Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

MODEL BELAJAR TEKNIK DASAR PENJAGA GAWANG HOCKEY PEMULA PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS Ira Permata Sari; Eka Fitri Novita Sari; Rizky Nurulfa; Zihan Novita Sari
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v2i2.6955

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangan variasi model belajar teknik dasar penjaga gawang hockey pemula pada peserta ekstrakurikuler tingkat sekolah menengah atas diharapkan dapat menjadi bentuk pembelajaran yang menyenangkan dan menarik bagi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler hockey, sehingga dapat menghilangkan kebosanan dan kejenuhandalam proses pembelajaran. Metode Penelitian ini menggunakan RND dengan model pengembangan ADDIE yang akan menghasilkan produk berupa desain pembelajaran. Model ADDIE memiliki lima Tahapan  yaitu sebagai berikut: (1) analisis, (2) perancangan, (3) pengembangan, (4) implementasi, (5) evaluasi. Tahap  awal Variasi model belajar teknik dasar penjaga gawang hockey menggunakan 27 model kemudian di validasi  oleh ahli menjadi 25 model yang layak, tempat Penelitian menggunakan  4 sekolah di Kab Tanggerang dengan jumlah Subyek 12 siswa di masing-masing sekolah, dengan hasil 95 % dinyatakan sangat baikModel belajar pada teknik dasar penjaga gawang hockey, untuk hasil  ketertarikan siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler  98,6 % dinyatakan sangat baik untuk pemula pada siswa ekstrakurikuler tingkat sekolah menengah. datas ini dapat dijadikan referensi bagi guru, Pembina, dan pelatih hockey sebagai proses pembelajaran khususnya penjaga gawang. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa setelah melalui uji validasi dengan justifikasi ahli, menghasilkan produk model belajar teknik dasar penjaga gawang hockey pemula pada peserta ekstrakurikuler tingkat sekolah menengahatas sebanyak 25 model.
MODEL BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING PADA PERMINAN HOCKEY INDOOR BERBASIS VIDEO TUTORIAL UNTUK ANAK USIA SEKOLAH MENENGAH ATAS Intan Khusnul; Eka Fitri Novita Sari; Slamet Sukriadi
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v2i2.6987

Abstract

P e nelitian   ini   bertujuan   untuk   membuat   Model   Belajar  Teknik  Dasar  Passing  Pada Permainan Hockey IndoorBerbasis Video Tutorial Untuk Anak Usia Sekolah Menengah Atas. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalahmetode penelitian dan pengembangan (research and development) menurut ADDIE. Penelitian ini dilakukan dengan mencari informasi pada pelatih hockey dengan melakukan wawancara dan melakukan pembuatan desain model pembelajaran untuk divalidasi oleh dosen ahli pembelajaran, dosen ahli hockey dan dosen ahli media. Setelah dilakukanvalidasi oleh para ahli dan telah di uji coba pemakaian pada anggota ekrakulikuler SMAN 9 Kota Tangerang maka penelitian ini menghasilkan sebanyak 20 variasi belajar teknik dasar passing berbasis video tutorial. Hasil akhirnya berupa buku Belajar Teknik Dasar Passing Pada Permainan Hockey Indoor Berbasis Video Tutorial Untuk Anak Usia Sekolah Menengah Atas.
PENGARUH SPORT MASSAGE TERHADAP PENURUNAN RASA NYERI PADA OTOT EKSTREMITAS BAWAH PADA PEMAIN SSB FASS JUNIOR U-17 Anas Wahyu Bachtiar; Eka Fitri Novita Sari; Bazzar Ari Mighra; Qorry Armen Gemael
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v2i2.6989

