Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL PEMBIAYAAN PRA PANEN PADA RANTAI PASOK AGRIBISNIS BERDASARKAN SISTEM PRODUKSI KOMODITAS CABAI MERAH DENGAN ORIENTASI PASAR TERSTR UKTUR Eddy Renaldi; Tuti Karyani; Agriani Hermita Sadeli; Hesty Nurul Utami
Sosiohumaniora Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.228 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5750

Abstract

Fluktuasi harga cabai merah yang cukup tinggi saat ini ini disebabkan oleh pasokancabai merah dari sentra produksi ke pasar yang tidak berkesinambungan dan tidak terstruktur sebagaiakibat petani yang tidak mengembangkan basis produksi. Salah satu komponen pengembangan basisproduksi cabai merah di Indonesia adalah komponen keuangan yang dapat dilakukan melalui SupplyChain Financing dimana resiko dan pengembalian dari penyedia keuangan ditanggung bersama olehpelaku dalam rantai pasok. Komponen keuangan berupa modal usaha di sistem produksi menjadi salahsatu kendala pengembangan agribsnis cabai merah, karena sulitnya memperoleh bantuan pembiayaanakibat karakteristik usaha agribisnis dan risiko yang ditimbulkannya. Model pembiayaan pra panenpada rantai pasok agribisnis akan memperkuat pengembangan basis produksi yang selanjutnya dapatdiperluas menjadi klaster agribisnis cabai merah di Jawa Barat, bahkan dapat direplikasi pada tingkatnasional. Melalui pembiayaan rantai pasok diharapkan dapat meningkatkan pengembalian atas investasidan pertumbuhan dan daya saing rantai pasok itu. Riset aksi ini dilakukan melalui metode studi kasusmelalui identifikasi Value Stream Mapping dan pendekatan pemodelan kualitatif yang dilakukan disalah satu sentra produksi cabai merah di Jawa Barat, yakni Kabupaten Garut, Desa Cigedug. Untukmenghasilkan cabai dengan kualitas yang baik dan kontinyu harus didukung dengan ketersediaansarana produksi yang sesuai dengan kebutuhan petani benih cabai dan petani cabai yang diberikanpada tingkat kelompok tani atau koperasi yang memasarkan cabai ke pasar terstruktur. Pembeli daripasar terstruktur melalui kontrak yang memuat jumlah, kualitas dan harga cabai yang disepakati dapatmenjamin kesetabilan pendapatan petani. Dalam hal ini pembeli menjadi penjamin dalam kelancaranpembayaran dari pembiayan yang diberikan kepada petani.
STRATEGI PEMASARAN MELALUI MODEL PEMASARAN RELASIONAL UNTUK KOMODITAS WORTEL (Studi Kasus di Klaster Agribisnis Sayuran) Agriani Hermita Sadeli; Hesty Nurul Utami; Endah Djuwendah
Sosiohumaniora Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.324 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i1.9573

Abstract

Kondisi pasar dan persaingan antar pelaku usaha agribisnis sayuran yang semakin ketat menuntut petani untuk melakukan berbagai upaya strategi bisnis untuk memenangkan persaingan diantaranya dari sisi strategi pemasaran melalui pemasaran relasional. Membangun pemasaran relasional dengan stakeholder termasuk konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Klaster Agribisnis Sayur Kelompok Tani Katata yang terletak di Kampung Cinangsi, Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan di kelompok tani ini karena berlokasi di sentra sayuran dan mengembangkan komoditas wortel sebagai komoditas utamanya. Fokus dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan Kelompok Tani Katata dengan semua pemangku kepentingan berdasarkan enam pasar. Model ini akan mengidentifikasi potensi petani wortel dalam hubungan dengan pemangku kepentingan dari domain enam pasar serta pertukaran nilai antar pelaku. Pihak yang mempengaruhi kelompok tani berada pada keenam pasar dan tercipta pertukaran nilai dalam jaringan. Strategi yang diterapkan harus mempertahankan dan meningkatkan kolaborasi dalam pertukaran nilai dalam jaringan.
PERSEPSI KONSUMEN THEMATIC COFFEE HOUSE TERHADAP MEREK, KUALITAS PRODUK DAN PELAYANAN SERTA NILAI PELANGGAN PRODUK KOPI LOKAL (Survei Konsumen Filosofi Kopi Jakarta Selatan) Hesty Nurul Utami; Nuri Kamilia
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v6i1.9870

