p-Index From 2021 - 2026
6.659
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

CITRA DIRI SUNDA SEBAGAI FONDASI PEMBANGUNAN MENTAL MANUSIA JAWA BARAT DI ERA SOCIETY 5.0 Gilar Gandana
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2021): PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.73 KB) | DOI: 10.36423/pjsd.v1i2.865

Abstract

The crystallization of values ​​that need to be built in the Sundanese culture are penance hone, penance, and penance. The form of anxiety that arises in this study is the mental development process of humans holding Sundanese culture in the future. Sundanese culture is currently participating in the industrial revolution 4.0 era. Various efforts must be made to maintain and even improve the human mentality of Sundanese culture owners so that they remain and are able to live together, bring, and elevate the dignity of Sundanese culture to the world surface in the era of society 5.0. One of the logical and realistic efforts to deal with this anxiety is through the application of pedagogic concepts through a Sundanese cultural approach as a jack for inculcating a Sundanese self-image in children in the world of children's education in West Java province in order to build a human mentality that is ready and worthy of living in the West Java province. era of society 5.0. Key Word: Self Image, Mental, Sundanese Culture, Era Society 5.0
KETERAMPILAN SIKAP TOLERANSI SOSIAL ANAK USIA 4-5 TAHUN Kholby Abqorisa; Elan Elan; Gilar Gandana
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v6i2.52015

Abstract

There needs to be an attitude of tolerance that must be applied by every Indonesian society. To implement and instill good values, the importance of character education starts from early childhood education, one of which is the skill of tolerance. In early childhood education there are several aspects of development, tolerance attitude skills contained in aspects of moral and religious values as well as social emotional. The level of children aged 4-5 years towards religious and moral values, namely: Knowing their religion, imitating worship movements in the right order, saying a prayer before or before doing something, recognizing good, polite and bad behavior, behaving well, greeting and replying. regards. In social-emotional aspects, namely being able to interact with peers and adults, showing self-confidence, being able to express feelings or emotions that are still at a reasonable stage, being able to practice independence, starting to maintain discipline, being able to maintain security, and starting to be responsible. In this study, researchers used a qualitative method with a case study approach. Data were taken from several sources including journals, articles, interviews, documentation, and direct fieldwork and observations carried out at the Nur Assalaam TKIP school. The results in this study are the habits given by the teacher and the behavior displayed by the children.Perlu adanya sikap toleran yang harus diterapkan oleh setiap masyarakat indonesia. Untuk menerapkan dan menanamkan nilai-nilai yang baik pentingnya pendidikan karakter dimulai dari pendidikan anak usia dini, salah satunya yaitu keterampilan sikap toleransi. Dalam pendidikan anak usia dini terdapat beberapa aspek perkembangan, keterampilan sikap toleransi ini terdapat dalam aspek nilai moral dan agama serta sosial emosional. Tingkat pencapaian anak usia 4-5 tahun terhadap nilai agama dan moral yaitu: Mengetahui agama yang dianutnya, meniru gerakan beribadah dengan urutan yang benar, mengucapkan doa sebelum atau sesudah melakukan sesuatu, mengenal perilaku baik, sopan dan buruk, membiasakan diri berperilaku baik, mengucapkan salam dan membalas salam. Dalam sosial emosional, yaitu khususnya mampu berinteraksi dengan teman sebaya dan orang dewasa, menunjukkan rasa percaya diri, mampu mengekspresikan perasaan atau emosi yang masih tahap wajar, mampu melatih kemandirian, , mulai menjaga kedisiplinan, mampu menjaga keamanan,serta mulai bisa bertanggung jawab.Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang di ambil dari beberapa sumber diantaranya jurnal, artikel, wawancara, dokumentasi, dan terjun langsung kelapangan dan melakukan observasi yang dilaksanakan di sekolah TKIP Nur Assalaam. Hasil dalam penelitian ini merupakan pembiasaan yang diberikan oleh guru dan perilaku yang ditampilkan oleh anak.
KRISTALISASI NILAI SOCIAL SELF-IMAGE ANAK USIA DINI MELALUI REALISASI MEDIA DIGITAL ETNOPEDAGOGIK BUDAYA SUNDA SEBAGAI UPAYA PENGEJAWANTAHAN FUNGSI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI PROVINSI JAWA BARAT ERA SOCIETY 5.0 Gilar Gandana; Edi Hendri Mulyana; Kholby Abqorisa; Rifki Ahmad Fauzi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v6i2.52017

