Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Barang Bekas Sebagai Alternatif Wadah Tanaman di Desa Jati Kabupaten Kediri Mariyono Mariyono; Nina Lisanty; Yesy Nur Gunariyati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5674

Abstract

Masyarakat Desa Jati Kabupaten Kediri pada umumnya khawatir bepergian keluar rumah baik yang jauh maupun dekat karena takut terpapar Covid-19. Sebagian besar mereka terus tinggal di rumah dan tak jarang mengeluh merasa jenuh. Oleh karena itu, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berinisiasi mengajak dan memberdayakan masyarakat untuk melakukan budidaya tanaman sayuran di lingkungan sekitar rumahnya. Dalam rangka budidaya tanaman ini ternyata timbul beberapa masalah, salah satu masalah yang dihadapi adalah cara mendapatkan pupuk dan wadah tanaman yang terjangkau oleh kantong masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan PkM ini berfokus dan bertujuan memanfaatkan kemasan bekas atau barang tidak terpakai di lingkungan rumah sebagai wadah tanaman yang dibudidayakan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk dapat mengedukasi serta mengajak peran aktif masyarakat Desa Jati, khususnya remaja (karang taruna dan remaja masjid) dalam pemanfaatan lahan dan pengelolaan limbah kemasan plastik. Pendekatan yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan. Pelatihan dilangsungkan dari bulan Agustus hingga Oktober 2021. Produk yang dihasilkan dari pelatihan langsung digunakan oleh warga. Selepas pelatihan, para remaja peserta secara aktif mengimplementasikan hasil pelatihan di rumah mereka dan tetangga sekitar masing-masing. Pendampingan dilanjutkan hingga Januari 2022. Hal ini sangat bermanfaat bagi lingkungan sosial dan alam sekitar Desa Jati. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menginspirasi warga untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi dan berdaya guna bagi masyarakat mitra.  The people of Jati Village, Kediri Regency, are worried about travelling out of their homes, far and near, due to the fear of being exposed to Covid-19. Most of them often complain of feeling bored. Initially, the Community Service team aimed to invite and empower the community to cultivate vegetable crops in the environment around their homes. In the context of cultivating this plant, it was discovered that several problems arise; one of the problems faced was how to get fertilizer and plant containers that are affordable by the community's pockets. Therefore, this community service activity focused on and aimed to utilize used packaging or unused items in the home environment as a container for cultivated plants. The main activity was to educate and invite the active role of the Jati Village community, especially teenagers, in yard use and packaging waste management. The approach used was socialization and training. The training was conducted from August to October 2021. Residents directly used the products resulting from the training. After the training, the youth participants actively implemented the training results in their homes and neighbours. The accompaniment was continued until January 2022. The program was beneficial for the social and natural environment around Jati Village. Moreover, the activity is expected to inspire residents to produce economic value products.
MANFAAT TABEL DATA USAHATANI BAGI PETANI DI KELURAHAN BLABAK, KECAMATAN PESANTREN, KOTA KEDIRI Eko Yuliarsha Sidhi; Nina Lisanty; Yuliyanto Yuliyanto; Exzanidan Fahas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini muncul salah satunya, dikarenakan antara lain akibat dari kurangnya pengetahuan dan ketrampilan petani dalam mencatat data kegiatan usaha taninya, sehingga menyebabkan petani sendiri mengalami kesulitan di dalam membuat perencanaan usahataninya, yang akibatnya hasil produksi dan pendapatan usaha taninya tidak sesuai harapan. Di samping itu, apabila ada pihak-pihak lain baik instansi terkait maupun pihak akademisi juga akan memgalami kesulitan untuk memperoleh data yg baik dan benar seperti di Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Oleh karena itu harus ada solusi atau jalan keluar. Tentu saja dalam kegiatan ini petani membutuhkan pendampingan dan bimbingan untuk mengatasi hal tersebut di atas. Sekaligus walau dalam suasana pandemi covid-19 kegiatan ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam penguatan ketahanan pangan daerah berdasarkan pada potensi dan keunggulannya. Kegiatan pelatihan dan pendampingan diberikan kepada lima belas petani sebagai perwakilan dari kelompok tani di area. Tim pelatih adalah tidak hanya tenaga pendidik dan mahasiswa di perguruan tinggi, namun juga merupakan bagian penting dari penyuluh pertanian di area. Kegiatan pelatihan dan pendampingan berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani setempat dalam melakukan pencatatan kegiatan usahatani mereka dalam bentuk Tabel Data Usaha tani. Kata Kunci: Tabel, data, usaha tani, perencanaan, pencatatan.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Sebagai Wadah Media Tanam di Desa Mojoroto Kelurahan Mojoroto Kota Kediri Rasyadan Taufiq Probojati; Nugraheni Hadiyanti; Mufiana Alfatin; Andreas Zulkarnain; Nina Lisanty
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.703 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i1.2354

