Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR AND SHARE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPA SISWA KELAS III SDN 004 BANGKINANG KOTA Zul Apriyanti; Muhammad Syahrul Rizal; Rusdial Marta
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 2 No. 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v2i2.456

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas III SDN 004 Bangkinang Kota Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten Kampar. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair and share. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan “model pembelajaran kooperatif tipe think pair and share untuk meningkatkan aktivitas belajar IPA pada siswa kelas III SD”. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus dan setiap siklus dilaksanakan 2 kali pertemuan. Penelitian ini laksanakan pada SDN 004 Bangkinang Kota dengan subjek penelitian adalah kelas III SD. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Peningkatan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA dari sebelum tindakan dengan rata-rata persentase 27,77%, siklus I tergolong cukup dengan rata-rata persentase 47,77%. Pada siklus II tergolong aktif dengan rata-rata 75,83%. Jadi, pembelajaran IPA dengan model pembelajaran kooperatif tipe think pair and share dapat meningkatkan aktivitas belajar IPA siswa kelas III SDN 004 Bangkinang Kota.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Teks Sastra Anak (Cerita Rakyat Riau) Dwi Viora; Endang Wahyuningsi; Yenni Fitra Surya; Rusdial Marta
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.036 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4657

Abstract

Cerita rakyat merupakan buah pikiran warisan leluhur bangsa yang mengandung bermacam-macam pesan. Begitu pula dengan cerita rakyat Riau yang memiliki ciri melayu, tentu juga memiliki pesan atau nilai-nilai pendidikan yang akan diwariskan pada generasi penerus bangsa. Nilai-nilai pendidikan karakter ini nantinya dapat diterapkan oleh masyarakat Riau khususnya, dan masyarakat daerah lain umumnya agar terbentuk karakter yang baik. Penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif ini digunakan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat Riau dan nilai-nilai yang dominan dalam cerita tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Data yang dikumpulkan dalam bentuk teks dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian dengan triangulasi sebagai teknik pengabsahan data. Berdasarkan hasil analisis nilai-nilai karakter cerita rakyat Riau, yaitu nilai religius, jujur, kerja keras, peduli sosial, dan tanggung jawab dapat disimpulkan bahwa nilai karakter yang dominan adalah nilai kerja keras.
Peningkatan Hasil Belajar Luas Bangun Datar melalui Model Kooperatif Tipe Jigsaw Bagi Siswa Kelas V SD Negeri 003 Bangkinang Kota Rusdial Marta
Jurnal Basicedu Vol 1, No 1 (2017): April Pages 1-95
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v1i1.152

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari Kenyataan di Sekolah Dasar bahwa pembelajaran sering didominasi oleh guru sebagai sumber informasi dan model pembelajaran yang digunakan pada umumnya bersifat konvensional, sehingga proses pembelajaran kurang menarik bagi siswa dan hasil belajar yang dicapai kurang memuaskan. Berdasarkan data nilai ujian mid semester 2 matematika kelas V, masih banyak siswa yang memperoleh nilai di bawah standar.Dari itu peneliti melalui penelitian tindakan kelas ini ingin mencoba meningkatkan hasil belajar Matematika melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas V SD Negeri 003 Bangkinang Kota. Pelaksanaan pembelajaran melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yaitu dengan langkah-langkah : membagi siswa ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 4-6 orang tiap kelompok yang disebut dengan kelompok asal. Masing-masing anggota kelompok asal diberikan topik yang berbeda-beda. Setiap anggota kelompok asal yang mendapat topik yang sama bergabung dalam satu kelompok yang disebut dengan kelompok ahli. Dalam kelompok ahli, siswa berdiskusi tentang topik yang akan dibahas sesuai dengan petunjuk Lembar Kerja Siswa (LKS). Selesai berdiskusi, masing-masing anggota kelompok ahli bergabung kembali ke kelompok asalnya untuk menjelaskan topik yang telah dibahas pada kelompok ahli. Setelah itu masing-masing kelompok asal diberikan tes tentang seluruh topik, kelompok yang memperoleh nilai tertinggi diberikan penghargaan. Melalui pembelajaran seperti itu menuntut siswa untuk menguasai seluruh topik yang dipelajari.Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, terlihat bahwa hasil belajar siswa meningkat. Nilai rata-rata siswa pada skor dasar 5,06, diadakan tindakan pada siklus I meningkat dengan rata-rata 6,9. Kemudian diadakan lagi tindakan pada siklus II, dengan rata-rata nilai siswa mencapai 8,3. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada kelas V SD Negeri 003 Bangkinang Kota. Oleh sebab itu, disarankan agar guru dapat melaksanakan proses pembelajaran melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan tujuan untuk dapat meningkatkan hasil dan minat belajar siswa
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Menggunakan Model Creatif Problem Solving (CPS) di Sekolah Dasar Besty Adella; Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi; Rusdial Marta
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i4.1310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV MIM Simpang Kubu tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah 15 orang siswa. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahap pembelajaran yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2022. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi dan tes. Hasil kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV MIM Simpang Kubu pada pratindakan nilai rata-rata 53,33 dengan persentase ketuntasan belajar 33%. Pada siklus 1 pertemuan I nilai rata-rata 62,53 dengan persentase ketuntasan belajar 40% dan pada siklus 1 Pertemuan II mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 65,13 dengan persentase ketuntasan belajar 53%. Pada siklus 2 pertemuan I mengalami peningkatan juga dengan nilai rata-rata 73,33 dengan persentase ketuntasan belajar 67%, dan pada siklus 2 pertemuan II mengalami peningkatan lagi dengan nilai rata-rata 84,13 dengan persentase ketuntasan belajar 87%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajan Creatif Problem Solving (CPS) dapat meningkatkan kemamampuan berpikir kritis siswa kelas IV MIM Simpang Kubu. Kata Kunci : Model Pembelajaran Creatif Problem Solving (CPS) dan Kemampuan Berpikir Kritis
Peningkatan Keterampilan Proses Sains Dengan Menggunakan Model Somatic Auditory Visual Intelectual (SAVI) Di Sekolah Dasar Rafinur Fauzan Asbar; Rusdial Marta; Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 7, No. 1 (Januari 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v7i1.1452

