Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PERAN DAN KINERJA KETUA RUKUN TETANGGA (RT) DALAM PROSES ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI LINGKUNGAN CILOANG RT 05 RW 09 KELURAHAN SUMUR PECUNG KECAMATAN SERANG KOTA SERANG Ulvia Fadilah; Zakaria Habib Al-Ra’zie
Tensile : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Teknik Mesin ,Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/tensile.v3i1.43150

Abstract

Penelitian ini menganalisis pelaksanaan tugas administrasi kependudukan oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) di Lingkungan Ciloang RT 05 RW 09, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi. Pendekatan kualitatif digunakan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak Ketua RT mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan prosedur administrasi secara efektif, yang disebabkan oleh kurangnya pelatihan dan dukungan teknologi dari pemerintah daerah. Partisipasi warga dalam memperbarui data kependudukan juga ditemukan rendah, yang berdampak negatif pada akurasi data dan kualitas pelayanan publik. Hubungan interpersonal antara Ketua RT dan warga berperan penting dalam keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas administratif. Untuk meningkatkan kinerja Ketua RT, disarankan agar pemerintah daerah menyediakan pelatihan berkala dan teknologi informasi yang memadai, serta program sosialisasi yang lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas administrasi kependudukan di tingkat RT, yang pada akhirnya akan mendukung pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien. Kata Kunci : administrasi kependudukan, Ketua RT, partisipasi warga, teknologi informasi, pelatihan.
NORMALISASI PASAR KEPANDEAN KOTA SERANG MENUJU EKONOMI MAJU DI KOTA SERANG TAHUN 2026 Dharmawan, Awan; Rosidin, Angga; Habib Alra'zie, Zakaria
Journal of Law and Administrative Science Vol. 3 No. 2 (2025): JLAS : Journal of Law and Administrative Science (Oktober)
Publisher : Universitas Teknologi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33478/jlas.v3i2.38

Abstract

This research aims to analyze the normalization of the Kepandean Market in Serang City and its impact on advancing the urban economy. The Kepandean Market, a vital economic center, has faced challenges related to infrastructure, spatial planning, and vendor management, which have hindered its potential. This study employs a qualitative descriptive method, collecting data through observation, in-depth interviews with traders and the market management, and documentation. The findings indicate that normalization efforts, including infrastructure revitalization, vendor relocation, and improved management, have significantly enhanced the market's functionality and aesthetics. These changes have led to an increase in visitor numbers, improved transaction volumes, and a more orderly trading environment. The implication of this normalization is a positive stimulus for the local economy, creating a multiplier effect that supports the vision of an advanced Serang City economy. This study concludes that a structured and well-managed market normalization is a key strategy for urban economic development.
Inovasi Pelayanan Publik dalam Pendampingan Ekonomi Kreatif di Kampung Wisata Anyer Desa Tambang Ayam Kabupaten Serang Nindi Riyan Gustin; Zakaria Habib Al-Ra'zie; Yulvia Chrisdiana
Transformasi Masyarakat : Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Transformasi Masyarakat : Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/transformasi.v3i1.2935

Abstract

The Tambang Ayam Village Tourism Village in Serang Regency has great potential for community-based tourism and halal tourism development. However, this area still faces various challenges such as limited tourism information systems, suboptimal coordination between stakeholders, and unprofessional management of creative economy products. This community service activity aims to provide the community and village officials with an understanding of public service innovations and creative economy assistance in supporting the development of the tourism village. The implementation method includes an initial survey, community service, and outreach. The activity was held on July 26, 2025, at the Tambang Ayam Village Hall, with 70 residents in attendance. The results of the activity demonstrated high community enthusiasm, marked by active participation in discussions and questions and answers. In addition to outreach, the activity also included the provision of cooking equipment to support the creative economy and free health checks for residents. Through this activity, it is hoped that the tourism village can develop into a competitive and sustainable tourist destination.
Pelayanan Publik Bakti Sosial dan Pendampingan Ekonomi Kreatif di Kampung Wisata Anyer Desa Tambang Ayam Al-Ra’zie, Zakaria Habib; Gustin, Nindi Riyan; Chrisdiana, Yulvia; Irfansyah, Irfansyah; Apriyanto, Apriyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.964

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan publik bakti sosial dan pendampingan ekonomi kreatif di Kampung Wisata Anyer, Desa Tambang Ayam, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan memanfaatkan potensi lokal serta keterlibatan aktif warga dalam setiap tahap programnya, diharapkan tercipta keberlanjutan dan kemandirian yang lebih baik dari warga desa. Pada kegiatan ini warga tidak hanya memperoleh bantuan, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk lebih mengembangkan usaha dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Desa Tambang Ayam merupakan destinasi wisata yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal, namun masyarakat setempat masih menghadapi berbagai permasalahan seperti kurang maksimalnya pengetahuan dalam pengelolaan usaha, minimnya akses terhadap informasi dan pelatihan, serta membutuhkan penguatan dalam pembangunan mental keluarga khususnya terhadap anak-anak. Untuk mengatasi permasalahan ini, pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui dua metode utama yaitu pelayanan publik bakti sosial dan pendampingan ekonomi kreatif. Pelayanan publik bakti sosial berfokus pada sosialisasi perlindungan dan penguatan mental anak, pemeriksaan kesehatan gratis warga, pembinaan mental keagamaan, sementara pendampingan ekonomi kreatif akan memberikan pelatihan dan bimbingan kepada masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pendekatan terintegrasi yang melibatkan berbagai stakeholder dan bekerjasama dengan Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) Provinsi Banten.
ECOLOGICAL JUSTICE AND WASTE GOVERNANCE IN SOUTH TANGERANG: A POLITICAL ECOLOGY ANALYSIS Syarkawi; Zakaria Habib Al-Ra'zie; Pirma Windra
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol. 18 No. 1 (2026): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) JUNE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr16y426