Abstract

According to Government Regulation No. 18 of 2008 concerning the Processing of Household Waste and Types of Household Waste provides the definition of waste as the rest of human daily activities or natural processes in solid form. The waste problem is an important issue that needs to be addressed in various regions in Indonesia. In general, the types of waste can be divided into three types, namely organic/wet waste, inorganic/dry waste, and also hazardous waste consisting of chemical waste that requires special attention in its management. The problems above can be overcome by carrying out 3Rs, namely reducing the use of products that have the potential to become waste (Reduce), reusing products that have been used in order to reduce the waste that arises (Reuse), utilizing unused products so that they have value without polluting the environment. the spread of plastic waste drastically (Recycle). Based on the description of the problems above, this community service aims to: (1) Provide knowledge about independent waste management to the community in Mojoroto Village, Mojoroto Village, Kediri City, (2) Increase knowledge about waste sorting techniques before disposal, (3) Increase opportunities for creativity and community innovation in the use of plastic bottle waste as a planting medium. The results of this service, the community is increasingly interactive in farming and enthusiastically motivated in developing the agricultural sector in the city area by utilizing the residents' yards. Menurut Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengolahan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga memberikan definisi sampah sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat. Permasalahan sampah menjadi isu penting yang perlu segera ditangani di berbagai wilayah di Indonesia. Secara umum jenis sampah dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sampah organik/basah, sampah anorganik/kering, dan juga sampah berbahaya yang terdiri dari limbah kimia yang memerlukan perhatian khusus di dalam pengelolaannya. Permasalahan di atas dapat diatasi dengan melakukan 3R, yaitu mengurangi penggunaan produk yang berpotensi menjadi sampah (Reduce), menggunakan kembali produk yang sudah terpakai agar dapat berkurang sampah yang timbul (Reuse), memanfaatkan produk bebas yang tidak terpakai sehingga memiliki nilai tanpa mencemari lingkungan mampu mengurangi penyebaran sampah plastik secara drastis (Recycle). Berdasarkan uraian permasalahan di atas, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk : (1) Memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah mandiri pada masyarakat di Desa Mojoroto Kelurahan Mojoroto Kota Kediri, (2) Menambah pengetahuan mengenai teknik pemilahan sampah sebelum dibuang, (3) Menambah peluang kreativitas dan inovasi masyarakat pemanfaatan limbah botol plastik sebagai wadah media tanam. Hasil pengabdian ini, masyarakat semakin interaktif dalam bercocok tanam dan termotivasi antusias dalam mengembangkan bidang pertanian di wilayah kota dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah warga.
COMPARATIVE STUDY BETWEEN CONVENTIONAL AND CONSERVATION TILLAGE SYSTEM OF CORN CULTIVATION IN NGANJUK REGENCY, EAST JAVA PROVINCE OF INDONESIA Nina Lisanty; Nugraheni Hadiyanti; Agustia Dwi Pamujiati; Rasyadan Taufiq Probojati
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 7, No 1 (2023): March 2023
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v7i1.15991

