Claim Missing Document
Check
Articles

Zeolite Utilization as a Catalyst and Nutrient Adsorbent of an Organic Fertilizer Process From Palm Oil Mill Effluent as Raw Material Ida Nursanti; Dedik Budianta; Adipati Napoleon; Yakup Parto
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol 18, No 3: September 2013
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2013.v18i3.177-184

Abstract

Palm Oil Mill Effluent (POME) cannot be directly used as an organic fertilizer source due to its high Biological Oxygen Demand (BOD) thus it is not  environmentally safely. To increase the high quality of organic fertilizer obtained, the liquid wastes are needed to be processed in order to decrease the BOD to degrade both the soluble and suspension materials of organic materials. The altenative process to be conducted to make a better quality of POME is by adding the adsorbent. The aim of the research was to study the effect of zeolite utilization and duration of hydrolysis process in order to increase the nutrients content and to decrease the BOD of POME. The research was conducted at  the PT Sumbertama Nusa Pertiwi Jambi, Indonesia in August 2012 until February 2013. The sample of POME was taken from the inlet of the factory’s  acidulating pool. There were several doses of zeolite  as treatments which were 0, 5, 10, 15% and several durations of hydrolysis process which were 1,2,3 and 4 weeks. Active zeolite was added to POME and then it was fermented with different hydrolysis duration times as mentioned above. The research showed that application of  zeolite  and  duration of hydrolysis process significantly affected the pH, N,  P, K, Al, Fe, BOD of  POME and the adsorption of  N, P, K, Al, Fe by zeolite. It can be concluded that 10% of zeolite incubated  in  two weeks duration of hydrolysis process produced higher nutrient of N, P, K  with BOD, Al, Fe and pH matched  with the waste quality standard. The highest efficiency of  N, P and K adsorbent was show by the 15% of zeolite  which was incubated for two weeks of hydrolysis process.Keyword: Hydrolysis process duration, nutrient content, palm oil mill effluent, zeolite.[How to Cite: Nursanti I, D Budianta, A Napoleon and Y Parto. 2013.Zeolite Utilization as a Catalyst and Nutrient Adsorbent of an Organic Fertilizer Process From Palm Oil Mill Effluent as Raw Material. JTrop Soils 18 (3): 177-184. Doi: 10.5400/jts.2013.18.3.177][Permalink/DOI: www.dx.doi.org/10.5400/jts.2013.18.3.177] REFERENCESAno AO and CI Ubochi. 2007. Neutralization of soil acidity by animal manures: mechanism of reaction. Afr J Biotechnol 6: 364-368.Budianta D. 2005. Potensi limbah cair pabrik kelapa sawit sebagai sumber hara untuk tanaman perkebunan. Dinamika Pert 20: 273-282 (in Indonesian).Djajadi B Helianto and N Hidayah. 2010. Pengaruh media tanam dan frekuensi pemberian air terhadap sifat fisik, kimia dan biologi tanah serta pertumbuhan jarak pagar. J Littri 16: 64-69 (in Indonesian).Dhayat NR. 2011. Bioremediasi lumpur minyak bumi dengan zeolit dan mikroorganisme serta pengujiannya terhadap tanaman sengon                                      (Paraserianthes falcataria).http://pustaka. unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/04/bioremediasi_lumpur_minyak_bumi_ dengan_zeolit_dan_mikroorganisme.pdf       (accessed on 23   December 2011).Ersoy B and MS Celik. 2003. Effect of hydrocarbon chain length on adsorption of cationic onto clinoptilolite. Clay Clay Miner 51: 173-181.Fungaro DA. 2002. Removal of toxic metals from waters using zeolites from coal. J Environ Qual 2: 116-120.Feuerstein M, RJ Accardi and RF Lobo. 2000. Adsorption of nitrogen and oxygen in the zeolit. J Phys Chem 104: 1082-1087.Gu Z, F Buyuksonmez, S Gajaraj and N Edward. 2011. Adsorption of phosphate by goethite and zeolite: effects of humic substances from green waste compost. ProQuest Agric J  19 : 197-204.Jabri A. 2008. Kajian metode penetapan kapasitas tukar kation zeolit sebagai pembenah tanah untuk lahan pertanian terdegradasi. Jurnal Standardisasi. 10(2): 56-69 (in Indonesian).Karamah EF, Syafrizal and  AN Sari. 2010. Pengolahan limbah campuran logam Fe, Cu, Ni dan ammonia menggunakan metode flotasi-filtrasi dengan zeolit alam Lampung sebagai bahan pengikat. Proseding Seminar Nasional Teknik Kimia Lembaga Penelitian UGM. 26 Januari 2010.Yogyakarta (in Indonesian).Kundari NA,  A Susanto and MC Prihatiningsih. 2010. Adsorpsi Fe dan Mn dalam limbah cair dengan zeolit alam. Seminar Nasional VI Sdm Teknologi Nuklir Yogyakarta, 18 November 2010 (in Indonesian). Li Z, D Allesi and L Allen. 2000. Influence of quartenary ammonium of sorption of selected metal cations onto clinoptilolite zeolite. J Environ Qual 31: 1106-1114.Luturkey YA, A Ahmad and SZ Amraini. 2010. Uji kinerja bioreaktor hibrid anaerob bermedia tandan kosong dan pelepah sawit dalam penyisihan COD limbah cair pabrik minyak sawit. Prosiding Seminar Teknik Kimia. ITB, Bandung (in Indonesian).Ma AN. 2000. Environmental Management for the Oil Palm Industry. Palm Oil Dev 30: 1- 10.Oste LA, TM Lexmond and V Riemsdijk. 2002. Metal immobilization in soils using synthetic zeolites. J Environ Qual 31: 813-821.Raharjo PN. 2009. Studi banding teknologi pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit. J Teknol Lingk 10: 9-18 (in Indonesian).Raharjo PN. 2006. Teknologi pengelolaan limbah cair yang ideal untuk pabrik kelapa sawit. J Agr Indon 2 : 66-72 (in Indonesian).Simanjuntak H. 2009.  Studi korelasi antara BOD dengan unsur hara N, P dan K dari Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit [Thesis]. Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara Medan (in Indonesian).Sumarlin LO, S Muharam and A Vitaria. 2008. Pemerangkapan ammonium (NH4+) dari urine dengan zeolit pada berbagai variasi konsentrasi urine. J Valensi 1: 110-117 (in Indonesian).Susanti PD and S Panjaitan. 2010. Manfaat zeolit dan rock phosphat dalam pengemposan limbah pasar. Prosiding Standardisasi 4 Agustus 2010. Banjarmasin (in Indonesian).Vaulina E. 2002. Potensi zeolit alam sebagai absorban logam-logam berat pada limbah perairan. Majalah Ilmiah  2: 1-8 (in Indonesian).Waluyo L. 2009. Mikrobiologi Lingkungan. Edisi 2. UMM Press. Malang. 341 p. (in Indonesian).
PENGARUH INTERVAL PENGENDALIAN GULMA DAN APLIKASI HERBISIDA TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA DAN TANAMAN KARET TBM Zulkipli Zulkipli; Yakup Yakup; Erizal Sodikin; Yernelis Syawal
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 34, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v34i2.237

