Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Rancang Bangun Platform Kuis Interaktif Berbasis AI Generatif dan Gamifikasi untuk Personalisasi Pembelajaran Siswa Muthia Farida; Muhammad Edya Rosadi; Muhammmad Iqbal Firdaus; Dian Agustini; Riadhull Muttaqin
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 15, No 1 (2026): Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v15i1.9568

Abstract

Pembelajaran digital menuntut inovasi agar siswa tetap termotivasi dan terlibat aktif. Salah satu pendekatan adalah penggunaan platform kuis interaktif yang diperkaya kecerdasan buatan generatif dan elemen gamifikasi. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah platform kuis berbasis web yang mampu menghasilkan soal adaptif secara otomatis menggunakan AI generatif dan menerapkan gamifikasi untuk personalisasi pengalaman belajar siswa. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan model prototipe, melibatkan analisis kebutuhan pengguna, perancangan arsitektur sistem, desain antarmuka, serta implementasi dan evaluasi awal prototipe. Hasil perancangan mencakup arsitektur sistem web dengan frontend HTML–Tailwind CSS–Alpine.js yang responsif, backend Python (FastAPI) dan database MySQL, serta integrasi API OpenAI GPT untuk menghasilkan soal. Fitur gamifikasi seperti poin, lencana, dan papan peringkat turut dirancang untuk meningkatkan motivasi. Platform ini diharapkan dapat menyesuaikan tingkat kesulitan dan materi soal dengan kemampuan masing-masing siswa secara dinamis, sehingga menciptakan pembelajaran yang lebih personal. Implikasinya, platform kuis cerdas ini berpotensi meningkatkan keterlibatan siswa, memberikan umpan balik cepat, dan membantu guru dalam menyediakan evaluasi yang sesuai secara efisien.
Gerakan Anak Cerdas Memilih Jajanan Sehat Melalui Edukasi Di SDN 3 Sungai Besar Kota Banjarbaru Hilda Irianty; Fitri Novita Sari Widodo; Jesica Pretisia; Fransisco Leo Tasik; Sarah Zein; M. Rifki Andra Firdaus; Ridha Hayati; Mahmudah Mahmudah; Hikmah Yusida; Deni Suryanto
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1058

Abstract

Pendahuluan: Dilihat dari kegiatan pengabdian sebelumnya, program edukasi masih terbatas dan belum mampu meningkatkan pengetahuan anak, tetapi juga membentuk perilaku nyata anak dalam memilih jajanan sehat secara mandiri dan berkelanjutan. Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, khususnya terkait pola konsumsi jajanan di lingkungan sekolah. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan siswa/i sekolah dasar melalui gerakan anak cerdas dalam memilih jajanan sehat melalui edukasi di SDN 3 Sungai Besar, Kota Banjarbaru. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan tanya jawab, serta ada ice breaking  yang dilaksanakan di SDN 3 Sungai Besar, Kota Banjarbaru, dengan khalayak sasaran kelas VI B berjumlah 24 orang. Adapun metode pelaksanaan terdiri dari 3 tahapan, yaitu perizinan, perencanaan, dan pelaksanaan. Alat dan bahan yang digunakan berupa poster, PowerPoint untuk pemberian edukasi, LCD, spanduk, snack dan hadiah untuk siswa yang menjawab pertanyaan. Hasil : Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan setelah pemberian edukasi tentang jajanan sehat, diperoleh gambaran bahwa sebagian besar siswa masih memiliki kebiasaan konsumsi yang kurang sehat. Banyak siswa menyatakan kurang menyukai sayuran dan lebih cenderung mengonsumsi jajanan kemasan. Simpulan: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pemahaman yang baik mengenai ciri-ciri jajanan yang sehat, aman, dan bergizi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai jajanan sehat masih perlu ditingkatkan melalui edukasi dan penyuluhan yang berkelanjutan.
Deteksi Hoaks Berita Berbahasa Indonesia Menggunakan IndoBERT dengan Penanganan Ketidakseimbangan Kelas Berbasis Gabungan Class Weighting dan Focal Loss Riadhul Muttaqin; Muhammad Edya Rosadi; Muhammad Iqbal Firdaus; Dian Agustini
Infotek: Jurnal Informatika dan Teknologi Vol. 9 No. 2 (2026): Infotek : Jurnal Informatika dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jit.v9i2.35214