Abstract

Corn cultivation techniques can be performed using a conventional tillage system (CovTS) and conservation tillage system (CosTS), which consists of minimum tillage (MT) and no-tillage (NT) systems. These systems have been implemented by almost every corn-producing region in Indonesia. One of these areas is Patianrowo District, Nganjuk Regency of East Java Province, Indonesia. The study was conducted to analyze the comparison from the economic side, such as the use and cost of farming inputs, revenue, income, and farming feasibility of the two cultivation systems. The study applied the methods of interview, documentation, and literature study in collecting the required data. Differences in costs, income, and the R/C ratio of maize farming from the two cultivation systems were tested statistically for independent samples. The analysis results stated that the no-tillage system was economically more profitable than the conventional system. A higher R/C Ratio value indicated that the NT system was more efficient in using costs, coupled with production time, than the CovTS. However, statistically, the two cultivation systems did not differ in production and income but showed a significant difference in labor employment. The condition of an area experiencing labor difficulties and supported by soil types such as grumosol is suitable for implementing a no-tillage system. In this case, the local government, through field extension officers, can guide farmers' decision to apply either cultivation system. Providing information, knowledge, and skills will assist maize farmers and other related parties in making decisions to obtain maximum profit and increase welfare.
Superworm (Zophobas morio) breeding for papaya stem waste management Nina Lisanty; Nugraheni Hadiyanti; Moch. Agus Suryo Wibowo; Nanang Aji Saputro; Nixie Azalia Whintisna; Rafelda Dias Nurfitri
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 4 No. 2 (2023): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v4i2.26464

Abstract

Boyolangu District is a famous papaya-producing area and the largest in Tulungagung Regency. The local papaya farming community is active in farming. They succeeded in producing approximately 10 tons of papaya in 2020. This number has decreased by more than half from the previous year in 2019. This is inseparable from the impact of the COVID-19 pandemic. In addition, the community complaint about a large amount of papaya stem waste after harvest. Waste management is a separate problem for farmers. Not to mention the added problem of the low price of papaya per kilogram. Therefore, a community service program aims to overcome the target community's problems with superworm (Zophobas morio) breeding education and training. The activity conducted by the team of the Faculty of Agriculture, University of Kadiri empowering the papaya farming community in Boyolangu District, Tulungagung Regency to manage papaya stem waste as an alternative feed for superworm breeding. Farmers were invited to breed superworm as their additional income and improve the standard of living of the family. This activity mainly focused on the introduction and training of superworm breeding. The activity was beneficial for the social, economic, and environmental life of the target community.
Produksi Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan Mikro Organisme Lokal (MOL) di Desa Jegreg Kabupaten Nganjuk Nina Lisanty; Junaidi Junaidi
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v1i1.1668

Abstract

Sampah selalu menjadi masalah utama di seluruh dunia. Pengelolaan sampah masih menjadi hal yang sulit dilakukan. Padahal sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti misalnya sampah organik yang diolah sedemikian rupa menjadi pupuk organik cair untuk menyuburkan lahan pertanian dan tanaman. Pelatihan produksi pupuk organik cair dilakukan di Desa Jegreg Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk dengan memanfaatkan mikroorganisme lokal yang tersedia secara bebas di lokasi tersebut. Tim Pengabdian kepada Masyarakat memberikan ceramah, pelatihan, dan bimbingan produksi pupuk organik cair bagi masyarakat mitra dengan hasil bertambahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat mitra dalam produksi pupuk organik cair dan pemanfaatan produk untuk lahan pertanian mereka. Beberapa bahan dan peralatan sudah Tim persiapkan terlebih dahulu beberapa hari sebelum hari pelaksanaan mengingat kegiatan ini membutuhkan waktu persiapan yang cukup lama. Tim sengaja memilih untuk menggunakan nasi sebagai media penangkapan mikroorganisme lokal dan bahan serta alat-alat sederhana agar masyarakat mitra lebih mudah untuk mengaplikasikan hasil pelatihan di kemudian hari.
Pengolahan Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) untuk Aplikasi Pertanian Lahan Pekarangan di Kecamatan Pace dan Ngronggot Kabupaten Nganjuk Nina Lisanty; Nugraheni Hadiyanti; Risma Ari Prayitno; Rachmad Chairul Huda
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v1i2.2090