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan proses sains siswa saat kegiatan pembelajaran di kelas V SDN 004 Salo kabupaten kampar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa dengan menggunakan model somatic auditory visual intellectual (SAVI) dalam pembelajaran kelas V. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 21 orang, dengan siswa laki-laki 8 orang dan siswa perempuan 13 orang siswa. Adapaun teknik pengumpulan data penelitian ini berupa observasi dan dokumentasi. Hasil obsevasi penelitian ini menunjukan bahwa keterampilan proses sains siswa pada siklus I pertemuan I terdapat 8 orang siswa yang tuntas (38%) dan siklus I pertemuan II terdapat 10 orang siswa yang tuntas (52,3%). pada siklus II mengalami peningkatan, pertemuan I terdapat 16 orang siswa yang tuntas (76%) dan siklus II pertemuan II terdapat 19 orang siswa yang tuntas (90,4%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model somatic auditory visual intellectual (SAVI) dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas V SDN 004 Salo.Kata kunci: Keterampilan Proses Sains, Model Pembelajaran Somatic Auditory Visual Intelectual (SAVI), Sekolah dasar 
Penggunaan Bahasa Prokem pada Remaja Dwi Viora; Yenni Fitra Surya; Rusdial Marta; Azlin Resiana
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11404

Abstract

Bahasa memiliki fungsi sebagai alat komunikasi. Bahasa memiliki berbagai variasi yang dipengaruhi oleh waktu, media penyampaian, situasi, penutur, dan bidang. Salah satu variasi bahasa yang kerap muncul disebabkan penggunaan bahasa oleh penuturnya. Sekarang ini banyak bahasa yang digunakan oleh penutur, khususnya remaja menyimpang dari aturan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa tersebut adalah bahasa prokem. Hal ini tentu tidak luput dari pengaruh karakteristik bahasa, yaitu arbitrer (manasuka) dan dinamis. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa prokem pada remaja dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi atau studi kepustakaan. Bahasa prokem ini bila tidak digunakan sesuai aturan maka bisa merusak akhlak generasi muda. Remaja akan cenderung menciptakan bahasa-bahasa ciri khas dari mereka sehingga bisa memicu ketidakefektifan dalam berkomunikasi. Selain itu, hal ini tentu juga akan merusak eksistensi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar apabila tidak digunakan sesuai dengan konteksnya. Bahasa prokem boleh digunakan dalam berkomunikasi dengan teman sebaya. Akan tetapi, bila berada dalam lingkungan formal remaja harus menggunakan bahasa Indonesia.
Peningkatan Hasil Belajar IPS dengan Menggunakan Model Word Square Sekolah Dasar Marta, Rusdial
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 46, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v46i1.10153