Abstract

Metode pengendalian gulma yang tidak efektif akan menyebabkan dinamika gulma ke jenis yang lebih sulit dikendalikan dan tertundanya matang sadap 2-3 tahun. Penelitian ini untuk  mengkaji pertumbuhan gulma dan tanaman karet akibat pengaruh berbagai  interval pengendalian dan aplikasi herbisida pada kebun karet TBM. Penelitian dilaksanakan dari Januari 2013 sampai Juni 2014.  Rancangan penelitian Split Plot,  petak utama  adalah perlakuan interval  pengendalian gulma dan perlakuan herbisida sebagai anak petak dengan ulangan 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan  gulma daun lebar  lebih dominan  (SDR 52,76%) dari gulma sempit (SDR 47,24%) di awal penelitian (pra perlakuan). Bobot kering dan penutupan gulma lebih rendah, pada  interval pengendalian lebih singkat. Bobot kering gulma antar petak perlakuan berbeda nyata  pada Juni dan Desmber 2013.  Bobot kering dan penutupan gulma terendah  pada perlakuan  glifosat + metil metsulfuron  yang tertinggi pada perlakuan ditebas dan kontrol. Bobot kering dan penutupan gulma selalu berbeda nyata antara perlakuan glifosat + metil metsulfuron dengan perlakuan ditebas dan kontrol. Perlakuan herbisida campuran parakuat + metil metsulfuron menghasilkan pertumbuhan lilit batang karet lebih baik (17,9 cm) dibanding  perlakuan glifosat + metil metsulfuron (16,9 cm). Pertumbuhan lilit batang tanaman karet  sangat dipengaruhi  bobot kering  gulma dengan nilai koefisien diterminasi  R2  = 0,82. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan herbisida  glifosat + metil metsulfuron lebih efektif menekan pertumbuhan gulma dan  pertumbuhan  lilit batang  karet sangat dipengaruhi bobot kering  gulma yang membentuk pola hubungan pertumbuhan negatif.
USAHA BUDIDAYA JAMUR MERANG DENGAN PEMANFAATAN TANKOS SAWIT SEBAGAI MEDIA TANAM DI KELURAHAN TALANG BETUTU PALEMBANG Yakup .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i1.7548