Abstract

The spread of hoaxes in Indonesian-language digital media has risen sharply in the past five years with wide societal harm. Most prior work on Indonesian hoax detection emphasizes model architecture, while the class-imbalance problem in field data receives less attention. This study presents a data-centric approach combining the IndoBERT pretrained language model with a hybrid class-imbalance objective of class weighting and focal loss. The dataset is the indonesiafalsenews corpus of 4231 labelled articles with an approximate 4.5 to 1 hoax-to-fact ratio. Evaluation uses five-seed runs with McNemar and paired-bootstrap significance testing. The proposed configuration achieves an F1-macro of 0.7240, accuracy of 0.8392, ROC-AUC of 0.8083, and a Matthews correlation coefficient of 0.4510, significantly outperforming every TF-IDF baseline at the 0.05 level. Text augmentation does not provide consistent gains, which implies that imbalance handling is the more effective lever for Indonesian hoax detection.
Pemberdayaan Kelompok Peternak Itik Melalui Inovasi Produk Telur Asin Asap dan Penguatan Manajemen Usaha Herlina Lusiana; Firdaus Firdaus; Citra Amalia
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i7.3064

Abstract

This community service activity aims to increase the capacity of duck farmer groups Kuin Kacil through innovative smoked salted egg products and strengthened business management. The program was implemented due to the low economic added value of duck eggs marketed raw and the limited community capacity in business management and product marketing. The implementation method used a participatory approach, including field observation, program outreach, training, hands-on practice, mentoring, monitoring, and evaluation. The activity targeted household-scale duck farmer groups with the potential to develop livestock-based businesses. The results showed that the community was able to independently produce smoked salted eggs, understood product packaging and branding techniques, and began implementing simple business financial records. Furthermore, the community also gained an understanding of product marketing through social media as an effort to expand market reach. This activity had a positive impact on improving the community's skills, motivation, and independence in developing businesses based on local potential. The community service program is expected to increase product added value, strengthen the competitiveness of micro-enterprises, and encourage sustainable improvements in community welfare.
Dampak Pelatihan dan Pengembangan Karier terhadap Produktivitas Karyawan melalui Motivasi Kerja sebagai Variabel Intervening pada PT. Cakra Kencana Lestari Firdaus Firdaus; Niti Lestari; Khuzaini Khuzaini; Siti Mardah
Jurnal Riset Inspirasi Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Riset Inspirasi Manajemen dan Kewirausahaan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35130/nd92av81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pelatihan dan pengembangan karier terhadap produktivitas karyawan dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening pada PT. Cakra Kencana Lestari. Pelatihan dan pengembangan karier yang efektif diharapkan dapat meningkatkan keterampilan serta kompetensi karyawan, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas. Namun, dalam prosesnya, motivasi kerja memainkan peran penting sebagai variabel yang memediasi hubungan antara pelatihan dan pengembangan karier dengan produktivitas karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan PT. Cakra Kencana Lestari dengan sampel sebanyak 95 responden menggunakan rumus penarikan sampel Slovin. Teknik analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan Smart PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan karier berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan, baik secara langsung maupun melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening. Motivasi kerja terbukti memperkuat hubungan antara pelatihan dan pengembangan karier dengan produktivitas karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan perlu lebih memperhatikan program pelatihan dan pengembangan karier serta strategi peningkatan motivasi kerja guna mengoptimalkan produktivitas karyawan. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen dalam merancang kebijakan sumber daya manusia yang lebih efektif
Peran Self-Efficacy sebagai Variabel Intervening pada Hubungan antara Workplace Training dan Pengembangan Profesional terhadap Kinerja Karyawan PT. Tanjung Selatan Makmur Jaya Firdaus Firdaus; Niti Lestari; Khuzaini Khuzaini; Siti Mardah
Jurnal Riset Inspirasi Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Riset Inspirasi Manajemen dan Kewirausahaan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35130/nc0nr316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran self-efficacy sebagai variabel intervening pada hubungan antara workplace training dan pengembangan profesional terhadap kinerja karyawan PT. Tanjung Selatan Makmur Jaya. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan yang berjumlah 253 orang, dengan jumlah sampel 155 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Metode analisis data menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa workplace training berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-efficacy dan kinerja karyawan. Pengembangan profesional juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-efficacy dan kinerja karyawan. Selain itu, self-efficacy terbukti berperan sebagai variabel intervening yang memperkuat pengaruh workplace training dan pengembangan profesional terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian, peningkatan kualitas pelatihan di tempat kerja dan program pengembangan profesional yang terencana dapat mendorong peningkatan keyakinan diri karyawan, yang pada akhirnya berdampak pada kinerja yang lebih optimal. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen PT. Tanjung Selatan Makmur Jaya untuk lebih memfokuskan strategi pengembangan sumber daya manusia pada peningkatan pelatihan berbasis pekerjaan dan program pengembangan profesional yang mendukung efikasi diri karyawan.
Strategi Pemasaran Afektif dalam Membangun Loyalitas Konsumen, Eksplorasi Peran Emotional Branding dan Brand Attachment Nadya Nurkhalisa; Teguh Wicaksono; Firdaus Firdaus
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/abxmqw68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) emotional branding, (2) brand attachment, (3) loyalitas konsumen, (4) pengaruh emotional branding terhadap loyalitas konsumen, (5) pengaruh brand attachment terhadap loyalitas konsumen, dan (6) pengaruh emotional branding dan brand attachment terhadap loyalitas konsumen pada produk air minum Galuh di Kota Banjarmasin. Rancangan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan merupakan penelitian survey. Populasi penelitian seluruh masyarakat di Kota Banjarmasin yang menggunakan atau pernah mengonsumsi produk air minum Galuh dan sampel sebesar 138 responden dengan analisis data Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) analisis deskriptif mengindikasikan bahwa gambaran emotional branding, brand attachment, dan loyalitas konsumen produk air minum Galuh di Kota Banjarmasin berada dalam kategori yang baik. (2) emotional branding berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen produk air minum Galuh di Kota Banjarmasin. (3) brand attachment berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen produk air minum Galuh di Kota Banjarmasin. (4) secara simultan, emotional branding dan brand attachment berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen produk air minum Galuh di Kota Banjarmasin. Hal ini mengindikasikan bahwa kontribusi pengaruh kombinasi emotional branding dan brand attachment terhadap loyalitas konsumen adalah sebesar 71,4%, sedangkan sisanya sebesar 28,6% dijelaskan oleh variabel atau faktor lain di luar model penelitian ini.
Sinergi Lingkungan Kerja Dan Efektivitas Komunikasi Internal Dalam Mengoptimalkan Kinerja Karyawan Ahmad Sudirja; Teguh Wicaksono; Firdaus Firdaus; Siti Mardah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan komunikasi internal terhadap kinerja karyawan pada PT Sharp Electronics Indonesia Cabang Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif untuk menguji hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Populasi penelitian berjumlah 84 karyawan, dan seluruh anggota populasi dijadikan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert lima tingkat. Analisis data menggunakan regresi linear berganda yang diawali dengan uji validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Komunikasi internal juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan kinerja karyawan. Secara simultan, lingkungan kerja dan komunikasi internal memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan kerja yang nyaman, aman, kondusif, serta didukung hubungan kerja yang harmonis mampu meningkatkan motivasi, produktivitas, dan kualitas hasil kerja karyawan. Selain itu, komunikasi internal yang efektif berperan dalam memperlancar koordinasi, memperjelas penyampaian informasi, meminimalkan kesalahan kerja, meningkatkan kolaborasi antarkaryawan, serta memperkuat komitmen terhadap pencapaian tujuan organisasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu terus meningkatkan kualitas lingkungan kerja, baik dari aspek fisik maupun nonfisik, serta membangun sistem komunikasi internal yang terbuka, efektif, dan berkelanjutan sebagai strategi untuk mengoptimalkan kinerja karyawan sekaligus meningkatkan daya saing organisasi.
Optimalisasi Manajemen Pelatihan Berbasis Microlearning Digital sebagai Strategi Peningkatan Kompetensi SDM di Era Society 5.0 Firdaus Firdaus; Herlina Lusiana; Mursanto Mursanto; Periyadi Periyadi; Niti Lestari
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v5i1.208