Abstract

Digital media is a fundamental part of early childhood education facilities in the era of the industrial revolution 4.0. Along with the development of the times, the concept of fulfilling the needs of human life is also growing. This is inseparable from the need for future educational facilities. The anxiety that arises in the education aspect is nothing but the inculcation of Indonesian traditional values in the era of society 5.0. Indonesia is a multi-cultural country. One of the cultures that tends to be dominantly inhabited by the Indonesian people is Sundanese culture, precisely in the province of West Java. One of the values built in the Sundanese culture is penance, compassion, and parenting. Various efforts continue to be made in order to achieve the hope of a decent future life. One logical and realistic effort to deal with this anxiety is the application of ethnopedagogic digital media as an early childhood education facility in the era of society 5.0. In line with the results of research conducted related to the application of Sundanese culture-based ethnopedagogic digital media for early childhood in the province of West Java, the City of Bandung increased by 31.4%; Bandung Regency increased 50.4%; Purwakarta Regency increased by 37.4%; and Kota Tasikmalaya increased 38.9%. The research data shows a significant effectiveness in increasing the social self-image value of early childhood 5-6 years in West Java Province with an average increase of 40%. Media digital menjadi bagian fundamental dalam fasilitas Pendidikan anak usia dini di era revolusi industry 4.0. Seiring berkembangnya zaman, maka semakin berkembang pula konsep pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Hal tersebut tidak terlepas dari kebutuhan fasilitas Pendidikan masa depan. Kecemasan yang muncul dalam aspek Pendidikan tiada lain adalah penanaman nilai tradisi Indonesia di era society 5.0. Indonesia adalah negara multi budaya. Salah satu budaya yang cenderung dominan dihuni oleh masyarakat Indonesia adalah budaya Sunda tepatnya di provinsi Jawa Barat. Salah satu nilai yang dibangun dalam budaya sunda adalah silih asah, silih asih, dan silih asuh. Berbagai upaya terus dilakukan demi tercapainya harapan kehidupan masa depan yang layak. Salah satu upaya logis dan realistis untuk menanggani kecemasan tersebut yaitu penerapan media digital etnopedagogik sebagai fasilitas Pendidikan anak usia dini di era society 5.0. Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan terkait penerapan media digital etnopedagogik berbasis budaya sunda untuk anak usia dini di provinsi Jawa Barat, Kota Bandung meningkat 31,4%; Kabupaten Bandung meningkat 50,4%; Kabupaten Purwakarta meningkat 37,4%; dan Kota Tasikmalaya meningkat 38,9%. Data penelitian tersebut  menunjukan efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan nilai social self-image anak usia dini 5-6 tahun di Provinsi Jawa Barat dengan rata-rata peningkatan 40%.
KRISTALISASI NILAI SOCIAL SELF-IMAGE ANAK USIA DINI MELALUI REALISASI MEDIA DIGITAL ETNOPEDAGOGIK BUDAYA SUNDA SEBAGAI UPAYA PENGEJAWANTAHAN FUNGSI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI PROVINSI JAWA BARAT ERA SOCIETY 5.0 Gilar Gandana; Edi Hendri Mulyana; Kholby Abqorisa; Rifki Ahmad Fauzi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 6, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpa.v6i2.55715

