Claim Missing Document
Check
Articles

NAGARI AIR BANGIS, PASAMAN BARAT: DARI POTENSI MENJADI DAYA TARIK WISATA UNGGULAN BAHARI MELALUI PELATIHAN PEMANDU SNORKELING BAGI KELOMPOK SADAR WISATA SEMBILAN NAGA Pasaribu Pasaribu; Feri Fedian; Andri Gemaini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40376

Abstract

Kabupaten, Pasaman Barat merupakan Kabupaten ke-2 tertinggi penyumbang jumlah penduduk miskin di Sumatera Barat. Pada tahun 2022, angka kemiskinan Pasaman Barat masih tercatat sebesar 6,93 persen setara dengan 32.910 jiwa (BPS 2023). Selain permasalahan angka kemiskinan, angka pengangguran di Pasaman Barat tercatat 13.377 dari 223.000 orang angkatan kerja pada 2022. Beberapa penyebab tingginya angka penggangguran di Pasaman Barat adalah: lapangan kerja yang sedikit dengan tingkat populasi penduduk meningkat, tingkat pendidikan dan lapangan kerja tidak sesuai serta masih kurangnya keterampilan para pencari kerja. Salah satu kecamatan yang memiliki sumberdaya wisata yang potensial untuk dikembangakan sebagai destinasi wisata bahari adalah Kecamatan Sungai Beremas. Kecamatan Sungai Beremas hanya terdiri dari satu Nagari, yaitu Nagari Air Bangis. Nagari ini memiliki luas wilayah yang mencapai 440,48 KM2. Potensi wisata bahari ini belum dimanfaatkan sebagai usaha pariwisata yang dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Masyarakat Nagari Air Bangis masih bekerja pada sektor perikanan dan Perkebunan. Berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir, khususnya di bidang perekonomian, menjadikan wisata bahari di kawasan pesisir yang mempunyai potensi besar untuk dapat dikembangkan (1). Upaya pemerintah untuk mendongkrak sektor pariwisata sudah dilakukan dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata di Nagari ini, dengan nama Pokdarwis Sembilan Naga Wisata Wisata yang dibentuk sejak tahun 2019. Kelompok Sadar Wisata ini belum banyak mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah khususnya dari Dinas Pariwisata setempat. Pokdarwis belum diberdayakan sebagai pengelola kegiatan pariwisata di Nagari Air Bangis, khususnya wisata bahari yang sangat potensial. Dalam hal pengembangan sumberdaya manusia pariwisata, Pokdarwis Sembilan Naga Wisata Wisata sudah pernah diberikan pelatihan wisata selam (diving), dan sudah menghasilkan 6 (enam) orang penyelam berlisensi A1 (Open Water), dan salah seorang diantaranya sudah memiliki lisensi sebagai pemandu snorkeling. Namun hal ini tidak langsung membuat aktifitas wisata selam seperti snorkeling langsung berkembang. Pengembangan wisata bahari perlu dimulai dengan menberikan pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi dibidang wisata selam, khususnya snorkeling yang aktifitasnya mudah untuk dilakukan oleh wisatawan. Anggota pokdarwis yang telah memiliki lisensi A1 (Open Water) maupun yang belum memiliki sertifikasi A1 perlu ditingkatkan kompetensinya menjadi pemandu snorkeling, agar dapat memberikan layanan kepemanduan snorkeling kepada wisatawan yang ingin melaksanakan aktifitas wisata snorkeling di kawasan wisata bahari Air Bangis. Selain itu, alat-alat snorkeling juga belum ada yang dimiliki oleh Pokdarwis Sembilan Naga Wisata Wisata, sehingga wisatawan juga sulit untuk memperoleh jasa penyewaan alat tersebut
The role of physical condition in the smash skills of guidance achievement badminton athletes Novriady Novriady; Nurul Ihsan; Umar Umar; Ahmad Chaeroni; Andri Gemaini
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 11 No. 4 (2025): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020256570

Abstract

This study examines the direct and indirect effects of arm muscle explosive power, hand-eye coordination, and flexibility on smash ability among badminton players at PB Cahaya Pinang. Using a quantitative approach with path analysis, 14 male athletes were selected as participants. Data was collected through sport-specific tests: the two-hand medicine ball throw for explosive power, a tennis ball throw-and-catch test for hand-eye coordination, shoulder and wrist flexibility tests, and a smash performance test. The results revealed that flexibility had the strongest direct effect on smash ability (p = 0.906), followed by arm muscle explosive power (p = 0.270) and hand-eye coordination (p = 0.264). Flexibility also mediated the effects of arm muscle explosive power (64.4%) and hand-eye coordination (40.8%). Together, these variables accounted for 96.4% of the variance in smash ability, highlighting the integrated role of physical components in badminton performance.
Penerapan Ilmu Pengetahuan Teknologi Dan Identifikasi Bakat Untuk Pelatih Dan Wasit Floorball Ardo okilanda; Alimuddin; Mardepi Saputra; Atradinal; Andri Gemaini
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.v5i2.111

Abstract

Perkembangan olahraga yang saat ini semakin lebih terarah pada cabang olahraga permainan. Hal ini memberikan kesempatan pada individu untuk dapat berprestasi baik di tingkat nasional dan internasional. Pada kejuaraan di tingkat Asia Oceania, Indonesia telah beberapa kali mengirimkan atletnya pada cabang olahraga Floorball. Olahraga Floorball memiliki karakter khusus yang dapat digemari Masyarakat. Selain itu, olahraga ini menuntut daya tahan tinggi dalam permainannya dan memiliki karakter permainan yang cepat. Floorball adalah olahraga dengan intensitas tinggi sehingga kerap terjadi serang menyerang gawang dalam pertandingan yang berlangsung cukup lama tanpa adanya garis keluar bola. Mengingat Sumatra barat akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Floorball, tim pengabdian Universitas Negeri Padang ingin membuka peluang seluasluasnya bagi setiap indivisu yang berada di Sumatra Barat agar dapat ikut serta dan berpartisipasi aktif sebagai atlet floorball Sumatra Barat. Harapannya adalah adanua kepesertaan tim Sumatra Barat dalam ajang tingkat nasional. Tujuannya adalah menghasilkan pemain floorball tingkat internasional di masa mendatang. Pada tingkat internasional, keberhasilan tim Indonesia yang tertinggi adalah berada pada peringkat 4 Asia Oceania. Hal ini memberikan signal kepada atlet Sumatra Barat membawa Indonesia menjadi juara atau bahkan medali emas sebagai bagian dari suatu kebanggaan untuk Provinsi Sumatra Barat di masa depan. Cabang olahraga Floorball saat ini memiliki telah dipertandingkan pada event eksebisi PON 2024 tentu akan sangat membutuhkan banyak talenta berbakat lagi agar dapat bermain pada level tertinggi nasional di masa mendatang.
Physical fitness, emotional intelligence, and learning motivation predict elementary students' physical education outcomes Ida Rahmayani; Tjung Hauw Sin; Gusril Gusril; Nugroho Susanto; Andri Gemaini
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 11 No. 4 (2025): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020256613

Abstract

This study examined the effects of physical fitness, emotional intelligence, and learning motivation on elementary students’ Physical Education learning outcomes. A quantitative associative design was employed involving 62 fifth-grade students at SD Negeri 82 Bengkulu City selected using Slovin’s formula. Data were collected through questionnaires and student report cards, then analyzed using regression and path analysis. Physical fitness, emotional intelligence, and learning motivation had significant direct effects on learning outcomes, with learning motivation emerging as the strongest predictor. Physical fitness and emotional intelligence also showed indirect effects through learning motivation, indicating the mediating role of motivation in improving achievement. Students’ Physical Education learning outcomes are shaped by physical, emotional, and motivational factors.
Aktivitas Fisik sebagai Faktor yang Berhubungan dengan Indeks Massa Tubuh pada Mahasiswa Husnul Khatimah; Fauzi Ashra; Mellia Fransiska; Andri Gemaini
Jurnal Sporta Saintika Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Sporta Saintika Edisi Maret 2026
Publisher : Departemen Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sporta.v11i1.554