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPS. Diperoleh siswa kelas V secara klasikal masih berada di bawah ketuntasan yang ditetapkan yaitu 85. penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Word Square dalam meningkatkan hasil belajar IPS pada materi peninggalan sejarah siswa di kelas V SDN 009  Langgini. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Word Square dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada materi peninggalan sejarah siswa di kelas V SDN 009  Langgini. Keberhasilan ini dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar sebelum dilakukan tindakan ke siklus I, ke siklusII dan siklus III. hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan dengan nilai rata-rata sebesar 69.72 dan siswa yang tuntas hanyak 20 orang siswa dengan persentase sebesar 56%, hasil belajar siswa siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 73.06 dan siswa yang tuntas hanyak 25 orang siswa dengan persentase sebesar 69%, kemudian pada siklus II nilai rata-rata sebesar 74.44 dan siswa yang tuntas hanyak 27 orang siswa dengan persentase sebesar 75%. Pada siklus III nilai rata-rata sebesar 81.39 dan siswa yang tuntas hanyak 31 orang siswa dengan persentase sebesar 86%.This research is motivated by low learning result of IPS. Obtained class V students classically still under the determined thoroughness of 85. This study aims to apply model of cooperative learning type Word Square in improving the results of IPS learning on student history relics in class V SDN 009 Langgini. Based on the results of the research, it can be seen that the application of cooperative learning model type of Word Square can improve the results of IPS learning on student history relics in class V SDN 009 Langgini. This success is evidenced by the increase in learning outcomes before action to cycle I, to cycle II and cycle III. the students' learning outcomes before the action is done with an average score of 69.72 and the complete student is 20 students with a percentage of 56%, the results of student learning cycle I with an average value of 73.06 and students who complete 25 students with a percentage of 69%, then in cycle II the average value of 74.44 and students who complete 27 students with a percentage of 75%. In cycle III the average value of 81.39 and students who complete 31 students with a percentage of 86%.
PELATIHAN PENULISAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) BAGI GURU-GURU SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN KAMPAR Dwi Viora; Rusdial Marta; Yenni Fitra Surya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.12276

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan seorang guru profesional dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Pelatihan penulisan PTK dalam kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan pemahaman guru-guru SD di Kabupaten Kampar tentang PTK, dan (2) Meningkatkan kemampuan guru dalam penulisan laporan PTK.Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah metode ceramah dan demonstrasi. Metode ceramah untuk menyampaikan prinsip-prinsip PTK, prosedur PTK, implementasi PTK, dan prosedur penulisan laporan PTK, sedangkan metode demonstrasi untuk memberikan kesempatan berlatih kepada peserta mempraktekkan mulai dari penyusunan masalah dalam proses pembelajaran yang dapat dipecahkan melalui PTK, rancangan proposal PTK, hingga penulisan laporan PTK.Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dinilai cukup baik, dilihat dari keberhasilan target jumlah peserta pelatihan dinilai cukup baik (61,1%), ketercapaian tujuan pelatihan dinilai kurang baik (40,9%), ketercapaian target materi yang telah direncanakan dinilai baik (80%), dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi dinilai baik (80%).
Metode Berpidato yang Efektif Dwi Viora; Yenni Fitra Surya; Rusdial Marta
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.16087

Abstract

Keterampilan berbicara adalah salah satu keterampilan yang harus dikuasai siswa di sekolah. Keterampilan berbicara dibutuhkan dalam berpidato agar pendengar dapat menerima informasi dengan baik dan benar. Agar informasi dapat diterima dengan baik, pembicara harus tepat dalam memilih metode yang digunakan pada saat berpidato. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan teknik dokumentasi atau studi kepustakaan. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa metode ekstempore baik digunakan untuk menyampaikan informasi pada pendengar karena uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan yang penting dan sekaligus menjadi urutan dalam pidato itu.
Meningkatkan Minat Belajar Muatan IPA melalui Pendekatan Keterampilan Proses Siswa Sekolah Dasar Novi Rahmadani; Sumianto Sumianto; Rusdial Marta; Nurhaswinda Nurhaswinda; Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i1.1456

Abstract

Pelaksanaan penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil minat belajar pada muatan IPA siswa kelas III SDN 003 koto perambahan. Tujuan penelitian untuk meningkatkan hasil minat belajar siswa pada muatan IPA di kelas III SDN 003 koto perambahan. Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas dengan subjek 22 orang siswa kelas III yang berlokasi di SDN 003 koto perambahan, kecamatan kampa, kabupaten kampar. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa lembar observasi guru dan siswa, dokumentasi sedangkan teknik analisis data penelitian ini adalah analisis data kuantitatif dan data kualitatif. Berdasarkan hasil penilaian minat belajar melalui keterampilan proses pada siklus I pertemuan 1 memperoleh rata-rata 71,75% pada kategori cukup berminat, pertemuan 2 meningkat menjadi 78,75% pada kategori berminat. Siklus II pertemuan 1 memperoleh rata-rata 85% pada kategori berminat, pertemuan 2 meningkat menjadi 87,75% pada kategori sangat berminat. Sedangkan hasil lembar aktifitas guru siklus I memperoleh 75,9% pada kategori cukup baik. Siklus II pertemuan memperoleht 93,1% pada kategori sangat baik. Sedangkan hasil lembar aktifitas siswa siklus I memperoleh 72,4% pada kategori cukup baik. Siklus II memperoleh 87,75% pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil analisis data dapat di simpulkan bahwa menggunakan pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas III SDN 003 koto perambahan.