Abstract

Kegiatan ini di laksanakan di Kelurahan Talang Betutu Palembang. Tujuannya adalah Memanfaatkan tankos sebagai media tanam jamur merang yang berkualitas. Khalayak sasaran adalah anggota KUB Karya Mandiri Sejahtera, masyarakat dan Karang Taruna di Kelurahan Talang Betutu yang merupakan keluarga yang tidak sepenuhnya bekerja di sawah, dan pemuda yang tergolong maju diharapkan menjadi perintis, penerap dan menyebarluaskan hasil pelatihan kepada anggota masyarakat lainnya. Metode yang digunakan adalah,Tahap persiapan, melalui pendekatan pada aparat kelurahan, pemuka masyarakat, anggota  KUB Karya Mandiri Sejahtera dan koordinasi Tim dengan pihak terkait lainnya, Pelatihan dan demonstrasi serta tanya jawab secara langsung dengan anggota KUB Karya Mandiri Sejahtera dan Setelah pelatihan, melihat sejauh mana anggota KUB Karya Mandiri Sejahtera dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki tentang Budidaya jamur merang. Rancangan evaluasi kita lihat pra pelatihan, setelah pelatihan dan evaluasi. Karakteristik peserta menunjukkan  bahwa usia KUB Karya Mandiri Sejahtera yang masih produksif. Minat dan antusias serta tingkat partisipasi anggota dinilai cukup baik. Keadaan ini ditandai dengan banyaknya anggota yang hadir dan aktif menanyakan tentang budidaya jamur merang.Tingkat pendidikan peserta pelatihan masih sangat terbatas, sehingga perlu adanya bimbingan secara berkelanjutan dan berkesinambungan, tentang budidaya jamur merang dengan menggunakan tankos sebagai media tanam di Kelurahan Talang Betutu yang akan datang.
Tumpangsari Jagung (Zea mays L.) dan Kedelai (Glycine max L. Merrill) untuk Efisiensi Penggunaan dan Peningkatan Produksi Lahan Pasang Surut Iin Siti Aminah; Dedik Budianta; Munandar Munandar; Yakup Perto; Erizal Sodikin
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v38n2.2014.119-128

Abstract

AMELIORASI BAHAN ORGANIK PADA MEDIA TAILING PASIR PASCATAMBANG TIMAH UNTUK PERTUMBUHAN BIBIT KARET Ismed Inonu; Dedik Budianta; M. Umar Harun; Yakup Yakup; A. Y.A Wiralaga
JURNAL AGROTROPIKA Vol 16, No 1 (2011): Agrotropika Vol.16 No.1 2011
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.618 KB) | DOI: 10.23960/ja.v16i1.4265

