Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR PREDIKTOR TIDAK TERCAPAINYA TARGET TEKANAN DARAH PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK AKUT Amboro, Wisnu; Puspitasari, Ika; Pinzon, Rizaldi T
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.149

Abstract

Stroke hemoragik terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak. Pembuluh darah otak pecah disebabkan karena tekanan darah tinggi. Obat antihipertensi banyak digunakan pada pasien dengan tekanan darah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya target tekanan darah pada pasien stroke hemoragikakut yang diobati dengan antihipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian analitisdilakukan dengan menggunakan case control study. Subyek penelitian adalah pasien stroke hemoragik akut yang memenuhi kriteria inklusi dan diobati dengan antihipertensi.Pasien diklasifikasikan kedalam kelompok kasus jika hasil rekam medis dan stroke register menunjukkan tekanan darah >140/90 mmHg, sedangkan kelompok kontrol adalah pasien stroke hemoragik akut dengan tekanan darah ≤140/90 mgHg.Faktor prediktor yang diteliti berupa jenis kelamin, usia, komorbid, obat penyerta, jumlah komorbid, golongan antihipertensi, jumlah antihipertensi, sediaan antihipertensi, dan baseline tekanan darah. Data dianalisis menggunakan bivariat dan multivariat. Pada studi ini150 pasien stroke hemoragik akutmemenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien dengan jenis kelamin laki-laki (OR=2,279; 95% CI=1,137–4,571; p=0,020) dan pasien dengan komorbid gangguan ginjal (OR=2,733; 95% CI=1,047-7,135; p=0,040) memiliki pengaruh paling signifikan terhadap tidak tercapainya target tekanan darah. Usia, komorbid (hipertensi, dislipidemia, penyakit jantung, diabetes mellitus), obat penyerta, jumlah komorbid, antihipertensi (golongan, jumlah, sediaan), dan baseline tekanan darah tidak memiliki pengaruh terhadap tidak tercapainya target tekanan darah. Faktor prediktor yang signifikan berpengaruh terhadap tidak tercapainya target tekanan darah pada pasien stroke hemoragik akut adalah jenis kelamin laki-laki dan gangguan ginjal.
TERAPI INTRA-ARTERIAL HEPARIN FLUSHING PADA STROKE ISKEMIK KRONIK Pinzon, Rizaldy Taslim; Renita Sanyasi, Rosa De Lima
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 5, No 1 (2018): JULI 2018
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33485/jiik-wk.v5i1.84

Abstract

Terapi reperfusi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu terapi intravena (IV) dan terapi intra-arteri (IA). Terapi IA dapat menjadi pilihan pada pasien yang memiliki kontraindikasi terapi IV. Terapi IA pada pasien dengan stroke iskemik kronik belum banyak dilakukan khususnya di Indonesia.Tujuan dari penulisan telaah ini adalah untuk mengetahui manfaat pemberian intra-arterial heparin flushing (IAHF) pada pasien stroke iskemik kronik.Pencarian dilakukan pada PubMed dan Cochrane dengan kata kunci antara lain “intra-arterial heparin flushing”, “intra-arterial therapy in chronic ischemic stroke”, dan “heparin in ischemic stroke”. Penelitian yang dilibatkan dalam telaah ini adalah penelitian yang dilakukan pada pasien stroke iskemik kronik yang memperoleh terapi IAHF.Terdapat dua penelitian yang membahas terapi IAHF pada pasien dengan stroke iskemik. Kedua penelitian tersebut dilakukan pada 75 subjek. Luaran yang dinilai adalah MMT dan CBF. Hasil dari kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberian IAHF pada pasien stroke iskemik kronik dapat meningkatkan skor MMT-MRC dan CBF. Terdapat peningkatan skor MMT setelah pemberian IAHF dan peningkatan ini bermakna secara statistik (p: 0.000). Perbaikan CBF setelah pemberian IAHF juga bermakna secara statistik (p <0.001). Perbaikan CBF ini tampak pada analisis subgrup berdasarkan usia, jenis kelamin, onset stroke, lokasi lesi, serta berdasarkan jenis lesi.Terapi IAHF pada pasien stroke iskemik kronik dapat meningkatkan kekuatan otot dan aliran darah otak. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut dalam skala yang lebih besar masih diperlukan.
KAJIAN KEAMANAN ANTIHIPERTENSI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK LANJUT USIA DI UNIT HEMODIALISA RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Pinzon, Rizaldy Taslim; Renita Sanyasi, Rosa De Lima
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 9, No 1 (2017): Punica Granatum
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT : The growth of elderly population increase fastest among the other age group. The elderly population been related to decrease renal function and other comorbidity as consequence of aging. The aim of this study is to know how about adverse drug reaction (ADR) and potential interaction of antihypertension drug in chronic kidney disease patient. This is a descriptive study about elderly patient with chronic kidney disease on period October 22th 2012 – January 22th 2013. This study use Naranjo scale to evaluate ADR and Tatro Drug Interactions Fact to evaluate potential drug interaction. There were 38 subjects analized, age &lt; 70 years old (24 patients) and ≥ 70 years old (14 patients); gender men (26 patients) and women (12 patients); duration hemodialysis &lt; 8 months (8 patients) and ≥ 8 months (30 patients); comorbidity DM (23 patients) and non DM (15 patients). There were probable ADR 4 events (10,8%) consist of nifedipine (2 events), lisinoprile (1 event) and captoprile (1 event). There were 14 events (37,8%) potential drug interactions consist of minor interaction (12 events) 32,4% and major interaction (2 events) 5,4%. This study show that there were actual probable ADR 10,8% and potential drug interaction 37,8%.
Prevalensi Resistensi Anti Platelet pada Pasien Stroke Iskemik di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta Pinzon, Rizaldy Taslim
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 1, 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.4 KB)