Abstract

Sepak bola pada saat ini telah berkembang dibanyak negara, tapi banyak atlet saat sedang menjalani latihan dengan intensitas yang tinggi atau pertandingan dengan intensitas  yang tinggi banyak mengalami gangguan karena rasa nyeri yang dirasakan pada otot ekstrenitas bawah. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: pengaruh sport massage terhadap rasa nyeri pada otot ekstremitas bawah pada Ssb Fass Junior U-17. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan model one-group pretest-posttes design. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain dari SSB Fass Junior U-17 sebanyak 60 orang. Penentuan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inkulusi dan ekslusi sehingga didapat sampel berjumlah 30 orang. Instrument dalam penelitian ini menggunakan Numeric Ratting Scale (NRS) atau skala numeric yang memiliki skor 0 sampai 10. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif, dan dilanjutkan uji-paired t-test untuk mengetahui variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Ada pengaruh sport massage terhadap penurunan rasa nyeri pada otot ekstremitas bawah dengan nilai mean sebesar 6.80 sehingga perubahan terendah adalah sebesar 3 dan perubahan tertinggi sebesar 7 secara signifikan.
ANALISIS SEGMENT MASSAGE UNTUK RASA NYERI CEDERA ANKLE PADA PEMAIN SEPAK BOLA AMATIR Rizky Candra; Heni Widyaningsih; Eka Fitri Novita Sari; Bazzar Ari Mighra; Agung Robianto; Dinan Mitsalina
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v2i2.6990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase rasa nyeri , derajat cedera, penyebab cedera, serta penanganan cedera ankle pada pemain sepak bola amatir Se-Asprov Jakarta Timur dengan menggunakan metode kuantitatif, yaitu wawancara dan pemeriksaan. Populasi penelitian ini adalah pemain sepak bola amatir se-Askot Jakarta Timur, sedangkan sampelnya adalah pemain sepak bola amatir se-Askot Jakarta Timur yang telah memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukan 100% pemain sepak bola amatir se-Askot Jakarta Timur penah mengalami cedera ankle,rasa nyeri yang sering dialami oleh pemain sepak bola amatir pada saat cedera dengan jumlah 24 kasus (48%) mengalami Rasa nyeri sedang, ,penyebab cedera yang paling sering menyebabkan cedera ankle adalah internal violence dengan jumlah 30 kasus (60%), dan penanganan cedera yang palingsering dilakukan adalah dengan melakukan penanganan medis (segment massage) dengan jumlah 50 kasus (100%).
PENGARUH MANIPULASI SPORT MASSAGE DAN HOT BATH TERHADAP PENURUNAN KELELAHAN PADA ATLET SEPAKBOLA SSB MUTIARA CEMPAKA Gilang Romadhon; Eka Fitri Novita Sari; Nadya Dwi Oktafiranda; Deden Akbar Izzuddin
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v2i2.6992

Abstract

Dalam olahraga sepakbola pemain sering mengalami kelelahan pada saat setelah latihan, Kelelahan merupakan menurunnya kemampuan dalam melakukan aktivitas fisik, secara umum gejala kelelahan yang lebih dekat adalah pada pengertian kelelahan fisik atau physical fatigue dan kelelahan mental atau mental fatigue. Intervensi lain yang dapat diberikan untuk mengurangikelelahan antara lain adalah dengan pemberian hot bath dan sport massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sport massage dan hot bath terhadap kelelahan pada pemain sepakbola dan juga untuk mengetahui beda pengaruh antar keduaintervensi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis quasi eksperimen, dengan pendekatan pre and post test design. Sampel berjumlah 30 orang diambil melalui metode Purposive Sampling, pengukuran dalam penelitian menggunakanVisual Analogue Scale for Fatigue (VAS-F) untuk mengukur nilai derajat kelelahan. Dari hasil uji T Dependent pada kelompok sport massage mendapatkan hasil 50,93 (t hitung) > 2,145 (t tabel) yang berarti menunjukkan ada pengaruh pemberian sport massage terhadap kelelahan, pada kelompok hot bath mendapatkan hasil 59,56 (t hitung) > 2,145 (t tabel) yang berarti menunjukkan ada pengaruh pemberian hot bath terhadap kelelahan, Interpretasi hasil uji T Independent beda pengaruh pemberiansport massage dan hot bath terhadap kelelahan pada pemain sepakbola mendapatkan nilai 8,365 (t hitung) > 2,145 yang artinya ada beda pengaruh pemberian sport massage dan hot bath terhadap kelelahan pada pemain sepakbola.
Keterampilan Tendangan Samping Pencak Silat Melalui Media Botol Isnain Fauzan; Taufik Rihatno; Eka Fitri Novita Sari
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v3i1.7051

Abstract

Pencak silat merupakan salah satu ekstrakurikuler yang ada di MTsN 3 BOGOR. Hasil observasi awal pada ekstrakurikuler pencak silat MTsN 3 Bogor ditemukan permasalahan angkatan kaki yang masih pendek dan sasaran yang kurang tepat pada teknik dasar tendangan samping. Peneliti menemukan kendala dalam melakukan teknik dasar tendangan samping, maka peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana tendangan samping melalui media botol. Penelitian ini dilakukan pada bulan juni 2021. Adapun yang menjadi subyek penelitian ini adalah siswa Ekstrakulikuler pencak silat MTsN 3 Bogor. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan Action Research, yaitu dengan memberikan perlakuan khusus kepada siswa untuk meningkatkan keterampilan Tendangan samping pada Pencak Silat. Indikator yang diukur pada penelitian ini adalah : gerakan persiapan, gerakan angkatan kaki, gerakan lanjutan (menendang), gerakan menarik tendangan, dan gerakan akhir (sikap pasang). Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh yaitu: Tingkat keberhasilan anak pada tes awal berjumlah 3 atau 15%, kemudian setalah dilatih dengan media botol pada siklus I keberhasilan anak mencapai 20 orang atau 100% tuntas. Dengan penelitian action research dan menggunakan media botol, dapat meningkatkan keterampilan tendangan samping pada siswa Ekstrakulikuler pencak silat MTsN 3 Bogor dengan satu siklus penelitian tindakan.
Minat Siswa Untuk Mengikuti Ektrakurikuler Hoki Di SMA (Sekolah Menengah Atas) Negeri 1 Pejagoan Bintan Salis Mubarok; Eva Julianti P; Eka Fitri Novita Sari
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v3i2.9239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor ekstrinsik yang memengaruhi minat peserta ekstrakurikuler hoki di SMAN 1 Pejagoan. Topik penelitian ini dipilih karena pentingnya memahami faktor-faktor yang dapat memotivasi siswa untuk tertarik dan berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler hoki. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada peserta ekstrakurikuler hoki di SMAN 1 Pejagoan. Sampel pada penelitian ini melibatkan 69 sampel. Instrumen minat digunakan dan disebarkan melalui google form sebanyak 24 pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor ekstrinsik yang signifikan mempengaruhi minat peserta dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler hoki. Faktor-faktor tersebut meliputi dukungan dan motivasi dari guru dan pelatih, fasilitas yang memadai, dukungan orang tua, dan pengaruh lingkungan. Temuan penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya faktor-faktor ekstrinsik dalam mempengaruhi minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler. Dalam konteks ini, sekolah dapat meningkatkan dukungan dan fasilitas yang diberikan kepada peserta ekstrakurikuler hoki, serta melibatkan guru, pelatih, orang tua, dan lingkungan dalam membentuk minat yang positif dan berkelanjutan dalam kegiatan ini. Implikasi temuan ini dapat digunakan oleh sekolah dan pihak terkait dalam merancang strategi yang efektif untuk meningkatkan minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler, khususnya hoki di SMAN 1 Pejagoan.
Basic Movement Training Through Traditional Games For Students In Elementary School Eka Fitri Novita Sari; Nofi Marlina Siregar; Masnur Ali; Novri Asri
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7540

Abstract

This basic movement training through traditional games at SDN 01 Kamasan, Serang Regency, Banten aims to improve students' gross motor skills through fun activities that are relevant to their culture. Traditional games such as congklak, engklek, ucing-ucingan, and gasing were chosen because they contain basic movements such as running, jumping, throwing, and catching that are important for children's physical development. The training was conducted using demonstration, active participation, and group discussion methods. The observation results showed an increase in students' basic movement skills after attending the training. In addition, students also looked more enthusiastic and motivated in participating in learning activities as much as 85% of students. This training is expected to be an effective and fun alternative in developing students' basic movement skills, while preserving the noble values contained in traditional games.Pelatihan Gerak Dasar Melalui Permainan Tradisional untuk Siswa Sekolah DasarABSTRAKPelatihan gerak dasar melalui permainan tradisional di SDN 01 Kamasan, Kabupaten Serang, Banten ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar siswa melalui aktivitas yang menyenangkan dan relevan dengan budaya mereka. Permainan tradisional seperti congklak, engklek, ucing-ucingan, dan gasing dipilih karena mengandung gerakan-gerakan dasar seperti berlari, melompat, melempar, dan menangkap yang penting bagi perkembangan fisik anak. Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode demonstrasi, partisipasi aktif, dan diskusi kelompok. Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan gerak dasar siswa setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, siswa juga terlihat lebih antusias dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sebanyak 85% Siswa. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang efektif dan menyenangkan dalam mengembangkan kemampuan gerak dasar siswa, sekaligus melestarikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam permainan tradisional.Kata Kunci:Gerak dasar; permainan tradisional
Education, Training, and Prevention of Sports Injuries for Teachers and Sports Coaches: A Simulation-Based Approach at SDN Kamasan 1 Masnur Ali; Nofi Marlina Siregar; Eka Fitri Novita Sari; Novri Asri
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 2 (2026): August - December 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i2.7931