Abstract

Materials for producing organic fertilizers are abundant around the house, cheap, and easy to reach. Various kitchen and household organic wastes can be processed into fertilizer, including vegetable waste, skin and fruit residue, food waste, and agricultural and livestock waste. Although farmers can make their organic fertilizers from various natural ingredients, expert assistance is needed for fertilizer production with more consistent results. Provision of knowledge about the essential elements of plant needs that a variety of natural ingredients can represent can increase the ability to produce quality organic fertilizers. The community service team at the Faculty of Agriculture, Kadiri University, took the initiative to introduce the management of kitchen waste into organic fertilizer, its functions, its advantages, its production, and its application on land or planting media to partner communities: farmers and their families in Nganjuk Regency. The partner community welcomed it well. Not only did they directly benefit from this training, but also this community service project contributed to the closer partnership between community members and between communities and higher education institutions for sustainable development.Bahan untuk pembuatan pupuk organik tersedia melimpah di sekitar rumah, murah, dan mudah dijangkau. Beragam limbah organik dapur dan rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk termasuk sisa sayuran, kulit dan sisa buah, limbah makanan, dan limbah pertanian serta peternakan. Meski petani dapat membuat sendiri pupuk organik dari beragam bahan alami, pendampingan ahli diperlukan untuk produksi pupuk yang hasilnya lebih konsisten. Pembekalan pengetahuan tentang elemen penting kebutuhan tanaman yang dapat diwakili oleh beragam bahan alami tadi dapat meningkatkan kemampuan produksi pupuk organik berkualitas. Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Kadiri berinisiasi untuk melakukan introduksi pengelolaan sampah dapur menjadi pupuk organik, fungsinya, keuntungan penggunaannya, cara pembuatan, dan aplikasinya di lahan atau media tanam kepada masyarakat mitra, petani dan keluarga tani di Kabupaten Nganjuk. Masyarakat mitra menyambutnya dengan baik, tidak hanya mereka memperoleh manfaat langsung dari pelatihan ini, namun juga proyek pengabdian kepada masyarakat ini berkontribusi terhadap semakin eratnya kemitraan antar warga masyarakat dan antara warga dan institusi pendidikan tinggi untuk pembangunan berkelanjutan.
Pengolahan Jeruk Nipis untuk Peningkatan Nilai Tambah Produk Unggulan Desa Bolo, Kabupaten Gresik Nina Lisanty; Djoko Rahardjo; Nur Laili Wahyu Triana; Roszana Wahyuniati
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v2i1.2538

Abstract

Bolo Village in Ujungpangkah District, Gresik Regency, East Java Province is well-known as a producer of good quality limes. Lime farming in the area has been proven to increase the income of farmers and the surrounding community. This potential requires more support to be used as a superior village product with added value for increasing farmers' income and community welfare. Community service activities were conducted at the location through training methods, especially community participatory, with the hope that the participants could implement the results of the training. The activities were carried out three times based on the products made from lime. The first training was the manufacture of hand sanitizer products, followed by training on making aromatherapy candles and instant powder drinks on another predetermined day. The participating communities had the opportunity to take home the products from the training as souvenirs as well as a reminder for them to apply the training activities by producing the three products. The Bolo Village community service activity in the future is faced with product development and quality, as well as assistance on the legality of community businesses. Desa Bolo di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur terkenal sebagai penghasil jeruk nipis berkualitas baik. Usahatani jeruk nipis terbukti dapat meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat sekitar. Potensi ini memerlukan dukungan untuk dapat dijadikan produk unggulan desa dengan nilai tambah demi peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di lokasi melalui metode pelatihan, terkhusus community participatory, dengan harapan masyarakat peserta dapat mengimplementasikan hasil pelatihan. Kegiatan pelatihan dilakukan dalam 3 waktu berdasarkan produk yang dihasilkan berbahan baku jeruk nipis. Pelatihan pertama adalah pembuatan produk hand sanitizer, dilanjutkan pelatihan pembuatan lilin aromatherapy dan minuman serbuk instan di hari lain yang telah ditentukan. Masyarakat peserta antusias dalam kegiatan pelatihan. Mereka berkesempatan membawa pulang produk hasil pelatihan sebagai cenderamata sekaligus pengingat bagi mereka untuk benar-benar mengaplikasikan kegiatan pelatihan dengan menghasilkan ketiga produk berbahan baku jeruk nipis tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat Desa Bolo ini untuk ke depannya dihadapkan pada pengembangan produk dan kualitasnya, serta pendampingan legalitas usaha masyarakat.
Edukasi Bahaya Covid-19 dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di Dusun Ngampel, Desa Selodono, Kabupaten Kediri Devina Cinantya Anindita; Nina Lisanty; Ayu Nur Aliza
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v2i1.2553