Abstract

Digital media is a fundamental part of early childhood education facilities in the era of the industrial revolution 4.0. Along with the development of the times, the concept of fulfilling the needs of human life is also growing. This is inseparable from the need for future educational facilities. The anxiety that arises in the education aspect is nothing but the inculcation of Indonesian traditional values in the era of society 5.0. Indonesia is a multi-cultural country. One of the cultures that tends to be dominantly inhabited by the Indonesian people is Sundanese culture, precisely in the province of West Java. One of the values built in the Sundanese culture is penance, compassion, and parenting. Various efforts continue to be made in order to achieve the hope of a decent future life. One logical and realistic effort to deal with this anxiety is the application of ethnopedagogic digital media as an early childhood education facility in the era of society 5.0. In line with the results of research conducted related to the application of Sundanese culture-based ethnopedagogic digital media for early childhood in the province of West Java, the City of Bandung increased by 31.4%; Bandung Regency increased 50.4%; Purwakarta Regency increased by 37.4%; and Kota Tasikmalaya increased 38.9%. The research data shows a significant effectiveness in increasing the social self-image value of early childhood 5-6 years in West Java Province with an average increase of 40%.Media digital menjadi bagian fundamental dalam fasilitas Pendidikan anak usia dini di era revolusi industry 4.0. Seiring berkembangnya zaman, maka semakin berkembang pula konsep pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Hal tersebut tidak terlepas dari kebutuhan fasilitas Pendidikan masa depan. Kecemasan yang muncul dalam aspek Pendidikan tiada lain adalah penanaman nilai tradisi Indonesia di era society 5.0. Indonesia adalah negara multi budaya. Salah satu budaya yang cenderung dominan dihuni oleh masyarakat Indonesia adalah budaya Sunda tepatnya di provinsi Jawa Barat. Salah satu nilai yang dibangun dalam budaya sunda adalah silih asah, silih asih, dan silih asuh. Berbagai upaya terus dilakukan demi tercapainya harapan kehidupan masa depan yang layak. Salah satu upaya logis dan realistis untuk menanggani kecemasan tersebut yaitu penerapan media digital etnopedagogik sebagai fasilitas Pendidikan anak usia dini di era society 5.0. Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan terkait penerapan media digital etnopedagogik berbasis budaya sunda untuk anak usia dini di provinsi Jawa Barat, Kota Bandung meningkat 31,4%; Kabupaten Bandung meningkat 50,4%; Kabupaten Purwakarta meningkat 37,4%; dan Kota Tasikmalaya meningkat 38,9%. Data penelitian tersebut  menunjukan efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan nilai social self-image anak usia dini 5-6 tahun di Provinsi Jawa Barat dengan rata-rata peningkatan 40%.
MODEL PEMBELAJARAN INTERACTIVE STORYTELLING BERBASIS APLIKASI ANDROID UNTUK MEMFASILITASI KETERAMPILAN MENYIMAK ANAK USIA DINI Istikhoroh Nurzaman; Gilar Gandana; Annisa Shofaril Wahidah
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 11, No 2 (2020): November 2020
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.545 KB) | DOI: 10.17509/cd.v11i2.28209

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil penelitian sebelumnya bahwa interactive storytelling program dapat meningkatkan salah satu kemampuan berbahasa anak yakni keterampilan berbicara Permasalahan  berikutnya adalah permasalahan guru mampu menggunakan android tetapi mereka tidak  memfasilitasi android mereka untuk diimplementasikan pada pembelajaran bercerita. Hal ini berdampak pada kurangnya kemampuan menyimak anak pada kegiatan bercerita. Karena itu dilakukan penelitian lanjut untuk mengembangkan model interactive storytelling berbasis aplikasi android yang dapat memfasilitasi keterampilan menyimak anak usia dini. Hal ini dianggap perlu karena berlandas kepada salah satu payung penelitian UPI yaitu penerapan teknologi dalam pembelajaran. Hal ini ditujukan untuk menopang dan atau memperkokoh jati diri UPI sebagai lembaga pendidikan profesional guru dan pendidik profesi lainnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Educational Design Research (EDR) model McKenney Reaves. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, audio dan visual, serta validasi dari ahli. Instrumen divalidasi oleh ahli model pembelajaran anak usia dini dan ahli bahasa dan melalui beberapa revisi sesuai saran validator. Setelah validasi internal dilakukan, selanjutnya penelitian ini melalui tahap validasi eksternal yang dilakukan selama dua kali uji coba di TK Perwari I. Secara umum, model interactive storytelling berbasis aplikasi android ini layak digunakan dan menghasilkan produk model interactive storytelling berbasis aplikasi android untuk memfasilitasi keterampilan menyimak anak usia dini.Kata Kunci :Model interactive storytelling, aplikasi android, keterampilan menyimak.
Studi Literatur: Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Melalui Media Writing Skills Board Pada Anak Usia 4-5 Tahun Elan Elan; Gilar Gandana; Empat Patimah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2288