Abstract

 AbstrakIndonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia dengan tingkat konsumsi kopi yang diproyeksikan terus meningkat setiap tahun serta didukung meningkatnya jumlah coffee house di Indonesia. Filosofi Kopi merupakan coffee house yang beroperasi kurang dari satu tahun di wilayah Jakarta dengan konsep thematic coffee house yang menjual kopi lokal khas Indonesia yang harus bersaing dengan coffee house internasional yang membuka cabangnya di kota besar seperti Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi konsumen terhadap kesadaran merek, kualitas kopi, kualitas pelayanan dan nilai pelanggan di Filosofi Kopi untuk meningkatkan daya saing coffee house lokal di Indonesia. Membangun merek dapat memberikan perlindungan secara legal terhadap keunikan sebuah merek, sedangkan kualitas produk dan kualitas pelayanan dapat meningkatkan nilai yang dirasakan konsumen. Sehingga suatu produk akan berhasil jika memberikan nilai yang lebih tinggi bagi konsumen dan dapat dijadikan sebagai alat ukur daya saing. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan diagram ular sebagai alat analisis data. Sampel dipilih melalui teknik proporsional stratified random sampling terhadap 60 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen sulit untuk mengingat nama jenis kopi yang dijual namun mudah mengenali logo dengan perspektif positif atas rasa dan aroma kopi lokal yang superior dan cara penyajian kopi yang tepat, namun belum didukung fasilitas layanan coffee house yang memuaskan konsumen. Edukasi konsumen dan kampanye pemasaran melalui merek dan kualitas produk diperlukan untuk meningkatkan daya saing kopi lokal.Kata kunci: kopi lokal, jasa makanan, penciptaan nilai, perilaku konsumenAbstractIndonesia is one of the largest coffee producer in the world with coffee consumption level predicted to be increased every year and supported by the rise of coffee house in Indonesia. Filosofi Kopi is a brand new coffee house with thematic and unique concept in Jakarta that sold Indonesia local coffee and should compete with numerous international coffee house brand that open their store branch in big city such as Jakarta. This study objectives are to describe customers perspective on brand awareness, coffee quality, service quality and customer value to improve business competitiveness. Building brand could give legal protection for brand uniqueness, while product quality and service quality are predicted to improve customer perceived value. Thus a product successfulness is undeniable with favour to high customer value that utilize as tool for competitiveness. The research method applied descriptive quantitative with snake diagram for data analysis. Proportional stratified random sampling technique was applied to 60 respondents. The results show that customer face difficulties recognizing local coffee names while it is easier to remember product logo. Filosofi Kopi show positive perspective on local coffee product quality by product flavour and aroma, while service quality superiority gain through precise coffee presentation but less supported physical evidence of a coffee house to reveal consumer satisfaction. Customer education and marketing campaign on product brand and product quality required to improve local coffee competitiveness.Keywords: local coffee, food services, value creation, consumer behavior
CUSTOMER CENTRICITY: KEPUASAN KONSUMEN MELALUI NILAI PELANGGAN BERDASARKAN VALUE-IN-USE TERHADAP KUALITAS PRODUK SAYUR ORGANIK (Studi kasus di Ujenk Mart Bandung, Jawa Barat) Hesty Nurul Utami; Anggita Chaeriyah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 1 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v3i1.18179

