Claim Missing Document
Check
Articles

TRANSFORMASI HUBUNGAN PEMASARAN DI ANTARA PELAKU AGRIBISNIS MANGGA MELALUI JARINGAN PASAR MODERN Hesty Nurul Utami; Agriani Hermita Sadeli
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 8, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v8i2.7044

Abstract

Market access development for agricultural products has uncoverd various new marketing networks for many local agricultural commodities. Agribusiness tropical fruits, such as mangoes, has gained substantial market potentials in market access development for domestic and global markets. The study explores how relationship marketing amongst agribusiness actors of mango commodity using modern market networks with relational marketing orientation and how value exchange occurs amongst these market actors of mango commodity in modern market chains. An inductive research method was used in this study by employing in-depth interviews, and data were analysed qualitatively using descriptive analysis. The results indicate the marketing transformation of mango commodity using modern market channels, such as supermarket and export markets, related to relationship marketing amongst the market actors that led to more relational marketing. The exchange value that occurred through this relational marketing has proposed market certainty, risk reduction, knowledge sharing amongst market actors to fulfil customer needs, and competitive solutions that benefit the involved business actors. This study proposes theoretical and practical contributions as the basis for concept development and implementation of relational marketing in the agribusiness context.
Analisis Kelayakan Usaha Tani Pakcoy Organik serta Identifikasi Kendala yang Dirasakan Petaninya Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin; Mufti Helmi; Gunardi Judawinata; Hesty Nurul Utami
AGRITEKH (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan) Vol. 1 No. 02 (2021)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.396 KB) | DOI: 10.32627/agritekh.v1i02.24

Abstract

Tingginya permintaan pasar terhadap sayuran organik, khususnya dalam hal ini komoditas pakcoy, tentu menjadi peluang besar yang dapat dimanfaatkan oleh pebisnis sayuran organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usahatani pakcoy organik serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dialami petani dalam melakukan usahatani pakcoy organik. Desain kualitatif digunakan pada penelitian ini. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Data dianalisis menggunakan analisis usahatani. Hasil analisis kelayakan usahatani mendapatkan bahwa nilai R/C ratio usahatani pakcoy organik di kelompok tani Saung Organik dengan lahan seluas 1 hektar adalah 2,83. Untuk nilai BEP produksinya adalah 227.18 Kg/musim tanam. Sedangkan BEP penjualannya adalah sebesar Rp. 1.120.672/musim tanam. Kendala yang dihadapi kelompok tani Saung Organik dalam usahatani pakcoy organik adalah iklim, ketersediaan air, luas lahan untuk usahatani, jumlah modal yang dimiliki, penggunaan tenaga kerja, dan dalam proses penanaman.
MANFAAT YANG DIHARAPKAN DARI MODEL PERDAGANGAN DIGITAL PRODUK PANGAN: PERSPEKTIF PELAKU AGRIBISNIS Hesty Nurul Utami; Sulistyodewi Nur Wiyono
Jurnal Agristan Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v5i1.6999

Abstract

Adopsi bisnis digital saat ini terus mengalami perkembangan dengan dukungan inovasi teknologi digital untuk menciptakan nilai dalam berbagai aktivitas bisnis. Peran teknologi digital pada perkembangan perdagangan elektronik diharapkan memberikan manfaat tidak hanya bagi industri pertanian. Agribisnis sebagai sumber industri pangan juga mengalami revolusi digital sebagai upaya untuk mendorong pasar digital dan mendukung keberlanjutan sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih jauh mengenai manfaat yang diharapkan dapat dirasakan oleh pelaku pasar produk pangan yang menggunakan jaringan perdagangan digital untuk penjualan dan pembelian produk pangan. Penelitian eksploratori ini dilakukan dengan melakukan wawancara dengan pelaku agribisnis di empat wilayah di Jawa Barat yang menggunakan perdagangan digital untuk memasarkan produknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model perdagangan digital produk pangan menjadi salah satu alternatif baru yang inovatif untuk memasarkan produk pertanian dengan manfaat yang diharapkan dirasakan tidak hanya untuk konsumen sebagai pengguna produk, namun juga bagi petani produsen dan perantara pemasaran. Hasil penelitian ini berimplikasi terhadap pemahaman bisnis digital dan potensi teknologi untuk keunggulan bersaing agribisnis. Selain itu secara praktis juga berimplikasi kepada konsep dan kebermanfaatan perdagangan digital di dalam aktivitas produksi, rantai pasok, dan pemasaran produk agribisnis.
Inovasi Layanan Ritel Pangan Melalui Penciptaan Nilai Bersama: Kolaborasi Business-to-Business Kelompok Tani dan Ritel Online Berbasis Start-Up Hesty Nurul Utami; Sulistyodewi Nur Wiyono
Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi Vol 24, No 2 (2023): Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi
Publisher : Agribusiness Department, Faculty of Agriculture, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jdse.v24i2.10936

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah memungkinkan pelaku agribisnis untuk berinteraksi secara interaktif dengan konsumen sebagai upaya memahami dan  memenuhi tuntutan kebutuhan konsumen yang semakin beragam. Penyediaan layanan sebagai kombinasi pemasaran produk pangan dapat dijadikan dasar kustomisasi penawaran dan penciptaan nilai bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep penciptaan nilai bersama yang dilakukan melalui kolaborasi antar entitas bisnis (business-to-business – B2B) antara kelompok tani dengan peritel pangan online sebagai bentuk inovasi layanan ritel pangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif kualitatif menggunakan wawancara mendalam dengan pelaku usaha yang terlibat di jalur pemasaran ritel online pangan segar dan data diolah menggunakan analisis tematik. Hasil analisis menunjukkan bahwa petani dan pedagang besar melakukan transformasi kelembagaan pemasaran untuk melakukan penetrasi pasar baru untuk pasar online dengan membentuk lembaga kelompok tani dengan mengusung prinsip inklusif, kolaboratif, transparansi, pemberdayaan, edukasi, dan keadilan sosial. Penciptaan nilai bersama merupakan bentuk kolaborasi yang dilakukan antara kelompok tani dengan ritel online dengan luaran berupa peningkatan wawasan pengelolaan bisnis pangan yang lebih professional, pemahaman penanggungan risiko dalam bisnis, pemanfaatan arus informasi yang lebih cepat, penetrasi dan portofolio pasar yang lebih menguntungkan, peningkatan pengetahuan dan kapabilitas petani, pemahaman kolaborasi bisnis yang lebih baik di era digital dan persaingan, serta terciptanya mental capital petani di dalam kelompok tani, serta upaya penawaran produk pangan yang lebih baik kepada konsumen. Penciptaan nilai bersama dapat menjadi konsep bisnis dan pemasaran yang digunakan pelaku usaha agribisnis sayuran untuk memperoleh keunggulan kompetitif yang berkeadilan bagi semua pihak yang terlibat di dalam jalur pemasaran ritel online pangan.
PERAN KETERLIBATAN PELANGGAN TERHADAP RETENSI PELANGGAN PADA KONDISI PASCAPANDEMI: STUDI PADA PEMBELIAN ONLINE PRODUK MAKANAN SEHAT Elfa, Muhammad Okiba Jauhari; Utami, Hesty Nurul
Adbispreneur Vol 8, No 3 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i3.48671

Abstract

The situation after the pandemic that hit the world in the last three years has changed customer shopping behaviour by experiencing the new normal behaviour shown through the differentiation of customer retail shopping selection of going to physical stores or doing online shopping, including food preparation. Experiencing years of such a traumatic condition, customers started to learn how to live a healthier lifestyle by preparing and eating healthier food to keep the immune system, while food retail businesses are struggling to sustain business and retain customers by providing online platforms for customer convenience ordering food. The aims of this study are: (1) to analyse the characteristics of ready-to-cook and healthy catering e-commerce customers, (2) to analyse the influence of self-efficacy, perceived value, perceived product quality, and online content quality on customer engagement and the influence of customer engagement on customer retention. Data was collected from 300 ready to cook and healthy catering e-commerce customers and analysed with the Structural Equation Modeling (SEM). The results showed that the characteristics of customers who ordered ready-to-cook of healthy food catering were dominated by women, young adult groups with bachelor’s education who primarily work as private company employees, and income included in the upper middle class. There is an influence of online content quality and perceived value on customer engagement, and customer engagement significantly influences customer retention. The study provides theoretical and managerial implications.Situasi setelah terjadinya pandemi yang melanda dunia dalam tiga tahun terakhir telah mengubah perilaku belanja masyarakat di kondisi normal baru yang ditunjukkan melalui diferensiasi pelanggan dalam pemilihan belanja ke toko fisik atau secara online, termasuk pembelian makanan. Setelah mengalami kondisi tersebut masyarakat mulai belajar untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat dengan mengonsumsi makanan sehat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, sementara bisnis ritel makanan berjuang untuk menjaga bisnis dan mempertahankan pelanggan dengan menyediakan platform online untuk kenyamanan pelanggan dalam memesan makanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) menganalisis karakteristik pelanggan e-commerce bahan makanan siap masak dan katering sehat, (2) menganalisis pengaruh efikasi diri, nilai yang dirasakan, kualitas produk yang dirasakan, dan kualitas konten online terhadap keterlibatan pelanggan dan pengaruh keterlibatan pelanggan terhadap retensi pelanggan. Data dikumpulkan dari 300 pelanggan e-commerce bahan makanan siap masak dan katering sehat, dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pelanggan yang memesan bahan makanan siap masak dan katering sehat didominasi oleh wanita, kelompok usia dewasa muda dengan pendidikan sarjana yang sebagian besar bekerja sebagai karyawan swasta, serta memiliki pendapatan kelas menengah ke atas. Terdapat pengaruh kualitas konten online dan nilai yang dirasakan terhadap keterlibatan pelanggan, dan keterlibatan pelanggan berpengaruh signifikan terhadap retensi pelanggan. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis dan manajerial.
Consumer Actual Purchases on Premium Healthy Beverages: A Study of New Technology Cold-Pressed Fruit Processing Utami, Hesty Nurul; Putri, Rifa Fajriani; Wiyono, Sulistyodewi Nur; Nurseto, Hardian Eko; Noor, Trisna Insan
Agrikultura Vol 35, No 3 (2024): Desember, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i3.55834

Abstract

The paper focuses on the factors influencing consumers' actual purchase decisions for healthy products using new technology to produce fresh product-based beverages. Cold-pressed juice is a premium beverage made from fresh produce with a new technology-based process that can produce high nutrition as an alternative for the consumer's diet. The research examines the relationship between price, promotion, and product quality on consumers' purchase decisions on beverages with premium categories. A survey was conducted among 50 respondents of urban consumers who have experience buying premium healthy beverages of the brand XYZ in two outlets in Jakarta. The mean value and rank Spearman correlation analysis revealed that product quality, promotion, and price, in a particular order, were the best factors evaluated by customers, and these factors significantly correlate with purchase decisions. Product quality is the most considered by customers; however, only product quality affects consumer purchase decisions among the three factors. The findings may help processed fresh produce beverage processors and outlet owners understand the factors affecting customer purchase decisions to buy such premium fresh produce beverages. It also enables them to make better decisions in emerging technology-based beverage production for fresh produce commodities and food retail development, including supporting consumer diet choices.
Does Consumer Like the Coffee? A Study of Product Quality of a Local Business Ground Roasted Coffee in North Sumatera Wiyono, Sulistyodewi Nur; Utami, Hesty Nurul; Kamarulzaman, Nitty Hirawaty
International Journal of Social Science and Business Vol. 8 No. 2 (2024): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijssb.v8i2.76172

Abstract

Producers are required to provide quality products according to quality standards and consumer needs. Quality is one factor that consumers consider when buying a product. The coffee processing industry is rapidly growing because of the high demand for this product. "The X Coffee" is one of the ground coffee processing industries that applies quality control in its production process. Nevertheless, defects were still found in their products. This study aimed to identify the consumers' perception of the quality of ground-roasted coffee products. The research design used was a case study. Data were analysed using descriptive statistics. The results showed that consumer perceptions of coffee's price, colour, taste, and size were good and fit consumers' expectations. The most chosen attributes according to consumers' needs are product aroma and the least amount of coffee powder size. Improvements would be suggested related to the size of the coffee grounds for being too coarse to make them acceptable. Consumers perceived the packaging information as incomplete so more product information could be added to the package. The coffee beans tasted too bitter, which could reduce the roasting level. The priority improvement is to change the size of the coffee grind to a smoother one because it will affect the taste and convenience when consumed.
Peran Karakteristik Wirausahawan dalam Entrepreneurial Marketing di UMKM Kebun Sehat JSR Zahra, Hanun; Utami, Hesty Nurul
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i1.16419

Abstract

In its development, MSMEs face many challenges in marketing products. This requires the use of digital tools such as social media to support their marketing activities. However, limited MSME resources require entrepreneurial marketing approach that suits the characteristics of MSMEs. One of the MSMEs that uses social media to market its products creatively and innovatively is Kebun Sehat JSR. However, there was a decline in product sales after COVID-19 pandemic. The characteristics of entrepreneurs play an important role in facing challenges and market changes such as those experienced by Kebun Sehat JSR with a decline in sales after COVID-19 pandemic. Recent research in this field has emphasized the importance of entrepreneurial characteristics in adopting entrepreneurial marketing in MSMEs. Therefore, this study aims to determine the role of entrepreneurial characteristics in entrepreneurial marketing at Kebun Sehat JSR. This study uses a qualitative method with thematic analysis. Data were obtained through interviews and observations. Analyzed using NVivo 12 Plus. Based on the results, it can be concluded that the entrepreneur characteristics play a role in entrepreneurial marketing in MSMEs with four characteristics including, seeing market opportunities, being proactive about market changes, daring to take risks, and being consistent in maintaining the vision.
SOSIALISASI PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PRODUKSI PADI BERKUALITAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PETANI DI KABUPATEN INDRAMAYU Wiyono, Sulistyodewi Nur; Kusumo, Rani Andriani Budi; Sadeli, Agriani Hermita; Utami, Hesty Nurul
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 4 (2024): Desember : 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i4.58707

Abstract

Standar kualitas produk yang semakin tinggi akan memberikan harga yang lebih baik bagi produsen. Produsen diharapkan tidak hanya mengutamakan label produk berkualitas, namun pemberlakuan standar kualitas mulai dari proses hulu produksi yang akan mempengaruhi hasil produksi di hilir. Kegiatan ini bertujuan agar petani padi konvensional mendapatkan materi petunjuk teknis budidaya dan diharapkan dapat menerapkannya sehari-hari dalam proses produksi padi sawah di Kabupaten Indramayu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga diharapkan dapat bermanfaat sebagai sosialisasi manajemen produksi pertanian berstandar kualitas. Peserta kegiatan merupakan anggota dan pengurus Gapoktan berjumlah 28 orang yang termasuk usia dewasa 30-75 tahun sehingga metode kegiatan yang digunakan adalah metode pembelajaran orang dewasa melalui teknik diskusi. Hasil seluruh kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan, peserta memberikan respon positif dan antusias dalam menerima materi. Seiring dengan partisipasi aktif tersebut juga diharapkan dari hasil sosialisasi ini, masyarakat mampu memberikan kontribusi terhadap tingkat pengetahuan petani padi di Kabupaten Indramayu.Higher product quality standards will provide better prices for producers. Producers are expected to not only prioritise the quality product label, but the implementation of quality standards starting from the upstream production process that will affect downstream production results. This activity aims to provide conventional rice farmers with technical guidance on cultivation and is expected to apply it daily in the production process of paddy rice in Indramayu Regency. This community service activity is also expected to be useful as a socialisation of quality standard agricultural production management. The activity participants were members and administrators of Gapoktan totalling 28 people who included adults aged 30-75 years so that the activity method used was the adult learning method through discussion techniques. The results of all socialisation activities carried out, participants gave a positive response and were enthusiastic in receiving the material. Along with the active participation, it is also expected that from the results of this socialisation, the community will be able to contribute to the level of knowledge of rice farmers in Indramayu Regency.
KARAKTERISTIK KONSUMEN DAN POLA PERILAKU BERBELANJA PANGAN PREMIUM: STUDI KASUS PADA PEMASARAN PRODUK BERLABEL SEHAT Utami, Hesty Nurul; Pratiwi, Putri Gita; Wiyono, Sulistyodewi Nur
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.63512

Abstract

Konsumsi produk pangan semakin meningkat di kalangan konsumen saat ini karena berbagai alasan terutama kesehatan dan keamanan pangan. Perusahaan produk pangan memperoleh peluang untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar ini dengan menciptakan bebagai inovasi produk pangan berlabel pangan sehat yang dijual dengan harga premium. Penelitian ini melakukan survei kepada konsumen produk pangan tempe premium yang sudah tersertifikasi menunjukkan hasil bahwa target pasar produk tempe sehat ini adalah kelompok dewasa yang sebagian besar secara rutin berbelanja produk ini sebanyak tiga kali dalam satu minggu sehingga dikategorikan sebagai pelanggan setia. Alasan terbanyak pembelian produk tempe premium berlabel sehat ini adalah karena produk dan harga produk tempe ini dinilai berkualitas yang dianggap dapat memberikan manfaat kesehatan saat dikonsumsi, dan harga yang dibayarkan sepadan dengan kualitas yang diterima konsumen. Keputusan pembelian konsumen juga dinilai strategis dan dekat secara lokasi pembelian dengan lokasi pelanggan. Promosi pemasaran yang banyak diterima konsumen adalah karena pemasar memberikan persuasi yang tepat kepada pelanggan membeli produk serta informasi mulut-ke-mulut yang dilakukan pelanggan lain. Penelitian ini memberikan kontribusi keilmuan terkait pemahaman pola perilaku berbelanja produk pangan berlabel premium dan kontribusi praktis terkait strategi bauran pemasaran produk pangan premium berdasarkan karakteristik target pasar.