Abstract

Dalam artikel yang berjudul " Studi Literatur: Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Melalui Media Writing Skills Board Pada Anak Usia 4-5 Tahun " ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis permulaan anak usia 4-5 tahun melalui media writing skills board. Penelitian ini menggunakan Studi literatur. Pengumpulan datanya melalui teknik mengumpulkan, menganalisis, dan menyimpulkan artikel atau jurnal serta buku-buku yang berkaitan atau sesuai dengan kajian yang akan dibahas yaitu peningkatan kemampuan menulis permulaan melalui media writing skills board pada anak usia 4-5 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, keterampilan menulis permulaan pada anak dapat dikembangkan melalui aktivitas yang melibatkan media pembelajaran. Media writing skills board sangat cocok digunakan untuk anak usia dini karena dapat melatih kelenturan motorik halus anak, sehingga anak akan terbiasa ketika menulis sebuah tulisan. Oleh karena itu, pendidik harus mampu memilih dan menggunakan media pembelajaran yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak-anak agar berkembang sesuai yang diharapkan.
Kualitas Pelayanan dalam Dimensi Responsif Terhadap Korban Kekerasan Seksual pada Anak Usia Dini di KPAID Kabupaten Tasikmalaya Teny Nur Islami; Gilar Gandana; Edi Hendri Mulyana
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1224

Abstract

Kuliatas pelayanan adalah faktor penting dalam menjaga keberlangsungan suatu lembaga penyedia jasa layanan kepada klien/pelanggan. KPAID Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu lembaga penyelenggara jasa pelayanan. Salah satu kasus yang terjadi di KPAID Kabupaten Tasikmalaya adalah kekerasan seksual (pemerkosaan dan pencabulan) pada anak usia dini. Anak usia dini merupakan masa pembentukan karakter dan tumbuh kembang anak secara optimal. Pada masa ini, anak sangat rentan terhadap kejahatan. Sehingga KPAID Kabupaten Tasikmalaya harus optimal dalam memberikan layanan bagi korban kekerasan seksual pada anak usia dini. Kasus kekerasan seksual pada anak usia dini harus menjadi perhatian kita semua karena dapat mempengaruhi proses tumbuh kembang anak, baik fisik, mental, sosial, dan kesehatan sehingga mempengaruhi kualitas hidup anak yang menyebabkan terbunuhnya karakter generasi muda. Sebagian besar pelaku kekerasan seksual pada anak adalah orang terdekat seperti keluarga, orang tua, guru, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan yang diberikan oleh KPAID Kabupaten Tasikmalaya kepada korban kekerasan seksual pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data dari hasil wawancara dengan subjek penelitian adalah orang tua korban menggunakan teknik purposif sample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh staf KPAID Kabupaten Tasikmalaya terhadap korban kekerasan seksual pada anak usia dini dalam dimensi responsibility (responsif)  
Membentuk Karakter Disiplin Melalui Permainan Tradisional Elan Elan; Gilar Gandana; Asri Ashari
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1227

Abstract

Berbagai macam metode yang dapat dilakukan untuk untuk emnanamkan nilai karakter kepada anak, salah satunya yaitu dapat dilakukan melalui metode bermain. Permainan tradisional merupakan salah satu bentuk alternatif yang dapat dijadikan sebagai metode khusus dalam menanamkan nilai karakter kepada anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan studi kepustakaan, adapun teknik pengumpulan data yang menghimpun data atau sumber melalui berbagai berbagai kepustakaan seperti, buku, jurnal, artikel, dan sumber lainnya. Teknik analisis data yang dilakukan adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional mengandung nilai-nilai yang positif dan bermanfaat terhadap perkembangan anak salahsatunya mengandung nilai karakter disiplin. Dengan demikian untuk membentuk karakter disiplin pada anak dapat dilakukan melalui permainan tradisional.
Peranan Orang Tua Terhadap Pola Asuh Anak Introvert Pemalu Elan Elan; Gilar Gandana; Bela Nur Oktavia
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1246

Abstract

Kepribadian merupakan pembentukan dari sifat dan watak seseorang. Menurut Jung kepribadian di bagi menjadi dua yaitu ekstrovet dan introvert. Kepribadian introvert cendrung menarik diri dari kontak sosial, minat serta perhatiannya lebih terfokus pada dirinya sendiri Anak yang memiliki kepribadian introvert salah satunya memiliki sikap pemalu, dimana hal ini biasanya di anggap hal yang wajar dan lumrah di kalangan masyarakat, namun jika hal tesebut di biarkan maka akan berpengaruh di masa mendatang. Orang tua merupakan salah satu faktor lingkungan yang dapat menentukan bagaimana kepribadian anaknya. Setiap orang tua memiliki versinya sendiri untuk dapat membimgbing dan memberi pengarahan melalui pola pengasuhannya pada anak, baik itu menggunakan pola asuh demoktratis, pola asuh otoriter maupun pola asuh permisif. Maka dari itu peneliti ingin menggali lebih dalam dari berbagai literatur jurnal-jurnal serta buku-buku yang relavan dan tepercaya menggunakan penelitian dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur tekait peranan orang tua terhadap pola asuh anak introvert pemalu sehingga di harapkan dalam penelitian ini dapat bermanfaat baik itu bagi peneliti maupun bagi pembaca.
Media Flip Book Digital untuk Mengembangkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Siti Aminah Adawiah; Gilar Gandana Gandana; Taopik Rahman
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1255

