Claim Missing Document
Check
Articles

Penanganan Kognitif Down Syndrome melalui Metode Puzzle pada Anak Usia Dini Rusdial Marta
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v1i1.29

Abstract

Down syndrome children are able to speak well, but in delivering the vocabulary is still lacking, they generally have difficulty thinking abstract. Learning process, especially cognitive, thinking aspects such as remembering, understanding, evoking, differentiating, finding and applying the meanings contained in a learning is very difficult to be done by the child's Down syndrome. One of the media that can be used in learning that is the method of puzzle, which makes them interested, so they feel no coercion, accept the material easily, not bored, with these methods can improve cognitive abilities. The purpose of this study is to describe Cognitive Handling of Down Syndrome Children Through Puzzle Method. The research method used in this study is a literature review that links research with existing literature and fill the gap in previous research. The results obtained in this study the use of puzzle methods can improve the cognitive child.Keywords: Cognitive, Down syndrome , puzzle
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PENGAJARAN BAHASA INDONESIA Dwi Viora; Endang Wahyuningsi; Yenni Fitra Surya; Rusdial Marta
JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Rokania
Publisher : STKIP ROKANIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37728/jpr.v6i2.432

Abstract

The purpose of this study is to describe "Use of Learning Media in Teaching Acepte Indonesian". This type of research is conceptual research. Based on the discussion, it can be concluded 5 things, namely (1) learning media are tools, methods, and techniques used to assist the learning process; (2) the benefits of learning media are to simplify and clarify and make learning more interesting; (3) the function of learning media is as a tool for both teachers and students to achieve targeted learning outcomes; (4) the types of learning media are divided into three, namely media in terms of their nature, in terms of their reach, and in terms of their use; (5) The use of media in teaching Indonesian is related to the material and learning objectives to be achieved, also associated with the availability of facilities and infrastructure in schools or those that can be used by teachers to support an effective and targeted learning process.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING SISWA SEKOLAH DASAR Rusdial Marta
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.981 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v1i1.6

Abstract

This study aimed to describe the application of the model of problem solving to improve learning outcomes flat wake and get up space on the fifth grade students of SDN 018 Langgini. Formulation of the problem in this research is how the application of the model of problem solving to improve mathematics learning outcomes in the wake flat material and geometry in grade students of SDN 018 Langgini. The research was conducted in class V SDN 018 Langgini. This study conducted by two cycles and each cycle held two meetings. The subjects were students of class V SDN 001 Salo totaling 15 people, with the number of male students 5 people, 10 men and women students. Data collection techniques used in this study is the observation, documentation, and testing. Based on the results of this study concluded that in the first cycle is still relatively quite with an average of 74.66, then of 15 students only 9 people or 60% of students who achieve mastery individually. The results of students in the second cycle is in excellent condition with an average of 88.00, and 14 students completed or 93.3% who achieve mastery individually. It can be concluded that with the application of problem solving can improve learning outcomes flat wake and get up space on the fifth grade students of SDN 001 Salo
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DI SEKOLAH DASAR Rusdial Marta
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.807 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v1i2.24

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh rendahnya hasil belajar siswa matematika di kelas IV SDN 007 Bangkinang Kota. Salah satu solusinya dengan menggunakan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Matematika membangun ruang sederhana dengan menggunakan model kooperatif tipe pembelajaran TPS pada siswa kelas IV SDN 007 Bangkinang Kota. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari satu pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi dan waktu penelitian yang dilaksanakan mulai bulan April hingga Mei 2017. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 007 Bangkinang yang berjumlah 20 orang , dengan jumlah pria 10 orang, dan siswa perempuan berjumlah 10 orang. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pada siklus I masih tergolong rendah dengan mean 73,75. Selanjutnya dari 20 orang siswa hanya 13 orang siswa yang tuntas sambil menyelesaikan belajar klasik 65%. Dan hasil belajar pada siklus II tergolong sangat baik dengan rata-rata 84,25, dan 20 orang siswa ada 17 orang siswa yang tuntas sambil menyelesaikan belajar klasikal 85%. Dengan demikian dengan menggunakan model tipe Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar Matematika pada materi materi bahan bangunan kelas sederhana IV SDN 009 Sialang Kubang.
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SD NEGERI 018 LANGGINI Rusdial Marta
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.229 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v2i1.28

