Claim Missing Document
Check
Articles

Inovasi Olahan Jagung Twistcorn sebagai Pengembangan Agroindustri Lokal di Lamongan Hamidah, Emmy; Bukhori, Imam; Santi, Idum Satia; Lisanty, Nina
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6974

Abstract

Corn (Zea mays) has various health benefits derived from its carotenoid content, which gives its kernels their yellow color. Approximately 22% of this content is beta-carotene, which functions to prevent blindness due to cataracts, while xanthophyll protects cells from cancer, acts as an antioxidant, and supports the immune system and heart health. This community service activity aims to increase understanding of the optimal use of corn, specifically through the production of nutritious twistcorn snacks. This training involved the community in RT.001 RW.003 Laren Village and began with an initial questionnaire, followed by the delivery of materials on making twist corn snacks, and concluded with a final questionnaire. The material was delivered through lectures and question-and-answer discussions, which were met with enthusiasm by the participants. The results of the activity demonstrated an increase in knowledge among all participating communities following the training. Jagung (Zea mays) memiliki berbagai manfaat kesehatan yang berasal dari kandungan karotenoidnya, yang memberikan warna kuning pada bijinya. Sekitar 22% dari kandungan tersebut adalah beta karoten, yang berfungsi mencegah kebutaan akibat katarak, sementara xantofil melindungi sel dari kanker, bertindak sebagai antioksidan, dan mendukung sistem kekebalan serta kesehatan jantung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pemanfaatan jagung secara optimal, khususnya melalui pembuatan snack jagung twistcorn yang bergizi. Pelatihan ini melibatkan masyarakat di RT.001 RW.003 Desa Laren dan dimulai dengan kuisioner awal, diikuti dengan penyampaian materi mengenai pembuatan camilan jagung twistcorn, dan diakhiri dengan kuisioner akhir. Materi disampaikan melalui metode ceramah dan diskusi tanya jawab, yang disambut dengan antusiasme peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan seluruh masyarakat peserta setelah pelatihan.
Inovasi Pengolahan Limbah Kulit Pisang Raja Nangka menjadi Tepung Bernilai Ekonomi pada Sentra Getuk Pisang Desa Petok, Kediri Lisanty, Nina; Sutiknjo, Tutut Dwi; Junaidi, Junaidi; Muharram, Muhammad; Nurhamidah, Siti
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.7063

Abstract

Petok Village, located in Mojo District, Kediri Regency, is known as a major center for getuk pisang (banana cake) production that has been sustained across generations. However, the production process generates large amounts of waste from raja nangka banana peels that remain unutilized. The banana peel waste generated from these home-based industries has the potential to pollute the environment if not properly managed and disposed of. Based on previous research on the formulation of banana peel flour as a functional food ingredient, this activity aimed to transfer knowledge and skills to getuk pisang producers, enabling them to process banana peel waste into value-added flour. The program was conducted using a participatory approach involving socialization sessions, direct demonstrations of banana peel flour production, and discussions on business opportunities derived from the process. The results showed an 85% increase in participants’ knowledge and skills, as measured by pre- and post-tests. In addition to producing quality banana peel flour, the activity also fostered awareness of circular economy concepts and local resource utilization. This community empowerment initiative presents opportunities for establishing a joint business group focused on banana peel flour processing, as well as collaboration with the village government for product development and sustainable marketing. Desa Petok di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, dikenal sebagai sentra penghasil getuk pisang yang telah bertahan lintas generasi. Namun, produksi getuk pisang menghasilkan limbah kulit pisang raja nangka dalam jumlah besar yang belum termanfaatkan secara optimal. Limbah kulit pisang yang dihasilkan dari industri rumahan getuk pisang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya tentang formulasi tepung kulit pisang sebagai bahan pangan fungsional, kegiatan ini bertujuan mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada pelaku usaha getuk pisang agar mampu mengolah limbah kulit pisang menjadi tepung bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan tepung kulit pisang, serta diskusi peluang usaha turunan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 85% berdasarkan pre-test dan post-test. Selain menghasilkan produk tepung kulit pisang berkualitas, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran tentang konsep ekonomi sirkular dan potensi diversifikasi produk berbasis bahan lokal. Kegiatan ini berimplikasi pada peluang pembentukan kelompok usaha bersama pengolahan tepung kulit pisang serta kerja sama dengan pemerintah desa untuk pengembangan produk olahan dan pemasaran berkelanjutan.    
Co-Authors Achmad Masykur Ghazali Agustia Dwi Pamujiati Agustia Dwi Pamujiati Agustia Dwi Pamujiati Ahmad Habibi Walid Ahmad Haris Hasanuddin Slamet Andarini, Marwita Andreas Zulkarnain Anggraini, Dea Asikin Bahar Auliyya, Zikra Ayu Nur Aliza Azkiyah, Lailatul Bahar, Asikin Chumaidah, Siti Cindy Yohana Devi Oktaviana Devina Cinantya Anindita Djoko Rahardjo Djoko Rahardjo Eko Yuliarsha Sidhi Eko Yuliarsha Sidhi Eko Yuliarsha Sidhi Eko Yuliarsha Sidhi Emmy Hamidah Exzanidan Fahas Fajarino, Aldo Firdausi, Muhammad Riza Firnanda , Arya Bagus Heru Kurniawan Hohoubun, Frederik Moses Bal-bal Idum Satia Santi Imam Bukhori Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Kharisma Satria Pamungkas Kresna Widigdo Margo Utomo Liya Agustina, Liya Mariyono Mariyono Mayda, Trika Moch. Agus Suryo Wibowo Mufiana Alfatin muharram, Muhammad Mulyanto Mulyanto Nanang Aji Saputro Nixie Azalia Whintisna Nixie Azalia Whintisna Nugraheni Hadiyanti Nur Khabibi Nur Laili Wahyu Triana Nur Ulfa Turohmah Nurhamidah, Siti Nurrohman, Aji Pamungkas, Kharisma Satria Prayoga, Reksa Nanda Putri Islami, Gadis Tiara Rachmad Chairul Huda Rafelda Dias Nurfitri Rahmawati, Siti Zenita Rasyadan Taufiq Probojati Reksa Nanda Prayoga Risma Ari Prayitno Rizki Jefri Ramadhan Roszana Wahyuniati Sa'adah, Enik Nur Saptorini Saptorini Sari, Sindy Permata Satriya Bayu Aji Setyowati Slamet, Ahmad Haris Hasanudin Suryo Wibowo, Mochamad Agus Taufan Achmad Ghozali Yusuf Ta’wim, Akhris Asanit Tri Widayatsih Tri Widayatsih, Tri Tutut Dwi Sutiknjo Tutut Dwi Sutiknjo Tutut Dwi Sutiknjo Umi Mariyati Wahyudi Wally Wibowo, Moch. Agus Suryo Widi Artini Widi Artini Wiwiek Andajani WIWIEK ANDAJANI Yesy Nur Gunariyati Yuli Witono Yuliyanto Yuliyanto Yusuf, Taufan Achmad Gozali