Abstract

ABSTRAK Produk makanan organic saat ini menjadi popular di kalangan masyrakat dengan gaya hidup sehat. Sebagian besar produk organic dipasarkan di pasar modern seperti supermarket, speciality store, dan rantai pasar modern lainnya untuk menyediakan produk segar organic dengan berbagai macam pilihan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh nilai pelanggan atas kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan sayuran organik di Ujenk Mart sebagai salah satu ‘local fresh market’ di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan alat analisis regresi linear sederhana dan customer value mapping. Jumlah sampel sebanyak 56 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai pelanggan mempengaruhi kepuasan pelanggan melalui indikator kualitas produk. Value-in-use konsumen melalui pengalaman mengkonsumsi produk menunjukkan nilai pelanggan pada posisi fair value antara manfaat produk melalui kualitas dengan total biaya yang harus dikeluarkan untuk menikmati produk sayuran segar organic. Kata Kunci: Kepuasan konsumen, sayuran organink, value in use ABSTRACT Organic food become more popular in the modern lifestyle. Most of the organic product especially organic fresh produce sold in the modern market chain such as supermarkets, specialty store, and other modern retail channel by providing fresh organic products with variety of choices and selection to fulfil consumer needs and wants toward fresh produce. This study objective was to explain the effect of customer value based on the value-in-use through product quality toward customer satisfaction of organic vegetables in Ujenk Mart as one of ‘Local Fresh Market’ in Bandung City. The research method used quantitative method with data analysis using the simple linear regression analysis and customer value mapping. Number of samples obtained were 56 respondents. Results of linear regression analysis indicates that customer value significantly influence customer satisfaction through providing product quality. Value-in-use from customer perspective on experiencing organic fresh produce quality presented a fair value between product quality benefits and overall cost. Keywords: Consumers satisfaction, organic vegetables, value in use
KEY FACTORS DETERMINING RELATIONSHIP MARKETING IN THE FOOD E-COMMERCE NETWORK: A BUSINESS-TO-BUSINESS SERVICE PERSPECTIVE Hesty Nurul Utami; Dini Turipanam Alamanda
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v6i2.37354

Abstract

AbstrakDiskusi mengenai paradigma bisnis dan pemasaran telah diteliti dengan mengubah fokus dari fokus terhadap produk menjadi fokus terhadap pelanggan dengan mengacu pada orientasi logika dominasi layanan. Perkembangan teknologi digital seperti internet dan media sosial telah mempengaruhi praktek bisnis dan pemasaran dalam melakukan praktek bisnis online, seperti contohnya e-commerce, termasuk di dalamnya bisnis makanan. Studi ini mengeksplorasi mengenai faktor – faktor yang menentukan hubungan pemasaran di dalam jaringan bisnis e-commerce makanan. Metode penelitian induktif digunakan dalam studi ini, dan data dianalisis dengan menggunakan analisis data tematik berdasarkan hasil wawancara mendalam yang dilakukan dengan berbagai pelaku bisnis yang terlibat di dalam rantai e-commerce makanan. Hasil penelitian menunjukkan tujuh elemen kritis yang akan menentukan kesuksesan hubungan pemasaran di dalam jaringan bisnis e-commerce makanan: komitmen, komunikasi, kepercayaan, koordinasi, reputasi, profesionalisme, dan risiko di dalam hubungan. Hasil analisis memberikan dasar lebih lanjut untuk pengembangan hubungan pemasaran di dalam bisnis makanan di dalam menggunakan e-commerce dengan dilandasi logika dominasi layanan sebagai prinsip dasar yang digunakan oleh petani produsen, pedagang, dan pelaku ritel atau pengecer.Kata kunci: hubungan pemasaran, nilai hubungan, logika dominasi layanan, e-commerce makanan, perdagangan antar usaha (perusahaan)AbstractDiscussion about the business and marketing paradigm is observed by shifting the focus from product-focused to customer-focused with service-dominant logic orientation. Digital technology advancement, such as the Internet and social media, has influenced business and marketing practices into online business, such as e-commerce, including food businesses. This study explored the factors determining marketing relationships in the food e-commerce network. An inductive research method was applied, and data were analysed using thematic analysis based on in-depth interviews with various business actors involved in the food e-commerce chain. The results reveal seven critical elements that determine a success relationship marketing in the food e-commerce network: commitment, communication, trust, coordination, reputation, professionalism, and relationship risk. The analysis provides a foundation for further development of relationship marketing in the food businesses on using e-commerce and service-dominant logic as the underlying principle for farmer producers, traders or suppliers, and retailers. Keywords: relationship marketing, relationship value, service-dominant logic, agri-food e-commerce, business-to-business
KAJIAN SISTEM AGRIBISNIS PAKCOY ORGANIK: KASUS PADA POKTAN SAUNG ORGANIK Elly Rasmikayati; Mufti Helmi; Hesty Nurul Utami; Gunardi Judawinata; Bobby Rachmat Saefudin
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v7i1.4777