Abstract

The objective of this study was to evaluated some organic materials to improve the characteristics of post-mining tin sand tailings and its effect on the growth of rubber ttree. The experiment was conducted at PT Koba Tin nursery Central Bangka District during 5 months. The study was designed according to a factorial randomized completely design with two factors and three replications. The first factor was the type of organic matter ameliorant (chicken manure, oil palm empty fruit bunches compost, and municipal solid waste compost), and the second factor was the proportion of sand tailings, top soil and organic materials (2:1: 1 and 2:1:2, v/v). The results showed that growth of rubber seedlings in sand tailings media derived from tin-postmining which is ameliorated by top soil and organic materials is still lower than growth on unmined land media. The growth of rubber tree seedlings on media with two proportion of sand tailings, one proportion top soil and two proportion of empty fruit bunches compost ( 2:1:2, v/v) two better than other combinations.  Key words: amelioration, manure, compost, rubber tree, sand tailings
SISTEM PERTANIAN TERPADU BIOCYCLOFARMING SEBAGAI ALTERNATIF TEKNOLOGI BUDIDAYA PERTANIAN RENDAH EMISI GAS RUMAH KACA UNTUK MITIGASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM GLOBAL Munandar Munandar; Fritra Gustiar; Yakup Yakup; Renih Hayati
BUANA SAINS Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.989 KB) | DOI: 10.33366/bs.v14i2.355

Abstract

Sektor pertanian menawarkan potensi sebagai mitigator dampak perubahan iklim. Sistem pertanian terpadu biocyclofarming (BCF) merupakan sistem yang memadukan tanaman-ternak diatur bersinergi sehingga terjadi siklus biologis. Karakteristik sistem BCF terkait dengan mitigasi dampak perubahan iklim adalah: adanya pengembalian limbah organik ke lahan, daur ulang yang memanfaatkan limbah, sistem pertanian tanpa limbah dengan menginstalasi bio-digester yang menghasilkan biogas. Makalah ini membahas sistem pertanian BCF berbasis tanaman jagungternak, dan mengevaluasi dampak aplikasinya terhadap penambatan C dalam tanah dan tanaman serta terhadap penurunan emisi gas CH4. Hasil kajian menunjukkan pengembalian bahan organik ke lahan meningkatkan penambatan CO2 dalam tanah dalam bentuk bahan organic tanah. Peningkatan C organik tanah berdampak positif terhadap kesuburan tanah, produksi biji dan biomas tanaman. Kandungan carbon tanah meningkat dari 2,04% atau setara dengan CO2 tertambat 40,80 ton/ha, menjadi 3,32% atau setara dengan 66,40 ton/ha pada tahun ke-6 aplikasi BCF, terjadi peningkatan carbon dalam tanah sebesar 3,65 ton/ha/th atau setara dengan penambatan 12,28 ton/ha/th gas CO2. Produksi biji jagung meningkat dari 2,1 t/ha menjadi 5,9 t/ha pada tahun ke 5 aplikasi BCF. Total biomasa tanaman meningkat dari 6 t/ha menjadi 16,8 (ton/ha). Sistem daur ulang teknologi BCF yang memanfaatkan limbah dari system usahatani yang satu menjadi input produksi usahatani menghasilkan produk yang menyimpan carbon merupakan teknologi mitigasi penambatan carbon dengan memperlambat konversi carbon menjadi gas CO2 atmosfer. Instalasi biodigester dalam teknologi BCF yang memanfaatkan limbah kotoran ternak guna menghasilkan biogas serta modifikasi ransum pakan pada ternak sapi merupakan teknologi mitigasi yang mampu menurunkan emisi gas CH4 dari kegiatan budidaya ternak sapi
EFFICACY OF SINGLE AND MIXED HERBICIDES ON THE GROWTH AND YIELD OF CORN (Zea mays L.) PLANTS ON DRY LAND Nopit, Nopit Yohanes; Yakup, Yakup; Harun, M Umar
BIOVALENTIA: Biological Research Journal Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/biov.9.2.2023.402

Abstract

The Indonesian Government's efforts to enhance Human Resource (HR) quality include ensuring adequate food production, purchasing power, access, and nutritional intake. This study aims to assess the impact of single and mixed herbicides on corn plant growth and yield. Employing a Randomized Block Design (RBD) with eight treatments replicated three times, the research was conducted from February to June 2023 at the Farmer's Gar-den. Results indicated that herbicide treatments, particularly those with atrazine + saflufenacil as the active in-gredients, demonstrated the most favorable effects on plant height at 6 WAP and 8 WAP, the number of leaves at 6 WAP, ear length, ear weight, and dry seed weight per plot. The atrazine + saflufenacil herbicide treatment had the best effect on plant height at 6 WAP and 8 WAP, number of leaves at 6 WAP, ear length, ear weight, and dry seed weight per plot.
PENGARUH INTERVAL WAKTU PEMBERIAN PUPUK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN JERUK SIAM (Citrus nobilis var. Macrocarpa) YANG TERSERANG CVPD Yakup, Yakup; Ria, Rofiqoh Purnama; Ramadhani, Fitri; Musdalifah, Musdalifah
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 1 (2024): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v19i1.8714