Abstract

The education and socialization of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a program for the community regarding cleanliness. It is to reduce exposure to the virus during a pandemic by living a clean and healthy life. The efforts to implement PHBS can be made by the habit of washing hands prior to and after activities. The Ngampel hamlet residents are still negligent in implementing the health protocol. Based on this phenomenon, education is needed regarding the risks of Covid-19 and the proper method of washing hands. The team conducted a survey and socialization with the residents. The media used for education were WhatsApp groups and flyers designed using a simple and easy-to-be-understood campaign. The community and students were enthusiastic about participating in the socialization activities. The community service program provided experience and knowledge to the participated community about the risks of Covid-19 to implement PHBS.Upaya pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih peduli akan kebersihan akhir-akhir ini dengan menggalakkan program Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS). Program ini disinyalir dapat mengurangi risiko paparan virus di masa pandemi Covid-19. Upaya menerapkan PHBS bisa dilakukan dengan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun sesudah maupun sebelum beraktivitas. Warga Dusun Ngampel, Desa Selodono masih abai dalam menerapkan protokol kesehatan. Berdasarkan fenomena tersebut, perlu adanya edukasi terkait metode yang benar dan baik dalam mencuci tangan dan kaitannya dengan resiko terpaparnya Covid-19. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah survey awal dan sosialisasi kepada masyarakat Dusun Ngampel. Media yang digunakan untuk edukasi berupa whatsapps group dan flyer yang sudah dirancang dengan menggunakan metode kampanye dengan kalimat yang mudah ditangkap dan dipahami. Sosialisasi diikuti oleh warga dan pelajar yang berada di Dusun Ngampel, Desa Selodono. Warga dan pelajar sangat antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi. Program pengabdian masyarakat terkait edukasi bahaya covid-19 dan cuci tangan pakai sabun (CTPS) memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada masyarakat tentang resiko Covid-19 dan salah satu bentuk pencegahannya dengan kebiasaan mencuci tangan dengan menggunakan sabun sebagai bagian penerapan PHBS. 
Produksi pestisida nabati dari serai, cengkeh, dan lada di Desa Sanggrahan, Kabupaten Nganjuk Rasyadan Taufiq Probojati; Nina Lisanty; Achmad Masykur Ghazali
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v2i1.2560