Abstract

Pendahuluan: Respon anti platelet yang tidak adekuat berkorelasi dengan peningkatan risiko penyakit iskemik berulang. Data mengenai resistensi anti platelet pada pasien stroke iskemik di Indonesia masih terbatas. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur prevalensi resistensi anti platelet pada pasien stroke iskemik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode potong lintang. Subjek yang terlibat adalah pasien stroke iskemik. Data subjek diperoleh dari register stroke Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta. Verify Now (Accumetrics, San Diego, CA) digunakan untuk mengukur respon terhadap terapi anti platelet. Resistensi aspirin didefinisikan sebagai ARU (aspirin reaction unit) ≥ 550. Resistensi clopidogrel didefinisikan sebagai P2Y12 ≥ 230. Hasil: Terdapat 260 subjek yang memperoleh terapi anti platelet. Subjek terdiri dari 90 (34.6%) perempuan dan 170 (65.4%). Prevalensi resistensi aspirin adalah 19.9%, sedangkan prevalensi resistensi clopidogrel adalah 33.8%. Terdapat 17 subjek yang menjalani dua buah pemeriksaan resistensi, 2 diantaranya (11.8%) mengalami resistensi ganda. Kesimpulan: Prevalensi resistensi anti platelet pada pasien stroke iskemik termasuk tinggi. Kata Kunci: aspirin, clopidogrel, resistensi obat, Verify Now analyzer, stroke
HUBUNGAN HIPERTENSI DENGAN GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN POST-STROKE ISKEMIK DI RS BETHESDA Pinzon, Rizaldy Taslim
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 25, No 3 (2017): SEPTEMBER - DESEMBER 2017
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.599 KB) | DOI: 10.33476/jky.v25i3.368

Abstract

Pendahuluan: Stroke bisa menimbulkan gangguan fungsional otak berupa gangguan fungsi kognitif. Insidensi gangguan fungsi kognitif meningkat tiga kali lipat setelah stroke, dan biasanya melibatkan gangguan kemampuan visuospasial, memori, orientasi, bahasa, perhatian, dan fungsi eksekutif.Metode: Penelitian ini menggunakan metode potong lintang. Data yang diambil berupa data primer dengan menggunakan Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-Ina) serta Clock Drawing Test (CDT) dan data sekunder dari Stroke Registry (2010-2017) dan rekam medis RS Bethesda Yogyakarta. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif (univariat), dilanjutkan dengan uji chi-square test untuk analisis bivariat, dan regresi logistik digunakan untuk menganalisis analisis multivariat.Hasil: Sampel yang didapatkan sebanyak 110 sampel, dimana terdapat 72 laki-laki (65%) dan 38 perempuan (34.5%), di mana usia terbanyak 51-60 tahun sebanyak 36 pasien (32.7%). Didapatkan 75 pasien (68.2%) yang mengalami gangguan fungsi kognitif (MoCA &lt; 26) dan 35 pasien (31.8%) yang tidak mengalami gangguan fungsi kognitif (MoCA ³ 26). Pada analisis bivariat didapatkan hipertensi (OR: 1.02; CI: 0.70-1.49; p: 0.823) tidak mempengaruhi terjadinya gangguan fungsi kognitif pada pasien post-stroke iskemik. Pada analisis multivariat didapatkan onset serangan stroke ulangan, jumlah lesi, lesi, dan lesi temporal berhubungan dengan gangguan fungsi kognitif post-stroke iskemik.Kesimpulan: Hipertensi tidak berhubungan dengan gangguan fungsi kognitif pada pasien post-stroke iskemik. Kata Kunci: Post-Stroke Iskemik, Hipertensi, Gangguan Fungsi Kognitif, MoCA-Ina, CDT.
Prevalensi Gejala Gangguan Gastrointestinal Pada Pasien Penyakit Parkinson Taslim Pinzon, Rizaldy; Al Jody, Abraham; Sugianto, Sugianto
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 27, No 1 (2019): JANUARI - APRIL 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.135 KB) | DOI: 10.33476/jky.v27i1.647