Abstract

The Saung Organic farmer group is a producer of organic vegetable products that has received an Organic Food Certificate from the Indonesian Organic Farming (Inofice) Certification in 2013 for the types of leafy vegetables including pakcoy. This study aims to examine the agribusiness system in organic pakcoy farming carried out by the Organic Saung Farmer Group. This study used a qualitative design with a case study method approach. The data analysis design used descriptive analysis. The results illustrate that in the upstream organic pakcoy subsystem, the procurement of production facilities includes pick-ups car, hoes, cored, sprayers, manure, organic liquid fertilizer, pakcoy gardena seeds, drilling wells to meet water availability, tricoderma, and packaging as well as tie rope. The production factor for organic pakcoy farming includes the area of land ownership in the group which is 0.5 hectares, does not use labor outside the farmer group members, and the amount of capital owned is Rp. 3,690,744. In the production subsystem, the organic pakcoy cultivation process is carried out with a cropping system system once every 15 days and planted in monoculture. Meanwhile, in the harvest and post-harvest subsystems, the harvest age for organic pakcoy plants is 30-33 days. In 1 year there are 12 planting and harvesting seasons. Organic pakcoy production reaches 1,434 kg / planting season. The post-harvest process includes washing, sorting, weighing and packaging. In marketing, consumers come directly to farmer groups to take orders.
STRATEGI PENINGKATAN KINERJA ATRIBUT PRODUK SAYURAN MELALUI PEMASARAN ONLINE DALAM UPAYA MERAIH KEPUASAN KONSUMEN Anita Cicilia Harimurti; Agriani Hermita Sadeli; Hesty Nurul Utami; Gema Wibawa Mukti
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.1.2.47-63

Abstract

Penerapan pemasaran secara online tidak hanya dilakukan pada produk industri, melainkan dilakukan untuk produk pertanian, salah satunya adalah sayuran segar. Dalam upaya untuk meraih keberhasilan dalam bisnis ini, maka petani sebagai produsen harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen dengan cara menerapkan strategi yang dapat meningkatkan kinerja dari atribut produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen dan kinerja atribut produk sayuran dari Pasar Kecil Bandung. Desain penelitian yang digunakan adalah desain kualitatif dan teknik penelitian survei deskriptif. Analisis data menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance-Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen puas terhadap atribut produk sayuran. Namun untuk meningkatkan tingkat kepu-asan maka kinerja beberapa atribut harus ditingkatkan. Atribut produk yang harus diprioritaskan untuk diperbaiki, yaitu variasi sayuran dan kemasan mampu men-jaga kualitas sayuran. Strategi yang dapat dilakukan adalah dengan memperbaiki kemasan dan memberikan variasi paket sayuran yang lebih beragam.
Jaringan Nilai dan Sikap Konsumen terhadap Kualitas dan Private Label pada Komoditas Brokoli Organik di Ritel Modern (Suatu Kasus di Lotte Mart Festival Citylink Bandung, Jawa Barat) Ari Risdianto; Hesty Nurul Utami; Gema Wibawa Mukti
Jurnal Studi Manajemen dan Bisnis Vol 4, No 2 (2017): Desember
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jsmb.v4i2.3961

Abstract

Pemasaran produk tercipta karena adanya hubungan kerjasama antar pelaku pemasaran. Salah satunya antara supplier dengan ritel modern. Hubungan kerjasama membentuk jaringan nilai bagi supplier dengan ritel modern untuk menjadi titik kunci membangun hubungan jangka panjang untuk terus meningkatkan kualitas produk dan jasa. Terutama ritel modern yang berkembang dengan pesat memiliki harapan mendapatkan keuntungan yang lebih dan memberikan image lebih kepada konsumen dengan meningkatkan kualitas produk dan penggunaan private label. Pada akhirnya, sikap konsumen yang mampu mengevaluasi seluruh atribut produk sesuai dengan kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kualitas brokoli organik dan penggunaan private label pada brokoli organik dalam jaringan nilai antara supplier dengan ritel modern dengan menggunakan Value Network Mapping yang dikaitkan dengan sikap konsumen dalam menilai kualitas dan private label yang diterapkan menggunakan model multiatribut Fishbein. Penelitian dilaksanakan di Lotte Mart Festival City Link Bandung. Desain penelitian adalah kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari analisis jaringan nilai adalah kerjasama yang dilakukan oleh Lotte Mart dengan Bimandiri sudah berjalan baik kurang lebih 6 tahun. Persepsi antara kedua belah pihak sudah tercipta dengan baik mulai dari penerapan kualitas brokoli organik dan label L Choice dan Everydayfresh. Hasil dari analisis multiatribut Fishbein, 14 atribut brokoli yang diuji yaitu ukuran, bentuk, warna, kemulusan, kesegaran, kerenyahan, daya tahan, cita rasa, kandungan nutrisi, keamanan produk, harga jual, presentasi, promosi dan kemenarikan kemasan. Terdapat 3 nilai atribut tertinggi yang telah sesuai dengan harapan pada tingkat evaluasi konsumen brokoli organik yaitu kemulusan, warna dan keamanan produk sedangkan pada brokoli non organik yaitu kesegaran, kerenyahan dan harga jual.
MEMAHAMI PELIBATAN PELANGGAN DI DALAM PROSES BISNIS DAN PEMASARAN PRODUK SEGAR PADA RITEL ONLINE Hesty Nurul Utami; Adi Nugraha
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 7, No 1 (2022): Agricore
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v7i1.40420