Abstract

This study analyzes the relationship between the state, society, and the private sector in waste management in South Tangerang City through the perspective of Political Ecology and public policy. This research is motivated by the urban waste crisis which is characterized by waste production of more than 1,000 tons per day, while the capacity of the Cipeucang Final Disposal Site (TPA) is only able to accommodate around 300–400 tons per day. In contrast to previous research that emphasized the technical aspects of waste management, this study focuses on power relations, ecological impact distribution, and dynamics of environmental policy implementation. The research uses a qualitative approach with a case study design through in-depth interviews, field observations, and documentation studies.  The results of the study show that the waste crisis in South Tangerang is a structural problem influenced by urbanization, weak institutional capacity, and inequality in environmental governance. Residents around the Cipeucang Landfill reported strong odors, environmental pollution, and decreased quality of life due to the excess capacity of the landfill. The research also found that there is a differentiation of waste management services between areas with high purchasing power and areas that are more marginalized. These conditions create spatial injustices, where certain groups obtain better environmental services, while communities around landfills bear a greater ecological burden. In addition, the policy of sanctions against waste management violations shows a tendency to individualize risks through the transfer of responsibility to the community when waste sorting facilities and 3R TPS are not adequately available. In Foucault's perspective, such policies serve as a mechanism of social discipline and control. This research confirms that urban waste management is a matter of ecological justice, environmental risk distribution, and democratic development governance.  Key words: Political Ecology, Public Policy, Waste Management, Regional Development, Environmental Governance
Analisis Kegiatan Magang dalam Pengawasan Pelayanan Publik di Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten Ihdan Fadli; Zakaria Habib Al-Raz'ie
Jurnal Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan mekanisme kerja Ombudsman Republik Indonesia dalam mengawasi pelayanan publik, khususnya di tingkat perwakilan daerah.Ombudsman merupakan lembaga independen yang berwenang mengawasi dugaan maladministrasi oleh instansi pemerintah, BUMN, BUMD, maupun pihak swasta penyelenggara layanan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen resmi serta literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan dil-akukan melalui tiga tahap utama: penerimaan dan verifikasi laporan, pemeriksaan, serta resolusi dan monitoring. Jika ditemukan maladministrasi, Ombudsman dapat melakukan mediasi, ajudikasi khusus, atau mengeluarkan rekomendasi. Selain itu, Ombudsman juga berperan dalam pencegahan melalui edukasi publik, penilaian kepatuhan, dan koordinasi antar instansi. Dengan prinsip transparansi, akuntabili-tas, dan profesionalisme, Ombudsman berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Sosialisasi Pelayanan Prima di Rumah Sakit Ibu dan Anak Fadhila Batusangkar Nindi Riyan Gustin; Zakaria Habib Al-Razie; Nida Silvia Lestari; Muhamad Iqbal Al-Mas’ud; Mimah Rohimah
Jurnal Pelayanan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juni: JPM :Jurnal Pelayanan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/jpm.v3i2.3343

Abstract

Fadhila Maternal and Child Hospital in Batusangkar faces three problems in public service delivery, namely the absence of uniform service excellence standards, the lack of written standard operating procedures on service behavior, and an organizational culture not yet oriented toward patient satisfaction. These problems stem from limited knowledge among management staff. This community service activity aims to improve the knowledge, attitudes, and commitment of management staff in applying service excellence. The activity used interactive lectures, group discussions, case simulations, and structured reflection for 20 management staff. Effectiveness was measured through pre-test and post-test scores and the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results show the average knowledge score rose from 57.4 to 81.3, an increase of 41.6 percent. As many as 90 percent of participants reached the good and very good categories. The statistical test produced a p value below 0.001, indicating a significant improvement. The largest gain occurred in mastery of the A6 principles at 51.9 percent, and participant satisfaction reached 94.5 percent. The activity produced follow-up commitments and a recommendation document for developing service excellence standard operating procedures for the hospital.
Pentingnya Literasi Politik untuk Penguatan Kesadaran Kewarganegaraan Zakaria Habib Al-Ra'zie; Nida Silvia Lestari; Nindi Riyan Gustin; Ahmad Solehudin; TB A Rizki Agustina; Mohammad Faiq Al-Thifaal
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 9 (2026): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/sa4z9994