Abstract

Gejala gastrointestinal merupakan salah satu gejala non-motor yang sering dialami oleh pasien penyakit Parkinson. Di Indonesia, terkhusus Yogyakarta, belum ada penelitian yang mencari angka prevalensi tersebut. Non-motor symptom assessment scale for Parkinson’s disease (NMSS) merupakan salah satu instrumen yang mampu menyaring gejala tersebut.Mencari angka prevalensi gejala gangguan gastrointestinal pasien penyakit Parkinson di Rumah Sakit, Bethesda, Yogyakarta.Penelitian ini adalah penelitian observatif deskriptif dengan disain potong lintang. Tiga puluh satu pasien penyakit Parkinson di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta, diambil dengan teknik consecutive sampling, selanjutnya diwawancarai menggunakan kuisioner NMSS. Hasil wawancara dianalisis dengan analisa univariat.Dari 31 sampel, didapatkan gejala gangguan gastrointestinal dialami oleh 17 (54,8%) sampel. Urutan gejala gangguan gastrointestinal yang paling banyak ditemukan adalah konstipasi (41,93%), sialorea (29,03%), dan kesulitan menelan (6,45%).Didapatkan 54,8% sampel mengalami gejala gangguan gastrointestinal, dengan urutan gejala yang paling banyak ditemukan adalah konstipasi, sialorea, dan kesulitan menelan.
Cost Effectiveness Analysis of Rivaroxaban Compared to Warfarin and Aspirin for Stroke Prevention Atrial Fibrillation (SPAF) in the Indonesian healthcare setting Dwiprahasto, Iwan; Kristin, Erna; Endarti, Dwi; Pinzon, Rizaldy Taslim; Yasmina, Alfi; Thobari, Jarir At; Pratiwi, Woro Rukmi; Kartika, Yolanda Dyah; Trijayanti, Christiana
Indonesian Journal of Pharmacy Vol 30 No 1, 2019
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.563 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm30iss1pp74

Abstract

Main drugs used in the prevention of stroke among atrial fibrillation (AF) patients are antiplatelets (aspirin) and oral anticoagulants (OAC). OAC therapy can be difficult to administer due to drug and food interactions, adds the burden of required blood monitoring, narrow therapeutic window, and requirements for dose titration. Rivaroxaban is a single-dose oral anticoagulant which does not require blood monitoring, dose titration or has dietary interactions. Phase III clinical data from the ROCKET trial have recently been reported the non-inferiority of rivaroxaban over warfarin for the prevention of strokes in AF patients. To develop an economic model evaluating the clinical and cost-effectiveness of rivaroxaban for the prevention of stroke in non-valvular AF patients in the Indonesian health care settings. We conducted cost effectiveness analysis from the perspective of payer (national health insurance). Effectiveness data used the international data from previous RCT and network metaanalysis studies. Costs data used local data of Indonesia from national health insurance’s reimbursement tariffs. Markov model was used, comprised of health and treatment states describing the management and consequences of AF. The main analysis was based on data from the phase III trials. Three months was used as cycle length. The time horizon was set at patients’ lifetime (20 years). Costs and outcomes were discounted at a 3% annual rate. Subgroup analysis and extensive sensitivity analysis was conducted. Willingness to pay (WTP) threshold in Indonesia was set as 3 times GDP of Indonesia in 2015, equal about IDR 133,375,000 per quality-adjusted life year (QALY). Base case rivaroxaban vs warfarin has ICER of IDR 141,835,063per QALY at the current cost of rivaroxaban IDR 23,500 and ICER of 130,214,687 per QALY at the proposed cost of rivaroxaban IDR 22,000. One-way sensitivity analysis showed that the key drivers of cost-effectiveness were the utility decrement applied to stable warfarin patients, discontinuation/subsequent discontinuation rates for rivaroxaban, and discontinuation/subsequent discontinuation rates for warfarin. The probabilistic sensitivity analysis suggested that rivaroxaban was cost-effective compared to warfarin in about 45% of cases at the WTP per QALY. Rivaroxaban with the proposed price of IDR 22,000 was considered to be more cost-effective when compared to warfarin.
PERANAN OBAT GOLONGAN STATIN TERHADAP LUARAN STATUS FUNGSIONAL PASIEN STROKE ISKEMIK BERULANG DI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA Alexxander, Alexxander; Nugroho, Agung Endro; Pinzon, Rizaldi Taslim
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 3 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1710.555 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i3.71