Abstract

Jeruk siam (Citrus nobilis var. Microcarpa) merupakan salah satu jenis jeruk yang potensial dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satu penyakit jeruk siam yang dapat menurunkan produktivitas serta kualitas adalah CVPD karena penyebarannya yang cepat. Peneltian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon selang waktu pemberian pupuk cair terhadap pertumbuhan tanaman jeruk siam (Citrus nobilisvar. Macrocarpa) yang terserang CVPD. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak 8 kali, dengan perlakuan yang terdiri dari 1 kali semprot pada awal penelitian (S0), 10 hari sekali (S1) dan 30 hari sekali (S2). Hasil penelitian menunjukkan interval waktu penyemprotan 10 hari sekali (S1) terindentifikasi mampu meningkatkan pertumbuhan jeruk siam sebagaimana direpresentasikan melalui panjang daun, lebar daun, lingkar cabang dan klorofil daun. Kesimpulannya interval waktu tersebut direkomendasikan dalam pemberian pupuk cair untuk memicu pertumbuhan jeruk siam yang terserang CVPD. Siamese orange (Citrus nobilis var. Microcarpa) is one of the potential citrus varieties and is widely cultivated in Indonesia. One of the Siamese orange diseases that infects citrus plants and threatens global citrus production and quality is CVPD due to its rapid spread. This research aimed to evaluate the response time interval for application liquid fertilizer to the growth of Siamese oranges (Citrus nobilisvar. Macrocarpa) infected with CVPD. The experiment was arranged based on Randomized Block Design (RBD) was repeated 8 times, with treatments consist of one time spray at the beginning of the research (S0), once-every 10 days (S1) and once-every 30 days (S2). The results showed that spraying interval of once-every 10 days (S1) was identified being able to increase the growth of Siamese oranges as represented by leaf length, leaf width, branch circumference and leaf chlorophyll. To conclude, this time interval is recommended for application liquid fertilizer to stimulate the growth of Siamese oranges infected by CVPD
Perbandingan Pertumbuhan dan Hasil Sorgum yang Diratun Asal Varietas Bioguma 1 Harun, M. Umar; Sodikin, E.; Zaidan, Zaidan; Irmawati, Irmawati; Yakup, Yakup
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 11, No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-11 “Optimalisasi Pengelolaan Lah
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harun, M.U., Sodikin, E., Zaidan, Z., Irmawati, I., & Yakup, Y. (2023). Comparison of growth and yield of ratooned sorghum from the bioguma 1 variety. In: Herlinda S et al. (Eds). Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-11 Tahun 2023, Palembang 21 oktober 2023 (pp.129-134) Palembang : Penerbit &Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Sorghum plants have begun to be developed into a national food commodity in anticipation of climate change. It is necessary to know various basic agronomic information about sorghum, especially the growth and yield of ratoon so that a sustainable and profitable crop cultivation package can be prepared. This research aimed to assess the vegetative and generative potentital of the Bioguma 1 sorghum variety as ratoon. This research was conducted at the research garden, Faculty of Agriculture, Universitas Sriwijaya, Indralaya from February 2023 until August 2023. The methodology used was non-experimental.  Sampling was carried out randomly for 80 plants from a population of 1600 plants. The research results showed that there was a decrease in vegetative and generative growth of ratoon sorghum compared to its parent. Decreases occurred in stem length (21%), number of leaves (50%), shoot dry weight (59%), panicle weight (61%), and number of seeds (22%). The decrease in generative components was greater than vegetative in ratoon sorghum plants.
