Claim Missing Document
Check
Articles

PROSES PERGANTIAN PRODUK (CHANGE OVER) UNTUK MENGURANGI WASTING TIME PADA DEPARTEMEN FORMULASI INSEKTISIDA DI PT. DAPI M. Imron Mas’ud; Pangestu Mardani
CYBER-TECHN Vol. 12 No. 01 (2018): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir setiap perusahaan dituntut untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan permintaan konsumen agar dapat memenuhi kepuasan konsumen, sehingga perusahaan harus dapat mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya seperti waktu changeover dengan tujuan proses changeover dapat mengurangi pemborosan waktu sehingga jadwal proses produksi berjalan dengan tepat waktu dengan teknik metodologi melalui studi lapangan dengan dua pendekatan yaitu Teknik Observasi dan wawancara. Hasil yang diperoleh 1) Proses changeover di PT. DAPI mengalami keterlambatan penyelesaian, 2) Proses penggantian catridge filter vacuum conveyor menjadi masalah karena harus melepas baut dan filter sehingga perlu adanya perbaikan, 3) tidak adanya pemisahan pekerjaan bagian internal dan eksternal changeover.
PENENTUAN MENU MAKANAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN KALORI BURUH PABRIK DENGAN ANALISIS DETAK JANTUNG Muhammad Hermansyah; M. Imron Mas’ud
Spektrum Industri Vol. 16 No. 2: Oktober 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v16i2.11531

Abstract

Sarana pendukung dan fasilitas yang diberikan perusahaan ternyata belum cukup menjamin karyawan sehat dan selamat dalam bekerja. Hal ini terlihat dari banyaknya karyawan terkena resiko gangguan kesehatan akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan konsumsi tubuh dan energi yang menyebabkan penurunan produktivitas kerja. Jumlah kalori merupakan pendukung energi bagi karyawan yang dapat diukur melalui detak jantung buruh angkut pada saat beraktivitas, pengkonversian detak jantung ke dalam kebutuhan kalori, penentuan kandungan kalori pada makanan buruh angkut, dan penyusunan menu usulan dengan kandungan kalori sesuai kebutuhan. Tujuan dari penelitian adalah menghitung jumlah kalori yang dibutuhkan karyawan buruh angkut untuk mengatur pola asupan makanan yang tepat agar keperluan kalori dapat dipenuhi. Pengamatan secara langsung dilakukan terhadap objek pada saat melakukan sejumlah kegiatan dalam perusahaan maupun di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan pekerjaan yang dilakukan buruh angkut adalah 1,5 jam  pekerjaan berat, 5 jam pekerjaan sedang dan 1,5 jam istirahat dengan kebutuhan kalori rata-rata  1253.601 kal/8jam kerja. Tubuh akan mengalami kekurangan kalori pada saat mereka bekerja kurang lebih sekitar 6,5% dari makanan yang telah mereka makan setiap harinya. Untuk itu dilakukan perbaikan menu makanan dengan rata-rata sebesar 1284,013 kal/8jam. Hasil perbaikan mampu meningkatkan produktivitas kerja karyawan yaitu dari 73,99% menjadi 74,81%.
PENYUSUNAN HIRARKI UNTUK MENENTUKAN ASPEK PRODUKTIVITAS KERJA PADA KOPERASI PETERNAKAN SAPI PERAH M. Imron Mas’ud; Ayik Pusakaningwati
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prinsip dasar dalam Analytical Hierarchy Process (AHP) salah satunya yaitu penyusunan hirarki. Pada dasarnya, penyusunan hirarki mencerminkan kecenderungan alami suatu pikiran untuk menyeleksi setiap elemen sistem pada setiap tingkat. Penelitian ini bertujuan menyusun hirarki untuk menentukan aspek produktivitas kerja pada koperasi peternakan sapi perah yang merupakan langkah awal dalam metodologi AHP. Hasil penelitan didapat bahwa menyusun hirarki untuk menentukan aspek produktivitas kerja tersusun atas tiga level hirarki yaitu level pertama hirarki berupa tujuan (goal) aspek produktivitas kerja, dan level kedua hirarki berupa objek kriteria terdiri dari karyawan tetap dan karyawan tidak tetap, serta level ketiga hirarki berupa Keterampilan, disiplin kerja, gaji, kinerja, fasilitas pendukung, pengalaman kerja, prestasi kerja, dan pelatihan.
IMPLEMENTASI PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI WOOD FLORING PADA CV. X M. Imron Mas’ud; Muhammad Hermansyah
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 02 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era globalisasi yang semakin kompetitif sekarang ini menuntut pelaku usaha untuk lebih inovatif dalam menjalankan usahanya salah satunya dengan pengendalian kualitas proses produksi, seperti pada CV. X yang hasil produknya di pasarkan diluar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengndalian kualitas proses produksi wood floring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak perusahann dalam implementasi pengendalian kualitas proses produksi sudah berjalan dengan baik, hal ini di tandai dengan minimnya produk cacat. Keyword: , ,
Pengembangan Kampung Tempe Parerejo Melalui Pendampingan Sistem Produksi Tempe Berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA) Hermansyah, Muhammad; Mas'ud, M. Imron; Munir, Misbach; Wahid, Abdul; Nuriyanto , Nuriyanto
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 9 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i9.8639