Abstract

This study aims to analyze the relationship between physical activity and Body Mass Index (BMI) in students of the Faculty of Sports Science, Padang State University. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach involving 140 students as respondents. The variables analyzed included age, BMI, and physical activity level measured using MET-min/week units. Normality test was conducted using Kolmogorov-Smirnov, while relationship and contribution analysis were conducted through correlation and regression tests. Normality test results showed that BMI and physical activity variables were not normally distributed (p < 0.05). Correlation analysis showed a relationship between physical activity and BMI, with the strength of the relationship classified as [weak/moderate], with a significance value of p < 0.05. Regression analysis showed that physical activity contributed [R² %] to the variation in BMI. This finding indicates that although physical activity has a relationship with BMI, other factors outside of physical activity also play a role in determining the anthropometric status of sports students. The results of this study provide an empirical picture of the characteristics of physical activity and BMI in sports students and can be the basis for developing fitness and health monitoring strategies in the University environment.
TINGKAT KETERAMPILAN TEKNIK DASAR PASSING PEMAIN SEKOLAH SEPAK BOLA (SSB) EXCELLENT BATUSANGKAR U14 Alif Al Jufri; Andri Gemaini; Hadi Pery Fajri; Liza
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ghrytz40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan teknik dasar passing pemain Sekolah Sepak Bola (SSB) Excellent Batusangkar U14. Passing merupakan salah satu teknik dasar terpenting dalam sepak bola karena berperan dalam menjaga penguasaan bola, membangun serangan, dan menciptakan kerja sama antarpemain. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi sekaligus sampel sebanyak 30 pemain U14 yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan passing ke sasaran sebanyak sepuluh kali percobaan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa skor, persentase, frekuensi, rata-rata, median, modus, dan simpangan baku. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor passing pemain sebesar 5,67 dari skor maksimal 10, atau setara dengan persentase rata-rata 56,67%, yang berada pada kategori cukup. Distribusi kategori menunjukkan 2 pemain (6,67%) sangat baik, 8 pemain (26,67%) baik, 12 pemain (40,00%) cukup, 6 pemain (20,00%) kurang, dan 2 pemain (6,67%) sangat kurang. Dapat disimpulkan bahwa tingkat keterampilan teknik dasar passing pemain SSB Excellent Batusangkar U14 secara umum berada pada kategori cukup dan belum merata, sehingga diperlukan program latihan passing yang lebih terarah, bervariasi, dan berkelanjutan agar keterampilan pemain dapat meningkat.
Pembelajaran Water Rescue Pada Kelompok Sadar Wisata Di Desa Tua Pejat Kepulauan Mentawai Nuridin Widya Pranoto; Ahmad Chaeroni; Andri Gemaini; Ilham; Roma Irawan
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.649 KB) | DOI: 10.24036/jaso.v3i1.30

Abstract

Kepulauan mentawai memiliki potensi wisata laut yang potensial. Keberadaan potensi wisata belum berbanding lurus dengan peningkatan pengetahuan pada kelompok sadar wisata untuk melakukan pertolongan apabila terjadi korban kecelakaan laut. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mencegah terjadinya korban kecelakaan air dan cara melakukan pertolongan pada korban kecelakaan air pada kelompok sadar wisata di Desa Tua Pejat Kepulauan Mentawai. Kegiatan ini dilaksanakan pada 19 Agustus 2022 di Desa Tua Pejat Kabuaten Kepulauan Mentawai. Terdapat 60 orang peserta yang terlibat dalam kegiata ini. Metode yang dipergunaka adalah peyuluhan proses pertolongan pada korban kecelakaan air melalui proses penyampaian materi, diskusi, dan peraktik lapangan. Hasil pengabdian diketahui terdapat peningkatan pegetahuan kelompok sadar wisata untuk melakukan pertolongan pada korban kecelakaan air di kawasan wisata.
Peningkatan Potensi Olahraga Pariwisata melalui Pelatihan Snorkeling dan Promosi Pariwisata Berbasis Website Andri Gemaini; Hendra Hidayat; Yulifri; Aulia Rahmad; Fahmil Haris
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.v3i2.45