Abstract

Proporsi pasien yang menggunakan statin ketika pertama kali masuk rumah sakit dengan stroke iskemik berulang sangat meningkat dengan cepat. Tetapi masih menjadi kontroversi. Hal tersebut yang melatarbelakangi penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peranan terapi statin dengan luaran status fungsional pada pasien stroke iskemik berulang di rumah sakit Bethesda Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian analisis dengan metode retrospective cohort menggunakan data data rekam medis pasien. Sebagai sampel dipilih kelompok pasien stroke iskemik berulang, baik yang mendapat pengobatan dengan statin ataupun yang tidak mendapatkan pengobatan statin. Kemudian secara retrospektif diamati pengaruh penggunaan statin terhadap luaran status fungsional pasien. Jumlah subyek untuk masing masing kelompok adalah 77 pasien. Luaran baik ditandai dengan nilai mRS 0-3, sedangkan luaran buruk ditandai dengan 4-6. Lokasi penelitian adalah di rumah sakit Bethesda Yogyakarta. Penggunaan statin pada pasien stroke iskemik berulang dapat memberikan luaran status fungsional yang baik di RS Bethesda Yogyakarta (p = 0,022; RR=1,56; IK 95% = 1,056 – 2,305). Selain itu penelitian ini juga memberikan luaran sekunder yaitu variabel usia, GCS, dan kelemahan otot gerak memiliki hubungan bermakna terhadap luaran status fungsional pasien stroke iskemik berulang. Faktor prediktor untuk mendapatkan luaran status fungsional yang baik pada penelitian ini adalah pasien tanpa penggunaan antibiotik, GCS 13-15, penggunaan anti koagulan, pasien tanpa analgetik antipiretik, dan pasien dengan penggunaan anti platelet.Penggunaan statin pada pasien stroke iskemik berulang dapat memberikan luaran status fungsional yang baik di RS Bethesda Yogyakarta
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIPLATELET TERHADAP KEJADIAN PERDARAHAN SALURAN CERNA BESERTA FAKTOR RISIKONYA PADA PASIEN STROKE Martha Evy Susanti, Rizaldy Pinzon, Sugiyanto
NEURONA Vol 32 No. 1 Desember 2014
Publisher : Neurona Majalah Kedokteran Neuro Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTRODUCTION ANTIPLATELET THERAPY IS WIDELY USED IN PATIENTS WITH ISCHEMIC STROKE THE USE OF ANTIPLATELET IS RECOMMENDED TO REDUCE THE INCIDENCE OF RECURRENT STROKE AND OTHER CARDIOVASCULAR EVENTS ONE SIDE EFFECT OF ANTIPLATELETS IS GASTROINTESTINAL BLEEDING THAT CAN INCREASE MORTALITY
KAJIAN KEAMANAN ANTIHIPERTENSI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK LANJUT USIA DI UNIT HEMODIALISA RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Pinzon, Rizaldy Taslim; Renita Sanyasi, Rosa De Lima
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3498.365 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v9i1.551