Abstract

Artikel ini didasarkan pada pentingnya meningkatkan perkembangan bahasa anak di usia dini.  Stimulasi yang dapat dilakukan melalui kegiatan, seperti menggunakan media digital yang menarik bagi anak-anak, seperti buku flip, dapat membantu perkembangan bahasa anak. Guru harus membuat anak merasa terpenuhi kebutuhannya. Ini berarti mereka harus memenuhi kebutuhan anak untuk mengembangkan kemampuan bahasanya, mengeluarkan pendapatnya, dan bersosialisasi dengan temannya. Dalam penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi ilmiah yang mencakup teori, metode, pendekatan, catatan, naskah, rekaman sejarah, dokumen, dan sumber lain yang dapat ditemukan di perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media flip book digital sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini. Kegiatan pembelajaran dengan media berbasis digital seperti flip book akan meningkatkan minat anak dalam belajar dan merupakan bentuk inovasi dan upaya untuk membuat pembelajaran yang lebih bervariasi dan menyenangkan. Anak-anak akan terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media flip book digital untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik.
Co-Authors Ade Rokhayati, Ade Adilah, Dila Aini Loita Aisyahni, Nur Laela Almufidah, Ajriya Annisa Shofaril Wahidah Annisa, Maulida Nur Arosyidah, Risa Asah Siti KF Asri Ashari Astagini, Virda Anggi Aviva Ayuningtias Bela Nur Oktavia Chusna Arifah Dadan Nugraha Dadan Nugraha Damayanti , Maharani Delia Nurlina Dewi, leni Puspita Dewi, Liestya Regina Dindin Abdul Muiz Lidinillah DWI ALIA, DWI Elan Elan Elan, Elan Empat Patimah Farah, Siti Sobariah Miftahul Fauzi, Rifki Ahmad Fauziah Syarifatul Huriyah Firdaus, Nadya Azzahra Salsabila Gina Nurdiani Ginayanti, Daniati Hanum, Azzahra Nurfauziyyah Hashipah, Hani Hidayah, Fina Nur Huriyah, Fauziah Syarifatul Huriyah, Fauziyah Syarifatul Khayyirah, Ghina Khansa Kholby Abqorisa Kholby Abqorisa Laelasari, Heni Loita, Aini Maitsa Munifah Mulya, Bintang Mutiara Mulyana, Edi Hendri Muslim, Muhammad Zamzam Nurul Mutiara, Wida Nadya Vegaputri Handiani Nadya Noeraisyiah, Syanie Nugraha, Aziz Ayi Nur, Lutfi Nuraly Masum Aprily Nurpatimah, Aam Nursarofah, Nisna Nurussakinah, Thiana Nurzaman, Istikhoroh Palentin, Fitria Pidi Mohamad Setiadi Pranata, Oyon Haki Pratiwi, Srie Maya Purwati Purwati Rahman , Taopik Rahmat, Mohd Khairezan Ramandhini, Rifdah Fauziah Ramdani, Diani Rizki Regina, Silvia Respati, Resa Resviani, Resi Reva Fauzia Haristawati Rifki Ahmad Fauzi Rifki Ahmad Fauzi Rifqi Ilhamul Fauzi, Muhamad Risa Arosyidah Rismyanti, Sri Ayu Rizqi, Anggi Maulana Rosarina Giyartini Rosi Rosmeilani Saputri, Ririn Oktavini Sari, Hera Ratna Sianturi, Risbo Sianturi, Risbon Sima Mulyadi, Sima Siti Aminah Adawiah Suciawati, Dewinta Tri Sudarso, Dina Anggraeni Sumardi . Sumardi, Sumardi Taopik Rahman Teny Nur Islami Wahidah, Annisa Shofaril Yasbiati Yasbiati Yulia Danti, Tannie Yulia