Abstract

AbstrakSemakin berkembangnya penggunaan teknologi digital dan internet telah mentransformasi model keterlibatan konsumen di dalam bisnis online akibat perubahan pola perilaku belanja konsumen dan munculnya model bisnis baru yang dilakukan oleh perusahaan. Perkembangan platform digital juga mempengaruhi jenis bisnis ritel yang dijalankan secara online, seperti penjualan bahan pangan produk segar untuk kebutuhan sehari – hari. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pelibatan konsumen sebagai bagian dari proses bisnis yang dijalankan oleh pebisnis ritel online yang menjual produk segar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dengan para pelaku usaha yang terlibat di dalam jaringan usaha ritel online yang menjual produk segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelibatan konsumen menjadi salah satu hal penting di dalam proses bisnis ritel online yang menjual produk segar dengan menjadikan konsumen sebagai pihak yang berpotensi mempengaruhi model bisnis. Pelibatan konsumen dilakukan melalui interaksi yang dekat dengan setiap konsumen dan penciptaan pengalaman berbelanja yang berbeda dibandingkan dengan berbelanja produk segar di ritel konvensional. Pengalaman berbelanja online diterjemakan ke dalam berbagai aktivitas pemasaran kreatif dan inovatif sebagai diferensiasi bisnis. Hal ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepuasan konsumen, penyebarluasan informasi positif mengenai perusahaan, pembelian berulang, penciptaan permintaan baru, serta menciptakan diferensiasi pengalaman berbelanja secara online untuk produk segar.Kata kunci: platform digital, bisnis digital, pelibatan personal, pengalaman pelanggan, agribisnis AbstractThe increase of digital technology and internet usage has transformed consumer engagement models in online businesses due to the changes in consumer purchase behaviour and the emergence of new business models implemented by companies. Digital platform development has also influenced online retailing business types, such as selling food products categorised as fresh produce for daily consumer needs. This study investigates consumer engagement as part of online food retailing business processes. The study employed a qualitative research approach with in-depth interviews with various business actors involved in the online food business retail that sold fresh produce. The results show that consumer engagement has become one of the essential parts of the business process of food online retailing by putting consumers as the party that potentially influences the company's business model. Consumer engagement is developed through close interactions with every consumer and creates an exceptional consumer experience distinct from conventional food retails. The online purchase experience is interpreted in various creative and innovative marketing activities used as business differentiation. These activities are expected to positively impact increasing consumer satisfaction, spreading positive information about the company, repeat purchase, creating new demands, and creating differentiation for fresh produce online purchase experience. Keywords: digital platforms, digital business, personal engagement, customer experience, agribusiness
KINERJA ATRIBUT KUALITAS BUAH LOKAL Agriani Hermita Sadeli; Hesty Nurul Utami
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 8, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v8i2.7239

Abstract

Fruit supply in Indonesia comet from imports and locally. The number of fruit import increased from 2015 to 2020. Its a threat to local fruit agribusiness actors. Therefore, it is necessary to conduct research on the quality of local fruit so that it becomes input for agribusiness actors to increase their competitiveness. This research method is quantitative with survey technique. Data were obtained from the results of filling out questionnaires from 100 respondents who were found in traditional markets and modern markets in Jakarta. Data were processed using Importance-Performance Analysis. The results represent reshness is the most important quality attribute and taste is the attribute with the highest level of performance. Strategies need to be implemented by maintaining the quality of taste, freshness and vitamins, as well as improving appearance attributes and food safety. This can be done by making improvements starting from cultivation, harvesting and post-harvest so that food safety and the appearance of local fruit are imporved and maintained. Further research needs to be done by examining consumer satisfaction with local fruit.