Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE NOMINAL GROUP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Marta, Rusdial
Jurnal Basicedu Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v2i1.125

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas IV SDN 011 Langgini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif dengan teknik Nominal Group dalam meningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas IV SDN 011 Langgini. Penelitian ini dilaksanakan pada awal semester genap tahun ajaran 2016/2017 di SDN 011 Langgini dengan subjek penelitian siswa kelas IV yang berjumlah sebanyak 22 orang siswa. Adapun objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika dan penerapan model pembelajaran kooperatif dengan teknik Nominal Group. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Dalam menganalisis data tersebut penulis menggunakan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan  bahwa hasil belajar matematika siswa  dengan teknik Nominal Group di kelas IV SDN 011 Langgini pada siklus I tergolong baik dengan rata-rata 65,09, selanjutnya dari 22 orang siswa hanya 13 (59%) yang mencapai ketuntasan secara individual. Hasil belajar siswa pada siklus II tergolong baik dengan rata-rata 76,8, dan dari 22 orang siswa terdapat 18 orang (82%) siswa yang  mencapai ketuntasan secara individual. Disimpulkan bahwa dengan teknik Nominal Group dapat menigkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SDN 011 Langgini Kabupaten Kampar.
Peningkatan Hasil Belajar Luas Bangun Datar melalui Model Kooperatif Tipe Jigsaw Bagi Siswa Kelas V SD Negeri 003 Bangkinang Kota Marta, Rusdial
Jurnal Basicedu Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v1i1.152

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari Kenyataan di Sekolah Dasar bahwa pembelajaran sering didominasi oleh guru sebagai sumber informasi dan model pembelajaran yang digunakan pada umumnya bersifat konvensional, sehingga proses pembelajaran kurang menarik bagi siswa dan hasil belajar yang dicapai kurang memuaskan. Berdasarkan data nilai ujian mid semester 2 matematika kelas V, masih banyak siswa yang memperoleh nilai di bawah standar.Dari itu peneliti melalui penelitian tindakan kelas ini ingin mencoba meningkatkan hasil belajar Matematika melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas V SD Negeri 003 Bangkinang Kota. Pelaksanaan pembelajaran melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yaitu dengan langkah-langkah : membagi siswa ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 4-6 orang tiap kelompok yang disebut dengan kelompok asal. Masing-masing anggota kelompok asal diberikan topik yang berbeda-beda. Setiap anggota kelompok asal yang mendapat topik yang sama bergabung dalam satu kelompok yang disebut dengan kelompok ahli. Dalam kelompok ahli, siswa berdiskusi tentang topik yang akan dibahas sesuai dengan petunjuk Lembar Kerja Siswa (LKS). Selesai berdiskusi, masing-masing anggota kelompok ahli bergabung kembali ke kelompok asalnya untuk menjelaskan topik yang telah dibahas pada kelompok ahli. Setelah itu masing-masing kelompok asal diberikan tes tentang seluruh topik, kelompok yang memperoleh nilai tertinggi diberikan penghargaan. Melalui pembelajaran seperti itu menuntut siswa untuk menguasai seluruh topik yang dipelajari.Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, terlihat bahwa hasil belajar siswa meningkat. Nilai rata-rata siswa pada skor dasar 5,06, diadakan tindakan pada siklus I meningkat dengan rata-rata 6,9. Kemudian diadakan lagi tindakan pada siklus II, dengan rata-rata nilai siswa mencapai 8,3. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada kelas V SD Negeri 003 Bangkinang Kota. Oleh sebab itu, disarankan agar guru dapat melaksanakan proses pembelajaran melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan tujuan untuk dapat meningkatkan hasil dan minat belajar siswa
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MAHASISWA PGSD STKIP PAHLAWAN TUANKU TAMBUSAI PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR IPA SD Surya, Yenni Fitra; Marta, Rusdial
Jurnal Basicedu Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v1i2.164