Abstract

ABSTRACT : The growth of elderly population increase fastest among the other age group. The elderly population been related to decrease renal function and other comorbidity as consequence of aging. The aim of this study is to know how about adverse drug reaction (ADR) and potential interaction of antihypertension drug in chronic kidney disease patient. This is a descriptive study about elderly patient with chronic kidney disease on period October 22th 2012 â?? January 22th 2013. This study use Naranjo scale to evaluate ADR and Tatro Drug Interactions Fact to evaluate potential drug interaction. There were 38 subjects analized, age < 70 years old (24 patients) and â?¥ 70 years old (14 patients); gender men (26 patients) and women (12 patients); duration hemodialysis < 8 months (8 patients) and â?¥ 8 months (30 patients); comorbidity DM (23 patients) and non DM (15 patients). There were probable ADR 4 events (10,8%) consist of nifedipine (2 events), lisinoprile (1 event) and captoprile (1 event). There were 14 events (37,8%) potential drug interactions consist of minor interaction (12 events) 32,4% and major interaction (2 events) 5,4%. This study show that there were actual probable ADR 10,8% and potential drug interaction 37,8%.
Co-Authors Adnyana, Kadek Sinthia Grahita Agung Endro Nugroho Agung Wiwiek Indrayani Agustinus Rudolf Phyma, Agustinus Rudolf Al Jody, Abraham Al Jody, Abraham Alexxander Alexxander, Alexxander Alfi Yasmina Alfi Yasmina Amboro, Wisnu Anak Agung Gede Sugianthara Angela, Angela Ardiani, Birgitta Lisbethiara Bagaskara, Arya T Basuki, Mudjiani Bisay, Vallentino Ardine Prasetya Budi Harsana, Mary Rose Angelina Bustami, Mursyid Ciptasari, Debora Purwasista Daniel Mahendra Krisna, Daniel Mahendra Desyandri Desyandri Digdoyo, Ananda Dodik Tugasworo Erna Kristin Esdras Ardi Pramudita, Esdras Ardi Fedora, Gusti Ayu Jacinda Amanda Ferdy Firmansyah Firdaus Hafidz As Shidieq Fithrie, Aida Fransiska Theresia Meivy Babang, Fransiska Theresia Meivy Gelgel, Putu Clara Shinta Hakim, Manfaluthy Hardi Astuti Witasari Hariatmoko Hariatmoko, Hariatmoko Hidayat, Muh. Faris I Putu Eka Widyadharma Ida Safitri Laksanawati Ika Puspitasari Iwan Dwiprahasto Jarir At Thobari Jesisca, Jesisca Johan Budiman, Johan Kadex Reisya Sita Damayanti Kriswanto Widyo, Kriswanto Kushartanti, Bernadeta Margareta Wara Lailla Affianti Fauzi Laksmi Asanti, Laksmi Lucas Meliala Maharani, Anyelir Dewi Maharani, Regina Vika Marpaung, Refianda Olivia Febrianti Mitasari, Pradita S Mugiono, Iroen Muhammad Hasnawi Haddani Muktiarini, Bernadetha Muslimah Muslimah Nani Kurniani Nathanael, Hanshel Everad Novita Intan Arovah Nugraha, Boya Padma, Radha Govinda Pagan Pambudi Pandita, Felicia Dara Puspitaning Paramitha, Dessy Pratiwi, Woro Rukmi Priskila, Loury Purwaka, Barlaam Bagus Purwaka Purwandityo, Ayuningtyas Galuh Purwantiningsih, Purwantiningsih Putra, I Dewa Gde Rainey Chrisananta Ratih Puspita Febrinasari Rendra, Andreas K. Renita Sanyasi, Rosa De Lima Renita Sanyasi, Rosa De Lima Renita, Rosa De Lima Rosa De Lima Renita Sanyasi, Rosa De Lima Renita Setyawan, Irfanianta Arif Sinaga, Ruth Vanessa Gloria Siti Nurhayati Sudharmadji Sugianto Sugianto s Sugianto Sugianto Susanto, Agnes Susi Susanti Sutejo, Mianti Nurrizky Thomas Eko Purwata Tri Murti Andayani Trijayanti, Christiana Vania Rau, Chiquita Putri Veronica, Vanessa Vidyatama, Veren Amoreta Widyantanti, Maria Atika Sukmana Wijaya, Vincent Ongko Wijono, Andre Dharmawan Wuysang, Audry Devisanty Y, Yudiyanta Yacobus Christian Prasetyo Yolanda Dyah Kartika Zalukhu, Marta Lisnawati