Abstract

Kampung Tempe Parerejo merupakan sentra usaha kelompok masyarakat yang terletak di desa Parerejo Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Terdapat beberapa warga masyarakat desa Parerejo yang membuka usaha pembuatan tempe walaupun usaha tersebut masih bersifat usaha kecil (UMKM). Bekerja dalam bidang pengolahan hasil pertanian, termasuk usaha pembuatan tempe dan turunannya yang telah berlangsung cukup lama, sehingga terbentuk beberapa kelompok usaha yang memerlukan perbaikan dalam naungan Kampung Tempe Parerejo. Perbaikan sistem produksi tempe sebagai sentra produksi diperlukan ketersediaan alat produksi dan bahan baku kedelai yang cukup, biasanya sulit didapat pada waktuwaktu tertentu. Program pengabdian masyarakat dalam bentuk pendampingan perbaikan sistem produksi tempe dilakukan secara partisipatif dengan pelibatan seluruh masyarakat usaha melalui perbaikan sistem produksi, termasuk pemasaran dan strategi pengembangannya. Tujuan Penelitian adalah memperbaiki sistem produksi tempe melalui analisis kebutuhan, partisipasi aktif dan pengembangan usaha yang berorientasi produktivitas kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan sistem produksi tempe yang produktif dapat membantu meningkatkan kinerja UMKM dan pengembangan Kampung Tempe Parerejo
PERAN E-MARKETPLACE DAN BRANDING DIGITAL PRODUK PERIKANAN BERBASIS KEBERLANJUTAN TERHADAP KETAHANAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN NELAYAN TAMBAK PESISIR PERKOTAAN Kristiawati, Indriana; Mas'ud, M. Imron; Mudayat, Mudayat; Arifin, Samsul; Setiawan, Adji
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.50932

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok nelayan pengolah terasi rebon di Kelurahan Tambak Sarioso, Surabaya, melalui pendekatan integratif meliputi peningkatan kapasitas produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital. Metode yang digunakan terdiri dari sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi selama enam bulan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi dari 10–20 kg/bulan menjadi 40 kg/bulan (naik 100),  terciptanya produk terasi bermerek "Terasi Tb.Sarioso" yang dipasarkan melalui marketplace dengan 20 transaksi dalam 3 bulan. Luaran yang dihasilkan meliputi publikasi ilmiah di jurnal SINTA, video dokumentasi, desain branding, serta peningkatan keterampilan mitra sebesar 80%. Disimpulkan bahwa pendekatan multidisiplin ini efektif dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha UMKM pesisir
Penentuan Jumlah Pekerja Optimal Menggunakan Metode Work Load Analysis (WLA) Pada Industri Pengolahan Tembakau Anggraini, Ferani Dwi; Mas’ud, M. Imron
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 9, No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v9i2.23661

Abstract

Beban kerja merupakan salah satu hal penting yang pengaruhnya terhadap hasil produk salah satunya pada industri bidang pengolahan tembakau dimana memiliki beberapa departemen, salah satunya adalah product area prebatch. Area ini memiliki jumlah total karyawan sebanyak 19 orang. Survey awal menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara input tembakau menuju proses dan output Prebatch setiap shift sehingga mengakibatkan masih banyak waktu menunggu dan banyak proses yang dilalui serta mengakibatkan beban kerja yang menumpuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui beban kerja yang ditanggung oleh karyawan pada area prebatch. Penelitian ini menggunakan metode Work Load Analysis (WLA) untuk menentukan waktu kerja standar, beban kerja dan menentukan jumlah karyawan yang optimal. Hasil penelitian didapatkan terdapat dua kegiatan overload yaitu pada kegiatan 6 sebesar 220% dan kegiatan 7 sebesar 158% sehingga perlu adanya efisiensi tenaga kerja dari jumlah karyawan untuk area prebatch yang sebelumnya 19 orang turun menjadi sebanyak 16 karyawan yang dibutuhkan. Kata kunci: Beban Kerja, Work Load Analysis, Jumlah Tenaga Kerja Optimal.
Perluasan Pasar UKM Sandal Alkopini melalui Strategi Branding dan Packaging di Pasuruan Wahid, Abdul; Nuriyanto, Nuriyanto; Munir, Misbach; Sucipto, Sucipto; Mas’ud, Imron; Hermansyah, Hermansyah
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v5i1.1296