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dimana letak kesulitan belajar dan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar konsep dasar IPA SD yang dialami oleh mahasiswa agar nilai konsep dasar IPA SD lebih baik. Dari penelitian ini juga diharapkan mahasiswa termotivasi untuk mengikuti mata kuliah konsep dasar IPA SD. Subjek penelitian yang diambil yaitu mahasiswa PGSD semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, metode tes dan metode observasi. Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang daftar nama mahasiswa yang dijadikan susbjek penelitian. Metode tes digunakan untuk memperoleh data penyelesaian mahasiswa pada mata kuliah konsep dasar IPA SD, metode observasi digunakan untuk mengetahui kondisi objektif saat kegiatan belajar mengajar konsep dasar IPA SD dan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran
Penerapan Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika di Sekolah Dasar Rahma, Fadila; Marta, Rusdial; Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi; Kusuma, Yanti Yandri; Rizal, M. Syahrul
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i4.1868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa di kelas III UPT SDN 013 Kumantan. Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa di kelas III. Penelitian ini merupakan penelitian tindalan kelas, yang dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini yaitu 1 orang guru dan 11 orang siswa, sedangkan objeknya adalah dengan menggunakan model pembelajaran Aptitudetreatment Interactiaon (ATI) untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa. Instrumen penelitian ini terdiri dari lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas siswa, lembar dokumentasi dan lembar tes belajar selama pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran Aptitudetreatment Interactiaon (ATI). Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan melalui 2 siklus, pada pertemuan kedua siklus I kemampuan pemahaman konsep Hasil tes pada siklus I pertemuan 1 dan 2 menunjukkan ada 6 orang siswa (54, 55%) dari 11 siswa yang tuntas dengan kategori rendah (≤55%), sedangkan pada siklus 2 pertemuan 1 menunjukkan ada 7 orang siswa (64%) dari 11 orang siswa yang tuntas dengan kategori cukup (≤70%), dan pada siklus II pertemuan 2 menunjukkan ada 9 orang siswa (81%) dari 11 orang siswa yang tuntas dengan kategoti tinggi (≤85%). Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa apabila menggunakan model pembelajaran Aptitudetreatment Interactiaon (ATI). Maka dapat meningkatkan Kemampuan pemahaman kosep matematika siswa kelas III UPT SDN 013 Kumantan.
Peningkatan Keaktifan Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Small Group Discussion Siswa Sekolah Dasar Nurhalisa, Siti; Mufarizuddin, Mufarizuddin; Sumianto, Sumianto; Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi; Marta, Rusdial
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i4.1884

Abstract

This research is motivated by the low learning activity of fifth grade students at UPT SDN 005 Bukit Ranah. One of the solution to solve this problem is to use the small group discussion model. This study aims to improve the learning activity of fifth grade students at UPT SDN 005 Bukit Ranah with 34 students, with a of 18 male students ang 17 female students. The research method was classroom action research (PTK) implemented in two learning cycle consists of two meetings and four learning stages, namely: planning, implementing, observing, and reflecting. The time of the research was carried out in May 2023. Data collection technique using qualitative analysis and quantitative analysis. Based on the result of the learning activity of the fifth grade students at UPT SDN 005 Bukit Ranah in the pre-ativity with a learning mastery percentage of 41,17%. In the first n cycle I meeting I with a percentage of study completion of 44,11%, students who completed only 15 students and cycle I of meeting II increased with a percentage of learning completion of 52,94%, students who completed only 18 students. In cycle II meeting I also increased with a percentage of learning completion of 85,29%, students who completed only 29 students and cycle II of meeting II experienced another increase with a percentage of study completion of 91.17%, students who completed 31 students. So it can be concluded that by using the small group discussion model it can improve learning activity of fitft grade students at UPT SDN 005 Bukit Ranah. Keywords: Stedents Learning Activity, Small Group Discussion, Classroom Action Research.
Penerapan Model Pembelajaran Read Answer Discuss Explain and Create (RADEC) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di Sekolah Dasar Sapitri, Indri; Surya, Yenni Fitra; Pebriana, Putri Hana; Marta, Rusdial; Kusuma, Yanti Yandri
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i4.1968

Abstract

Kemampuan berpikir kritis adalah suatu kemampuan berpikir yang dimiliki seseorang untuk memecahkan, mengambil keputusan dan menganalisis suatu masalah berdasarkan informasih yang diperolehnya. Tujuan dari Penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana hasil pelaksanaan model pembelajaran Read Answer Discuss Explain And Create (RADEC) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini dilaksanakan di UPT SD Negeri 012 Gading Sari dikarenakan kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) PTK adalah bentuk penelitian yang dilakukan didalam kelas berupa tindakan tertentu yang dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaraan guna meningkatkan hasil belajar yang lebih baik dari sebelumnya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa hasil tindakan antar siklus menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan model pembelajaran Read Answer Discuss Explain And Create (RADEC) dari tahap pratindakan 35%. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan model pembelajaran Read Answer Discuss Explain And Create (RADEC) juga terjadi dari tahap siklus 1 ke tahap siklus 2 sebesar 87%.
Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Model Kooperatif Tipe Think Pair Share pada Kelas V Sekolah Dasar Safrianis, Serly; Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi; Surya, Yenni Fitra; Marta, Rusdial; Rizal, Muhammad Syahrul
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 7, No. 4 (Oktober 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v7i4.2721