Abstract

Lemon grass and cloves contain essential oils that are against pest. Thus, they have the potential to be used as main ingredients in the manufacture of botanical pesticides. The teamwork program of the Faculty of Agriculture, Kadiri University formulated both ingredients to produce biopesticide suitable for common pests on shallot plant. It was hoped that the information and knowledge can be spread to the community, particularly shallot farmers, to be able to process natural ingredients for botanical pesticides. The farmers are always constrained by armyworm attacks on their plants. Community service was carried out to educate and socialize the production of the biopesticide at residents' homes in Sanggrahan Village, Gondang District, Nganjuk Regency, East Java Province. The main target of this program was the shallot farming community in the area. Several implementation stages included lectures, training on making pesticides, producing biopesticides, making leaflets, evaluating, and assisting the results of application of biopesticides. The community service activity was carried out smoothly and the community was enthusiast to take part in the activitySerai dan cengkeh memiliki kandungan minyak atsiri yang bersifat beracun, sehinga berpotensi sebagai bioaktivitas terhadap serangan hama. Disisi lain, serai dan cengkeh memiliki potensi yang dapat dijadikan sebagai bahan alam dalam pembuatan pestisida nabati. Melalui program kerja tim pengabdian fakultas pertanian Universitas Kadiri, diharapkan masyarakat mampu mengolah bahan alami untuk pestisida nabati. Program ini diharapkan dapat membantu mengatasi para petani bawang merah yang setiap musim tanam selalu terkendala dengan serangan hama ulat grayak. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di rumah warga di Desa Sanggrahan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Sementara itu, sasaran pengabdian ini adalah masyarakat petani bawang merah di Desa Sanggrahan. Beberapa tahapan pelaksanaan diataranya adalah ceramah, pelatihan pembuatan pestisida, memproduksi pestisida nabati, membuat leaflet, dan pendampingan dalam implementasi hasil pembuatan pestisida nabati. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan lancar dan respon masyarakat sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini.
Co-Authors Achmad Masykur Ghazali Agustia Dwi Pamujiati Agustia Dwi Pamujiati Agustia Dwi Pamujiati Ahmad Habibi Walid Ahmad Haris Hasanuddin Slamet Andarini, Marwita Andreas Zulkarnain Anggraini, Dea Asikin Bahar Auliyya, Zikra Ayu Nur Aliza Azkiyah, Lailatul Bahar, Asikin Chumaidah, Siti Cindy Yohana Devi Oktaviana Devina Cinantya Anindita Djoko Rahardjo Djoko Rahardjo Eko Yuliarsha Sidhi Eko Yuliarsha Sidhi Eko Yuliarsha Sidhi Eko Yuliarsha Sidhi Emmy Hamidah Exzanidan Fahas Fajarino, Aldo Firdausi, Muhammad Riza Firnanda , Arya Bagus Heru Kurniawan Hohoubun, Frederik Moses Bal-bal Idum Satia Santi Imam Bukhori Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Kharisma Satria Pamungkas Kresna Widigdo Margo Utomo Liya Agustina, Liya Mariyono Mariyono Mayda, Trika Moch. Agus Suryo Wibowo Mufiana Alfatin muharram, Muhammad Mulyanto Mulyanto Nanang Aji Saputro Nixie Azalia Whintisna Nixie Azalia Whintisna Nugraheni Hadiyanti Nugraheni Hadiyanti Nugraheni Hadiyanti Nur Khabibi Nur Laili Wahyu Triana Nur Ulfa Turohmah Nurhamidah, Siti Nurrohman, Aji Pamungkas, Kharisma Satria Prayoga, Reksa Nanda Putri Islami, Gadis Tiara Rachmad Chairul Huda Rafelda Dias Nurfitri Rahmawati, Siti Zenita Rasyadan Taufiq Probojati Reksa Nanda Prayoga Risma Ari Prayitno Rizki Jefri Ramadhan Roszana Wahyuniati Sa'adah, Enik Nur Saptorini Saptorini Sari, Sindy Permata Satriya Bayu Aji Setyowati Slamet, Ahmad Haris Hasanudin Suryo Wibowo, Mochamad Agus Taufan Achmad Ghozali Yusuf Ta’wim, Akhris Asanit Tri Widayatsih Tri Widayatsih, Tri Tutut Dwi Sutiknjo Tutut Dwi Sutiknjo Tutut Dwi Sutiknjo Umi Mariyati Wahyudi Wally Wibowo, Moch. Agus Suryo Widi Artini Widi Artini Wiwiek Andajani WIWIEK ANDAJANI Yesy Nur Gunariyati Yuli Witono Yuliyanto Yuliyanto Yusuf, Taufan Achmad Gozali