Abstract

Berdasarkan pengamatandi kelas III di SD Negeri 018 Langgini Bangkinang, pengusaan siswa terhadap pelajaran matematika masih tergolong rendah, ini disebabkan guru mengajar hanya menggunakan metode ceramah dan hanya mementingkan hasil akhir, guru menjadi pusat informasi sehingga siswa menjadi kurang aktif dan siswa kurang diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Dapat dilihat dari hasil ulangan harian diperoleh hasil pembelajaran yang tidak tuntas.Untuk itu perlu diadakan penelitian pembelajaran dengan pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Dalam pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) menekankan akan pentingnya konteksnya yang dikenal dan prosenkostruksi pengetahuan matematika oleh siswa sendiri. Penelitian ini berbentuk penelitian Tindakan Kelas (PTK).Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 018 Langgini pada materi keliling persegi dan persegi panjang. Berdasarkan data yang diperoleh pada prasiklus didapat persentase ketuntasan klasikal 35,29%, pada siklus I ketuntasan klasikal meningkat menjadi 67,65% dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 88,24%. Ini bahwa penerapan pendekatan PMR dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 018 Langgini.
Peningkatan Hasil Belajar Luas Bangun Datar melalui Model Kooperatif Tipe Jigsaw Bagi Siswa Kelas V SD Negeri 003 Bangkinang Kota Rusdial Marta
Jurnal Basicedu Vol 1, No 1 (2017): April Pages 1-95
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.926 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v1i1.152

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari Kenyataan di Sekolah Dasar bahwa pembelajaran sering didominasi oleh guru sebagai sumber informasi dan model pembelajaran yang digunakan pada umumnya bersifat konvensional, sehingga proses pembelajaran kurang menarik bagi siswa dan hasil belajar yang dicapai kurang memuaskan. Berdasarkan data nilai ujian mid semester 2 matematika kelas V, masih banyak siswa yang memperoleh nilai di bawah standar.Dari itu peneliti melalui penelitian tindakan kelas ini ingin mencoba meningkatkan hasil belajar Matematika melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas V SD Negeri 003 Bangkinang Kota. Pelaksanaan pembelajaran melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yaitu dengan langkah-langkah : membagi siswa ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 4-6 orang tiap kelompok yang disebut dengan kelompok asal. Masing-masing anggota kelompok asal diberikan topik yang berbeda-beda. Setiap anggota kelompok asal yang mendapat topik yang sama bergabung dalam satu kelompok yang disebut dengan kelompok ahli. Dalam kelompok ahli, siswa berdiskusi tentang topik yang akan dibahas sesuai dengan petunjuk Lembar Kerja Siswa (LKS). Selesai berdiskusi, masing-masing anggota kelompok ahli bergabung kembali ke kelompok asalnya untuk menjelaskan topik yang telah dibahas pada kelompok ahli. Setelah itu masing-masing kelompok asal diberikan tes tentang seluruh topik, kelompok yang memperoleh nilai tertinggi diberikan penghargaan. Melalui pembelajaran seperti itu menuntut siswa untuk menguasai seluruh topik yang dipelajari.Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, terlihat bahwa hasil belajar siswa meningkat. Nilai rata-rata siswa pada skor dasar 5,06, diadakan tindakan pada siklus I meningkat dengan rata-rata 6,9. Kemudian diadakan lagi tindakan pada siklus II, dengan rata-rata nilai siswa mencapai 8,3. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada kelas V SD Negeri 003 Bangkinang Kota. Oleh sebab itu, disarankan agar guru dapat melaksanakan proses pembelajaran melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan tujuan untuk dapat meningkatkan hasil dan minat belajar siswa
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MAHASISWA PGSD STKIP PAHLAWAN TUANKU TAMBUSAI PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR IPA SD Yenni Fitra Surya; Rusdial Marta
Jurnal Basicedu Vol 1, No 2 (2017): October Pages 1-84
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.276 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v1i2.164

