahyu Triana Nur Ulfa Turohmah Nurhamidah, Siti Nurrohman, Aji Prayoga, Reksa Nanda Putri Islami, Gadis Tiara Rachmad Chairul Huda Rafelda Dias Nurfitri Rahmawati, Siti Zenita Rasyadan Taufiq Probojati Reksa Nanda Prayoga Risma Ari Prayitno Rizki Jefri Ramadhan Roszana Wahyuniati Sa'adah, Enik Nur Saptorini Saptorini Sari, Sindy Permata Satriya Bayu Aji Setyowati Slamet, Ahmad Haris Hasanudin Suryo Wibowo, Mochamad Agus Taufan Achmad Ghozali Yusuf Taufan Achmad Gozali Yusuf Ta’wim, Akhris Asanit Tri Widayatsih Tri Widayatsih, Tri Tutut Dwi Sutiknjo Tutut Dwi Sutiknjo Tutut Dwi Sutiknjo Umi Mariyati Wahyudi Wally Wibowo, Moch. Agus Suryo Widi Artini Widi Artini WIWIEK ANDAJANI Wiwiek Andajani Yesy Nur Gunariyati Yuli Witono Yuliyanto Yuliyanto