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya keterampilan membaca pemahaman siswa, dimana siswa kesulitan dalam menemukan ide pokok serta tidak dapat menjelaskan kembali isi teks yang telah dibaca. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan keterampilan membaca pemahaman siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas V SD Negeri 007 Bangkinang yang berjumlah 22 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes, observasi dan dokumentasi. Peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa dari persentase 45% (kategori sangat kurang) pada pra tindakan menjadi 54,54% (kategori sangat kurang) pada siklus I dan kemudian meningkat menjadi 86,36% (kategori baik) pada siklus II. Dengan demikian, model think pair share dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa.
Penerapan Pendekatan Whole Language dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Viora, Dwi; Wahyuningsi, Endang; Surya, Yenni Fitra; Marta, Rusdial
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2483

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan “penerapan pendekatan whole language dalam pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar”. Jenis penelitian ini adalah penelitian konseptual. Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa (1) pendekatan whole language dalam pembelajaran bahasa terpadu atau tidak dapat dipisah-pisahkan; (2) ada delapan komponen dalam pendekatan whole language, yaitu reading aloud, sustained silent reading, shared reading, journal writing, guided reading, guided writing, independent reading, dan independent writing; (3) ada tiga tahapan dalam penerapan pendekatan whole language, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penilaian; (4) setiap pendekatan pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan tak terkecuali Pendekatan whole language. Namun, kekurangan ini tentunya bisa diatasi ketika guru sudah bisa memahami komponena atau pun cara menerapkan pendekatan whole language.
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa dengan Menerapkan Pembelajaran STEM di Sekolah Dasar Erniza, Erniza; Witarsa, Ramdhan; Marta, Rusdial
JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Vol 7, No 1 (2023): Januari (JIKAP PGSD)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jkp.v7i1.38089

Abstract

Thinking skill is one of the skills that must be possessed by elementary school students. This research aims to improve students' creative thinking skills using science, technology, engineering, and mathematics learning models. The method used in this research is the classroom action research method. This method has four stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were 27 students, consisting of 15 male students and 12 female students. Data collection techniques used are observation and documentation. The research instrument used was the teacher activity observation sheet and the student activity observation sheet. The results of this research indicate that there is an increase in students' creative thinking skills from pre-action to cycle 1 by 10.75%. The increase in students' creative thinking skills also occurred in cycle 1 to cycle 2 by 8.24%. The application of science, technology, engineering, and mathematics learning models can improve students' overall creative thinking skills by 18.99%. Therefore, this research can be used as a reference for teachers in implementing science learning to apply science, technology, engineering, and mathematics learning models so that students become more active in participating in learning and can facilitate the needs of elementary school students in improving their thinking skills.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Pembelajaran Problem Based Learning Siswa di Sekolah Dasar Haniva, Putri; Marta, Rusdial; Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi; Nurhaswinda, Nurhaswinda; Rizal, M. Syahrul
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 11, No 1 (2024): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v11i1.69200

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya Kemampuan Berpikir Kritis siswa pada pembelajaran matematika di kelas III SDN 013 Kumantan. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan Model Pembelajaran Promblem Based Learning. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis pada tema Pertumbuhan Dan Perkembangan Makhluk Hidup dengan menggunakan Model Pembelajaran Promblem Based Learnin pada siswa kelas III SDN 013 Kumantan. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi, dan waktu penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret hingga Juli 2023. Subjek penelitian ini siswa kelas III yang berjumlah 9 orang, dengan jumlah jumlah siswa laki-laki 3 orang, dan siswa perempuan berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan berupa dokumentasi, observasi dan tes. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil Kemampuan Berpikir Kritis siswa pada tema Pertumbuhan Dan Perkembangan Makhluk Hidup kelas III SDN 013 Kumantan pada pratindakan 22,22% lalu pada siklus I Pertemuan I Meningkat menjadi 33,33%, siklus I Pertemuan II menjadi 55,55%, dan siklus II pertemuan I meningkat Menjadi 66,66% dan siklus II pertemuan II meningkat lagi menjadi 88,88%. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan Model Problem Based Learning dapat meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis siswa pada tema Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup kelas III SDN 013 Kumantan sehingga dengan adanya implementasi penggunaan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa usia sekolah dasar serta berguna untuk guru dalam membenahi diri dalam mengajar sehubungan dengan model pembelajaran PBL untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa