Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KETERAMPILAN RENANG GAYA BEBAS MELALUI METODE PENUGASAN PRAKTIK TERSTRUKTUR: STUDI ACTION RESEARCH PADA ANAK PEMULA USIA 10-11 TAHUN Mochamad Destri Sutisna; Widiastuti Widiastuti; Oman Unju Subandi; Sujarwo Sujarwo; Herman Chaniago; Fajar Vidya Hartono
Jurnal Porkes Vol 9 No 2 (2026): PORKES
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v9i2.34139

Abstract

The low proficiency in freestyle swimming skills among beginner students aged 10–11 years at the Marlin Swimming School Club in Purwakarta Regency is attributed to a conventional, instructor-centered training approach that lacks sufficient progression and variation. This study aims to improve freestyle swimming skills through the application of a structured practice assignment method. The method used was the Kemmis and McTaggart spiral action research model, conducted over 10 sessions (8 intervention sessions) with 20 beginner students. Data collection utilized an observation sheet covering five skill aspects (body position, leg movement, arm movement, breathing, coordination) on a 1–4 scale. The results showed an average score increase from 9.00 to 15.00 (a 66.7% increase). A paired t-test confirmed a statistically significant improvement (t=11.23, df=19, p<0.001). A total of 95% of the students (19 out of 20) met the passing criteria (score ≥12). In conclusion, the structured practice assignment method is effective in improving the freestyle swimming skills of beginner students. Further research with an experimental design and a control group is recommended to generalize the results.
Pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital Berbasis Google Sites Bagi Guru Sujarwo; Desy Safitri; Ajeng Ginanjar; Nurzengky Ibrahim; Arita Marini
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/6237rf75

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tuntutan pembelajaran abad ke-21 menuntut guru memiliki kompetensi dalam merancang pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan berbasis teknologi. Namun, masih banyak guru yang menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan media pembelajaran digital yang mudah diakses, terintegrasi, dan berkelanjutan. Media pembelajaran yang digunakan umumnya masih bersifat konvensional dan parsial, sehingga belum optimal dalam mendukung pembelajaran yang kolaboratif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik di era digital. Kondisi ini menunjukkan bahwa  kompetensi guru harus terus diupgrade sehingga dapat melakukan inovasi dalam pembelajaran digital dengan melakukan pendampingan sistematis untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan media pembelajaran digital yang praktis dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Metode yang digunakan adalah melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital berbasis Google Sites. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di SMP Negeri 20 Jakarta dalam memanfaatkan dan mengembangkan media pembelajaran digital berbasis Google Sites. Hasil kegiatan ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan  Google Sites sebagai media pembelajaran digital. Kelebihan pengbdian yang dilakukan adalah dengan simulasi dan pembimbingan langsung sehingga peserta dapat secara langsung mampraktekkan penggunaan Google Sites sebagai media pembelajaran digital
Tren Pola Hidup Sehat Masa Kini Terhadap Kesehatan Mental Dan Fisik Generasi Z Arzu Akhund Zada; Desy Safitri; Sujarwo
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 6 (2026): GJMI - Juni
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v4i6.2123

Abstract

Penelitian ini berjudul tren pola hidup sehat masa kini dikaitkan dengan kesehatan mental dan fisik pada generasi z. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana hubungan antara tren pola hidup sehat dengan kesehatan mental dan fisik pada generasi z. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review, data dikaji melalui jurnal-jurnal penelitian serta artikel terkait variabel pola hidup sehat, kesehatan mental, dan kesehatan fisik baik nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola hidup sehat dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik terutama bagi generasi z. Artinya kesehatan mental dan fisik dapat diperbaiki apabila individu menerapkan pola hidup sehat. Melakukan aktivitas fisik, kualitas tidur yang baik, dan menjaga asupan makan merupakan bentuk-bentuk dari penerapan pola hidup sehat. Artikel ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi generasi z bahwa pola hidup sehat harus berkelanjutan guna memperoleh kesehatan mental dan kesehatan fisik yang optimal.
Development and Validation of a Motor Skills Learning Model for Pencak Silat Athletes Aged 15–18 Years Hani Fatonah; Sujarwo Sujarwo; Widiastuti Widiastuti
Sriwijaya University Learning and Education International Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Sriwijaya University Learning and Education International Journal
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55379/6bg75k02

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of a machete skills learning model for Pencak Silat athletes aged 15–18 years by collecting empirical evidence regarding its outcomes. This study employed a Research and Development (R&D) approach combined with a pre-test–post-test experimental design. Data were analyzed using an independent samples t-test with SPSS software to determine the effectiveness of the developed learning model. The effectiveness test involved 75 Pencak Silat athletes aged 15–18 years from Ciomas District, Serang Regency, Banten Province, Indonesia. The participants received the intervention over 16 training sessions using the developed machete skills learning model. Performance was assessed using a standardized machete skills test that measured the accuracy and execution of deep strikes and deep slashes. The experimental group showed an improvement in mean scores from 0.22806 on the pre-test to 0.23786 on the post-test. Similarly, the control group improved from 0.60788 to 0.65368. Statistical analysis revealed a significant difference between the experimental and control groups (p = 0.003, p < 0.05), indicating that the learning model produced a significantly greater improvement than conventional training methods. These findings demonstrate that the developed machete skills learning model is effective in improving the machete skills of beginner Pencak Silat athletes aged 15–18 years and can be recommended as an alternative training model for coaches and practitioners.
“Systematic Literature Review: Strategi Pengenalan Pendidikan Seksual pada Anak Usia Dini” Muhammad Haekal; Sujarwo; Desy Safitri
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7642

Abstract

Pendidikan seksual pada anak usia dini merupakan salah satu bentuk pendidikan penting yang bertujuan memberikan pemahaman mengenai tubuh, batasan diri, serta perlindungan terhadap tindak kekerasan seksual. Namun, pelaksanaan pendidikan seksual pada anak usia dini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti anggapan tabu di masyarakat, kurangnya pemahaman orang tua dan guru, serta penggunaan metode pembelajaran yang kurang sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi pengenalan pendidikan seksual pada anak usia dini melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengenalan pendidikan seksual pada anak usia dini dapat dilakukan melalui penggunaan media video animasi, metode bercerita, lagu edukatif, media audio visual, permainan edukatif, dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan pemahaman anak mengenai anggota tubuh, batasan tubuh pribadi, serta kemampuan melindungi diri dari tindakan kekerasan seksual. Selain itu, keterlibatan orang tua dan guru menjadi faktor penting dalam keberhasilan pendidikan seksual pada anak usia dini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengenalan pendidikan seksual harus disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak agar pembelajaran menjadi lebih efektif, menyenangkan, dan mudah dipahami.