Abstract

This community service activity aims to educate and improve the understanding and skills of physical education teachers and sports coaches in preventing and managing sports injuries in elementary school settings. The participants consisted of 25 individuals, including physical education teachers and sports coaches from the vicinity of SDN Kamasan 1. Participatory Rural Appraisal, demonstrations of prevention techniques, and hands-on training in initial injury management through case simulations. Evaluations were conducted before and after the training to measure improvements in participants’ knowledge and skills. The results showed an increase in participants’ understanding of injury prevention and care, from 68% in the pretest to 85% in the posttest. Additionally, 90% of participants were able to correctly perform first aid techniques, up from 72% in the pretest. A total of 95% of participants stated that this training was very beneficial and relevant for application in school sports activities. This initiative successfully enhanced the preparedness of teachers and coaches in creating a safe sports environment for students.Edukasi Pelatihan Pencegahan dan Perawatan Cedera Kepada Guru dan Pelatih Olahraga: Pendekatan Simulasi di SDN Kamasan 1ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru serta pelatih olahraga dalam mencegah dan menangani cedera olahraga di lingkungan sekolah dasar. Subjek kegiatan terdiri dari 25 peserta, yang meliputi guru pendidikan jasmani dan pelatih olahraga di sekitaran SDN Kamasan 1. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan materi cedera olahraga, demonstrasi teknik pencegahan, serta pelatihan langsung penanganan awal cedera melalui simulasi kasus. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pencegahan dan perawatan cedera Pretest 58% dan Posttest 87%. Selain itu, 90% peserta mampu mempraktikkan teknik pertolongan pertama dengan benar dari pretest 72%. Sebanyak 95% peserta menyatakan pelatihan ini sangat bermanfaat dan relevan untuk diterapkan dalam kegiatan olahraga sekolah. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesiapsiagaan guru dan pelatih dalam menciptakan lingkungan olahraga yang aman bagi siswa.Kata Kunci:Pelatihan; cedera olahraga; guru olahraga; pertolongan pertama; pencegahan cedera
First Aid Training for Accidents in Recreational Sports Tourism Nofi Marlina Siregar; Eka Fitri Novita Sari; Masnur Ali; Novri Asri
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7573

Abstract

Recreational sports tourism activities involving the community and educational institutions such as elementary schools are often accompanied by the risk of minor to moderate accidents, such as injuries, sprains, fainting, and even broken bones. Unfortunately, community preparedness in providing first aid for accidents (P3K) is still relatively low due to the lack of systematic training and education. Therefore, this community service activity aims to improve the capacity of sports teachers and residents around SDN Kamasan 01, Serang Regency, in handling emergency incidents through practice-based P3K training. The implementation method includes interactive lectures, P3K technique displays, case simulations, and distribution of pocket modules to 40 participants. Evaluation was carried out through pretest-posttest and direct observation during the simulation. The results of the training showed a significant increase in the knowledge and skills of participants, with an average increase of 68% and 85% of participants were able to disseminate basic P3K techniques correctly. This activity proves that community-based P3K training is effective in building an emergency response culture and improving the safety of recreational sports activities. It is hoped that similar activities can be replicated in other schools and communities as part of community safety education.Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Di Wisata Olahraga RekreasiABSTRAKKegiatan wisata olahraga rekreasi yang melibatkan masyarakat dan institusi pendidikan seperti sekolah dasar sering kali diwarnai dengan risiko kecelakaan ringan hingga sedang, seperti luka, terkilir, pingsan, bahkan patah tulang. Sayangnya, kesiapsiagaan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) masih tergolong rendah akibat kurangnya pelatihan dan edukasi yang sistematis. Untuk itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru olahraga dan warga sekitar SDN Kamasan 01, Kabupaten Serang, dalam menangani kejadian darurat melalui pelatihan P3K berbasis praktik. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi teknik P3K, simulasi kasus, dan pembagian modul saku kepada 40 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pretest–posttest serta pengamatan langsung saat simulasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan rata-rata peningkatan nilai sebesar 68% dan 85% peserta mampu mempraktikkan teknik P3K dasar dengan tepat. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan P3K berbasis komunitas efektif dalam membangun budaya tanggap darurat dan meningkatkan keamanan kegiatan olahraga rekreasi. Diharapkan, kegiatan serupa dapat direplikasi di sekolah dan komunitas lain sebagai bagian dari edukasi keselamatan publik.Kata Kunci:Pertolongan Pertama; Wisata Olahraga; P3K; Masyarakat; Sekolah Dasar