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan transformasi dunia kerja pada era Society 5.0 menuntut sumber daya manusia (SDM) memiliki kompetensi yang adaptif, fleksibel, dan mampu belajar secara berkelanjutan. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah optimalisasi manajemen pelatihan berbasis microlearning digital. Microlearning menawarkan pembelajaran dalam unit materi yang singkat, terfokus, fleksibel, dan dapat diakses melalui perangkat digital sehingga berpotensi meningkatkan efektivitas proses pengembangan kompetensi SDM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi manajemen pelatihan berbasis microlearning digital sebagai strategi peningkatan kompetensi SDM di era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada peserta pelatihan dan dianalisis secara deskriptif serta inferensial untuk mengetahui keterkaitan penerapan microlearning digital dengan peningkatan kompetensi SDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pelatihan berbasis microlearning digital memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi SDM, terutama dalam aspek fleksibilitas belajar, aksesibilitas materi, keterlibatan peserta, efisiensi waktu, penguatan pemahaman, dan kemampuan menerapkan pengetahuan dalam konteks pekerjaan. Optimalisasi manajemen pelatihan melalui perencanaan kebutuhan kompetensi, desain materi yang ringkas dan relevan, pemanfaatan platform digital, pemantauan aktivitas belajar, serta evaluasi hasil pelatihan dapat menciptakan proses pengembangan SDM yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Dengan demikian, microlearning digital dapat menjadi strategi manajemen pelatihan yang relevan dalam menghadapi tuntutan Society 5.0 karena mampu mengintegrasikan teknologi digital dengan kebutuhan pembelajaran yang cepat, personal, fleksibel, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi. Implementasi strategi ini perlu didukung oleh kesiapan teknologi, kompetensi pengelola pelatihan, kualitas konten digital, dan sistem evaluasi yang berkelanjutan agar peningkatan kompetensi SDM dapat berlangsung secara optimal.
Optimalisasi Manajemen Pelatihan Berbasis Microlearning Digital sebagai Strategi Peningkatan Kompetensi SDM di Era Society 5.0 Firdaus Firdaus; Herlina Lusiana; Mursanto Mursanto; Periyadi Periyadi; Niti Lestari
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v5i1.208

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan transformasi dunia kerja pada era Society 5.0 menuntut sumber daya manusia (SDM) memiliki kompetensi yang adaptif, fleksibel, dan mampu belajar secara berkelanjutan. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah optimalisasi manajemen pelatihan berbasis microlearning digital. Microlearning menawarkan pembelajaran dalam unit materi yang singkat, terfokus, fleksibel, dan dapat diakses melalui perangkat digital sehingga berpotensi meningkatkan efektivitas proses pengembangan kompetensi SDM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi manajemen pelatihan berbasis microlearning digital sebagai strategi peningkatan kompetensi SDM di era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada peserta pelatihan dan dianalisis secara deskriptif serta inferensial untuk mengetahui keterkaitan penerapan microlearning digital dengan peningkatan kompetensi SDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pelatihan berbasis microlearning digital memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi SDM, terutama dalam aspek fleksibilitas belajar, aksesibilitas materi, keterlibatan peserta, efisiensi waktu, penguatan pemahaman, dan kemampuan menerapkan pengetahuan dalam konteks pekerjaan. Optimalisasi manajemen pelatihan melalui perencanaan kebutuhan kompetensi, desain materi yang ringkas dan relevan, pemanfaatan platform digital, pemantauan aktivitas belajar, serta evaluasi hasil pelatihan dapat menciptakan proses pengembangan SDM yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Dengan demikian, microlearning digital dapat menjadi strategi manajemen pelatihan yang relevan dalam menghadapi tuntutan Society 5.0 karena mampu mengintegrasikan teknologi digital dengan kebutuhan pembelajaran yang cepat, personal, fleksibel, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi. Implementasi strategi ini perlu didukung oleh kesiapan teknologi, kompetensi pengelola pelatihan, kualitas konten digital, dan sistem evaluasi yang berkelanjutan agar peningkatan kompetensi SDM dapat berlangsung secara optimal.