Abstract

Alkopini merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berlokasi di Dusun Nampes, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, yang berspesialisasi dalam produksi sandal buatan tangan. Bahan baku utama yang digunakan adalah kulit sintetis, dipadukan dengan berbagai bahan pelengkap lainnya, sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi yang kompetitif di pasar. Meskipun demikian, merek Alkopini saat ini memiliki keterbatasan pengenalan di luar wilayah lokalnya dan hanya menggunakan kemasan sederhana berupa kantong plastik, yang disebabkan oleh kekhawatiran akan berkurangnya margin keuntungan jika menggunakan opsi kemasan yang lebih representatif. Inisiatif pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar sandal Alkopini melalui pengembangan dan implementasi identitas merek yang khas serta perbaikan kemasan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya tarik konsumen, mendorong adopsi produk, dan konsekuensinya meningkatkan nilai jual yang dirasakan dari setiap item yang dihasilkan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan awal untuk mengkaji praktik yang berjalan, dilanjutkan dengan sesi desain kolaboratif untuk perancangan merek dan kemasan baru, serta demonstrasi presentasi produk yang telah disempurnakan. Diharapkan bahwa keberhasilan perluasan pasar ini akan memberikan dampak positif, termasuk peningkatan visibilitas merek di tengah masyarakat luas dan peningkatan pendapatan yang vital, terutama relevan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi yang sedang berlangsung, yang telah berdampak signifikan terhadap pendapatan rumah tangga.
Pengelolaan Sumber Daya pada UMKM ADK Terbang Menggunakan Metode American Productivity Center untuk Meningkatkan Produktivitas dan Profitabilitas Hakim, Lukman; Mas'ud, M. Imron
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol. 8 No. 1 (2024): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatiunik.v8i1.5750

Abstract

Productivity is the key for business actors to compete in a highly competitive market. Productivity is closely related to the effectiveness and efficiency of using resources in producing output. This research focuses on Flying ADK MSMEs, which shows a significant increase in production in three periods (May 2023 – March 2024). Production achievement that continues to approach the set targets shows great potential for growth, but requires further strategic interventions to improve efficiency and competitiveness. The purpose of the study is to analyze the level of productivity, profitability, and price improvement factors in ADK Fly MSMEs and provide recommendations for improvement. The method used is  the American Productivity Center (APC), to measure productivity, profitability, and price improvement factors through optimizing the use of resources such as labor, raw materials, energy, and capital. The measurement results showed an increase in productivity of 1.4% in the second period and 0.4% in the third period. Profitability also increased by 1.4% and 0.4% in the same period. The price improvement index increased every year, reaching 0.97% in the second period and 0.93% in the third period, which had a positive impact on the company's productivity and profitability. This increase was analyzed in detail using a fishbone diagram. The results of this study provide recommendations that can be used by business actors to optimize resources and improve operational efficiency.
Perencanaan dan Pengendalian Bahan Baku Cup 220 ml Dengan Pendekatan Material Requirement Planning di PT Tirta Sukses Perkasa Sukorejo M. Imron Mas'ud; Pratiwi, Dina Eka
Journal of Research and Technology Vol. 9 No. 1 (2023): JRT Volume 9 No 1 Juni 2023
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v9i1.845

Abstract

PT Tirta Sukses Perkasa is a manufacturing company engaged in the production of plastic for packing CLUB mineral water products. Based on initial observations, this company experienced problems in controlling raw materials, thereby reducing cost effectiveness and efficiency. The purpose of this study is to control and determine the amount of raw materials that must be provided. This study used a descriptive quantitative approach with 25 material populations. This study used purposive sampling with a total sample of 4 materials. Researchers here as research instruments that act as data collectors. The analysis method used is the Material Requirement Planning (MRP) method with the help of QM for Windows V5 software. Based on the research results, the MPS forecasting method uses the Moving Averages technique, because it has smaller MAD, MSE and MAPE values compared to using the Exponential Smoothing method. The most optimal Lot sizing uses the Lot for lot technique compared to using the EOQ method because it has a lower total inventory cost.