Efektivitas Berbagai Herbisida dalam Pengendalian Gulma pada Tanaman Menghasilkan di Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jack.) Ramadhani, Fitri; Yakup, Yakup; Angraeni, Dian Elsi
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 11, No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-11 “Optimalisasi Pengelolaan Lah
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ramadhani, F., Yakup, Y., Angraeni, D.E. (2023). The effectiveness of different herbicides in controlling weeds in oil palm (Elaeis guineensis Jack.) plantations. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-11 Tahun 2023, Palembang  21 Oktober 2023. (pp. 570-580).  Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) is one of the most important plantation products in the Indonesian economy. The aimed of this study was to identify the effective herbicide for oil palm farms. Research has been carried out From November 2022 to February 2023, in PT Intimegah Bestari Pertiwi in Kemang, Sanga Desa District, Musi Banyuasin Regency, Indonesia. The method used in this research was randomized block design (RBD) and there were 10 treatments which were repeated three replications. The results showed that herbicide treatment had a significant effect on weed dry weight at 4 MSA, but not at 8 MSA or 12 MSA, according to analysis of variance. Weed vegetation was analyzed before application and the results showed that there were 4 grass weed species, 7 broadleaf weed species and 1 puzzle weed species. The Sum Dominance Ranking (SDR) of the weeds varied. Weeds with SDR more than 5% are revealed by the study, namely in the group of herbaceous leaf weeds there was 1 species namely Ottochloa nodosa 38.4%, in the group of broadleaf weeds there were 3 species namely Clidemia hirta 12.3%, Legazpia polygonoides Beth 10.6%, Borreria alata 6.41%, Melastoma candidum L. 6.14%. thus, there is 1 species of weeds in the puzzle type namely Scleria sumatrensis 9.59%. and based on direct visual observations in the field, the use of herbicides in each treatment showed 0 or no symptoms of poisoning (toxic) to oil palm plants.
Co-Authors , Munandar A. I. Munawar A. Y.A Wiralaga Abdillah, Mohamad Rizal Adipati Napoleon Adipati Napoleon Amar, Muhammad Amin Fauzi, Amin Andesta, Andesta Angraeni, Dian Elsi Angraini, Lili Apria, Apria Apriansa, Azharudin Asep Indra M. Ali Azzahra Jenyca, Zsa-Zsa Bela, Triwulan Maryanita Benyamin Lakitan Budianta, D. Budianta, Deddik Dedik Budianta Djafar, Asri Dwi Asmono Dwi Putro Priadi Dwi Setyawan Erizal Sodikin Firdaus Sulaiman, Firdaus Fitra Gustiar, Fitra Fitri Ramadhani Fritra Gustiar Gani, Trias Ghifari, Muhammad Al Gobel, Dedi Habibulloh, Habibulloh Haikal, Umair Harun, M Umar Hasanuddin Hasanuddin Heni Agustina Hunafa, Gatmir Zaki Hunowu, Zet Ibrahim, Meimoon Ida Nursanti Idrus Usu Iin Siti Aminah, Iin Siti Illyas, Rosli Md. Imelda S. Marpaung Irawan, Bobby Irmawati Irmawati Irmawati Irmawati Isa, Nirwan Ismed Inonu Jaafar, Nardiah Rizwana Karundeng, Deby Rita Lamuda, Ilyas Laoli, Jaeristia M. B. Prayitno M. Umar Harun M. Umar Harun Mardhiana Mardhiana Maria Fitriana Marlin Sefrila Marlina Marlina Masiaga, Novaliastuti Moh. Rolli Paramata Muda, Strayker Ali Muhakka Muhakka Muhammad Ammar Munandar Munandar Munandar Munandar Munandar Munandar Musdalifah Musdalifah Nopit, Nopit Yohanes Nurshanti, Dora Fatma Olfin Ishak Potale, Marlen Pratama, Dody R. Hayati Rahayu, Leni Renih Hayati Ria, Rofiqoh Purnama Robiyati Podungge Sabaruddin Sabaruddin Said, Dian Saprudin Saprudin, Saprudin Satria Jaya Priatna, Satria Jaya Satyawati, Tara Sefrila, Marlin Seprila, Marlin Sholehah, Nur Simamora, Markus William Kaisar Sjafei, Gusdi Khamsaldin Sodikin, E. Sopiana, Rina Susilawati, Susilawati Suwignyo, R.A. Suyanto, Moh. Afan Teguh Achadi Timur, Widya Umar Harun, Muhammad Wandri, Ruli Warsito Warsito Yernelis Syawal Zaidan, Zaidan Zulkipli Zulkipli Zulkipli Zulkipli