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dimana letak kesulitan belajar dan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar konsep dasar IPA SD yang dialami oleh mahasiswa agar nilai konsep dasar IPA SD lebih baik. Dari penelitian ini juga diharapkan mahasiswa termotivasi untuk mengikuti mata kuliah konsep dasar IPA SD. Subjek penelitian yang diambil yaitu mahasiswa PGSD semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, metode tes dan metode observasi. Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang daftar nama mahasiswa yang dijadikan susbjek penelitian. Metode tes digunakan untuk memperoleh data penyelesaian mahasiswa pada mata kuliah konsep dasar IPA SD, metode observasi digunakan untuk mengetahui kondisi objektif saat kegiatan belajar mengajar konsep dasar IPA SD dan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE NOMINAL GROUP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Rusdial Marta
Jurnal Basicedu Vol 2, No 1 (2018): April Pages 1-165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.102 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v2i1.125

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas IV SDN 011 Langgini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif dengan teknik Nominal Group dalam meningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas IV SDN 011 Langgini. Penelitian ini dilaksanakan pada awal semester genap tahun ajaran 2016/2017 di SDN 011 Langgini dengan subjek penelitian siswa kelas IV yang berjumlah sebanyak 22 orang siswa. Adapun objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika dan penerapan model pembelajaran kooperatif dengan teknik Nominal Group. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Dalam menganalisis data tersebut penulis menggunakan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan  bahwa hasil belajar matematika siswa  dengan teknik Nominal Group di kelas IV SDN 011 Langgini pada siklus I tergolong baik dengan rata-rata 65,09, selanjutnya dari 22 orang siswa hanya 13 (59%) yang mencapai ketuntasan secara individual. Hasil belajar siswa pada siklus II tergolong baik dengan rata-rata 76,8, dan dari 22 orang siswa terdapat 18 orang (82%) siswa yang  mencapai ketuntasan secara individual. Disimpulkan bahwa dengan teknik Nominal Group dapat menigkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SDN 011 Langgini Kabupaten Kampar.
Peningkatan Kemandirian Belajar Siswa dengan Menerapkan Pembelajaran STEAM di Sekolah Dasar Dini Xena Dista; Rusdial Marta; Mufarizuddin Mufarizuddin
JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Vol 6, No 1 (2022): Januari (JIKAP PGSD)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jkp.v6i1.30069

Abstract

This study aims to describe the increase in learning independence of elementary school students by applying STEAM learning. The research method used is the classroom action research method. This research was conducted in two cycles, where each cycle went through four stages, namely the planning, implementation, observation, and reflection stages. The subjects of this study were the fourth-grade students of SDN 004 Bangkinang Kota totaling 13 people consisting of 6 male students and 7 female students. The results showed that there was an increase in student learning independence from pre-action to cycle 1 of 6,01%. The increase in student learning independence also shows an increase from cycle 1 to cycle 2 by 20,44%. The overall increase in student learning independence is 26,44%. STEAM learning must continue to be carried out to increase the learning independence of elementary school students. Teachers need continuous assistance in order to apply the STEAM learning model according to the suggested steps.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Sri Wahyuni; Rizki Ananda; Rusdial Marta
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 2 No. 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v2i2.455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan keterampilan menulis karangan dengan menggunakan media gambar pada siswa Kelas V SDN 004 Bangkinang Kota. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari satu pertemuan dan empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan evaluasi, refleksi. Hasil penelitian ini diketahui persentase dalam menulis karangan dengan menggunakan media gambar meningkat. Siklus I aspek A (ide yang dikemukakan dalam menulis karangan itu sudah tepat) 58,82%, aspek B (sistem penulisan sudah benar atau perlu perbaikan) 63,52%, aspek C (karangan itu bertele-tele atau terlalu simple) 65,88%, aspek D (penggunaan bahasanya cukup baik atau tidak) 83,52%, aspek E (judul menulis karangan itu sudah tepat atau tidak) 87,05%. Sedangkan siklus II terjadi peningkatan setiap aspek yaitu aspek A (ide yang dikemukakan dalam menulis karangan itu sudah tepat) yaitu 68,23%, aspek B (sistem penulisan sudah benar atau perlu perbaikan) yaitu 70,58%, aspek C (karangan itu bertele-tele atau terlalu simple) yaitu 76,47%, aspek D (penggunaan bahasanya cukup baik atau tidak) yaitu 94,11% aspek E (judul menulis karangan itu sudah tepat atau tidak ) yaitu 95,29%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media gambar dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan siswa kelas V SDN 004 Langgini, Bangkinang Kota.