Abstract

Olahraga pariwisata, khususnya snorkeling, telah menjadi daya tarik utama bagi destinasi pariwisata pantai. Fokus penelitian ini adalah Desa Tua Pejat di Kabupaten Kepulauan Mentawai, sebuah lokasi yang kaya akan keindahan alam bawah laut namun belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk pariwisata. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan potensi olahraga pariwisata di Desa Tua Pejat melalui pelatihan snorkeling dan penerapan strategi promosi berbasis website.Penelitian ini menggunakan metode campuran antara penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pelatihan snorkeling diberikan kepada penduduk setempat dan calon pengelola pariwisata untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka tentang snorkeling. Sementara itu, dibangun sebuah website pariwisata yang berfokus pada potensi snorkeling di Desa Tua Pejat, menyajikan informasi yang menarik dan mudah diakses bagi calon wisatawan.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan snorkeling penduduk setempat dan minat wisatawan terhadap destinasi snorkeling di Desa Tua Pejat setelah pelatihan dan peluncuran website pariwisata. Strategi promosi berbasis website membuktikan efektif dalam meningkatkan daya tarik destinasi pariwisata, menciptakan kesadaran, dan memfasilitasi pemesanan secara online.Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan di Desa Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Implikasi praktisnya mencakup peningkatan potensi ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam pelestarian lingkungan bawah laut. Selain itu, temuan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah dan pihak terkait dalam merancang kebijakan dan program pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di daerah serupa
Pengembangan Desa Adat "Bumi Sikerei" Matotonan: Mewujudkan Desa Wisata Kelas Dunia Anton Komaini; Retnaningtyas Susanti Susanti; Samuel Martin Pradana; Nora Fudhla; Suparno Suparno; Yovhandra Ockta; Heru Andika; Firunika Intan Cahyani; Andri Gemaini
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.v5i1.75

Abstract

Desa Adat "Bumi Sikerei" Matotonan, terletak di pendalaman Mentawai, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata kelas dunia. Dalam upaya ini, serangkaian pelatihan yang melibatkan masyarakat lokal dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan mereka dalam mengelola pariwisata yang berkelanjutan, memadukan sport tourism dan wisata budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan meliputi pelatihan tentang paket wisata, pemanduan alam, pertolongan pertama di air, dan pengembangan souvenir khas Mentawai. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai potensi wisata desa, kemampuan merancang paket wisata, serta keterampilan pemanduan yang aman. Selain itu, pelatihan tentang keselamatan air menjadi sangat krusial, mengingat banyak aktivitas wisata yang melibatkan elemen tersebut. Pengembangan produk wisata lokal, melalui kerajinan tangan dan kuliner khas, diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Untuk memastikan keberlanjutan pengembangan desa wisata, program pelatihan lanjutan dalam pemasaran digital, pengelolaan keuangan, dan teknologi informasi perlu diperkuat. Dengan kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan sektor swasta, "Bumi Sikerei" berpotensi menjadi contoh keberhasilan integrasi pariwisata dan pelestarian budaya, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal dan meningkatkan daya tarik wisata.
Mempertahankan Tradisi: Peran Songket dalam Mengembangkan Wisata Budaya di Nagari Pandai Sikek Septri; belinda ratih pertiwi; Andri Gemaini
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) 2025: Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan, Special Edition: KKN Tahun 2025
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.vi.88

Abstract

Desa wisata adalah salah satu jenis pengembangan pariwisata yang melibatkan masyarakat atau komunitas setempat dalam pengelolaannya. Pandai Sikek merupakan sebuah Kenagarian wisata kerajinan yang terdapat di Kecamatan x Koto Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat sebagai daerah penghasil kerajinan tenun yang dikenal oleh masyarakat Minangkabau dengan nama “Songket”. Seni tenun sudah menjadi ikon Pandai Sikek dan tujuan utama wisatawan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskripsi, yaitu metode kualitatif untuk mengkaji aspek sediaan, karakteristik, serta kebijakan masyarakat.