Abstract

Literasi politik adalah elemen krusial dalam usaha membangun kesadaran politik dan mendorong partisipasi aktif di kalangan warga negara, terutama di kalangan generasi muda. Saat ini, terdapat beberapa isu yang dihadapi, antara lain kurangnya pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, rendahnya partisipasi dalam pemilihan umum, serta tantangan dalam pelaksanaan pendidikan politik di lingkungan sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini direncanakan akan dilaksanakan di SMAS Nurul Fatah, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa banyak siswa yang belum memperoleh materi pendidikan politik yang memadai selama masa pendidikan mereka di sekolah. Sebagian besar pembelajaran politik yang mereka terima berasal dari media sosial tanpa adanya penyaringan yang baik untuk memastikan keakuratan informasi yang diterima, yang berpotensi membentuk kesadaran politik siswa. Hal ini sulit dihindari mengingat media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari siswa di era digital. Salah satu dampak negatif yang muncul adalah rendahnya kesadaran politik di kalangan siswa, yang tercermin dari minimnya partisipasi mereka dalam kegiatan politik seperti pemilu dan organisasi siswa maupun kepemudaan. Dengan demikian, analisis situasi di SMAS Nurul Fatah menunjukkan adanya tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan pemahaman politik siswa. Diperlukan upaya literasi politik yang lebih terstruktur dan responsif terhadap kondisi siswa agar dapat membentuk generasi muda yang lebih kritis dan aktif. Metode yang digunakan untuk menyampaikan pendidikan politik di SMA meliputi ceramah dan diskusi interaktif. Adapun hasil yang didapatkan dari kegiatan PkM ini adalah peningkatan pemahaman siswa SMAS Nurul Fatah tentang pentingnya literasi politik untuk kesadaran kewarganegaraan. Hal ini terukur dari dinamika tanya jawab yang muncul selama diskusi pasca sosialisasi.
Sosialisasi Tentang Implementasi Kebijakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada Pelayanan Publik Bidang Kesehatan di RSIA Fadhila Batusangkar Nida Silvia Lestari; Zakaria Habib Al-Ra’zie; Nindi Riyan Gustin; Dentapraja Dentapraja; Chrystin Lidia Nauli Waruwu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i1.340

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk Meningkatkan pengetahuan terkait implementasi kebijakan SPM pada pelayanan publik Bidang Kesehatan. Implementasi kebijakan kesehatan yang dijalankan oleh rumah sakit salah satunya adalah standar pelayanan minimal (SPM). SPM merupakan tolak ukur mutu pelayanan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Adapun permasalahan yang ditemukan di lapangan bahwa pencapaian indikator SPM di RSIA Fadhila Batusangkar masih belum memenuhi target indikator SPM. Kendalanya yakni terbatasnya jumlah sumber daya  manusia  yang  memadai.  Kekurangan  sumber daya manusia  ini  menyebabkan  beban  kerja  tidak  seimbang  sehingga  pelayanan kepada masyarakat tidak dapat berjalan secara optimal. Ketidakseimbangan antara beban kerja dengan jumlah tenaga kesehatan ini menjadi kendala utama dalam pencapaian target indikator pelayanan yang ditetapkan oleh peraturan SPM. Metode yang digunakan adalah sosialisasi melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok dan refleksi terstruktur dengan peserta berjumlah 20 karyawan manajemen. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Maret 2026 di RSIA Fadhila Batusangkar, Jalan Baringin Nomor 5, Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan kapasitas karyawan manajemen dalam menerapkan standar pelayanan minimal pada pelayanan publik bidang kesehatan di RSIA Fadhila Batusangkar.
MAHASISWA SEBAGAI KEKUATAN POLITIK DI ERA DIGITAL Zakaria Habib Al-Ra’zie; Apriyanto Apriyanto
Ensiklopedia Sosial Review Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 No 2 Juni 2025
Publisher : Ensiklopedia Social Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/esr.v7i2.3119

Abstract

The digital era brings great changes to society, including in the social and political life of a country. The political dynamics that occur in the digital space can be more dynamic and harsh than in the conventional space. This is due to the ease of public access to voice their opinions on political issues and policies taken by awa government. This shows that the limitations of conventional political space do not apply in the digital political space. One of the political actors who has a big role in the digital space is students. As agents of change , students are morally and intellectually responsible to ensure that the country is on the right path for the benefit of the general public. Among the ways they are through active contributions in voicing opinions using digital instruments that are very mastered, namely social media. In this regard, the researcher is interested in researching the political dimension of students in the digital era. More specifically, this research was conducted to understand what the role of students as political forces in the digital era looks like. This research uses a qualitative method. The data collection technique is carried out through literature study and the data analysis technique used is descriptive analytical. The results of this study found that, in the digital era, students use their political power to mobilize action through various creative ways through social media that are very familiar to their daily lives. The role of students in this context cannot be underestimated, because the impact can be more significant than traditional movements. This is because the digital space is able to keep issues relevant and expand their reach as long as people are connected to the internet, and this creates political movements that are in line with the spirit of the times.Keywords: Students; Political Forces; Digital.